Modul AjarBab 3Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Tri Kaya Parisudha

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 3 "Tri Kaya Parisudha", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Tri Kaya Parisudha

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Tri Kaya Parisudha

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 3 — Tri Kaya Parisudha
Alokasi Waktu27 JP (27 x 35 menit = 945 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.3.1 Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha
  2. TP 1.3.2 Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 1.3.3 Mengidentifikasi perilaku Subha Karma yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha
  4. TP 1.3.4 Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Tahukah kamu apa arti kata 'Tri' dalam ajaran agama Hindu?
  2. Pernahkah kamu mendengar tiga perbuatan yang disucikan bernama Tri Kaya Parisudha?
  3. Siapa yang ingat apa arti kata Manacika, Wacika, dan Kayika?
  4. Saat melihat gambar anak yang sedang belajar dengan tenang atau gambar anak yang menyapa guru dengan ramah, bagian Tri Kaya Parisudha manakah itu?
  5. Apa yang biasanya kalian lakukan saat melihat ibu sedang menyapu lantai di rumah?
  6. Bagaimana ucapan kita kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah?
  7. Apa contoh ucapan baik yang biasa kalian ucapkan saat bertemu bapak atau ibu guru di sekolah?
  8. Apa yang kalian lakukan dengan tangan kalian jika melihat teman di kelas menjatuhkan pensil?
  9. Apa yang kita rasakan saat memikirkan hal yang baik tentang teman kita?
  10. Kata-kata baik apa saja yang membuat hati teman kita menjadi gembira?
  11. Perbuatan baik apa saja yang pernah kamu lakukan saat membantu orang tua atau teman?
  12. Mengapa berbuat baik seperti menolong sesama termasuk bagian dari perilaku Subha Karma?
  13. Apa yang kalian rasakan jika melihat teman merebut mainan teman lainnya?
  14. Bagaimana kita mengenali perilaku buruk (Asubha Karma) yang tidak boleh kita tiru melalui gambar?
  15. Apa yang kalian rasakan jika ada teman yang berkata kasar atau merebut mainanmu?
  16. Mengapa perbuatan buruk seperti berbohong atau menyontek bertentangan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha?
  17. Apa saja tiga perilaku baik dalam ajaran Tri Kaya Parisudha yang telah kita pelajari?
  18. Bagaimana cara kita membedakan perilaku perbuatan baik (Subha Karma) dan perilaku perbuatan buruk (Asubha Karma) saat melihat gambar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menyebutkan Bagian-Bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama Gayatrimantram (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan ruang kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan apa arti kata tri yang kalian ketahui!' (acuan jawaban: tiga) serta 'Siapa yang sudah tahu tiga bagian Tri Kaya Parisudha?' (acuan jawaban: Kayika, Wacika, Manacika) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan arti kata Tri (tiga), Kaya (perbuatan), dan Parisudha (disucikan/baik) secara lisan di papan tulis (10 menit).
  • Guru memperkenalkan dan melatih pelafalan 3 nama bagian Tri Kaya Parisudha: 1. Kayika Parisudha, 2. Wacika Parisudha, 3. Manacika Parisudha secara klasikal (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu 'Tri Kaya Parisudha' dengan lirik: 'Tiga perbuatan yang disucikan, Kayika berbuat baik, Wacika berkata baik, Manacika berpikir baik, itulah Tri Kaya Parisudha' untuk mengingat 3 istilah bagian tersebut (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan 3 kartu kata kepada setiap murid yang memuat tulisan: (1) Kayika, (2) Wacika, (3) Manacika (10 menit).
  • Melalui permainan ceria 'Tunjuk Cepat Bagian Tri Kaya', saat guru membunyikan lonceng dan menyebutkan nomor urut 'Bagian kesatu/kedua/ketiga!', murid secara serentak mengangkat kartu kata yang tepat dan menyebutkan namanya dengan lantang (acuan: Kayika, Wacika, Manacika) (15 menit).
  • Secara bergantian dan mandiri, setiap murid maju menyebutkan secara lisan ketiga bagian Tri Kaya Parisudha secara lengkap di hadapan guru (acuan jawaban: 1. Kayika, 2. Wacika, 3. Manacika) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru menyadari pentingnya mengingat ketiga bagian perbuatan suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Murid bersama guru kembali melafalkan bersama-sama 3 bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) dengan penuh kesadaran dan ketenangan (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas keberhasilan seluruh murid dalam melafalkan dan menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa Paramasantih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu nama bagian berukuran besar dan berwarna kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih terbata-bata menyebutkan istilah, guru memberikan bimbingan dengan pengulangan suku kata per kata (Ka-yi-ka, Wa-ci-ka, Ma-na-ci-ka); bagi murid yang sudah lancar, diminta menyebutkan ketiga bagian secara runtut dan mandiri.
  • Produk: Penyebutan bagian Tri Kaya Parisudha dilakukan secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu kata bagian lalu melafalkannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 1. 'Apa arti kata Tri?' (Acuan jawaban: tiga); 2. 'Sebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha yang kalian ketahui!' (Acuan jawaban: Kayika, Wacika, Manacika).

Proses:

  • Penilaian performa lisan saat murid secara mandiri menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha (Daftar acuan tepat: 1. Kayika, 2. Wacika, 3. Manacika).

Akhir Pertemuan:

  • Cek lisan acak penutup: Murid diminta menyebutkan kembali 3 bagian Tri Kaya Parisudha tanpa bantuan kartu (Acuan jawaban lengkap: Kayika, Wacika, Manacika).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha saat permainan kartu kata dan unjuk kerja mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya ParisudhaBelum dapat menyebutkan satupun dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) meskipun telah diberikan bantuan.Dapat menyebutkan 1 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha (pilihan antara: Kayika, Wacika, atau Manacika) dengan bantuan guru.Dapat menyebutkan 2 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha (dari acuan: Kayika, Wacika, Manacika) secara mandiri atau menyebutkan ketiganya dengan sedikit bantuan.Dapat menyebutkan seluruh 3 bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) secara lengkap, tepat, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat melafalkan dan menyebutkan 3 nama bagian Tri Kaya Parisudha dengan benar?
  • Apakah metode lagu dan kartu kata efektif membantu murid Fase A mengingat ketiga istilah tersebut?

Murid:

  • Bagian Tri Kaya Parisudha mana yang paling mudah kamu sebutkan namanya?
  • Apakah kamu merasa senang belajar bernyanyi sambil menghafalkan 3 nama bagian Tri Kaya Parisudha hari ini?

Pertemuan 2 — Menyebutkan Pengertian Bagian-Bagian Tri Kaya Parisudha Melalui Media Gambar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Pendidik membuka pembelajaran dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa belajar bersama secara tertib (5 menit).
  • Pendidik mengecek kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan ruang kelas (5 menit).
  • Pendidik melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 3 kartu kata nama bagian Tri Kaya Parisudha: Manacika, Wacika, Kayika, lalu meminta murid menyebutkan arti singkatnya (acuan jawaban: Manacika = berpikir yang baik; Wacika = berkata yang baik; Kayika = berbuat yang baik) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Pendidik menayangkan/memperlihatkan 3 gambar perilaku di papan tulis: Gambar A (seorang anak sedang belajar dengan tenang di meja belajar), Gambar B (seorang anak mengucapkan salam dengan tersenyum kepada guru), dan Gambar C (seorang anak memungut sampah dan membuangnya ke tong sampah) (10 menit).
  • Murid bersama pendidik mengamati ketiga gambar tersebut, lalu pendidik membimbing murid menyebutkan arti dari masing-masing bagian Tri Kaya Parisudha berdasarkan gambar tersebut secara mendalam (acuan: Gambar A menunjukkan Manacika Parisudha yaitu berpikir yang baik; Gambar B menunjukkan Wacika Parisudha yaitu berkata yang baik; Gambar C menunjukkan Kayika Parisudha yaitu berbuat atau berperilaku yang baik) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Tebak Kartu Gambar Parisudha': Pendidik membagikan lembar kerja berisi 3 gambar aktivitas yang dilengkapi pilihan arti, yaitu: (1) Gambar anak sedang berdoa dalam hati dengan tenang, (2) Gambar anak mengucapkan 'terima kasih' saat diberi hadiah, (3) Gambar anak membantu temannya yang terjatuh (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyebutkan pengertian bagian Tri Kaya Parisudha yang diwakili oleh masing-masing gambar tersebut dengan cara menghubungkan garis atau memilih pengertian yang tepat (acuan kunci jawaban: Gambar 1 = Manacika Parisudha / berpikir yang baik; Gambar 2 = Wacika Parisudha / berkata yang baik; Gambar 3 = Kayika Parisudha / berbuat yang baik) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak bersama-sama menyebutkan kembali secara lisan ketiga bagian Tri Kaya Parisudha beserta pengertiannya berdasarkan gambar-gambar yang telah dipelajari (15 menit).

Penutup:

  • Pendidik memberikan umpan balik dan penguatan terhadap hasil kerja murid dalam menyebutkan pengertian bagian-bagian Tri Kaya Parisudha melalui media gambar (10 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam penutup Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dengan petunjuk simbol sederhana (simbol otak/pikiran untuk Manacika, simbol bibir/bicara untuk Wacika, simbol tangan/tindakan untuk Kayika).
  • Proses: Murid yang cepat diarahkan menyebutkan pengertian bagian Tri Kaya Parisudha secara mandiri pada gambar tambahan, sedangkan murid yang lambat dibimbing secara berulang dengan pengenalan simbol gambar.
  • Produk: Semua murid menyebutkan pengertian bagian Tri Kaya Parisudha sesuai gambar acuan pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di pendahuluan: 'Sebutkan arti dari Manacika Parisudha, Wacika Parisudha, dan Kayika Parisudha!' (acuan: Manacika Parisudha = berpikir yang baik; Wacika Parisudha = berkata yang baik; Kayika Parisudha = berbuat/berperilaku yang baik).

Proses:

  • Pengamatan dan penilaian lembar kerja 'Tebak Kartu Gambar Parisudha' pada tahap Mengaplikasi dengan 3 butir soal bergambar: (1) Gambar anak berdoa dalam hati dengan tenang (acuan: Manacika Parisudha / berpikir yang baik); (2) Gambar anak mengucapkan 'terima kasih' (acuan: Wacika Parisudha / berkata yang baik); (3) Gambar anak menolong teman jatuh (acuan: Kayika Parisudha / berbuat yang baik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: Murid diminta menyebutkan pengertian bagian Tri Kaya Parisudha saat guru mengangkat salah satu kartu gambar secara acak (acuan: gambar berpikir/belajar = Manacika / berpikir yang baik; gambar mengucap salam/terima kasih = Wacika / berkata yang baik; gambar menolong/membuang sampah = Kayika / berbuat yang baik).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai arti ketiga bagian Tri Kaya Parisudha.
  • Unjuk kerja tertulis/menjodohkan pada lembar kerja bergambar untuk menyebutkan pengertian Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan pengertian bagian-bagian Tri Kaya Parisudha (Manacika, Wacika, Kayika) melalui media gambarBelum mampu menyebutkan pengertian ketiga bagian Tri Kaya Parisudha melalui media gambar dengan tepat meski dengan bimbingan guru (0 dari 3 acuan tepat).Menyebutkan pengertian 1 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha melalui media gambar secara tepat dengan bimbingan guru (acuan: Manacika = berpikir baik, Wacika = berkata baik, Kayika = berbuat baik).Menyebutkan pengertian 2 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha melalui media gambar secara tepat dan mandiri (acuan: Manacika = berpikir baik, Wacika = berkata baik, Kayika = berbuat baik).Menyebutkan pengertian seluruh (3 dari 3) bagian Tri Kaya Parisudha melalui media gambar secara tepat dan mandiri (acuan: (1) Manacika Parisudha = berpikir yang baik, (2) Wacika Parisudha = berkata yang baik, (3) Kayika Parisudha = berbuat/berperilaku yang baik).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media gambar memudahkan murid kelas 1 dalam memahami pengertian Manacika, Wacika, dan Kayika Parisudha?
  • Bagian gambar mana yang masih membingungkan bagi murid saat menentukan pengertiannya?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar bagian Tri Kaya Parisudha sambil melihat gambar hari ini?
  • Gambar mana yang paling kamu sukai?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa Dainika Upasana sebelum belajar (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar perilaku di rumah: Gambar A (anak berpamitan mencium tangan orang tua) dan Gambar B (anak berebut mainan dengan adik), lalu menanyakan gambar mana yang merupakan perbuatan baik di rumah (acuan: Gambar A) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan 3 gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluarga: Gambar 1 mendoakan keselamatan orang tua (Manacika Parisudha), Gambar 2 menyapa orang tua dengan kata santun 'Om Swastyastu' atau mengucapkan 'terima kasih' (Wacika Parisudha), dan Gambar 3 membantu ayah merapikan meja makan (Kayika Parisudha) (15 menit).
  • Guru dan murid tanya jawab mengenai bagian Tri Kaya Parisudha yang cocok untuk masing-masing gambar tersebut di lingkungan keluarga (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid bermain kuis gerak 'Tunjuk Cepat Perilaku Baik': Guru membacakan 3 pernyataan situasi di rumah dan murid mengangkat kartu bergambar (jempol ke atas untuk perilaku Tri Kaya Parisudha, jempol ke bawah untuk bukan): (1) Menyayangi adik saat bermain bersama; (2) Membentak kakak saat mainan dipinjam; (3) Membantu ibu membereskan tempat tidur sendiri (acuan: 1 jempol ke atas, 2 jempol ke bawah, 3 jempol ke atas) (15 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Menjodohkan yang berisi 3 gambar perilaku di rumah dengan label bagian Tri Kaya Parisudha: Gambar A (berdoa sebelum tidur bersama keluarga), Gambar B (berkata jujur kepada ibu), dan Gambar C (membantu adik merapikan mainan) dipasangkan ke pilihan: (1) Manacika Parisudha, (2) Wacika Parisudha, dan (3) Kayika Parisudha (acuan: Gambar A berpasangan dengan 1, Gambar B berpasangan dengan 2, Gambar C berpasangan dengan 3) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama murid mengecek kebenaran hasil penunjukan dan pemasangan gambar pada lembar kerja secara klasikal (10 menit).
  • Murid menyebutkan kembali 1 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha (berpikir baik, berkata baik, atau berbuat baik) yang sudah atau ingin dilakukan bersama orang tua di rumah hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan bahwa perilaku Tri Kaya Parisudha (berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik) harus selalu ditunjukkan kepada ayah, ibu, adik, dan kakak di rumah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan serta menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan simbol tindakan jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi saat menghubungkan garis pada lembar kerja; bagi murid yang cepat selesai, diberikan gambar situasi rumah tambahan untuk ditunjukkan bagian perilakunya.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan contoh perilaku melalui penunjukan kartu gambar langsung atau menarik garis pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik memilih gambar perilaku baik di rumah antara Gambar A (anak berpamitan mencium tangan orang tua) dan Gambar B (anak berebut mainan dengan adik) (acuan: Gambar A adalah contoh perilaku baik).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan respon murid pada kuis gerak 'Tunjuk Cepat Perilaku Baik' atas 3 situasi: (1) Menyayangi adik (jempol atas), (2) Membentak kakak (jempol bawah), (3) Membantu ibu (jempol atas).
  • Pemeriksaan ketepatan menjodohkan 3 gambar perilaku di rumah pada lembar kerja: Gambar A (berdoa sebelum tidur) -> Manacika; Gambar B (berkata jujur pada ibu) -> Wacika; Gambar C (membantu adik merapikan mainan) -> Kayika.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan: Murid diminta menunjuk 1 gambar tindakan baik di rumah yang termasuk perbuatan baik (Kayika) dari 2 pilihan gambar: Gambar 1 (membantu ibu mencuci piring) dan Gambar 2 (membiarkan sampah berceceran di ruang tamu) (acuan: Gambar 1).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat kuis gerak 'Tunjuk Cepat Perilaku Baik'
  • Penilaian lembar kerja menjodohkan gambar perilaku di lingkungan keluarga dengan bagian Tri Kaya Parisudha

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluargaBelum mampu menunjukkan pasangan gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di keluarga secara tepat walau dengan bimbingan penuh.Mampu menunjukkan tepat 1 dari 3 pasangan gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluarga sesuai lembar kerja (acuan: A-1, B-2, C-3).Mampu menunjukkan tepat 2 dari 3 pasangan gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluarga sesuai lembar kerja (acuan: A-1, B-2, C-3).Mampu menunjukkan seluruh 3 pasangan gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluarga secara tepat dan mandiri sesuai lembar kerja (acuan: A-1, B-2, C-3).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar situasi keluarga mempermudah murid kelas 1 mengenali contoh perilaku Tri Kaya Parisudha?
  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam kuis gerak dan latihan menjodohkan gambar?

Murid:

  • Apakah kalian senang melihat gambar-gambar perbuatan baik di rumah tadi?
  • Perilaku baik apa yang ingin kalian lakukan bersama ibu dan ayah di rumah nanti?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Contoh Perilaku Tri Kaya Parisudha di Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Pendidik membuka pembelajaran dengan salam panganjali Om Swastyastu dan memandu doa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Pendidik mengecek kehadiran serta mengajak murid menyanyikan lagu sederhana tentang berbuat baik guna membangun suasana belajar yang menyenangkan (5 menit).
  • Pendidik melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: Gambar A (murid membuang sampah di tempat sampah kelas) dan Gambar B (murid mencoret-coret meja), lalu meminta murid menunjuk gambar perilaku yang baik di sekolah (acuan: Gambar A) (5 menit).
  • Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan contoh-contoh perilaku Tri Kaya Parisudha (berpikir baik/manacika, berkata sopan/wacika, berbuat baik/kayika) di lingkungan sekolah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Pendidik menampilkan dan memandu murid mengamati 3 gambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah: Gambar 1 (murid berdoa sebelum belajar di kelas - contoh manacika), Gambar 2 (Ayu menyapa guru dengan ucapan Om Swastyastu - contoh wacika), dan Gambar 3 (Ayu meminjamkan pensil kepada temannya - contoh kayika) (10 menit).
  • Pendidik memfasilitasi tanya jawab terbimbing untuk menegaskan bahwa di sekolah kita harus menunjukkan perilaku berpikir bersih (manacika), berbicara santun (wacika), dan berbuat tolong-menolong (kayika) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Pendidik menggelar permainan edukatif 'Tebak Kartu Parisudha Sekolah' secara berpasangan: murid dibagikan 3 kartu ilustrasi perilaku di sekolah, yaitu Kartu 1 (anak berbaris rapi mendengarkan instruksi guru dengan tenang), Kartu 2 (anak mengucapkan 'terima kasih' saat dipinjamkan penghapus), dan Kartu 3 (anak membantu teman membersihkan papan tulis) (15 menit).
  • Setiap pasangan murid bekerja sama untuk menunjukkan dan mengelompokkan kartu tersebut ke dalam kotak bagian Tri Kaya Parisudha yang sesuai: Kotak Manacika (Kartu 1), Kotak Wacika (Kartu 2), dan Kotak Kayika (Kartu 3) (acuan: Kartu 1 -> Manacika; Kartu 2 -> Wacika; Kartu 3 -> Kayika) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mencocokkan garis antara 3 gambar perilaku di sekolah dengan nama bagian Tri Kaya Parisudha: Gambar A (berdoa dengan sungguh-sungguh di kelas) -> Manacika; Gambar B (mengucapkan salam kepada guru) -> Wacika; Gambar C (merapikan bangku bersama teman) -> Kayika (acuan: A-Manacika, B-Wacika, C-Kayika) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pendidik mengajak murid duduk melingkar dengan tenang untuk mengingat kembali perilaku baik apa saja yang sudah mereka tunjukkan sejak pagi tadi di sekolah (10 menit).

Penutup:

  • Pendidik bersama murid menyimpulkan bahwa menerapkan Tri Kaya Parisudha di sekolah membuat kelas menjadi damai, tertib, dan rukun (5 menit).
  • Pendidik memberikan umpan balik penguatan atas ketepatan murid dalam menunjukkan contoh perilaku baik di sekolah (3 menit).
  • Pendidik menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih (Om Santih, Santih, Santih Om) (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna dengan ikon visual pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, pendidik memberikan pendampingan langsung saat mencocokkan gambar perilaku; bagi murid yang cepat paham, diberikan tantangan tambahan menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha saat berada di perpustakaan sekolah.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan contoh perilaku baik di sekolah melalui menghubungkan garis gambar pada lembar kerja atau dengan menempelkan kartu gambar secara langsung pada papan pajangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di awal pembelajaran: Murid diminta menunjuk gambar perilaku terpuji di sekolah di antara 2 pilihan gambar: Gambar A (anak membuang sampah pada tempatnya di kelas) atau Gambar B (anak mencoret meja kelas) (acuan jawaban: Gambar A).

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja mencocokkan 3 kartu perilaku di sekolah ke dalam kotak bagian Tri Kaya Parisudha yang tepat: Kartu 1 (berbaris rapi dan tenang saat upacara) -> Manacika; Kartu 2 (mengucapkan 'tolong' dan 'terima kasih' kepada teman) -> Wacika; Kartu 3 (membantu teman merapikan buku di kelas) -> Kayika (acuan: Kartu 1 masuk Manacika, Kartu 2 masuk Wacika, Kartu 3 masuk Kayika).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri mencocokkan garis antara 3 gambar perilaku di sekolah dengan bagian Tri Kaya Parisudha: Butir 1 (gambar berdoa sebelum belajar) dipasangkan dengan Manacika; Butir 2 (gambar mengucap salam 'Om Swastyastu' kepada guru) dipasangkan dengan Wacika; Butir 3 (gambar meminjamkan alat tulis kepada teman) dipasangkan dengan Kayika (acuan kunci: Butir 1 -> Manacika; Butir 2 -> Wacika; Butir 3 -> Kayika).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan kartu contoh perilaku di sekolah
  • Pemeriksaan lembar latihan mencocokkan gambar perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan sekolahBelum mampu menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah (0 dari 3 butir tepat sesuai acuan: Gambar berdoa-Manacika, salam-Wacika, pinjam alat tulis-Kayika).Mampu menunjukkan tepat 1 dari 3 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah sesuai acuan gambar (berdoa-Manacika, salam-Wacika, atau pinjam alat tulis-Kayika) dengan bimbingan pendidik.Mampu menunjukkan tepat 2 dari 3 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah sesuai acuan gambar (berdoa-Manacika, salam-Wacika, pinjam alat tulis-Kayika) secara mandiri.Mampu menunjukkan seluruhnya (3 dari 3) contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah secara tepat sesuai acuan gambar (berdoa-Manacika, salam-Wacika, pinjam alat tulis-Kayika) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar perilaku di sekolah efektif membantu murid menunjukkan bagian Tri Kaya Parisudha?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat bermain tebak kartu secara berpasangan?

Murid:

  • Perilaku baik apa yang sudah kamu tunjukkan kepada temanmu di kelas hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan bermain kartu gambar tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 5 — Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berpikir dan Berkata Baik yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.3 Mengidentifikasi perilaku Subha Karma yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak seluruh murid melantunkan Gayatri Mantram bersama (5 menit).
  • Guru menanyakan kabar dan memeriksa kehadiran murid untuk menumbuhkan kepedulian di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan membacakan 2 contoh perilaku sederhana lalu meminta murid mengacungkan jempol ke atas jika merupakan perilaku baik (Subha Karma) atau jempol ke bawah jika bukan: (1) Menghibur teman yang sedang sedih; (2) Mengejek teman yang jatuh (acuan: butir 1 = jempol ke atas/Subha Karma; butir 2 = jempol ke bawah/bukan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi perilaku Subha Karma berpikir baik (Manacika) dan berkata baik (Wacika) yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid mengamati 4 gambar situasi perilaku di papan tulis: Gambar A (anak mendoakan kesembuhan temannya yang sakit), Gambar B (anak berbicara sopan mengucapkan terima kasih), Gambar C (anak marah dan berniat buruk merusak mainan teman), Gambar D (anak berkata kotor dan membentak teman) (10 menit).
  • Murid bersama guru menyimak penjelasan bermakna bahwa perilaku Subha Karma berpikir baik disebut Manacika Parisudha dan berkata baik disebut Wacika Parisudha, serta menghubungkannya dengan Gambar A (Manacika baik) dan Gambar B (Wacika baik) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Pohon Kata dan Pikiran Baik' yang memuat 4 pernyataan perilaku: (1) Mendoakan orang tua selalu sehat, (2) Memanggil nama teman dengan sopan, (3) Iri hati melihat teman mendapat nilai bagus, (4) Mengucapkan salam saat bertemu bapak/ibu guru (10 menit).
  • Murid bermain 'Tepuk Ceria Subha Karma' dan secara mandiri memberi tanda centang pada pernyataan yang termasuk perilaku Subha Karma berpikir baik atau berkata baik pada lembar kerja (15 menit).
  • Murid mencocokkan hasil kerjanya dengan panduan guru untuk memastikan ketepatan identifikasi: butir 1 dicentang (Subha Karma - Manacika), butir 2 dicentang (Subha Karma - Wacika), butir 3 dikosongkan/disilang (bukan Subha Karma), butir 4 dicentang (Subha Karma - Wacika) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak hening sejenak (pranayama sederhana) memikirkan satu pikiran baik yang ingin dihadirkan hari ini untuk keluarga atau teman (10 menit).
  • Guru mengajak 2-3 murid menyebutkan kembali contoh perkataan baik (Wacika Parisudha) yang sudah mereka identifikasi hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa Subha Karma berpikir baik (Manacika Parisudha) dan berkata baik (Wacika Parisudha) membuat hati tenang dan disenangi sesama (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha seluruh murid dalam mengidentifikasi perilaku Subha Karma dan menutup pembelajaran dengan doa Parama Santhi 'Om Santih Santih Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret dengan simbol ikon senyum untuk murid yang masih tahap awal membaca teks, dan teks deskripsi singkat untuk murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membacakan butir pernyataan satu per satu; murid yang sudah mahir diberi kesempatan langsung mengelompokkan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menandai lembar kerja dengan tanda centang (v), stiker bintang, atau melingkari nomor pernyataan Subha Karma.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menyebutkan 2 situasi perilaku lisan: (1) Menghibur teman yang sedang sedih; (2) Mengejek teman yang jatuh. Murid mengacungkan jempol ke atas jika Subha Karma dan jempol ke bawah jika bukan (acuan: situasi 1 = jempol atas/Subha Karma; situasi 2 = jempol bawah/bukan Subha Karma).

Proses:

  • Murid mengidentifikasi 4 pernyataan pada lembar kerja: (1) Mendoakan orang tua selalu sehat; (2) Memanggil nama teman dengan sopan; (3) Iri hati melihat teman mendapat nilai bagus; (4) Mengucapkan salam saat bertemu bapak/ibu guru. (Acuan kunci: pernyataan 1, 2, dan 4 adalah Subha Karma [Manacika/Wacika]; pernyataan 3 bukan Subha Karma).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid memilih manakah yang termasuk Subha Karma berkata baik antara: 'Mengejek kawan' atau 'Mengucapkan tolong saat minta bantuan' (acuan kunci: 'Mengucapkan tolong saat minta bantuan').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui respon gestur jempol terhadap contoh perilaku lisan.
  • Asesmen formatif unjuk kerja lembar latihan mengidentifikasi 4 pernyataan perilaku Subha Karma (berpikir dan berkata baik).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baikBelum mampu mengidentifikasi perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baik (tepat 0-1 dari 4 pernyataan acuan: 1, 2, 4 = Subha Karma; 3 = bukan).Mampu mengidentifikasi sebagian kecil perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baik dengan bantuan guru (tepat 2 dari 4 pernyataan acuan).Mampu mengidentifikasi sebagian besar perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baik secara tepat (tepat 3 dari 4 pernyataan acuan).Mampu mengidentifikasi seluruh perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baik secara tepat dan mandiri (tepat 4 dari 4 pernyataan acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar dan pernyataan kalimat sederhana cukup memudahkan murid kelas 1 mengenali perilaku Subha Karma berpikir dan berkata baik?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan tepuk ceria dan pengerjaan lembar kerja mandiri?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar memilih pikiran dan kata-kata yang baik hari ini?
  • Perkataan baik apa yang paling ingin kamu ucapkan kepada temanmu hari ini?

Pertemuan 6 — Mengidentifikasi Perilaku Subha Karma Berbuat Baik dalam Kehidupan Sehari-hari yang Selaras dengan Tri Kaya Parisudha — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.3 Mengidentifikasi perilaku Subha Karma yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Pendidik menyapa murid dengan salam Panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak berdoa bersama Gayatri Mantram (5 menit).
  • Pendidik mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Pendidik melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 gambar tindakan jasmani dan meminta murid mengidentifikasi mana yang merupakan perbuatan baik: (1) Gambar anak membantu ibu menyapu lantai, (2) Gambar anak merebut mainan adik (acuan: gambar 1 adalah perbuatan baik/Subha Karma; gambar 2 bukan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Pendidik membacakan narasi bergambar di Buku Siswa tentang perilaku Kayika Parisudha (berbuat baik) sebagai wujud nyata Subha Karma dalam kehidupan sehari-hari (15 menit).
  • Pendidik membimbing murid mengamati 4 kartu ilustrasi perilaku jasmani sehari-hari: (1) Menolong teman yang terjatuh di halaman sekolah, (2) Membuang sampah di tempat sampah, (3) Merapikan tempat tidur sendiri, (4) Memberi makan hewan peliharaan, kemudian mengidentifikasi bahwa keempatnya adalah contoh Subha Karma berbuat baik (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Pendidik membagikan Lembar Aktivitas 'Tebak Kartu Perbuatan Baik' yang memuat 4 gambar situasi: (A) Anak menyiram tanaman bunga, (B) Anak mencoret-coret dinding kelas, (C) Anak membagikan bekal kue kepada teman yang lapar, (D) Anak menendang meja kelas (10 menit).
  • Murid secara mandiri memberi tanda centang (✓) khusus pada gambar yang menunjukkan perilaku Subha Karma berbuat baik dan tanda silang (✗) pada yang bukan (acuan: Gambar A = ✓, Gambar B = ✗, Gambar C = ✓, Gambar D = ✗) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pendidik memfasilitasi murid memeriksa hasil identifikasi pada Lembar Aktivitas bersama-sama dan menyadari bahwa perbuatan baik jasmani membawa kedamaian dan kegunaan bagi lingkungan sesuai ajaran Kayika Parisudha (15 menit).

Penutup:

  • Pendidik memandu murid menyimpulkan bahwa berbuat baik dalam tindakan nyata (menolong, merawat lingkungan, membantu sesama) adalah Subha Karma yang selaras dengan Kayika Parisudha (5 menit).
  • Pendidik menyampaikan asesmen akhir cek pemahaman lisan singkat (5 menit).
  • Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan simbol visual yang kontras (tangan membantu vs tangan merusak), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu gambar situasi yang lebih variatif di lingkungan rumah dan sekolah.
  • Proses: Pendidik mendampingi secara langsung murid yang masih terbimbing dalam menandai lembar kerja, sementara murid yang sudah mandiri menyelesaikan identifikasi secara berpasangan atau mandiri.
  • Produk: Murid dapat mengidentifikasi perbuatan baik dengan cara mencentang gambar pada lembar kerja atau menunjuk langsung kartu gambar bagi yang belum lancar memegang pensil.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik identifikasi perbuatan baik: Pendidik menunjukkan 2 gambar: (1) Anak membantu ibu menyapu halaman, (2) Anak merebut mainan teman. Pendidik menanyakan 'Manakah yang merupakan perbuatan baik/Subha Karma?' (acuan: gambar 1 adalah perbuatan baik; gambar 2 bukan perbuatan baik).

Proses:

  • Formatif Lembar Aktivitas identifikasi 4 gambar tindakan nyata: (A) Menyiram tanaman, (B) Mencoret dinding, (C) Berbagi makanan, (D) Menendang meja. Dinilai berdasarkan ketepatan menandai perilaku Subha Karma berbuat baik (acuan kunci: A = Subha Karma/centang, B = bukan/silang, C = Subha Karma/centang, D = bukan/silang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Pendidik menyebutkan 2 tindakan: (1) Membantu ibu mencuci piring, (2) Merusak bunga di taman. Murid diminta menyebutkan tindakan mana yang merupakan Subha Karma berbuat baik (acuan: tindakan 1 adalah Subha Karma berbuat baik; tindakan 2 bukan).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Tanya jawab identifikasi gambar perbuatan baik vs perbuatan buruk di awal sesi.
  • Asesmen formatif proses: Lembar kerja identifikasi 4 gambar perilaku Subha Karma berbuat baik (Kayika Parisudha).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perilaku Subha Karma berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha (Kayika Parisudha)Belum mampu mengidentifikasi perilaku Subha Karma berbuat baik pada 4 gambar target (hanya tepat 0-1 gambar dari acuan: A=benar, B=bukan, C=benar, D=bukan) walau dengan bimbingan.Mampu mengidentifikasi perilaku Subha Karma berbuat baik pada 2 gambar target secara tepat dengan bimbingan pendidik (dari 4 acuan gambar A, B, C, D).Mampu mengidentifikasi perilaku Subha Karma berbuat baik pada 3 gambar target secara tepat dari 4 acuan gambar (A=benar, B=bukan, C=benar, D=bukan).Mampu mengidentifikasi seluruh 4 perilaku Subha Karma berbuat baik pada gambar target secara tepat dan mandiri sesuai acuan lengkap (A=benar, B=bukan, C=benar, D=bukan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar yang disajikan cukup konkret bagi murid kelas 1 untuk mengenali contoh perbuatan baik (Kayika Parisudha)?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama proses mengidentifikasi perilaku Subha Karma dalam aktivitas berpasangan maupun mandiri?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar memilih gambar perbuatan baik hari ini?
  • Perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan di rumah nanti setelah pulang sekolah?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Perilaku Asubha Karma pada Gambar yang Bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.4 Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa belajar bersama secara khidmat (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran serta kesiapan murid untuk belajar dengan sapaan ramah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar perbuatan: Gambar A (berbagi pensil) dan Gambar B (merebut mainan), lalu menanyakan: 'Manakah dari dua gambar ini yang menunjukkan perbuatan tidak baik atau Asubha Karma?' (acuan diagnostik: murid tepat menunjuk Gambar B: merebut mainan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma (perbuatan buruk/tidak baik yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha) pada gambar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan 4 gambar perilaku: Gambar 1 (anak merebut boneka teman), Gambar 2 (anak menyontek saat ulangan), Gambar 3 (anak mengejek teman hingga menangis), dan Gambar 4 (anak membantu teman jatuh), lalu menjelaskan bahwa perilaku buruk yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha disebut Asubha Karma (15 menit).
  • Guru membimbing murid meneliti ciri-ciri perilaku Asubha Karma pada gambar tersebut: merebut mainan/boneka melanggar perbuatan baik (bertentangan dengan Kayika Parisudha), mengejek melanggar perkataan baik (bertentangan dengan Wacika Parisudha), dan menyontek/iri melanggar pikiran baik (bertentangan dengan Manacika Parisudha) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid memainkan kuis visual interaktif 'Tunjuk Cepat Asubha Karma': guru mengangkat 4 kartu gambar secara bergantian: Kartu 1 (berkata kasar/membentak), Kartu 2 (merapikan buku bersama), Kartu 3 (mengambil pensil teman tanpa izin), Kartu 4 (tersenyum menyapa teman); murid berdiri jika gambar menunjukkan Asubha Karma dan tetap duduk jika bukan (acuan: berdiri pada Kartu 1 dan Kartu 3) (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Identifikasi Gambar yang memuat 4 gambar perilaku: Gambar A (anak menyontek saat ulangan), Gambar B (anak menolong teman terpeleset), Gambar C (anak mencoret-coret meja sekolah), dan Gambar D (anak mengejek/mengolok teman) (5 menit).
  • Murid secara mandiri memberi tanda silang (X) pada gambar yang menunjukkan perilaku Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha dan tanda centang (V) pada gambar yang bukan Asubha Karma (acuan: tanda X untuk Gambar A, Gambar C, dan Gambar D; tanda V untuk Gambar B) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru bersama murid mencocokkan hasil identifikasi lembar kerja, mendiskusikan mengapa perbuatan menyontek, mencoret meja, dan mengejek digolongkan sebagai Asubha Karma yang harus dihindari (acuan: karena merugikan orang lain dan bertentangan dengan pikiran, perkataan, serta perbuatan yang disucikan) (10 menit).
  • Murid melakukan refleksi diri sederhana dengan menyatakan komitmen untuk tidak meniru perbuatan Asubha Karma yang telah diidentifikasi pada gambar (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas ketelitian murid dalam mengenali gambar-gambar perilaku Asubha Karma (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 8), yaitu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharian di sekitar kita (1 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar dengan fokus visual tunggal yang sangat kontras (misalnya adegan jelas merebut barang vs memberikan barang), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan gambar situasi kelas yang memuat beberapa interaksi sekaligus untuk dianalisis.
  • Proses: Bagi murid yang belum lancar membaca instruksi, guru membacakan keterangan gambar secara lisan; murid yang sudah mandiri langsung mengamati gambar dan menandai simbol lembar kerja.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan perilaku Asubha Karma dengan cara memberi tanda silang pada lembar kerja, melingkari gambar, atau menunjuk langsung pada kartu gambar di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar: Gambar A (berbagi pensil) dan Gambar B (merebut mainan). Murid diminta menunjuk gambar yang mencerminkan perbuatan tidak baik / Asubha Karma (acuan: tepat menunjuk Gambar B: merebut mainan).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan reaksi gerak berdiri/duduk murid pada kuis visual 4 kartu: Kartu 1 (berkata kasar/membentak - acuan: Asubha Karma), Kartu 2 (merapikan buku - acuan: bukan Asubha Karma), Kartu 3 (mengambil pensil teman tanpa izin - acuan: Asubha Karma), Kartu 4 (tersenyum menyapa - acuan: bukan Asubha Karma).
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada Lembar Kerja Identifikasi Gambar: murid mengidentifikasi 4 gambar situasi (Gambar A: menyontek, Gambar B: menolong teman, Gambar C: mencoret meja sekolah, Gambar D: mengejek teman) dengan memberi tanda silang (X) pada perilaku Asubha Karma (acuan: Gambar A, C, dan D bertanda silang X; Gambar B bertanda centang V).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjukkan kembali 1 gambar baru (anak mendorong teman saat berbaris) dan menanyakan: 'Apakah perbuatan pada gambar ini termasuk Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha?' (acuan: murid menjawab tepat 'Ya, termasuk Asubha Karma karena menyakiti/berbuat buruk kepada teman').

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan respons murid saat kuis visual 'Tunjuk Cepat Asubha Karma'
  • Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi Perilaku Asubha Karma pada Gambar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma pada gambar yang bertentangan dengan Tri Kaya ParisudhaBelum mampu menentukan gambar perilaku Asubha Karma (hanya 0-1 dari 4 gambar pada lembar kerja yang diidentifikasi dengan tepat) meski telah dibimbing guru.Mampu mengidentifikasi 2 dari 4 gambar perilaku Asubha Karma pada lembar kerja secara tepat dengan arahan dan bantuan guru (acuan: tepat menandai Gambar A, C, atau D).Mampu mengidentifikasi 3 dari 4 gambar perilaku Asubha Karma pada lembar kerja secara tepat dan mandiri (acuan: tepat menandai minimal 3 dari Gambar A, B, C, D sesuai kunci).Mampu mengidentifikasi seluruh (4 dari 4) gambar perilaku pada lembar kerja dengan tepat dan mandiri (acuan: tepat memberi tanda X pada Gambar A, C, D dan tanda V pada Gambar B).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar yang disajikan cukup jelas dan konkret menggambarkan perilaku Asubha Karma bagi murid kelas 1 SD?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan 'Tunjuk Cepat Asubha Karma', apakah semua aktif berpartisipasi?

Murid:

  • Gambar perbuatan buruk apa saja yang kalian temukan dan tidak boleh kita lakukan di sekolah?
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kalian senangi?

Pertemuan 8 — Mengidentifikasi Perilaku Asubha Karma dalam Keseharian yang Bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.4 Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa Gayatri secara khidmat (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan menanyakan kabar murid untuk membiasakan rasa peduli pada lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan membacakan 2 contoh perilaku keseharian: (1) Menolong teman terjatuh, (2) Berbohong kepada ibu guru; lalu meminta murid mengangkat tangan untuk perilaku yang termasuk perbuatan buruk/Asubha Karma (acuan jawaban: nomor 2 adalah Asubha Karma) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui teks dan ilustrasi situasi keseharian mengenai Asubha Karma (perbuatan buruk) yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha, mencakup aspek pikiran buruk (Moha), perkataan buruk (Mada), dan perbuatan buruk (Kasmala) (15 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 3 cerita kasus singkat dalam keseharian: (1) Wayan merasa iri dan ingin merusak mainan Made, (2) Ayu memanggil temannya dengan sebutan mengejek, (3) Kadek mengambil pensil teman diam-diam tanpa izin; lalu murid bersama-sama mengenali bahwa ketiga hal tersebut merupakan contoh Asubha Karma yang melanggar Tri Kaya Parisudha (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Detektif Asubha Karma': guru membacakan 4 pernyataan situasi keseharian secara bertahap, dan murid mengangkat kartu silang merah jika situasi tersebut merupakan Asubha Karma, atau kartu centang hijau jika bukan: (1) Membentak adik saat bermain bersama, (2) Berkata jujur saat memecahkan gelas, (3) Menyontek jawaban teman saat ulangan, (4) Mengucapkan salam saat bertemu guru (acuan: nomor 1 dan 3 adalah Asubha Karma [kartu silang merah]; nomor 2 dan 4 bukan Asubha Karma [kartu centang hijau]) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja identifikasi dengan memberi tanda silang (X) pada perilaku Asubha Karma dan tanda centang (V) pada perilaku yang bukan Asubha Karma dari 4 butir situasi keseharian tertulis: (1) Mengejek teman yang terpeleset, (2) Membantu ibu merapikan meja makan, (3) Merebut bekal makan siang teman, (4) Menghibur teman yang bersedih (acuan kunci: butir 1 = silang/Asubha Karma, butir 2 = centang/Bukan, butir 3 = silang/Asubha Karma, butir 4 = centang/Bukan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak menyadari perasaan mereka ketika melihat atau mengalami perilaku Asubha Karma di sekitarnya serta menegaskan tekad dalam hati untuk selalu menjauhi perbuatan tersebut (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa perilaku Asubha Karma dalam pikiran, perkataan, dan tindakan keseharian wajib dihindari karena bertentangan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan moral atas kerja mandiri murid dalam mengidentifikasi perilaku Asubha Karma (5 menit).
  • Pembelajaran diakhiri dengan doa penutup 'Parama Santih': Om Santih, Santih, Santih, Om (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi yang dilengkapi simbol visual jelas, sedangkan murid cepat diberikan lembar teks situasi yang lebih bervariasi.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibacakan teks situasinya secara perlahan oleh guru, sedangkan murid yang lancar membaca membaca mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi Asubha Karma dengan memberi tanda silang (X) pada kertas kerja atau menunjuk langsung kartu situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran dengan 2 butir perilaku keseharian: (1) Menolong teman terjatuh, (2) Berbohong kepada ibu guru; untuk memeriksa kesiapan murid mengenali perilaku buruk/Asubha Karma (acuan jawaban: butir 2 adalah Asubha Karma).

Proses:

  • Formatif proses melalui ketepatan respon murid dalam memilih kartu silang merah pada permainan 'Detektif Asubha Karma' untuk 4 situasi: (1) Membentak adik [Asubha Karma/silang merah], (2) Berkata jujur [bukan Asubha Karma/centang hijau], (3) Menyontek jawaban teman [Asubha Karma/silang merah], (4) Mengucapkan salam [bukan Asubha Karma/centang hijau].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui lembar kerja berisi 4 butir pernyataan keseharian: (1) Mengejek teman yang terpeleset, (2) Membantu ibu merapikan meja makan, (3) Merebut bekal makan siang teman, (4) Menghibur teman yang bersedih. Murid diminta menentukan mana yang merupakan Asubha Karma (acuan jawaban benar: butir 1 dan butir 3 adalah Asubha Karma).

Formatif:

  • Observasi unjuk respon murid saat permainan 'Detektif Asubha Karma' menggunakan kartu penanda
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri mengidentifikasi 4 butir perilaku Asubha Karma pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharianBelum mampu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharian secara tepat (benar 0-1 dari 4 butir acuan: butir 1 mengejek teman, butir 2 membantu ibu, butir 3 merebut bekal, butir 4 menghibur teman).Mulai mampu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharian dengan tepat sebanyak 2 butir dari 4 butir acuan.Mampu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharian dengan tepat sebanyak 3 butir dari 4 butir acuan.Sangat mampu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma dalam keseharian dengan tepat pada seluruh butir (4 dari 4 butir acuan) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh-contoh situasi perilaku Asubha Karma yang disajikan cukup dekat dan mudah dipahami oleh murid kelas 1?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan edukatif berlangsung, apakah ada murid yang masih ragu membedakan perilaku baik dan buruk?

Murid:

  • Perilaku buruk apa saja yang tadi kita pelajari yang tidak boleh kita lakukan di sekolah atau di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa berbohong dan mengejek teman itu dilarang dalam agama Hindu?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha
  • TP 1.3.2 Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 1.3.3 Mengidentifikasi perilaku Subha Karma yang selaras dengan Tri Kaya Parisudha
  • TP 1.3.4 Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma yang bertentangan dengan Tri Kaya Parisudha

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak seluruh murid melafalkan doa Gayatri secara tenang dan tertib (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan fisik serta alat tulis murid di meja masing-masing (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab Tri Kaya Parisudha melalui tes tertulis lembar bergambar serentak serta tes lisan dan unjuk kerja bergiliran (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja bergambar kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengisian: memberi tanda centang (v) pada gambar perilaku Subha Karma dan tanda silang (x) pada gambar perilaku Asubha Karma secara mandiri (5 menit).
  • Guru menjelaskan mekanisme giliran wawancara lisan di meja guru: setiap murid akan dipanggil bergiliran selama 2 menit untuk menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha dan menunjukkan 1 contoh perilakunya di sekolah, sementara murid lain duduk tenang mengerjakan atau mewarnai lembar kerja bergambar (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara mandiri mengerjakan tugas tertulis pada lembar kerja pilihan bergambar yang memuat 6 gambar perilaku: (1) gambar anak menyapu halaman kelas bersama teman [acuan: Subha Karma, tanda v], (2) gambar anak mengejek teman sampai menangis [acuan: Asubha Karma, tanda x], (3) gambar anak membagikan bekal makanan kepada teman [acuan: Subha Karma, tanda v], (4) gambar anak mencoret-coret meja kelas [acuan: Asubha Karma, tanda x], (5) gambar anak berdoa bersama sebelum belajar [acuan: Subha Karma, tanda v], dan (6) gambar anak berkelahi merebut mainan [acuan: Asubha Karma, tanda x] (30 menit).
  • Secara bergiliran dan paralel, guru memanggil satu per satu murid ke meja guru untuk melaksanakan tes lisan dan unjuk kerja (durasi 2 menit per murid untuk 28-30 murid): murid diminta (a) menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha [acuan: Kayika, Wacika, Manacika] dan (b) menunjukkan 1 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan sekolah [acuan: Kayika = membersihkan kelas/merapikan buku; Wacika = berkata sopan kepada guru/teman; Manacika = berniat baik membantu teman/berpikir jujur saat ulangan] (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja bergambar yang telah selesai dikerjakan murid dan memastikan seluruh murid telah menyelesaikan tes lisan (5 menit).
  • Guru memandu murid memeriksa perasaan dan ketenangan diri setelah menyelesaikan asesmen sumatif dengan teknik napas berkesadaran (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian, kejujuran, dan ketertiban seluruh murid selama mengikuti kegiatan asesmen sumatif (3 menit).
  • Guru merangkum inti ajaran Bab 3 bahwa mengamalkan Tri Kaya Parisudha dan memilih Subha Karma mendatangkan kebahagiaan hidup (2 menit).
  • Guru menutup sesi asesmen dengan doa Parama Santih 'Om Santih Santih Santih Om' secara bersama-sama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami kesulitan membaca label petunjuk, guru membacakan instruksi pengerjaan lembar gambar tanpa memberi tahu jawaban.
  • Proses: Akomodasi waktu: murid dengan hambatan motorik halus diberi kelonggaran waktu memegang pensil saat menandai centang/silang pada lembar gambar.
  • Produk: Standar bukti tetap setara: penandaan simbol centang/silang pada 6 gambar perilaku dan pengucapan lisan 3 bagian Tri Kaya Parisudha serta contohnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman simbol centang (tanda benar/baik) dan silang (tanda salah/buruk) sebelum pengerjaan lembar kerja (acuan: murid dapat membuat simbol centang dan silang di udara).

Proses:

  • Observasi ketertiban dan kemandirian murid saat mengerjakan lembar bergambar tanpa menyontek pekerjaan teman.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan dan unjuk kerja terintegrasi dengan lembar kerja bergambar: jawaban lisan menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha dan penunjukan contoh perilakunya saat wawancara singkat bergiliran, serta lembar kerja bergambar yang memuat penandaan perilaku Subha Karma dan Asubha Karma yang dikerjakan serentak
  • tes tertulis lembar bergambar serentak: lembar kerja pilihan bergambar yang memuat hasil penandaan murid pada gambar perilaku Subha Karma (memberi tanda centang) dan perilaku Asubha Karma (memberi tanda silang) yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran gambar perilaku Subha dan Asubha Karma)
  • tes lisan dan unjuk kerja bergiliran: kinerja lisan tiap murid menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) dan menunjukkan contoh perilakunya di sekolah dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja bergambar (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi lisan dan unjuk kerja)

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan dan unjuk kerja terintegrasi dengan lembar kerja bergambar: jawaban lisan menyebutkan 3 bagian Tri Kaya Parisudha dan penunjukan contoh perilakunya saat wawancara singkat bergiliran, serta lembar kerja bergambar yang memuat penandaan perilaku Subha Karma dan Asubha Karma yang dikerjakan serentak
  • tes tertulis lembar bergambar serentak: lembar kerja pilihan bergambar yang memuat hasil penandaan murid pada gambar perilaku Subha Karma (memberi tanda centang) dan perilaku Asubha Karma (memberi tanda silang) yang dikerjakan bersamaan oleh seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran gambar perilaku Subha dan Asubha Karma)
  • tes lisan dan unjuk kerja bergiliran: kinerja lisan tiap murid menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) dan menunjukkan contoh perilakunya di sekolah dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja bergambar (60 menit / 2 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi lisan dan unjuk kerja)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha (TP 1.3.1) [Acuan: Kayika, Wacika, Manacika]Belum mampu menyebutkan bagian-bagian Tri Kaya Parisudha meski dipandu guru.Menyebutkan 1 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha secara tepat dengan bantuan pengingat guru.Menyebutkan 2 dari 3 bagian Tri Kaya Parisudha secara tepat dengan sedikit arahan guru.Menyebutkan seluruh 3 bagian Tri Kaya Parisudha (Kayika, Wacika, Manacika) secara tepat dan mandiri.
Menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah (TP 1.3.2) [Acuan: Kayika = menyapu/merapikan meja; Wacika = menyapa santun/berkata jujur; Manacika = berniat menolong/belajar tenang]Belum mampu menunjukkan contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan sekolah.Menunjukkan 1 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah tetapi masih memerlukan pancingan pertanyaan dari guru.Menunjukkan 1 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah secara tepat dan mandiri.Menunjukkan lebih dari 1 contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di sekolah mencakup perbuatan, ucapan, atau pikiran baik secara tepat dan mandiri.
Mengidentifikasi perilaku Subha Karma pada gambar (TP 1.3.3) [Acuan: Butir 1, 3, dan 5 bertanda centang]Belum mampu mengidentifikasi perilaku Subha Karma pada gambar (0 butir tepat).Mengidentifikasi 1 dari 3 gambar perilaku Subha Karma secara tepat (memberi tanda centang).Mengidentifikasi 2 dari 3 gambar perilaku Subha Karma secara tepat (memberi tanda centang).Mengidentifikasi seluruh 3 gambar perilaku Subha Karma (Butir 1, 3, dan 5) secara tepat dengan tanda centang secara mandiri.
Mengidentifikasi perilaku Asubha Karma pada gambar (TP 1.3.4) [Acuan: Butir 2, 4, dan 6 bertanda silang]Belum mampu mengidentifikasi perilaku Asubha Karma pada gambar (0 butir tepat).Mengidentifikasi 1 dari 3 gambar perilaku Asubha Karma secara tepat (memberi tanda silang).Mengidentifikasi 2 dari 3 gambar perilaku Asubha Karma secara tepat (memberi tanda silang).Mengidentifikasi seluruh 3 gambar perilaku Asubha Karma (Butir 2, 4, dan 6) secara tepat dengan tanda silang secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergiliran (2 menit per murid) berjalan efektif tanpa mengganggu ketertiban kelas yang sedang mengerjakan tes tertulis bergambar?
  • Bagaimana tingkat ketepatan murid dalam membedakan Subha Karma dan Asubha Karma berdasarkan hasil analisis lembar kerja bergambar?

Murid:

  • Apakah aku merasa percaya diri saat menyebutkan tiga bagian Tri Kaya Parisudha di depan guru?
  • Apakah aku dapat membedakan gambar perbuatan baik (Subha Karma) dan gambar perbuatan buruk (Asubha Karma) dengan mudah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Set kartu kata bertuliskan: Kayika, Wacika, Manacika
  4. Teks dan audio lagu 'Tri Kaya Parisudha'
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  7. Kartu gambar aktivitas perilaku Tri Kaya Parisudha (gambar belajar tenang, gambar menyapa guru/mengucap terima kasih, gambar menolong teman/membuang sampah).
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
  10. Kartu bergambar contoh perilaku Tri Kaya Parisudha di lingkungan keluarga
  11. Lembar kerja siswa bergambar
  12. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  14. Set kartu gambar ilustrasi perilaku siswa di lingkungan sekolah
  15. Kotak klasifikasi bertuliskan Manacika, Wacika, dan Kayika
  16. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021)
  17. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021, Bab 3)
  18. Gambar peraga perilaku berpikir baik (mendoakan teman) dan berkata baik (berbicara sopan)
  19. Lembar kerja murid 'Pohon Kata dan Pikiran Baik'
  20. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021).
  21. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021), Bab 3 Tri Kaya Parisudha.
  22. Kartu bergambar contoh perbuatan baik sehari-hari (menyiram tanaman, berbagi bekal, menolong teman, merapikan tempat tidur).
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021), Bab 3: Tri Kaya Parisudha
  24. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021), Bab 3 Halaman 117-120
  25. Kartu gambar perbuatan baik dan perbuatan buruk (Subha Karma dan Asubha Karma)
  26. Lembar Kerja Murid (LKPD) Identifikasi Gambar Perilaku Asubha Karma
  27. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3: Tri Kaya Parisudha)
  28. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3)
  29. Kartu penanda merah (silang) dan hijau (centang) untuk permainan interaktif
  30. Lembar kerja identifikasi situasi perilaku Asubha Karma
  31. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  32. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 3: Tri Kaya Parisudha)
  33. Lembar Asesmen Sumatif Bergambar 6 Butir (Subha Karma dan Asubha Karma)
  34. Lembar Ceklis Observasi Tes Lisan dan Unjuk Kerja Tri Kaya Parisudha

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.