Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Tokoh-Tokoh dalam Cerita Ramayana: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan sifat-sifat baik tokoh Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana dalam cerita Ramayana sebagai contoh kesetiaan dan keberanian
  2. Murid dapat membedakan perilaku tokoh baik (Subha Karma) dan tokoh buruk (Asubha Karma) berdasarkan kisah dalam cerita Ramayana

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa tokoh yang paling setia membantu Rama dalam cerita Ramayana?
  2. Apa perbedaan antara tokoh baik dan tokoh buruk dalam cerita Ramayana?
  3. Sifat baik apa yang bisa kita tiru dari tokoh Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid berdoa bersama untuk memulai pembelajaran dengan khidmat
  • Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat cerita Ramayana yang sudah kita pelajari sebelumnya?'
  • Guru menunjukkan gambar tokoh Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana, lalu bertanya: 'Apakah kalian pernah melihat tokoh-tokoh ini?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan mengenal sifat-sifat baik tiga tokoh penting dalam cerita Ramayana

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membacakan cerita Ramayana dengan fokus pada peran Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana dengan suara ekspresif dan penuh penghayatan
  • Guru menunjukkan gambar atau media visual ketiga tokoh sambil menjelaskan karakteristik fisik dan peran mereka dalam cerita
  • Guru menjelaskan sifat-sifat baik setiap tokoh: Hanoman (setia, kuat, cerdas), Jatayu (berani, melindungi), Wibhisana (bijaksana, memilih kebenaran)
  • Murid mendengarkan dengan seksama dan diajak bertanya jika ada yang belum dipahami
  • Guru menjelaskan konsep Subha Karma (perbuatan baik) dan Asubha Karma (perbuatan buruk) dengan bahasa sederhana
  • Guru memberikan contoh konkret: Hanoman membantu Rama mencari Sita = Subha Karma, Rahwana menculik Sita = Asubha Karma

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diminta menyebutkan satu sifat baik dari setiap tokoh secara bergantian
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk berdiskusi tentang perbedaan perbuatan baik dan buruk dalam cerita
  • Setiap kelompok mendapat kartu bergambar tokoh baik dan tokoh buruk, lalu memilah mana yang menunjukkan Subha Karma dan Asubha Karma
  • Murid menempelkan kartu tokoh di papan yang sudah dibagi dua kolom: Tokoh Baik dan Tokoh Buruk
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan mereka dengan menyebutkan alasan pemilihan
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi jika ada kesalahan pemahaman

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan melakukan refleksi bersama
  • Murid diminta menceritakan sifat baik mana yang paling mereka sukai dari ketiga tokoh dan mengapa
  • Guru bertanya: 'Sifat baik mana yang sudah kalian miliki? Sifat baik mana yang ingin kalian tiru?'
  • Murid menulis atau menggambar satu sifat baik yang ingin mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari
  • Beberapa murid diminta maju ke depan untuk berbagi hasil refleksi mereka
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan keberanian murid dalam berefleksi

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Hanoman, Jatayu, dan Wibhisana adalah tokoh baik dengan sifat setia, berani, dan bijaksana yang patut diteladani
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya meniru sifat-sifat baik (Subha Karma) dan menjauhi sifat buruk (Asubha Karma)
  • Guru memberikan tugas rumah: menggambar salah satu tokoh favorit dan menuliskan satu sifat baiknya
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama-sama
  • Guru memberikan salam penutup dengan penuh kehangatan

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi tambahan cerita tentang tokoh lain dalam Ramayana. Murid yang lambat diberi penjelasan visual lebih banyak dengan gambar dan gerakan sederhana
  • Proses: Murid yang cepat memimpin diskusi kelompok. Murid yang lambat didampingi guru atau teman sebaya saat kegiatan klasifikasi tokoh
  • Produk: Murid yang cepat membuat cerita pendek tentang meniru sifat tokoh. Murid yang lambat cukup menggambar dan menyebutkan satu sifat baik secara lisan

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Siapa yang masih ingat nama-nama tokoh dalam cerita Ramayana?'
  • Guru menunjukkan gambar beberapa tokoh dan meminta murid menyebutkan namanya jika tahu
  • Guru mencatat pemahaman awal murid tentang cerita Ramayana sebagai acuan pembelajaran

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat mendengarkan cerita dan bertanya
  • Penilaian keterampilan kolaborasi saat diskusi kelompok
  • Pengamatan kemampuan murid mengklasifikasikan tokoh baik dan buruk dengan benar
  • Tanya jawab spontan selama kegiatan pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Akhir:

  • Tes lisan individu: guru menunjukkan gambar tokoh dan murid menyebutkan sifat baiknya
  • Penilaian hasil refleksi murid tentang sifat baik yang ingin diterapkan
  • Evaluasi tugas rumah: ketepatan menggambar tokoh dan menyebutkan sifat baiknya
  • Penilaian sikap: kesadaran murid dalam membedakan perbuatan baik dan buruk

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat mendengarkan cerita
  • Tanya jawab lisan tentang sifat-sifat tokoh
  • Pengamatan saat murid bekerja dalam kelompok mengklasifikasikan tokoh baik dan buruk

Sumatif:

  • Tes lisan: menyebutkan minimal 2 sifat baik dari setiap tokoh
  • Penugasan: menggambar tokoh favorit dan menuliskan sifat baiknya
  • Penilaian kemampuan membedakan Subha Karma dan Asubha Karma melalui kartu bergambar

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan sifat-sifat baik tokoh Hanoman, Jatayu, dan WibhisanaBelum dapat menyebutkan sifat baik dari ketiga tokohDapat menyebutkan 1 sifat baik dari salah satu tokoh dengan bantuan guruDapat menyebutkan minimal 2 sifat baik dari dua tokoh secara mandiriDapat menyebutkan 2-3 sifat baik dari ketiga tokoh dengan lancar dan memberikan contoh sederhana
Membedakan Subha Karma dan Asubha KarmaBelum dapat membedakan perbuatan baik dan buruk dalam ceritaDapat membedakan perbuatan baik dan buruk dengan bantuan contoh visual dari guruDapat membedakan perbuatan baik dan buruk dari tokoh-tokoh dalam cerita secara mandiriDapat membedakan perbuatan baik dan buruk serta menjelaskan alasannya dengan bahasa sendiri
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokPasif dan tidak terlibat dalam diskusi kelompokMulai terlibat dalam diskusi dengan bimbingan teman atau guruAktif berdiskusi dan memberikan pendapat dalam kelompokSangat aktif, membantu teman, dan memimpin diskusi kelompok dengan baik
Refleksi dan kesadaran nilai karakterBelum dapat merefleksikan nilai karakter yang dipelajariDapat menyebutkan satu sifat baik yang dipelajari dengan bantuanDapat merefleksikan sifat baik yang ingin ditiru dalam kehidupan sehari-hariDapat merefleksikan secara mendalam dan menjelaskan bagaimana menerapkan sifat baik tersebut dalam kehidupan nyata

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah cerita yang saya sampaikan cukup menarik dan sesuai dengan usia murid kelas 1?
  • Apakah media visual yang saya gunakan membantu murid memahami karakteristik tokoh?
  • Bagaimana cara saya meningkatkan partisipasi murid yang masih pasif?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari cerita hari ini?
  • Tokoh mana yang paling kamu sukai dan mengapa?
  • Sifat baik apa yang ingin kamu tiru dari tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana?
  • Apa yang masih belum kamu pahami dari pelajaran hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang tokoh-tokoh baik dalam cerita Ramayana?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I SD
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas I SD
  3. Buku cerita Ramayana bergambar dari perpustakaan
  4. Gambar tokoh-tokoh Ramayana (cetak atau digital): Hanoman, Jatayu, Wibhisana, Rahwana
  5. Kartu bergambar tokoh baik dan buruk untuk kegiatan klasifikasi
  6. LCD proyektor dan laptop (jika tersedia untuk menampilkan gambar digital)
  7. Papan tulis dan spidol
  8. Kertas gambar dan pensil warna untuk kegiatan murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.