Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal dan Membaca Mantram Tri Sandhya Bait 1–2

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal dan Membaca Mantram Tri Sandhya Bait 1–2". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal dan Membaca Mantram Tri Sandhya Bait 1–2

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal dan Membaca Mantram Tri Sandhya Bait 1–2

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal dan Membaca Mantram Tri Sandhya Bait 1–2
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membaca mantram Tri Sandhya bait pertama dan kedua dengan lafal yang benar setelah menirukan guru
  2. Murid dapat menghubungkan pelaksanaan Tri Sandhya sebagai wujud sraddha dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang pernah mendengar mantram Tri Sandhya di rumah atau pura?
  2. Mengapa kita perlu berdoa kepada Hyang Widhi Wasa setiap hari?
  3. Bagaimana perasaan kalian ketika berdoa dengan tenang dan khusyuk?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam Om Swastyastu dan mengajak murid duduk dengan sikap tenang
  • Guru dan murid bersama-sama melantunkan mantram panganjali untuk memulai pembelajaran dengan khusyuk
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dengan lafal yang benar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: Siapa yang sudah pernah mendengar mantram Tri Sandhya? Kapan kalian mendengarnya?
  • Guru menjelaskan bahwa Tri Sandhya adalah doa pokok umat Hindu untuk mengungkapkan syukur dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan teks mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dalam ukuran besar (papan tulis atau media visual) agar semua murid dapat melihat dengan jelas
  • Guru membacakan mantram bait 1 dengan lafal yang jelas dan pelan, murid menyimak dengan seksama: Om bhur bhuwah swah, tat sawitur warenyam, bhargo dewasya dhimahi, dhiyo yo nah pracodayat
  • Guru menjelaskan makna sederhana bait 1: kita memuji Hyang Widhi Wasa yang menguasai tiga dunia dan memohon penerangan suci pada pikiran kita
  • Guru membacakan mantram bait 2 dengan lafal yang jelas: Om narayana ewedam sarvam yad bhutam yac ca bhavyam, niskalanko niranjano nirvikalpo nirakhyatah suddho dewa eko narayano na dvitiyo asti kascit
  • Guru menjelaskan makna sederhana bait 2: Hyang Widhi Wasa adalah pencipta segala yang ada, suci dan tidak ada duanya
  • Guru mengajak murid mengamati pola kata dan suku kata dalam mantram, menunjukkan cara memisahkan kata dengan jelas

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membacakan mantram bait 1 kalimat per kalimat, murid menirukan bersama-sama dengan suara lantang: Om bhur bhuwah swah (murid menirukan), tat sawitur warenyam (murid menirukan), dan seterusnya
  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4-5 murid), setiap kelompok berlatih membaca mantram bait 1 secara bergantian dengan bimbingan guru
  • Guru berkeliling ke setiap kelompok untuk mendengarkan lafal murid, memberikan koreksi yang lembut dan penguatan positif ketika lafal sudah benar
  • Setelah bait 1 lancar, guru mengulangi proses yang sama untuk bait 2: guru membacakan kalimat per kalimat, murid menirukan
  • Murid berlatih membaca bait 2 dalam kelompok kecil dengan teman sebangku, saling mengoreksi dan membantu
  • Beberapa murid diminta maju ke depan kelas untuk membacakan mantram bait 1 dan 2 secara individu dengan penuh percaya diri
  • Guru memberikan apresiasi dan pujian untuk setiap usaha murid, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan aman

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk dalam lingkaran dan bertanya: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar membaca mantram Tri Sandhya? Apakah ada yang masih sulit?
  • Murid berbagi pengalaman mereka, guru mendengarkan dengan penuh perhatian dan memberikan umpan balik yang membangun
  • Guru menghubungkan kegiatan membaca mantram dengan kehidupan sehari-hari: Kapan kalian bisa menggunakan mantram ini di rumah? (pagi hari, siang, atau sore hari)
  • Guru menjelaskan bahwa dengan melakukan Tri Sandhya setiap hari, kita menunjukkan sraddha (keyakinan) dan bhakti (pengabdian) kita kepada Hyang Widhi Wasa
  • Murid diajak merenungkan: Apa yang bisa kita syukuri hari ini? Bagaimana kita bisa mengungkapkan rasa syukur melalui doa?
  • Setiap murid menuliskan atau menceritakan satu hal yang akan mereka lakukan untuk mempraktikkan Tri Sandhya di rumah (dengan bantuan orang tua jika diperlukan)

Penutup:

  • Guru merangkum pembelajaran: Hari ini kita telah belajar membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2, dan memahami bahwa Tri Sandhya adalah cara kita bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid secara acak membacakan mantram bait 1 atau bait 2 untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
  • Guru memberikan tugas rumah: murid diminta berlatih membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 bersama orang tua di rumah, dan mencatat waktu mereka melakukannya
  • Guru mengajak murid melantunkan mantram paramasantih bersama-sama: Om santih santih santih om
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam Om Santih dan mengingatkan murid untuk selalu berdoa setiap hari

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan teks mantram dengan huruf besar dan berwarna, serta audio rekaman mantram yang dapat didengarkan berulang kali. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan tantangan untuk menghafal mantram dan memahami makna lebih dalam dari setiap kalimat.
  • Proses: Murid yang cepat belajar dapat menjadi tutor sebaya, membantu teman yang masih kesulitan dengan lafal. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberikan kesempatan berlatih lebih lama dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru secara intensif.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang berbeda: membaca lantang di depan kelas, merekam video diri sendiri membaca mantram di rumah, atau menggambar simbol yang mewakili makna mantram (seperti menggambar matahari untuk Hyang Widhi Wasa sebagai sumber cahaya).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang Tri Sandhya: Siapa yang pernah mendengar mantram Tri Sandhya? Di mana kalian mendengarnya?
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang doa dalam agama Hindu

Proses:

  • Observasi guru saat murid berlatih membaca mantram dalam kelompok: mencatat murid yang sudah lancar dan yang masih membutuhkan bimbingan
  • Guru mendengarkan lafal murid secara individu saat berkeliling kelas dan memberikan koreksi langsung
  • Penilaian diri: murid memberi tanda centang pada diri sendiri jika merasa sudah bisa membaca dengan benar

Akhir:

  • Tes praktik membaca: guru meminta 3-4 murid secara acak membacakan mantram Tri Sandhya bait 1 atau 2 untuk mengukur ketercapaian tujuan
  • Guru menanyakan: Mengapa kita perlu melakukan Tri Sandhya setiap hari? (untuk mengecek pemahaman tentang sraddha dan bhakti)
  • Refleksi murid: murid menceritakan apa yang akan mereka lakukan untuk mempraktikkan Tri Sandhya di rumah

Formatif:

  • Observasi guru terhadap lafal dan pelafalan murid saat membaca mantram dalam kelompok
  • Penilaian sejawat saat murid saling mengoreksi dalam kegiatan berpasangan
  • Pertanyaan lisan guru untuk mengecek pemahaman murid tentang makna Tri Sandhya dan hubungannya dengan sraddha dan bhakti

Sumatif:

  • Tes praktik individu: murid membacakan mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 di depan guru dengan dinilai menggunakan rubrik
  • Penilaian sikap: observasi guru terhadap kesungguhan dan sikap khusyuk murid selama pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan lafal mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2Murid belum dapat membaca mantram dengan benar meskipun sudah menirukan guru berkali-kali, banyak kata yang salah lafalMurid dapat membaca mantram dengan bantuan guru atau teman, masih ada beberapa kata yang salah lafal atau tersendatMurid dapat membaca mantram dengan lafal yang sebagian besar benar, hanya 1-2 kata yang masih kurang tepatMurid dapat membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dengan lafal yang benar dan lancar tanpa bantuan
Pemahaman hubungan Tri Sandhya dengan sraddha dan bhaktiMurid belum dapat menjelaskan mengapa kita melakukan Tri Sandhya dan apa hubungannya dengan Hyang Widhi WasaMurid dapat menyebutkan bahwa Tri Sandhya adalah doa, tetapi belum memahami hubungannya dengan sraddha dan bhaktiMurid dapat menjelaskan bahwa Tri Sandhya adalah cara berdoa dan bersyukur kepada Hyang Widhi WasaMurid dapat menjelaskan bahwa Tri Sandhya adalah wujud sraddha (keyakinan) dan bhakti (pengabdian) kita kepada Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta
Sikap khusyuk dan kesungguhan dalam pembelajaranMurid kurang fokus selama pembelajaran, sering berbicara dengan teman atau tidak mengikuti instruksi guruMurid mulai menunjukkan perhatian tetapi masih perlu diingatkan untuk tetap fokusMurid mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh, fokus saat mendengarkan dan berlatihMurid sangat fokus dan khusyuk selama pembelajaran, menunjukkan sikap hormat saat membaca mantram, dan aktif membantu teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dengan lafal yang benar? Siapa yang masih membutuhkan bimbingan tambahan?
  • Apakah metode menirukan dan berlatih dalam kelompok kecil efektif untuk pembelajaran mantram di kelas 1?
  • Bagaimana saya dapat menciptakan suasana yang lebih khusyuk dan bermakna saat murid belajar mantram?
  • Apakah waktu 2x35 menit cukup untuk murid menguasai kedua bait? Perlukah menambah sesi latihan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apakah aku sudah bisa membaca mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dengan benar?
  • Bagaimana perasaanku ketika belajar membaca mantram hari ini? Apakah ada yang sulit?
  • Apa yang akan aku lakukan agar bisa lebih lancar membaca mantram?
  • Kapan aku akan melakukan Tri Sandhya di rumah? Pagi, siang, atau sore hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  3. Kartu bergambar atau poster besar berisi teks mantram Tri Sandhya bait 1 dan 2 dengan huruf yang jelas
  4. Audio rekaman mantram Tri Sandhya yang dibacakan dengan lafal yang benar (opsional, untuk diferensiasi)
  5. Papan tulis dan spidol berwarna untuk menulis mantram
  6. Lingkungan kelas yang tenang dan kondusif untuk pembelajaran spiritual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.