Modul AjarBab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 2: Cadu Sakti

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 2 "Cadu Sakti", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 2: Cadu Sakti

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 2 — Cadu Sakti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 2 — Cadu Sakti
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.2.1 Menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta bagian-bagiannya
  2. TP 4.2.2 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti
  3. TP 4.2.3 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti
  4. TP 4.2.4 Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat keindahan matahari terbit atau gunung yang megah, siapakah yang menciptakan dan mengaturnya?
  2. Apa arti kata 'cadu' dan 'sakti' ketika kita membicarakan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa?
  3. Bagaimana kita tahu bahwa Hyang Widhi Wasa ada di mana-mana meskipun tidak terlihat langsung oleh mata kita?
  4. Siapakah yang mengatur peredaran matahari, pergantian siang dan malam, serta keteraturan alam semesta ini?
  5. Bagaimana Hyang Widhi Wasa dapat mengetahui isi hati dan pikiran setiap makhluk tanpa kita mengucapkannya?
  6. Bagaimana keteraturan alam semesta seperti pergantian siang dan malam membuktikan bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Karya?
  7. Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Hyang Widhi Wasa hadir di udara yang kita hirup dan di setiap makhluk hidup?
  8. Siapakah yang mengatur dan menguasai matahari terbit tepat waktu serta pergantian siang dan malam di bumi?
  9. Bagaimana kita tahu bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Mengetahui (Jnana Sakti) segala perbuatan manusia di dunia?
  10. Apa bukti di alam semesta yang memperlihatkan bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Karya (Kriya Sakti) dalam menciptakan dan mengatur kehidupan?
  11. Bagaimana kita membuktikan bahwa Hyang Widhi Wasa memiliki kemahakuasaan Cadu Sakti dalam kehidupan dan alam semesta?
  12. Contoh peristiwa alam apa saja yang membuktikan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, dan Kriya Sakti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Pengertian dan Bagian-Bagian Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.1 Menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta bagian-bagiannya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama (Dainika Upasana) sebelum memulai kegiatan belajar (5 menit).
  • Guru melakukan presensi dan menciptakan suasana hening sejenak agar murid memusatkan pikiran pada Hyang Widhi Wasa (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan tentang arti kata 'cadu' dan 'sakti' (acuan: cadu/catur = empat; sakti = kemahakuasaan/kekuatan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pengertian Cadu Sakti dan menyebutkan serta menjelaskan 4 bagian dari Cadu Sakti (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati Buku Siswa Bab 2 Subbab 1 dan 2 tentang pengertian Cadu Sakti (cadu = empat, sakti = kemahakuasaan; Cadu Sakti = empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa) (10 menit).
  • Murid mengamati bagan 4 bagian Cadu Sakti di papan tulis beserta artinya: 1. Wibhu Sakti (Maha Ada), 2. Prabhu Sakti (Maha Kuasa), 3. Jnana Sakti (Maha Tahu), 4. Kriya Sakti (Maha Karya) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk mengikuti permainan edukatif 'Tebak Kartu Kemahakuasaan': tiap pasangan menerima 4 kartu nama bagian (Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, Kriya Sakti) dan 4 kartu arti (Maha Ada, Maha Kuasa, Maha Tahu, Maha Karya) untuk dijodohkan secara tepat (acuan: Wibhu Sakti -> Maha Ada; Prabhu Sakti -> Maha Kuasa; Jnana Sakti -> Maha Tahu; Kriya Sakti -> Maha Karya) (3 menit).
  • Secara berpasangan, murid saling menjelaskan pengertian Cadu Sakti dan arti dari masing-masing 4 bagiannya menggunakan kartu yang telah dipasangkan (12 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Murid (LKM) secara mandiri: menuliskan penjelasan pengertian Cadu Sakti secara etimologis serta menjelaskan 4 bagian Cadu Sakti beserta artinya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua orang perwakilan murid secara bergantian menjelaskan kembali pengertian Cadu Sakti dan 4 bagiannya di depan kelas dengan bimbingan guru (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam menjelaskan pengertian dan 4 bagian Cadu Sakti (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari materi Pertemuan 1 bahwa Cadu Sakti adalah empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang terdiri atas Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, dan Kriya Sakti (10 menit).
  • Guru memberikan informasi sekilas tentang materi pertemuan berikutnya (menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti) serta menutup pertemuan dengan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata berpola warna untuk membantu mengaitkan nama dan arti bagian Cadu Sakti; murid yang sudah mahir membaca teks penjelasan tambahan di Buku Siswa.
  • Proses: Pada kegiatan memasangkan kartu, murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru atau teman sebaya, sedangkan murid yang cepat langsung berlatih menjelaskan keempat bagian tanpa melihat kartu acuan.
  • Produk: Pada LKM, murid yang membutuhkan bimbingan mengisi penjelasan dengan panduan kata kunci pilihan, sedangkan murid mahir menuliskan kalimat penjelasan secara utuh dan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 1. 'Berasal dari kata apakah Cadu Sakti dan apa artinya?' (acuan: cadu/catur artinya empat; sakti artinya kemahakuasaan/kekuatan; Cadu Sakti = empat kemahakuasaan). 2. 'Sebutkan salah satu sifat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang kalian ketahui!' (acuan kriteria: menyebutkan salah satu dari Maha Ada, Maha Kuasa, Maha Tahu, atau Maha Karya).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat memasangkan 4 pasang kartu (Wibhu Sakti - Maha Ada, Prabhu Sakti - Maha Kuasa, Jnana Sakti - Maha Tahu, Kriya Sakti - Maha Karya).
  • Pemeriksaan LKM mandiri yang berisi: Butir 1. Menjelaskan pengertian Cadu Sakti (acuan: cadu artinya empat, sakti artinya kemahakuasaan, jadi Cadu Sakti adalah empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa); Butir 2 s.d. 5. Menjelaskan 4 bagian Cadu Sakti (acuan: 1. Wibhu Sakti = Maha Ada / ada di mana-mana; 2. Prabhu Sakti = Maha Kuasa / menguasai segalanya; 3. Jnana Sakti = Maha Tahu / mengetahui segalanya; 4. Kriya Sakti = Maha Karya / bekerja tiada henti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu nama bagian (misal: 'Jnana Sakti') dan murid menjawab artinya secara serempak/lisan ('Maha Tahu'), lalu dibalik dengan guru menyebut arti ('Maha Ada') dan murid menyebut nama bagiannya ('Wibhu Sakti'). Acuan: seluruh 4 bagian dan artinya terkonfirmasi tepat.

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang arti kata 'cadu' dan 'sakti'
  • Observasi unjuk kerja permainan memasangkan 4 kartu bagian Cadu Sakti dengan artinya
  • Penilaian tes tertulis LKM menjelaskan pengertian dan 4 bagian Cadu Sakti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Pengertian Cadu SaktiBelum mampu menjelaskan arti kata cadu, sakti, maupun pengertian Cadu Sakti secara tepat walau dibimbing guru.Mampu menjelaskan salah satu arti kata (cadu = empat ATAU sakti = kemahakuasaan), namun belum utuh menjelaskan pengertian Cadu Sakti.Mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti secara tepat (empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa) dengan sedikit bimbingan guru.Mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti secara runtut, tepat, dan mandiri baik dari arti kata (cadu = empat, sakti = kemahakuasaan) maupun maknanya secara utuh tanpa bimbingan.
Menjelaskan Bagian-Bagian Cadu SaktiHanya mampu menyebutkan dan menjelaskan 1 dari 4 bagian Cadu Sakti beserta artinya dengan tepat (Daftar 4 bagian: 1. Wibhu Sakti = Maha Ada; 2. Prabhu Sakti = Maha Kuasa; 3. Jnana Sakti = Maha Tahu; 4. Kriya Sakti = Maha Karya).Mampu menyebutkan dan menjelaskan 2 dari 4 bagian Cadu Sakti beserta artinya dengan tepat sesuai daftar acuan.Mampu menyebutkan dan menjelaskan 3 dari 4 bagian Cadu Sakti beserta artinya dengan tepat sesuai daftar acuan.Mampu menyebutkan dan menjelaskan seluruh 4 bagian Cadu Sakti (Wibhu Sakti = Maha Ada, Prabhu Sakti = Maha Kuasa, Jnana Sakti = Maha Tahu, Kriya Sakti = Maha Karya) beserta artinya secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah permainan kartu mempermudah seluruh murid memahami 4 bagian Cadu Sakti?
  • Bagian Cadu Sakti mana yang masih sering tertukar oleh murid saat dijelaskan artinya?

Murid:

  • Apa arti kata Cadu Sakti yang telah kita pelajari hari ini?
  • Sebutkan 4 bagian Cadu Sakti yang paling kalian ingat beserta artinya!

Pertemuan 2 — Menunjukkan Kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.2 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melantunkan Gayatri Mantram secara hening dan khidmat (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid menyanyikan bait lagu rohani atau kidung keagamaan yang memuji keagungan Sang Hyang Widhi Wasa untuk menciptakan suasana tenang dan terfokus (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 pernyataan pemetaan di papan tulis: (1) 'Hyang Widhi Wasa meresap di setiap makhluk dan alam semesta disebut ...' (acuan: Wibhu Sakti / Maha Ada); (2) 'Hyang Widhi Wasa Maha Kuasa mengatur dan menguasai seluruh hukum alam semesta disebut ...' (acuan: Prabhu Sakti / Maha Kuasa), lalu meminta murid menunjuk atau mengangkat kartu nama sakti yang sesuai untuk memetakan kesiapan awal (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan gambar dan teks ringkas mengenai hakikat Wibhu Sakti (Hyang Widhi Wasa Maha Ada, meresap di segala tempat/vyapi vyapaka, bagai garam dalam air atau minyak dalam kelapa) dan Prabhu Sakti (Hyang Widhi Wasa Maha Kuasa, merajai dan mengatur seluruh alam semesta tanpa ada yang menandingi) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati lembar pengamatan konsep yang memuat tabel ciri kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti serta mendiskusikan contoh nyata keberadaan-Nya di alam (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan kartu tantangan berpasangan 'Tunjuk Cepat Kemahakuasaan': setiap pasangan menerima 4 kartu peristiwa konkret dan bertugas menunjukkan secara tepat kartu mana yang merupakan bukti Wibhu Sakti dan mana Prabhu Sakti. Empat kartu tersebut adalah: (1) 'Napas hidup ada di dalam tubuh setiap makhluk hidup' -> Wibhu Sakti; (2) 'Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat secara teratur sesuai hukum alam Rta' -> Prabhu Sakti; (3) 'Tuhan meresap dan hadir di udara, tanah, dan air tanpa terlihat' -> Wibhu Sakti; (4) 'Tidak ada satu pun kekuatan raja atau manusia di dunia yang dapat menandingi kehendak Hyang Widhi' -> Prabhu Sakti (acuan kunci: kartu 1 = Wibhu Sakti, kartu 2 = Prabhu Sakti, kartu 3 = Wibhu Sakti, kartu 4 = Prabhu Sakti) (20 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja mandiri untuk menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti dengan memberi tanda centang (✓) pada kolom yang tepat untuk 4 butir pernyataan: (a) Keberadaan Hyang Widhi memenuhi seluruh alam semesta (acuan: Wibhu Sakti); (b) Hyang Widhi berkuasa penuh atas penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan alam (acuan: Prabhu Sakti); (c) Hyang Widhi ibarat minyak dalam santan yang meresap halus (acuan: Wibhu Sakti); (d) Hyang Widhi Maha Raja dari segala raja yang menetapkan hukum abadi Rta (acuan: Prabhu Sakti) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengelompokan lembar kerja mandiri dan mengonfirmasi ketepatan penunjukan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti (10 menit).
  • Murid menyampaikan satu hal yang paling membuat mereka kagum akan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang Maha Ada dan Maha Kuasa dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid merumuskan kesimpulan pembelajaran bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Ada di segala penjuru sebagai Wibhu Sakti dan Maha Kuasa memimpin alam semesta sebagai Prabhu Sakti (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan berlanjut ke bagian Jnana Sakti dan Kriya Sakti, kemudian menutup pelajaran dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar visual konkret (matahari, udara dalam balon, tumbuhan bertumbuh) bagi murid yang memerlukan bantuan visual untuk mengenali konsep abstrak Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membedakan dengan bantuan kartu petunjuk kata kunci ('Maha Ada' vs 'Maha Kuasa'), sedangkan murid yang cepat menyelesaikan 4 butir tambahan untuk membedakan fenomena alam lain pada aspek yang sama.
  • Produk: Murid menunjukkan kemahakuasaan dapat melalui penandaan centang pada tabel LKPD atau menempelkan kartu simbol kemahakuasaan pada papan klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemetaan 2 butir pernyataan: (1) Pernyataan: 'Hyang Widhi Wasa meresap di setiap makhluk dan alam semesta disebut ...' (acuan jawaban: Wibhu Sakti); (2) Pernyataan: 'Hyang Widhi Wasa Maha Kuasa mengatur dan menguasai seluruh hukum alam semesta disebut ...' (acuan jawaban: Prabhu Sakti).

Proses:

  • Formatif kinerja pada aktivitas permainan berpasangan mengelompokkan 4 kartu peristiwa: Kartu (1) 'Napas hidup ada di dalam tubuh setiap makhluk hidup' (Wibhu Sakti); Kartu (2) 'Matahari terbit dari timur dan terbenam di barat secara teratur sesuai hukum alam Rta' (Prabhu Sakti); Kartu (3) 'Tuhan meresap dan hadir di udara, tanah, dan air tanpa terlihat' (Wibhu Sakti); Kartu (4) 'Tidak ada satu pun kekuatan raja atau manusia di dunia yang dapat menandingi kehendak Hyang Widhi' (Prabhu Sakti).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir klasifikasi: butir a (Wibhu Sakti), butir b (Prabhu Sakti), butir c (Wibhu Sakti), butir d (Prabhu Sakti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi melalui 2 butir konfirmasi cepat: (1) Menunjukkan arti kemahakuasaan Wibhu Sakti (acuan: Hyang Widhi Maha Ada meresap di seluruh alam semesta/vyapi vyapaka); (2) Menunjukkan arti kemahakuasaan Prabhu Sakti (acuan: Hyang Widhi Maha Kuasa merajai dan mengatur alam semesta).

Formatif:

  • Kuis diagnostik lisan/tunjuk kartu pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja permainan 'Tunjuk Cepat Kemahakuasaan' berpasangan
  • Penilaian lembar kerja mandiri menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti (4 butir)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu SaktiMenunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara tepat hanya pada 1 dari 4 butir pernyataan LKPD dengan bimbingan penuh guru (acuan LKPD: butir a Wibhu Sakti, butir b Prabhu Sakti, butir c Wibhu Sakti, butir d Prabhu Sakti).Menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara tepat pada 2 dari 4 butir pernyataan LKPD dengan arahan guru (acuan LKPD: butir a Wibhu Sakti, butir b Prabhu Sakti, butir c Wibhu Sakti, butir d Prabhu Sakti).Menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara tepat pada 3 dari 4 butir pernyataan LKPD secara mandiri (acuan LKPD: butir a Wibhu Sakti, butir b Prabhu Sakti, butir c Wibhu Sakti, butir d Prabhu Sakti).Menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara tepat pada seluruh (4 dari 4) butir pernyataan LKPD secara mandiri dan konsisten (acuan LKPD: butir a Wibhu Sakti, butir b Prabhu Sakti, butir c Wibhu Sakti, butir d Prabhu Sakti).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan analogi (seperti garam dalam air) dan permainan kartu peristiwa efektif membantu murid menunjukkan perbedaan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan alokasi bimbingan lebih intensif bagi murid yang masih ragu membedakan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti?

Murid:

  • Apa bukti di sekitarmu yang membuatmu yakin bahwa Hyang Widhi Wasa itu Maha Ada (Wibhu Sakti)?
  • Apa hal paling mengagumkan yang kamu rasakan tentang kehebatan Hyang Widhi Wasa yang Maha Kuasa (Prabhu Sakti) mengatur alam semesta?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.3 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama melantunkan Gayatri Mantram (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran serta kesiapan murid dalam mengikuti pembelajaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat untuk mengukur kesiapan murid membedakan sifat Maha Tahu dan Maha Karya Hyang Widhi Wasa (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti (Maha Tahu dengan sifat dura darsana/melihat dari jauh, dura srawana/mendengar dari jauh, dura sarwajna/mengetahui segalanya) dan Kriya Sakti (Maha Karya yang menciptakan dan mengatur kerja alam semesta) (15 menit).
  • Murid secara berpasangan membaca teks ringkas pada Buku Siswa halaman 36 dan 90 mengenai sifat Maha Tahu serta Maha Karya Hyang Widhi Wasa (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pilah Kemahakuasaan' secara berpasangan untuk menunjukkan apakah suatu pernyataan merupakan bukti Jnana Sakti atau Kriya Sakti dari 6 kartu yang dibagikan: (1) Mengetahui masa lalu, sekarang, dan masa depan; (2) Mengatur matahari terbit di timur dan terbenam di barat; (3) Mendengar doa dalam hati umat-Nya; (4) Menumbuhkan benih padi menjadi tanaman berbuah lebat; (5) Mengetahui seluruh rahasia alam semesta; (6) Menggerakkan planet berputar pada porosnya tanpa bertabrakan (acuan: kartu 1, 3, 5 = Jnana Sakti; kartu 2, 4, 6 = Kriya Sakti) (20 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 soal penentuan kategori kemahakuasaan: (1) Hyang Widhi Wasa melihat perbuatan manusia walau di tempat tersembunyi; (2) Hyang Widhi Wasa menciptakan siklus air hujan dari laut ke darat; (3) Hyang Widhi Wasa menjadi sumber segala ilmu pengetahuan di dunia; (4) Hyang Widhi Wasa mengalirkan darah dalam tubuh makhluk hidup (acuan kunci: soal 1 dan 3 = Jnana Sakti; soal 2 dan 4 = Kriya Sakti) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan menunjuk kartu jawaban yang tepat serta memeriksa pemahaman mereka tentang perbedaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Tahu segala pikiran dan perbuatan (Jnana Sakti) serta Maha Karya dalam mengatur keteraturan alam semesta (Kriya Sakti) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas ketepatan penunjukan bukti Jnana Sakti dan Kriya Sakti oleh murid, serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari contoh nyata kemahakuasaan di lingkungan sekitar (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama melantunkan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu visual bergambar keteraturan alam dan simbol pengetahuan untuk murid yang membutuhkan penguatan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung saat memilah kartu, sedangkan murid cepat diminta mengelompokkan 2 skenario tambahan pada lembar kerja mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan klasifikasi kemahakuasaan pada lembar kerja mandiri dengan format isian pilihan ganda/jodohkan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Jika Tuhan mengetahui apa yang sedang kita pikirkan, sifat kemahakuasaan apakah itu? Dan jika Tuhan membuat jantung kita berdetak serta bumi berputar, sifat kemahakuasaan apakah itu?' (acuan: mengetahui pikiran = Maha Tahu/Jnana Sakti; membuat jantung berdetak/bumi berputar = Maha Karya/Kriya Sakti).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan berpasangan 'Pilah Kemahakuasaan' (6 kartu pernyataan): menilai ketepatan murid dalam memilah kartu Jnana Sakti (kartu 1: masa lalu/kini/depan; kartu 3: mendengar doa dalam hati; kartu 5: mengetahui rahasia alam) dan Kriya Sakti (kartu 2: matahari terbit/terbenam; kartu 4: menumbuhkan padi; kartu 6: menggerakkan planet).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir pernyataan: butir 1 (melihat perbuatan tersembunyi -> Jnana Sakti), butir 2 (menciptakan siklus hujan -> Kriya Sakti), butir 3 (sumber ilmu pengetahuan -> Jnana Sakti), butir 4 (mengalirkan darah dalam tubuh -> Kriya Sakti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup lisan: Menunjukkan secara tepat 1 bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti (acuan: Maha Tahu/tahu isi hati/sumber ilmu pengetahuan/melihat dari jauh) dan 1 bukti sebagai Kriya Sakti (acuan: Maha Karya/menciptakan alam/mengatur peredaran tata surya/menumbuhkan tanaman).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang arti Maha Tahu dan Maha Karya
  • Observasi unjuk kerja permainan 'Pilah Kemahakuasaan' secara berpasangan
  • Tes tertulis mandiri mengklasifikasikan bukti kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Kemahakuasaan sebagai Jnana SaktiBelum mampu menunjukkan bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dari pilihan pernyataan yang diberikan (0 bukti tepat dari butir 1 dan 3 pada Lembar Kerja).Menunjukkan 1 dari 2 bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti secara tepat dengan bimbingan guru (butir 1: melihat perbuatan tersembunyi ATAU butir 3: sumber ilmu pengetahuan).Menunjukkan 2 bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti secara tepat secara mandiri (butir 1: melihat perbuatan tersembunyi DAN butir 3: sumber ilmu pengetahuan).Menunjukkan seluruh bukti Jnana Sakti secara tepat dan konsisten pada Lembar Kerja (butir 1 dan 3) serta pada kartu pengayaan tanpa kesalahan.
Menunjukkan Kemahakuasaan sebagai Kriya SaktiBelum mampu menunjukkan bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Kriya Sakti dari pilihan pernyataan yang diberikan (0 bukti tepat dari butir 2 dan 4 pada Lembar Kerja).Menunjukkan 1 dari 2 bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Kriya Sakti secara tepat dengan bimbingan guru (butir 2: menciptakan siklus hujan ATAU butir 4: mengalirkan darah dalam tubuh).Menunjukkan 2 bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Kriya Sakti secara tepat secara mandiri (butir 2: menciptakan siklus hujan DAN butir 4: mengalirkan darah dalam tubuh).Menunjukkan seluruh bukti Kriya Sakti secara tepat dan konsisten pada Lembar Kerja (butir 2 dan 4) serta pada kartu pengayaan tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas sifat kemahakuasaan Maha Tahu (Jnana Sakti) dan Maha Karya (Kriya Sakti)?
  • Apakah aktivitas permainan kartu 'Pilah Kemahakuasaan' berjalan efektif dan menyenangkan bagi seluruh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari sifat Maha Tahu (Jnana Sakti) dan Maha Karya (Kriya Sakti) Hyang Widhi Wasa yang paling membuatmu kagum?
  • Apakah kamu sudah dapat membedakan perbuatan yang menunjukkan Jnana Sakti dan Kriya Sakti?

Pertemuan 4 — Menceritakan Contoh Perwujudan Kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti di Alam Semesta — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.4 Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', melafalkan doa Gayatri secara khidmat bersama murid, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru memantik pemahaman awal dengan pertanyaan: 'Siapa yang menguasai alam semesta dan ada di mana-mana?' dan menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menceritakan contoh nyata kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti (Maha Ada) dan Prabhu Sakti (Maha Kuasa) di alam semesta (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik lisan singkat kepada murid mengenai arti dasar Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan 2 gambar alam semesta: Gambar 1 (udara/oksigen yang dihirup tumbuhan dan hewan sebagai bukti Hyang Widhi Maha Ada meresap di semua ciptaan/Wibhu Sakti) dan Gambar 2 (peredaran tata surya, matahari terbit, dan hukum alam/Rta sebagai bukti Hyang Widhi Maha Kuasa/Prabhu Sakti) (10 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kartu Cerita yang memuat 4 peristiwa alam semesta berikut: (1) Udara yang tidak terlihat tetapi ada di mana-mana dan memberi nafas kehidupan (Wibhu Sakti), (2) Jiwa/Atman yang meresap pada setiap makhluk hidup sehingga bisa bergerak (Wibhu Sakti), (3) Matahari dan planet-planet berputar teratur di porosnya tanpa bertabrakan (Prabhu Sakti), (4) Hukum alam mengenai kelahiran, kehidupan, dan kematian semua makhluk hidup (Prabhu Sakti) (10 menit).
  • Murid mencermati dan menelaah uraian contoh peristiwa pada keempat kartu tersebut secara saksama dibimbing guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk pasangan teman sebangku untuk melakukan permainan tantangan bercerita 'Estafet Kemahakuasaan' (Joyful Learning) di mana masing-masing murid bergantian mengambil 1 kartu contoh perwujudan Wibhu Sakti dan 1 kartu contoh perwujudan Prabhu Sakti (3 menit).
  • Setiap murid berlatih menceritakan kembali secara lisan contoh perwujudan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa berdasarkan kartu yang diambil kepada pasangan belajarnya (12 menit).
  • Guru memanggil perwakilan murid secara bergiliran untuk menceritakan di depan kelas contoh perwujudan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti di alam semesta, meliputi aspek nama kemahakuasaan, contoh peristiwa nyata di alam, dan maknanya bagi alam semesta (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses bercerita yang baru saja dilakukan: murid menyampaikan hal menarik yang mereka pelajari tentang keberadaan dan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif langsung atas cerita murid, menegaskan bahwa keyakinan akan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti menumbuhkan rasa syukur dan bhakti kita dengan menjaga kelestarian alam ciptaan-Nya (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali contoh perwujudan Wibhu Sakti (Maha Ada meresap di segala tempat/jiwa makhluk hidup) dan Prabhu Sakti (Maha Kuasa mengatur peredaran tata surya dan hukum alam/Rta) (5 menit).
  • Guru memberikan informasi sekilas untuk pertemuan berikutnya mengenai contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti, kemudian menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu cerita bergambar dengan kalimat pemandu berstruktur sederhana, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu cerita deskriptif mengenai fenomena alam yang lebih luas seperti gravitasi dan perputaran bumi.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita secara lisan di depan kelas, diberikan kesempatan bercerita berpasangan terlebih dahulu dengan panduan poin kunci dari guru; bagi murid yang sudah lancar diberikan tantangan menceritakan contoh perwujudan tambahan yang mereka jumpai langsung di halaman sekolah.
  • Produk: Penyampaian cerita lisan dapat dilakukan dengan bantuan kartu gambar berseri bagi yang butuh scaffolding visual, atau penuturan mandiri langsung bagi murid yang telah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan singkat 2 pertanyaan di awal pembelajaran: (1) 'Apa arti kemahakuasaan Hyang Widhi sebagai Wibhu Sakti?' (Acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa Maha Ada / berada di mana-mana / meresap pada semua ciptaan-Nya); (2) 'Apa arti kemahakuasaan Hyang Widhi sebagai Prabhu Sakti?' (Acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa Maha Kuasa / menguasai segala sesuatu di alam semesta / berkuasa atas hukum alam/kehidupan).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan contoh perwujudan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti di alam semesta. Acuan peristiwa yang diceritakan: (a) Wibhu Sakti: Hyang Widhi meresap di udara/oksigen atau sebagai jiwa/Atman di dalam setiap tubuh makhluk hidup; (b) Prabhu Sakti: Hyang Widhi menguasai peredaran matahari/planet atau mengatur hukum kelahiran, hidup, dan kematian seluruh makhluk hidup.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid menyebutkan masing-masing 1 contoh nyata di alam sekitar untuk Wibhu Sakti (Acuan jawaban: keberadaan udara/keberadaan jiwa dalam diri tumbuhan/hewan/manusia) dan 1 contoh nyata untuk Prabhu Sakti (Acuan jawaban: terbitnya matahari di timur/pergantian siang dan malam/hukum alam yang mengatur kehidupan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pengenalan konsep Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti
  • Asesmen unjuk kerja lisan (bercerita) selama kegiatan inti mengaplikasi menggunakan lembar observasi bercerita

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan contoh perwujudan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti di alam semestaBelum mampu menceritakan contoh perwujudan Wibhu Sakti maupun Prabhu Sakti, atau cerita tidak sesuai dengan konsep kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa.Mampu menceritakan 1 contoh perwujudan (hanya Wibhu Sakti saja atau Prabhu Sakti saja) dengan bantuan panduan kartu cerita atau bimbingan guru (Acuan peristiwa: Wibhu Sakti berupa keberadaan udara/Atman; Prabhu Sakti berupa peredaran benda langit/hukum alam).Mampu menceritakan 2 contoh perwujudan yang mencakup Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti secara tepat sesuai acuan materi dengan runtut meskipun masih melihat kartu panduan (Acuan: Wibhu Sakti = udara yang meresap/Atman kehidupan; Prabhu Sakti = keteraturan matahari dan planet/hukum kehidupan makhluk).Mampu menceritakan minimal 2 contoh perwujudan per kemahakuasaan (total minimal 4 contoh perwujudan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti) secara mandiri, runtut, dan tepat tanpa melihat kartu panduan (Acuan lengkap: (1) Wibhu Sakti pada udara/oksigen, (2) Wibhu Sakti pada Atman makhluk hidup, (3) Prabhu Sakti pada peredaran matahari dan planet-planet, (4) Prabhu Sakti pada keteraturan hukum kelahiran, kehidupan, dan kematian makhluk hidup).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi permainan berpasangan 'Estafet Kemahakuasaan' efektif membantu semua murid berani dan lancar menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan membedakan perwujudan antara Wibhu Sakti (Maha Ada) dan Prabhu Sakti (Maha Kuasa) dalam peristiwa alam?

Murid:

  • Contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa yang mana yang paling mudah dan paling menarik kamu ceritakan kepada temanmu?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Hyang Widhi Wasa selalu ada di sekitarmu dan menguasai seluruh alam semesta ini?

Pertemuan 5 — Menceritakan Contoh Perwujudan Kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti di Alam Semesta — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.4 Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan contoh perwujudan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti di alam semesta (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan mengenai konsep Jnana Sakti dan Kriya Sakti dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti Jnana Sakti dan sebutkan 1 contohnya?' (acuan: Maha Tahu/Maha Mengetahui, contoh: mengetahui perbuatan baik-buruk manusia/dura darsana/dura srawana), dan (2) 'Apa arti Kriya Sakti dan sebutkan 1 contohnya?' (acuan: Maha Karya, contoh: menciptakan tata surya/menumbuhkan tanaman/mengatur pergantian siang dan malam) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 gambar perwujudan kemahakuasaan di alam: Gambar 1 (keteraturan peredaran planet dan pergantian siang-malam sebagai bukti Kriya Sakti) dan Gambar 2 (orang bertapa dan hukum karma di mana Hyang Widhi mengetahui isi hati dan perilaku manusia sebagai bukti Jnana Sakti) melalui panduan buku guru/siswa (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang contoh konkret perwujudan Jnana Sakti (Hyang Widhi Maha Tahu masa lalu, masa kini, dan masa depan; mendengar doa dalam hati; mengetahui karma setiap makhluk) dan Kriya Sakti (Hyang Widhi Maha Karya menciptakan alam semesta, menumbuhkan pepohonan, menggerakkan angin, dan mengatur hukum alam/Rta) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan 'Kotak Sakti Bercerita': murid duduk melingkar, musik gending Bali diputar singkat sambil mengestafetkan sebuah bola; murid yang memegang bola saat musik berhenti mengambil 1 kartu tantangan cerita (ada 2 pilihan kartu: Kartu A berisi contoh Jnana Sakti dan Kartu B berisi contoh Kriya Sakti) untuk kemudian menceritakan contoh tersebut (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid berlatih menceritakan 1 contoh kemahakuasaan Jnana Sakti dan 1 contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta menggunakan panduan kata kunci cerita: nama kemahakuasaan, contoh peristiwa nyata di alam/kehidupan, dan alasan mengapa peristiwa itu membuktikan Hyang Widhi Maha Tahu atau Maha Karya (15 menit).
  • Setiap murid menceritakan secara mandiri di hadapan guru atau kelas 2 contoh perwujudan kemahakuasaan: (1) contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta (acuan: menceritakan Hyang Widhi Maha Mengetahui gerak-gerik ciptaan-Nya, dura darsana/melihat tembus pandang, dura srawana/mendengar dari jauh doa manusia, atau mengetahui jalannya hukum karma), dan (2) contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta (acuan: menceritakan Hyang Widhi menciptakan bumi/tata surya, menumbuhkan benih menjadi pohon, mengatur siklus hujan dan air, atau menggerakkan pergantian musim) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna mendalam bahwa Hyang Widhi selalu mengetahui perbuatan kita (Jnana Sakti) dan karya-Nya ada di seluruh alam (Kriya Sakti), sehingga manusia harus selalu berbuat dharma dan merawat alam ciptaan-Nya (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap cerita murid mengenai ketepatan contoh perwujudan Jnana Sakti dan Kriya Sakti yang telah diceritakan (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk bersiap menghadapi asesmen sumatif bab pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu bergambar dengan frasa kunci contoh Jnana Sakti dan Kriya Sakti bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pertanyaan pemantik berurutan saat bercerita (misalnya: 'Apa yang terjadi pada benih saat tumbuh?', 'Siapa yang berkarya membuatnya tumbuh?'); murid yang sudah mahir diminta menceritakan 2 variasi contoh berbeda untuk masing-masing sakti secara mandiri.
  • Produk: Penyampaian cerita dapat disampaikan secara lisan langsung di depan kelas atau lisan secara individual kepada guru di meja observasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan konsep di Pendahuluan dengan 2 pertanyaan: (1) 'Sebutkan arti Jnana Sakti dan 1 contoh kemahakuasaan-Nya?' (acuan: Maha Tahu/Mengetahui, contoh: mengetahui perbuatan baik-buruk manusia/dura darsana/dura srawana), dan (2) 'Sebutkan arti Kriya Sakti dan 1 contoh kemahakuasaan-Nya?' (acuan: Maha Karya, contoh: menciptakan tata surya/menumbuhkan tanaman/mengatur pergantian siang dan malam).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja bercerita selama kegiatan Mengaplikasi: guru mencatat pemenuhan cerita murid mengenai 1 contoh perwujudan Jnana Sakti (acuan: Hyang Widhi Maha Tahu perbuatan manusia, mendengar suara hati, melihat masa lalu-kini-nanti, atau mengawasi hukum karma) dan 1 contoh perwujudan Kriya Sakti (acuan: Hyang Widhi Maha Karya menciptakan alam, mengatur edar bumi dan matahari, siklus air/hujan, atau menumbuhkan tanaman) dengan panduan rubrik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: murid menyampaikan 1 simpulan ringkas berupa pasangan kemahakuasaan dan contoh perwujudannya (acuan jawaban: Jnana Sakti = Maha Tahu isi hati/perbuatan semua makhluk; Kriya Sakti = Maha Karya menciptakan dan menggerakkan alam semesta seisinya).

Formatif:

  • Unjuk kerja menceritakan lisan contoh perwujudan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti di alam semesta

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta (Acuan cerita: Hyang Widhi Maha Mengetahui pikiran/perbuatan manusia, mengetahui masa lalu/kini/depan, dura darsana/melihat jarak jauh, atau dura srawana/mendengar segala suara)Belum mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta atau contoh yang diceritakan keliru dan tidak sesuai acuan.Mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta sesuai acuan namun membutuhkan bimbingan intensif dan rangsangan pertanyaan dari guru.Mampu menceritakan 1 contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta secara tepat sesuai acuan dengan mandiri.Mampu menceritakan lebih dari 1 contoh kemahakuasaan Jnana Sakti di alam semesta secara tepat sesuai acuan dengan runtut dan mandiri.
Menceritakan contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta (Acuan cerita: Hyang Widhi Maha Karya menciptakan alam semesta, keteraturan gerak planet/peredaran matahari dan bulan, proses tumbuhnya makhluk hidup/tanaman, atau keteraturan siklus air dan angin/hukum Rta)Belum mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta atau contoh yang diceritakan keliru dan tidak sesuai acuan.Mampu menceritakan contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta sesuai acuan namun membutuhkan bimbingan intensif dan rangsangan pertanyaan dari guru.Mampu menceritakan 1 contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta secara tepat sesuai acuan dengan mandiri.Mampu menceritakan lebih dari 1 contoh kemahakuasaan Kriya Sakti di alam semesta secara tepat sesuai acuan dengan runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menceritakan contoh nyata kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti tanpa tertukar dengan bagian Cadu Sakti lainnya?
  • Apakah permainan 'Kotak Sakti Bercerita' efektif menumbuhkan keberanian dan kegembiraan murid saat bercerita di depan kelas?

Murid:

  • Contoh perwujudan Jnana Sakti dan Kriya Sakti apa yang paling kamu sukai saat bercerita tadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Tahu dan Maha Karya di alam semesta?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.2.1 Menjelaskan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti beserta bagian-bagiannya
  • TP 4.2.2 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti
  • TP 4.2.3 Menunjukkan kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Jnana Sakti dan Kriya Sakti
  • TP 4.2.4 Menceritakan contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, mengecek kehadiran, dan menata ruang ujian untuk sesi tes tertulis dan unjuk kerja mandiri (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-6 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif Bab 2 Cadu Sakti yang terdiri atas dua bagian: tes tertulis mandiri serentak dan unjuk kerja bercerita secara bergiliran di meja guru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar tes tertulis sumatif Bab 2 kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 6 butir soal isian/uraian tertulis: Bagian I Menjelaskan Cadu Sakti dan bagian-bagiannya (Soal 1: arti Cadu Sakti; Soal 2: empat bagian Cadu Sakti), Bagian II Menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti (Soal 3: bukti Hyang Widhi meresap di segala tempat/Wibhu Sakti; Soal 4: bukti Hyang Widhi mengatur kelahiran/utpeti, kehidupan/sthiti, kematian/pralina sebagai Prabhu Sakti), Bagian III Menunjukkan kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti (Soal 5: bukti kemahatahuan Hyang Widhi atas masa lalu/atita, kini/wartamana, depan/nagata sebagai Jnana Sakti; Soal 6: bukti Hyang Widhi Maha Karya menciptakan dan menggerakkan alam semesta sebagai Kriya Sakti), serta petunjuk antrean unjuk kerja bercerita (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan lembar asesmen tertulis sumatif secara mandiri dan hening selama 38 menit dengan butir soal dan kunci jawaban acuan guru: Soal 1 Pengertian Cadu Sakti (kunci: empat kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa); Soal 2 Empat bagian Cadu Sakti (kunci: Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, Kriya Sakti); Soal 3 Menunjukkan bukti Wibhu Sakti (kunci: Hyang Widhi Maha Ada, meresap di seluruh alam semesta dan semua makhluk/wyapi wyapaka); Soal 4 Menunjukkan bukti Prabhu Sakti (kunci: Hyang Widhi Maha Kuasa mengatur perputaran kelahiran/utpeti, pemeliharaan/sthiti, dan peleburan/pralina); Soal 5 Menunjukkan bukti Jnana Sakti (kunci: Hyang Widhi Maha Tahu/sarwajna, mengetahui masa lalu/atita, masa kini/wartamana, dan masa depan/nagata); Soal 6 Menunjukkan bukti Kriya Sakti (kunci: Hyang Widhi Maha Karya, bekerja tanpa henti menciptakan, menggerakkan tata surya dan memelihara keteraturan alam semesta/Rta) (38 menit).
  • Setelah 45 menit pertama pembelajaran (meliputi penjelasan dan tes tertulis serentak), lembar tes tertulis dikumpulkan seluruhnya; selanjutnya murid melaksanakan tugas unjuk kerja bercerita lisan secara individual bergiliran di meja guru dengan durasi 2 menit per murid (untuk kapasitas 28-30 murid di kelas) membawakan cerita contoh konkret kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta (misalnya: peredaran matahari dan pergantian siang-malam sebagai Kriya Sakti/Prabhu Sakti, udara yang memenuhi bumi sebagai Wibhu Sakti, dan hukum karma phala yang adil mencatat perbuatan makhluk sebagai Jnana Sakti), sementara murid lain yang menunggu giliran membaca hening pengayaan materi Ramayana pada buku siswa (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan jalannya pengerjaan asesmen sumatif bab 2, menyadari sejauh mana pemahaman mandiri tentang konsep Cadu Sakti telah dikuasai dan diterapkan dalam mengagumi keagungan ciptaan Hyang Widhi Wasa (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi penutupan asesmen sumatif Bab 2, menyampaikan apresiasi atas integritas dan ketertiban seluruh murid selama ujian tertulis dan unjuk kerja (1 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran umum materi pada bab berikutnya, kemudian menutup sesi dengan doa penutup dan parama santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: naskah soal tes tertulis dicetak dengan huruf yang jelas dan ukuran terbaca bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir pertanyaan.
  • Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan waktu membaca soal diberikan kesempatan membaca dengan pendampingan pembacaan instruksi butir soal secara netral tanpa memberi petunjuk jawaban.
  • Produk: Akomodasi akses: pada unjuk kerja bercerita lisan, murid yang memiliki kecemasan berbicara di depan kelas bercerita langsung di meja guru secara personal tatap muka tanpa ditonton seluruh kelas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen sumatif di meja masing-masing: kesiapan alat tulis dan konfirmasi nomor urut giliran unjuk kerja bercerita.

Proses:

  • Observasi kepatuhan pengerjaan mandiri selama tes tertulis serentak 38 menit dan pencatatan lembar amatan performa saat rotasi unjuk kerja bercerita 2 menit per murid.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja bercerita individual: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan bagian-bagian dan contoh kemahakuasaan Cadu Sakti, serta rekaman observasi cerita lisan murid mengenai contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa di alam semesta
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara serentak, memuat penjelasan bagian Cadu Sakti serta isian singkat/jawaban menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, dan Kriya Sakti (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • unjuk kerja bercerita lisan secara rotasi: penampilan bercerita lisan murid selama 2 menit per murid secara bergiliran di meja guru tentang contoh nyata kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi kapasitas 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: kesesuaian konsep Cadu Sakti di alam, kelancaran lisan, dan contoh konkret))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis serentak dan unjuk kerja bercerita individual: lembar jawaban tertulis berisi penjelasan bagian-bagian dan contoh kemahakuasaan Cadu Sakti, serta rekaman observasi cerita lisan murid mengenai contoh kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa di alam semesta
  • tes tertulis serentak: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara serentak, memuat penjelasan bagian Cadu Sakti serta isian singkat/jawaban menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, dan Kriya Sakti (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • unjuk kerja bercerita lisan secara rotasi: penampilan bercerita lisan murid selama 2 menit per murid secara bergiliran di meja guru tentang contoh nyata kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa sebagai Cadu Sakti di alam semesta (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi kapasitas 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: kesesuaian konsep Cadu Sakti di alam, kelancaran lisan, dan contoh konkret))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan 4 bagian Cadu Sakti (TP 4.2.1) [Acuan: Cadu Sakti = 4 kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa; Bagian: (1) Wibhu Sakti, (2) Prabhu Sakti, (3) Jnana Sakti, (4) Kriya Sakti]Belum mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti dan hanya menuliskan 1 dari 4 nama bagian Cadu Sakti secara tepat.Mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti dengan tepat, serta menyebutkan 2 dari 4 bagian Cadu Sakti dengan tepat.Mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti dengan tepat, serta menyebutkan 3 dari 4 bagian Cadu Sakti dengan tepat.Mampu menjelaskan pengertian Cadu Sakti dengan tepat dan menyebutkan seluruh 4 bagian Cadu Sakti (Wibhu Sakti, Prabhu Sakti, Jnana Sakti, Kriya Sakti) secara lengkap dan tepat.
Menunjukkan kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti (TP 4.2.2) [Acuan: Wibhu Sakti = Hyang Widhi Maha Ada/meresap di segala ciptaan; Prabhu Sakti = Hyang Widhi Maha Kuasa/mengatur utpeti, sthiti, pralina]Belum mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Wibhu Sakti maupun Prabhu Sakti sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan salah satu bagian saja (hanya Wibhu Sakti atau hanya Prabhu Sakti) sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti, namun salah satu penjelasan bukti masih kurang lengkap sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Wibhu Sakti (Maha Ada/meresap) dan Prabhu Sakti (Maha Kuasa/mengatur penciptaan, pemeliharaan, peleburan) secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban.
Menunjukkan kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti (TP 4.2.3) [Acuan: Jnana Sakti = Hyang Widhi Maha Tahu/mengetahui atita, wartamana, nagata; Kriya Sakti = Hyang Widhi Maha Karya/mengatur keteraturan alam/Rta]Belum mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Jnana Sakti maupun Kriya Sakti sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan salah satu bagian saja (hanya Jnana Sakti atau hanya Kriya Sakti) sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti, namun salah satu penjelasan bukti masih kurang lengkap sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menunjukkan bukti kemahakuasaan Jnana Sakti (Maha Tahu/tri zaman) dan Kriya Sakti (Maha Karya/menggerakkan alam dan menjaga hukum Rta) secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban.
Menceritakan contoh kemahakuasaan Cadu Sakti di alam semesta (TP 4.2.4) [Acuan: kelengkapan contoh konkret nyata Cadu Sakti di alam (misal: peredaran tata surya, udara/jiwa makhluk, hukum keteraturan alam, penciptaan bumi)]Menceritakan contoh peristiwa alam tetapi tidak mengaitkannya dengan salah satu pun bagian kemahakuasaan Cadu Sakti.Menceritakan 1 contoh konkret perwujudan kemahakuasaan di alam semesta dan mengaitkannya dengan 1 bagian Cadu Sakti secara tepat.Menceritakan 2 contoh konkret perwujudan kemahakuasaan di alam semesta dan mengaitkannya dengan 2 bagian Cadu Sakti secara tepat.Menceritakan minimal 3 contoh konkret perwujudan kemahakuasaan di alam semesta dan mengaitkannya dengan bagian-bagian Cadu Sakti secara tepat, runtut, dan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes tertulis serentak (38 menit pengerjaan) dan unjuk kerja bercerita lisan (2 menit per anak) berjalan efektif dan mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian Cadu Sakti manakah yang masih sering tertukar oleh murid dalam lembar jawaban tertulis maupun cerita lisan?

Murid:

  • Bagian mana dari tes tertulis dan unjuk kerja bercerita Cadu Sakti yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
  • Bagaimana pemahamanku tentang Cadu Sakti membantuku lebih menghormati dan menjaga alam ciptaan Hyang Widhi Wasa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021) Bab 2 Subbab 1 dan 2
  3. Kartu nama dan arti bagian Cadu Sakti
  4. Papan tulis dan spidol
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Subbab 3)
  7. Set kartu tantangan peristiwa kemahakuasaan (Wibhu Sakti dan Prabhu Sakti)
  8. Lembar Kerja Murid (LKPD) identifikasi kemahakuasaan Cadu Sakti
  9. Buku Siswa: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 2, Subbab 2 & 4).
  10. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek, 2021.
  11. Set Kartu Permainan 'Pilah Kemahakuasaan' (6 kartu berisi pernyataan kemahakuasaan Jnana Sakti dan Kriya Sakti).
  12. Lembar Kerja Mandiri murid.
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
  15. Gambar/foto peredaran tata surya, matahari terbit, dan lingkungan alam hidup
  16. 4 Kartu Cerita Peristiwa Kemahakuasaan Hyang Widhi Wasa
  17. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI 2021, Bab 2: Cadu Sakti)
  18. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI 2021, Bab 2)
  19. Gambar/poster peredaran tata surya, siklus alam (Kriya Sakti), dan ilustrasi manusia berbuat baik/berdoa (Jnana Sakti)
  20. Kartu tantangan cerita 'Kotak Sakti' dan bola kecil untuk permainan
  21. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Cadu Sakti
  22. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek 2021
  23. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2 Cadu Sakti dan Lembar Penilaian Observasi Unjuk Kerja Cerita Lisan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.