Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Wacika Parisudha: berkata yang baik dan benar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Wacika Parisudha: berkata yang baik dan benar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Wacika Parisudha: berkata yang baik dan benar

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Wacika Parisudha: berkata yang baik dan benar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikWacika Parisudha: berkata yang baik dan benar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian Wacika Parisudha sebagai sikap selalu berkata yang baik dan benar
  2. Murid dapat memberi contoh perilaku berkata baik (Wacika), seperti memberi salam dan bertutur sopan kepada pendidik, teman, dan orang lain

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, kata-kata apa yang kalian ucapkan saat bertemu guru di pagi hari?
  2. Pernahkah kalian mengucapkan terima kasih kepada teman yang membantu? Bagaimana perasaan kalian?
  3. Mengapa kita harus berkata sopan dan baik kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru masuk kelas dengan mengucapkan salam 'Om Swastyastu' dan mengajak murid menjawab salam dengan penuh semangat
  • Guru mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran dengan sikap khusyuk
  • Guru menanyakan kabar murid dan mengecek kehadiran dengan penuh perhatian, menanyakan alasan jika ada yang tidak hadir untuk menumbuhkan kepedulian
  • Asesmen awal: Guru menanyakan kepada murid 'Siapa yang tadi pagi mengucapkan salam kepada orang tua? Kata apa yang kalian ucapkan?' dan mencatat respons murid
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran hari ini tentang Wacika Parisudha (berkata baik dan benar) dengan antusias
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan belajar apa itu Wacika Parisudha dan contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menjelaskan pengertian Wacika Parisudha dengan bahasa sederhana: 'Wacika artinya perkataan, Parisudha artinya baik dan suci. Jadi Wacika Parisudha adalah berkata yang baik dan benar'
  • Guru menampilkan gambar atau media visual tentang anak mengucap salam, berterima kasih, meminta maaf, dan berkata sopan
  • Guru mengajak murid mengamati gambar dengan saksama dan bertanya: 'Apa yang sedang dilakukan anak-anak dalam gambar ini?'
  • Guru menjelaskan kata-kata baik yang sering digunakan: salam (Om Swastyastu), maaf, tolong, terima kasih, dan kata sopan lainnya
  • Guru menyanyikan lagu 'Tri Kaya Parisudha 2' (irama Burung Kutilang) bersama murid dengan ceria, fokus pada bait 'berkata yang benar'
  • Murid menyimak cerita pendek dari guru tentang Sudarma yang mengucap salam kepada ayah, bunda, dan guru sebelum berangkat sekolah

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain peran sederhana berpasangan: satu murid berperan sebagai yang datang, satu berperan sebagai guru/teman
  • Murid mempraktikkan mengucap salam 'Om Swastyastu' dengan sopan dan tersenyum
  • Guru membuat simulasi: murid A meminjam penghapus murid B, murid A mengucapkan 'tolong' dan 'terima kasih', murid B menjawab 'sama-sama'
  • Murid mempraktikkan mengucapkan kata maaf saat tidak sengaja menyenggol teman
  • Guru memberikan lembar latihan 'Ayo Berlatih 7' dari buku siswa: murid menghubungkan situasi dengan kata yang tepat (sikap bertemu orang-salam, sikap berbicara-sopan, setelah membuat janji-menepatinya, ditolong-terima kasih, berbicara terus terang-jujur)
  • Asesmen proses: Guru mengamati dan mencatat kemampuan murid dalam mempraktikkan berkata baik melalui bermain peran

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi pengalaman: 'Bagaimana perasaan kalian saat mengucapkan salam dan kata sopan tadi?'
  • Murid menceritakan pengalaman masing-masing saat berkata baik di rumah atau sekolah (penilaian diri)
  • Guru meminta murid menuliskan atau menggambar satu contoh berkata baik yang akan mereka lakukan hari ini
  • Murid diminta merefleksi: 'Apa yang akan kalian lakukan jika lupa mengucap salam?'
  • Guru memberikan penguatan positif atas refleksi murid dan menekankan pentingnya Wacika Parisudha sebagai tuntunan hidup sehari-hari

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: Wacika Parisudha adalah berkata baik dan benar, contohnya mengucap salam, terima kasih, maaf, tolong, dan berkata sopan
  • Asesmen akhir: Guru memberikan pertanyaan lisan 'Sebutkan 3 contoh Wacika Parisudha!' dan mencatat jawaban murid
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang aktif dan berani mempraktikkan berkata baik
  • Guru memberikan penugasan rumah: murid diminta mempraktikkan Wacika Parisudha di rumah (mengucap salam kepada orang tua, berterima kasih saat dibantu) dan bercerita besok
  • Guru menutup pembelajaran dengan menyanyikan lagu Tri Kaya Parisudha bersama
  • Guru mengajak murid berdoa penutup dan mengucap salam 'Om Shanti Shanti Shanti Om'

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberikan gambar visual lebih banyak; murid yang sudah lancar membaca diminta membaca cerita Sudarma dari buku siswa
  • Proses: Murid yang pemalu diberi kesempatan bermain peran dengan teman dekat terlebih dahulu; murid yang percaya diri diminta memimpin simulasi di depan kelas
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis boleh menggambar contoh Wacika Parisudha; murid yang sudah lancar menulis diminta menuliskan 5 contoh kalimat berkata baik lengkap

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid mengucapkan salam atau kata sopan di pagi hari
  • Observasi pemahaman awal murid tentang pentingnya berkata baik

Proses:

  • Observasi saat murid bermain peran mempraktikkan Wacika Parisudha
  • Mengamati kemampuan murid menghubungkan situasi dengan kata yang tepat
  • Mendengarkan respons murid saat merefleksi pengalaman berkata baik

Akhir:

  • Tes lisan: murid menyebutkan 3 contoh Wacika Parisudha
  • Penilaian keterampilan: murid mempraktikkan berkata baik dengan rubrik 4 level
  • Pengamatan sikap murid saat menutup pembelajaran (mengucap salam, berterima kasih)

Formatif:

  • Observasi saat murid bermain peran dan mempraktikkan berkata baik
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Mengamati kemampuan murid menghubungkan situasi dengan kata yang tepat pada lembar latihan

Sumatif:

  • Tes lisan: murid menyebutkan pengertian dan contoh Wacika Parisudha
  • Penilaian keterampilan: murid mempraktikkan 3 contoh berkata baik (salam, terima kasih, maaf) dengan penilaian rubrik

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian Wacika ParisudhaBelum dapat menjelaskan pengertian Wacika ParisudhaDapat menjelaskan pengertian Wacika Parisudha dengan bantuan guruDapat menjelaskan pengertian Wacika Parisudha dengan baikDapat menjelaskan pengertian Wacika Parisudha dengan sangat baik dan memberikan alasan pentingnya
Memberi contoh perilaku berkata baikBelum dapat memberi contoh perilaku berkata baikDapat memberi 1 contoh perilaku berkata baik dengan bantuanDapat memberi 2-3 contoh perilaku berkata baik secara mandiriDapat memberi lebih dari 3 contoh perilaku berkata baik dengan penjelasan konteks penggunaannya
Mempraktikkan Wacika ParisudhaBelum dapat mempraktikkan berkata baik dengan sopanDapat mempraktikkan berkata baik namun masih perlu diingatkanDapat mempraktikkan berkata baik dengan sopan secara mandiriDapat mempraktikkan berkata baik dengan sangat sopan, jelas, dan penuh kesadaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami pengertian Wacika Parisudha dengan media yang digunakan?
  • Apakah kegiatan bermain peran efektif membantu murid mempraktikkan berkata baik?
  • Murid mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang Wacika Parisudha?
  • Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan berkata baik kepada teman?
  • Kata baik apa yang akan kamu ucapkan hari ini di rumah?
  • Apa yang masih sulit kamu pahami tentang Wacika Parisudha?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 94-108)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 (halaman 141-167)
  3. Gambar/poster contoh Wacika Parisudha (mengucap salam, sopan santun, berkata jujur, menepati janji)
  4. Media visual: kartu kata (salam, maaf, tolong, terima kasih)
  5. Lirik lagu Tri Kaya Parisudha 2 (irama Burung Kutilang)
  6. Lembar kerja 'Ayo Berlatih 7' dari buku siswa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.