Modul AjarBab 4Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Tri Sandhya dan Dainika Upasana

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 4 "Tri Sandhya dan Dainika Upasana", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 4: Tri Sandhya dan Dainika Upasana

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Tri Sandhya dan Dainika Upasana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Tri Sandhya dan Dainika Upasana
Alokasi Waktu27 JP (27 x 35 menit = 945 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Menyebutkan doa-doa dalam Dainika Upasana untuk kegiatan sehari-hari
  2. TP 1.4.2 Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya dalam rangkaian Dainika Upasana
  3. TP 1.4.3 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam tradisi Hindu
  4. TP 1.4.4 Menunjukkan sarana persembahyangan berdasarkan gambar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian ucapkan sebelum mulai membuka buku pelajaran di kelas?
  2. Mengapa kita perlu berdoa kepada Hyang Widhi Wasa saat hendak belajar dan selesai belajar?
  3. Apa doa yang kalian ucapkan sebelum menyantap makanan sehari-hari?
  4. Bagaimana lafal doa yang diucapkan saat hendak tidur malam?
  5. Pernahkah kalian bangun pagi saat matahari mulai terbit?
  6. Pukul berapa biasanya kalian bangun dan bersiap menyapa pagi dengan sembahyang Tri Sandhya?
  7. Kapan saja waktu kita melaksanakan sembahyang Tri Sandhya setelah matahari berada di atas kepala?
  8. Pukul berapakah sembahyang Tri Sandhya siang dan sore hari dilakukan?
  9. Benda apa yang biasanya tercium harum saat kita bersembahyang?
  10. Benda berwarna-warni apa yang kita pegang saat kramaning sembah?
  11. Sarana apa yang dicipratkan ke kepala kita setelah selesai bersembahyang?
  12. Pakaian bersih apa yang kita pakai saat hendak bersembahyang ke pura?
  13. Manakah gambar yang menunjukkan bunga untuk persembahyangan?
  14. Manakah gambar yang menunjukkan dupa yang menyala?
  15. Pernahkah kalian melihat wadah berisi air bersih beraroma wangi atau pakaian sembahyang saat beribadah?
  16. Di antara gambar wadah air suci dan pakaian sembahyang (kuwaca), manakah gambar yang biasa kalian kenakan ke pura?
  17. Kapan saja kita melaksanakan persembahyangan Tri Sandhya setiap hari?
  18. Sarana apa saja yang kita siapkan saat akan bersembahyang?
  19. Doa apa yang kalian ucapkan sebelum mulai belajar dan sebelum makan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Doa Memulai dan Menutup Belajar dalam Dainika Upasana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menyebutkan doa-doa dalam Dainika Upasana untuk kegiatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan menyapa murid dengan ramah (3 menit).
  • Guru mengajak murid duduk hening sejenak untuk memusatkan perhatian dan kesadaran diri sebelum memulai kegiatan (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang tahu mantram apa yang kita ucapkan saat akan mulai belajar?' (acuan jawaban: doa memulai belajar / 'Om Awighnam Astu Namo Siddham') (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu dapat menyebutkan doa memulai belajar dan doa menutup belajar dalam Dainika Upasana (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan konsep Dainika Upasana sebagai doa sehari-hari, lalu melafalkan doa memulai belajar: 'Om Awighnam Astu Namo Siddham' (artinya: Ya Hyang Widhi, semoga tiada rintangan dan berhasil dengan baik) secara jelas (10 menit).
  • Guru memperkenalkan lafal doa menutup belajar: 'Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham' (artinya: Ya Hyang Widhi, terima kasih atas anugerah-Mu sehingga semua karya terlaksana dengan baik) (10 menit).
  • Murid mendengarkan dengan penuh perhatian dan menirukan pelafalan kedua doa tersebut secara klasikal berulang-ulang bersama guru kata demi kata hingga hafal sebutannya (11 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil berpasangan untuk memainkan permainan gembira 'Tebak Kartu Doa Belajar': guru menunjukkan Kartu 1 (gambar anak membuka buku) dan Kartu 2 (gambar anak merapikan tas dan buku); murid berlomba menyebutkan doa yang tepat untuk situasi tersebut (acuan: Kartu 1 = 'Om Awighnam Astu Namo Siddham'; Kartu 2 = 'Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham') (15 menit).
  • Setiap pasangan murid berlatih saling menyebutkan kedua doa tersebut secara bergantian di hadapan teman sebangkunya (15 menit).
  • Murid secara mandiri maupun bergantian maju ke depan kelas untuk menyebutkan bunyi doa memulai belajar dan doa menutup belajar berdasarkan panduan pertanyaan langsung dari guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid merenungi pentingnya membiasakan diri menyebut doa memulai belajar agar diberi kelancaran dan doa menutup belajar sebagai wujud rasa syukur (5 menit).
  • Murid menyampaikan perasaannya setelah mampu melafalkan dan menyebutkan doa memulai dan menutup belajar secara mandiri (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali lafal kedua doa belajar yang telah dipelajari hari ini (2 menit).
  • Guru memberikan penguatan bahwa doa sehari-hari (Dainika Upasana) harus dipraktikkan setiap hari di rumah dan di sekolah (2 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan bersama-sama menyebut doa menutup belajar 'Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham' dan mengucapkan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar aktivitas belajar yang dilengkapi teks mantram berhuruf besar dan warna mencolok untuk murid yang masih dalam tahap awal membaca.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan teknik pengulangan bertahap suku kata per suku kata; murid yang sudah lancar menghafal diberi tantangan menyebutkan lafal doa lengkap beserta maknanya secara mandiri.
  • Produk: Penyebutan doa dapat dilakukan secara langsung per kata dengan panduan guru atau secara mandiri penuh tanpa bimbingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan doa yang kalian ucapkan ketika hendak memulai belajar!' (acuan: murid mampu menyebutkan 'Om Awighnam Astu Namo Siddham' atau menyebutkan intinya memohon kelancaran belajar tanpa rintangan).

Proses:

  • Unjuk kerja lisan menyebutkan 2 doa Dainika Upasana: (1) Doa memulai belajar: 'Om Awighnam Astu Namo Siddham'; (2) Doa menutup belajar: 'Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu pada akhir sesi: Murid secara lisan diminta menyebutkan doa saat guru memberikan instruksi: 'Sebutkan doa menutup belajar!' (acuan jawaban: 'Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham') dan 'Sebutkan doa memulai belajar!' (acuan jawaban: 'Om Awighnam Astu Namo Siddham').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menyebutkan doa memulai belajar dan doa menutup belajar saat kegiatan klasikal, berpasangan, dan individu

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Doa Memulai Belajar (Om Awighnam Astu Namo Siddham)Belum dapat menyebutkan lafal doa memulai belajar walau dengan bimbingan penuh guru.Dapat menyebutkan sebagian lafal doa memulai belajar dengan bimbingan dan bantuan kata dari guru.Dapat menyebutkan seluruh lafal doa memulai belajar secara lengkap dan tepat dengan sedikit arahan.Dapat menyebutkan seluruh lafal doa memulai belajar secara lengkap, tepat, lancar, dan mandiri tanpa bantuan.
Menyebutkan Doa Menutup Belajar (Om Dewa Suksma Parama Acintyaya Namah Swaha, Sarwa Karya Prasiddham)Belum dapat menyebutkan lafal doa menutup belajar walau dengan bimbingan penuh guru.Dapat menyebutkan sebagian lafal doa menutup belajar dengan bimbingan dan bantuan kata dari guru.Dapat menyebutkan seluruh lafal doa menutup belajar secara lengkap dan tepat dengan sedikit arahan.Dapat menyebutkan seluruh lafal doa menutup belajar secara lengkap, tepat, lancar, dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan gembira saat menirukan serta melafalkan doa memulai dan menutup belajar?
  • Bagian mantram mana yang masih sulit dilafalkan oleh murid dan memerlukan latihan pengulangan pada pertemuan selanjutnya?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar menyebutkan doa sebelum dan sesudah belajar hari ini?
  • Apakah kamu sudah hafal menyebutkan doa sebelum belajar sendiri di rumah?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Doa Sebelum Makan dan Doa Sebelum Tidur dalam Dainika Upasana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menyebutkan doa-doa dalam Dainika Upasana untuk kegiatan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu', menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru bersama murid melafalkan doa memulai belajar (Dainika Upasana) yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang tahu lafal doa sebelum makan dan doa sebelum tidur?' Guru mencatat kesiapan awal murid (acuan jawaban: doa makan diawali 'Om anugraha amrtadi...', doa tidur 'Om asato ma sad gamaya...' atau 'Om sam hyang hari...') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 2 kartu gambar kegiatan sehari-hari: Gambar 1 (anak bersiap makan di meja makan) dan Gambar 2 (anak bersiap tidur di tempat tidur) (5 menit).
  • Guru melafalkan doa sebelum makan secara perlahan: 'Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha' dan meminta murid menyimak pelafalan dengan saksama (10 menit).
  • Guru melafalkan doa sebelum tidur secara perlahan: 'Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya' dan meminta murid menyimak pelafalan dengan saksama (10 menit).
  • Murid secara klasikal dan bergantian menirukan pengucapan doa sebelum makan dan doa sebelum tidur baris demi baris mengikuti bimbingan guru hingga hafal lafalnya (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi pasangan teman sebangku untuk melakukan permainan tantangan berpasangan 'Bisik Doa Suci' secara menggembirakan: pasangan 1 menyebutkan doa sebelum makan dan pasangan 2 menyebutkan doa sebelum tidur secara bergantian (15 menit).
  • Setiap murid maju berpasangan atau mandiri untuk menyebutkan secara lisan: (1) Doa sebelum makan ('Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha') saat ditunjukkan kartu gambar makan, dan (2) Doa sebelum tidur ('Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya') saat ditunjukkan kartu gambar tidur (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali manfaat membiasakan diri menyebutkan doa sebelum makan dan sebelum tidur sebagai ungkapan syukur kepada Hyang Widhi Wasa (5 menit).
  • Murid menyampaikan perasaan mereka setelah berhasil menyebutkan kedua doa tersebut dengan lancar di depan guru dan teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada 2-3 perwakilan murid untuk menyebutkan kembali doa sebelum makan dan doa sebelum tidur (acuan: lafal kedua doa tepat sesuai materi) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid dan menyampaikan pengingat materi pertemuan berikutnya (waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari) (3 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan mengucapkan salam penutup Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pelafalan per penggalan kata, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan teks tulisan beraksara latin lengkap dengan arti singkat.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid yang belum lancar menyebutkan doa dengan dipandu kata awal oleh guru, sedangkan murid yang sudah lancar menyebutkan doa secara mandiri dan beruntun.
  • Produk: Penyebutan doa secara lisan: murid yang memerlukan bimbingan menyebutkan minimal 1 doa dengan bantuan guru, sedangkan murid mahir menyebutkan kedua doa secara lengkap dan mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Bagaimana bunyi doa sebelum makan dan doa sebelum tidur yang biasa kalian dengar atau ucapkan di rumah?' (Acuan: mengidentifikasi apakah murid sudah mengenali penggalan lafal doa makan 'Om anugraha amrtadi...' dan doa tidur 'Om asato ma...')

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid melafalkan doa sebelum makan ('Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha') dan doa sebelum tidur ('Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya') pada aktivitas berpasangan dan unjuk kerja individu.

Akhir Pertemuan:

  • Cek lisan pemahaman penutup: meminta murid melafalkan kembali salah satu atau kedua doa yang dipelajari hari ini (acuan: menyebutkan doa sebelum makan: 'Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha'; doa sebelum tidur: 'Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya').

Formatif:

  • Unjuk kerja lisan: menyebutkan Doa Sebelum Makan dan Doa Sebelum Tidur dalam Dainika Upasana berdasarkan stimulus kartu gambar kegiatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Doa Sebelum MakanBelum mampu menyebutkan lafal doa sebelum makan meski telah dibimbing kata demi kata oleh guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum makan ('Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha') sebagian dengan bimbingan penuh dari guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum makan ('Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha') secara lengkap dan tepat dengan sedikit bimbingan guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum makan ('Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha') secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bantuan guru.
Menyebutkan Doa Sebelum TidurBelum mampu menyebutkan lafal doa sebelum tidur meski telah dibimbing kata demi kata oleh guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum tidur ('Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya') sebagian dengan bimbingan penuh dari guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum tidur ('Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya') secara lengkap dan tepat dengan sedikit bimbingan guru.Mampu menyebutkan lafal doa sebelum tidur ('Om asato ma sad gamaya, tamaso ma jyotir gamaya, mrtyor mamrtam gamaya') secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode peniruan berulang dan permainan berpasangan efektif membantu seluruh murid kelas 1 melafalkan kedua mantram Dainika Upasana?
  • Bagian mantram mana yang paling banyak mengalami kesulitan pengucapan oleh murid dan perlu pengulangan di pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar mengucapkan doa sebelum makan dan doa sebelum tidur hari ini?
  • Doa mana yang sudah paling lancar kamu ucapkan sendiri di rumah?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Waktu Pelaksanaan Tri Sandhya Pagi Hari dalam Dainika Upasana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya dalam rangkaian Dainika Upasana

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa singkat memulai belajar (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan kartu gambar suasana matahari terbit dan jam analog, lalu menanyakan: 'Kapan waktu Tri Sandhya pagi hari dilakukan?' (acuan jawaban: pagi hari pukul 06.00 pagi) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan model jam dinding dan gambar kegiatan Ayu sembahyang pagi, lalu mengenalkan bahwa Tri Sandhya pagi hari dilaksanakan tepat pada waktu fajar menyingsing/pagi hari pukul 06.00 (15 menit).
  • Guru memperagakan posisi jarum jam dinding pada pukul 06.00 (jarum pendek di angka 6, jarum panjang di angka 12) sebagai penanda waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Melalui permainan ceria 'Tunjukkan Jam Pagiku', setiap pasangan murid menerima model jam peraga sederhana dan berlatih mengarahkan jarum jam secara tepat ke angka 6 untuk menunjukkan waktu Tri Sandhya pagi hari (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Waktu Pagiku' untuk menunjukkan waktu Tri Sandhya pagi hari dengan memilih 1 dari 3 gambar pilihan jam: Gambar A (pukul 06.00), Gambar B (pukul 09.00), dan Gambar C (pukul 11.00) (acuan jawaban benar: Gambar A menunjukkan pukul 06.00) serta melengkapi kalimat rumpang: 'Tri Sandhya pagi hari dilaksanakan pada pukul ....' (acuan jawaban: 06.00) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penunjukan waktu pada lembar kerja dan mengamati kembali letak jarum jam pukul 06.00 pagi dengan penuh kesadaran dan ketelitian (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil penunjukan jam murid bahwa sembahyang Tri Sandhya pagi hari tepat dilakukan pukul 06.00 pagi (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan mengucapkan salam Parama Santih 'Om Santih Santih Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tiruan jam dinding dengan warna jarum kontras dan angka besar bagi murid yang membutuhkan visualisasi lebih jelas.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi langkah per langkah memutar jarum pendek ke angka 6; bagi murid yang cepat paham, diberikan kesempatan mencoba menunjukkan waktu pukul 06.00 pada berbagai model tampilan jam analog mandiri.
  • Produk: Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari baik secara fisik menggunakan jarum jam peraga maupun dengan menandai gambar jam di lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan kartu gambar fajar menyingsing: 'Pukul berapa pelaksanaan sembahyang Tri Sandhya di pagi hari?' (acuan: pagi hari pukul 06.00).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memutar dan menunjukkan jarum jam peraga ke posisi pukul 06.00 (jarum pendek di angka 6, jarum panjang di angka 12) (acuan: jarum pendek tepat menunjuk angka 6 dan jarum panjang di angka 12).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar kerja memilih gambar jam Tri Sandhya pagi hari dari 3 pilihan: Gambar A (jam 06.00), Gambar B (jam 09.00), Gambar C (jam 11.00) dan melengkapi isian waktu (acuan: pilihan benar Gambar A dan isian pukul 06.00).

Formatif:

  • Unjuk kerja menunjukkan waktu jam 06.00 pagi menggunakan jam peraga
  • Pemeriksaan lembar kerja penunjukan gambar jam pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hariBelum mampu menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari (belum tepat menunjuk pukul 06.00) meski telah dibimbing intensif.Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari pukul 06.00 dengan bantuan dan arahan guru.Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari tepat pukul 06.00 (pada jam peraga dan lembar gambar) secara mandiri.Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya pagi hari tepat pukul 06.00 secara konsisten, tepat, dan cepat pada berbagai model jam peraga secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media model jam peraga efektif membantu murid kelas 1 memahami dan menunjukkan waktu pukul 06.00?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan ceria menunjukkan jarum jam?

Murid:

  • Apakah kamu senang memutar jarum jam untuk menunjukkan waktu sembahyang pagi?
  • Jam berapa kamu akan bersiap melakukan Tri Sandhya esok pagi di rumah?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Waktu Pelaksanaan Tri Sandhya Siang dan Sore Hari dalam Dainika Upasana — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya dalam rangkaian Dainika Upasana

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Panganjali 'Om Swastyastu', memimpin doa sebelum belajar, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar jam dinding (pukul 12.00 dan pukul 18.00) dan meminta murid secara lisan/menunjuk waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang dan sore (acuan: gambar jam menunjukkan angka 12 tepat adalah siang pukul 12.00; jam menunjukkan angka 6 tepat petang adalah sore pukul 18.00) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui media jam dinding peraga dan gambar suasana matahari mengenai waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang hari (pukul 12.00 siang saat matahari tegak lurus) dan sore hari (pukul 18.00 sore/sandhyakala saat matahari terbenam) (15 menit).
  • Murid mengamati dua gambar situasi: Gambar A (suasana tengah hari terik dan jam menunjukkan pukul 12.00) dan Gambar B (suasana sore hari senja/matahari terbenam dan jam menunjukkan pukul 18.00), lalu bersama guru menunjuk dan mencocokkan waktu pelaksanaannya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan interaktif 'Tunjuk Jam Tri Sandhya' secara berpasangan: guru menyebutkan waktu situasi misalnya 'Siang hari saat matahari tepat di atas kepala' atau 'Sore hari saat matahari terbenam', lalu murid berlomba menunjuk kartu jam dinding yang tepat (pilihan kartu: kartu jam pukul 12.00 dan kartu jam pukul 18.00; acuan: situasi siang = kartu 12.00, situasi sore = kartu 18.00) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Menunjukkan Waktu Tri Sandhya Siang dan Sore' yang memuat 2 butir soal memasangkan: Butir 1 menghubungkan garis dari teks 'Tri Sandhya Siang Hari' ke gambar jam pukul 12.00; Butir 2 menghubungkan garis dari teks 'Tri Sandhya Sore Hari' ke gambar jam pukul 18.00 (acuan kunci: Butir 1 -> jam pukul 12.00; Butir 2 -> jam pukul 18.00) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan mengamati kembali jarum jam peraga di depan kelas untuk menyadari ketepatan waktu sembahyang siang (pukul 12.00) dan sore (pukul 18.00) (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sembahyang Tri Sandhya dilaksanakan siang hari pukul 12.00 dan sore hari pukul 18.00 (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi, mengingatkan pembiasaan Tri Sandhya di rumah, dan menutup pembelajaran dengan Parama Santih 'Om Santih Santih Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tiruan jam dinding dengan jarum yang dapat digerakkan secara nyata untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih ragu membedakan letak jarum jam pukul 12.00 dan pukul 18.00.
  • Produk: Murid yang sudah mahir menunjukkan waktu Tri Sandhya siang dan sore secara mandiri tanpa bantuan peraga gambar matahari.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan dan visual menggunakan 2 gambar jam dinding: 'Manakah gambar jam yang menunjukkan waktu sembahyang Tri Sandhya siang hari (pukul 12.00) dan sore hari (pukul 18.00)?' (acuan jawaban: murid tepat menunjuk jam pukul 12.00 untuk siang hari dan jam pukul 18.00 untuk sore hari).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas 'Tunjuk Jam Tri Sandhya': memeriksa ketepatan murid dalam menunjukkan kartu jam dinding pukul 12.00 ketika guru menyebut 'siang hari' dan kartu jam dinding pukul 18.00 ketika guru menyebut 'sore hari' (acuan: siang hari = kartu jam pukul 12.00; sore hari = kartu jam pukul 18.00).
  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan: Butir 1 'Tri Sandhya Siang Hari' dipasangkan ke gambar jam 12.00; Butir 2 'Tri Sandhya Sore Hari' dipasangkan ke gambar jam 18.00 (acuan: kedua pasangan benar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir kegiatan: Murid diminta menunjuk jarum jam peraga besar di depan kelas untuk waktu Tri Sandhya siang (jarum pendek dan panjang di angka 12 / pukul 12.00) dan waktu Tri Sandhya sore (jarum pendek di angka 6 dan jarum panjang di angka 12 / pukul 18.00) (acuan: kedua penunjukan waktu tepat).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja menunjuk waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang dan sore pada permainan kartu jam
  • Penilaian lembar kerja memasangkan waktu Tri Sandhya siang (pukul 12.00) dan sore (pukul 18.00)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang dan sore hariBelum mampu menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang hari (pukul 12.00) maupun sore hari (pukul 18.00) meskipun dengan bimbingan penuh.Mampu menunjukkan 1 dari 2 waktu pelaksanaan Tri Sandhya (hanya siang hari pukul 12.00 atau hanya sore hari pukul 18.00) dengan tepat secara mandiri atau dengan bantuan.Mampu menunjukkan kedua waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang hari (pukul 12.00) dan sore hari (pukul 18.00) dengan tepat (acuan: siang = 12.00, sore = 18.00).Mampu menunjukkan kedua waktu pelaksanaan Tri Sandhya siang hari (pukul 12.00) dan sore hari (pukul 18.00) secara tepat, cepat, dan konsisten tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan alat peraga jam dinding efektif membantu murid kelas 1 memahami waktu pukul 12.00 dan 18.00?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan berpasangan menunjuk kartu jam?

Murid:

  • Apakah kamu sudah bisa membedakan jam sembahyang Tri Sandhya siang dan sore?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling menyenangkan?

Pertemuan 5 — Menyebutkan Sarana Pokok Persembahyangan Bunga dan Dupa dalam Tradisi Hindu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam tradisi Hindu

Pendahuluan:

  • Pendidik membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa memulai belajar (5 menit).
  • Pendidik melakukan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan benda konkret bunga dan dupa, lalu bertanya: 'Sebutkan 2 benda yang Bapak/Ibu bawa untuk sembahyang ini!' (acuan: benda 1 = bunga; benda 2 = dupa) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati bunga segar dan dupa yang ditunjukkan pendidik di depan kelas sambil menyimak penjelasan singkat mengenai nama kedua sarana pokok sembahyang tersebut (15 menit).
  • Murid secara bergantian menirukan pelafalan nama sarana pokok sembahyang 'bunga' dan 'dupa' dengan bimbingan pendidik (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tebak suara benda 'Genta Berbunyi, Bunga Beraksi': saat pendidik membunyikan genta tiruan dan mengangkat benda/wadah tertutup berisi sarana harum, murid secara cepat menyebutkan nama sarana pokok tersebut secara lisan (acuan tebakan: jika beraroma harum asap/batang wangi = dupa; jika berupa mahkota wangi bertangkai = bunga) (20 menit).
  • Murid secara mandiri dipanggil ke depan meja peraga untuk menyebutkan secara lisan 2 sarana pokok sembahyang yang ditunjuk oleh pendidik (acuan target: 1. Bunga, 2. Dupa) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pendidik menyimpulkan kembali secara bersama-sama 2 sarana pokok persembahyangan yang telah dipelajari hari ini, yaitu bunga dan dupa (5 menit).
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi diri: 'Apakah anak-anak sudah bisa menyebutkan bunga dan dupa tanpa dibantu?' (5 menit).

Penutup:

  • Pendidik memberikan umpan balik lisan dan apresiasi atas keberhasilan murid menyebutkan sarana pokok bunga dan dupa (5 menit).
  • Pendidik menutup pembelajaran dengan doa penutup belajar dan salam parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan sarana nyata (bunga asli dan batang dupa asli yang belum dibakar) bagi murid yang membutuhkan scaffolding sensori konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, diberikan panduan pengucapan suku kata awal ('bu...' untuk bunga, 'du...' untuk dupa); bagi murid yang mahir, langsung diminta menyebutkan 2 sarana tersebut secara mandiri dan cepat.
  • Produk: Penyebutan lisan langsung 2 sarana pokok sembahyang (bunga dan dupa).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan benda asli: Murid diminta menyebutkan nama 2 sarana sembahyang yang ditunjukkan pendidik (acuan jawaban: sarana 1 = bunga; sarana 2 = dupa).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja lisan saat murid maju satu per satu menyebutkan 2 sarana pokok persembahyangan yang ditunjuk guru di meja peraga (acuan: (1) Bunga, (2) Dupa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk bergantian kedua benda dan meminta murid serentak serta acak menyebutkan namanya kembali (acuan: Bunga dan Dupa).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik awal dengan benda konkret (bunga dan dupa)
  • Unjuk kerja lisan menyebutkan sarana pokok persembahyangan (bunga dan dupa) pada kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan sarana pokok persembahyangan bunga dan dupaBelum mampu menyebutkan kedua sarana pokok persembahyangan (bunga dan dupa) meskipun telah diberikan bimbingan penuh.Mampu menyebutkan 1 dari 2 sarana pokok persembahyangan (hanya menyebut bunga atau hanya menyebut dupa) dengan bimbingan pendidik.Mampu menyebutkan kedua sarana pokok persembahyangan (1. Bunga, 2. Dupa) secara tepat dengan sedikit arahan pendidik.Mampu menyebutkan kedua sarana pokok persembahyangan (1. Bunga, 2. Dupa) secara tepat dan mandiri tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret bunga dan dupa efektif memfasilitasi murid fase A menyebutkan sarana persembahyangan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan tebak sarana persembahyangan?

Murid:

  • Sarana sembahyang apa saja yang tadi kita sebutkan?
  • Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak nama bunga dan dupa tadi?

Pertemuan 6 — Menyebutkan Sarana Pokok Persembahyangan Air Suci dan Kuwaca dalam Tradisi Hindu — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam tradisi Hindu

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar tertib dan siap belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: (1) 'Selain bunga dan dupa yang dipelajari minggu lalu, apa nama air yang dipercikkan saat sembahyang?' (acuan jawaban: air suci / tirtha); (2) 'Pakaian apa yang kita kenakan saat sembahyang?' (acuan jawaban: kuwaca / baju sembahyang) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan dua sarana pokok persembahyangan berikutnya, yaitu 'air suci' (tirtha) dan 'kuwaca' (pakaian sembahyang yang bersih/suci) menggunakan media benda nyata (wadah air suci/sangku dan baju kuwaca) (15 menit).
  • Guru melafalkan nama sarana 'air suci' dan 'kuwaca' dengan lafal yang jelas, kemudian meminta murid menirukan dan menyebutkan kembali kedua nama sarana tersebut secara bersama-sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tebak kata menggembirakan 'Kotak Rahasia Sarana': murid mengambil gulungan benda tiruan dari kotak, lalu murid menyebutkan nama sarana pokok yang diperolehnya secara lisan di depan kelas (pilihan acuan: air suci atau kuwaca) (20 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menyebutkan 2 sarana pokok yang dipelajari hari ini, yaitu air suci dan kuwaca, sambil bergantian menyimak temannya menyebutkan nama sarana tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali dan menyebutkan satu per satu 2 sarana pokok yang dipelajari hari ini (acuan: air suci dan kuwaca) untuk memantapkan pemahaman (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 2 sarana pokok persembahyangan yang dipelajari hari ini, yaitu air suci dan kuwaca (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas partisipasi aktif murid selama pembelajaran menyebutkan sarana persembahyangan (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan media benda konkret (tirtha/wadah sangku dan baju kuwaca anak) untuk membantu murid yang membutuhkan visualisasi nyata.
  • Proses: Memberikan bimbingan bertahap bagi murid yang masih ragu melafalkan istilah, serta memberi kesempatan murid yang cepat untuk menyebutkan kedua sarana secara mandiri dan lancar.
  • Produk: Penyebutan nama sarana dilakukan secara lisan sesuai kemampuan verbal murid (dapat menyebutkan 'air suci' / 'tirtha' dan 'kuwaca' / 'baju sembahyang').

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Selain bunga dan dupa, apa nama air yang dipercikkan saat sembahyang?' (acuan jawaban: air suci / tirtha); (2) 'Pakaian apa yang kita kenakan saat sembahyang?' (acuan jawaban: kuwaca / pakaian sembahyang).

Proses:

  • Pengamatan lisan saat permainan 'Kotak Rahasia Sarana': murid menyebutkan nama sarana pokok persembahyangan yang diambil dari kotak. Acuan jawaban benar: (1) Air suci (atau tirtha); (2) Kuwaca (atau baju sembahyang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk sarana yang dibawa (sangku berisi air dan pakaian sembahyang), lalu meminta murid menyebutkan 2 nama sarana tersebut secara berurutan. Acuan jawaban benar: (1) Air suci; (2) Kuwaca.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja penyebutan nama sarana pokok (air suci dan kuwaca) saat permainan Kotak Rahasia Sarana dan latihan berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan sarana pokok persembahyangan (air suci dan kuwaca)Belum mampu menyebutkan kedua sarana pokok persembahyangan (air suci dan kuwaca) meskipun telah dibimbing secara intensif (acuan: air suci, kuwaca).Mampu menyebutkan 1 dari 2 sarana pokok persembahyangan dengan bimbingan guru (acuan: air suci atau kuwaca).Mampu menyebutkan 2 sarana pokok persembahyangan (air suci dan kuwaca) dengan tepat secara mandiri (acuan: 1. air suci/tirtha; 2. kuwaca/baju sembahyang).Mampu menyebutkan 2 sarana pokok persembahyangan (air suci dan kuwaca) secara tepat, lancar, dan jelas tanpa keraguan sedikit pun (acuan: 1. air suci/tirtha; 2. kuwaca/baju sembahyang).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media benda nyata (wadah air suci dan kuwaca) efektif membantu murid kelas 1 mengenali dan menyebutkan nama sarana?
  • Bagaimana keterlibatan seluruh murid dalam permainan tebak kata 'Kotak Rahasia Sarana'?

Murid:

  • Apakah kamu senang menyebutkan nama sarana air suci dan kuwaca hari ini?
  • Sarana sembahyang apa yang paling kamu ingat namanya hari ini?

Pertemuan 7 — Menunjukkan Sarana Bunga dan Dupa Berdasarkan Gambar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menunjukkan sarana persembahyangan berdasarkan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa memulai belajar (5 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal dengan menunjukkan dua gambar (Gambar 1: sekuntum bunga kamboja; Gambar 2: sebatang pensil), lalu meminta murid menunjuk gambar yang merupakan sarana persembahyangan (acuan: Gambar 1 bunga kamboja) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 kartu gambar sarana dan benda sehari-hari: Gambar A (bunga mawar segar), Gambar B (buku tulis), Gambar C (dupa berasap harum), dan Gambar D (penghapus karet) di papan tulis (10 menit).
  • Guru bersama murid mengamati ciri-ciri visual sarana persembahyangan bunga (memiliki mahkota, kelopak mekar, dan berwarna cerah) dan dupa (berbentuk stik lidi panjang, memiliki ujung bara api, dan mengeluarkan asap) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan visual bergembira 'Tunjuk Cepat Sarana': Guru mengangkat bergantian 4 gambar acak: Kartu 1 (dupa menyala), Kartu 2 (sepatu), Kartu 3 (bunga cempaka), Kartu 4 (tas sekolah), lalu murid berlomba menunjuk gambar bunga atau dupa dengan mengangkat tangan secara riang (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Visual berisi 4 nomor gambar pilihan: (1) Gambar bunga kamboja vs Gambar batu; (2) Gambar dupa menyala vs Gambar penggaris; (3) Gambar bunga melati vs Gambar sendok; (4) Gambar dupa bundel vs Gambar botol minum. Murid secara mandiri memberi tanda centang/lingkaran untuk menunjukkan gambar sarana bunga dan dupa (acuan jawaban: No 1 = gambar bunga kamboja; No 2 = gambar dupa menyala; No 3 = gambar bunga melati; No 4 = gambar dupa bundel) (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta murid mengecek kembali hasil tanda centang pada lembar kerjanya dengan mencocokkan tampilan gambar bunga dan dupa yang ditayangkan guru di depan kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali cara mengenali sarana persembahyangan bunga dan dupa melalui ciri visual pada gambar (10 menit).
  • Pelajaran ditutup dengan doa penutup belajar dan salam parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar sarana bunga dan dupa dengan ukuran lebih besar dan kontras warna jelas bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru membimbing langsung dengan membandingkan satu per satu gambar benda persembahyangan vs benda non-sarana. Bagi murid yang cepat, diberikan lembar tambahan berisi 6 gambar campuran untuk menemukan seluruh gambar bunga dan dupa.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan sarana dengan cara melingkari gambar, mencentang, atau menunjuk langsung pada kartu gambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pelajaran: Murid diminta menunjuk salah satu dari dua gambar yang merupakan sarana persembahyangan antara Gambar 1: sekuntum bunga kamboja dan Gambar 2: sebatang pensil. Acuan jawaban benar: Murid menunjuk Gambar 1 (bunga kamboja).

Proses:

  • Formatif proses melalui Lembar Kerja Visual: Menunjukkan sarana bunga dan dupa pada 4 pasang gambar. Butir 1: Bunga kamboja vs batu (acuan: menunjuk bunga kamboja); Butir 2: Dupa menyala vs penggaris (acuan: menunjuk dupa menyala); Butir 3: Bunga melati vs sendok (acuan: menunjuk bunga melati); Butir 4: Dupa bundel vs botol minum (acuan: menunjuk dupa bundel).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi: Guru memperlihatkan 2 kartu gambar sarana (Kartu X: bunga mawar; Kartu Y: dupa berasap) di depan kelas, lalu meminta murid menunjukkan dengan jari mana gambar bunga dan mana gambar dupa secara bergantian (acuan: Kartu X adalah gambar bunga, Kartu Y adalah gambar dupa).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menunjuk gambar sarana bunga dan dupa dalam permainan 'Tunjuk Cepat Sarana'
  • Penilaian kinerja Lembar Kerja Visual menunjukkan gambar bunga dan dupa (4 butir instrumen visual)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sarana bunga dan dupa berdasarkan gambarBelum mampu menunjukkan gambar sarana bunga maupun dupa dengan tepat dari 4 butir gambar yang disajikan (0-1 butir tepat).Mampu menunjukkan gambar sarana bunga atau dupa dengan bimbingan guru (tepat 2 butir dari 4 butir gambar acuan).Mampu menunjukkan gambar sarana bunga dan dupa secara mandiri dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir gambar acuan.Mampu menunjukkan seluruh gambar sarana bunga dan dupa secara mandiri dan tepat pada keempat butir gambar acuan (4 dari 4 butir tepat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar sarana bunga dan dupa cukup jelas terlihat oleh seluruh murid?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas permainan visual 'Tunjuk Cepat Sarana'?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar mencari gambar bunga dan dupa hari ini?
  • Gambar sarana mana yang paling mudah kamu tunjukkan, bunga atau dupa?

Pertemuan 8 — Menunjukkan Sarana Air Suci dan Kuwaca Berdasarkan Gambar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Menunjukkan sarana persembahyangan berdasarkan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa sebelum belajar bersama-sama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik visual dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (segelas jus buah) dan Gambar B (sangku/tempat air suci) lalu bertanya: 'Tunjuk gambar sarana sembahyang air suci!' (acuan: Gambar B adalah tempat air suci) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengamati dan menunjukkan sarana sembahyang air suci dan kuwaca berdasarkan gambar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 2 poster gambar utama: Poster 1 menampilkan sarana air suci (wadah sangku/bejana berisi tirtha dan percikan bunga) dan Poster 2 menampilkan kuwaca (pakaian sembahyang rapi/baju kurung putih bernuansa adat sembahyang) (15 menit).
  • Guru memandu murid mengamati detail visual kedua gambar sarana tersebut dan membedakan ciri fisik gambar air suci dalam wadah tirtha dengan gambar busana kuwaca (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Aktivitas Gambar Berpasangan yang memuat 4 gambar: (1) Gambar Sangku/Air Suci, (2) Gambar Baju Kuwaca/Pakaian Sembahyang, (3) Gambar Sepatu Sekolah (pengecoh), (4) Gambar Topi Pantai (pengecoh). Murid diminta melingkari gambar air suci dan kuwaca (acuan: gambar nomor 1 dan 2 dilingkari) (20 menit).
  • Permainan Tebak Cepat Gambar: Guru menempelkan 4 kartu gambar di papan tulis (Kartu 1: Gambar kuwaca putih, Kartu 2: Gambar tas ransel, Kartu 3: Gambar bejana air suci/tirtha, Kartu 4: Gambar bola mainan). Murid secara bergiliran maju ke depan untuk menunjuk secara tepat kartu sarana kuwaca dan kartu air suci (acuan: menunjuk Kartu 1 untuk kuwaca, Kartu 3 untuk air suci) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek kembali lembar kerjanya secara mandiri dengan mencocokkan hasil tunjukan gambarnya pada kunci gambar yang diperagakan guru di depan kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali sarana persembahyangan yang telah dipelajari lewat gambar, yaitu air suci dan kuwaca (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir cek pemahaman berupa kuis tunjuk gambar cepat dan memberikan umpan balik langsung (5 menit).
  • Guru mengajak murid melafalkan mantram penutup parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' untuk mengakhiri pembelajaran (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar dengan kontras warna tinggi dan ukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dengan menunjuk satu per satu ciri gambar bagi murid yang lambat, serta memberi tantangan menemukan gambar sarana air suci dan kuwaca dari lembar variasi gambar yang lebih padat bagi murid cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan sarana dengan cara melingkari gambar pada lembar kerja atau menunjuk langsung kartu gambar di papan tulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual menunjuk sarana sembahyang dari 2 gambar: Gambar A (gelas jus buah) dan Gambar B (wadah air suci/sangku) (acuan: Gambar B adalah wadah air suci).

Proses:

  • Cek unjuk kerja Lembar Aktivitas: menunjuk/melingkari 2 gambar sarana sembahyang dari 4 gambar yang disajikan (1: Gambar sangku air suci, 2: Gambar baju kuwaca, 3: Gambar sepatu, 4: Gambar topi) (acuan: gambar nomor 1 dan 2 dilingkari tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman visual: Murid ditunjukkan 2 gambar acak (Gambar X: Kaos santai; Gambar Y: Pakaian kuwaca putih) dan diminta menunjuk gambar kuwaca untuk sembahyang (acuan: Gambar Y adalah kuwaca).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk kartu gambar sarana air suci dan kuwaca saat kegiatan inti.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Sarana Air Suci dan Kuwaca Berdasarkan GambarBelum mampu menunjukkan gambar air suci maupun gambar kuwaca meski telah dibimbing penuh oleh guru.Mampu menunjukkan 1 dari 2 sarana (hanya gambar air suci atau hanya gambar kuwaca) dengan tepat dengan arahan guru.Mampu menunjukkan kedua gambar sarana persembahyangan (gambar air suci dan gambar kuwaca) secara tepat.Mampu menunjukkan kedua gambar sarana persembahyangan (gambar air suci dan gambar kuwaca) secara cepat, tepat, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar sarana air suci dan kuwaca cukup jelas dilihat dan dipahami oleh seluruh murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan menunjuk kartu gambar di depan kelas?

Murid:

  • Apakah kamu senang mencari dan menunjuk gambar air suci dan baju kuwaca hari ini?
  • Gambar sarana mana yang paling mudah kamu tunjukkan?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Menyebutkan doa-doa dalam Dainika Upasana untuk kegiatan sehari-hari
  • TP 1.4.2 Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya dalam rangkaian Dainika Upasana
  • TP 1.4.3 Menyebutkan sarana persembahyangan dalam tradisi Hindu
  • TP 1.4.4 Menunjukkan sarana persembahyangan berdasarkan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak seluruh murid melantunkan doa memulai belajar secara bersama-sama dengan tertib (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan tempat duduk kelas menjadi rapi dan tenang untuk pelaksanaan asesmen sumatif (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 4 mengenai Tri Sandhya dan Dainika Upasana serta membacakan aturan pengerjaan: tugas tertulis serentak dan giliran unjuk kerja lisan/kartu di meja guru (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja tertulis bergambar kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk menjodohkan 3 gambar sarana sembahyang dengan kartu kata nama sarana yang tepat (3 menit).
  • Guru memperlihatkan contoh format pengerjaan di papan tulis (menarik garis lurus dari titik gambar ke titik kata) agar murid memahami teknis pengerjaan tanpa membocorkan kunci jawaban (2 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan tes tertulis menjodohkan gambar pada lembar kerja berisi 3 butir soal: Butir 1 (gambar bunga mawar/kamboja segar) ditarik garis ke kata 'Bunga'; Butir 2 (gambar dupa menyala berasap) ditarik garis ke kata 'Dupa'; Butir 3 (gambar air suci di dalam mangkuk/siwa samba atau kendi kecil) ditarik garis ke kata 'Air Suci' (acuan kunci: 1 -> Bunga; 2 -> Dupa; 3 -> Air Suci) (35 menit).
  • Sambil murid lain menyelesaikan lembar kerja dan mewarnai gambar sarana sembahyang di mejanya masing-masing, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara rotasi (setiap murid berdurasi 2 menit, total 28 murid x 2 menit = 56 menit) untuk melaksanakan tes unjuk kerja terstruktur: (a) Murid diminta menunjukkan 3 kartu waktu Tri Sandhya di meja saat guru menyebutkan waktu: 'Pagi hari' (murid menunjuk kartu jam 06.00/gambar matahari terbit), 'Siang hari' (murid menunjuk kartu jam 12.00/gambar matahari tepat di atas), dan 'Sore hari' (murid menunjuk kartu jam 18.00/gambar matahari terbenam) [acuan: pagi=06.00, siang=12.00, sore=18.00]; (b) Murid diminta menyebutkan secara lisan 3 doa kegiatan sehari-hari dalam Dainika Upasana: doa sebelum makan ('Om Anugraha Amrtadi Sanjiwani Ya Namah Swaha'), doa sebelum tidur ('Om Asato Ma Sad Gamaya...' atau 'Om Jaya Jiwat Sarira Raksatam...'), dan doa sebelum belajar ('Om Purwe Jato Brahmano... / Om Saraswati Namastubhyam...') [acuan penerimaan: murid melafalkan mantram pokok atau intisari doa tersebut]; (c) Murid diminta menyebutkan secara lisan 4 sarana pokok persembahyangan dalam tradisi Hindu: bunga, dupa, air suci, dan kuwaca/wija [acuan: 4 sarana tersebut] (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar observasi performa, kemudian mengajak murid bersama-sama memeriksa kembali secara klasikal nama-nama sarana sembahyang dan 3 waktu Tri Sandhya tanpa rasa cemas (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian, kejujuran, dan ketertiban seluruh murid selama mengikuti asesmen sumatif Bab 4 (1 menit).
  • Guru menutup sesi asesmen dan merangkum pembelajaran Bab 4 dengan doa penutup belajar dan salam parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses visual berupa cetakan gambar sarana dan kartu penunjuk waktu dengan kontras garis yang jelas bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual.
  • Proses: Pemberian instruksi lisan berulang secara perlahan dan tenang saat giliran rotasi di meja guru untuk murid yang memerlukan dukungan fokus, tanpa mengubah butir soal maupun indikator kelulusan.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid (lembar kerja menjodohkan 3 gambar sarana serta lembar cek performa unjuk kerja kartu dan lisan).

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja lisan terstruktur: lembar kerja menjodohkan gambar sarana sembahyang yang dikerjakan serentak, serta rekaman lembar cek performa penunjukan kartu waktu Tri Sandhya dan penyebutan doa harian serta sarana sembahyang
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid menjodohkan gambar bunga, dupa, dan air suci dengan nama sarana yang tepat, dikerjakan seluruh kelas bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bergiliran: tiap murid dinilai 2 menit secara rotasi ke meja guru (28 murid x 2 menit = 56 menit, muat satu kelas dalam 60 menit) untuk menunjukkan kartu waktu Tri Sandhya (pagi, siang, sore) serta menyebutkan doa kegiatan sehari-hari (doa sebelum makan, tidur, belajar) dan nama sarana sembahyang (bunga, dupa, air, kuwaca) secara lisan (60 menit; individual; instrumen: lembar cek observasi ketercapaian indikator lisan dan unjuk kerja kartu)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja lisan terstruktur: lembar kerja menjodohkan gambar sarana sembahyang yang dikerjakan serentak, serta rekaman lembar cek performa penunjukan kartu waktu Tri Sandhya dan penyebutan doa harian serta sarana sembahyang
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid menjodohkan gambar bunga, dupa, dan air suci dengan nama sarana yang tepat, dikerjakan seluruh kelas bersamaan (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran)
  • unjuk kerja bergiliran: tiap murid dinilai 2 menit secara rotasi ke meja guru (28 murid x 2 menit = 56 menit, muat satu kelas dalam 60 menit) untuk menunjukkan kartu waktu Tri Sandhya (pagi, siang, sore) serta menyebutkan doa kegiatan sehari-hari (doa sebelum makan, tidur, belajar) dan nama sarana sembahyang (bunga, dupa, air, kuwaca) secara lisan (60 menit; individual; instrumen: lembar cek observasi ketercapaian indikator lisan dan unjuk kerja kartu)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan sarana persembahyangan berdasarkan gambar (TP 1.4.4 - Tes Tertulis Menjodohkan)Belum tepat menjodohkan ketiga gambar sarana (0 dari 3 benar; acuan: 1-Bunga, 2-Dupa, 3-Air Suci).Tepat menjodohkan 1 dari 3 gambar sarana sesuai acuan kunci (Bunga, Dupa, atau Air Suci).Tepat menjodohkan 2 dari 3 gambar sarana sesuai acuan kunci (Bunga, Dupa, atau Air Suci).Tepat menjodohkan seluruh 3 gambar sarana sembahyang sesuai acuan kunci: gambar bunga ke kata 'Bunga', gambar dupa ke kata 'Dupa', dan gambar air suci ke kata 'Air Suci' secara mandiri.
Menunjukkan waktu pelaksanaan Tri Sandhya (TP 1.4.2 - Unjuk Kerja Kartu)Belum mampu menunjukkan kartu waktu Tri Sandhya dengan tepat saat diminta guru (0 kartu benar).Tepat menunjukkan 1 kartu waktu Tri Sandhya sesuai permintaan guru (acuan: pagi=06.00, siang=12.00, atau sore=18.00).Tepat menunjukkan 2 dari 3 kartu waktu Tri Sandhya sesuai permintaan guru (acuan: pagi=06.00, siang=12.00, dan sore=18.00).Tepat dan mandiri menunjukkan seluruh 3 kartu waktu pelaksanaan Tri Sandhya (pagi pukul 06.00, siang pukul 12.00, sore pukul 18.00) sesuai instruksi guru.
Menyebutkan doa-doa dalam Dainika Upasana untuk kegiatan sehari-hari (TP 1.4.1 - Lisan)Belum mampu melafalkan atau menyebutkan doa kegiatan sehari-hari yang ditanyakan.Mampu melafalkan/menyebutkan 1 dari 3 doa harian dengan tepat (acuan target: doa sebelum belajar, doa sebelum makan, atau doa sebelum tidur).Mampu melafalkan/menyebutkan 2 dari 3 doa harian dengan tepat (acuan target: doa sebelum belajar, doa sebelum makan, dan doa sebelum tidur).Mampu melafalkan/menyebutkan seluruh 3 doa kegiatan sehari-hari (doa sebelum belajar, doa sebelum makan, dan doa sebelum tidur) secara tepat dan mandiri.
Menyebutkan sarana persembahyangan dalam tradisi Hindu (TP 1.4.3 - Lisan)Belum mampu menyebutkan sarana persembahyangan tradisi Hindu secara tepat.Mampu menyebutkan 1-2 sarana persembahyangan dari 4 sarana target (acuan target: bunga, dupa, air suci, kuwaca).Mampu menyebutkan 3 sarana persembahyangan dari 4 sarana target (acuan target: bunga, dupa, air suci, kuwaca).Mampu menyebutkan lengkap seluruh 4 sarana pokok persembahyangan dalam tradisi Hindu (bunga, dupa, air suci, dan kuwaca/wija) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi 2 menit per murid berjalan efektif dan tertib mencakup seluruh 28 murid dalam 56-60 menit?
  • Bagian mana dari kompetensi Bab 4 (doa harian, waktu Tri Sandhya, sarana sembahyang) yang paling dikuasai murid dan yang masih membutuhkan bimbingan pembiasaan lanjutan?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah: menarik garis gambar sarana atau menyebutkan waktu Tri Sandhya?
  • Doa sehari-hari apa yang paling kamu hafal dan selalu kamu ucapkan di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  3. Kartu bergambar anak belajar dan merapikan buku bertuliskan mantram doa belajar
  4. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (Bab 4: Tri Sandhya dan Dainika Upasana)
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  6. Kartu gambar aktivitas makan dan bersiap tidur
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  9. Model jam dinding peraga dengan jarum yang dapat diputar
  10. Kartu gambar suasana pagi dan lembar kerja pilihan jam
  11. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  12. Alat peraga jam dinding putar
  13. Kartu gambar situasi waktu (matahari siang pukul 12.00 dan senja pukul 18.00)
  14. Lembar Kerja Murid (LKPD) menjodohkan waktu Tri Sandhya
  15. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  16. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  17. Benda konkret: bunga segar dan batang dupa
  18. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  19. Benda konkret sarana persembahyangan: wadah air suci (sangku) dan baju kuwaca
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek
  21. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek
  22. Kartu gambar sarana persembahyangan Hindu (gambar aneka bunga sembahyang dan dupa lidi/nyala)
  23. Lembar kerja visual murid
  24. Kartu gambar dan poster sarana persembahyangan (air suci/sangku dan baju kuwaca)
  25. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  26. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  27. Lembar Kerja Murid (LKPD) Asesmen Sumatif menjodohkan gambar bunga, dupa, dan air suci.
  28. Set kartu visual waktu Tri Sandhya (pagi pukul 06.00, siang pukul 12.00, sore pukul 18.00).
  29. Format lembar ceklis observasi unjuk kerja guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.