Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Dainika Upasana: Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Dainika Upasana: Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Dainika Upasana: Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Dainika Upasana: Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikDainika Upasana: Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melafalkan Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja dengan lafal yang benar setelah menirukan guru
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa mengucapkan Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja merupakan wujud rasa syukur dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang pernah berdoa sebelum belajar di sekolah atau di rumah?
  2. Mengapa kita perlu berdoa kepada Hyang Widhi Wasa setiap hari?
  3. Apakah kalian tahu doa apa saja yang bisa kita ucapkan untuk bersyukur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam Om Swastyastu dan mengajak murid berdoa bersama mengucapkan mantram panganjali
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar dengan suasana tenang dan nyaman
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid berdoa di rumah atau sekolah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tiga doa penting yaitu Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan bahwa Dainika Upasana adalah doa sehari-hari umat Hindu sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru memperkenalkan Ganesha Puja sebagai doa memohon kelancaran dalam memulai kegiatan, Saraswati Puja untuk memohon kepandaian dan kebijaksanaan, serta Guru Puja untuk menghormati dan bersyukur kepada guru
  • Guru menampilkan gambar Dewa Ganesha, Dewi Saraswati, dan seorang guru sambil menjelaskan fungsi masing-masing puja dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak kelas 1
  • Guru melafalkan mantram Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja dengan lafal yang jelas dan perlahan, murid mendengarkan dengan seksama
  • Guru mengajak murid mengamati gerakan tangan panganjali yang benar saat mengucapkan doa

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengucapkan mantram Ganesha Puja kalimat per kalimat, murid menirukan secara bersama-sama dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan
  • Guru mengucapkan mantram Saraswati Puja kalimat per kalimat, murid menirukan dengan lafal yang benar sambil melakukan sikap panganjali
  • Guru mengucapkan mantram Guru Puja kalimat per kalimat, murid menirukan dengan penuh rasa hormat dan syukur
  • Guru membagi murid berpasangan, satu murid melafalkan doa, pasangannya mendengarkan dan memberi tanda centang bila lafal sudah benar (sesuai aktivitas di Buku Siswa)
  • Guru berkeliling membimbing dan memberikan umpan balik positif kepada setiap pasangan, memastikan semua murid terlibat aktif
  • Guru mengajak murid mempraktikkan ketiga puja secara berurutan dengan suasana gembira namun tetap khusyuk

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar tiga doa penting ini?
  • Guru memfasilitasi murid untuk mengungkapkan pemahaman mereka: Mengapa kita perlu berdoa kepada Hyang Ganesha, Dewi Saraswati, dan Guru?
  • Murid secara bergantian menyampaikan kapan mereka bisa menggunakan doa-doa ini dalam kehidupan sehari-hari (misal: Ganesha Puja sebelum perjalanan, Saraswati Puja sebelum belajar, Guru Puja saat bertemu guru)
  • Guru menegaskan bahwa mengucapkan ketiga puja ini adalah bentuk rasa syukur dan bhakti kita kepada Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan kemudahan, kepandaian, dan bimbingan melalui guru
  • Guru mengajak murid berkomitmen untuk membiasakan mengucapkan doa-doa ini setiap hari di rumah dan sekolah

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid melafalkan salah satu dari tiga puja secara mandiri
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru memberikan tugas ringan: berlatih melafalkan ketiga puja di rumah bersama orang tua
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mengucapkan mantram paramasantih bersama-sama
  • Guru mengucapkan salam penutup Om Santih Santih Santih Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar hafal dapat mempelajari arti dari setiap mantram, sementara murid yang masih kesulitan fokus pada pelafalan yang benar terlebih dahulu
  • Proses: Murid yang cepat menangkap dapat membantu teman yang masih kesulitan dalam kegiatan berpasangan. Murid yang membutuhkan bantuan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru dengan pengulangan lebih banyak
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat melafalkan ketiga puja secara berurutan tanpa bimbingan, murid yang masih belajar dapat melafalkan dengan bantuan guru atau teman

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: Siapa yang sudah pernah berdoa sebelum belajar? Doa apa yang kalian ucapkan?
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang doa-doa dalam Dainika Upasana

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mendengarkan penjelasan guru tentang ketiga puja
  • Penilaian kemampuan murid menirukan lafal mantram dengan benar saat kegiatan bersama
  • Checklist sederhana dalam aktivitas berpasangan: apakah teman sudah bisa melafalkan dengan benar
  • Observasi sikap panganjali dan kekhusyukan murid saat mempraktikkan doa

Akhir:

  • Tes praktik individu: murid melafalkan Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja dengan lafal yang benar
  • Tes lisan: murid menjelaskan dengan bahasa sendiri bahwa mengucapkan ketiga puja adalah wujud syukur dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  • Penilaian sikap: kesungguhan dan rasa hormat murid saat mengucapkan doa

Formatif:

  • Observasi saat murid menirukan lafal mantram: ketepatan lafal dan sikap panganjali
  • Penilaian teman sejawat dalam kegiatan berpasangan menggunakan checklist sederhana
  • Tanya jawab lisan tentang fungsi dan makna ketiga puja

Sumatif:

  • Praktik individu melafalkan salah satu atau ketiga puja dengan lafal yang benar
  • Kemampuan menjelaskan secara sederhana mengapa kita mengucapkan ketiga puja sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelafalan MantramMurid belum dapat melafalkan mantram dengan benar meskipun sudah dibimbing guru berkali-kaliMurid dapat melafalkan sebagian kecil mantram dengan benar dengan bantuan penuh dari guruMurid dapat melafalkan mantram dengan lafal yang cukup benar dengan sedikit bantuan guruMurid dapat melafalkan ketiga mantram dengan lafal yang benar secara mandiri dan lancar
Pemahaman MaknaMurid belum dapat menjelaskan mengapa kita mengucapkan ketiga pujaMurid dapat menyebutkan bahwa doa itu penting tetapi belum dapat menjelaskan hubungannya dengan rasa syukurMurid dapat menjelaskan bahwa mengucapkan doa adalah untuk bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa dengan bimbingan guruMurid dapat menjelaskan dengan bahasa sendiri bahwa mengucapkan ketiga puja adalah wujud syukur dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
Sikap dan KekhusyukanMurid belum menunjukkan sikap panganjali yang benar dan sering tidak fokus saat berdoaMurid sesekali melakukan sikap panganjali dengan benar tetapi masih sering kurang fokusMurid menunjukkan sikap panganjali yang benar dan cukup khusyuk saat mengucapkan doaMurid menunjukkan sikap panganjali yang sempurna, khusyuk, dan penuh kesadaran saat mengucapkan doa
Partisipasi dalam PembelajaranMurid pasif dan tidak terlibat dalam kegiatan pembelajaranMurid mengikuti kegiatan tetapi masih perlu banyak motivasi dari guruMurid aktif mengikuti kegiatan dan sesekali membantu temanMurid sangat aktif, antusias, dan membantu teman yang kesulitan dalam kegiatan berpasangan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat melafalkan ketiga puja dengan lafal yang benar?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid yang masih kesulitan menghafal?
  • Bagaimana cara meningkatkan kekhusyukan murid saat mengucapkan doa?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apakah kamu sudah bisa melafalkan Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar doa-doa penting ini?
  • Kapan kamu akan menggunakan doa-doa ini dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang masih sulit bagimu dalam belajar hari ini?
  • Apakah kamu akan membiasakan berdoa setiap hari sebagai wujud syukur kepada Hyang Widhi Wasa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  3. Gambar Dewa Ganesha, Dewi Saraswati, dan Guru (bisa dari buku atau media visual)
  4. Teks mantram Ganesha Puja, Saraswati Puja, dan Guru Puja yang ditulis besar di kertas karton
  5. Lembar aktivitas berpasangan untuk checklist pelafalan teman
  6. Media audio rekaman pelafalan mantram yang benar (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.