Modul AjarPertemuan 11Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Terpadu Tri Sandhya, Kramaning Sembah, dan Dainika Upasana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Praktik Terpadu Tri Sandhya, Kramaning Sembah, dan Dainika Upasana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Praktik Terpadu Tri Sandhya, Kramaning Sembah, dan Dainika Upasana

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Praktik Terpadu Tri Sandhya, Kramaning Sembah, dan Dainika Upasana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPraktik Terpadu Tri Sandhya, Kramaning Sembah, dan Dainika Upasana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan secara terpadu rangkaian Tri Sandhya lengkap, kramaning sembah, dan doa-doa Dainika Upasana dalam simulasi persembahyangan sehari-hari
  2. Murid dapat menunjukkan sikap khusyuk dan tertib selama praktik persembahyangan sebagai wujud bhakti kepada Hyang Widhi Wasa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian sudah pernah sembahyang bersama keluarga di rumah atau di pura?
  2. Bagaimana perasaan kalian saat berdoa kepada Hyang Widhi Wasa?
  3. Apa saja yang kalian lakukan saat akan melakukan persembahyangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam penganjali (Om Swastyastu) dan mengajak murid duduk dengan sikap yang baik
  • Guru memimpin doa pembuka dengan mantram paramasantih singkat untuk menciptakan suasana khusyuk
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang sudah pernah sembahyang di rumah? Bagaimana caranya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan mempraktikkan cara sembahyang yang lengkap dari awal sampai akhir'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati peralatan persembahyangan yang sudah disiapkan (bunga, dupa, air tirtha) dengan penuh perhatian
  • Guru mendemonstrasikan secara perlahan rangkaian lengkap: sikap duduk (padasana/bajrasana), Tri Sandhya, kramaning sembah (lima sembah), dan penutup dengan mantram paramasantih
  • Murid mengamati dengan seksama setiap gerakan dan sikap guru sambil guru menjelaskan makna setiap tahapan dengan bahasa sederhana
  • Guru mengajak murid menyebutkan urutan persembahyangan: persiapan - Tri Sandhya - kramaning sembah - penutup
  • Guru memberikan kesempatan murid bertanya tentang hal yang belum dipahami

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk praktik bersama dengan suasana yang menyenangkan
  • Setiap kelompok menyiapkan sarana persembahyangan sederhana (bunga, wadah kecil)
  • Murid mempraktikkan bersama-sama dipandu guru: dimulai dari sikap duduk yang benar, mengucapkan mantram Tri Sandhya dengan khusyuk
  • Murid melanjutkan dengan kramaning sembah: sembah pertama (tanpa bunga, tangan di dada), sembah kedua (dengan bunga, persembahan kepada Siwa Raditya), sembah ketiga (dengan bunga, persembahan kepada Ista Dewata), sembah keempat (dengan bunga, memohon anugerah), sembah kelima (tanpa bunga, tangan di atas kepala, mantram paramasantih)
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik positif kepada setiap kelompok, memuji usaha murid dengan tulus
  • Murid berlatih secara berulang dengan bimbingan guru hingga lancar dan merasa percaya diri
  • Beberapa murid diminta maju mempraktikkan di depan kelas sebagai model (pembelajaran sejawat)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi pengalaman: 'Bagaimana perasaan kalian setelah praktik sembahyang tadi?'
  • Murid menceritakan pengalaman mereka: apa yang mudah, apa yang masih sulit, dan bagaimana perasaan saat berdoa dengan khusyuk
  • Guru membimbing murid merefleksi makna persembahyangan sebagai cara mengungkapkan rasa syukur dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa
  • Murid diajak memikirkan: 'Kapan kalian bisa melakukan sembahyang ini di rumah? Pagi atau malam?'
  • Guru memberikan penguatan positif dan memotivasi murid untuk membiasakan persembahyangan sehari-hari

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan mengamati praktik ulang singkat dari 2-3 murid secara acak
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: rangkaian persembahyangan lengkap yang telah dipraktikkan
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi dan usaha mereka
  • Guru memberikan tindak lanjut: 'Coba praktikkan di rumah bersama orang tua, dan ceritakan pengalaman kalian minggu depan'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mantram paramasantih bersama-sama dan salam penutup (Om Santih, Santih, Santih, Om)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah hafal mantram: bisa langsung praktik mandiri. Untuk murid yang belum hafal: guru menyediakan kartu bergambar urutan sembahyang sebagai panduan visual
  • Proses: Murid yang cepat belajar: diberi kesempatan memimpin kelompoknya dan membantu teman. Murid yang lambat: mendapat bimbingan intensif dari guru dan diberi waktu tambahan untuk berlatih dengan tempo yang lebih pelan
  • Produk: Murid yang sudah mahir: diminta mempraktikkan dengan sikap dan mantram yang sempurna. Murid yang masih belajar: cukup menunjukkan urutan yang benar meskipun mantram belum hafal sempurna

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Apakah murid sudah pernah sembahyang? Di mana? Dengan siapa?
  • Observasi pengetahuan awal murid tentang sikap dan sarana persembahyangan

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam kegiatan praktik kelompok
  • Penilaian diri murid: seberapa yakin mereka dengan praktik yang dilakukan
  • Catatan anekdotal guru tentang kemajuan setiap murid selama praktik berlangsung

Akhir:

  • Praktik individu: murid mempraktikkan rangkaian lengkap persembahyangan (Tri Sandhya, kramaning sembah lima tahap, penutup)
  • Lembar observasi sikap: kekhusyukan, ketertiban, dan kelengkapan gerakan
  • Refleksi tertulis sederhana atau lisan: murid menceritakan perasaan dan pengalaman mereka

Formatif:

  • Observasi sikap dan gerakan murid saat praktik berkelompok
  • Penilaian sejawat: murid mengamati teman dan memberikan apresiasi
  • Tanya jawab lisan tentang urutan persembahyangan

Sumatif:

  • Praktik individu mempraktikkan rangkaian lengkap Tri Sandhya dan kramaning sembah
  • Penilaian sikap khusyuk dan tertib selama persembahyangan menggunakan rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan rangkaian persembahyangan (Tri Sandhya, kramaning sembah, penutup)Murid hanya mampu melakukan 1-2 tahapan dengan banyak bantuan guruMurid mampu melakukan 3 tahapan tetapi urutan masih tertukar dan memerlukan bimbinganMurid mampu melakukan semua tahapan dengan urutan yang benar, sesekali memerlukan bantuanMurid mampu melakukan semua tahapan dengan urutan lengkap dan benar secara mandiri
Ketepatan sikap dan gerakan kramaning sembahSikap duduk dan posisi tangan belum tepat, gerakan sembah belum sesuaiSikap duduk sudah cukup baik, tetapi posisi tangan dan gerakan sembah masih kurang tepatSikap duduk dan gerakan sembah sudah tepat, posisi tangan dan penggunaan bunga sudah sesuaiSemua sikap dan gerakan dilakukan dengan tepat, anggun, dan penuh penghayatan
Sikap khusyuk dan tertib selama persembahyanganMurid sering tidak fokus, berbicara dengan teman, atau mengganggu suasanaMurid mulai berusaha tenang tetapi masih sesekali tidak fokus atau bergerak-gerakMurid mampu bersikap tenang, fokus, dan tertib selama persembahyangan berlangsungMurid menunjukkan sikap khusyuk penuh, mata terpejam saat berdoa, dan menghayati setiap mantram dengan tulus
Pengucapan mantram (minimal usaha melafalkan)Murid belum mampu mengikuti atau mengucapkan mantram sama sekaliMurid berusaha mengikuti tetapi masih terbata-bata dan banyak bagian yang terlewatMurid mampu mengucapkan sebagian besar mantram dengan cukup lancar meski belum hafal sempurnaMurid mengucapkan mantram dengan lancar, jelas, dan penuh penghayatan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mempraktikkan rangkaian persembahyangan dengan baik? Siapa yang memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah metode praktik langsung dan kelompok kecil efektif untuk menciptakan suasana yang khusyuk sekaligus menyenangkan?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan pembiasaan persembahyangan rutin agar murid semakin mahir dan khusyuk?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar sembahyang hari ini?
  • Apa bagian yang paling kamu sukai dari kegiatan praktik persembahyangan?
  • Apa yang masih sulit bagimu? Bagaimana kamu akan berlatih lagi?
  • Kapan kamu akan mencoba praktik sembahyang ini di rumah bersama keluarga?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Bab 4: Tri Sandhya dan Dainika Upasana)
  2. Buku Guru: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Panduan Bab 4)
  3. Sarana persembahyangan: bunga (canang sari atau bunga lepas), dupa, air tirtha, wadah kecil
  4. Kartu bergambar urutan kramaning sembah (visual aid untuk murid)
  5. Video tutorial persembahyangan (jika tersedia)
  6. Ruang yang tenang dan bersih untuk praktik persembahyangan (kelas atau ruang ibadah sekolah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.