Modul AjarPertemuan 10Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Dainika Upasana: Doa Makan, Doa Mencuci Tangan, dan Doa Sebelum Tidur

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Dainika Upasana: Doa Makan, Doa Mencuci Tangan, dan Doa Sebelum Tidur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Dainika Upasana: Doa Makan, Doa Mencuci Tangan, dan Doa Sebelum Tidur

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Dainika Upasana: Doa Makan, Doa Mencuci Tangan, dan Doa Sebelum Tidur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikDainika Upasana: Doa Makan, Doa Mencuci Tangan, dan Doa Sebelum Tidur
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melafalkan doa makan, doa mencuci tangan, dan doa sebelum tidur dengan lafal yang benar
  2. Murid dapat menunjukkan perilaku membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sehari-hari sebagai cerminan Tri Kaya Parisudha (manacika)
  3. Murid dapat mempraktikkan gerakan dan sikap yang benar saat mengucapkan doa sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian lakukan sebelum makan di rumah?
  2. Mengapa kita perlu berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan?
  3. Siapa yang sudah pernah berdoa sebelum tidur? Apa yang kalian rasakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan mengajak murid berdoa bersama dengan mantram Tri Sandhya singkat
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kebiasaan berdoa murid di rumah (sebelum makan, mencuci tangan, tidur)
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Doa sehari-hari (Dainika Upasana) yaitu doa makan, doa mencuci tangan, dan doa sebelum tidur
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: Hari ini kita akan belajar tiga doa penting yang digunakan setiap hari
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: Siapa yang sudah berdoa sebelum makan tadi pagi? Apa yang kalian ucapkan?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian Dainika Upasana sebagai doa sehari-hari yang mendekatkan diri kepada Hyang Widhi Wasa
  • Guru menghubungkan kegiatan berdoa dengan Tri Kaya Parisudha bagian manacika (berpikir yang baik) yaitu selalu mengingat Hyang Widhi Wasa dalam setiap kegiatan
  • Guru mendemonstrasikan ketiga doa dengan gerakan dan lafal yang jelas: doa sebelum makan (mantram makan), doa mencuci tangan, dan doa sebelum tidur
  • Murid mengamati guru dengan seksama, memperhatikan gerakan sikap panganjali dan lafal setiap mantram
  • Guru membacakan teks mantram makan: Om Annapataye Swaha, sambil menjelaskan bahwa ini adalah ungkapan syukur atas makanan yang diberikan
  • Guru membimbing murid memahami kapan dan mengapa setiap doa diucapkan dalam kehidupan sehari-hari

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan gerakan panganjali (sikap berdoa) bersama-sama dipandu guru
  • Guru memandu murid melafalkan doa makan kata per kata secara berulang hingga lancar
  • Murid berlatih melafalkan doa mencuci tangan secara berpasangan dengan teman sebangku, saling menyimak dan memberi tanda centang jika sudah benar
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang), setiap kelompok berlatih melafalkan doa sebelum tidur secara bergantian
  • Murid mempraktikkan simulasi kegiatan nyata: guru menyiapkan setting makan bersama (dengan gambar makanan atau alat makan), murid mempraktikkan berdoa sebelum makan dengan sikap dan lafal yang benar
  • Beberapa murid maju ke depan kelas untuk mendemonstrasikan salah satu doa pilihan mereka, teman lain mengamati dan memberikan apresiasi dengan tepuk tangan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan mengajukan pertanyaan refleksi: Bagaimana perasaan kalian setelah belajar berdoa hari ini?
  • Murid berbagi pengalaman: doa mana yang paling mudah diingat dan mengapa
  • Guru membimbing murid mengevaluasi lafal dan gerakan mereka sendiri: Apakah sudah benar? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Murid membuat komitmen pribadi: Aku akan berdoa sebelum... (makan/mencuci tangan/tidur) mulai hari ini
  • Guru menegaskan pentingnya membiasakan berdoa dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud Tri Kaya Parisudha
  • Murid menulis atau menggambar satu kegiatan di mana mereka akan mempraktikkan doa yang baru dipelajari di rumah

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid secara acak melafalkan salah satu doa yang telah dipelajari
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha dan hasil belajar murid hari ini
  • Guru memberikan tugas pembiasaan: Setiap hari di rumah, praktikkan ketiga doa ini dan minta orang tua menandatangani lembar pembiasaan
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pendek tentang berdoa (jika ada) atau membuat yel-yel sederhana bersama
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama mantram Paramasantih dan mengucapkan salam Om Santih Santih Santih Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat mempelajari tambahan doa lain (doa belajar/Saraswati Puja singkat), sedangkan murid yang membutuhkan waktu lebih dapat fokus menguasai satu doa terlebih dahulu (doa makan)
  • Proses: Murid visual diberi kartu bergambar urutan gerakan doa, murid auditori diberi rekaman audio mantram untuk didengar berulang, murid kinestetik diberi kesempatan lebih banyak praktik langsung dengan gerakan
  • Produk: Murid dapat memilih cara menunjukkan pemahaman: melafalkan langsung di depan kelas, merekam video di rumah dengan bantuan orang tua, atau menggambar urutan kegiatan berdoa dalam komik sederhana

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan: Siapa yang sudah pernah berdoa sebelum makan? Doa apa yang kalian ucapkan?
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pengalaman awal mereka tentang kebiasaan berdoa

Proses:

  • Observasi guru saat murid berlatih melafalkan doa secara berpasangan, mencatat murid yang masih kesulitan
  • Penilaian diri murid: mengangkat tangan jika merasa sudah bisa melafalkan dengan benar
  • Penilaian sejawat: teman sebangku memberi tanda centang pada lembar aktivitas jika temannya sudah lancar
  • Guru berkeliling dan memberikan umpan balik langsung saat murid praktik dalam kelompok kecil

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: 3-4 murid dipilih secara acak untuk melafalkan salah satu doa di depan kelas
  • Guru menggunakan rubrik untuk menilai ketepatan lafal, sikap, dan kelancaran
  • Lembar komitmen murid: menuliskan atau menggambar kegiatan berdoa yang akan dipraktikkan di rumah
  • Lembar pembiasaan satu minggu yang akan diisi di rumah dengan tanda tangan orang tua sebagai bukti praktik

Formatif:

  • Observasi selama murid berlatih melafalkan doa secara berpasangan dan kelompok
  • Penilaian sejawat dengan lembar checklist sederhana (teman memberi tanda centang jika lafal benar)
  • Tanya jawab lisan tentang kapan dan mengapa setiap doa diucapkan

Sumatif:

  • Unjuk kerja: murid melafalkan ketiga doa (makan, mencuci tangan, sebelum tidur) dengan sikap panganjali yang benar
  • Lembar pengamatan sikap pembiasaan berdoa selama satu minggu di rumah (dilaporkan orang tua)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Lafal MantramMurid belum dapat melafalkan mantram dengan benar, masih banyak kesalahan pengucapanMurid dapat melafalkan sebagian mantram dengan benar, namun masih perlu banyak bimbinganMurid dapat melafalkan mantram dengan cukup benar, hanya sedikit kesalahanMurid dapat melafalkan mantram dengan sangat jelas dan tepat tanpa kesalahan
Sikap dan Gerakan PanganjaliMurid belum menunjukkan sikap panganjali yang benar saat berdoaMurid menunjukkan sikap panganjali namun masih perlu perbaikan posisiMurid menunjukkan sikap panganjali dengan cukup baik dan khusyukMurid menunjukkan sikap panganjali yang sempurna dengan khusyuk dan penuh kesadaran
Pemahaman Makna dan Waktu Penggunaan DoaMurid belum memahami kapan dan mengapa doa diucapkanMurid mulai memahami kapan doa diucapkan namun belum paham alasannyaMurid memahami kapan dan mengapa doa diucapkan dengan cukup baikMurid memahami dengan jelas kapan, mengapa, dan dapat menjelaskan pentingnya berdoa dalam kehidupan sehari-hari
Kemandirian dan PembiasaanMurid belum menunjukkan inisiatif untuk berdoa tanpa dimintaMurid mulai berdoa namun masih perlu diingatkanMurid sering berdoa dengan inisiatif sendiri meski kadang masih perlu pengingatMurid konsisten berdoa dengan inisiatif sendiri dan menjadi contoh bagi teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode demonstrasi dan praktik langsung efektif untuk murid kelas 1 dalam menguasai lafal mantram?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih intensif dalam melafalkan doa?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan pembiasaan doa ini dalam rutinitas harian di kelas?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan beragam murid?
  • Strategi apa yang paling berhasil dalam membuat pembelajaran ini bermakna dan menggembirakan bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Doa mana yang paling mudah aku ingat? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanku saat belajar berdoa hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagiku dalam melafalkan doa?
  • Kapan aku akan mempraktikkan doa ini di rumah?
  • Apa yang akan aku lakukan agar tidak lupa berdoa setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Kartu bergambar urutan gerakan panganjali dan doa
  4. Lembar aktivitas berpasangan dengan checklist
  5. Lembar pembiasaan doa satu minggu untuk dibawa pulang
  6. Alat peraga: gambar makanan, gambar aktivitas mencuci tangan, gambar suasana tidur
  7. Audio rekaman mantram Dainika Upasana (jika tersedia)
  8. Poster Dainika Upasana yang dipajang di kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.