Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBermain peran: mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan nyata
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mempraktikkan perilaku Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha melalui kegiatan bermain peran dalam situasi kehidupan sehari-hari
  2. Murid dapat merefleksikan perasaan dan manfaat yang dirasakan ketika berperilaku sesuai Tri Kaya Parisudha dibandingkan ketika melanggarnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, pernahkah kalian membantu teman yang sedang kesusahan? Bagaimana perasaan kalian saat itu?
  2. Apakah kalian pernah melihat teman yang berkata kasar atau merebut mainan? Bagaimana perasaan teman yang diperlakukan seperti itu?
  3. Menurutmu, lebih enak mana: berbuat baik atau berbuat tidak baik? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama (Om Swastyastu)
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan mengecek kehadiran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat apa itu Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha?' dan mengamati respons murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan bermain peran untuk mempraktikkan perilaku Tri Kaya Parisudha
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu dan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan atau menunjukkan gambar-gambar dari Buku Siswa yang menggambarkan berbagai perilaku Tri Kaya Parisudha (manacika: percaya diri, wacika: berkata sopan, kayika: tolong-menolong)
  • Guru mengajak murid mengamati setiap gambar dengan saksama dan menanyakan: 'Apa yang sedang dilakukan anak di gambar ini?'
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: murid menyebutkan perilaku pada gambar dan mengidentifikasi apakah termasuk manacika (pikiran baik), wacika (perkataan baik), atau kayika (perbuatan baik)
  • Guru memberikan penguatan dengan menjelaskan contoh nyata dari setiap jenis perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan rumah
  • Guru juga menunjukkan contoh perilaku yang melanggar Tri Kaya Parisudha (seperti merebut mainan, berkata kasar) dan mendiskusikan dampaknya

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 anak per kelompok) untuk bermain peran
  • Setiap kelompok mendapat skenario situasi kehidupan sehari-hari, misalnya: 'Temanmu jatuh di halaman', 'Ada teman yang lupa membawa pensil', 'Melihat teman yang sedih', 'Bertemu guru di jalan'
  • Guru memberikan waktu 5 menit untuk kelompok merencanakan peran: siapa yang menjadi tokoh apa, dan bagaimana mereka akan menunjukkan Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha dalam situasi tersebut
  • Setiap kelompok tampil di depan kelas mempraktikkan peran mereka (durasi 2-3 menit per kelompok)
  • Setelah setiap penampilan, guru meminta kelompok lain mengidentifikasi: perilaku apa saja yang ditunjukkan? Apakah termasuk manacika, wacika, atau kayika?
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik positif untuk setiap penampilan, menekankan bagaimana perilaku baik membuat semua orang merasa senang

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan memulai sesi refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat memerankan tokoh yang berbuat baik?'
  • Guru meminta beberapa murid berbagi pengalaman: 'Apakah kalian merasa senang? Bangga? Atau perasaan lainnya?'
  • Guru membandingkan: 'Bagaimana kalau kita berperilaku tidak baik, seperti merebut mainan atau berkata kasar? Apa yang teman rasakan?'
  • Murid diajak menyimpulkan bersama: perilaku Tri Kaya Parisudha membuat diri sendiri dan orang lain merasa bahagia dan damai
  • Guru meminta murid menuliskan atau menggambar satu komitmen perilaku Tri Kaya Parisudha yang akan mereka lakukan mulai hari ini (diferensiasi produk: menulis satu kalimat atau menggambar)
  • Beberapa murid diminta maju menyampaikan komitmennya di depan kelas

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan akhir tentang pentingnya mempraktikkan Tri Kaya Parisudha setiap hari di mana pun berada
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan satu gerakan atau ekspresi yang mewakili Kayika Parisudha (observasi pemahaman)
  • Guru memberikan tugas sederhana: di rumah, lakukan satu perbuatan baik untuk keluarga dan ceritakan besok di kelas
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap: tambahkan contoh situasi yang lebih kompleks (misalnya: berbagi dengan teman yang tidak disukai). Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: gunakan situasi yang sangat sederhana dan familiar (misalnya: menyapa guru, meminjamkan pensil)
  • Proses: Murid yang percaya diri dapat menjadi pemimpin kelompok dalam bermain peran. Murid yang pemalu dapat diberikan peran pendukung atau dibimbing guru secara khusus. Berikan scaffolding berupa kartu gambar untuk membantu murid merencanakan peran
  • Produk: Murid dapat memilih mengekspresikan refleksi melalui gambar, tulisan sederhana, atau menceritakan secara lisan. Murid yang sudah lancar menulis dapat membuat kalimat lengkap, sementara yang belum dapat menggambar dan dibimbing guru mencatat satu kata kunci

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman murid terhadap Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha yang sudah dipelajari sebelumnya
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur kesiapan belajar

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati gambar dan mengidentifikasi jenis perilaku (tahap Memahami)
  • Penilaian kinerja kelompok saat bermain peran: kesesuaian dengan skenario, kreativitas, dan penerapan konsep Tri Kaya Parisudha (tahap Mengaplikasi)
  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi refleksi dan kemampuan mengungkapkan perasaan (tahap Merefleksi)
  • Penilaian sejawat: murid memberikan umpan balik sederhana terhadap penampilan kelompok lain

Akhir:

  • Penilaian produk: komitmen tertulis atau gambar yang dibuat murid sebagai bukti pemahaman dan internalisasi nilai
  • Demonstrasi akhir: murid menunjukkan satu gerakan Kayika Parisudha untuk mengecek pemahaman konsep
  • Observasi sikap dan perilaku murid selama pembelajaran secara keseluruhan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi gambar dan identifikasi jenis perilaku Tri Kaya Parisudha
  • Penilaian kinerja saat bermain peran: kemampuan mempraktikkan manacika, wacika, kayika dalam skenario yang diberikan
  • Penilaian diri dan sejawat: murid diminta menilai penampilan kelompok lain dengan memberi bintang atau jempol

Sumatif:

  • Produk refleksi: gambar atau tulisan komitmen pribadi untuk menerapkan Tri Kaya Parisudha
  • Observasi akhir: murid mendemonstrasikan satu bentuk Kayika Parisudha
  • Penilaian sikap selama pembelajaran: keaktifan, kerja sama, dan kesungguhan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Manacika Parisudha (pikiran baik)Murid belum dapat menunjukkan sikap percaya diri atau pikiran positif dalam bermain peranMurid mulai menunjukkan sikap percaya diri atau pikiran positif tetapi masih perlu bimbingan intensifMurid dapat menunjukkan sikap percaya diri dan pikiran positif dalam bermain peran dengan sedikit bimbinganMurid secara mandiri menunjukkan sikap percaya diri dan pikiran positif dengan konsisten dalam bermain peran
Praktik Wacika Parisudha (perkataan baik)Murid belum dapat menggunakan kata-kata sopan dan santun dalam bermain peranMurid mulai menggunakan kata-kata sopan tetapi masih sering lupa atau perlu diingatkanMurid dapat menggunakan kata-kata sopan dan santun (Om Swastyastu, terima kasih, tolong, maaf) dengan sedikit bimbinganMurid secara konsisten menggunakan kata-kata sopan dan santun dalam bermain peran tanpa perlu diingatkan
Praktik Kayika Parisudha (perbuatan baik)Murid belum dapat menunjukkan perbuatan baik (tolong-menolong, peduli) dalam bermain peranMurid mulai menunjukkan perbuatan baik tetapi masih ragu-ragu atau perlu contoh langsungMurid dapat menunjukkan perbuatan baik seperti membantu, berbagi, dan peduli dengan bimbingan minimalMurid secara spontan dan konsisten menunjukkan perbuatan baik dalam bermain peran dan menginspirasi teman lain
Refleksi dan kesadaran diriMurid belum dapat mengungkapkan perasaan atau membedakan dampak perilaku baik dan burukMurid mulai dapat menyebutkan perasaan tetapi belum dapat menghubungkan dengan perilaku Tri Kaya ParisudhaMurid dapat mengungkapkan perasaan dan mulai memahami perbedaan dampak perilaku baik dan buruk dengan bimbinganMurid dapat merefleksikan perasaan dengan jelas, membandingkan dampak perilaku baik dan buruk, serta membuat komitmen perubahan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam bermain peran? Murid mana yang masih perlu dukungan lebih?
  • Apakah skenario yang diberikan cukup relevan dengan kehidupan sehari-hari murid?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan pengalaman bermakna dan menggembirakan dalam pembelajaran berikutnya?
  • Apakah asesmen yang saya lakukan sudah menangkap pemahaman dan keterampilan murid secara menyeluruh?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari bermain peran hari ini?
  • Perilaku Tri Kaya Parisudha mana yang paling mudah kamu lakukan? Mana yang masih sulit?
  • Bagaimana perasaanmu saat berbuat baik kepada teman? Apakah kamu akan melakukannya lagi?
  • Apa yang akan kamu lakukan mulai besok untuk mempraktikkan Tri Kaya Parisudha di sekolah dan rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I
  3. Gambar-gambar ilustrasi perilaku Tri Kaya Parisudha dari Buku Siswa halaman 103-112
  4. Kartu skenario bermain peran (dibuat guru)
  5. Alat tulis dan kertas untuk refleksi murid
  6. Ruang kelas yang cukup untuk aktivitas bermain peran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.