Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Kramaning Sembah dan Panganjali–Paramasantih

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Praktik Kramaning Sembah dan Panganjali–Paramasantih". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Kramaning Sembah dan Panganjali–Paramasantih

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Praktik Kramaning Sembah dan Panganjali–Paramasantih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPraktik Kramaning Sembah dan Panganjali–Paramasantih
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan rangkaian kramaning sembah secara lengkap dengan sikap dan lafal yang benar
  2. Murid dapat mempraktikkan salam panganjali dan paramasantih beserta sikap yang benar sebagai bagian dari tata cara persembahyangan Hindu

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita mengucapkan terima kasih kepada Hyang Widhi Wasa?
  2. Pernahkah kalian melihat orang tua kalian sembahyang? Sikap apa saja yang mereka lakukan?
  3. Apa salam yang kalian ucapkan saat bertemu teman Hindu lainnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan mengajak murid menjawab bersama-sama
  • Guru mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran dengan mantram pendek
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid sembahyang di rumah atau di pura
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar cara melakukan kramaning sembah dan mengucapkan salam dalam agama Hindu
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian kramaning sembah sebagai rangkaian sembahyang setelah Tri Sandhya dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami murid kelas 1
  • Guru menunjukkan gambar atau video kramaning sembah untuk memberikan gambaran visual kepada murid
  • Guru memperagakan rangkaian kramaning sembah secara perlahan sambil menjelaskan setiap sikap: sembah tanpa sarana, sembah dengan bija dan tirtha, pemujaan kepada Siwa Raditya, Ista Dewata, dan leluhur
  • Guru mengenalkan salam panganjali (Om Swastyastu) dan paramasantih (Om Santih Santih Santih Om) dengan menjelaskan makna dan kapan digunakan
  • Murid mengamati dengan seksama demonstrasi guru dan diberi kesempatan bertanya jika ada yang kurang jelas

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 orang) untuk praktik bersama
  • Guru membimbing murid mempraktikkan kramaning sembah secara bertahap: dimulai dari sikap sembah tanpa sarana (2 kali), lalu dengan sarana bija dan tirtha (3 kali)
  • Murid mempraktikkan mantram kramaning sembah secara bersama-sama dipandu guru: Om Hyang Widhi Wasa Parama Kawi, Om Dewa Suksma Parama Acintyaya, Om Siwa Raditya, Om Ista Dewata, Om Pitara-Pitari
  • Guru membimbing murid mempraktikkan sikap tangan anjali yang benar saat mengucapkan salam panganjali dan paramasantih
  • Murid berlatih saling memberi salam Om Swastyastu dan menjawab Om Swastyastu dengan sikap anjali yang benar
  • Murid mempraktikkan mengucapkan Om Santih Santih Santih Om sebagai penutup persembahyangan dengan sikap tenang dan khusyuk
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan koreksi kepada setiap kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar kramaning sembah?
  • Murid berbagi pengalaman dan kesulitan yang dihadapi saat mempraktikkan kramaning sembah
  • Guru meminta beberapa murid maju ke depan untuk mendemonstrasikan kramaning sembah secara mandiri dan teman-teman memberikan apresiasi
  • Guru memberikan umpan balik positif dan memperbaiki jika masih ada yang kurang tepat dengan cara yang lembut dan membangun
  • Murid merefleksikan: Apakah saya sudah bisa melakukan kramaning sembah dengan benar? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Guru mengajak murid berkomitmen untuk mempraktikkan kramaning sembah saat sembahyang di rumah atau di pura

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid mendemonstrasikan kramaning sembah dan salam panganjali-paramasantih secara mandiri
  • Guru memberikan penguatan bahwa kramaning sembah adalah cara kita menunjukkan bhakti dan syukur kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru memberikan tugas pembiasaan: murid diminta mempraktikkan kramaning sembah saat sembahyang bersama keluarga di rumah
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid mengucapkan salam paramasantih bersama-sama: Om Santih Santih Santih Om
  • Guru mengucapkan salam penutup Om Santih, Om Astungkara

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah fasih dapat diberikan mantram tambahan dalam kramaning sembah, sementara murid yang kesulitan cukup fokus pada gerakan sembah dan satu mantram dasar
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat menjadi tutor sebaya membantu teman yang membutuhkan bimbingan tambahan. Murid yang lambat diberikan waktu lebih banyak dan bimbingan individual dari guru
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat mendemonstrasikan kramaning sembah lengkap di depan kelas, sementara murid yang masih belajar dapat mendemonstrasikan sebagian gerakan dengan bimbingan guru

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: Siapa yang pernah sembahyang bersama orang tua? Coba ceritakan bagaimana caranya
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang sikap sembahyang dan salam dalam agama Hindu

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mempraktikkan kramaning sembah dalam kelompok: mengamati sikap anjali, posisi duduk, dan kekhusyukan
  • Mengamati kemampuan murid melafalkan mantram kramaning sembah dengan bimbingan guru
  • Memberikan umpan balik segera saat murid praktik untuk perbaikan
  • Penilaian diri: murid diminta menilai seberapa baik mereka bisa melakukan gerakan

Akhir:

  • Praktik individu: murid diminta mempraktikkan kramaning sembah lengkap (sikap sembah, mantram, dan urutan yang benar)
  • Praktik salam: murid mempraktikkan panganjali dan paramasantih dengan sikap anjali yang tepat
  • Penilaian menggunakan rubrik dengan 4 level perkembangan

Formatif:

  • Observasi sikap dan lafal murid saat mempraktikkan kramaning sembah dalam kelompok
  • Penilaian sejawat: murid mengamati teman dan memberikan apresiasi
  • Tanya jawab interaktif selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Praktik individu kramaning sembah secara lengkap di depan guru
  • Demonstrasi pengucapan salam panganjali dan paramasantih dengan sikap yang benar

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sikap Anjali (tangan menyatu di depan dada)Murid belum bisa menyatukan tangan dengan benar, jari-jari tidak rapatMurid dapat menyatukan tangan tetapi posisi masih belum tepat di depan dadaMurid dapat menyatukan tangan dengan posisi yang tepat di depan dada tetapi jari masih kurang rapatMurid dapat menyatukan tangan dengan sempurna: ujung jari rapat, posisi tepat di depan dada, sikap khusyuk
Urutan Kramaning SembahMurid belum memahami urutan kramaning sembah, melakukan secara acakMurid dapat melakukan beberapa bagian kramaning sembah tetapi urutannya masih terbalik-balikMurid dapat melakukan kramaning sembah dengan urutan yang benar tetapi masih perlu diingatkanMurid dapat melakukan kramaning sembah dengan urutan yang lengkap dan benar secara mandiri
Lafal MantramMurid belum dapat melafalkan mantram, masih terbata-bata atau salahMurid dapat melafalkan sebagian mantram dengan bimbingan guruMurid dapat melafalkan mantram dengan cukup jelas tetapi masih ada beberapa kesalahan kecilMurid dapat melafalkan mantram dengan jelas, tepat, dan lancar
Salam Panganjali dan ParamasantihMurid belum dapat mengucapkan salam dengan benarMurid dapat mengucapkan Om Swastyastu tetapi sikap anjali masih kurang tepatMurid dapat mengucapkan salam panganjali dan paramasantih dengan sikap anjali yang tepatMurid dapat mengucapkan salam panganjali dan paramasantih dengan sikap anjali sempurna, jelas, dan penuh keyakinan
Kekhusyukan dan KesungguhanMurid tampak tidak fokus, sering menoleh atau bermain saat praktikMurid mulai menunjukkan kesungguhan tetapi masih mudah tergangguMurid menunjukkan sikap khusyuk dan serius saat mempraktikkan kramaning sembahMurid sangat khusyuk, tenang, dan penuh kesadaran saat mempraktikkan kramaning sembah, menunjukkan sikap bhakti

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat mempraktikkan kramaning sembah dengan benar? Siapa yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
  • Metode demonstrasi dan praktik langsung yang saya gunakan, apakah sudah efektif untuk murid kelas 1?
  • Bagaimana saya bisa membuat pembelajaran kramaning sembah lebih bermakna dan menyenangkan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan saat belajar kramaning sembah hari ini?
  • Bagian mana dari kramaning sembah yang masih sulit untuk saya lakukan?
  • Apakah saya sudah bisa melakukan salam Om Swastyastu dengan benar?
  • Apakah saya akan mempraktikkan kramaning sembah saat sembahyang di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Gambar atau poster rangkaian kramaning sembah
  4. Video demonstrasi kramaning sembah (jika tersedia)
  5. Sarana persembahyangan sederhana: bunga, air tirtha (atau pengganti), dupa (opsional)
  6. Kartu bergambar sikap-sikap dalam kramaning sembah

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.