Modul AjarBab 5Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 5: Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Indonesia

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 5 "Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Indonesia", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 5: Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Indonesia

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 5 — Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 5 — Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Indonesia
Alokasi Waktu25 JP (25 x 35 menit = 875 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.5.1 Mengenali tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan
  2. TP 4.5.2 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu I Gusti Bagus Sugriwa
  3. TP 4.5.3 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu Ida Bagus Mantra
  4. TP 4.5.4 Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah tokoh Hindu yang berjuang menyebarkan dan memajukan agama Hindu setelah Indonesia merdeka?
  2. Bagaimana kita mengenali foto atau gambar wajah tokoh penyebar agama Hindu dari ciri-ciri profilnya?
  3. Apa ciri pengenal atau peran penting yang membedakan tokoh-tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan Indonesia?
  4. Bagaimana kita mengenali sosok I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra dari catatan riwayat singkat atau perannya?
  5. Pernahkah kalian melihat gambar tokoh Hindu yang ikut memperjuangkan pengakuan agama Hindu dan pendirian Parisada Hindu Dharma Bali?
  6. Bagaimana kita mengenali gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa di antara tokoh-tokoh lainnya?
  7. Manakah foto yang menunjukkan tokoh I Gusti Bagus Sugriwa di antara tokoh lainnya?
  8. Ciri atau karya apa yang menandai bahwa seorang tokoh adalah I Gusti Bagus Sugriwa?
  9. Manakah foto yang merupakan wajah tokoh Hindu Prof. Dr. Ida Bagus Mantra di antara gambar tokoh lainnya?
  10. Apa riwayat pengenal utama yang membedakan Ida Bagus Mantra dari tokoh Hindu lainnya?
  11. Bagaimana cara kita mengenali sosok Ida Bagus Mantra di antara berbagai kartu profil tokoh Hindu?
  12. Apa saja ciri khas dan riwayat pengenal penting yang membuktikan bahwa sebuah kartu profil memuat profil Ida Bagus Mantra?
  13. Siapa saja nama tokoh Hindu setelah kemerdekaan yang sudah pernah kita pelajari bersama?
  14. Bagaimana cara kita melafalkan nama I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra secara runtut dan tepat?
  15. Siapa saja nama tokoh pejuang dan penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan yang telah kita pelajari bersama?
  16. Dapatkah kalian menyebutkan sendiri nama-nama tokoh Hindu tersebut secara lancar tanpa melihat buku catatan?
  17. Siapakah tokoh Hindu setelah kemerdekaan Indonesia yang memperjuangkan pengakuan agama Hindu dan berkarya di bidang pendidikan?
  18. Bagaimana kita mengenali gambar serta profil dari tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra secara mandiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Tokoh Penyebar Agama Hindu di Indonesia Setelah Kemerdekaan Berdasarkan Gambar dan Profil Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali tokoh-tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan berdasarkan gambar dan ringkasan profil sederhana (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan 3 gambar tokoh: Gambar A (I Gusti Bagus Sugriwa), Gambar B (Ida Bagus Mantra), dan Gambar C (Ir. Soekarno sebagai gambar pengalih non-tokoh agama Hindu). Murid diminta menunjuk gambar mana yang merupakan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia (acuan: Gambar A dan Gambar B adalah tokoh penyebar agama Hindu, Gambar C adalah tokoh proklamator/pengalih) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memajang 2 kartu gambar tokoh dan membacakan teks profil sederhana masing-masing tokoh di papan tulis: Profil 1: Tokoh pejuang pengakuan agama Hindu di Indonesia dan Ketua Parisada Hindu Dharma pertama yang berkacamata dan berwibawa (I Gusti Bagus Sugriwa); Profil 2: Tokoh pemikir, cendekiawan Hindu, dan mantan Gubernur Bali yang menggagas Pesta Kesenian Bali (Ida Bagus Mantra) (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati kesesuaian antara ciri wajah pada gambar dengan profil tertulis sederhana tersebut (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Aktivitas Mengenali Tokoh yang memuat 2 kartu profil sederhana dan 3 pilihan gambar: Gambar 1 (Foto I Gusti Bagus Sugriwa), Gambar 2 (Foto Ida Bagus Mantra), dan Gambar 3 (Foto Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai sebagai pengalih) (5 menit).
  • Murid memainkan tantangan 'Detektif Tokoh': murid membaca 2 kartu profil berikut dan menempelkan nomor gambar yang tepat pada kotak kartu profil: Kartu Profil X: 'Pejuang pengakuan resmi agama Hindu dan ketua pertama PHDI' -> Gambar 1; Kartu Profil Y: 'Cendekiawan Hindu penggagas Pesta Kesenian Bali dan rektor/gubernur' -> Gambar 2 (Gambar 3 tidak dipilih karena pengalih) (10 menit).
  • Guru berkeliling memeriksa hasil pengenalan murid pada lembar aktivitas, memberikan umpan balik langsung kepada murid yang masih keliru membedakan kedua tokoh tersebut (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan kembali pasangan gambar dan profil sederhana tersebut di papan kelas untuk memastikan semua murid mengenali kedua tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (5 menit).
  • Murid menyadari pentingnya mengenali jasa dan sosok para tokoh penyebar agama Hindu dalam mempertahankan serta mengembangkan ajaran dharma di Indonesia (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik atas keberhasilan murid mengenali kedua tokoh penyebar agama Hindu berdasarkan gambar dan profilnya (5 menit).
  • Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang menjodohkan ciri-ciri profil tokoh, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan teks profil berhuruf besar dan kata kunci bergaris bawah untuk murid yang membutuhkan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi pembacaan kata kunci profil tokoh; bagi murid yang cepat memahami, diberikan lembar tantangan mengenali dengan 4 kartu profil sederhana tambahan dari kedua tokoh tersebut.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pengenalan tokoh dengan menempelkan kartu gambar pada kotak profil atau menghubungkan garis tanda panah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengamati 3 gambar di papan tulis: Gambar A (I Gusti Bagus Sugriwa), Gambar B (Ida Bagus Mantra), dan Gambar C (Ir. Soekarno sebagai pengalih). Guru meminta murid memilih mana saja gambar tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (acuan: Gambar A dan Gambar B benar; Gambar C adalah pengalih/bukan tokoh penyebar agama Hindu).

Proses:

  • Pengerjaan Lembar 'Detektif Tokoh': Murid mengenali dan mencocokkan 2 kartu profil sederhana dengan 3 pilihan gambar. Kartu Profil X: 'Pejuang pengakuan resmi agama Hindu dan ketua pertama PHDI' dipasangkan ke Gambar 1 (I Gusti Bagus Sugriwa); Kartu Profil Y: 'Cendekiawan Hindu penggagas Pesta Kesenian Bali dan rektor/gubernur' dipasangkan ke Gambar 2 (Ida Bagus Mantra); Gambar 3 (I Gusti Ngurah Rai) diabaikan sebagai pengalih (acuan: tepat memasangkan Profil X -> Gambar 1, Profil Y -> Gambar 2, dan tidak memilih Gambar 3).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan di penutup: Guru mengacungkan satu per satu foto (Foto I Gusti Bagus Sugriwa dan Foto Ida Bagus Mantra), lalu meminta seluruh murid secara serempak menyebutkan nama panggilan tokoh pada gambar yang diacungkan (acuan: Foto 1 = I Gusti Bagus Sugriwa; Foto 2 = Ida Bagus Mantra).

Formatif:

  • Asesmen Awal: Tanya jawab diagnostik menunjuk gambar tokoh penyebar agama Hindu di antara gambar pengalih.
  • Asesmen Formatif Proses: Observasi unjuk kerja mencocokkan gambar wajah tokoh dengan lembar profil sederhana pada aktivitas 'Detektif Tokoh'.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Tokoh Penyebar Agama Hindu Berdasarkan Gambar dan Profil SederhanaBelum mampu mengenali gambar tokoh penyebar agama Hindu (salah memasangkan kedua profil tokoh dan memilih gambar pengalih).Mengenali 1 dari 2 tokoh penyebar agama Hindu berdasarkan gambar dan profil sederhananya secara tepat (tepat pada Profil X -> Gambar 1 ATAU Profil Y -> Gambar 2, tetapi masih keliru pada 1 profil lain atau memilih gambar pengalih).Mengenali kedua (2 dari 2) tokoh penyebar agama Hindu berdasarkan gambar dan profil sederhananya secara tepat (Profil X -> Gambar 1 dan Profil Y -> Gambar 2) dengan sedikit bantuan arahan guru dalam mengabaikan gambar pengalih.Mengenali kedua (2 dari 2) tokoh penyebar agama Hindu berdasarkan gambar dan profil sederhananya secara tepat dan mandiri (Profil X -> Gambar 1 dan Profil Y -> Gambar 2) tanpa keraguan serta tepat mengabaikan gambar pengalih (Gambar 3).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar dan kalimat profil sederhana yang disajikan cukup jelas membantu murid kelas 4 mengenali wajah kedua tokoh Hindu?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas tantangan 'Detektif Tokoh'?

Murid:

  • Apakah aku sudah dapat membedakan wajah dan profil sederhana I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra?
  • Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling menarik dan mudah dipahami?

Pertemuan 2 — Mengenali Tokoh Penyebar Agama Hindu Setelah Kemerdekaan Melalui Penjodohan Ciri Profil Tokoh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan topik pembelajaran penjodohan ciri profil tokoh Hindu pascakemerdekaan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid mengenali 2 tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan: guru membacakan 2 ciri profil sederhana secara lisan, yaitu: (1) 'Tokoh penyusun Puja Tri Sandhya dan pendiri Parisada Dharma Hindu Bali (PDHB)' (acuan benar: I Gusti Bagus Sugriwa), dan (2) 'Tokoh pendiri Pesta Kesenian Bali (PKB) dan penggagas Parisada Hindu Dharma Indonesia' (acuan benar: Ida Bagus Mantra); murid diminta mengacungkan kartu nama tokoh yang sesuai (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan penguatan guru melalui 4 kartu profil tokoh yang dipajang di papan tulis, yaitu: Kartu 1: 'Penyusun Puja Tri Sandhya', Kartu 2: 'Pendiri Parisada Dharma Hindu Bali (PDHB) tahun 1959', Kartu 3: 'Penggagas Pesta Kesenian Bali (PKB)', dan Kartu 4: 'Mantan Gubernur Bali yang memperjuangkan siaran agama Hindu di TVRI'. Guru menegaskan ciri pengenal tokoh I Gusti Bagus Sugriwa (Kartu 1 dan 2) dan Ida Bagus Mantra (Kartu 3 dan 4) (15 menit).
  • Murid secara bergantian membaca ringkasan 4 ciri profil tersebut pada buku teks atau bagan kelas untuk mengonstruksi pemahaman ciri pembeda masing-masing tokoh (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan edukatif berpasangan 'Jodoh Kartu Tokoh' secara gembira, di mana setiap meja menerima set kartu berisi 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa, Ida Bagus Mantra) serta 4 kartu ciri profil: (A) 'Turut menyusun teks Puja Tri Sandhya', (B) 'Pendiri lembaga Parisada Dharma Hindu Bali', (C) 'Penggagas Pesta Kesenian Bali', dan (D) 'Tokoh pembaharu budaya dan pendidikan Hindu di Bali'. Murid beradu cepat mencocokkan kartu profil ke bawah nama tokoh yang tepat (kunci: A dan B untuk I Gusti Bagus Sugriwa; C dan D untuk Ida Bagus Mantra) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Penjodohan Profil Tokoh secara individu berisi 4 butir penarikan garis ciri profil ke nama tokoh: Butir 1: 'Berperan besar dalam merumuskan mantram Puja Tri Sandhya' -> I Gusti Bagus Sugriwa; Butir 2: 'Salah satu tokoh pemrakarsa Parisada Dharma Hindu Bali (PDHB)' -> I Gusti Bagus Sugriwa; Butir 3: 'Memprakarsai kegiatan budaya tahunan Pesta Kesenian Bali (PKB)' -> Ida Bagus Mantra; Butir 4: 'Sosok akademisi dan tokoh pemimpin yang mengembangkan pendidikan Hindu' -> Ida Bagus Mantra (kunci jawaban: Butir 1 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 2 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 3 -> Ida Bagus Mantra, Butir 4 -> Ida Bagus Mantra) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penjodohan kartu dan lembar kerja, memeriksa ketepatan hubungan antara ciri profil dan tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman langsung: (1) 'Siapa tokoh yang dikenal dengan karya penyusunan Puja Tri Sandhya?' (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa), dan (2) 'Siapa tokoh yang dikenal menggagas Pesta Kesenian Bali?' (acuan: Ida Bagus Mantra) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menjodohkan ciri tokoh, memberikan arahan untuk mempelajari foto dan sosok fisik tokoh pada pertemuan berikutnya, serta menutup kegiatan dengan doa dan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu profil berhuruf besar disertai simbol penanda visual sederhana (misal simbol lontar/tulisan untuk penyusun doa Puja Tri Sandhya, simbol gong/seni untuk Pesta Kesenian Bali) bagi murid yang membutuhkan scaffolding literasi.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan ciri, guru memberikan bimbingan terfokus dengan membandingkan 1 ciri profil terlebih dahulu; bagi murid cepat, diberikan tantangan tambahan menjodohkan 2 ciri detail sekunder (misalnya tahun berdirinya PDHB 1959 untuk Sugriwa dan kiprah sebagai Rektor Universitas Udayana untuk Mantra).
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil penjodohan profil baik melalui penarikan garis pada lembar kerja maupun menempelkan kartu fisik pasangan secara langsung pada papan pajang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai kesiapan mengenali tokoh berdasarkan 2 ciri profil: (1) 'Tokoh penyusun Puja Tri Sandhya dan pendiri PDHB' (acuan kunci: I Gusti Bagus Sugriwa), dan (2) 'Tokoh penggagas Pesta Kesenian Bali dan pembina umat Hindu' (acuan kunci: Ida Bagus Mantra).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid saat menjodohkan 4 kartu ciri profil dengan nama tokoh dalam aktivitas kelompok berpasangan (kunci pasangan: A. 'Turut menyusun teks Puja Tri Sandhya' -> I Gusti Bagus Sugriwa; B. 'Pendiri lembaga Parisada Dharma Hindu Bali' -> I Gusti Bagus Sugriwa; C. 'Penggagas Pesta Kesenian Bali' -> Ida Bagus Mantra; D. 'Tokoh pembaharu budaya dan pendidikan Hindu di Bali' -> Ida Bagus Mantra).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Penjodohan individu yang memuat 4 butir pernyataan ciri profil (kunci: Butir 1 -> I Gusti Bagus Sugriwa; Butir 2 -> I Gusti Bagus Sugriwa; Butir 3 -> Ida Bagus Mantra; Butir 4 -> Ida Bagus Mantra).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran: (1) 'Siapakah tokoh yang menyusun teks Puja Tri Sandhya?' (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa); (2) 'Siapakah tokoh yang menggagas perhelatan Pesta Kesenian Bali?' (acuan: Ida Bagus Mantra).

Formatif:

  • Tes lisan cepat asesmen awal mengenai pengenalan 2 ciri profil pokok tokoh
  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Jodoh Kartu Tokoh'
  • Penilaian Lembar Kerja Penjodohan Ciri Profil Tokoh (4 butir penjodohan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan mengenali tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan melalui penjodohan ciri profilBelum mampu menjodohkan ciri profil dengan benar (0 dari 4 butir lembar kerja tepat: Butir 1 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 2 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 3 -> Ida Bagus Mantra, Butir 4 -> Ida Bagus Mantra), masih memerlukan bimbingan penuh.Mampu menjodohkan 1 hingga 2 dari 4 butir ciri profil dengan benar sesuai acuan kunci (Butir 1-2 untuk I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 3-4 untuk Ida Bagus Mantra) dengan bantuan guru.Mampu menjodohkan 3 dari 4 butir ciri profil dengan benar sesuai acuan kunci (Butir 1-2 untuk I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 3-4 untuk Ida Bagus Mantra) secara mandiri.Mampu menjodohkan seluruh 4 butir ciri profil dengan tepat tanpa kekeliruan sesuai acuan kunci (Butir 1 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 2 -> I Gusti Bagus Sugriwa, Butir 3 -> Ida Bagus Mantra, Butir 4 -> Ida Bagus Mantra) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu penjodohan efektif membantu murid membedakan ciri profil I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra?
  • Bagian ciri profil mana yang paling sering tertukar oleh murid dan perlu diperjelas pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Ciri profil tokoh mana yang paling mudah kamu kenali hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah bermain menjodohkan kartu ciri profil tokoh Hindu?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Tokoh Penyebar Agama Hindu I Gusti Bagus Sugriwa Berdasarkan Gambar dan Ciri Pengenal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu I Gusti Bagus Sugriwa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali dan menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan, khususnya I Gusti Bagus Sugriwa berdasarkan gambar dan ciri pengenal (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 gambar tokoh berlabel A (I Gusti Bagus Sugriwa), B (Ida Bagus Mantra), dan C (Mahatma Gandhi - pengalih), lalu meminta murid menunjuk gambar yang diperkirakan merupakan tokoh pejuang pengakuan Hindu di Indonesia I Gusti Bagus Sugriwa (acuan jawaban: Gambar A adalah I Gusti Bagus Sugriwa; Gambar B adalah Ida Bagus Mantra; Gambar C adalah Mahatma Gandhi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati foto resmi tokoh I Gusti Bagus Sugriwa yang ditampilkan di papan tulis beserta papan kartu ciri pengenalnya (15 menit).
  • Guru membacakan dan membahas 4 ciri pengenal utama tokoh I Gusti Bagus Sugriwa: (1) Tokoh pejuang pengakuan agama Hindu oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan, (2) Salah satu pendiri Parisada Hindu Dharma Bali (PHDB) tahun 1959, (3) Tokoh penyusun teks Puja Tri Sandhya bersama tim, dan (4) Penulis buku dan naskah keagamaan Hindu yang produktif (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan visual menggembirakan bertajuk 'Tunjuk Tokoh Sugriwa': murid berpasangan mengamati papan 4 panel gambar (Panel 1: I Gusti Bagus Sugriwa, Panel 2: Ida Bagus Mantra, Panel 3: Dang Hyang Dwijendra, Panel 4: R. Ng. Poerbatjaraka) lalu mengangkat bendera/menunjuk panel yang tepat saat guru membacakan ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa (acuan: Panel 1 adalah I Gusti Bagus Sugriwa) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan 'Menunjukkan Gambar dan Ciri Pengenal I Gusti Bagus Sugriwa' yang memuat 4 butir tugas pemilihan: (1) Menandai tanda centang pada foto I Gusti Bagus Sugriwa di antara 3 pilihan foto (Pilihan A: I Gusti Bagus Sugriwa [benar], Pilihan B: Ida Bagus Mantra, Pilihan C: Tokoh Nasional Lain); (2) Menunjukkan ciri kiprah I Gusti Bagus Sugriwa di antara 3 kartu ciri (Kartu 1: Pejuang pengakuan agama Hindu dan pendiri PHDB [benar], Kartu 2: Penggagas Pesta Kesenian Bali, Kartu 3: Raja Majapahit); (3) Menunjukkan karya teks persembahyangan I Gusti Bagus Sugriwa di antara 3 pilihan (Pilihan A: Teks Puja Tri Sandhya [benar], Pilihan B: Kitab Sutasoma, Pilihan C: Kakawin Ramayana); (4) Menunjukkan foto I Gusti Bagus Sugriwa pada gambar dokumentasi bersejarah pembentukan PHDB (Pilihan Foto 1: I Gusti Bagus Sugriwa [benar], Pilihan Foto 2: Tokoh lain) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan dan mengecek kembali ketepatan penunjukan gambar dan ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa sesuai acuan kunci (5 menit).
  • Murid menyampaikan kesan tentang kemudahan atau kesulitan yang dialami saat membedakan foto I Gusti Bagus Sugriwa dari gambar tokoh lainnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan simpulan singkat mengenai keistimewaan gambar dan jasa I Gusti Bagus Sugriwa sebagai pejuang pengakuan agama Hindu di Indonesia (3 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (Lembar Identifikasi Tokoh I Gusti Bagus Sugriwa) dan menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu foto I Gusti Bagus Sugriwa yang dilengkapi bingkai warna khusus dan teks ciri utama, sedangkan murid cepat diberikan kartu foto tanpa teks petunjuk.
  • Proses: Murid yang masih ragu menunjuk gambar didampingi guru dengan bimbingan membaca ciri pengenal kata kunci (kata 'Puja Tri Sandhya' dan 'PHDB'), sedangkan murid yang mahir langsung menunjuk gambar secara mandiri dalam latihan acak.
  • Produk: Semua murid menunjukkan target yang sama pada lembar kerja, murid cepat dapat menyelesaikan 4 butir penunjukan secara mandiri dan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik penunjukan cepat: Guru menampilkan 3 kartu gambar (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa; Gambar B: Ida Bagus Mantra; Gambar C: Mahatma Gandhi). Pertanyaan: 'Manakah gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa yang memperjuangkan pengakuan agama Hindu setelah kemerdekaan?' (Acuan jawaban: Gambar A adalah I Gusti Bagus Sugriwa; Gambar B dan C adalah pengalih).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menunjuk panel gambar I Gusti Bagus Sugriwa dalam permainan berpasangan (acuan: tepat menunjuk Panel 1 I Gusti Bagus Sugriwa saat dibacakan ciri pendiri PHDB dan penyusun Puja Tri Sandhya).
  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir lembar latihan: Butir 1 (menunjuk foto I Gusti Bagus Sugriwa pada pilihan A), Butir 2 (menunjuk kartu ciri pendiri PHDB/pejuang pengakuan Hindu pada kartu 1), Butir 3 (menunjuk karya teks Puja Tri Sandhya pada pilihan A), Butir 4 (menunjuk foto I Gusti Bagus Sugriwa pada foto dokumentasi 1).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Murid secara lisan atau dengan menunjuk kartu mini memilih 1 gambar I Gusti Bagus Sugriwa dari 3 kartu tokoh yang disodorkan guru (Acuan: Kartu 1 = foto I Gusti Bagus Sugriwa [benar], Kartu 2 = foto Ida Bagus Mantra [pengalih], Kartu 3 = foto Dang Hyang Dwijendra [pengalih]).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa pada aktivitas 'Tunjuk Tokoh Sugriwa'
  • Penilaian lembar identifikasi pilihan visual (menunjukkan gambar dan ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa 4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menunjukkan Tokoh I Gusti Bagus Sugriwa Berdasarkan Gambar dan Ciri PengenalBelum mampu menunjukkan gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan ciri pengenalnya (tepat 0-1 dari 4 butir tugas penunjukan; acuan butir 1 foto A, butir 2 kartu ciri 1 pejuang Hindu/PHDB, butir 3 teks Puja Tri Sandhya, butir 4 foto dokumentasi 1).Mampu menunjukkan gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa atau ciri pengenalnya secara tepat pada 2 dari 4 butir tugas penunjukan dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan ciri pengenalnya secara tepat pada 3 dari 4 butir tugas penunjukan secara mandiri.Mampu menunjukkan gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan seluruh ciri pengenalnya secara tepat pada seluruh 4 butir tugas penunjukan secara mandiri tanpa keliru memilih gambar atau ciri pengalih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar foto I Gusti Bagus Sugriwa yang disajikan cukup jelas dan memudahkan murid membedakannya dari tokoh lain?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan visual 'Tunjuk Tokoh Sugriwa', apakah seluruh murid terlibat aktif?
  • Langkah apa yang perlu diperbaiki untuk melatih murid yang masih keliru membedakan foto I Gusti Bagus Sugriwa dengan tokoh Ida Bagus Mantra?

Murid:

  • Apakah kalian sudah dapat mengenali wajah dan gambar tokoh I Gusti Bagus Sugriwa?
  • Ciri pengenal apa dari I Gusti Bagus Sugriwa yang paling mudah kalian ingat saat melihat gambarnya?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menyenangkan saat belajar mengenali tokoh I Gusti Bagus Sugriwa hari ini?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Tokoh Penyebar Agama Hindu I Gusti Bagus Sugriwa pada Lembar Identifikasi Tokoh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.2 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu I Gusti Bagus Sugriwa

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 gambar tokoh di papan tulis (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa; Gambar B: Tokoh pahlawan nasional non-Hindu/pengalih Bung Tomo) lalu meminta murid menunjuk mana yang merupakan tokoh Hindu I Gusti Bagus Sugriwa (acuan diagnostik: Gambar A adalah I Gusti Bagus Sugriwa) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu I Gusti Bagus Sugriwa pada Lembar Identifikasi Tokoh (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan panduan visual ringkas yang menampilkan potret I Gusti Bagus Sugriwa beserta 4 ciri pengenal utamanya: (1) Tokoh pejuang pengakuan agama Hindu setelah kemerdekaan; (2) Salah satu pendiri Parisada Dharma Hindu Bali / PDHB; (3) Penyusun teks Puja Tri Sandhya; (4) Penulis buku-buku keagamaan Hindu (15 menit).
  • Murid mencermati panduan visual tersebut secara saksama untuk mengonstruksi ingatan mengenai wajah dan 4 ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan detektif cepat 'Tunjuk Cepat Sugriwa': guru mengangkat 1 per 1 dari 4 kartu mini bertuliskan profil, dan murid mengangkat kartu centang hijau jika profil tersebut menunjukkan I Gusti Bagus Sugriwa atau silang merah jika bukan. Kartu 1: 'Penyusun Puja Tri Sandhya' (Benar); Kartu 2: 'Gubernur Bali penggagas Pesta Kesenian Bali' (Salah - pengalih Ida Bagus Mantra); Kartu 3: 'Pendiri PDHB tahun 1959' (Benar); Kartu 4: 'Panglima Perang Puputan Margarana' (Salah - pengalih I Gusti Ngurah Rai) (15 menit).
  • Guru membagikan 'Lembar Identifikasi Tokoh' yang berisi 2 bagian tugas mandiri. Bagian 1: Memilih 1 foto I Gusti Bagus Sugriwa di antara 3 pilihan foto (Foto 1: I Gusti Bagus Sugriwa [Kunci Benar]; Foto 2: Ida Bagus Mantra [Pengalih]; Foto 3: Ki Hajar Dewantara [Pengalih]). Bagian 2: Memberi tanda centang pada 3 ciri yang benar-benar menunjukkan I Gusti Bagus Sugriwa dari 5 pernyataan yang tersedia. Pernyataan 1: 'Penyusun teks doa Puja Tri Sandhya' (Centang); Pernyataan 2: 'Tokoh pendiri Parisada Dharma Hindu Bali' (Centang); Pernyataan 3: 'Penulis buku ajaran agama Hindu yang produktif' (Centang); Pernyataan 4: 'Penggagas Pesta Kesenian Bali' (Salah/Pengalih); Pernyataan 5: 'Menteri Pendidikan Republik Indonesia' (Salah/Pengalih) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya pada lembar identifikasi secara mandiri sebelum dikumpulkan, memastikan foto yang dilingkari dan ciri yang dicentang tepat menunjukkan I Gusti Bagus Sugriwa (10 menit).
  • Guru memberikan konfirmasi kunci jawaban di papan tulis dan murid menandai pencapaian dirinya apakah sudah mampu menunjukkan I Gusti Bagus Sugriwa dengan tepat tanpa tertukar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari kegiatan belajar mengenai cara menunjukkan tokoh I Gusti Bagus Sugriwa berdasarkan gambar dan ciri perjuangannya (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 pertanyaan cek cepat: 'Sebutkan 1 karya monumental yang menunjukkan sosok I Gusti Bagus Sugriwa!' (acuan: teks Puja Tri Sandhya / pendiri PDHB / buku agama Hindu) lalu menutup pertemuan dengan Paramasanti 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu rujukan visual foto Sugriwa di mejanya; murid mahir mengerjakan lembar identifikasi tanpa bantuan kartu rujukan.
  • Proses: Murid yang masih ragu diberi pendampingan langsung saat mencocokkan ciri teks dengan foto, sedangkan murid mandiri langsung menyelesaikan seluruh butir.
  • Produk: Seluruh murid menyelesaikan Lembar Identifikasi Tokoh yang sama untuk menunjukkan gambar dan 3 ciri tepat I Gusti Bagus Sugriwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual: Murid diminta menunjuk gambar I Gusti Bagus Sugriwa di antara 2 pilihan gambar di papan tulis (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa; Gambar B: Bung Tomo). Acuan kunci jawaban: Gambar A.

Proses:

  • Formatif proses: Pengerjaan Lembar Identifikasi Tokoh Bagian 1 (menunjukkan 1 foto I Gusti Bagus Sugriwa di antara pilihan Foto 1 [Sugriwa - benar], Foto 2 [Ida Bagus Mantra - pengalih], Foto 3 [Ki Hajar Dewantara - pengalih]) dan Bagian 2 (menunjukkan 3 ciri pengenal Sugriwa dari 5 pernyataan; pernyataan benar: 1 [Puja Tri Sandhya], 2 [Pendiri PDHB], 3 [Penulis buku agama]; pernyataan pengalih: 4 [Penggagas PKB], 5 [Menteri Pendidikan]).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di penutup: Murid menunjukkan 1 ciri/karya pengenal I Gusti Bagus Sugriwa secara acak (acuan jawaban: penyusun Puja Tri Sandhya / pendiri PDHB / penulis buku agama Hindu).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pada Lembar Identifikasi Tokoh (menunjukkan gambar dan 3 ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Tokoh I Gusti Bagus Sugriwa pada Lembar Identifikasi Tokoh (Foto dan Ciri)Belum mampu menunjukkan foto I Gusti Bagus Sugriwa (salah memilih foto) dan hanya menunjukkan 0-1 ciri pengenal dengan benar (memilih 2-3 pernyataan pengalih).Mampu menunjukkan foto I Gusti Bagus Sugriwa dengan tepat atau menunjukkan 2 ciri pengenal dengan benar dari 3 ciri acuan, tetapi masih memilih 1-2 pernyataan pengalih.Mampu menunjukkan foto I Gusti Bagus Sugriwa dengan tepat (memilih Foto 1) dan menunjukkan 3 ciri pengenal dengan tepat (Pernyataan 1, 2, dan 3) dengan maksimal 1 kekeliruan memilih opsi pengalih.Mampu menunjukkan foto I Gusti Bagus Sugriwa dengan tepat (memilih Foto 1) dan menunjukkan seluruh 3 ciri pengenal dengan tepat (Pernyataan 1: Penyusun Puja Tri Sandhya, Pernyataan 2: Pendiri PDHB, Pernyataan 3: Penulis buku agama) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih (Pernyataan 4 dan 5).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan Lembar Identifikasi Tokoh efektif membantu murid menunjukkan tokoh I Gusti Bagus Sugriwa secara tepat?
  • Bagian mana dari ciri pengenal I Gusti Bagus Sugriwa yang masih sering tertukar oleh murid dengan tokoh lain?

Murid:

  • Apakah kamu dapat menunjukkan foto dan ciri I Gusti Bagus Sugriwa dengan mudah pada lembar kerja?
  • Ciri apa yang paling kamu ingat dari tokoh I Gusti Bagus Sugriwa?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Tokoh Penyebar Agama Hindu Ida Bagus Mantra Berdasarkan Gambar dan Riwayat Pengenal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu Ida Bagus Mantra

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 3 gambar tokoh bernomor: Gambar 1 (I Gusti Bagus Sugriwa), Gambar 2 (Prof. Dr. Ida Bagus Mantra mengenakan kacamata), dan Gambar 3 (tokoh pengalih pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai), lalu meminta murid menunjuk nomor gambar yang merupakan Ida Bagus Mantra (acuan: Gambar 2) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar potret Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dan menyimak penjelasan guru tentang riwayat pengenal tokoh: lahir di Badung pada 8 Mei 1928, wafat 10 Juli 1995, merupakan tokoh cendekiawan/pendidikan Hindu yang sederhana dan berdedikasi (15 menit).
  • Murid secara berkesadaran mencocokkan ciri fisik pada gambar (berkacamata, berwajah tenang dan berwibawa) dengan riwayat pengenal sebagai tokoh pendidikan Hindu pascakemerdekaan (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Detektif Tokoh': secara berpasangan murid menerima 4 kartu gambar berlabel A, B, C, D dan 4 kartu riwayat pengenal bertuliskan: (1) Tokoh kelahiran Badung 8 Mei 1928, cendekiawan pendidikan Hindu; (2) Tokoh pejuang PHDB/PHDI asal Buleleng; (3) Pahlawan perang Puputan Margarana; (4) Tokoh proklamator Indonesia. Pasangan gambar: A = Ida Bagus Mantra, B = I Gusti Bagus Sugriwa, C = I Gusti Ngurah Rai, D = Ir. Soekarno. Kunci pasangan target: Kartu 1 tepat dipasangkan dengan Gambar A (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja 'Menunjukkan Ida Bagus Mantra' yang memuat 3 butir tugas: (1) Melingkari foto Ida Bagus Mantra dari 3 pilihan foto [Foto A: I Gusti Bagus Sugriwa, Foto B: Ida Bagus Mantra, Foto C: Wage Rudolf Supratman; Kunci: Foto B]; (2) Memberi tanda centang (V) pada 2 riwayat pengenal Ida Bagus Mantra yang benar dari 4 pernyataan: [Pernyataan a: Lahir di Badung 8 Mei 1928 (Benar); Pernyataan b: Tokoh pejuang bersenjata di Blitar (Pengalih); Pernyataan c: Cendekiawan Hindu yang berkarya di bidang pendidikan (Benar); Pernyataan d: Lahir di Buleleng tahun 1900 (Pengalih Sugriwa); Kunci centang: a dan c]; (3) Menunjukkan satu ciri visual fisik Ida Bagus Mantra pada gambar [pilihan: mengenakan kacamata / memakai blangkon; Kunci: mengenakan kacamata] (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan hasil identifikasi penunjukan gambar dan riwayat pengenal Ida Bagus Mantra bersama guru serta menyadari pentingnya mengenali sosok beliau (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan ciri gambar dan riwayat pengenal utama tokoh Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, menyampaikan gambaran latihan kartu profil untuk pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan foto Ida Bagus Mantra ukuran besar berwarna dengan teks riwayat ringkas untuk murid yang membutuhkan bantuan visual lebih jelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan fokus pada ciri khas kacamata dan kata kunci 'Badung 1928'; murid yang cepat diarahkan langsung menunjukkan foto di antara lebih banyak variasi gambar pengalih.
  • Produk: Bentuk penunjukan dapat berupa melingkari gambar pada lembar kerja atau menunjuk langsung kartu fisik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjuk gambar Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dari 3 opsi gambar: Gambar 1 (I Gusti Bagus Sugriwa), Gambar 2 (Prof. Dr. Ida Bagus Mantra), Gambar 3 (I Gusti Ngurah Rai). Acuan jawaban benar: Gambar 2.

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan kartu gambar Ida Bagus Mantra dengan kartu riwayat pengenal (kelahiran Badung 8 Mei 1928, tokoh pendidikan Hindu) saat aktivitas kelompok berpasangan (acuan kunci: Kartu 1 - Gambar A).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui 3 butir tugas lembar kerja: (1) Menunjuk/melingkari foto Ida Bagus Mantra di antara Foto A, B, C (acuan: Foto B); (2) Menandai 2 riwayat pengenal yang tepat dari 4 opsi a, b, c, d (acuan: a dan c); (3) Menunjukkan ciri visual fisik pengenal (acuan: mengenakan kacamata).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja menunjuk gambar tokoh Ida Bagus Mantra berdasarkan riwayat pengenal pada lembar kerja dan aktivitas detektif tokoh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan tokoh Ida Bagus Mantra berdasarkan gambar dan riwayat pengenalBelum mampu menunjukkan gambar tokoh Ida Bagus Mantra dan belum mampu memilih riwayat pengenal tokoh dengan tepat (0 butir benar dari 3 butir tugas lembar kerja).Menunjukkan gambar tokoh Ida Bagus Mantra atau riwayat pengenal tokoh dengan tepat pada 1 butir tugas dari 3 butir tugas lembar kerja secara terbimbing.Menunjukkan gambar tokoh Ida Bagus Mantra dan riwayat pengenal tokoh dengan tepat pada 2 butir tugas dari 3 butir tugas lembar kerja tanpa memilih pengalih secara keliru.Menunjukkan gambar tokoh Ida Bagus Mantra serta riwayat pengenal tokoh dengan tepat dan lengkap pada seluruh (3 dari 3) butir tugas lembar kerja secara mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar potret dan kartu riwayat pengenal Prof. Dr. Ida Bagus Mantra efektif membantu murid membedakan beliau dari tokoh lain?
  • Bagian mana dari aktivitas 'Detektif Tokoh' yang paling membantu pemahaman murid?

Murid:

  • Apakah kamu dapat mengenali wajah dan riwayat singkat tokoh Ida Bagus Mantra dengan mudah?
  • Ciri pengenal apa yang paling kamu ingat dari tokoh Prof. Dr. Ida Bagus Mantra?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Tokoh Penyebar Agama Hindu Ida Bagus Mantra pada Kartu Profil Tokoh — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.3 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu Ida Bagus Mantra

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu ringkas: Kartu A ('Lahir di Badung 8 Mei 1928, tokoh pendidikan, Rektor pertama Universitas Udayana') dan Kartu B ('Menerjemahkan Kitab Bhagawadgita ke bahasa Indonesia, tokoh pendiri PHDB'), lalu menanyakan kepada murid kartu mana yang menunjukkan tokoh Ida Bagus Mantra (acuan: Kartu A adalah kartu profil Ida Bagus Mantra, sedangkan Kartu B adalah profil I Gusti Bagus Sugriwa) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu Ida Bagus Mantra pada lembar kartu profil tokoh yang disajikan secara terperinci (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan penayangan kartu profil terperinci tokoh Ida Bagus Mantra yang memuat 4 butir data utama: (1) Nama tokoh: Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, (2) Tanggal dan tempat lahir: Badung, 8 Mei 1928, (3) Bidang pengabdian: Tokoh Hindu bidang pendidikan, (4) Karya/riwayat penting: Rektor pertama Universitas Udayana dan penggagas Pesta Kesenian Bali (15 menit).
  • Murid berlatih bersama mengamati 3 set kartu profil dan mengidentifikasi bagian-bagian keterangan riwayat pengenal yang secara tepat menunjukkan Ida Bagus Mantra dibandingkan kartu pengalih profil tokoh lain (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menerima tantangan permainan berpasangan 'Detektif Kartu Profil', di mana tiap pasangan memeriksa satu set amplop berisi 4 Kartu Profil Tokoh: Kartu 1 (Foto Ida Bagus Mantra, lahir 8 Mei 1928 di Badung, Rektor pertama Unud); Kartu 2 (Foto I Gusti Bagus Sugriwa, pelopor pembentukan PHDB); Kartu 3 (Kartu profil umum tokoh pahlawan kemerdekaan nasional I Gusti Ngurah Rai); dan Kartu 4 (Foto Ida Bagus Mantra dengan kutipan riwayat pemrakarsa pelestarian seni budaya Hindu dan pendidikan tinggi). Murid memilih dan menunjukkan 2 kartu yang memuat profil Ida Bagus Mantra (acuan kartu tepat: Kartu 1 dan Kartu 4; pengalih: Kartu 2 dan Kartu 3) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Kartu Profil Tokoh yang memuat 4 butir kartu profil; murid memberikan tanda centang (V) untuk kartu yang menunjukkan profil Ida Bagus Mantra dan tanda silang (X) untuk kartu pengalih (Kartu A: Lahir di Badung 8 Mei 1928, berkarya di bidang pendidikan -> [V]; Kartu B: Penerjemah sastra agama dan pendiri PHDB -> [X, I Gusti Bagus Sugriwa]; Kartu C: Rektor pertama Universitas Udayana -> [V]; Kartu D: Tokoh penyebar agama Hindu masa kerajaan kuno Kutai -> [X, Kudungga]) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil kerjanya secara mandiri dengan kunci verifikasi yang dipaparkan guru, serta mengevaluasi butir riwayat pengenal mana yang paling memudahkan mereka menunjukkan Ida Bagus Mantra (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ciri pengenal utama yang tertera pada kartu profil Ida Bagus Mantra (tokoh pendidikan Hindu, Rektor pertama Unud, lahir di Badung 8 Mei 1928) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan belajar serta menyampaikan rencana pertemuan berikutnya (Menyebutkan Nama-Nama Tokoh Penyebar Agama Hindu) tanpa menutup bab, kemudian menutup sesi dengan doa dan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu profil dengan petunjuk kata kunci visual berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan bacaan, serta kartu profil dengan narasi riwayat yang lebih utuh bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada pencocokan satu per satu ciri pengenal bagi murid yang kesulitan, serta memberikan tantangan mandiri langsung bagi murid yang telah menguasai ciri pengenal dengan cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan kartu profil yang tepat melalui penempelan tanda centang stiker atau menandai centang langsung pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menunjukkan kartu yang memuat profil Ida Bagus Mantra dari 2 pilihan: Kartu A ('Lahir di Badung 8 Mei 1928, tokoh pendidikan Hindu, Rektor pertama Universitas Udayana') atau Kartu B ('Penerjemah Kitab Bhagawadgita, pendiri PHDB'). Acuan jawaban benar: Kartu A.

Proses:

  • Observasi kemampuan murid menunjukkan 2 kartu profil Ida Bagus Mantra dari 4 kartu yang disediakan pada aktivitas Detektif Kartu Profil (Kartu 1: Foto Ida Bagus Mantra lahir 8 Mei 1928 di Badung; Kartu 2: Profil I Gusti Bagus Sugriwa; Kartu 3: Profil I Gusti Ngurah Rai; Kartu 4: Profil Ida Bagus Mantra rektor pertama Unud. Acuan benar: Kartu 1 dan Kartu 4; pengalih: Kartu 2 dan Kartu 3).
  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi Mandiri (4 kartu: Kartu A centang, Kartu B silang, Kartu C centang, Kartu D silang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri akhir: Murid menunjukkan 1 kartu profil Ida Bagus Mantra dari 3 kartu pilihan cepat: Pilihan 1 (Kelahiran Badung 8 Mei 1928, tokoh pendidikan dan Rektor Unud), Pilihan 2 (Tokoh pendiri PHDB dan penerjemah Bhagawadgita), Pilihan 3 (Raja Mulawarman dari Kutai). Acuan benar: Pilihan 1.

Formatif:

  • Pemeriksaan ketepatan diagnostik kartu profil pada tahap pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan Detektif Kartu Profil
  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi Kartu Profil Tokoh Ida Bagus Mantra

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Tokoh Ida Bagus Mantra pada Kartu ProfilBelum mampu menunjukkan kartu profil Ida Bagus Mantra secara tepat dari 4 kartu yang disajikan (menunjukkan 0 butir tepat, atau keliru memilih kartu pengalih)Mampu menunjukkan 1-2 kartu profil Ida Bagus Mantra secara tepat dari 4 kartu lembar identifikasi dengan bantuan/bimbingan guru, dan masih memilih 1-2 kartu pengalihMampu menunjukkan 3 kartu profil/status verifikasi secara tepat dari 4 kartu lembar identifikasi secara mandiri, dengan maksimal 1 kekeliruan pada kartu pengalihMampu menunjukkan seluruh 4 kartu profil/status verifikasi secara tepat dan lengkap pada lembar identifikasi (Kartu A [V], Kartu B [X], Kartu C [V], Kartu D [X]) secara konsisten dan mandiri tanpa memilih kartu pengalih

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain kartu profil dan media visual telah membantu murid menunjukkan sosok Ida Bagus Mantra secara tepat?
  • Apakah murid dapat membedakan data riwayat pengenal Ida Bagus Mantra dengan kartu tokoh pengalih secara mandiri?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa menunjukkan kartu profil yang memuat riwayat Ida Bagus Mantra?
  • Ciri riwayat pengenal apa yang paling mudah kuingat untuk menemukan kartu profil Ida Bagus Mantra?

Pertemuan 7 — Menyebutkan Nama-Nama Tokoh Penyebar Agama Hindu di Indonesia Setelah Kemerdekaan secara Terbimbing — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan terbimbing dengan menanyakan nama dua tokoh utama penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya: (1) I Gusti Bagus Sugriwa dan (2) Ida Bagus Mantra (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid menyimak papan tulis yang memuat tulisan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan: (1) I Gusti Bagus Sugriwa dan (2) Ida Bagus Mantra (10 menit).
  • Guru memberikan contoh pelafalan nama tokoh secara terbimbing suku kata demi suku kata ('I Gus-ti Ba-gus Sug-ri-wa' dan 'I-da Ba-gus Man-tra') lalu murid menirukan secara bersama-sama (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan permainan estafet sebut nama 'Tepuk Gembira Tokoh Hindu': guru menyebutkan nomor urut atau ciri singkat ('Tokoh 1' atau 'Tokoh 2'), lalu murid secara bergiliran dalam bimbingan guru menyebutkan nama tokoh yang sesuai (acuan: Tokoh 1 = I Gusti Bagus Sugriwa; Tokoh 2 = Ida Bagus Mantra) (20 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menyebutkan nama kedua tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan dengan panduan kartu nama rumpang berhuruf kapital awal yang disiapkan guru (kartu A: 'I Gusti Bagus Sugriwa', kartu B: 'Ida Bagus Mantra') (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memanggil beberapa murid secara acak untuk menyebutkan kembali 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara lisan terbimbing di depan kelas (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi kemudahan dan kesulitan dalam mengingat serta melafalkan nama kedua tokoh tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali kedua nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan yang telah disebutkan hari ini (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya yaitu latihan menyebutkan nama tokoh secara mandiri, lalu menutup pelajaran dengan doa dan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu nama berhuruf besar dan pemenggalan suku kata bagi murid yang memerlukan bimbingan visual pelafalan.
  • Proses: Memberikan bimbingan bertahap (scaffolding) dengan memberikan penggalan awalan nama bagi murid yang lambat, serta meminta murid yang lebih cepat untuk langsung melafalkan kedua nama lengkap tokoh tanpa kartu bantu.
  • Produk: Penyebutan nama tokoh dilakukan secara lisan terbimbing dengan bantuan kartu kata rumpang atau secara lisan langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan singkat di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan nama tokoh Hindu setelah kemerdekaan yang diingat dari materi sebelumnya (acuan jawaban: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra; minimal menyebutkan 1 nama secara tepat).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan terbimbing dan latihan berpasangan: Mengamati kemampuan murid menyebutkan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (daftar nama acuan: [1] I Gusti Bagus Sugriwa, [2] Ida Bagus Mantra) sesuai bimbingan kartu atau instruksi guru.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan terbimbing pada tahap penutup: Setiap murid menyebutkan secara lisan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (daftar acuan: 1. I Gusti Bagus Sugriwa, 2. Ida Bagus Mantra) dengan panduan prompt verbal guru bila diperlukan.

Formatif:

  • Tes lisan terbimbing menyebutkan nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan secara terbimbing (Daftar acuan 2 tokoh: [1] I Gusti Bagus Sugriwa, [2] Ida Bagus Mantra)Belum mampu menyebutkan 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) meskipun telah diberikan bimbingan penuh/prompt lisan oleh guru.Mampu menyebutkan 1 dari 2 nama tokoh secara tepat dengan bimbingan intensif berupa petunjuk suku kata awal dari guru.Mampu menyebutkan 2 dari 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) secara tepat dengan sedikit bimbingan/arahan guru.Mampu menyebutkan 2 dari 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) secara tepat dan lancar hanya dengan satu kali pemantik bimbingan awal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi terbimbing dan permainan estafet sebut nama efektif membantu seluruh murid melafalkan nama tokoh dengan benar?
  • Berapa banyak murid yang masih memerlukan scaffolding penggalan suku kata saat menyebutkan nama tokoh?

Murid:

  • Bagian nama tokoh mana yang paling mudah kamu sebutkan hari ini?
  • Apakah kamu sudah dapat menyebutkan nama Bapak I Gusti Bagus Sugriwa dan Bapak Ida Bagus Mantra dengan lancar?

Pertemuan 8 — Menyebutkan Nama-Nama Tokoh Penyebar Agama Hindu di Indonesia Setelah Kemerdekaan secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.4 Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu melatih kemampuan menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiri (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan singkat dengan menunjuk 2 murid secara acak untuk menyebutkan salah satu nama tokoh Hindu yang diingat (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa atau Ida Bagus Mantra) guna mengecek kesiapan awal (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru mengingatkan kembali fokus dua tokoh utama penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan yang dipelajari pada bab ini, yaitu I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra, serta menampilkan tulisan nama kedua tokoh tersebut di papan tulis agar murid mengingat pelafalan namanya secara tepat (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid memainkan kuis tepuk estafet ceria: guru memutar musik instrumen atau ketukan tangan berirama, lalu saat ketukan berhenti pada hitungan tertentu, murid yang terpilih secara acak ditantang menyebutkan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) dengan lugas dan gembira (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri maju bergiliran ke meja guru untuk unjuk kerja lisan menyebutkan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan tanpa bantuan petunjuk lisan guru maupun catatan (acuan nama: 1. I Gusti Bagus Sugriwa, 2. Ida Bagus Mantra) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid menyadari tingkat kelancaran dirinya: murid diajak merenungkan apakah dirinya sudah mampu menyebutkan kedua nama tokoh tersebut secara mandiri atau masih sempat ragu-ragu saat tampil ke depan (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan nama-nama tokoh yang telah disebutkan secara mandiri (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) (5 menit).
  • Guru menyampaikan persiapan untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 9) dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu nama tokoh bagi murid yang membutuhkan penguatan memori sebelum unjuk kerja mandiri.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberi waktu jeda 10 detik untuk mengingat mandiri sebelum menyebutkan; bagi murid yang sudah cepat, diminta menyebutkan nama tokoh secara langsung dan tegas.
  • Produk: Unjuk kerja lisan mandiri menyebutkan nama tokoh secara individual di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal: 'Sebutkan salah satu nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan yang telah kalian pelajari!' (acuan jawaban: I Gusti Bagus Sugriwa atau Ida Bagus Mantra).

Proses:

  • Unjuk kerja lisan mandiri: Murid satu per satu diminta menyebutkan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan secara mandiri tanpa bantuan teks/buku (acuan jawaban tepat: 1. I Gusti Bagus Sugriwa; 2. Ida Bagus Mantra).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan acak di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak untuk mengulang menyebutkan kedua nama tokoh Hindu yang dipelajari (acuan: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) untuk memastikan retensi mandiri.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja lisan mandiri menyebutkan nama tokoh

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiriBelum mampu menyebutkan satupun nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiri (acuan: 0 dari 2 nama: I Gusti Bagus Sugriwa, Ida Bagus Mantra).Mampu menyebutkan 1 dari 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiri (acuan nama: I Gusti Bagus Sugriwa atau Ida Bagus Mantra).Mampu menyebutkan seluruh 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiri (acuan nama: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra), meskipun masih ada keraguan atau jeda berpikir.Mampu menyebutkan seluruh 2 nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan secara mandiri (acuan nama: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) dengan lancar, jelas, dan tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah percaya diri menyebutkan kedua nama tokoh Hindu setelah kemerdekaan tanpa bantuan buku catatan?
  • Bagaimana strategi bimbingan mandiri pada pertemuan ini dalam membantu murid yang pelafalan namanya masih tertukar?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang dan percaya diri saat menyebutkan nama I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra secara mandiri tadi?
  • Bagian mana dari nama kedua tokoh tersebut yang paling mudah kamu ingat?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengenali tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan
  • TP 4.5.2 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu I Gusti Bagus Sugriwa
  • TP 4.5.3 Menunjukkan tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia yaitu Ida Bagus Mantra
  • TP 4.5.4 Menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 5 mengenai tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan dan membangkitkan rasa percaya diri serta kejujuran murid (4 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen yang terdiri dari dua sesi: sesi tes tertulis serentak (60 menit) dan sesi tes lisan bergiliran di meja guru (45 menit, sekitar 1,5 menit per murid) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis kepada seluruh murid dan memandu pembacaan petunjuk pengerjaan bagian Pilihan Ganda, Menjodohkan Profil, serta Menjodohkan Gambar Tokoh (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Bagian 1 Asesmen Tertulis (pilihan ganda dan menjodohkan) selama 55 menit. Soal Bagian 1 memuat: Butir 1 (Pilihan Ganda): 'Tokoh Hindu setelah kemerdekaan yang aktif memperjuangkan pengakuan agama Hindu dan pendirian PHDI adalah... A. I Gusti Bagus Sugriwa, B. Dang Hyang Dwijendra, C. Mpu Kuturan' (Kunci: A); Butir 2 (Pilihan Ganda): 'Tokoh Hindu setelah kemerdekaan yang berkarya besar di bidang pendidikan dan pernah menjabat Rektor Universitas Udayana adalah... A. Ida Bagus Mantra, B. Dang Hyang Nirartha, C. Rsi Markandeya' (Kunci: A); Butir 3 (Menjodohkan Profil): Menjodohkan profil P1: 'Penyusun buku keagamaan dan pengurus awal PHDB/PHDI' -> I Gusti Bagus Sugriwa; P2: 'Pelopor Pesta Kesenian Bali dan pembina perguruan tinggi Hindu' -> Ida Bagus Mantra; Butir 4 (Menjodohkan Gambar): Menjodohkan Gambar A (foto I Gusti Bagus Sugriwa berudeng khas) -> label nama 'I Gusti Bagus Sugriwa'; Gambar B (foto Ida Bagus Mantra berkacamata dan berjas resmi) -> label nama 'Ida Bagus Mantra'; opsi pengalih gambar yang tidak dipilih: Gambar C (foto Patih Gajah Mada) dan Gambar D (foto pahlawan I Gusti Ngurah Rai) (40 menit).
  • Sambil murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis dan melakukan aktivitas membaca hening buku teks setelah mengumpulkan lembar tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara bergiliran (rotasi 1,5 menit x 28-30 murid) untuk tes lisan: 'Sebutkan 2 nama tokoh penyebar agama Hindu di Indonesia setelah kemerdekaan!' (Acuan jawaban benar: I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid memeriksa kembali ketenangan kelas setelah seluruh rangkaian tes tertulis dan lisan selesai, memberikan apresiasi atas sikap jujur dan mandiri selama tes berlangsung (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan umum mengenai keteladanan para tokoh Hindu setelah kemerdekaan Indonesia yang telah dipelajari sepanjang Bab 5 (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format lembar soal: lembar tes tertulis dicetak dengan ukuran huruf lebih besar dan kontras gambar foto tokoh diperjelas bagi murid yang memiliki hambatan visual ringan tanpa mengubah butir pertanyaan maupun kriteria penskoran.
  • Proses: Akomodasi alur giliran: murid yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi dipanggil lebih awal pada sesi tes lisan agar dapat kembali membaca buku dengan tenang tanpa kecemasan menunggu giliran.
  • Produk: Standar pembuktian tetap sama bagi seluruh murid, yaitu lembar jawaban tertulis (skor PG & menjodohkan) dan rekaman ketercapaian lisan menyebutkan 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: Guru menanyakan kesiapan alat tulis dan pemahaman murid tentang tata cara pengerjaan mandiri tanpa melihat buku catatan.

Proses:

  • Observasi kepatuhan prosedur asesmen: Memastikan murid bekerja secara mandiri dan tertib selama pengerjaan tes tertulis dan antrean tes lisan.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis menjodohkan dan tes lisan singkat bergiliran: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi profil dan penjodohan gambar tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) serta rekaman ceklis pelafalan lisan menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis berisi soal pilihan ganda sederhana dan menjodohkan gambar serta informasi profil tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra yang diselesaikan serentak oleh seluruh murid (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketercapaian pelafalan nama tokoh)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis menjodohkan dan tes lisan singkat bergiliran: lembar kerja tertulis yang memuat identifikasi profil dan penjodohan gambar tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) serta rekaman ceklis pelafalan lisan menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis berisi soal pilihan ganda sederhana dan menjodohkan gambar serta informasi profil tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra yang diselesaikan serentak oleh seluruh murid (60 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • tes lisan bergiliran: jawaban lisan menyebutkan nama-nama tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan berdurasi 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi kuota 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: lembar ceklis ketercapaian pelafalan nama tokoh)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali Tokoh Hindu Setelah Kemerdekaan Berdasarkan Profil (TP 4.5.1)Belum mampu mengenali tokoh Hindu setelah kemerdekaan; salah menjawab kedua butir pilihan ganda dan kedua butir profil.Mengenali 1 dari 4 butir profil/pilihan ganda tokoh Hindu setelah kemerdekaan (Acuan: PG1: A, PG2: A, P1: I Gusti Bagus Sugriwa, P2: Ida Bagus Mantra).Mengenali 2-3 dari 4 butir profil/pilihan ganda tokoh Hindu setelah kemerdekaan secara tepat.Mengenali seluruh 4 butir profil/pilihan ganda tokoh Hindu setelah kemerdekaan secara tepat dan mandiri (PG1: I Gusti Bagus Sugriwa, PG2: Ida Bagus Mantra, P1: I Gusti Bagus Sugriwa, P2: Ida Bagus Mantra).
Menunjukkan Tokoh I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra Berdasarkan Gambar (TP 4.5.2 & TP 4.5.3)Belum mampu menunjukkan kedua gambar tokoh dengan tepat dan memilih kedua gambar pengalih (Gambar C: Gajah Mada, Gambar D: I Gusti Ngurah Rai).Menunjukkan 1 dari 2 gambar tokoh secara tepat (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa atau Gambar B: Ida Bagus Mantra), tetapi masih memilih 1 gambar pengalih.Menunjukkan kedua gambar tokoh secara tepat (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa dan Gambar B: Ida Bagus Mantra) namun masih ragu/sempat memilih 1 gambar pengalih sebelum dikoreksi.Menunjukkan kedua gambar tokoh secara tepat (Gambar A: I Gusti Bagus Sugriwa dan Gambar B: Ida Bagus Mantra) serta tepat menghindari seluruh gambar pengalih (Gambar C dan Gambar D) tanpa kekeliruan.
Menyebutkan Nama-Nama Tokoh Penyebar Agama Hindu Setelah Kemerdekaan (TP 4.5.4)Belum mampu melafalkan/menyebutkan nama tokoh Hindu setelah kemerdekaan meskipun diberikan bantuan penuh oleh guru.Menyebutkan 1 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa atau Ida Bagus Mantra) dengan bantuan atau bimbingan lisan dari guru.Menyebutkan 2 nama tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) secara lengkap namun masih memerlukan 1 kali arahan pemancing dari guru.Menyebutkan 2 nama tokoh lengkap (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) secara lancar, tepat, dan mandiri tanpa bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 60 menit untuk tes tertulis dan 45 menit untuk tes lisan bergiliran telah berjalan efektif dan kondusif bagi seluruh murid?
  • Bagaimana capaian ketuntasan murid pada materi tokoh Hindu setelah kemerdekaan (I Gusti Bagus Sugriwa dan Ida Bagus Mantra) untuk dasar tindak lanjut remedial atau pengayaan bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian manakah dari tes tadi yang menurutmu paling mudah dikerjakan, apakah menjodohkan gambar atau menyebutkan nama tokoh secara lisan?
  • Apakah kamu merasa puas dan bangga dapat mengingat nama serta jasa tokoh-tokoh penyebar agama Hindu setelah kemerdekaan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5 Subbab 2 dan Subbab 3, hal. 166-174).
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5, hal. 152-161).
  3. Set kartu gambar foto tokoh (I Gusti Bagus Sugriwa, Ida Bagus Mantra, dan gambar pengalih I Gusti Ngurah Rai serta Ir. Soekarno).
  4. Lembar Aktivitas 'Detektif Tokoh' berisi kartu profil sederhana.
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  7. Set Kartu Profil Tokoh (Kartu Nama dan Kartu Ciri Riwayat)
  8. Lembar Kerja Murid (LKPD) Penjodohan Ciri Profil Tokoh Hindu
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Bab 5 Subbab 2 dan 3)
  11. Papan peraga dan kartu gambar dokumentasi foto tokoh I Gusti Bagus Sugriwa, Ida Bagus Mantra, dan tokoh pengalih
  12. Lembar Kerja Siswa: Penunjukan Gambar dan Ciri Pengenal Tokoh I Gusti Bagus Sugriwa
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021) Bab 5
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Bab 5 Subbab 2 & 3
  15. Foto potret I Gusti Bagus Sugriwa dan tokoh pembanding
  16. Lembar Identifikasi Tokoh (LKS)
  17. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas IV Bab 5 (Kemendikbudristek 2021)
  19. Foto/kartu gambar tokoh Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dan gambar pembanding
  20. Lembar Kerja Murid 'Menunjukkan Ida Bagus Mantra Berdasarkan Gambar dan Riwayat Pengenal'
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 5)
  22. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 5 Subbab 2)
  23. Set Kartu Profil Tokoh Hindu (Kartu profil Prof. Dr. Ida Bagus Mantra dan kartu pengalih I Gusti Bagus Sugriwa serta pahlawan nasional)
  24. Lembar Identifikasi Kartu Profil Tokoh
  25. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021)
  26. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 5)
  27. Kartu bertuliskan nama tokoh: Kartu A ('I Gusti Bagus Sugriwa') dan Kartu B ('Ida Bagus Mantra')
  28. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Pusat Perbukuan Balitbangbud Kemendikbudristek 2021
  29. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Pusat Perbukuan Balitbangbud Kemendikbudristek 2021
  30. Papan tulis dan spidol untuk penulisan nama tokoh
  31. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021.
  32. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 5).
  33. Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab 5 (Pilihan Ganda, Menjodohkan Profil & Gambar Tokoh: I Gusti Bagus Sugriwa, Ida Bagus Mantra; Gambar Pengalih: Patih Gajah Mada, I Gusti Ngurah Rai).
  34. Lembar Ceklis Penilaian Lisan Guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.