Modul AjarPertemuan 1Bab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Pengertian Tri Sandhya dan Tata Waktu Sembahyang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Pengertian Tri Sandhya dan Tata Waktu Sembahyang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Pengertian Tri Sandhya dan Tata Waktu Sembahyang

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Pengertian Tri Sandhya dan Tata Waktu Sembahyang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPengertian Tri Sandhya dan Tata Waktu Sembahyang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian Tri Sandhya sebagai doa pokok umat Hindu yang dilaksanakan tiga kali sehari dengan menyebutkan minimal dua makna pentingnya
  2. Murid dapat menyebutkan tiga waktu pelaksanaan Tri Sandhya (pagi, siang, dan sore/malam) dengan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian sudah sembahyang hari ini?
  2. Kapan saja kalian sembahyang setiap harinya?
  3. Siapa yang tahu apa arti Tri Sandhya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid duduk dengan tenang dan nyaman, lalu berdoa bersama menggunakan doa singkat sehari-hari (Dainika Upasana)
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan: 'Sudahkah kalian sembahyang pagi tadi? Apa yang kalian rasakan setelah sembahyang?'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya kepada beberapa murid tentang kebiasaan sembahyang mereka di rumah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang Tri Sandhya dan kapan waktu yang tepat untuk sembahyang
  • Guru menunjukkan gambar Ayu dan Sudarma yang sedang sembahyang dari buku siswa sebagai pengantar cerita

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menceritakan kisah Ayu dan Sudarma yang rajin sembahyang setiap hari dengan penuh semangat dan ekspresi menarik
  • Guru menjelaskan arti kata Tri Sandhya menggunakan bahasa sederhana: Tri artinya tiga, Sandhya artinya sembahyang, jadi Tri Sandhya artinya sembahyang tiga kali
  • Guru mengajak murid mengucapkan kata 'Tri Sandhya' bersama-sama dengan ritme yang menyenangkan (Tri... San-dhya... Tri San-dhya!)
  • Guru menjelaskan mengapa Tri Sandhya penting: untuk mengucap syukur kepada Hyang Widhi Wasa dan memohon perlindungan-Nya sepanjang hari
  • Guru menunjukkan jam dinding besar dan menjelaskan tiga waktu sembahyang: pagi pukul 06.00, siang pukul 12.00, sore/malam pukul 18.00
  • Guru menggerakkan jarum jam sambil menjelaskan setiap waktu sembahyang, murid diminta memperhatikan posisi jarum jam dengan saksama
  • Guru menanyakan kepada murid: 'Kapan kalian biasa sembahyang di rumah?' untuk mengaitkan dengan pengalaman pribadi mereka

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Ayo Berlatih 1' kepada setiap murid
  • Murid mengerjakan soal isian tentang arti Tri, Sandhya, dan berapa kali Tri Sandhya dilakukan dalam sehari
  • Guru berkeliling membantu murid yang kesulitan dengan memberikan petunjuk sederhana
  • Setelah selesai, guru mengajak murid menunjukkan waktu sembahyang pada gambar jam: murid menggambar jarum jam untuk waktu pagi (06.00), siang (12.00), dan sore (18.00)
  • Guru melakukan permainan 'Tebak Waktu Sembahyang': guru menyebutkan aktivitas (bangun tidur, makan siang, sebelum tidur) dan murid menebak waktu sembahyang yang sesuai
  • Murid diminta mempraktikkan sikap sembahyang sederhana (duduk bersila, tangan di dada dalam posisi sembah) sambil guru menjelaskan bahwa ini adalah sikap saat mengucapkan Tri Sandhya
  • Guru mengajak murid mengucapkan niat: 'Mulai besok saya akan rajin sembahyang tiga kali sehari'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Apa yang sudah kalian pelajari hari ini tentang Tri Sandhya?'
  • Beberapa murid diminta menyampaikan dengan bahasa sendiri: pengertian Tri Sandhya dan tiga waktu sembahyang
  • Guru menanyakan: 'Bagaimana perasaan kalian setelah tahu kapan waktu yang tepat untuk sembahyang?'
  • Murid diminta merefleksikan: 'Apakah kalian sudah melakukan Tri Sandhya setiap hari? Jika belum, apa yang akan kalian lakukan mulai besok?'
  • Guru memberikan penguatan positif: 'Sembahyang membuat hati kita tenang dan kita selalu dilindungi Hyang Widhi Wasa'
  • Murid diminta menuliskan atau menggambar satu komitmen: waktu sembahyang mana yang akan mereka lakukan lebih rutin mulai besok

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Tri Sandhya adalah doa pokok umat Hindu yang dilakukan tiga kali sehari (pagi, siang, sore/malam)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid maju ke depan menunjukkan waktu sembahyang pada jam dinding
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru mengingatkan murid untuk mempraktikkan Tri Sandhya di rumah bersama orang tua
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan tambahan informasi tentang makna Tri Sandhya sebagai penghubung manusia dengan Tuhan. Untuk murid yang lambat, guru menggunakan gambar visual jam dinding yang lebih besar dan contoh konkret dari rutinitas harian mereka
  • Proses: Murid yang cepat dapat membantu teman yang kesulitan mengerjakan lembar kerja. Murid yang lambat diberikan bimbingan individual saat mengisi waktu pada gambar jam dan boleh menggunakan jam mainan untuk latihan tambahan
  • Produk: Murid yang cepat diminta menggambar diri mereka sendiri sedang sembahyang di tiga waktu berbeda dengan latar yang berbeda (rumah, sekolah, pura). Murid yang lambat cukup menuliskan atau mewarnai gambar jam sesuai tiga waktu sembahyang

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada 5-7 murid secara acak: 'Apakah kamu sudah pernah mendengar kata Tri Sandhya? Kapan kamu biasa sembahyang di rumah?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal mereka tentang kebiasaan sembahyang

Proses:

  • Observasi saat murid mengerjakan lembar kerja: apakah dapat mengisi jawaban tentang arti Tri dan Sandhya dengan benar
  • Observasi saat permainan tebak waktu sembahyang: apakah murid dapat mengaitkan aktivitas dengan waktu sembahyang yang tepat
  • Tanya jawab spontan selama pembelajaran: 'Coba sebutkan tiga waktu sembahyang!' untuk memastikan pemahaman murid
  • Mengamati kemampuan murid menggambar atau menunjukkan jarum jam pada waktu yang benar

Akhir:

  • Tes praktik: 3-5 murid diminta maju menunjukkan waktu sembahyang pagi, siang, dan sore pada jam dinding
  • Tes lisan individu: guru menanyakan kepada setiap murid 'Apa arti Tri Sandhya?' dan 'Sebutkan tiga waktu sembahyang!'
  • Penilaian hasil lembar kerja: ketepatan jawaban tentang pengertian Tri Sandhya dan gambar jam waktu sembahyang

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi dan permainan tebak waktu sembahyang
  • Tanya jawab lisan tentang pengertian Tri Sandhya dan waktu pelaksanaannya
  • Pengecekan hasil pengerjaan lembar kerja 'Ayo Berlatih 1'

Sumatif:

  • Tes praktik: murid menunjukkan tiga waktu sembahyang pada jam dinding
  • Tes lisan: murid menjelaskan pengertian Tri Sandhya dan menyebutkan waktu pelaksanaannya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian Tri SandhyaMurid belum dapat menjelaskan arti Tri Sandhya sama sekaliMurid dapat menyebutkan salah satu kata (Tri atau Sandhya) tetapi belum dapat menjelaskan artinya secara lengkapMurid dapat menjelaskan bahwa Tri Sandhya berarti sembahyang tiga kali, tetapi belum dapat menyebutkan makna pentingnyaMurid dapat menjelaskan bahwa Tri Sandhya adalah doa pokok umat Hindu yang dilakukan tiga kali sehari dan menyebutkan minimal dua makna pentingnya (misalnya: untuk bersyukur kepada Hyang Widhi Wasa dan memohon perlindungan)
Menyebutkan tiga waktu pelaksanaan Tri SandhyaMurid belum dapat menyebutkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya sama sekaliMurid dapat menyebutkan satu waktu pelaksanaan Tri Sandhya dengan benarMurid dapat menyebutkan dua waktu pelaksanaan Tri Sandhya dengan benarMurid dapat menyebutkan tiga waktu pelaksanaan Tri Sandhya (pagi pukul 06.00, siang pukul 12.00, sore/malam pukul 18.00) dengan benar dan tepat
Menunjukkan waktu sembahyang pada jamMurid belum dapat menunjukkan waktu sembahyang pada jam dindingMurid dapat menunjukkan satu waktu sembahyang pada jam dengan benarMurid dapat menunjukkan dua waktu sembahyang pada jam dengan benarMurid dapat menunjukkan ketiga waktu sembahyang (06.00, 12.00, 18.00) pada jam dinding dengan benar dan percaya diri
Sikap dan antusiasme dalam pembelajaranMurid tampak tidak tertarik dan pasif selama pembelajaranMurid sesekali memperhatikan tetapi kurang aktif berpartisipasiMurid aktif mengikuti pembelajaran dan menjawab pertanyaan guruMurid sangat antusias, aktif bertanya, menjawab pertanyaan, dan bersemangat mempraktikkan sikap sembahyang

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami pengertian Tri Sandhya dengan baik?
  • Metode mana yang paling efektif untuk mengajarkan waktu sembahyang kepada murid kelas 1?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi untuk murid dengan kemampuan beragam di pertemuan berikutnya?
  • Apakah penggunaan jam dinding dan permainan membantu murid memahami konsep waktu sembahyang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang Tri Sandhya?
  • Kapan saja waktu untuk melakukan Tri Sandhya?
  • Apakah kamu sudah melakukan sembahyang tiga kali sehari?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar tidak lupa sembahyang setiap hari?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang Tri Sandhya hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I, Kemendikbudristek 2021, halaman 138-141
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I, Kemendikbudristek 2021, halaman 186-187
  3. Jam dinding besar atau jam mainan untuk demonstrasi
  4. Gambar ilustrasi Ayu dan Sudarma sedang sembahyang
  5. Lembar kerja 'Ayo Berlatih 1' dari buku siswa
  6. Gambar jam kosong untuk latihan menggambar jarum jam
  7. Poster atau chart waktu pelaksanaan Tri Sandhya
  8. Media visual: foto atau gambar anak-anak sedang sembahyang di berbagai waktu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.