MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Penerapan Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan contoh penerapan Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga
- Murid dapat menceritakan pengalaman pribadi melakukan perbuatan baik (pikiran, perkataan, perbuatan) bersama anggota keluarga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja anggota keluarga kalian di rumah?
- Perbuatan baik apa yang pernah kalian lakukan bersama keluarga di rumah?
- Bagaimana perasaan kalian saat membantu orang tua atau saudara?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang tadi pagi membantu orang tua sebelum berangkat sekolah? Apa yang kalian lakukan?
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara menerapkan Tri Kaya Parisudha (berpikir, berkata, dan berbuat baik) di rumah bersama keluarga
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mengingatkan kembali materi Tri Kaya Parisudha: Manacika (berpikir baik), Wacika (berkata baik), Kayika (berbuat baik)
- Guru menampilkan gambar kegiatan keluarga di rumah (membantu orang tua, berbicara sopan, bermain bersama saudara)
- Murid mengamati gambar dan mengidentifikasi mana yang termasuk Manacika, Wacika, atau Kayika dengan bimbingan guru
- Guru memberikan contoh konkret: Ketika ibu memasak, kalian berpikir ingin membantu (Manacika), lalu berkata 'Bu, saya bantu ya' (Wacika), kemudian membantu menyiapkan piring (Kayika)
- Murid mendengarkan dengan seksama dan diberi kesempatan bertanya jika ada yang belum dipahami
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) berdasarkan tempat duduk
- Setiap kelompok bermain peran menunjukkan penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga: satu anak menjadi ayah/ibu, anak lain menjadi anak yang membantu
- Contoh skenario: Membantu ibu merapikan mainan, berbicara sopan saat meminta sesuatu, berpikir baik tentang adik yang menangis
- Murid mempraktikkan di depan kelompoknya, guru membimbing dan memberi apresiasi
- Setelah bermain peran, murid menuliskan satu pengalaman pribadi mereka melakukan perbuatan baik di rumah (dipandu lembar kerja sederhana dengan gambar dan kolom cerita pendek)
- Beberapa murid maju ke depan menceritakan pengalamannya secara lisan
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi: Bagaimana perasaan kalian saat berbuat baik kepada keluarga?
- Murid merefleksikan pengalaman belajar hari ini: Apa yang mudah? Apa yang masih sulit?
- Guru memberikan penguatan: Tri Kaya Parisudha membuat kita dan keluarga bahagia. Kalian bisa mempraktikkannya setiap hari
- Murid menetapkan komitmen sederhana: Hari ini di rumah saya akan melakukan satu perbuatan baik untuk keluarga
- Guru mencatat refleksi murid untuk umpan balik pembelajaran berikutnya
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan gambar dan menyebutkan mana yang termasuk Manacika, Wacika, Kayika di keluarga
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
- Guru memberikan penugasan: Murid diminta mempraktikkan Tri Kaya Parisudha di rumah dan menceritakannya kepada orang tua (kegiatan bersama orang tua)
- Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan berdoa bersama, mengucapkan Om Shanti Shanti Shanti Om
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat menangkap diberi tugas tambahan mengidentifikasi 5 contoh Tri Kaya Parisudha dari buku cerita. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberi gambar visual dengan label yang jelas
- Proses: Murid yang percaya diri boleh langsung bermain peran dan bercerita. Murid yang pemalu diberi waktu berlatih dengan teman atau guru terlebih dahulu sebelum tampil
- Produk: Murid yang sudah lancar menulis bisa menuliskan cerita pengalaman dalam 3-5 kalimat. Murid yang belum lancar boleh menggambar pengalamannya dan menceritakan secara lisan kepada guru
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang kegiatan membantu keluarga yang pernah dilakukan murid pagi itu atau kemarin
- Mengamati respon murid saat ditanya tentang perasaan mereka ketika berbuat baik di rumah
Proses:- Observasi partisipasi murid saat mengidentifikasi gambar Tri Kaya Parisudha
- Penilaian kinerja saat bermain peran: apakah murid mampu menunjukkan Manacika, Wacika, dan Kayika dengan tepat
- Mengamati kerja sama dalam kelompok dan antusiasme murid
- Penilaian diri: murid menilai pemahaman mereka dengan acungan jempol (paham/belum paham)
Akhir:- Tes lisan: murid menunjukkan gambar dan menyebutkan termasuk Manacika, Wacika, atau Kayika
- Penilaian produk: cerita tertulis atau gambar pengalaman pribadi menerapkan Tri Kaya Parisudha di keluarga
- Penilaian komunikasi lisan: kemampuan menceritakan pengalaman dengan jelas dan percaya diri
Formatif:- Observasi saat murid mengidentifikasi gambar Tri Kaya Parisudha
- Penilaian kinerja saat bermain peran penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga
- Tanya jawab selama proses pembelajaran
Sumatif:- Penilaian cerita tertulis/gambar pengalaman pribadi murid
- Penilaian kemampuan menceritakan pengalaman secara lisan di depan kelas
- Tes lisan menunjukkan dan menyebutkan contoh Manacika, Wacika, Kayika di keluarga
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan contoh penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga | Belum dapat menyebutkan atau menunjukkan contoh Manacika, Wacika, dan Kayika di keluarga meski dengan bantuan | Dapat menyebutkan 1 contoh penerapan Tri Kaya Parisudha di keluarga dengan bantuan penuh guru | Dapat menunjukkan 2 contoh penerapan Tri Kaya Parisudha (minimal 2 dari 3 jenis) di keluarga dengan sedikit bantuan | Dapat menunjukkan dengan jelas dan tepat contoh Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha di keluarga secara mandiri | | Menceritakan pengalaman pribadi berbuat baik bersama keluarga | Belum dapat menceritakan pengalaman pribadi meski sudah dibimbing dan diberi pertanyaan pancingan | Dapat menceritakan pengalaman pribadi dengan sangat singkat (1-2 kata) dan memerlukan banyak bantuan guru | Dapat menceritakan pengalaman pribadi dengan cukup jelas (3-5 kalimat sederhana) meski masih memerlukan sedikit bimbingan | Dapat menceritakan pengalaman pribadi dengan jelas, runtut, dan percaya diri tanpa bantuan, serta menyebutkan jenis Tri Kaya Parisudha yang dilakukan | | Keterampilan bermain peran penerapan Tri Kaya Parisudha | Belum dapat memerankan atau menunjukkan perilaku Tri Kaya Parisudha dalam bermain peran | Dapat mengikuti bermain peran dengan bimbingan penuh, namun belum menunjukkan pemahaman yang jelas | Dapat bermain peran dengan baik dan menunjukkan 2 dari 3 jenis Tri Kaya Parisudha dengan sedikit bimbingan | Dapat bermain peran dengan sangat baik, menunjukkan Manacika, Wacika, dan Kayika secara tepat, percaya diri, dan sesuai konteks keluarga |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat memahami dan menunjukkan contoh Tri Kaya Parisudha di keluarga?
- Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk murid kelas 1 dalam memahami penerapan nilai di kehidupan nyata?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu sudah sesuai atau perlu penyesuaian?
- Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan orang tua dalam penerapan Tri Kaya Parisudha di rumah?
Refleksi Murid:- Apa yang paling menyenangkan dari belajar hari ini?
- Apa yang masih sulit kalian pahami tentang Tri Kaya Parisudha di keluarga?
- Perbuatan baik apa yang akan kalian lakukan untuk keluarga hari ini?
- Bagaimana perasaan kalian setelah belajar cara berbuat baik di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
- Gambar ilustrasi kegiatan keluarga (membantu orang tua, berbicara sopan, bermain bersama saudara)
- Lembar kerja sederhana untuk menulis/menggambar pengalaman
- Alat tulis (pensil, pensil warna, penghapus)
- Media visual: poster Tri Kaya Parisudha dengan simbol di keluarga
|