MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 4 — Tempat Suci INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Tempat Suci |
|---|
| Alokasi Waktu | 29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.4.1 Menyebutkan nama tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Bali
- TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
- TP 4.4.3 Mengidentifikasi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi
- TP 4.4.4 Mengenali fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat atau bersembahyang ke pura besar yang dikunjungi oleh seluruh umat Hindu di Bali?
- Tahukah kalian apa saja nama pura umum yang tergolong Kahyangan Jagat atau Sad Kahyangan di Bali?
- Selain pura umum di desa, pura apa saja yang dibangun khusus oleh keluarga atau kelompok profesi tertentu di Bali?
- Pernahkah kalian mendengar nama Pura Sanggah/Merajan atau Pura Bedugul di sawah?
- Pernahkah kalian melihat bangunan candi seperti Candi Prambanan atau pura megah di lereng Gunung Semeru?
- Bagaimana bentuk dan nama tempat suci umat Hindu yang berada di Pulau Jawa sesuai dengan kearifan lokal setempat?
- Pernahkah kalian mendengar nama tempat suci pura yang berada di Pulau Lombok atau Sumbawa?
- Apakah nama-nama pura di Nusa Tenggara Barat seperti Pura Lingsar dan Pura Agung Tambora memiliki keunikan tersendiri?
- Pernahkah kalian mendengar nama tempat suci pura yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)?
- Di kabupaten atau kota mana sajakah umat Hindu di Nusa Tenggara Timur mendirikan pura tempat persembahyangannya?
- Apakah nama tempat suci umat Hindu Kaharingan yang ada di Kalimantan?
- Bagaimanakah bentuk dan ciri khas tempat pemujaan umat Hindu di Kalimantan seperti Balai Basarah dan Balai Antang?
- Apakah umat Hindu di Pulau Sulawesi juga memiliki tempat suci persembahyangan dengan sebutan khas kearifan lokal?
- Apa nama tempat suci tradisi Hindu lokal yang ada pada masyarakat di Sulawesi Selatan?
- Untuk tujuan apa umat Hindu mendatangi tempat suci seperti pura, candi, atau balai basarah?
- Siapakah yang kita puja saat melakukan persembahyangan di tempat suci sesuai kearifan lokal masing-masing daerah?
- Selain untuk sembahyang memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kegiatan apa sajakah yang biasa dilakukan warga bersama-sama di tempat suci?
- Bagaimana tempat suci agama Hindu dapat menjadi tempat berkumpul dan saling membantu antarwarga di lingkungan sekitar?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa kita sudah mengenali beragam tempat suci Hindu di berbagai daerah Nusantara?
- Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui nama, asal daerah, dan fungsi dari tempat-tempat suci Hindu yang telah kita pelajari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Nama Tempat Suci Agama Hindu Pura Umum di Bali — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Menyebutkan nama tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Bali
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melantunkan Gayatri Mantram secara hening (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid melalui pengamatan kerapian kelas (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Apakah sebutan tempat suci bagi umat Hindu di Bali?' (acuan: Pura); (2) 'Sebutkan 1 nama pura umum besar di Bali tempat seluruh umat bersembahyang!' (acuan salah satu: Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot, Pura Puncak Mangu) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyebutkan nama tempat suci agama Hindu pura umum di Bali (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati gambar 6 pura umum di Bali yang ditampilkan guru (Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot) (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai pengertian pura umum (Kahyangan Jagat/Sad Kahyangan) sebagai tempat suci pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disembahyangi oleh seluruh umat Hindu tanpa dibatasi oleh ikatan keluarga atau wilayah desa adat tertentu (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan memainkan kuis kartu bergambar 'Tebak Pura Umum' secara ceria, mencocokkan 6 kartu nama pura dengan 6 kartu gambar pura yang tersedia: (1) Kartu gambar Pura Agung dengan latar Gunung Agung -> Nama: Pura Besakih; (2) Kartu gambar gapura bentar dengan latar Gunung Agung -> Nama: Pura Lempuyang; (3) Kartu gambar pura di depan gua kelelawar -> Nama: Pura Goa Lawah; (4) Kartu gambar pura di atas tebing karang laut -> Nama: Pura Uluwatu; (5) Kartu gambar pura di tengah hutan lereng gunung -> Nama: Pura Batukaru; (6) Kartu gambar pura di atas bongkahan batu karang pantai -> Nama: Pura Tanah Lot (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menyebutkan nama pura umum dengan melengkapi nama 5 pura umum berdasarkan gambar dan ciri tempatnya: Butir 1: Pura terbesar di lereng Gunung Agung Karangasem (acuan: Pura Besakih); Butir 2: Pura yang terletak di tebing ujung selatan Bali (acuan: Pura Uluwatu); Butir 3: Pura yang memiliki gua berisi ribuan kelelawar di Klungkung (acuan: Pura Goa Lawah); Butir 4: Pura di atas bongkahan batu karang pantai di Tabanan (acuan: Pura Tanah Lot); Butir 5: Pura di lereng Gunung Lempuyang Karangasem (acuan: Pura Lempuyang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa bersama ketepatan nama-nama pura umum yang telah disebutkan pada lembar kerja secara jujur dan berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan nama-nama tempat suci pura umum di Bali yang telah dipelajari (Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketercapaian belajar dan menutup sesi dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar yang dilengkapi petunjuk visual kata kunci lokasi bagi murid yang memerlukan bimbingan.
- Proses: Murid yang telah cepat menyebutkan nama pura diberikan kartu pengayaan berisi tambahan 2 nama pura umum di Bali (Pura Ulun Danu Batur dan Pura Puncak Mangu) untuk disebutkan namanya, sedangkan murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyebutkan 3 nama pura utama terlebih dahulu (Besakih, Uluwatu, Goa Lawah).
- Produk: Murid dapat menyebutkan nama pura umum secara lisan langsung kepada guru atau menuliskannya pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Apakah sebutan tempat suci bagi umat Hindu di Bali?' (acuan jawaban: Pura); (2) 'Sebutkan 1 nama pura umum tempat persembahyangan seluruh umat di Bali!' (acuan jawaban benar: salah satu dari Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot, atau Pura Puncak Mangu).
Proses:- Observasi keaktifan dan ketepatan menyebutkan nama pura pada permainan kuis kartu 'Tebak Pura Umum' berpasangan (acuan pasangan 6 pura: Besakih, Lempuyang, Goa Lawah, Uluwatu, Batukaru, Tanah Lot).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyebutkan 5 nama pura umum: (1) Lereng Gunung Agung = Pura Besakih; (2) Tebing ujung selatan = Pura Uluwatu; (3) Gua kelelawar = Pura Goa Lawah; (4) Batu karang pantai = Pura Tanah Lot; (5) Lereng Gunung Lempuyang = Pura Lempuyang.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan cepat: Menyebutkan 3 nama pura umum di Bali secara tepat tanpa melihat buku catatan (acuan jawaban yang diterima minimal 3 dari daftar: Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot, Pura Ulun Danu Batur, Pura Puncak Mangu).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan untuk mengecek pengetahuan awal nama tempat suci pura di Bali.
- Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja menyebutkan 5 nama tempat suci pura umum di Bali.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan nama tempat suci agama Hindu pura umum di Bali | Menyebutkan 0-1 nama pura umum di Bali dengan tepat dari 5 target (acuan: Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Tanah Lot, Pura Lempuyang) dengan bimbingan penuh guru. | Menyebutkan 2-3 nama pura umum di Bali dengan tepat dari 5 target (acuan: Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Tanah Lot, Pura Lempuyang) dengan bimbingan sebagian. | Menyebutkan 4 nama pura umum di Bali dengan tepat dari 5 target (acuan: Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Tanah Lot, Pura Lempuyang) secara mandiri. | Menyebutkan seluruh 5 nama pura umum di Bali dengan tepat tanpa kekeliruan (acuan: Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Tanah Lot, Pura Lempuyang) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar pura efektif membantu murid mengingat dan menyebutkan nama-nama pura umum di Bali?
- Apakah pembagian alokasi waktu 70 menit sudah berjalan proporsional untuk seluruh tahapan pembelajaran?
Murid:- Nama pura umum di Bali mana saja yang sudah berhasil aku sebutkan hari ini?
- Kegiatan mana yang paling menyenangkan saat belajar nama pura umum bersama teman?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Nama Tempat Suci Agama Hindu Pura Khusus di Bali — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Menyebutkan nama tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Bali
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan doa bersama memohon anugerah Sang Hyang Widhi Wasa (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang Pura Umum (Kahyangan Tiga dan Kahyangan Jagat) dengan materi hari ini mengenai Pura Khusus di Bali (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Sebutkan 1 contoh nama pura keluarga di rumah!' (acuan jawaban: Sanggah atau Merajan); (2) 'Sebutkan 1 contoh pura yang dibangun petani di area persawahan!' (acuan jawaban: Pura Bedugul atau Ulun Danu) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan dan gambar 4 jenis pura khusus di Bali pada papan tulis atau Buku Siswa: (1) Pura Keluarga/Kawitan (Sanggah, Merajan, Paibon, Pura Dadia), (2) Pura Fungsional/Profesi (Pura Bedugul/Ulun Danu untuk petani, Pura Segara untuk nelayan), (3) Pura Dang Kahyangan (Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Pulaki), dan (4) Pura Sad Kahyangan (Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Puncak Mangu) (15 menit).
- Murid mencermati pelafalan nama-nama pura khusus tersebut bersama guru dengan penuh kesadaran dan ketelitian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan memainkan kuis kartu bergambar 'Tebak Cepat Nama Pura Khusus' secara bergembira, di mana seorang murid memperlihatkan kartu gambar/ciri dan pasangannya menyebutkan nama pura khusus yang dimaksud secara tepat (15 menit).
- Daftar kartu kuis yang dimainkan: Kartu 1: Gambar pura pemujaan keluarga di rumah -> Nama: Sanggah/Merajan; Kartu 2: Gambar pura pemujaan petani di persawahan -> Nama: Pura Bedugul; Kartu 3: Gambar pura di atas tebing laut di Badung peninggalan Dang Hyang Nirartha -> Nama: Pura Uluwatu; Kartu 4: Gambar pura peninggalan Dang Hyang Nirartha di atas batu karang laut Tabanan -> Nama: Pura Tanah Lot (15 menit).
- Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menyebutkan dan menuliskan nama pura khusus berdasarkan kelompoknya: 2 nama pura keluarga (acuan: Sanggah, Merajan, Paibon, Dadia), 2 nama pura fungsional (acuan: Pura Bedugul, Pura Segara), 2 nama pura Dang Kahyangan (acuan: Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Pulaki), dan 2 nama pura Sad Kahyangan (acuan: Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Batukaru, Pura Puncak Mangu) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mengecek hasil lembar kerja dan menyebutkan kembali nama-nama pura khusus yang telah dipelajari dengan penuh rasa syukur atas keanekaragaman tempat suci di Bali (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan nama-nama pura khusus di Bali (pura keluarga, pura fungsional, Pura Dang Kahyangan, dan Pura Sad Kahyangan) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas latihan menyebutkan nama tempat suci hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu visual berupa foto nyata pura khusus (Sanggah, Bedugul, Tanah Lot, Besakih) untuk murid yang membutuhkan scaffolding visual.
- Proses: Bagi murid yang masih mengeja/kesulitan mengingat, guru memberikan petunjuk awalan huruf nama pura; bagi murid yang cepat selesai, diberikan tantangan menyebutkan 4 nama Pura Sad Kahyangan lainnya secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyebutkan nama-nama pura khusus secara lisan langsung atau melalui isian tertulis pada lembar kerja sesuai kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan 2 butir: (1) 'Sebutkan 1 contoh nama pura keluarga di rumah!' (acuan jawaban: Sanggah atau Merajan); (2) 'Sebutkan 1 contoh pura yang dibangun petani di area persawahan!' (acuan jawaban: Pura Bedugul atau Ulun Danu).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menyebutkan nama pura khusus pada permainan kuis kartu (Kartu 1: Sanggah/Merajan; Kartu 2: Pura Bedugul; Kartu 3: Pura Uluwatu; Kartu 4: Pura Tanah Lot).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar kerja mandiri: menyebutkan minimal 2 nama pura keluarga (pilihan acuan: Sanggah, Merajan, Paibon, Dadia), 2 nama pura fungsional (pilihan acuan: Pura Bedugul, Pura Segara), 2 nama pura Dang Kahyangan (pilihan acuan: Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Pulaki), dan 2 nama pura Sad Kahyangan (pilihan acuan: Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Batukaru, Pura Puncak Mangu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Menyebutkan 2 contoh nama Pura Sad Kahyangan di Bali (acuan jawaban tepat memilih 2 dari: Pura Besakih, Pura Lempuyang, Pura Goa Lawah, Pura Uluwatu, Pura Batukaru, Pura Puncak Mangu).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai nama tempat suci keluarga dan profesi.
- Observasi unjuk kerja permainan kuis kartu berpasangan 'Tebak Cepat Nama Pura Khusus'.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menyebutkan nama pura khusus di Bali berdasarkan kategorinya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan nama-nama tempat suci pura khusus di Bali (pura keluarga, fungsional, Dang Kahyangan, dan Sad Kahyangan) | Menyebutkan kurang dari 3 nama pura khusus dengan tepat dari total 8 target nama yang diminta pada lembar kerja mandiri, masih membutuhkan bimbingan penuh guru. | Menyebutkan 3 sampai 5 nama pura khusus dengan tepat dari total 8 target nama yang diminta pada lembar kerja mandiri dengan sedikit bantuan/petunjuk guru. | Menyebutkan 6 sampai 7 nama pura khusus dengan tepat dari total 8 target nama yang diminta pada lembar kerja mandiri secara mandiri. | Menyebutkan seluruh 8 nama pura khusus dengan tepat sesuai kelompoknya (2 pura keluarga, 2 pura fungsional, 2 Dang Kahyangan, 2 Sad Kahyangan) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar membantu murid membedakan dan menyebutkan nama-nama pura khusus di Bali dengan mudah?
- Bagian kategori pura khusus manakah yang paling sering tertukar oleh murid?
Murid:- Nama pura khusus apa saja di Bali yang sudah berhasil kamu sebutkan hari ini?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar nama-nama pura khusus tadi?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Jawa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan memilih/menunjukkan mana dari 3 nama bangunan berikut yang merupakan tempat suci Hindu di Jawa: (1) Candi Prambanan, (2) Pura Besakih, (3) Pura Ulun Danu Batur (acuan: Candi Prambanan berada di Jawa; Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur di Bali) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menunjukkan nama, kearifan lokal, dan daerah tempat suci agama Hindu di Pulau Jawa (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati gambar dan membaca paparan materi pada Buku Siswa mengenai tempat suci Hindu di Pulau Jawa: Candi Prambanan (Yogyakarta/Jawa Tengah), Pura Mandara Giri Semeru Agung (Lumajang, Jawa Timur), Pura Parahyangan Agung Jagatkarta (Bogor, Jawa Barat), dan ruang pemujaan leluhur rumah tradisional Jawa yang disebut Senthong (15 menit).
- Murid menyimak penegasan guru mengenai ciri kearifan lokal tempat suci di Jawa, seperti pemanfaatan candi peninggalan sejarah dan penataan ruang senthong sebagai tempat suci keluarga (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Pasangan Tempat Suci Jawa yang berisi 5 butir menjodohkan nama/istilah tempat suci dengan daerah/keterangannya (10 menit).
- Dalam suasana menggembirakan melalui tantangan kuis 'Tunjuk Cepat Tempat Suci Jawa', murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja dengan menjodohkan 5 butir target berikut: (1) Pura Semeru -> Jawa Timur; (2) Pura Jagatkarta -> Bogor; (3) Memuja roh suci leluhur keluarga di rumah tradisional Jawa -> Senthong; (4) Tempat suci bersejarah umat Hindu di Jawa -> Candi; (5) Tempat upacara Tawur Kesanga nasional -> Candi Prambanan (acuan kunci pasangan: 1-Jawa Timur, 2-Bogor, 3-Senthong, 4-Candi, 5-Candi Prambanan) (15 menit).
- Murid memeriksa hasil pengerjaannya bersama bimbingan guru dengan menunjukkan kartu nama tempat suci yang sesuai saat guru menyebutkan lokasinya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memaknai bahwa umat Hindu di Jawa memiliki kekayaan tempat suci yang beragam, mulai dari candi agung bersejarah, pura di kawasan pegunungan, hingga senthong di rumah keluarga (10 menit).
- Murid mengungkapkan hal yang paling berkesan saat mengenali tempat-tempat suci Hindu di tanah Jawa secara berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas ketepatan murid dalam menunjukkan tempat suci Hindu di Jawa (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai tempat suci Hindu di Nusa Tenggara Barat, lalu menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar visual Candi Prambanan, Pura Semeru, Pura Jagatkarta, dan Senthong bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan bertahap mencocokkan kata kunci daerah, sedangkan murid cepat diberikan lembar tantangan mandiri tanpa petunjuk awal.
- Produk: Semua murid menunjukkan pemahaman melalui lembar pasangan tempat suci Jawa yang terstandar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran: Murid diminta memilih/menunjukkan mana dari 3 nama bangunan berikut yang merupakan tempat suci Hindu di Jawa: (1) Candi Prambanan, (2) Pura Besakih, (3) Pura Ulun Danu Batur (acuan jawaban: Candi Prambanan di Jawa; Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur di Bali).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat mengerjakan lembar menjodohkan 5 pasangan tempat suci Hindu di Jawa beserta keterangannya: (1) Pura Semeru -> Jawa Timur, (2) Pura Jagatkarta -> Bogor, (3) Memuja roh suci leluhur -> Senthong, (4) Tempat suci bersejarah umat Hindu di Jawa -> Candi, (5) Tempat Tawur Kesanga -> Candi Prambanan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan di akhir kegiatan inti: Murid menunjukkan kembali lokasi daerah untuk Pura Mandara Giri Semeru Agung (acuan: Jawa Timur) dan Pura Jagatkarta (acuan: Bogor/Jawa Barat).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja menjodohkan 5 tempat suci Hindu di Jawa pada Lembar Kerja Siswa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa | Menunjukkan dengan tepat 0-1 dari 5 pasangan tempat suci Hindu di Jawa sesuai kunci acuan. | Menunjukkan dengan tepat 2-3 dari 5 pasangan tempat suci Hindu di Jawa sesuai kunci acuan. | Menunjukkan dengan tepat 4 dari 5 pasangan tempat suci Hindu di Jawa sesuai kunci acuan secara mandiri. | Menunjukkan dengan tepat seluruh 5 pasangan tempat suci Hindu di Jawa (Pura Semeru-Jawa Timur, Pura Jagatkarta-Bogor, Memuja roh leluhur-Senthong, Tempat suci bersejarah-Candi, Upacara Tawur Kesanga-Candi Prambanan) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media gambar candi, pura, dan senthong di Jawa efektif membantu murid menunjukkan tempat suci sesuai kearifan lokal?
- Apakah alokasi waktu pada tahap mengaplikasi kuis menjodohkan terlaksana dengan tertib dan menggembirakan?
Murid:- Tempat suci Hindu di Jawa mana yang paling ingin kamu kunjungi suatu hari nanti?
- Apakah kamu dapat menunjukkan perbedaan antara Candi Prambanan, Pura di lereng Semeru, dan Senthong di rumah?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Barat — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, serta mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Nusa Tenggara Barat (5 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 4 nama tempat suci di papan tulis: (1) Pura Besakih, (2) Pura Agung Tambora, (3) Pura Lingsar, (4) Pura Jagadkarta, lalu meminta murid menunjukkan mana yang berada di Nusa Tenggara Barat (acuan jawaban: Pura Agung Tambora dan Pura Lingsar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati peta wilayah Nusa Tenggara Barat (Lombok dan Sumbawa) serta tayangan gambar 5 tempat suci Hindu di NTB: Pura Agung Tambora, Pura Lingsar, Pura Batu Bolong, Pura Cakra, dan Pura Candi Narmada (15 menit).
- Guru membimbing murid mencermati ciri khas dan lokasi 5 pura tersebut: (1) Pura Agung Tambora di lereng Gunung Tambora (Kabupaten Dompu/Bima), (2) Pura Lingsar di Lombok Barat (memiliki kembar kearifan lokal persembahyangan), (3) Pura Batu Bolong di tepi pantai Lombok Barat, (4) Pura Cakra di Cakranegara Mataram, dan (5) Pura Candi Narmada di Lombok Barat (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan aktivitas permainan mencocokkan 'Jelajah Pura NTB', di mana setiap pasangan menerima 5 kartu nama tempat suci dan 5 kartu deskripsi lokasi/kearifan lokalnya (15 menit).
- Murid secara aktif memasangkan kelima kartu tersebut secara tepat: Kartu 1 'Pura Agung Tambora' -> 'Pura di lereng Gunung Tambora yang disucikan umat di Dompu, Bima, dan Sumbawa'; Kartu 2 'Pura Batu Bolong' -> 'Pura yang terletak di atas batu karang tepi pantai di Lombok Barat'; Kartu 3 'Pura Lingsar' -> 'Pura tempat perpaduan harmoni kearifan lokal di Lombok Barat'; Kartu 4 'Pura Candi Narmada' -> 'Pura yang memiliki mata air suci peninggalan Raja di Lombok Barat'; Kartu 5 'Pura Cakra' -> 'Pura agung bersejarah yang berada di pusat kota Cakranegara Mataram' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara hening menyadari pentingnya menghormati dan mengenali tempat suci umat Hindu yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat sebagai kekayaan kearifan lokal Nusantara (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan 5 tempat suci agama Hindu di Nusa Tenggara Barat yang telah dipelajari (Pura Agung Tambora, Pura Lingsar, Pura Batu Bolong, Pura Cakra, Pura Candi Narmada) (5 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman singkat berisi 3 butir pertanyaan menunjukkan tempat suci di NTB (5 menit).
- Pembelajaran diakhiri dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu yang dilengkapi petunjuk gambar visual pura; murid yang mahir diberikan kartu dengan deskripsi kearifan lokal yang lebih rinci tanpa gambar bantu.
- Proses: Pada kegiatan mencocokkan pasangan kartu, murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru/tutor sebaya; murid yang mahir bekerja mandiri menyelesaikan tantangan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan tempat suci dengan menempelkan pasangan kartu secara tepat pada bagan kerja kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menunjukkan nama pura di Nusa Tenggara Barat dari 4 pilihan yang diberikan guru di papan tulis: (1) Pura Besakih, (2) Pura Agung Tambora, (3) Pura Lingsar, (4) Pura Jagadkarta. (Kunci/acuan jawaban: Pura nomor 2 [Pura Agung Tambora] dan nomor 3 [Pura Lingsar] berada di NTB; sedangkan Pura Besakih di Bali dan Pura Jagadkarta di Jawa Barat).
Proses:- Pengamatan ketepatan murid dalam mencocokkan 5 pasangan kartu tempat suci NTB: (1) Pura Agung Tambora -> Lereng Gn. Tambora (Dompu/Bima/Sumbawa); (2) Pura Batu Bolong -> Karang tepi pantai Lombok Barat; (3) Pura Lingsar -> Harmoni kearifan lokal Lombok Barat; (4) Pura Candi Narmada -> Mata air peninggalan Raja di Lombok Barat; (5) Pura Cakra -> Pusat kota Cakranegara Mataram.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (3 butir soal benar/salah): (1) Pura Agung Tambora terletak di wilayah lereng Gunung Tambora, NTB (Kunci: Benar); (2) Pura Batu Bolong dan Pura Lingsar merupakan tempat suci Hindu di Lombok Barat, NTB (Kunci: Benar); (3) Candi Prambanan adalah tempat suci Hindu yang terletak di Pulau Lombok, NTB (Kunci: Salah, letaknya di Jawa).
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja pasangan kartu mencocokkan nama dan lokasi/kearifan lokal tempat suci di NTB
- Observasi partisipasi dan penalaran kritis saat menunjuk pura di peta NTB
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan tempat suci agama Hindu di Nusa Tenggara Barat | Belum mampu menunjukkan tempat suci Hindu di NTB secara tepat (hanya 0-1 dari 5 pasangan kartu tepat). | Mampu menunjukkan 2-3 dari 5 pasangan tempat suci Hindu di NTB dengan tepat (Pilihan: Pura Agung Tambora, Pura Batu Bolong, Pura Lingsar, Pura Candi Narmada, Pura Cakra). | Mampu menunjukkan 4 dari 5 pasangan tempat suci Hindu di NTB dengan tepat sesuai acuan. | Mampu menunjukkan seluruh 5 tempat suci Hindu di NTB secara lengkap dan tepat tanpa kekeliruan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu permainan 'Jelajah Pura NTB' efektif membantu murid menunjukkan tempat-tempat suci Hindu di NTB?
- Apakah seluruh murid terlibat secara aktif dan gembira dalam proses mencocokkan tempat suci sesuai lokasinya?
Murid:- Apa nama tempat suci di Nusa Tenggara Barat yang paling menarik bagiku hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan permainan kartu tadi yang paling menyenangkan?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Nusa Tenggara Timur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengaitkan materi sebelumnya mengenai tempat suci di NTB dengan wilayah tetangganya, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), dan menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menunjukkan tempat suci agama Hindu di Nusa Tenggara Timur (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 nama pura di papan tulis (Pura Oebananta, Pura Jagadkarta, Pura Agung Girinatha Tuabolok) dan meminta murid menunjuk 2 nama pura yang berada di Nusa Tenggara Timur (acuan: Pura Oebananta dan Pura Agung Girinatha Tuabolok; pengalih: Pura Jagadkarta yang berada di Jawa Barat) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak peta wilayah Nusa Tenggara Timur dan tabel data tempat suci umat Hindu di NTT pada tayangan gambar/buku teks, yang mencakup nama pura beserta letak daerahnya: (1) Pura Oebananta di Kota Kupang, (2) Pura Agung Girinatha Tuabolok di Kabupaten Rote Ndao, (3) Pura Kefanantha di Kabupaten Timor Tengah Utara, (4) Pura Atambua Nantha di Kabupaten Belu, dan (5) Pura Giri Dharma Loka di Kabupaten Alor (15 menit).
- Murid secara bergiliran menunjuk lokasi dan nama pura di peta NTT berdasarkan panduan kartu peraga yang diperlihatkan guru (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru memandu aktivitas kuis permainan menggembirakan 'Jelajah Pura NTT': murid secara berpasangan mengambil kartu kuis dan menempelkan pin nama pura pada peta buta kabupaten di NTT yang sesuai (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja 'Menunjukkan Tempat Suci Hindu di NTT' yang berisi 5 butir soal menjodohkan nama pura dengan kabupaten/kota lokasinya di NTT: 1. Pura Oebananta -> Kota Kupang; 2. Pura Agung Girinatha Tuabolok -> Kabupaten Rote Ndao; 3. Pura Kefanantha -> Kabupaten Timor Tengah Utara; 4. Pura Atambua Nantha -> Kabupaten Belu; 5. Pura Giri Dharma Loka -> Kabupaten Alor (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa bersama kunci jawaban lembar kerja di bawah bimbingan guru dan menghitung jumlah tempat suci di NTT yang berhasil ditunjukkan dengan benar (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan nama-nama dan daerah keberadaan tempat suci agama Hindu di Nusa Tenggara Timur yang telah dipelajari (10 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai tempat suci Hindu di Kalimantan, lalu menutup pertemuan dengan doa parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan peta bergambar pulau-pulau di NTT berserta kartu nama pura dengan kode warna untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menunjuk 3 pura utama terlebih dahulu (Kupang, Rote Ndao, Belu) dengan pendampingan guru, sedangkan murid cepat menunjukkan kelima pura beserta kabupaten tambahannya (Flores Timur/Lembata).
- Produk: Murid dapat menunjukkan tempat suci dengan menghubungkan garis pada lembar kerja bergambar atau menempelkan label nama pura pada peta buta NTT.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid diminta memilih dan menunjuk 2 nama pura yang terletak di wilayah Nusa Tenggara Timur dari 3 pilihan yang diberikan: 1. Pura Oebananta, 2. Pura Jagadkarta, 3. Pura Agung Girinatha Tuabolok. (Acuan benar: Pura Oebananta dan Pura Agung Girinatha Tuabolok; opsi pengalih: Pura Jagadkarta di Jawa Barat).
Proses:- Observasi ketepatan murid dalam menempelkan/menunjuk nama pura pada peta daerah NTT selama kuis 'Jelajah Pura NTT' (Acuan: Oebananta -> Kupang, Girinatha Tuabolok -> Rote Ndao, Kefanantha -> TTU, Atambua Nantha -> Belu, Giri Dharma Loka -> Alor).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui 5 butir soal lembar kerja menjodohkan tempat suci Hindu di NTT dengan lokasinya: (1) Pura Oebananta (Kota Kupang), (2) Pura Agung Girinatha Tuabolok (Kabupaten Rote Ndao), (3) Pura Kefanantha (Kabupaten Timor Tengah Utara), (4) Pura Atambua Nantha (Kabupaten Belu), (5) Pura Giri Dharma Loka (Kabupaten Alor). Acuan jawaban: 1-Kupang, 2-Rote Ndao, 3-Timor Tengah Utara, 4-Belu, 5-Alor.
Formatif:- Tes lisan/tunjuk peraga pada peta saat asesmen diagnostik awal
- Penugasan mandiri menjodohkan nama tempat suci dengan daerah lokasinya di Nusa Tenggara Timur pada lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan tempat suci agama Hindu di Nusa Tenggara Timur | Menunjukkan dengan tepat 0-1 dari 5 tempat suci agama Hindu di NTT sesuai daerah lokasinya berdasarkan acuan lembar kerja. | Menunjukkan dengan tepat 2-3 dari 5 tempat suci agama Hindu di NTT sesuai daerah lokasinya berdasarkan acuan lembar kerja. | Menunjukkan dengan tepat 4 dari 5 tempat suci agama Hindu di NTT sesuai daerah lokasinya berdasarkan acuan lembar kerja. | Menunjukkan dengan tepat seluruh 5 tempat suci agama Hindu di NTT sesuai daerah lokasinya (Pura Oebananta di Kupang, Pura Agung Girinatha Tuabolok di Rote Ndao, Pura Kefanantha di TTU, Pura Atambua Nantha di Belu, Pura Giri Dharma Loka di Alor) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media peta Nusa Tenggara Timur dan kartu nama pura mempermudah murid dalam menunjukkan letak tempat suci?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang paling memicu antusiasme murid dalam mengenali persebaran pura di NTT?
Murid:- Pura di Nusa Tenggara Timur mana yang paling mudah kamu tunjukkan letaknya pada peta?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain kuis menempelkan nama pura di pulau-pulau Nusa Tenggara Timur?
Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Kalimantan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Mengidentifikasi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa belajar bersama, dan memeriksa presensi murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memperlihatkan gambar Balai Basarah dan menanyakan nama bangunan tersebut serta daerah asalnya untuk memetakan kesiapan murid (acuan: Balai Basarah dari Kalimantan Tengah/Kalimantan) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi nama, bentuk, dan fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar dan membaca paparan Buku Siswa Bab 4 mengenai tempat suci Hindu di Kalimantan: Balai Basarah (tempat ibadah/persembahyangan bersama kepada Ranying Hatalla), Sandung (tempat menyimpan tulang leluhur setelah upacara Tiwah), Balai Antang (tempat persembahan/stana Sahur Parapah), dan Keramat (tempat suci pemujaan leluhur) (15 menit).
- Murid berdiskusi bersama guru mengidentifikasi perbedaan bentuk dan fungsi dari keempat tempat suci Hindu di Kalimantan tersebut sesuai teks bacaan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan kuis pencocokan gambar dan kartu identitas 'Jelajah Kaharingan Kalimantan' yang menggembirakan untuk mengidentifikasi 4 tempat suci: (1) Balai Basarah -> gambar rumah panggung besar tempat persembahyangan bersama umat Kaharingan kepada Ranying Hatalla; (2) Sandung -> gambar bangunan panggung kayu kecil berukir tempat penyimpanan tulang leluhur dalam upacara Tiwah; (3) Balai Antang -> gambar tiang/pondok kecil tempat persembahan untuk Sahur Parapah; (4) Keramat -> gambar lokasi/tempat suci alami untuk menghormati roh leluhur yang disucikan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara individu mengerjakan lembar identifikasi 4 tempat suci Hindu di Kalimantan dan menuliskan kesimpulan mengenai kekayaan kearifan lokal tempat suci di Nusantara (acuan: Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, Keramat) (15 menit).
- Murid dan guru mengecek bersama hasil identifikasi serta menyadari pentingnya menghargai keberagaman wujud tempat suci umat Hindu di Nusantara (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan materi nama dan ciri tempat suci agama Hindu di Kalimantan yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca materi tempat suci di Sulawesi pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar berwarna dengan teks petunjuk sederhana bagi murid yang membutuhkan bimbingan visual konkrit.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru secara bertahap saat mengidentifikasi ciri tempat suci, sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi ciri khas arsitektur dan peruntukan masing-masing tempat suci secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi melalui menghubungkan garis gambar-nama atau menuliskan langsung identitas tempat suci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan berpasangan gambar: Menunjukkan 1 gambar tempat suci Balai Basarah dan meminta murid menyebutkan nama serta provinsinya (Kunci/acuan: Bangunan tersebut adalah Balai Basarah dari daerah Kalimantan / Kalimantan Tengah).
Proses:- Observasi aktivitas kuis berpasangan dalam mencocokkan 4 kartu nama tempat suci dan kartu ciri fungsinya: (1) Balai Basarah - tempat persembahyangan bersama Ranying Hatalla; (2) Sandung - tempat penyimpanan tulang leluhur upacara Tiwah; (3) Balai Antang - tempat persembahan berstana Sahur Parapah; (4) Keramat - tempat suci pemujaan leluhur suku Dayak.
Akhir Pertemuan:- Tugas cek pemahaman mandiri mengidentifikasi 4 tempat suci Hindu Kalimantan pada lembar kerja: mencocokkan nama dengan fungsinya secara tepat untuk 4 butir: (1) Balai Basarah = persembahyangan umat; (2) Sandung = simpan tulang leluhur Tiwah; (3) Balai Antang = stana Sahur Parapah; (4) Keramat = pemujaan leluhur suci.
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan dalam mengidentifikasi kartu gambar dan keterangan tempat suci Kalimantan
- Lembar ceklis lembar kerja identifikasi tempat suci Hindu di Kalimantan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Tempat Suci Hindu di Kalimantan | Hanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 tempat suci Hindu di Kalimantan dengan bantuan penuh pendidik (acuan: Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, Keramat). | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 tempat suci Hindu di Kalimantan dengan tepat (acuan: Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, Keramat). | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 tempat suci Hindu di Kalimantan dengan tepat secara mandiri (acuan: Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, Keramat). | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 tempat suci Hindu di Kalimantan (Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, Keramat) dengan tepat dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar membantu murid mengidentifikasi tempat suci Hindu di Kalimantan secara mudah dan jelas?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas pencocokan kuis berpasangan yang menggembirakan?
Murid:- Tempat suci Hindu di Kalimantan mana yang paling menarik dan mudah kamu kenali bentuknya?
- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang tempat suci umat Hindu Kaharingan di Kalimantan hari ini?
Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal di Sulawesi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.3 Mengidentifikasi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa Gayatri secara khidmat (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (5 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik mengenai keberadaan umat Hindu dan kearifan lokal di Sulawesi untuk asesmen diagnostik awal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati tayangan visual/gambar tempat suci kearifan lokal Hindu di Sulawesi, yaitu Pura Giri Natha di Makassar dan tempat suci komunitas kearifan lokal Hindu To Lotang (Kawasan Amparita/Perrinyameng di Sidrap), serta membaca ringkasan materi di buku siswa (15 menit).
- Murid bersama guru mengidentifikasi ciri dan identitas tempat suci tersebut: (1) Kawasan Amparita/Perrinyameng sebagai pusat tempat suci tradisi Hindu To Lotang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan; (2) Pura Giri Natha sebagai salah satu pura umum umat Hindu di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi kelompok kecil berpasangan untuk memainkan tantangan mencocokkan 'Kartu Detektif Sulawesi' secara menggembirakan (15 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 butir penentuan identitas tempat suci di Sulawesi: (1) Kawasan Amparita / Perrinyameng -> tempat suci Hindu tradisi To Lotang di Sidrap, Sulawesi Selatan; (2) Pura Giri Natha -> pura tempat persembahyangan umat Hindu di Makassar, Sulawesi Selatan; (3) Pura Jagadnatha Buana Kertha -> pura persembahyangan umat Hindu di Palu, Sulawesi Tengah; (4) Balai Basarah -> pengalih (merupakan tempat suci di Kalimantan, bukan Sulawesi) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan hasil pengelompokan dan identifikasi bersama guru dengan membandingkan kartu acuan yang ditampilkan di papan tulis (10 menit).
- Murid menyadari keindahan keberagaman wujud tempat suci Hindu di Nusantara, khususnya di pulau Sulawesi (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja identifikasi tempat suci Hindu di Sulawesi yang telah dipelajari murid (5 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan identitas tempat suci agama Hindu di Sulawesi secara bersama-sama (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar tempat suci dengan petunjuk nama wilayah bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret, serta teks narasi singkat bagi murid yang membaca cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang kesulitan membedakan tempat suci Sulawesi dengan daerah lain, serta memberikan tantangan mandiri mengidentifikasi kabupaten/kota lokasi tempat suci bagi murid yang telah menguasai.
- Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi melalui penempelan kartu identitas berpasangan atau menuliskan daftar centang identifikasi pada tabel kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan salah satu pulau besar di Indonesia tempat tinggal saudara kita umat Hindu selain Bali dan Kalimantan!' (Acuan jawaban benar: Sulawesi / Jawa / Nusa Tenggara / Sumatra / Papua).
Proses:- Observasi saat murid menyelesaikan lembar kerja identifikasi 4 butir kartu tempat suci (Acuan: Butir 1 Kawasan Amparita/Perrinyameng = Hindu To Lotang di Sidrap Sulawesi Selatan; Butir 2 Pura Giri Natha = Pura di Makassar Sulawesi Selatan; Butir 3 Pura Jagadnatha Buana Kertha = Pura di Palu Sulawesi Tengah; Butir 4 Balai Basarah = Bukan tempat suci di Sulawesi / tempat suci di Kalimantan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: Murid memilih mana yang merupakan tempat suci kearifan lokal Hindu To Lotang di Sulawesi Selatan antara pilihan A (Kawasan Amparita/Perrinyameng) dan pilihan B (Balai Basarah). (Acuan kunci: Pilihan A Kawasan Amparita/Perrinyameng).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja identifikasi kartu tempat suci Hindu di Sulawesi pada kegiatan inti
- Lembar cek pemahaman identifikasi tempat suci Hindu Sulawesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Tempat Suci Agama Hindu di Sulawesi | Hanya mampu mengidentifikasi 1 dari 4 butir tempat suci di Sulawesi dengan benar sesuai acuan kunci. | Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 butir tempat suci di Sulawesi dengan benar sesuai acuan kunci. | Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 butir tempat suci di Sulawesi dengan benar sesuai acuan kunci. | Mampu mengidentifikasi seluruh 4 butir tempat suci di Sulawesi (termasuk memilah 1 pengalih Balai Basarah) dengan tepat dan mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar membantu murid mengenali tempat suci Hindu kearifan lokal di Sulawesi?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan mengidentifikasi tempat suci?
Murid:- Apa nama tempat suci umat Hindu To Lotang di Sulawesi yang paling kamu ingat hari ini?
- Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling menyenangkan?
Pertemuan 8 — Mengenali Fungsi Tempat Suci Agama Hindu sebagai Sarana Persembahyangan Sesuai Kearifan Lokal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Mengenali fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', berdoa bersama Dainika Upasana, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu mengenali fungsi tempat suci agama Hindu sebagai sarana persembahyangan sesuai kearifan lokal di Nusantara (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa fungsi utama dibangunnya tempat suci seperti Pura atau Balai Basarah?' (acuan jawaban: sarana persembahyangan/pemujaan); (2) 'Kepada siapa persembahyangan di tempat suci ditujukan?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya atau leluhur) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 3 gambar aktivitas persembahyangan di tempat suci Hindu Nusantara: Gambar A (sembahyang di Pura/Bali), Gambar B (sembahyang di Candi Ceto/Jawa), dan Gambar C (Basarah di Balai Basarah/Kalimantan) (10 menit).
- Guru membimbing murid membaca teks ringkas Buku Siswa halaman 102-103 dan mencermati bahwa meskipun bentuk dan nama tempat suci di Nusantara berbeda-beda sesuai kearifan lokal, fungsi utamanya sama yaitu sebagai sarana persembahyangan memuja Hyang Widhi Wasa (Ranying Hatala) beserta manifestasi-Nya (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Fungsi Suci': setiap pasangan menerima Lembar Kerja berisi 4 pernyataan untuk dikenali mana yang merupakan fungsi tempat suci sebagai sarana persembahyangan dan mana yang bukan (pengalih). Butir pernyataan: (1) Tempat memuja Hyang Widhi Wasa dan manifestasi-Nya [Benar]; (2) Tempat melaksanakan persembahyangan bersama seperti Tri Sandhya dan Kramaning Sembah atau Basarah [Benar]; (3) Tempat berjualan barang dagangan sehari-hari [Pengalih/Salah]; (4) Tempat memohon kerahayuan serta keselamatan kepada leluhur dan Hyang Widhi [Benar] (20 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan mencocokkan 4 nama tempat suci kearifan lokal dengan objek pemujaan persembahyangannya pada lembar kerja: (1) Pura Padmasana -> memuja Hyang Widhi Wasa; (2) Pura Ulun Danu / Subak -> memuja Dewi Danu / kesuburan; (3) Balai Basarah -> memuja Ranying Hatala Langit; (4) Sanggar Pamujan -> memuja Hyang Widhi dan leluhur (Kunci pasangan: 1-Hyang Widhi Wasa, 2-Dewi Danu/kesuburan, 3-Ranying Hatala Langit, 4-Hyang Widhi dan leluhur) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil pengenalan fungsi tempat suci sebagai sarana persembahyangan dan menyimpulkan esensi persembahyangan di tempat suci (10 menit).
- Murid mengungkapkan pemahamannya mengenai rasa hening, khidmat, dan rasa syukur saat mengenali tempat suci sebagai sarana menghubungkan diri dengan Hyang Widhi Wasa (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap ketercapaian murid dalam mengenali fungsi persembahyangan di tempat suci (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa Parama Santhi 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar tempat suci dengan teks keterangan fungsi persembahyangan sederhana bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan panduan bertahap saat memilah pernyataan fungsi dan pengalih. Bagi murid berkemampuan cepat, diberikan tantangan mengenali 2 objek pemujaan kearifan lokal tambahan (misal: Pura Segara untuk memuja Dewa Baruna).
- Produk: Format pengerjaan dapat berupa mencentang tabel pernyataan atau menarik garis jodohkan pada lembar kerja sesuai kesiapan belajar murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan: (1) Sebutkan fungsi utama tempat suci agama Hindu! (Acuan: sarana persembahyangan/pemujaan kepada Hyang Widhi Wasa); (2) Kepada siapa sembahyang di tempat suci ditujukan? (Acuan: Hyang Widhi Wasa/manifestasi-Nya/leluhur).
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Kerja 1: Memilah 4 pernyataan fungsi tempat suci (Pernyataan 1, 2, 4 adalah benar fungsi persembahyangan; Pernyataan 3 adalah pengalih/bukan fungsi persembahyangan).
- Pemeriksaan Lembar Kerja 2: Ketepatan menjodohkan 4 nama tempat suci lokal dengan sebutan objek pemujaan: (1) Pura Padmasana -> Hyang Widhi Wasa; (2) Pura Ulun Danu / Subak -> Dewi Danu; (3) Balai Basarah -> Ranying Hatala Langit; (4) Sanggar Pamujan -> Hyang Widhi dan leluhur.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Menyebutkan kembali fungsi pokok tempat suci umat Hindu yang ada di berbagai daerah di Nusantara (Acuan: sebagai sarana persembahyangan dan pemujaan kehadapan Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasi-Nya).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Lembar kerja pemilahan pernyataan fungsi persembahyangan dan penjodohan objek pemujaan di tempat suci kearifan lokal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali fungsi tempat suci sebagai sarana persembahyangan | Mengenali paling banyak 1 dari 4 fungsi persembahyangan pada lembar kerja dan masih keliru memilih pernyataan pengalih. | Mengenali 2 dari 4 fungsi persembahyangan dengan benar, namun masih memilih 1 pernyataan pengalih. | Mengenali 3 dari 4 fungsi persembahyangan dengan tepat dan berhasil menghindari pernyataan pengalih secara mandiri. | Mengenali seluruh 4 fungsi persembahyangan dengan tepat pada lembar kerja serta tepat membedakan seluruh pernyataan pengalih secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas mengamati gambar dan kuis tebak fungsi efektif membantu murid mengenali tempat suci sebagai sarana persembahyangan?
- Apakah murid mengalami kesulitan dalam membedakan fungsi persembahyangan dengan pernyataan pengalih?
Murid:- Apa fungsi utama tempat suci yang telah kamu pelajari hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa semua tempat suci Hindu di Nusantara difungsikan untuk memuja Hyang Widhi Wasa?
Pertemuan 9 — Mengenali Fungsi Sosial dan Keagamaan Tempat Suci Agama Hindu Sesuai Kearifan Lokal — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.4 Mengenali fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama Gayatri Mantram, dan presensi murid (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah ikut ngayah/gotong royong membersihkan wantilan atau pura?' dan 'Apakah tempat suci juga dipakai untuk musyawarah warga?' (acuan jawaban: ya, tempat suci selain fungsi keagamaan memuja Hyang Widhi juga memiliki fungsi sosial seperti gotong royong/ngayah, musyawarah desa/banjar, dan pendidikan pasraman) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali fungsi sosial dan fungsi keagamaan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal nusantara (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan materi pengantar melalui gambar aktivitas di tempat suci (aktivitas persembahyangan piodalan, musyawarah warga di wantilan pura, gotong royong/ngayah membuat sarana upakara, dan anak-anak belajar kitab suci/pasraman di Balai Basarah/Pura) (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan bahwa tempat suci memiliki 2 kelompok fungsi utama: Fungsi Keagamaan (sarana pemujaan Hyang Widhi Wasa/leluhur, pelaksanaan upacara keagamaan, penyucian diri) dan Fungsi Sosial (tempat musyawarah/sanghep, gotong royong/ngayah, pendidikan pasraman/keagamaan, pembinaan persaudaraan warga) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam kelompok berpasangan dan membagikan Lembar Kerja 'Klasifikasi Fungsi Tempat Suci' yang memuat 6 kartu aktivitas nyata berikut: (1) 'Umat melantunkan doa persembahyangan bersama saat piodalan', (2) 'Warga berkumpul di wantilan pura bermusyawarah menentukan jadwal kerja bakti desa', (3) 'Umat Hindu Kaharingan menyelenggarakan upacara Tiwah di Sandung/Balai Basarah', (4) 'Ibu-ibu dan bapak-bapak bersama-sama ngayah membuat kelengkapan canang dan penjor', (5) 'Remaja dan anak-anak belajar membaca sloka Bhagawadgita di serambi tempat suci', (6) 'Pemangku memimpin upacara pembersihan dan persembahan suci' (15 menit).
- Permainan interaktif 'Tebak Kantong Fungsi': Secara berpasangan murid memasukkan keenam kartu ke dalam kantong saku berlabel 'Fungsi Keagamaan' atau 'Fungsi Sosial' (acuan kunci: Fungsi Keagamaan = kartu 1, 3, 6; Fungsi Sosial = kartu 2, 4, 5) (15 menit).
- Guru berkeliling mengobservasi pengerjaan, memberikan bimbingan langsung bagi pasangan yang mengalami kendala, dan mencatat ketercapaian pengenalan fungsi tempat suci (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid membahas kunci pengelompokan keenam kartu aktivitas, murid memverifikasi ketepatan hasil kerja pasangannya dan menyadari pentingnya menjaga keharmonisan di tempat suci (10 menit).
- Perwakilan murid menyebutkan satu contoh fungsi sosial dan satu contoh fungsi keagamaan yang pernah mereka saksikan langsung di lingkungan daerahnya (acuan: fungsi keagamaan = sembahyang/piodalan; fungsi sosial = kerja bakti/ngayah/belajar bersama) (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid merangkum intisari materi bahwa tempat suci agama Hindu memiliki peran ganda yang mulia, yakni menyatukan hubungan bakti kepada Tuhan (fungsi keagamaan) dan merekatkan kerukunan antarmanusia (fungsi sosial) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini dan mengingatkan murid untuk tetap bersikap santun saat berada di tempat suci dalam kegiatan apa pun (tidak mengumumkan akhir bab karena masih ada pertemuan berikutnya), lalu menutup kelas dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar klasifikasi berilustrasi gambar aktivitas nyata bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret, serta lembar teks deskriptif bagi murid yang membaca cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan bertahap (scaffolding) dengan membacakan teks kartu aktivitas pada murid yang kesulitan membaca, serta memberikan tantangan tambahan bagi murid mahir untuk mengelompokkan 2 aktivitas lokal lainnya (misal: tradisi megibung usai upacara sebagai fungsi sosial).
- Produk: Murid dapat menunjukkan pengelompokan fungsi tempat suci baik dengan menempelkan kartu pada bagan saku maupun memberi tanda centang langsung pada tabel lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai pengalaman murid melihat kegiatan non-sembahyang di tempat suci (pertanyaan: 'Sebutkan 1 kegiatan selain berdoa yang pernah kalian lihat di wantilan/tempat suci?'; acuan jawaban benar: gotong royong/ngayah, musyawarah banjar/desa, belajar pasraman, pertunjukan seni tari sakral)
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan 'Tebak Kantong Fungsi' untuk menilai ketepatan murid mengelompokkan 6 kartu aktivitas ke dalam Fungsi Keagamaan (kartu 1, 3, 6) dan Fungsi Sosial (kartu 2, 4, 5)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tertulis singkat di akhir inti: Murid menentukan kategori fungsi dari 2 pernyataan uji: (A) 'Umat bersembahyang Kramaning Sembah di Pura' (acuan kunci: Fungsi Keagamaan), (B) 'Warga bergotong royong membersihkan halaman tempat suci' (acuan kunci: Fungsi Sosial)
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja pengelompokan kartu aktivitas tempat suci ke dalam fungsi keagamaan dan fungsi sosial menggunakan lembar observasi/rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengenali fungsi sosial dan keagamaan tempat suci | Mengenali 0 hingga 2 dari 6 kartu aktivitas fungsi tempat suci dengan tepat (acuan kunci: Keagamaan = kartu 1, 3, 6; Sosial = kartu 2, 4, 5). | Mengenali 3 hingga 4 dari 6 kartu aktivitas fungsi tempat suci dengan tepat sesuai acuan kunci. | Mengenali 5 dari 6 kartu aktivitas fungsi tempat suci dengan tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. | Mengenali seluruh 6 dari 6 kartu aktivitas fungsi tempat suci (kartu 1, 3, 6 untuk keagamaan; kartu 2, 4, 5 untuk sosial) dengan tepat tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu aktivitas bergambar memudahkan murid membedakan fungsi sosial dan fungsi keagamaan tempat suci?
- Bagaimana keterlibatan aktif seluruh murid selama aktivitas kelompok dan permainan klasifikasi fungsi tempat suci?
Murid:- Kegiatan apa di tempat suci yang menurutmu termasuk fungsi keagamaan dan fungsi sosial?
- Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling kamu senangi?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.4.1 Menyebutkan nama tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Bali
- TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Jawa, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
- TP 4.4.3 Mengidentifikasi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal di Kalimantan dan Sulawesi
- TP 4.4.4 Mengenali fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', berdoa bersama melantunkan Gayatri Mantram, mengecek kehadiran, dan menata tempat duduk murid secara berjarak untuk menjaga suasana asesmen yang tenang dan tertib (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-10, yaitu pelaksanaan asesmen sumatif Bab 4 untuk mengukur ketercapaian empat Tujuan Pembelajaran mengenai tempat suci Hindu di Bali, Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, serta fungsi-fungsinya melalui dua bentuk: tes tertulis mandiri serentak dan tes lisan bergiliran (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian A (menjodohkan tempat suci dengan daerah Jawa, NTB, NTT) dan Bagian B (pilihan ganda tempat suci di Kalimantan dan Sulawesi) serta mengingatkan pentingnya bersikap jujur dan mandiri (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar tes tertulis selama 40 menit yang memuat: Bagian A (Menjodohkan 5 pasang tempat suci dan daerah: (1) Candi Prambanan -> Jawa; (2) Pura Poten Gunung Bromo -> Jawa; (3) Pura Lingsar -> Nusa Tenggara Barat; (4) Pura Suranadi -> Nusa Tenggara Barat; (5) Pura Oebanan -> Nusa Tenggara Timur. Opsi daerah: Jawa, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur; Pilihan pengecoh/distraktor: Bali, Papua) dan Bagian B (Pilihan Ganda 5 butir: (1) Tempat suci Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah disebut: a. Pura Jagatnatha, b. Sandung/Balai Basarah, c. Candi Sukuh, d. Senthong [Kunci: b; Distraktor: a, c, d]; (2) Ciri khas tempat peribadatan Balai Basarah di Kalimantan adalah: a. Berbentuk stupa batu, b. Memiliki meru bertingkat sebelas, c. Berupa bangunan panggung kayu dengan ukiran khas Batang Garing, d. Memiliki gapura candi bentar [Kunci: c; Distraktor: a, b, d]; (3) Tempat suci Hindu di Toraja, Sulawesi Selatan, yang berfungsi sebagai tempat pemujaan Puang Matua pada tradisi Aluk Todolo disebut: a. Banua/Inan Menomba, b. Candi Prambanan, c. Balai Basarah, d. Pura Besakih [Kunci: a; Distraktor: b, c, d]; (4) Pura Jagatnatha Giri Suci merupakan tempat suci Hindu yang terletak di provinsi: a. Sulawesi Tenggara/Sulawesi Tengah, b. Jawa Tengah, c. Nusa Tenggara Barat, d. Nusa Tenggara Timur [Kunci: a; Distraktor: b, c, d]; (5) Bangunan tempat menyimpan tulang belulang leluhur masyarakat Dayak Hindu Kaharingan di Kalimantan disebut: a. Sandung, b. Candi, c. Gedong, d. Bale Kulkul [Kunci: a; Distraktor: b, c, d]) (40 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis, membagikan bahan bacaan literasi terbimbing tentang kelestarian tempat suci untuk dibaca hening oleh kelas, lalu memanggil tiap murid secara bergiliran ke meja guru untuk tes lisan individual rotasi selama 2 menit per anak (total 25 murid x 2 menit = 50 menit) dengan dua pertanyaan target: (1) 'Sebutkan 2 nama tempat suci Hindu sesuai kearifan lokal di Bali!' (Acuan jawaban benar: Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Subak, Pura Kahyangan Tiga [Pura Desa, Pura Puseh, Pura Dalem]; Jawaban pengecoh/salah yang tidak diterima: Candi Prambanan, Balai Basarah, Pura Lingsar) dan (2) 'Sebutkan 2 fungsi tempat suci agama Hindu sesuai kearifan lokal!' (Acuan jawaban benar: tempat sembahyang/memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan manifestasi-Nya/roh suci leluhur; tempat pembinaan umat/keagamaan/pesantian; fungsi sosial/gotong royong/kebersamaan warga; tempat memohon keselamatan/kesejahteraan pertanian seperti pura subak; Jawaban salah: tempat berdagang/pasar, tempat olahraga umum) (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid melakukan refleksi singkat bersama secara hening dan terarah untuk memaknai seluruh proses asesmen bab yang telah diselesaikan dengan jujur, tertib, dan sungguh-sungguh (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kedisiplinan, dan kejujuran selama mengikuti tes tertulis dan tes lisan sumatif Bab 4 (3 menit).
- Guru merangkum secara umum ketercapaian materi Bab Tempat Suci, menyampaikan gambaran bab berikutnya pada pertemuan mendatang, dan menutup pembelajaran dengan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; lembar tes tertulis disajikan dengan tipografi cetak yang jelas dan ukuran huruf yang ramah baca bagi semua murid.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang butir soal tes lisan dengan artikulasi pelan dan jelas tanpa mengubah substansi pertanyaan bagi murid yang membutuhkan.
- Produk: Bagi murid yang memiliki hambatan menulis motorik halus, jawaban tes tertulis Bagian A dapat ditunjukkan dengan menarik garis tebal atau menyebutkan nomor pasangan secara langsung ke guru tanpa mengubah kunci dan kriteria skor.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan psikologis dan perlengkapan ujian di meja murid (alat tulis, penghapus) serta penegasan tata tertib pengerjaan secara mandiri sebelum lembar soal dibagikan (acuan kesiapan: seluruh meja bersih dari buku catatan/contekan, murid siap menerima soal).
Proses:- Observasi kepatuhan terhadap tata tertib ujian mandiri serentak dan pencatatan respons lisan murid pada format lembar penilaian lisan saat rotasi individu berlangsung.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis serentak dan tes lisan individual rotasi: lembar kerja tertulis murid yang memuat penjodohan serta pilihan ganda tempat suci di berbagai daerah, dan rekaman penilaian lisan murid saat menyebutkan nama tempat suci di Bali serta menjelaskan fungsinya
- tes tertulis serentak: lembar tes tertulis berisi tugas memasangkan tempat suci dengan daerah asal (Jawa, NTB, NTT) serta pilihan ganda ciri dan sebutan tempat suci di Kalimantan dan Sulawesi yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan tiap murid saat ditanya nama tempat suci Hindu di Bali dan penjelasan fungsinya, dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas melakukan kegiatan pengayaan atau literasi terbimbing (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen lisan ketercapaian TP 1 dan TP 4)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis serentak dan tes lisan individual rotasi: lembar kerja tertulis murid yang memuat penjodohan serta pilihan ganda tempat suci di berbagai daerah, dan rekaman penilaian lisan murid saat menyebutkan nama tempat suci di Bali serta menjelaskan fungsinya
- tes tertulis serentak: lembar tes tertulis berisi tugas memasangkan tempat suci dengan daerah asal (Jawa, NTB, NTT) serta pilihan ganda ciri dan sebutan tempat suci di Kalimantan dan Sulawesi yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran tes tertulis)
- tes lisan bergiliran: jawaban lisan tiap murid saat ditanya nama tempat suci Hindu di Bali dan penjelasan fungsinya, dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas melakukan kegiatan pengayaan atau literasi terbimbing (60 menit / 2 menit = 30 slot murid, muat 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik asesmen lisan ketercapaian TP 1 dan TP 4)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| TP 4.4.2 Menunjukkan tempat suci di Jawa, NTB, dan NTT (Tes Tertulis Bagian A: 5 Pasang) | Menjodohkan dengan tepat 0-1 pasang tempat suci dengan daerahnya, atau salah memilih daerah pengalih (Bali, Papua). (Daftar acuan: Candi Prambanan -> Jawa; Pura Poten -> Jawa; Pura Lingsar -> NTB; Pura Suranadi -> NTB; Pura Oebanan -> NTT). | Menjodohkan dengan tepat 2-3 pasang tempat suci dengan daerahnya dari 5 pasang yang tersedia sesuai daftar acuan, dengan 2-3 kekeliruan atau memilih daerah pengalih. | Menjodohkan dengan tepat 4 pasang tempat suci dengan daerahnya dari 5 pasang yang tersedia sesuai daftar acuan, dengan maksimal 1 kekeliruan. | Menjodohkan seluruh 5 pasang tempat suci dengan daerahnya secara tepat tanpa kekeliruan dan tidak memilih daerah pengalih (Bali, Papua) sesuai daftar acuan. | | TP 4.4.3 Mengidentifikasi tempat suci di Kalimantan dan Sulawesi (Tes Tertulis Bagian B: 5 Pilihan Ganda) | Memilih jawaban tepat pada 0-1 butir soal pilihan ganda, banyak memilih distraktor. (Daftar kunci jawaban: No 1 = b [Sandung/Balai Basarah]; No 2 = c [bangunan panggung kayu ukiran Batang Garing]; No 3 = a [Banua/Inan Menomba]; No 4 = a [Sulawesi]; No 5 = a [Sandung]). | Memilih jawaban tepat pada 2-3 butir soal pilihan ganda dari 5 butir yang tersedia sesuai daftar kunci jawaban, masih memilih 2-3 distraktor. | Memilih jawaban tepat pada 4 butir soal pilihan ganda dari 5 butir yang tersedia sesuai daftar kunci jawaban, dengan maksimal 1 kekeliruan distraktor. | Memilih jawaban tepat pada seluruh 5 butir soal pilihan ganda tanpa kekeliruan sesuai daftar kunci jawaban. | | TP 4.4.1 Menyebutkan nama tempat suci di Bali (Tes Lisan) | Tidak mampu menyebutkan nama tempat suci di Bali secara tepat, atau hanya menyebutkan nama di luar Bali (misal menyebut Candi Prambanan atau Balai Basarah). (Acuan nama yang diterima: Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, Pura Tanah Lot, Pura Uluwatu, Pura Subak, Pura Kahyangan Tiga). | Menyebutkan 1 nama tempat suci di Bali secara tepat sesuai daftar acuan, namun masih membutuhkan bimbingan guru atau sempat menyebut nama di luar Bali. | Menyebutkan 2 nama tempat suci di Bali secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri namun membutuhkan jeda mengingat. | Menyebutkan lebih dari 2 nama tempat suci di Bali secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa keraguan sesuai daftar acuan. | | TP 4.4.4 Mengenali fungsi tempat suci agama Hindu (Tes Lisan) | Tidak mampu menyebutkan fungsi tempat suci secara tepat, atau menyebutkan fungsi yang keliru (misal tempat berdagang/olahraga). (Acuan fungsi yang diterima: tempat persembahyangan/memuja Hyang Widhi/leluhur; tempat pembinaan keagamaan/pesantian; fungsi sosial/kebersamaan umat; fungsi pelestarian alam/pertanian). | Menyebutkan 1 fungsi tempat suci secara tepat sesuai daftar acuan dengan panduan pemantik dari guru. | Menyebutkan 2 fungsi tempat suci secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri. | Menyebutkan lebih dari 2 fungsi tempat suci (meliputi fungsi persembahyangan, fungsi pendidikan/sosial, dan fungsi kearifan lokal) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis dan 50 menit untuk tes lisan bergiliran terlaksana secara efektif dan kondusif bagi seluruh murid?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada pemetaan tempat suci antardaerah (Jawa, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi) dibandingkan materi lokal Bali?
- Apakah instrumen rubrik penilaian lisan dan kunci tes tertulis dapat dioperasikan secara objektif dan akurat?
Murid:- Bagian soal mana yang paling mudah dan paling menantang bagiku saat mengerjakan asesmen hari ini?
- Apakah aku merasa puas dan yakin dengan jawaban yang kuberikan saat tes tertulis dan tes lisan tadi?
- Sikap apa yang paling membantuku tetap tenang dan jujur selama menyelesaikan asesmen bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Bab 4 (Kemendikbudristek, 2021)
- Kartu bergambar nama-nama pura umum di Bali (Pura Besakih, Pura Uluwatu, Pura Goa Lawah, Pura Lempuyang, Pura Batukaru, Pura Tanah Lot)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Mengenal Pura Umum di Bali'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021 (Bab 4).
- Kartu bergambar nama dan bentuk Pura Khusus di Bali (Sanggah, Bedugul, Uluwatu, Tanah Lot, Besakih).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV Bab 4 (Kemendikbudristek)
- Gambar/foto Candi Prambanan, Pura Mandara Giri Semeru Agung, Pura Jagatkarta Gunung Salak Bogor, dan denah Senthong
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4 Subbab 2
- Peta Pulau Lombok dan Sumbawa (Nusa Tenggara Barat)
- Set kartu gambar dan nama pura di NTB (Pura Agung Tambora, Pura Batu Bolong, Pura Lingsar, Pura Candi Narmada, Pura Cakra)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4
- Peta wilayah Nusa Tenggara Timur dan kartu nama tempat suci Hindu
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Puskurbuk Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Puskurbuk Kemendikbudristek)
- Gambar/foto Balai Basarah, Sandung, Balai Antang, dan Keramat di Kalimantan
- Set kartu gambar dan keterangan ciri tempat suci Kalimantan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bagian 2 Panduan Khusus Bab 4)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 4 Subbab 3)
- Kartu gambar dan teks tempat suci Hindu di Sulawesi (Pura Giri Natha Makassar, Amparita/Perrinyameng To Lotang Sidrap, Pura Jagadnatha Palu, serta kartu pengalih Balai Basarah)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021, Bab 4)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021, Bab 4 Halaman 101-104)
- Gambar aktivitas persembahyangan di Pura Bali, Candi Jawa, dan Balai Basarah Kalimantan
- Lembar Kerja Murid: Tebak Fungsi Suci dan Pasangan Objek Pemujaan
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek 2021, Bab 4)
- Set kartu aktivitas fungsi tempat suci (6 kartu aktivitas keagamaan dan sosial)
- Kantong saku fungsi tempat suci dan gambar ilustrasi kegiatan di Pura/Balai Basarah/tempat suci lokal
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4: Tempat Suci
- Lembar Soal Asesmen Tertulis Sumatif Bab 4
- Lembar Format Observasi dan Rubrik Penilaian Tes Lisan Bab 4
|