Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Pengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Pengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Pengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Pengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikPengaruh Cerita Ramayana pada Kerajaan Hindu di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal dan mewarisi cerita Ramayana (seperti Majapahit) secara sederhana
  2. Murid dapat menjelaskan secara sederhana bahwa tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dijadikan teladan oleh raja-raja Hindu di Indonesia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah di Indonesia ada raja-raja yang menyukai cerita Ramayana?
  2. Mengapa raja-raja zaman dulu senang belajar dari cerita Rama dan Sita?
  3. Siapa tokoh Ramayana yang paling ingin kalian tiru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat kembali tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana yang sudah dipelajari sebelumnya (Rama, Sita, Hanuman, Raja Dasaratha)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang masih ingat sifat baik Rama? Bagaimana Rama menjadi teladan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar bahwa cerita Ramayana juga dikenal oleh raja-raja Hindu di Indonesia
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menunjukkan gambar atau ilustrasi sederhana kerajaan Hindu di Indonesia (Majapahit, Bali) dengan nuansa yang familiar bagi anak
  • Guru bercerita dengan antusias bahwa raja-raja Hindu di Indonesia zaman dulu juga membaca dan menyukai cerita Ramayana, sama seperti kita sekarang
  • Guru menjelaskan secara sederhana bahwa Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan Hindu besar di Indonesia yang sangat menghormati cerita Ramayana
  • Guru mengajak murid mengamati gambar relief candi atau wayang yang menggambarkan tokoh Ramayana, menjelaskan bahwa ini bukti raja-raja dulu mengenal cerita ini
  • Guru mengajak murid menyebutkan bersama-sama nama kerajaan: 'Majapahit' dengan gerakan tangan yang menggembirakan

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk berdiskusi sederhana: 'Sifat baik apa dari Rama yang bisa ditiru oleh raja?'
  • Setiap kelompok diminta memilih satu tokoh Ramayana (Rama, Sita, Hanuman) dan menyebutkan satu sifat baik yang bisa diteladani
  • Guru memfasilitasi murid untuk menghubungkan sifat tokoh dengan kepemimpinan: 'Rama adil, jadi raja juga harus adil. Rama berani, jadi raja juga harus berani melindungi rakyat'
  • Murid diminta menggambar satu tokoh Ramayana favorit mereka dan menuliskan (atau menyebutkan kepada guru) satu sifat baik tokoh itu
  • Beberapa murid maju ke depan mempresentasikan gambar dan sifat baik yang mereka pilih

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian rasakan saat tahu raja-raja dulu juga belajar dari cerita Ramayana seperti kita?'
  • Guru meminta murid menyebutkan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini
  • Guru mengajak murid merefleksikan diri: 'Sifat baik apa dari tokoh Ramayana yang ingin kamu tiru mulai hari ini?'
  • Guru memberikan penegasan bahwa cerita Ramayana bukan hanya cerita biasa, tetapi menjadi teladan untuk hidup kita, termasuk raja-raja zaman dulu
  • Murid menuliskan atau menggambar satu komitmen sederhana untuk meniru sifat baik tokoh Ramayana di buku catatan mereka

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyebutkan nama kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal cerita Ramayana dan satu sifat teladan dari tokoh Ramayana
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru memberikan tugas rumah sederhana: menceritakan kepada orang tua tentang kerajaan Hindu yang mengenal Ramayana
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru dapat menambahkan informasi tentang kerajaan Hindu lain seperti Bali atau Mataram Kuno. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, fokus pada satu kerajaan (Majapahit) dan satu tokoh teladan (Rama)
  • Proses: Murid yang cepat dapat memimpin diskusi kelompok atau membantu temannya. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman atau didampingi guru lebih intensif saat menggambar dan menyebutkan sifat tokoh
  • Produk: Murid yang sudah lancar menulis dapat menuliskan kalimat sederhana tentang sifat tokoh. Murid yang belum lancar dapat menggambar dan menyampaikan secara lisan kepada guru atau dalam rekaman video pendek

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang tokoh-tokoh Ramayana yang sudah dipelajari sebelumnya
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan: 'Siapa tokoh favorit kalian dalam cerita Ramayana? Mengapa?'

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok kecil tentang sifat tokoh
  • Pengamatan kemampuan murid menghubungkan sifat tokoh dengan teladan kepemimpinan
  • Penilaian sejawat sederhana: murid memberi tanggapan positif terhadap presentasi teman
  • Penilaian diri: murid diminta mengangkat tangan jika mereka merasa sudah memahami materi

Akhir:

  • Tes lisan individu: murid menyebutkan contoh kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal cerita Ramayana
  • Murid menjelaskan secara sederhana mengapa raja-raja Hindu menjadikan tokoh Ramayana sebagai teladan
  • Penilaian produk: hasil gambar tokoh dan identifikasi sifat baik yang dapat diteladani

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok
  • Tanya jawab lisan tentang kerajaan Hindu dan tokoh teladan
  • Penilaian proses saat murid menggambar dan menyebutkan sifat tokoh

Sumatif:

  • Penilaian produk gambar tokoh Ramayana dan identifikasi sifat baik
  • Tes lisan individu: menyebutkan nama kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal Ramayana dan menjelaskan satu teladan dari tokoh Ramayana

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal cerita RamayanaMurid belum dapat menyebutkan nama kerajaan Hindu di Indonesia meskipun dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan nama kerajaan Hindu (Majapahit) dengan bantuan atau petunjuk dari guruMurid dapat menyebutkan nama kerajaan Hindu (Majapahit) secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari satu kerajaan Hindu di Indonesia yang mengenal cerita Ramayana secara mandiri
Menjelaskan tokoh Ramayana sebagai teladan rajaMurid belum dapat menjelaskan kaitan tokoh Ramayana dengan teladan raja meskipun dengan bantuanMurid dapat menyebutkan satu sifat baik tokoh Ramayana dengan bantuan guru tetapi belum dapat menghubungkan dengan teladan rajaMurid dapat menjelaskan secara sederhana bahwa sifat baik tokoh Ramayana (seperti keadilan Rama) dijadikan teladan oleh rajaMurid dapat menjelaskan dengan contoh konkret bagaimana raja-raja meniru sifat tokoh Ramayana dalam memimpin rakyat
Keimanan dan Ketakwaan (menghargai nilai-nilai luhur dalam kitab suci)Murid belum menunjukkan kesadaran bahwa cerita Ramayana mengandung nilai spiritual dan teladanMurid mulai menyadari bahwa cerita Ramayana mengandung teladan baik dengan bimbingan guruMurid menunjukkan sikap menghargai cerita Ramayana sebagai sumber teladan dan mau meniru sifat baik tokohnyaMurid menunjukkan komitmen konkret untuk meniru sifat baik tokoh Ramayana dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menceritakan bagaimana akan melakukannya
Komunikasi lisan dan visualMurid belum dapat menyampaikan pendapat atau menggambar tokoh meskipun dengan bantuanMurid dapat menggambar tokoh atau menyampaikan pendapat dengan bantuan intensif dari guruMurid dapat menggambar tokoh dan menyampaikan satu sifat baik secara lisan dengan cukup jelasMurid dapat menggambar tokoh dengan detail, menyampaikan sifat baik dengan kalimat lengkap, dan presentasi di depan kelas dengan percaya diri

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyebutkan minimal satu kerajaan Hindu di Indonesia?
  • Strategi apa yang paling efektif dalam membantu murid memahami konsep teladan dari cerita Ramayana?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengoptimalkan pembelajaran bermakna agar murid benar-benar menginternalisasi nilai teladan?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Sifat baik apa dari tokoh Ramayana yang ingin kamu tiru?
  • Apakah kamu sudah memahami bahwa raja-raja dulu juga belajar dari cerita Ramayana?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang masih belum kamu pahami?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I SD
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I SD
  3. Gambar atau ilustrasi kerajaan Majapahit (dapat diunduh atau dari buku sejarah sederhana)
  4. Gambar relief candi atau wayang yang menggambarkan tokoh Ramayana
  5. Video animasi singkat tentang kerajaan Hindu di Indonesia (opsional, jika tersedia LCD)
  6. Kertas gambar, pensil warna, spidol untuk aktivitas menggambar
  7. Kartu bergambar tokoh-tokoh Ramayana

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.