MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Benda Mati Ciptaan Hyang Widhi Wasa INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Benda Mati Ciptaan Hyang Widhi Wasa |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menunjukkan contoh benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (batu, pasir, air, tanah) minimal tiga contoh dari lingkungan sekitar
- Murid dapat membedakan makhluk hidup dan benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa berdasarkan ciri-cirinya secara tertulis dengan benar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Anak-anak, apa saja yang kalian lihat di sekitar kita? Apakah semuanya bisa bergerak sendiri?
- Siapa yang menciptakan batu, pasir, air, dan tanah yang ada di sekitar kita?
- Bagaimana cara kita menghargai benda-benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengajak murid berdoa sebelum memulai pembelajaran (Om Swastiastu)
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Apa saja yang ada di sekitar kita? Apakah semuanya hidup?
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa
- Guru menampilkan gambar pemandangan alam (pantai/gunung/sawah) dan mengajukan pertanyaan pemantik
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengamati lingkungan kelas dan sekitar sekolah untuk mengidentifikasi benda-benda yang ada
- Guru membacakan cerita singkat tentang Ayu berlibur ke pantai (dari Buku Siswa hal 56) dan menjelaskan bahwa gunung, air, batu, pasir, tanah adalah benda mati
- Guru menjelaskan ciri-ciri benda mati: tidak bisa bergerak sendiri, tidak makan dan minum, tidak tumbuh dan berkembang
- Guru menunjukkan contoh konkret: batu, pasir, air dalam gelas, tanah dalam pot, kertas, pensil
- Murid diminta menyebutkan minimal 3 contoh benda mati yang mereka lihat di sekitar (dengan bimbingan guru mencatat di papan tulis)
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan lembar kerja bergambar pemandangan alam (pantai/pegunungan) untuk diwarnai murid
- Sambil mewarnai, murid mengidentifikasi dan melingkari benda-benda mati dalam gambar (batu, air laut, gunung, pasir, tanah)
- Guru membimbing murid mengerjakan latihan membedakan makhluk hidup dan benda mati dengan memberikan tanda centang atau silang pada kolom yang tersedia
- Murid menghubungkan gambar dengan kata yang tepat (aktivitas mencocokkan gambar benda mati dengan namanya)
- Guru meminta murid menuliskan 3 contoh benda mati yang mereka temukan di lingkungan sekitar pada lembar kerja
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid berdiskusi: Mengapa Hyang Widhi Wasa menciptakan benda-benda mati? Apa manfaatnya bagi kita?
- Murid diminta menyebutkan cara menghargai benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa (tidak merusak, tidak membuang sampah sembarangan, merawat barang milik sendiri)
- Guru membimbing murid membuat kesimpulan: semua benda mati adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa dan kita wajib menghargai dan menjaganya
- Murid menceritakan pengalaman mereka tentang cara menjaga benda-benda di sekitar (refleksi mandiri)
- Guru memberikan penguatan positif atas pemahaman dan partisipasi murid
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan kembali 3 contoh benda mati dan 1 perbedaan antara makhluk hidup dan benda mati
- Guru memberikan tugas rumah: menuliskan 5 cara menjaga dan menghargai benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa dalam kehidupan sehari-hari (dikerjakan bersama orang tua)
- Guru mengajak murid mengucapkan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa atas semua ciptaan-Nya
- Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup (Om Santih Santih Santih Om)
Diferensiasi:- Konten: Murid cepat: diberikan tugas tambahan mencari 5-7 contoh benda mati dan mengelompokkannya berdasarkan tempat ditemukan (di rumah, di sekolah, di alam). Murid lambat: cukup mencari 3 contoh dengan bantuan gambar referensi dari guru
- Proses: Murid cepat: bekerja mandiri dengan lembar kerja yang lebih kompleks (mencocokkan gambar, menulis nama benda, membedakan kategori). Murid lambat: mendapat pendampingan intensif dari guru, menggunakan media konkret (benda nyata) untuk mengidentifikasi
- Produk: Murid cepat: membuat kolase sederhana dari gambar benda mati yang digunting dari majalah bekas. Murid lambat: mewarnai gambar benda mati dan menulis namanya dengan bimbingan guru
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang benda-benda yang ada di sekitar murid
- Menanyakan pemahaman awal: Apakah semua benda bisa bergerak sendiri? Apakah semua benda perlu makan?
Proses:- Observasi saat murid mengidentifikasi benda mati di lingkungan sekitar
- Mengamati kemampuan murid dalam mengerjakan lembar kerja mewarnai dan mencocokkan gambar
- Memantau diskusi dan respons murid terhadap pertanyaan guru tentang ciri-ciri benda mati
Akhir:- Tes lisan: menyebutkan kembali 3 contoh benda mati dan perbedaan dengan makhluk hidup
- Penilaian hasil lembar kerja tertulis
- Evaluasi pemahaman konsep melalui kemampuan menjelaskan cara menghargai benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat mengamati lingkungan dan menyebutkan contoh benda mati
- Penilaian proses saat murid mengerjakan lembar kerja (mewarnai dan mengidentifikasi benda mati)
- Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman tentang perbedaan makhluk hidup dan benda mati
Sumatif:- Penilaian hasil lembar kerja: ketepatan mengidentifikasi dan membedakan makhluk hidup dengan benda mati
- Penilaian kemampuan menyebutkan minimal 3 contoh benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa
- Penilaian tugas rumah: kualitas dan kelengkapan cara menjaga benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menyebutkan contoh benda mati | Belum dapat menyebutkan contoh benda mati dengan tepat | Dapat menyebutkan 1-2 contoh benda mati dengan bantuan guru | Dapat menyebutkan 3 contoh benda mati dengan tepat | Dapat menyebutkan lebih dari 3 contoh benda mati dengan tepat dan menjelaskan ciri-cirinya | | Kemampuan membedakan makhluk hidup dan benda mati | Belum dapat membedakan makhluk hidup dan benda mati | Dapat membedakan dengan bantuan guru dan petunjuk visual | Dapat membedakan berdasarkan 1-2 ciri dengan benar | Dapat membedakan berdasarkan 3 atau lebih ciri dengan tepat dan mandiri | | Sikap menghargai ciptaan Hyang Widhi Wasa | Belum menunjukkan pemahaman tentang cara menghargai benda mati | Mulai memahami pentingnya menjaga benda mati dengan contoh sederhana | Dapat menyebutkan 2-3 cara menghargai dan menjaga benda mati | Dapat menyebutkan berbagai cara menghargai benda mati dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari | | Kreativitas dalam mengerjakan tugas (mewarnai dan mengidentifikasi) | Belum menyelesaikan tugas mewarnai dan mengidentifikasi | Menyelesaikan tugas dengan banyak bantuan, hasil kurang rapi | Menyelesaikan tugas dengan rapi dan identifikasi sebagian besar tepat | Menyelesaikan tugas dengan sangat rapi, kreatif, dan identifikasi semua tepat |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah murid dapat mengidentifikasi benda mati di lingkungan sekitar dengan mudah?
- Apakah metode pembelajaran (mengamati lingkungan dan mewarnai) efektif untuk murid kelas 1?
- Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang benda mati ciptaan Hyang Widhi Wasa?
- Bagian mana yang paling kamu sukai dari pembelajaran hari ini?
- Apa yang masih sulit kamu pahami?
- Bagaimana kamu akan menjaga benda-benda ciptaan Hyang Widhi Wasa mulai sekarang?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I halaman 56-58
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I halaman 107-112
- Gambar pemandangan alam (pantai, gunung, sawah) untuk kegiatan mewarnai
- Benda konkret: batu, pasir, air, tanah, kertas, pensil
- Lembar kerja bergambar untuk mengidentifikasi dan membedakan makhluk hidup dan benda mati
- Lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar langsung
- Crayon atau pensil warna untuk kegiatan mewarnai
|