Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Hyang Widhi Wasa

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 2 "Hyang Widhi Wasa", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 2: Hyang Widhi Wasa

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Hyang Widhi Wasa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Hyang Widhi Wasa
Alokasi Waktu29 JP (29 x 35 menit = 1015 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar
  2. TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah yang menciptakan matahari, langit, dan gunung yang ada di sekitar kita?
  2. Bagaimana cara kita menunjukkan benda-benda alam di sekitar sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa?
  3. Siapakah yang menciptakan pohon mangga dan kucing yang ada di sekitar kita?
  4. Bagaimana kita menunjukkan bahwa tumbuhan dan hewan di sekitar kita adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa?
  5. Siapakah yang menciptakan diri kita dan teman-teman di sekitar kita?
  6. Apakah manusia merupakan salah satu ciptaan Hyang Widhi Wasa yang ada di lingkungan kita?
  7. Di sekitar kita ada batu dan ada meja, siapakah yang menciptakan batu?
  8. Apakah manusia bisa membuat matahari dan gunung?
  9. Apa yang kita rasakan saat menarik dan mengembuskan napas di dada kita?
  10. Siapakah yang memberi napas hidup kepada kita dan seluruh makhluk hidup di dunia?
  11. Mengapa tanaman bunga di halaman sekolah bisa layu jika tidak disiram air dan terkena sinar matahari ciptaan Hyang Widhi Wasa?
  12. Siapakah yang memberikan napas dan kehidupan sehingga burung bisa terbang dan kucing bisa berlari?
  13. Siapakah yang memberi kita napas dan tenaga untuk hidup setiap hari?
  14. Mengapa manusia tidak dapat hidup tanpa pemberian dari Hyang Widhi Wasa?
  15. Apa yang kita butuhkan saat kita merasa haus dan lapar?
  16. Siapakah yang menyediakan air, udara, dan makanan bagi semua makhluk hidup di bumi?
  17. Siapakah yang menciptakan matahari, pohon, dan hewan di sekitar kita?
  18. Mengapa makhluk ciptaan Hyang Widhi Wasa dapat bernapas dan terus hidup?
  19. Siapakah yang menciptakan alam semesta dan semua makhluk di sekitar kita?
  20. Siapakah yang memberi napas dan menjadi sumber hidup bagi kita semua?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai Pencipta Alam Semesta di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa pembuka Dainika Upasana bersama secara khidmat (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 2 gambar (Matahari dan Meja kayu) lalu menanyakan: 'Manakah benda alam yang diciptakan Hyang Widhi Wasa?' (acuan jawaban: Matahari adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa, sedangkan meja dibuat oleh manusia) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di alam lingkungan sekitar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyanyikan bersama lagu 'Naik-Naik ke Puncak Gunung' dengan gembira, kemudian mencermati gambar pemandangan alam (Gambar 2.1 di Buku Siswa) yang menampilkan gunung, bukit, langit, dan pepohonan (15 menit).
  • Guru membimbing murid menyadari bahwa Hyang Widhi Wasa adalah Maha Pencipta seluruh isi alam semesta, lalu menunjukkan 4 gambar benda alam sekitar: (1) Gunung, (2) Matahari, (3) Sungai, (4) Awan di langit (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid diajak berkeliling di halaman sekolah/kebun sekolah untuk mengamati lingkungan sekitar secara berkesadaran dan langsung menunjuk benda-benda alam ciptaan Hyang Widhi Wasa (seperti tanah, batu alam, sinar matahari, langit) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tebak cepat 'Tunjuk Ciptaan Hyang Widhi Wasa': guru menyebutkan 4 nama benda alam di lingkungan sekitar yaitu: (1) Matahari, (2) Batu kali, (3) Langit, (4) Air mengalir, lalu murid mengangkat kartu hijau bergambar simbol alam bila itu ciptaan Hyang Widhi Wasa (seluruh 4 benda adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja 'Ayo Menunjukkan Ciptaan Hyang Widhi Wasa' yang memuat 4 gambar: (1) Gunung, (2) Pensil, (3) Matahari, (4) Mobil; murid memberi tanda centang (V) pada gambar yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa (acuan kunci: centang pada (1) Gunung dan (3) Matahari) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dibimbing merenungkan rasa syukur kepada Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan alam semesta yang indah dan bermanfaat bagi lingkungan kita (5 menit).
  • Murid menyampaikan satu benda alam ciptaan Hyang Widhi Wasa di sekitar rumah/sekolah yang paling ia sukai secara bergiliran (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa Hyang Widhi Wasa adalah Sang Pencipta alam semesta seperti matahari, langit, gunung, dan air (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret pemandangan alam nyata di sekitar sekolah, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan gambar lingkungan alam yang lebih bervariasi (pantai, hutan, danau).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung dengan menunjuk benda fisik yang terlihat di halaman, sementara murid yang sudah mandiri langsung menandai lembar kerja secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan cara menunjuk langsung objek di luar kelas, menunjukkan kartu gambar, atau memberi tanda centang pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan dengan 2 gambar (Matahari dan Meja): Murid diminta menunjuk gambar mana yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa. Acuan jawaban benar: Matahari (karena meja adalah buatan manusia).

Proses:

  • Pengamatan saat kegiatan luar kelas dan permainan kartu: Murid mampu menunjukkan 4 benda alam sekitar ciptaan Hyang Widhi Wasa, yaitu: (1) Matahari, (2) Batu kali, (3) Langit, (4) Air mengalir (acuan kunci: keempatnya merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman melalui Lembar Kerja 4 gambar: Murid menandai gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa dari daftar: (1) Gunung, (2) Pensil, (3) Matahari, (4) Mobil. Acuan kunci: Murid tepat mencentang gambar (1) Gunung dan (3) Matahari, serta tidak mencentang (2) Pensil dan (4) Mobil.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menunjuk benda ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekolah
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri menandai contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitarBelum mampu menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar (0 contoh tepat dari 4 target acuan: Gunung, Pensil, Matahari, Mobil).Mampu menunjukkan 1 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar dengan tepat dan masih memerlukan bimbingan penuh guru (tepat menunjukkan 1 dari target: Gunung atau Matahari).Mampu menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar dengan tepat (tepat mencentang 2 ciptaan Hyang Widhi Wasa: Gunung dan Matahari, serta tidak mencentang Pensil dan Mobil).Mampu menunjukkan seluruh contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar dengan tepat secara mandiri dan konsisten, serta mampu menunjukkannya langsung pada benda alam di lingkungan sekolah (seperti tanah, batu alam, langit, sinar matahari).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas pengamatan langsung di halaman sekolah membantu murid kelas 1 memahami konsep Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta alam?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membuat murid antusias dan berkesadaran menunjukkan ciptaan Hyang Widhi Wasa?

Murid:

  • Apakah kamu senang mengamati pemandangan alam dan benda-benda ciptaan Hyang Widhi Wasa di halaman sekolah tadi?
  • Ciptaan Hyang Widhi Wasa apa yang paling kamu sukai di sekitarmu?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Tumbuhan dan Hewan di Lingkungan Sekitar sebagai Ciptaan Hyang Widhi Wasa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali Om Swastyastu dan mengajak murid melafalkan doa Gayatri secara khidmat (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kesiapan belajar murid dengan menanyakan kabar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menunjukkan tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar: (1) Bunga mawar dan (2) Kucing, lalu meminta murid secara lisan menjawab siapa yang menciptakannya (acuan jawaban benar: keduanya adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid mengamati tayangan gambar/poster lingkungan alam yang memuat 4 makhluk hidup: pohon kamboja, rumput, burung merpati, dan anjing (10 menit).
  • Guru menjelaskan konsep bahwa Hyang Widhi Wasa Maha Pencipta yang menciptakan segala jenis tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar kita (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid bermain tebak gerak dan suara hewan ciptaan Hyang Widhi Wasa secara ceria: murid menirukan gerakan/suara (kucing, burung, sapi) lalu serentak mengacungkan jempol sambil menyebutkan bahwa hewan tersebut adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa (15 menit).
  • Guru membagikan lembar kerja mandiri berisi 4 gambar benda: (1) Pohon pisang, (2) Kupu-kupu, (3) Meja kayu, (4) Ayam peliharaan, di mana murid diminta memberi tanda centang (V) pada gambar tumbuhan dan hewan yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa (acuan jawaban benar: mencentang nomor 1 Pohon pisang, nomor 2 Kupu-kupu, dan nomor 4 Ayam peliharaan; sedangkan nomor 3 Meja kayu tidak dicentang karena buatan manusia) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil lembar kerja bersama-sama dengan menunjuk langsung contoh tumbuhan dan hewan yang ada di halaman sekolah (10 menit).
  • Murid mengungkapkan rasa kagum dan syukur kepada Hyang Widhi Wasa yang telah menciptakan beragam tumbuhan dan hewan yang indah di sekitar mereka (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa semua tumbuhan dan hewan di lingkungan sekitar adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menutup pelajaran dengan doa paramasanti: Om Santih, Santih, Santih, Om (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar berukuran besar dengan warna kontras, sedangkan murid yang cepat diberikan variasi gambar tumbuhan dan hewan yang lebih beragam.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibimbing guru secara verbal dalam mencentang lembar kerja, sedangkan murid yang sudah lancar mengerjakan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menunjukkan pemahaman melalui lembar kerja penandaan gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan: Guru memperlihatkan 2 kartu gambar, yaitu (1) Bunga mawar dan (2) Kucing. Murid menjawab siapa pencipta dari kedua objek tersebut (acuan: keduanya merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa).

Proses:

  • Formatif kinerja: Guru mengamati keaktifan dan ketepatan murid saat merespons bahwa hewan tiruan (kucing, burung, sapi) adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa pada permainan tebak gerak/suara.
  • Formatif lembar kerja: Penilaian ketepatan murid mencentang 4 butir gambar pada lembar kerja: (1) Pohon pisang [Centang], (2) Kupu-kupu [Centang], (3) Meja kayu [Tidak dicentang], (4) Ayam peliharaan [Centang] (acuan: tepat mencentang nomor 1, 2, dan 4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk 2 benda nyata di luar jendela kelas: (1) Pohon mangga dan (2) Burung gereja, lalu murid serentak menunjukkan/menjawab siapa penciptanya (acuan: ciptaan Hyang Widhi Wasa).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pada asesmen awal tentang pencipta bunga mawar dan kucing
  • Pengamatan kinerja saat permainan tebak gerak dan suara hewan ciptaan Hyang Widhi Wasa
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri mencentang 3 gambar tumbuhan dan hewan ciptaan Hyang Widhi Wasa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Tumbuhan dan Hewan sebagai Ciptaan Hyang Widhi WasaBelum mampu menunjukkan tumbuhan dan hewan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dari 4 gambar yang diberikan (0-1 gambar tepat sesuai acuan).Mulai mampu menunjukkan tumbuhan dan hewan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan bantuan guru (2 gambar tepat sesuai acuan).Mampu menunjukkan tumbuhan dan hewan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa secara tepat dan mandiri (3 gambar tepat sesuai acuan).Mampu menunjukkan tumbuhan dan hewan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa secara tepat, lengkap, dan mandiri pada seluruh butir (4 gambar tepat sesuai acuan: Pohon pisang, Kupu-kupu, dan Ayam peliharaan dicentang; Meja kayu tidak dicentang).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar konkret tumbuhan dan hewan membantu murid memahami Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta?
  • Bagaimana keterlibatan murid kelas 1 dalam kegiatan bermain peran menirukan hewan ciptaan Hyang Widhi Wasa?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar tentang hewan dan tumbuhan ciptaan Hyang Widhi Wasa hari ini?
  • Bisakah kamu menyebutkan satu hewan dan satu tumbuhan ciptaan Hyang Widhi Wasa di dekat rumahmu?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Manusia sebagai Ciptaan Hyang Widhi Wasa di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 gambar kartu berikut: (1) Gambar anak laki-laki dan anak perempuan, (2) Gambar boneka robot mainan, (3) Gambar guru sedang mengajar. Murid diminta menunjuk gambar mana saja yang merupakan manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa (acuan jawaban benar: gambar 1 dan 3 adalah manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa; gambar 2 adalah benda buatan manusia) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru membimbing murid mencermati Buku Siswa halaman 51 tentang materi 'Manusia adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa' (laki-laki, perempuan, teman di sekolah, anggota keluarga) (15 menit).
  • Guru dan murid melakukan tanya jawab terbimbing untuk menegaskan bahwa diri sendiri, teman sekelas, guru, dan keluarga adalah wujud nyata manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan visual interaktif 'Sentuh Kartu Ciptaan Hyang Widhi': murid secara bergantian maju memilih dan menempelkan kartu berlabel 'Ciptaan Hyang Widhi Wasa' pada 4 gambar manusia di papan tulis dari 6 pilihan kartu bergambar berikut: (1) Bayi mungil, (2) Meja kayu, (3) Anak perempuan tersenyum, (4) Mobil remote, (5) Kakek dan nenek, (6) Teman sebaya bersepatu (acuan benar: kartu 1, 3, 5, dan 6 dipilih dan ditempel label ciptaan Hyang Widhi Wasa) (25 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja unjuk kerja mandiri 'Menunjukkan Manusia Ciptaan Hyang Widhi Wasa': murid mencentang (V) pada 4 contoh manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar dari daftar 5 butir soal bergambar: (1) Gambar anak laki-laki bermain, (2) Gambar patung semen, (3) Gambar ibu menggendong adik, (4) Gambar teman sekelas, (5) Gambar boneka beruang plastik (acuan jawaban benar: tanda centang pada butir 1, 3, dan 4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid memeriksa kembali hasil kerja mencentang gambar untuk menyadari bahwa manusia di sekitar kita adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa seluruh manusia (laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua) di lingkungan sekitar adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi pertemuan berikutnya dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta salam parama santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan gambar berukuran besar dan warna kontras bagi murid yang membutuhkan penguatan visual konkret.
  • Proses: Memberi bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar membedakan manusia hidup dengan benda tiruan berbentuk manusia (seperti boneka/patung); murid cepat diberikan tantangan tambahan menunjuk 4 sosok manusia di lingkungan sekolah (misal: kepala sekolah, penjaga sekolah, teman sebangku, ibu kantin) sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa melalui pilihan kartu visual maupun tanda centang langsung pada lembar bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik visual: 'Perhatikan 3 kartu gambar: (1) Anak laki-laki dan perempuan, (2) Boneka robot mainan, (3) Guru sedang mengajar. Tunjuk kartu manakah yang merupakan manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa!' (Acuan kunci: gambar 1 dan 3 adalah manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa).

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan murid menunjuk kartu pada permainan interaktif 'Sentuh Kartu Ciptaan Hyang Widhi' dari 6 pilihan kartu bergambar (Acuan kunci: kartu 1 Bayi, kartu 3 Anak perempuan, kartu 5 Kakek-nenek, dan kartu 6 Teman sebaya).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri mencentang contoh manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa pada 5 butir soal bergambar: (1) Anak laki-laki bermain, (2) Patung semen, (3) Ibu menggendong adik, (4) Teman sekelas, (5) Boneka beruang plastik (Acuan kunci benar: butir 1, 3, dan 4 dicentang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/tunjuk cepat: Menunjuk 3 contoh manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa yang ada di sekitar ruang kelas (Acuan jawaban benar yang diterima: guru, teman sebangku, diri sendiri, atau warga sekolah yang tampak).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal melalui tanya jawab menunjuk gambar manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa pada 3 kartu pengenalan.
  • Asesmen unjuk kerja pada lembar aktivitas mencentang 4 contoh manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan manusia di lingkungan sekitar sebagai ciptaan Hyang Widhi WasaBelum mampu menunjukkan contoh manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa (0-1 dari 3 butir benar pada lembar kerja: butir 1, 3, 4) walau dengan bimbingan penuh guru.Menunjukkan sebagian contoh manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa (tepat 2 dari 3 butir benar pada lembar kerja: butir 1, 3, 4) dengan arahan guru.Menunjukkan seluruh contoh manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan tepat (tepat 3 dari 3 butir benar pada lembar kerja: butir 1, 3, 4) secara mandiri.Menunjukkan seluruh contoh manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan tepat pada lembar kerja (butir 1, 3, 4) serta secara mandiri dan cepat dapat menunjukkan contoh manusia ciptaan Hyang Widhi Wasa tambahan di lingkungan nyata sekolah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu gambar memudahkan murid kelas 1 mengenali manusia sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa?
  • Apakah pembagian alokasi waktu pada tiap tahap pembelajaran berjalan sesuai rencana dan efektif?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar dan bermain kartu tentang ciptaan Hyang Widhi Wasa hari ini?
  • Dapatkah kamu menunjukkan temanmu sebagai salah satu ciptaan Hyang Widhi Wasa?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Benda Alam Ciptaan Hyang Widhi Wasa dan Benda Buatan Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa Gayatri secara khidmat (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran serta kesiapan murid untuk belajar dengan mengamati ruang kelas (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan 2 gambar konkret: (1) Gambar Batu Sungai dan (2) Gambar Meja Kayu, lalu meminta murid secara lisan atau acungan tangan menunjuk mana yang ciptaan Hyang Widhi Wasa (acuan jawaban: Gambar 1 Batu Sungai adalah benda alam ciptaan Hyang Widhi Wasa, sedangkan Gambar 2 Meja Kayu adalah benda buatan manusia) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan media gambar pemandangan alam (pantai/pegunungan) yang memuat benda alam ciptaan Hyang Widhi Wasa dan benda buatan manusia di sekitarnya (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati dan mengidentifikasi perbedaan asal-usul benda melalui pemilahan langsung antara benda alam yang diciptakan oleh Hyang Widhi Wasa (seperti batu, tanah, air, pasir, dan matahari) dengan benda yang dibuat oleh manusia (seperti buku, pensil, meja, dan kursi) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan edukatif interaktif 'Tunjuk Cepat Ciptaan Hyang Widhi': Guru mengangkat 6 kartu bergambar satu per satu yaitu (1) Gambar Batu, (2) Gambar Pensil, (3) Gambar Pasir, (4) Gambar Baju, (5) Gambar Air Laut, dan (6) Gambar Meja; murid bergerak mengangkat kartu tanda 'Ciptaan Hyang Widhi' (simbol Omkara) atau tanda 'Buatan Manusia' (simbol Tangan) sesuai gambar yang ditunjukkan (acuan kunci permainan: 1-Batu = Ciptaan Hyang Widhi, 2-Pensil = Buatan Manusia, 3-Pasir = Ciptaan Hyang Widhi, 4-Baju = Buatan Manusia, 5-Air Laut = Ciptaan Hyang Widhi, 6-Meja = Buatan Manusia) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja pengelompokan gambar dengan memberi tanda centang (V) pada kolom 'Ciptaan Hyang Widhi Wasa' atau kolom 'Buatan Manusia' untuk 6 butir gambar konkret: (1) Gambar Matahari, (2) Gambar Sepatu, (3) Gambar Tanah, (4) Gambar Rumah, (5) Gambar Gunung, (6) Gambar Mobil (acuan kunci LKPD: 1. Matahari = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, 2. Sepatu = Buatan Manusia, 3. Tanah = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, 4. Rumah = Buatan Manusia, 5. Gunung = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, 6. Mobil = Buatan Manusia) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa dan membahas hasil penunjukan benda pada lembar kerja, menegaskan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah Maha Pencipta atas seluruh benda alam di dunia (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan bahwa benda alam seperti batu, air, tanah, dan matahari adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa, sedangkan benda perlengkapan seperti meja, buku, dan baju dibuat oleh manusia (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret langsung di kelas (batu kerikil, segelas air, pensil, buku tulis) bagi murid yang membutuhkan stimulasi taktil.
  • Proses: Memberikan pendampingan intensif bagi murid yang masih ragu membedakan benda buatan manusia dengan ciptaan Hyang Widhi Wasa; memberikan tantangan penambahan butir pengelompokan mandiri bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pilihan melalui penempelan stiker simbol atau pemberian tanda centang (V) pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat menggunakan 2 gambar pemantik: (1) Gambar Batu Sungai dan (2) Gambar Meja Kayu. Guru meminta murid menunjuk gambar yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa (acuan: Gambar 1 Batu Sungai adalah ciptaan Hyang Widhi Wasa; Gambar 2 Meja Kayu adalah buatan manusia).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam merespons permainan kartu bergambar (6 butir: Batu, Pensil, Pasir, Baju, Air Laut, Meja). Acuan kunci: Benda Ciptaan Hyang Widhi Wasa = Batu, Pasir, Air Laut; Benda Buatan Manusia = Pensil, Baju, Meja.
  • Pemeriksaan lembar kerja pengelompokan 6 gambar benda. Acuan kunci LKPD: (1) Matahari = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, (2) Sepatu = Buatan Manusia, (3) Tanah = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, (4) Rumah = Buatan Manusia, (5) Gunung = Ciptaan Hyang Widhi Wasa, (6) Mobil = Buatan Manusia.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 2 benda di sekitar ruang kelas, yaitu 'Udara/Angin' dan 'Papan Tulis', kemudian murid serentak menunjukkan apakah itu ciptaan Hyang Widhi Wasa atau buatan manusia (acuan: Udara/Angin = Ciptaan Hyang Widhi Wasa; Papan Tulis = Buatan Manusia).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu tunjuk cepat
  • Penilaian tes objektif bergambar pada lembar kerja murid (LKPD)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan benda alam ciptaan Hyang Widhi Wasa dan benda buatan manusia pada 6 butir lembar kerja (Daftar butir: 1. Matahari, 2. Sepatu, 3. Tanah, 4. Rumah, 5. Gunung, 6. Mobil; Kunci: Ciptaan Hyang Widhi Wasa = Matahari, Tanah, Gunung; Buatan Manusia = Sepatu, Rumah, Mobil)Tepat menunjukkan 1-2 dari 6 butir benda dengan benar sesuai acuan kunci.Tepat menunjukkan 3-4 dari 6 butir benda dengan benar sesuai acuan kunci.Tepat menunjukkan 5 dari 6 butir benda dengan benar sesuai acuan kunci.Tepat menunjukkan seluruh 6 butir benda dengan benar sesuai acuan kunci secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar konkret dan kartu permainan membantu murid membedakan ciptaan Hyang Widhi Wasa dan buatan manusia secara jelas?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membuat murid kelas 1 memahami materi dengan gembira?

Murid:

  • Benda apa saja ciptaan Hyang Widhi Wasa yang kamu lihat hari ini?
  • Apakah kamu senang bermain tebak kartu ciptaan Hyang Widhi Wasa?

Pertemuan 5 — Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup Pemberi Napas bagi Makhluk Ciptaan-Nya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan memandu murid melafalkan doa pembuka belajar (Gayatri Mantram/Dainika Upasana) secara khidmat (5 menit).
  • Guru mengecek kehadiran, mengondisikan kelas, dan mengajak murid meletakkan tangan kanan di dada untuk merasakan detak jantung dan hembusan napas masing-masing (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat lisan: 'Ketika kita bernapas, siapakah yang memberi napas dan daya hidup kepada kita?' (acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa / Tuhan) untuk mengetahui kesiapan awal murid mengenai Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid melakukan latihan hening kesadaran napas (pranayama sederhana): menarik napas perlahan sambil merasakan anugerah udara segar, menahannya sejenak, lalu mengembuskannya dengan penuh rasa syukur (10 menit).
  • Guru menjelaskan konsep bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup yang memberikan napas (jiwa/daya hidup) kepada setiap makhluk ciptaan-Nya sehingga manusia, hewan, dan tumbuhan dapat tetap hidup (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Sumber Hidup': guru memperagakan 3 situasi makhluk hidup bernapas/bergerak (anak menghirup udara segar, burung terbang bernapas, bunga menyerap udara) lalu murid secara serentak menyebutkan dengan ceria: 'Hyang Widhi Wasa sumber hidup kita!' (15 menit).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Lisan Berpasangan yang memuat 3 pertanyaan berikut: (1) 'Siapa yang memberi napas kepada manusia?', (2) 'Siapa sumber hidup bagi seluruh makhluk di dunia?', (3) 'Apa sebutan Sang Pencipta yang memberi kita napas setiap hari?' Murid secara bergantian saling bertanya dan menyebutkan jawabannya (acuan jawaban ketiga butir: Hyang Widhi Wasa / Tuhan) (15 menit).
  • Guru berkeliling mengamati setiap pasangan murid, memberikan konfirmasi, serta menilai kelancaran dan ketepatan murid menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak duduk tenang, meletakkan kembali tangan di dada, lalu bersama-sama mengucapkan satu kalimat refleksi penuh kesadaran: 'Terima kasih Hyang Widhi Wasa atas napas hidup hari ini' (5 menit).
  • Murid menyebutkan kembali intisari pembelajaran hari ini bahwa tanpa napas dari Hyang Widhi Wasa makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup utama yang memberikan napas kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi tumbuhan dan hewan), dan menutup kelas dengan doa parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan visualisasi kartu gambar paru-paru/aliran napas dan simbol aksara suci Omkara untuk membantu murid visual memahami konsep napas anugerah Hyang Widhi Wasa.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan penuntun lisan terbimbing untuk menyebut nama Hyang Widhi Wasa saat ditanya sumber napas; bagi murid yang cepat paham, murid diminta langsung menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup secara mandiri pada ketiga butir pertanyaan latihan.
  • Produk: Murid dapat menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup secara lisan langsung atau dengan menunjukkan kartu lafal nama Hyang Widhi Wasa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: Guru bertanya, 'Ketika kita bernapas setiap hari, siapakah yang memberikan napas dan hidup kepada kita?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa / Tuhan).

Proses:

  • Penilaian performa lisan berpasangan saat menjawab 3 butir pertanyaan: (1) Siapa yang memberi napas kepada manusia?, (2) Siapa sumber hidup bagi seluruh makhluk di dunia?, (3) Apa sebutan Sang Pencipta yang memberi kita napas setiap hari? (acuan jawaban seluruh butir: Hyang Widhi Wasa / Tuhan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menunjuk murid secara acak untuk melengkapi kalimat penegasan: 'Hyang Widhi Wasa adalah sumber ... bagi kita karena memberi napas hidup' (acuan jawaban: hidup / sumber hidup).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai pemberi napas pada manusia
  • Observasi unjuk kerja tanya-jawab berpasangan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napasBelum mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas pada 1 dari 3 butir pertanyaan dengan bantuan arahan lisan guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas pada 2-3 butir pertanyaan secara tepat dengan sedikit arahan.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas pada seluruh (3) butir pertanyaan secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas?
  • Apakah kegiatan hening kesadaran napas efektif membantu murid merasakan makna Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat merasakan napas pemberian Hyang Widhi Wasa?
  • Siapakah yang selalu kamu ingat saat menarik dan mengembuskan napas?

Pertemuan 6 — Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup bagi Tumbuhan dan Hewan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid melafalkan doa Gayatri secara bersama-sama (5 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran serta melakukan asesmen awal lisan mengenai sumber hidup tumbuhan dan hewan melalui dua pertanyaan terpandu: (1) 'Siapakah sumber hidup yang membuat pohon mangga dan bunga kamboja bisa tumbuh subur?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa); (2) 'Siapakah yang memberikan napas kehidupan bagi sapi dan burung peliharaan?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi tumbuhan dan hewan di sekitar kita (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 2 lembar gambar perbandingan yang ditempel di papan tulis: Gambar A menunjukkan tanaman kamboja segar dan anak sapi yang lincah menyusu; Gambar B menunjukkan tanaman layu kering dan hewan mati tak bernapas (10 menit).
  • Guru membimbing murid memahami bahwa tumbuhan (yang memiliki kemampuan tumbuh/Bayu) dan hewan (yang memiliki kemampuan bergerak dan bersuara/Bayu dan Sabda) dapat hidup semata-mata karena Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup pemberi napas dan pemelihara semesta (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan menggembirakan 'Tepuk Sumber Hidup': jika guru menyebutkan nama tumbuhan/hewan (pohon kelapa, burung merpati, bunga mawar, kucing), seluruh murid serentak menepuk tangan 2 kali lalu menyebutkan dengan lantang 'Hyang Widhi Wasa Sumber Hidupnya!' (15 menit).
  • Murid menerima lembar kartu bergambar 4 makhluk ciptaan: (1) gambar pohon beringin rindang, (2) gambar anak ayam lincah, (3) gambar tanaman padi menguning, dan (4) gambar ikan berenang di kolam; kemudian secara bergantian murid menunjuk gambar dan menyebutkan secara lisan 'Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup...' untuk tiap gambar tersebut (acuan: (1) Hyang Widhi Wasa sumber hidup pohon beringin/tumbuhan; (2) Hyang Widhi Wasa sumber hidup anak ayam/hewan; (3) Hyang Widhi Wasa sumber hidup padi/tumbuhan; (4) Hyang Widhi Wasa sumber hidup ikan/hewan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk tenang berpasangan, lalu saling bergantian menyebutkan kembali kepada teman sebangku siapa sumber hidup bagi hewan peliharaan atau tanaman di rumah mereka masing-masing (15 menit).
  • Guru membimbing murid merenungi bahwa karena Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup seluruh tumbuhan dan hewan, kita wajib menyayangi mereka dengan menyiram tanaman dan memberi makan hewan peliharaan (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir dengan meminta murid menyebutkan serentak jawaban atas pertanyaan konfirmasi: 'Siapakah sumber hidup bagi semua tumbuhan dan hewan di dunia?' (acuan: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiasi atas keaktifan belajar seluruh murid dan menutup pelajaran dengan doa paramasanti 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna konkret dengan ukuran besar untuk murid yang membutuhkan visualisasi jelas.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyebutkan kalimat terbimbing 'Hyang Widhi Wasa sumber hidup...', sedangkan murid yang cepat diarahkan menyebutkan 4 makhluk pada kartu secara mandiri tanpa jeda.
  • Produk: Penyebutan secara lisan langsung saat ditunjuk gambar tumbuhan dan hewan ciptaan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menanyakan (1) 'Siapakah yang membuat tumbuhan kamboja dan mangga bisa hidup dan bertumbuh?' (acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa); (2) 'Siapakah sumber hidup yang memberi napas bagi hewan seperti kucing dan burung?' (acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja lisan saat murid menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup berdasarkan 4 kartu gambar konkret: (1) Pohon beringin (acuan: Hyang Widhi Wasa sumber hidup pohon beringin/tumbuhan); (2) Anak ayam (acuan: Hyang Widhi Wasa sumber hidup anak ayam/hewan); (3) Tanaman padi (acuan: Hyang Widhi Wasa sumber hidup padi/tumbuhan); (4) Ikan di kolam (acuan: Hyang Widhi Wasa sumber hidup ikan/hewan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup sesi: Guru mengajukan pertanyaan tunggal: 'Siapakah sumber hidup bagi seluruh tumbuhan dan hewan di alam sekitar kita?' (acuan jawaban benar: Hyang Widhi Wasa).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja lisan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup tumbuhan dan hewan pada kartu bergambar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi tumbuhan dan hewanBelum mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 4 kartu gambar tumbuhan dan hewan meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 1 sampai 2 kartu gambar tumbuhan dan hewan dengan bantuan/bimbingan arahan guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 3 sampai 4 kartu gambar tumbuhan dan hewan (pohon beringin, anak ayam, tanaman padi, ikan di kolam) secara mandiri.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada seluruh 4 kartu gambar tumbuhan dan hewan secara mandiri, lancar tanpa ragu-ragu, serta konsisten tepat pada setiap kesempatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan 'Tepuk Sumber Hidup' dan kartu gambar konkret efektif membantu seluruh murid kelas 1 memahami materi?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi tumbuhan dan hewan sehingga membutuhkan bimbingan perorangan?

Murid:

  • Apakah kalian senang bermain tepuk sumber hidup hari ini?
  • Siapakah yang sekarang kalian ingat sebagai sumber hidup saat melihat bunga dan binatang di rumah?

Pertemuan 7 — Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup bagi Manusia — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali Om Swastyastu, memandu doa Gayatri bersama, dan menyapa murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal lisan: menanyakan 'Siapakah sumber hidup yang memberi napas kepada kita?' kepada 3 perwakilan murid untuk memetakan kesiapan awal (acuan: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak meletakkan tangan di dada merasakan detak jantung dan embusan napas secara hening untuk menyadari pemberian hidup dari Sang Pencipta (10 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati Gambar 2.4/teks bacaan tentang manusia, lalu mendengarkan penuturan guru bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup utama yang memberikan napas (jiwa/prana) kepada manusia (3 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain kuis ceria 'Bisik Sumber Hidup' secara bergantian dalam lingkaran: murid yang menerima giliran menjawab pertanyaan cepat guru 'Siapakah sumber hidup manusia?' dengan menyebutkan 'Hyang Widhi Wasa' sambil tersenyum gembira (12 menit).
  • Guru membagikan lembar kerja bergambar berisi 3 pernyataan rumpang terpandu: (1) Sumber hidup utama bagi manusia adalah ... (acuan: Hyang Widhi Wasa); (2) Yang memberikan napas agar manusia dapat hidup adalah ... (acuan: Hyang Widhi Wasa); (3) Manusia dapat bergerak dan tumbuh karena diberi hidup oleh ... (acuan: Hyang Widhi Wasa) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja dengan menebalkan atau memilih tulisan nama 'Hyang Widhi Wasa' pada 3 butir pernyataan tersebut (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mengecek jawaban lembar kerja dan bersama-sama melafalkan kembali bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup bagi manusia (15 menit).
  • Murid menyampaikan rasa syukur karena diberi hidup dan napas oleh Hyang Widhi Wasa (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan inti pembelajaran bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup bagi manusia (5 menit).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa parama santih: Om Santih Santih Santih Om (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kata berukuran besar bertuliskan 'Hyang Widhi Wasa' disertai gambar manusia bernapas untuk murid yang memerlukan panduan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengeja lambat, guru membimbing pembacaan butir pernyataan secara lisan; bagi murid cepat, murid diminta menyebutkan langsung secara mandiri 3 butir tersebut.
  • Produk: Murid dapat memilih menyebutkan Hyang Widhi Wasa secara lisan langsung kepada guru atau menandai pilihan kata pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Anak-anak, siapakah yang menciptakan dan menjadi sumber hidup serta memberi napas bagi manusia?' (Acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa / Tuhan).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid saat menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup manusia pada kuis lisan dan lembar kerja 3 butir rumpang: (1) Sumber hidup utama bagi manusia adalah ... (acuan: Hyang Widhi Wasa); (2) Yang memberikan napas agar manusia dapat hidup adalah ... (acuan: Hyang Widhi Wasa); (3) Manusia dapat bergerak dan tumbuh karena diberi hidup oleh ... (acuan: Hyang Widhi Wasa).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: guru menunjuk murid secara acak dan bertanya 'Siapakah sumber hidup manusia?' (Acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja saat kuis lisan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup manusia
  • Pemeriksaan lembar kerja rumpang 3 butir pernyataan sumber hidup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusiaBelum mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia pada 1 dari 3 butir pernyataan dengan bantuan atau arahan guru (acuan 3 butir: [1] Sumber hidup utama manusia = Hyang Widhi Wasa, [2] Pemberi napas manusia = Hyang Widhi Wasa, [3] Pemberi daya hidup agar bergerak = Hyang Widhi Wasa).Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia pada 2 dari 3 butir pernyataan secara tepat dan mandiri.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia pada seluruh (3 dari 3) butir pernyataan secara tepat, lancar, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid kelas 1 sudah mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi manusia dengan tepat?
  • Bagian mana dari kegiatan kuis ceria yang paling efektif membantu murid memahami bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber napas dan kehidupan manusia?

Murid:

  • Siapakah yang memberi kita napas setiap hari?
  • Bagaimana perasaanmu setelah tahu bahwa Hyang Widhi Wasa memberi kita hidup?

Pertemuan 8 — Menyebutkan Bukti Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup Melalui Kebutuhan Makhluk Hidup — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: 'Sebutkan apa yang dibutuhkan tanaman saat layu?' (acuan jawaban: air) dan 'Siapa yang menciptakan air dan udara untuk kita?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 3 gambar kebutuhan makhluk hidup: (1) gambar gelas berisi air minum, (2) gambar sepiring nasi dan sayur, (3) gambar anak menghirup udara segar; lalu menjelaskan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup yang menyediakan kebutuhan tersebut (10 menit).
  • Murid menyimak dan bersama guru menyebutkan kembali bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup pemberi air, makanan, dan udara bagi makhluk ciptaan-Nya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan kuis berpasangan 'Tebak Sumber Hidup': guru menyebutkan satu kebutuhan makhluk hidup (misal: air minum, udara untuk napas, makanan dari padi), lalu tiap pasangan murid berlomba menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber penyedianya dengan lantang dan ceria (15 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan lembar ceklis lisan/tunjuk dengan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup untuk 3 kebutuhan makhluk hidup: (1) air untuk minum/menyiram tanaman, (2) udara untuk bernapas, (3) sinar matahari/tanah untuk makanan tumbuhan (acuan jawaban untuk tiap butir: Hyang Widhi Wasa) (10 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid dengan bimbingan guru menyimpulkan bahwa semua kebutuhan makhluk hidup (air, udara, makanan) membuktikan Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup bagi semua ciptaan-Nya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan cek pemahaman singkat lisan: menunjuk 2 murid untuk menyebutkan siapa sumber hidup yang memberi kita makan dan minum (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).
  • Guru menutup kegiatan dengan doa Parama Santhi 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menggunakan gambar peraga kebutuhan hidup konkret (air, makanan, udara) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan petunjuk awal berupa gambar kebutuhan sebelum murid menyebutkan Hyang Widhi Wasa; bagi murid cepat, murid diminta menyebutkan 3 kebutuhan hidup beserta Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidupnya secara mandiri.
  • Produk: Penyebutan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup dapat disampaikan secara lisan langsung atau dengan menunjuk kartu nama Hyang Widhi Wasa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan 2 butir: (1) 'Apa yang dibutuhkan hewan dan manusia saat kehausan?' (acuan: air); (2) 'Siapakah yang memberikan air dan udara itu bagi kita?' (acuan: Hyang Widhi Wasa).

Proses:

  • Pemberian umpan balik langsung saat permainan tebak kebutuhan makhluk hidup dan lembar ceklis individu 3 butir kebutuhan: (1) air minum/siram, (2) udara bernapas, (3) makanan/sinar matahari (acuan: murid menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup penyedianya).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: guru bertanya 'Siapakah sumber hidup yang menyediakan makanan dan air bagi semua makhluk ciptaan-Nya?' (acuan: Hyang Widhi Wasa).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal di awal pembelajaran mengenai kebutuhan hidup dan penciptanya.
  • Observasi unjuk kerja saat kuis dan penugasan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 3 kebutuhan makhluk hidup.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup melalui kebutuhan makhluk hidupBelum mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup meskipun telah diberikan gambar 3 kebutuhan makhluk hidup (air, udara, makanan) dan bimbingan penuh guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 1 dari 3 kebutuhan makhluk hidup (air, udara, makanan) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada 2 dari 3 kebutuhan makhluk hidup (air, udara, makanan) dengan tepat.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pada seluruh (3 dari 3) kebutuhan makhluk hidup (air, udara, makanan) secara tepat dan mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar kebutuhan makhluk hidup efektif membantu murid memahami Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan tebak kebutuhan hidup?

Murid:

  • Bagian mana dari kegiatan tadi yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu ingat siapa yang memberi kita air dan udara untuk hidup?

Pertemuan 9 — Menunjukkan Contoh Ciptaan dan Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar
  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', mengajak berdoa bersama doa memulai belajar (Dainika Upasana), dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Tunjukkan apa saja contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di sekitar kita?' (acuan: pohon/tumbuhan, hewan/kucing/burung, manusia, batu/matahari/sungai); (2) 'Siapakah yang memberi napas dan menjadi sumber hidup makhluk ciptaan-Nya?' (acuan: Hyang Widhi Wasa) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa dan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 4 gambar benda di papan tulis: Gambar 1 Pohon kelapa, Gambar 2 Kucing, Gambar 3 Manusia (anak sekolah), dan Gambar 4 Meja kayu (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru bahwa Hyang Widhi Wasa adalah Maha Pencipta segala alam dan makhluk hidup di lingkungan sekitar, serta Hyang Widhi Wasa yang memberi napas dan menjadi sumber hidup bagi semua ciptaan-Nya (10 menit).
  • Murid bersama guru menunjuk dan memilah mana yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa (Pohon kelapa, Kucing, Manusia) dan mana yang buatan manusia (Meja kayu) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tantangan 'Tunjuk Ciptaan & Sebut Sumber Hidup' di mana guru menunjukkan 4 kartu gambar secara bergantian: Kartu A Bunga Mawar, Kartu B Burung, Kartu C Sepeda, Kartu D Sapi (10 menit).
  • Murid secara bergiliran maju menunjukkan apakah gambar pada kartu merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa atau buatan manusia (acuan tepat: Kartu A Bunga Mawar = ciptaan Hyang Widhi Wasa; Kartu B Burung = ciptaan Hyang Widhi Wasa; Kartu C Sepeda = buatan manusia; Kartu D Sapi = ciptaan Hyang Widhi Wasa) (15 menit).
  • Untuk setiap kartu ciptaan Hyang Widhi Wasa yang berhasil ditunjuk, murid menyebutkan secara lisan: 'Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup pemberi napas' (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak menarik napas perlahan dan mengembuskannya, lalu menyadari dengan tenang bahwa napas kehidupan yang ada di dalam diri kita dan semua makhluk berasal dari Hyang Widhi Wasa (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa Hyang Widhi Wasa adalah pencipta alam semesta beserta isinya (tumbuhan, hewan, manusia) dan Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup yang memberi napas kehidupan bagi ciptaan-Nya (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar benda alam dan makhluk hidup dengan visual yang jelas dan kontras tinggi.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan dengan menunjuk langsung ciri makhluk hidup (bernapas/tumbuh); bagi murid yang cepat, diberikan tambahan kartu benda alam (Matahari, Batu) untuk ditunjukkan sebagai ciptaan Hyang Widhi Wasa.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan contoh ciptaan secara langsung dengan menunjuk kartu gambar atau menunjuk benda konkret di sekitar kelas/halaman, serta melafalkan sebutan sumber hidup secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Tunjukkan apa saja contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di sekitar kita?' (acuan jawaban: tumbuhan/pohon, hewan/kucing/burung, manusia, batu/matahari/sungai); (2) 'Siapakah yang memberi napas dan menjadi sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya?' (acuan jawaban: Hyang Widhi Wasa).

Proses:

  • Pengamatan performa murid pada kegiatan inti aplikasi saat merespons 4 kartu gambar: Kartu A Bunga Mawar, Kartu B Burung, Kartu C Sepeda, Kartu D Sapi. Acuan ketercapaian: murid tepat menunjukkan 3 kartu ciptaan Hyang Widhi Wasa (Kartu A, B, D) dan 1 kartu buatan manusia (Kartu C), serta menyebutkan secara lisan bahwa 'Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk gambar pohon dan kucing lalu bertanya: (1) 'Siapakah pencipta pohon dan kucing ini?' (acuan: Hyang Widhi Wasa); (2) 'Siapakah sumber hidup yang memberi napas bagi mereka?' (acuan: Hyang Widhi Wasa).

Formatif:

  • Unjuk kerja dan tanya jawab lisan saat permainan menunjukkan kartu ciptaan Hyang Widhi Wasa dan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitarBelum mampu menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa dari 4 kartu yang disajikan meskipun dibimbing guru.Mampu menunjukkan 1-2 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa dari 4 kartu yang disajikan dengan bimbingan guru (acuan: Kartu A Bunga Mawar, Kartu B Burung, Kartu D Sapi).Mampu menunjukkan 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa dari 4 kartu yang disajikan secara tepat dan mandiri (acuan: Kartu A Bunga Mawar, Kartu B Burung, Kartu D Sapi).Mampu menunjukkan seluruh 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa (Kartu A, B, D) serta mampu membedakan kartu buatan manusia (Kartu C Sepeda) secara tepat dan mandiri tanpa keraguan.
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-NyaBelum mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya meskipun telah dibimbing guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya namun masih membutuhkan arahan/bimbingan guru.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya secara tepat dan mandiri.Mampu menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup pemberi napas bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya secara tepat, runtut, dan mandiri pada setiap kesempatan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat menunjukkan contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar?
  • Apakah seluruh murid sudah dapat menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain menunjuk gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa hari ini?
  • Siapakah yang memberi kita napas untuk hidup setiap hari?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Menunjukkan Hyang Widhi Wasa sebagai pencipta melalui contoh ciptaan-Nya di lingkungan sekitar
  • TP 1.2.2 Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup bagi makhluk ciptaan-Nya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama Dainika Upasana, dan mengecek kesiapan fisik murid untuk mengikuti asesmen sumatif bab 2 (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan dan alur kegiatan asesmen sumatif: bagian pertama mengerjakan lembar kerja melingkari gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa secara mandiri, dilanjutkan unjuk kerja lisan bergantian di meja guru (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan: murid mengamati 6 gambar yang disediakan, yaitu (1) pohon mangga, (2) kucing, (3) anak perempuan/manusia, (4) mobil mainan, (5) rumah, dan (6) meja kayu, lalu melingkari 3 gambar yang merupakan ciptaan Hyang Widhi Wasa (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Seluruh murid secara serentak dan mandiri melingkari minimal 3 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa dari 6 pilihan gambar pada lembar kerja masing-masing (kunci jawaban tepat: melingkari gambar (1) pohon mangga, gambar (2) kucing, dan gambar (3) anak perempuan/manusia; gambar mobil, rumah, dan meja adalah buatan manusia sehingga tidak dilingkari) (30 menit).
  • Tugas 2: Murid secara bergiliran maju ke meja guru (durasi 2,5 menit per murid untuk 28 murid) membawa lembar kerjanya. Guru meminta murid menunjukkan dan menyebutkan secara lisan minimal 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa pada lembar kerja/lingkungan sekitar (acuan: pohon/tumbuhan, kucing/hewan, manusia) serta mengajukan satu pertanyaan lisan: 'Siapakah sumber hidup yang memberi napas bagi makhluk ciptaan-Nya?' (kunci jawaban lisan: Hyang Widhi Wasa/Tuhan). Sementara menunggu giliran, murid lain mewarnai gambar ciptaan yang sudah dilingkari dengan tenang (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak menyadari rasa syukur bahwa Hyang Widhi Wasa telah menciptakan alam serta memberikan napas hidup bagi manusia, tumbuhan, dan hewan (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja hasil asesmen sumatif dan memberikan apresiasi atas kemandirian murid selama asesmen berlangsung (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup Paramasanti 'Om Santih Santih Santih Om' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid dengan hambatan visual/motorik halus, ukuran gambar diperbesar pada lembar kerja sumatif tanpa mengubah objek pilihan.
  • Proses: Guru membacakan ulang pertanyaan secara perlahan dan artikulatif bagi murid yang membutuhkan penguatan pendengaran saat wawancara unjuk kerja lisan di meja guru.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid, yaitu melingkari minimal 3 ciptaan pada lembar kerja dan menjawab lisan 3 contoh ciptaan serta Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja lisan individual secara rotasi terpadu dengan penugasan visual berbasis lembar gambar: hasil menandai gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa pada lembar kerja individual serta rekaman observasi respons lisan saat menunjukkan minimal tiga ciptaan dan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup makhluk ciptaan-Nya sesuai kriteria rubrik
  • penugasan visual individual serentak: lembar kerja individual berisi pilihan gambar di mana setiap murid secara mandiri melingkari minimal 3 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa (tumbuhan, hewan, manusia) dari 6 pilihan gambar ciptaan dan buatan manusia yang disediakan (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja individual (skor 3 jika tepat melingkari 3 ciptaan Hyang Widhi Wasa, skor 2 jika tepat 2, skor 1 jika tepat 1))
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan individual bergantian: kinerja lisan tiap murid dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) saat membawa lembar gambarnya: murid menunjukkan dan menyebutkan secara lisan minimal 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar (TP 1) serta menyebutkan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup yang memberi napas/kehidupan bagi makhluk ciptaan-Nya saat ditanya guru (TP 2) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja analitik dengan kriteria minimal: (1) Menunjukkan ciptaan: kriteria tercapai bila lancar menunjukkan dan menyebutkan minimal 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar; (2) Menyebutkan sumber hidup: kriteria tercapai bila menyatakan secara lisan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup/pemberi kehidupan bagi makhluk ciptaan-Nya)

Sumatif:

  • unjuk kerja lisan individual secara rotasi terpadu dengan penugasan visual berbasis lembar gambar: hasil menandai gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa pada lembar kerja individual serta rekaman observasi respons lisan saat menunjukkan minimal tiga ciptaan dan menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup makhluk ciptaan-Nya sesuai kriteria rubrik
  • penugasan visual individual serentak: lembar kerja individual berisi pilihan gambar di mana setiap murid secara mandiri melingkari minimal 3 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa (tumbuhan, hewan, manusia) dari 6 pilihan gambar ciptaan dan buatan manusia yang disediakan (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja individual (skor 3 jika tepat melingkari 3 ciptaan Hyang Widhi Wasa, skor 2 jika tepat 2, skor 1 jika tepat 1))
  • unjuk kerja dan tanya jawab lisan individual bergantian: kinerja lisan tiap murid dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) saat membawa lembar gambarnya: murid menunjukkan dan menyebutkan secara lisan minimal 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar (TP 1) serta menyebutkan bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup yang memberi napas/kehidupan bagi makhluk ciptaan-Nya saat ditanya guru (TP 2) (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja analitik dengan kriteria minimal: (1) Menunjukkan ciptaan: kriteria tercapai bila lancar menunjukkan dan menyebutkan minimal 3 contoh ciptaan Hyang Widhi Wasa di lingkungan sekitar; (2) Menyebutkan sumber hidup: kriteria tercapai bila menyatakan secara lisan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup/pemberi kehidupan bagi makhluk ciptaan-Nya)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan Ciptaan Hyang Widhi Wasa (TP 1.2.1)Belum dapat menunjukkan maupun melingkari ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan tepat (skor tes tulis 0 atau salah memilih; tidak mampu menyebutkan contoh secara lisan). Acuan: (1) pohon mangga/tumbuhan, (2) kucing/hewan, (3) anak perempuan/manusia.Mampu melingkari 1 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa pada lembar kerja dan menyebutkan 1 contoh ciptaan secara lisan dengan bimbingan guru. Acuan: (1) pohon mangga/tumbuhan, (2) kucing/hewan, (3) anak perempuan/manusia.Mampu melingkari 2 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa pada lembar kerja dan menyebutkan 2 contoh ciptaan secara lisan secara mandiri. Acuan: (1) pohon mangga/tumbuhan, (2) kucing/hewan, (3) anak perempuan/manusia.Mampu melingkari seluruh 3 gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan tepat pada lembar kerja serta lancar menunjukkan dan menyebutkan minimal 3 contoh ciptaan di lingkungan sekitar secara lisan dan mandiri. Acuan: (1) pohon mangga/tumbuhan, (2) kucing/hewan, (3) anak perempuan/manusia.
Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai Sumber Hidup (TP 1.2.2)Belum dapat menyebutkan nama Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup yang memberi napas bagi makhluk ciptaan-Nya meski telah dibimbing.Menyebutkan Hyang Widhi Wasa sebagai sumber hidup/pemberi napas namun membutuhkan petunjuk awal berulang dari guru.Menyebutkan secara lisan dengan tepat bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup/pemberi napas bagi makhluk ciptaan-Nya saat diajukan pertanyaan oleh guru.Menyebutkan secara lisan dengan lancar dan tegas bahwa Hyang Widhi Wasa adalah sumber hidup dan pemberi napas bagi seluruh makhluk ciptaan-Nya (manusia, hewan, tumbuhan) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi 2,5 menit per murid mencukupi untuk mengamati respon lisan setiap murid secara objektif?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam membedakan ciptaan Hyang Widhi Wasa dengan benda buatan manusia pada lembar tugas sumatif?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas hari ini yang paling kalian sukai?
  • Apakah kalian merasa bangga bisa menyebutkan ciptaan Hyang Widhi Wasa dan mengetahui siapa yang memberi kita napas?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Duwijo. 2021. Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I. Jakarta: Kemendikbudristek.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I.
  3. Lingkungan alam sekitar halaman sekolah (tanah, batu, sinar matahari, tanaman).
  4. Kartu gambar pemandangan alam (gunung, matahari, sungai, awan).
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  7. Kartu gambar tumbuhan (pohon pisang, bunga kamboja, mawar) dan hewan (kucing, kupu-kupu, ayam, merpati, anjing, sapi)
  8. Lingkungan halaman sekolah
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (halaman 51).
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (halaman 100-101).
  11. Kartu gambar manusia (anak laki-laki, anak perempuan, keluarga) dan benda buatan manusia (boneka, robot, patung).
  12. Lembar kerja murid mencentang gambar.
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  15. Set kartu gambar benda alam (matahari, batu, tanah, air, gunung, pasir) dan benda buatan manusia (meja, kursi, pensil, baju, sepatu, mobil)
  16. Benda konkret di lingkungan sekitar kelas (batu, tanah, air, meja, pensil)
  17. Kartu gambar ilustrasi aktivitas bernapas dan simbol Hyang Widhi Wasa (Omkara)
  18. Lingkungan kelas dan ruang terbuka sekolah
  19. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021
  20. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2021 (Bab 2: Ciptaan Hyang Widhi Wasa)
  21. Gambar peraga tumbuhan segar/layu dan hewan hidup/mati
  22. Set kartu gambar makhluk hidup (pohon beringin, anak ayam, tanaman padi, ikan kolam)
  23. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  24. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021) Halaman 50-51
  25. Kartu tulisan nama 'Hyang Widhi Wasa' dan lembar kerja bergambar manusia
  26. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek, 2021).
  27. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek, 2021).
  28. Gambar kebutuhan makhluk hidup (air, makanan/tumbuhan, udara/lingkungan alam).
  29. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  30. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  31. Set kartu gambar ciptaan Hyang Widhi Wasa (bunga mawar, burung, sapi) dan benda buatan manusia (sepeda, meja)
  32. Lingkungan sekitar sekolah/kelas
  33. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  34. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  35. Lembar kerja asesmen sumatif individual berisi 6 gambar (pohon mangga, kucing, anak perempuan, mobil mainan, rumah, meja kayu).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.