Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPenerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan contoh penerapan Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga
  2. Murid dapat menceritakan pengalaman pribadi melakukan perbuatan baik (pikiran, perkataan, perbuatan) bersama anggota keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja anggota keluarga kalian di rumah?
  2. Perbuatan baik apa yang pernah kalian lakukan bersama keluarga di rumah?
  3. Bagaimana perasaan kalian saat membantu orang tua atau saudara?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang tadi pagi membantu orang tua sebelum berangkat sekolah? Apa yang kalian lakukan?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara menerapkan Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat baik) di rumah bersama keluarga
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengingatkan kembali materi Tri Kaya Parisudha: Manacika (berpikir baik), Wacika (berkata baik), Kayika (berbuat baik)
  • Guru menampilkan gambar kegiatan keluarga di rumah (membantu orang tua, berbicara sopan, bermain bersama saudara)
  • Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi mana yang termasuk Manacika, Wacika, atau Kayika dengan bimbingan guru
  • Guru memberikan contoh konkret: Ketika ibu memasak, kalian berpikir ingin membantu (Manacika), lalu berkata 'Bu, saya bantu ya' (Wacika), kemudian membantu menyiapkan piring (Kayika)
  • Murid mendengarkan dengan seksama dan diberi kesempatan bertanya jika ada yang belum dipahami

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) berdasarkan tempat duduk
  • Setiap kelompok bermain peran menunjukkan penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga: satu anak menjadi ayah/ibu, anak lain menjadi anak yang membantu
  • Contoh skenario: Membantu ibu merapikan mainan, berbicara sopan saat meminta sesuatu, berpikir baik tentang adik yang menangis
  • Murid mempraktikkan di depan kelompoknya, guru membimbing dan memberi apresiasi
  • Setelah bermain peran, murid menuliskan satu pengalaman pribadi mereka melakukan perbuatan baik di rumah (dipandu lembar kerja sederhana dengan gambar dan kolom cerita pendek)
  • Beberapa murid maju ke depan menceritakan pengalamannya secara lisan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi: Bagaimana perasaan kalian saat berbuat baik kepada keluarga?
  • Murid merefleksikan pengalaman belajar hari ini: Apa yang mudah? Apa yang masih sulit?
  • Guru memberikan penguatan: Tri Kaya Parisudha membuat kita dan keluarga bahagia. Kalian bisa mempraktikkannya setiap hari
  • Murid menetapkan komitmen sederhana: Hari ini di rumah saya akan melakukan satu perbuatan baik untuk keluarga
  • Guru mencatat refleksi murid untuk umpan balik pembelajaran berikutnya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan gambar dan menyebutkan mana yang termasuk Manacika, Wacika, Kayika di keluarga
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru memberikan penugasan: Murid diminta mempraktikkan Tri Kaya Parisudha di rumah dan menceritakannya kepada orang tua (kegiatan bersama orang tua)
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan berdoa bersama, mengucapkan Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat menangkap diberi tugas tambahan mengidentifikasi 5 contoh Tri Kaya Parisudha dari buku cerita. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberi gambar visual dengan label yang jelas
  • Proses: Murid yang percaya diri boleh langsung bermain peran dan bercerita. Murid yang pemalu diberi waktu berlatih dengan teman atau guru terlebih dahulu sebelum tampil
  • Produk: Murid yang sudah lancar menulis bisa menuliskan cerita pengalaman dalam 3-5 kalimat. Murid yang belum lancar boleh menggambar pengalamannya dan menceritakan secara lisan kepada guru

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang kegiatan membantu keluarga yang pernah dilakukan murid pagi itu atau kemarin
  • Mengamati respon murid saat ditanya tentang perasaan mereka ketika berbuat baik di rumah

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mengidentifikasi gambar Tri Kaya Parisudha
  • Penilaian kinerja saat bermain peran: apakah murid mampu menunjukkan Manacika, Wacika, dan Kayika dengan tepat
  • Mengamati kerja sama dalam kelompok dan antusiasme murid
  • Penilaian diri: murid menilai pemahaman mereka dengan acungan jempol (paham/belum paham)

Akhir:

  • Tes lisan: murid menunjukkan gambar dan menyebutkan termasuk Manacika, Wacika, atau Kayika
  • Penilaian produk: cerita tertulis atau gambar pengalaman pribadi menerapkan Tri Kaya Parisudha di keluarga
  • Penilaian komunikasi lisan: kemampuan menceritakan pengalaman dengan jelas dan percaya diri

Formatif:

  • Observasi saat murid mengidentifikasi gambar Tri Kaya Parisudha
  • Penilaian kinerja saat bermain peran penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian cerita tertulis/gambar pengalaman pribadi murid
  • Penilaian kemampuan menceritakan pengalaman secara lisan di depan kelas
  • Tes lisan menunjukkan dan menyebutkan contoh Manacika, Wacika, Kayika di keluarga

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh penerapan Tri Kaya Parisudha di keluargaBelum dapat menyebutkan atau menunjukkan contoh Manacika, Wacika, dan Kayika di keluarga meski dengan bantuanDapat menyebutkan 1 contoh penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga dengan bantuan penuh guruDapat menunjukkan 2 contoh penerapan Tri Kaya Parisudha (minimal 2 dari 3 jenis) di keluarga dengan sedikit bantuanDapat menunjukkan dengan jelas dan tepat contoh Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha di keluarga secara mandiri
Menceritakan pengalaman pribadi berbuat baik bersama keluargaBelum dapat menceritakan pengalaman pribadi meski sudah dibimbing dan diberi pertanyaan pancinganDapat menceritakan pengalaman pribadi dengan sangat singkat (1-2 kata) dan memerlukan banyak bantuan guruDapat menceritakan pengalaman pribadi dengan cukup jelas (3-5 kalimat sederhana) meski masih memerlukan sedikit bimbinganDapat menceritakan pengalaman pribadi dengan jelas, runtut, dan percaya diri tanpa bantuan, serta menyebutkan jenis Tri Kaya Parisudha yang dilakukan
Keterampilan bermain peran penerapan Tri Kaya ParisudhaBelum dapat memerankan atau menunjukkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam bermain peranDapat mengikuti bermain peran dengan bimbingan penuh, namun belum menunjukkan pemahaman yang jelasDapat bermain peran dengan baik dan menunjukkan 2 dari 3 jenis Tri Kaya Parisudha dengan sedikit bimbinganDapat bermain peran dengan sangat baik, menunjukkan Manacika, Wacika, dan Kayika secara tepat, percaya diri, dan sesuai konteks keluarga

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami dan menunjukkan contoh Tri Kaya Parisudha di keluarga?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk murid kelas 1 dalam memahami penerapan nilai di kehidupan nyata?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai atau perlu penyesuaian?
  • Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan orang tua dalam penerapan Tri Kaya Parisudha di rumah?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar hari ini?
  • Apa yang masih sulit kalian pahami tentang Tri Kaya Parisudha di keluarga?
  • Perbuatan baik apa yang akan kalian lakukan untuk keluarga hari ini?
  • Bagaimana perasaan kalian setelah belajar cara berbuat baik di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  3. Gambar ilustrasi kegiatan keluarga (membantu orang tua, berbicara sopan, bermain bersama saudara)
  4. Lembar kerja sederhana untuk menulis/menggambar pengalaman
  5. Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus)
  6. Media visual: poster Tri Kaya Parisudha dengan simbol di keluarga

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.