MODUL AJAR Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 8 — Berani Berterimakasih INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 8 — Berani Berterimakasih |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.8.1 Menemukan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya berupa ungkapan terima kasih berdasarkan kebijaksanaan dari kisah jataka
- TP 2.8.2 Merefleksikan sifat-sifat kehidupan para bodhisattva untuk menghasilkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan berbuat benar
- TP 2.8.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah melalui ketulusan berterima kasih
- TP 2.8.4 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah melalui tindakan saling membantu sesama anggota keluarga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Kata apa yang kalian ucapkan ketika seseorang menolong atau memberikan sesuatu kepada kalian?
- Bagaimana perasaanmu ketika ada orang yang menyapamu dengan ucapan terima kasih yang tulus dan santun?
- Bagaimana cara kita menunjukkan rasa sayang kepada diri sendiri setiap hari?
- Mengapa calon Buddha (Bodhisattva) selalu rajin dan berani berbuat benar?
- Apa yang kamu ucapkan dan lakukan saat teman meminjamkan pensil kepadamu di kelas?
- Mengapa mengucapkan terima kasih dengan sopan membuat suasana belajar dan bermain di sekolah menjadi rukun?
- Apa aturan atau kebiasaan sopan santun di rumahmu saat melihat orang tua atau saudara sedang sibuk bekerja?
- Bagaimana cara kita memadukan kata-kata santun dan tindakan nyata saat membantu anggota keluarga agar suasana rumah menjadi harmonis?
- Mengapa kita perlu berani berbuat benar untuk menyayangi diri sendiri seperti para Bodhisattva?
- Bagaimana cara kita mengungkapkan rasa terima kasih yang santun saat menerima kebaikan orang lain sesuai kisah Silavanaga Jataka?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menemukan Budaya Komunikasi Berterima Kasih yang Hormat dan Bijaksana dari Kisah Jataka — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menemukan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya berupa ungkapan terima kasih berdasarkan kebijaksanaan dari kisah jataka
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid berdoa dan duduk hening selama 3 menit untuk melatih kesadaran diri (7 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan pengalaman murid saat menerima bantuan serta melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penuturan guru mengenai ringkasan kisah Jataka (Hamsa Jataka dan Kurunga Miga Jataka) yang menceritakan ketulusan budi dan kebijaksanaan menyampaikan rasa terima kasih antartokoh (15 menit).
- Murid bersama guru mencermati contoh tuturan ungkapan terima kasih yang santun dan bijaksana dalam kisah serta membedakannya dari ucapan yang kasar atau kurang bersyukur (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas menyenangkan 'Tebak Kartu Ungkapan', murid secara berpasangan mencocokkan 4 kartu situasi lingkungan sehari-hari dengan 4 kartu kalimat ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana yang disediakan guru: Situasi 1: Dipinjami pensil oleh teman -> Ungkapan: 'Terima kasih telah meminjamkan pensilmu, teman'; Situasi 2: Diberi bekal oleh ibu -> Ungkapan: 'Terima kasih Ibu atas makanannya yang lezat'; Situasi 3: Diantar guru menyeberang jalan -> Ungkapan: 'Terima kasih banyak, Bapak/Ibu Guru'; Situasi 4: Ditolong teman saat terjatuh -> Ungkapan: 'Terima kasih sudah membantuku berdiri' (20 menit).
- Setiap murid menemukan dan menuliskan minimal 3 ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana berdasarkan situasi yang dialaminya di lingkungan sekolah/rumah pada lembar kerja mandiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi mengapa ucapan terima kasih yang santun mencerminkan ajaran kebajikan dari kisah Jataka dan bagaimana membiasakannya setiap hari (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya menemukan dan membiasakan budaya komunikasi berterima kasih yang hormat dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan apresiasi, pesan motivasi untuk senantiasa berterima kasih, dan doa penutup bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan Jataka bergambar dengan kata kunci ungkapan terima kasih yang ditebalkan, sedangkan murid cepat diberikan bacaan teks narasi mandiri.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menemukan kalimat ungkapan dibimbing guru dengan pilihan terbimbing, sedangkan murid yang sudah mahir menantang diri menemukan 4 situasi dan ungkapan terima kasih secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menunjukkan ungkapan terima kasih terpilih melalui kartu pasangan atau menuliskannya langsung pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menyajikan 2 situasi lisan: (1) 'Teman mengambilkan bukumu yang jatuh, apa yang sebaiknya kamu ucapkan?' (acuan: ucapan terima kasih/terima kasih teman); (2) 'Mengapa kita harus mengucapkan terima kasih ketika ditolong?' (acuan: tanda hormat/menghargai kebaikan orang lain).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pemasangan 4 kartu situasi dan kartu ungkapan terima kasih yang hormat: Kartu 1 (dipinjami pensil -> 'Terima kasih telah meminjamkan pensilmu, teman'); Kartu 2 (diberi bekal -> 'Terima kasih Ibu atas makanannya yang lezat'); Kartu 3 (diantar guru menyeberang -> 'Terima kasih banyak, Bapak/Ibu Guru'); Kartu 4 (ditolong teman saat jatuh -> 'Terima kasih sudah membantuku berdiri'). Kunci jawaban: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri: Memeriksa apakah murid mampu menemukan minimal 3 ungkapan terima kasih yang memuat kata 'terima kasih' dengan nada santun/hormat dan menyebutkan alasan/pihak yang dibantu secara bijaksana.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid melengkapi 2 kalimat rumpang komunikasi bijaksana: (1) 'Ketika teman membagikan kue, saya berkata: ...' (acuan kunci: Terima kasih [nama teman/kawan]); (2) 'Ungkapan terima kasih yang bijaksana membuat orang lain merasa ...' (acuan kunci: senang / dihargai / bahagia).
Formatif:- Observasi partisipasi aktif saat menyimak kisah Jataka dan ketepatan menemukan ungkapan terima kasih
- Penilaian kinerja pengerjaan 'Tebak Kartu Ungkapan' dan lembar kerja ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan budaya komunikasi berterima kasih yang hormat dan bijaksana berdasarkan kisah Jataka | Belum mampu menemukan ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana meskipun dengan bimbingan penuh guru (0-1 pasangan kartu tepat). | Mampu menemukan ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana dengan bantuan dan arahan guru (tepat 2 pasangan kartu). | Mampu menemukan 3-4 ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana sesuai situasi secara tepat dan mandiri. | Mampu menemukan seluruh (4) ungkapan terima kasih yang hormat dan bijaksana secara tepat, mandiri, serta memberikan contoh ungkapan bijaksana tambahan di lingkungan sekolah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kisah Jataka yang diceritakan mempermudah murid memahami makna dan pentingnya berterima kasih?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas permainan kartu ungkapan terima kasih?
- Apakah alokasi waktu 105 menit sudah mencukupi untuk memfasilitasi setiap tahap pembelajaran?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar mengucapkan terima kasih yang santun hari ini?
- Kepada siapa saja kamu akan mengucapkan terima kasih hari ini di sekolah dan di rumah?
Pertemuan 2 — Merefleksikan Sifat Bodhisattva untuk Menyayangi Diri Sendiri melalui Kebiasaan Berbuat Benar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.2 Merefleksikan sifat-sifat kehidupan para bodhisattva untuk menghasilkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan berbuat benar
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', memandu doa pembuka, dan mengajak duduk hening/meditasi pernapasan sadar (mindful breathing) sejenak (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terpimpin: meminta murid memilih mana di antara 2 tindakan yang mencerminkan rasa sayang pada diri sendiri melalui perbuatan benar: (A) Rajin merapikan tempat tidur sendiri, atau (B) Tidur larut malam menonton gawai (acuan jawaban benar: A, karena menjaga kesehatan dan melatih disiplin diri) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan gambar tentang sifat Bodhisattva (calon Buddha) yang penuh tekad melatih diri dengan kebiasaan berbuat benar, serta memahami bahwa berbuat benar adalah bentuk terbaik menyayangi tubuh dan batin sendiri (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 kartu kebiasaan berbuat benar yang dibacakan guru: (1) Menjaga kejujuran saat ulangan; (2) Menggosok gigi sebelum tidur; (3) Berkata jujur ketika melakukan kesalahan; (4) Membuang sampah bungkus bekal pada tempatnya (acuan pemahaman: ke-4 kartu tersebut merupakan perbuatan benar yang melindungi diri sendiri dari akibat buruk) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan riang 'Langkah Bodhisattva Cilik': saat guru membacakan pernyataan perilaku, murid melompat ke depan jika itu perbuatan benar menyayangi diri dan berdiam diri jika bukan. Terdapat 4 butir pernyataan: (1) Membantu ibu merapikan mainan sendiri; (2) Menyontek jawaban teman; (3) Berolahraga pagi dan mandi teratur; (4) Menunda-nunda belajar hingga larut malam (acuan respons tepat: melompat pada pernyataan 1 dan 3; diam pada pernyataan 2 dan 4) (15 menit).
- Murid secara mandiri melengkapi 'Lembar Ceklis Berbuat Benar' dengan memberi tanda centang pada 4 tindakan nyata menyayangi diri yang siap mereka biasakan di rumah: (1) Bangun pagi tepat waktu; (2) Berbicara jujur tanpa berbohong; (3) Merapikan peralatan sekolah sendiri; (4) Menjaga kebersihan diri sebelum tidur (acuan: murid mencentang minimal 3 tindakan yang sesuai) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan perenungan terbimbing (refleksi) tentang bagaimana perasaan batin mereka ketika meneladani sifat Bodhisattva dengan berbuat benar, dipandu guru menjawab pertanyaan: 'Bagaimana perasaan hatimu ketika berhasil berbuat benar hari ini?' (acuan kriteria refleksi: murid mengungkapkan perasaan lega, damai, atau bangga pada diri sendiri) (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi murid bahwa membiasakan perbuatan benar adalah wujud nyata meneladani sifat luhur Bodhisattva untuk melindungi diri sendiri (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup dan pelimpahan jasa bersama murid (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar ceklis bergambar visual tindakan berbuat benar bagi murid yang memerlukan bantuan membaca teks.
- Proses: Memberikan pendampingan verbal bertahap bagi murid yang ragu menentukan tindakan benar, serta memberi kesempatan murid yang cepat untuk menyebutkan contoh kebiasaan berbuat benar lainnya.
- Produk: Bagi murid yang belum lancar menulis, hasil refleksi disampaikan secara lisan kepada guru, sedangkan murid yang lancar menulis dapat melingkari kata perasaan pada lembar refleksi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta memilih satu di antara dua tindakan yang mencerminkan rasa sayang pada diri sendiri: (A) Rajin merapikan tempat tidur sendiri, atau (B) Tidur larut malam menonton gawai (acuan kunci jawaban tepat: A, karena menjaga disiplin dan kesehatan tubuh).
Proses:- Observasi formatif respons murid pada 4 butir permainan 'Langkah Bodhisattva Cilik': (1) Membantu ibu merapikan mainan sendiri; (2) Menyontek jawaban teman; (3) Berolahraga pagi dan mandi teratur; (4) Menunda-nunda belajar hingga larut malam (acuan kunci: melompat pada butir 1 dan 3; diam pada butir 2 dan 4).
- Pemeriksaan 'Lembar Ceklis Berbuat Benar' murid terhadap 4 komitmen tindakan menyayangi diri: (1) Bangun pagi tepat waktu; (2) Berbicara jujur tanpa berbohong; (3) Merapikan peralatan sekolah sendiri; (4) Menjaga kebersihan diri sebelum tidur (acuan: ketepatan murid memilih minimal 3 dari 4 tindakan benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi lisan penutup: Guru menanyakan hubungan perbuatan benar dengan menyayangi diri: 'Sebutkan 1 alasan mengapa berbuat jujur dan disiplin seperti Bodhisattva membuat kita menyayangi diri sendiri!' (kriteria penerimaan: jawaban memuat gagasan bahwa berbuat benar menjauhkan diri dari rasa takut/masalah dan membuat batin bahagia).
Formatif:- Observasi partisipasi dan ketepatan respons pada permainan 'Langkah Bodhisattva Cilik'
- Penilaian kinerja pengisian 'Lembar Ceklis Berbuat Benar'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Merefleksikan sifat Bodhisattva untuk menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan berbuat benar | Belum mampu mengidentifikasi kebiasaan berbuat benar sebagai bentuk menyayangi diri sendiri meskipun telah dibimbing guru. | Mampu mengidentifikasi 1-2 kebiasaan berbuat benar yang meneladani Bodhisattva dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu merefleksikan dan memilih 3-4 kebiasaan berbuat benar yang meneladani sifat Bodhisattva untuk menyayangi diri sendiri secara mandiri. | Mampu merefleksikan seluruh (4) kebiasaan berbuat benar secara mandiri dan konsisten serta mampu mengungkapkan alasan mengapa perbuatan benar tersebut membahagiakan batinnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan 'Langkah Bodhisattva Cilik' efektif membantu murid Fase A menghubungkan sifat Bodhisattva dengan kebiasaan berbuat benar?
- Apakah seluruh murid sudah dapat memahami bahwa berbuat benar adalah wujud rasa sayang kepada diri sendiri?
Murid:- Apa perbuatan benar yang paling ingin aku lakukan hari ini untuk menyayangi diriku?
- Bagaimana perasaan hatiku ketika meniru perbuatan baik para Bodhisattva?
Pertemuan 3 — Memadukan Sopan Santun dan Pergaulan Harmonis di Sekolah melalui Ketulusan Berterima Kasih — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah melalui ketulusan berterima kasih
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), memimpin doa bersama, dan mengajak murid melakukan duduk hening selama 2 menit dengan menyadari napas masuk dan keluar agar fokus belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid merespons secara lisan dua situasi interaksi di sekolah: (1) Situasi A: Kamu dipinjami penghapus oleh teman sebangku; apa yang kamu katakan dan lakukan? (acuan: mengucapkan 'terima kasih' dengan wajah ramah/sikap sopan); (2) Situasi B: Guru membagikan buku tugas kepadamu; bagaimana caramu menerima dan berterima kasih? (acuan: menerima dengan sopan/dua tangan dan mengucapkan 'terima kasih, Ibu/Bapak Guru') (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memadukan praktik aturan sopan santun dengan pergaulan harmonis di lingkungan sekolah melalui ungkapan terima kasih yang tulus (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati dan mencermati 4 kartu gambar situasi interaksi di sekolah yang ditunjukkan guru: Situasi 1 (membeli makanan di kantin sekolah dan dilayani petugas), Situasi 2 (dipinjami penggaris oleh teman saat jam pelajaran), Situasi 3 (dibersihkan lantainya oleh petugas kebersihan sekolah), Situasi 4 (diberikan pujian/bimbingan membaca oleh guru di kelas) (10 menit).
- Murid bersama guru membahas perpaduan aturan sopan santun dan pergaulan harmonis pada masing-masing situasi tersebut dengan merumuskan ungkapan terima kasih yang tepat: Situasi 1 -> antre teratur dan mengucapkan 'Terima kasih, Bu Kantin'; Situasi 2 -> mengembalikan barang utuh dan berkata 'Terima kasih sudah meminjamkan krayon/penggaris'; Situasi 3 -> tidak membuang sampah sembarangan dan berkata 'Terima kasih Pak sudah menjaga kelas bersih'; Situasi 4 -> mendengarkan tertib dan berkata 'Terima kasih atas bimbingannya, Guru' (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan peran menggembirakan 'Estafet Terima Kasih Ceria': murid mengambil 1 dari 4 gulungan kartu peran sekolah (Peran A: meminjamkan buku cerita, Peran B: dibantu teman merapikan meja belajar, Peran C: diberi giliran bermain ayunan di halaman sekolah, Peran D: diberi tahu jadwal piket kelas) lalu memperagakan langsung di depan pasangannya cara memadukan sopan santun (sikap tubuh ramah/membungkuk hormat) dan ketulusan berterima kasih (20 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja 'Pasangan Harmonis di Sekolah' dengan menjodohkan 4 situasi bantuan di sekolah dengan ungkapan sopan santun berterima kasih yang harmonis: (1) 'Teman mengambilkan pensilmu yang jatuh' dipasangkan dengan 'Terima kasih teman, kamu baik sekali'; (2) 'Penjaga sekolah membukakan pintu gerbang' dipasangkan dengan 'Terima kasih Pak Satpam, selamat pagi'; (3) 'Teman mengajakmu bergabung bermain bola di jam istirahat' dipasangkan dengan 'Terima kasih sudah mengajakku bermain bersama'; (4) 'Ibu Guru menjelaskan soal berhitung yang sulit' dipasangkan dengan 'Terima kasih Ibu Guru atas penjelasannya' (acuan kunci: pasangan 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk melingkar dan merefleksikan perasaannya saat mempraktikkan ungkapan terima kasih yang santun kepada teman dan warga sekolah, menyadari bahwa ucapan terima kasih yang tulus menciptakan kerukunan dan kedamaian pergaulan di sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara memadukan sopan santun dengan pergaulan harmonis di sekolah melalui ungkapan terima kasih yang tulus (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid secara acak mengenai ucapan terima kasih yang tepat saat teman mengingatkan jadwal piket kelas (acuan jawaban: mengucapkan 'Terima kasih sudah mengingatkanku, aku akan segera piket bersama'), mengapresiasi partisipasi seluruh murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam Buddhis (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar penuh warna bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret, serta kartu teks situasi bagi murid yang sudah lancar membaca mandiri.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah dan pemodelan gestur langsung bagi murid yang belum percaya diri, serta memberikan kesempatan kepada murid yang sudah mahir untuk memadukan simulasi situasi sekolah yang lebih beragam (misalnya situasi saat kalah bermain tetapi tetap berterima kasih atas kebersamaan permainan).
- Produk: Murid dapat menunjukkan perpaduan sopan santun dan ketulusan berterima kasih melalui peragaan langsung berpasangan atau melalui pengerjaan lembar kerja menjodohkan teks dan gambar situasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan lisan kesiapan memadukan sopan santun dan ucapan terima kasih pada 2 situasi: (1) Situasi A: Dipinjami penghapus oleh teman sebangku (acuan: merespons dengan senyum dan mengucapkan 'terima kasih'); (2) Situasi B: Menerima pembagian buku dari guru (acuan: menerima dengan tertib/dua tangan dan mengucap 'terima kasih, Ibu/Bapak Guru'). Murid dikelompokkan: siap (dapat menjawab kedua situasi dengan santun) atau butuh bimbingan (belum menyebut ucapan terima kasih/belum menunjukkan sopan santun).
Proses:- Observasi unjuk kerja simulasi peran berpasangan dan pemeriksaan hasil Lembar Kerja 'Pasangan Harmonis di Sekolah' berisi 4 butir penjodohan (acuan kunci: (1) Pensil jatuh -> 'Terima kasih teman, kamu baik sekali'; (2) Dibukakan gerbang -> 'Terima kasih Pak Satpam, selamat pagi'; (3) Diajak bermain -> 'Terima kasih sudah mengajakku bermain bersama'; (4) Dijelaskan soal -> 'Terima kasih Ibu Guru atas penjelasannya'). Indikator ketercapaian: tepat menjodohkan minimal 3 dari 4 butir situasi sopan santun berterima kasih di sekolah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir: Murid menjawab secara tepat respons sopan santun berterima kasih ketika diingatkan teman mengenai jadwal piket kelas (acuan: mengucapkan 'Terima kasih sudah mengingatkan, ayo kita piket bersama' disertai sikap tubuh bersahabat/santun).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan respons situasi sopan santun di awal pembelajaran
- Lembar observasi unjuk kerja permainan peran 'Estafet Terima Kasih Ceria'
- Penilaian tes tertulis menjodohkan pada Lembar Kerja 'Pasangan Harmonis di Sekolah'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memadukan sopan santun dengan prinsip pergaulan harmonis di sekolah melalui ketulusan berterima kasih | Belum mampu memadukan sopan santun dan ketulusan berterima kasih pada situasi pergaulan di sekolah (menjodohkan 0-1 situasi dengan tepat pada lembar kerja dan belum menampilkan sikap santun saat simulasi). | Mulai mampu memadukan sopan santun dan ketulusan berterima kasih pada situasi pergaulan di sekolah dengan bantuan guru (menjodohkan 2 situasi dengan tepat pada lembar kerja dan mempraktikkan ucapan terima kasih dengan sikap santun terbatas). | Mampu memadukan praktik aturan sopan santun dan prinsip pergaulan harmonis di sekolah melalui ketulusan berterima kasih secara tepat dan mandiri (menjodohkan 3-4 situasi dengan tepat pada lembar kerja serta mempraktikkan ucapan terima kasih dengan sikap santun dan ramah). | Sangat konsisten dan mandiri memadukan praktik aturan sopan santun dan prinsip pergaulan harmonis di sekolah melalui ketulusan berterima kasih (menjodohkan seluruh 4 situasi dengan tepat tanpa ragu serta mempraktikkan ucapan terima kasih secara tulus, santun, dan luwes pada berbagai variasi situasi interaksi di sekolah). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dan memahami hubungan antara ucapan terima kasih yang santun dengan keharmonisan berteman di sekolah?
- Bagian kegiatan mana dari peragaan dan lembar kerja yang paling efektif membantu murid menerapkan ketulusan berterima kasih?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar mengucapkan terima kasih dengan sopan kepada teman dan guru hari ini?
- Kepada siapa saja di sekolah kamu akan membiasakan mengucapkan terima kasih dengan tulus mulai besok?
Pertemuan 4 — Memadukan Aturan dan Sopan Santun Saling Membantu Sesama Anggota Keluarga di Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.4 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah melalui tindakan saling membantu sesama anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid hening sejenak menyadari napas, dan memeriksa kehadiran murid (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 situasi: (1) 'Bila melihat ibu membawa belanjaan berat, tindakan saling membantu yang sopan adalah apa?' (acuan: menawarkan bantuan/membawakan barang dengan kata sopan seperti 'Boleh saya bantu, Bu?'); (2) 'Bila adik kesulitan merapikan mainan, apa yang kita lakukan?' (acuan: membantu merapikan bersama tanpa memarahi) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati 4 kartu situasi bergambar di rumah: Situasi A (Ibu sedang melipat pakaian), Situasi B (Ayah mencuci sepeda), Situasi C (Kakak membersihkan meja makan), Situasi D (Adik merapikan buku cerita) untuk memahami bentuk aturan dan sopan santun saling membantu (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah mengenai cara memadukan aturan rumah, ucapan sopan, dan tindakan saling membantu pada 4 situasi tersebut agar terwujud pergaulan harmonis di rumah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan 'Pasangan Selaras di Rumah': Murid memasangkan 4 kartu tindakan sopan santun dengan 4 kartu situasi saling membantu di rumah: (1) Kartu Ucapan 'Ibu, boleh saya bantu membawakan piring ini?' dipasangkan dengan Tindakan membantu ibu di dapur; (2) Kartu Ucapan 'Ayah, saya bantu pegang selang airnya ya' dipasangkan dengan Tindakan membantu ayah mencuci kendaraan; (3) Kartu Ucapan 'Kakak, mari kita sapu lantai bersama agar lekas selesai' dipasangkan dengan Tindakan membantu kakak membersihkan ruang tamu; (4) Kartu Ucapan 'Adik, mari kita rapikan balok mainan bersama-sama' dipasangkan dengan Tindakan membantu adik mengemas mainan (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja 'Paduan Bantuan Harmonis' dengan memilih paduan tindakan saling membantu dan kalimat sopan santun yang tepat untuk 4 situasi di rumah sesuai acuan kunci: Butir 1 (Situasi ibu menyapu halaman -> tindakan: mengambil tempat sampah, ucapan: 'Mari saya bantu kumpulkan sampahnya, Bu'); Butir 2 (Situasi adik tumpah air minum -> tindakan: mengambil kain lap bersama adik, ucapan: 'Tidak apa-apa Dik, yuk kita lap bersama'); Butir 3 (Situasi ayah merapikan tanaman -> tindakan: menyiram pot kecil, ucapan: 'Boleh saya bantu menyiram yang ini, Ayah?'); Butir 4 (Situasi kakek mencari kacamata -> tindakan: ikut mencari di meja, ucapan: 'Biar saya bantu carikan kacamata Kakek') (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk hening dengan penuh kesadaran (mindful) merenungkan satu tindakan saling membantu disertai sopan santun yang siap mereka lakukan setibanya di rumah hari ini demi keharmonisan keluarga (6 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa memadukan aturan, sopan santun, dan tindakan saling membantu di rumah akan menciptakan kerukunan dan kedamaian keluarga (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat lisan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam Namo Buddhaya (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan petunjuk kata kunci sopan santun yang jelas; murid yang mahir diberikan kartu skenario teks tanpa gambar bantuan.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru saat memasangkan tindakan dan ucapan sopan; murid mandiri menyelesaikan tantangan secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menandai tanda centang pada pasangan yang benar di lembar kerja; murid yang mahir menuliskan paduan ucapan dan tindakan secara lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan memetakan kesiapan murid memadukan sopan santun dan tindakan membantu pada 2 situasi di rumah: (1) Ibu membawa belanjaan berat (acuan: menawarkan bantuan dengan kata santun seperti 'Boleh saya bantu, Bu?'); (2) Adik kesulitan merapikan mainan (acuan: membantu merapikan bersama adik secara santun tanpa marah).
Proses:- Formatif proses saat pengerjaan Lembar Kerja 'Paduan Bantuan Harmonis': memeriksa ketepatan murid memadukan 4 situasi saling membantu di rumah dengan sopan santun sesuai acuan: Butir 1 (membantu menyapu dan menawarkan bantuan sopan), Butir 2 (mengelap air bersama adik dengan kata menenangkan), Butir 3 (membantu menyiram pot dan meminta izin sopan), Butir 4 (membantu mencari kacamata kakek dengan ucapan santun).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir di akhir sesi: (1) Sebutkan 1 contoh ucapan santun saat ingin membantu anggota keluarga yang sedang bekerja di rumah (acuan: memuat kata izin/tawaran santun seperti 'Boleh saya bantu, Ayah/Ibu/Kakak/Adik?'); (2) Apa akibatnya jika kita saling membantu di rumah dengan sopan santun? (acuan: suasana rumah menjadi rukun, damai, atau harmonis).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan memasangkan kartu aturan sopan santun dan tindakan saling membantu di rumah
- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Paduan Bantuan Harmonis' berisi 4 butir situasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memadukan praktik aturan, sopan santun, dan tindakan saling membantu di rumah | Belum mampu memadukan aturan sopan santun dengan tindakan saling membantu di rumah (0-1 dari 4 situasi tepat sesuai acuan). | Mulai mampu memadukan aturan sopan santun dengan tindakan saling membantu di rumah secara terbimbing (tepat pada 2 dari 4 situasi sesuai acuan). | Mampu memadukan aturan sopan santun dengan tindakan saling membantu di rumah secara mandiri (tepat pada 3 dari 4 situasi sesuai acuan). | Sangat terampil dan konsisten memadukan aturan sopan santun dengan tindakan saling membantu di rumah secara mandiri (tepat pada seluruh 4 situasi sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu berpasangan berhasil memfasilitasi murid memahami paduan aturan sopan santun dan tindakan saling membantu di rumah?
- Bagaimana keterlibatan murid yang membutuhkan bimbingan dalam mengidentifikasi kalimat santun saat membantu sesama anggota keluarga?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan saling membantu di rumah yang paling kamu sukai hari ini?
- Bantuan apa yang akan kamu tawarkan dengan sopan kepada anggota keluargamu di rumah nanti sore?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.8.1 Menemukan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya berupa ungkapan terima kasih berdasarkan kebijaksanaan dari kisah jataka
- TP 2.8.2 Merefleksikan sifat-sifat kehidupan para bodhisattva untuk menghasilkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui kebiasaan berbuat benar
- TP 2.8.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah melalui ketulusan berterima kasih
- TP 2.8.4 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah melalui tindakan saling membantu sesama anggota keluarga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk memusatkan kesadaran, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan alur asesmen sumatif bab yang terdiri atas 3 tugas mandiri dan berpasangan (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar ceklis bergambar untuk Tugas 1 dan menjelaskan instruksi: murid mencentang gambar tindakan benar dalam menyayangi diri sendiri pada 4 situasi, yaitu: (1) Mencuci tangan dan menjaga kebersihan tubuh [benar], (2) Makan makanan bergizi secara teratur [benar], (3) Begadang menonton televisi sampai larut malam [tidak benar], (4) Menyikat gigi sebelum tidur [benar]; serta menjelaskan prosedur demonstrasi terima kasih (Tugas 2) dan verifikasi lembar rumah (Tugas 3) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (TP 2.8.2): Murid secara serentak mengisi lembar penilaian diri bergambar berisi 4 situasi berbuat benar dalam menyayangi diri sendiri, lalu guru berkeliling mendengarkan alasan lisan singkat murid saat memilih tindakan menjaga kebersihan dan makan teratur (acuan alasan: tubuh tetap sehat dan batin tenang sebagai wujud menyayangi diri meneladani kebajikan Bodhisattva) (24 menit).
- Tugas 2 (TP 2.8.1 & TP 2.8.3): Murid secara berpasangan bergiliran melakukan demonstrasi peragaan etika berterima kasih santun di depan kelas (14 pasang x 3,5 menit = 49 menit): satu murid meminjamkan pensil/buku dan teman penerima mempraktikkan ucapan terima kasih tulus dengan sikap anjali/membungkuk hormat ('Terima kasih banyak, temanku, kamu sangat baik sudah meminjamkan pensil') dan menyampaikan alasan lisan sesuai pesan Silavanaga Jataka (acuan alasan: gajah Silavanaga mengajarkan kita harus selalu tahu membalas budi dan tidak melupakan kebaikan orang lain) (49 menit).
- Tugas 3 (TP 2.8.4): Guru memverifikasi lembar ceklis portofolio pembiasaan perilaku saling membantu di rumah yang telah ditandatangani orang tua selama sepekan (memuat 3 tindakan: merapikan tempat tidur sendiri, membantu menyapu lantai, dan merapikan alat makan) melalui wawancara singkat konfirmasi dengan murid (acuan: murid mengonfirmasi telah menjalankan tindakan membantu keluarga secara santun dan sukarela di rumah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak merenungkan perasaannya setelah berhasil mempraktikkan perbuatan benar, ketulusan berterima kasih, dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja dan portofolio, memberikan penguatan atas keberanian seluruh murid dalam berterima kasih dan berbuat benar sepanjang Bab 8, merangkum pencapaian belajar bab, serta menutup sesi dengan pelimpahan jasa/doa penutup (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bantuan visual, lembar ceklis dilengkapi simbol gambar berwarna yang jelas untuk tiap aktivitas berbuat benar.
- Proses: Pemberian instruksi lisan diulang secara perlahan bagi murid yang membutuhkan waktu pemrosesan lebih lambat tanpa mengubah kriteria penilaian.
- Produk: Format bukti peragaan lisan dan ceklis visual tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman aturan pelaksanaan 3 tugas sumatif sebelum sesi dimulai.
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan kemandirian murid selama mengerjakan ceklis bergambar, giliran demonstrasi berpasangan, dan verifikasi wawancara.
Sumatif Bab:- kombinasi penilaian diri bergambar serentak, simulasi berpasangan di kelas, dan verifikasi lembar pembiasaan di rumah: hasil ceklis bergambar refleksi berbuat benar, demonstrasi lisan ungkapan terima kasih santun sesuai pesan Silavanaga Jataka saat menerima bantuan, dan lembar pengamatan pembiasaan saling membantu di rumah
- penilaian diri serentak: lembar ceklis bergambar yang ditandai murid secara serentak berisi pilihan tindakan nyata berbuat benar dalam menyayangi diri sendiri (seperti menjaga kebersihan dan makan teratur) disertai alasan lisan singkat saat guru berkeliling (25 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri bergambar dengan panduan penskoran)
- demonstrasi berpasangan: peragaan berpasangan (14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, melayani 28 murid) berupa praktik etika mengucapkan terima kasih secara tulus dan santun saat menerima bantuan pensil/buku dari teman, disertai penyampaian lisan alasan pentingnya berterima kasih sesuai teladan kisah Silavanaga Jataka (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kesantunan dan ketulusan berterima kasih)
- penilaian portofolio pengamatan rumah: lembar ceklis pengamatan perilaku santun saat menawarkan dan memberikan bantuan kepada anggota keluarga di rumah yang telah diisi dan ditandatangani orang tua selama sepekan sebelum asesmen, diverifikasi guru melalui wawancara singkat serentak di kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar pengamatan perilaku di rumah dengan panduan verifikasi)
Sumatif:- kombinasi penilaian diri bergambar serentak, simulasi berpasangan di kelas, dan verifikasi lembar pembiasaan di rumah: hasil ceklis bergambar refleksi berbuat benar, demonstrasi lisan ungkapan terima kasih santun sesuai pesan Silavanaga Jataka saat menerima bantuan, dan lembar pengamatan pembiasaan saling membantu di rumah
- penilaian diri serentak: lembar ceklis bergambar yang ditandai murid secara serentak berisi pilihan tindakan nyata berbuat benar dalam menyayangi diri sendiri (seperti menjaga kebersihan dan makan teratur) disertai alasan lisan singkat saat guru berkeliling (25 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri bergambar dengan panduan penskoran)
- demonstrasi berpasangan: peragaan berpasangan (14 pasang x 3,5 menit = 49 menit, melayani 28 murid) berupa praktik etika mengucapkan terima kasih secara tulus dan santun saat menerima bantuan pensil/buku dari teman, disertai penyampaian lisan alasan pentingnya berterima kasih sesuai teladan kisah Silavanaga Jataka (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kesantunan dan ketulusan berterima kasih)
- penilaian portofolio pengamatan rumah: lembar ceklis pengamatan perilaku santun saat menawarkan dan memberikan bantuan kepada anggota keluarga di rumah yang telah diisi dan ditandatangani orang tua selama sepekan sebelum asesmen, diverifikasi guru melalui wawancara singkat serentak di kelas (30 menit; kelompok; instrumen: lembar pengamatan perilaku di rumah dengan panduan verifikasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Refleksi Berbuat Benar Menyayangi Diri Sendiri (TP 2.8.2) | Memilih kurang dari 2 tindakan benar pada 4 pilihan gambar dan belum mampu menyampaikan alasan menyayangi diri sendiri (Daftar acuan pilihan benar: 1. Mencuci tangan/menjaga kebersihan, 2. Makan bergizi teratur, 4. Menyikat gigi; Pilihan salah: 3. Begadang menonton TV). | Memilih 2 dari 3 tindakan benar pada lembar gambar namun alasan lisan yang disampaikan belum berkaitan dengan menyayangi diri sendiri sesuai keteladanan Bodhisattva. | Memilih dengan tepat ketiga tindakan benar (kebersihan, makan teratur, sikat gigi) dan memberikan alasan lisan singkat yang tepat bahwa perbuatan benar menjaga tubuh sehat untuk menyayangi diri sendiri. | Memilih dengan tepat seluruh tindakan benar secara mandiri dan memberikan alasan lisan yang runtut bahwa merawat tubuh dan berbuat benar adalah wujud nyata meneladani sifat luhur Bodhisattva. | | Ungkapan Terima Kasih Berdasarkan Kisah Jataka (TP 2.8.1) | Belum mampu menyampaikan ungkapan terima kasih secara lisan atau alasan tidak mencerminkan pesan kisah Silavanaga Jataka (Acuan pesan Silavanaga Jataka: gajah yang rela menolong pemburu dan mengajarkan pentingnya berterima kasih/membalas budi, bukan membalas kebaikan dengan kejahatan). | Mengucapkan terima kasih tetapi belum dapat menyampaikan keterkaitannya dengan teladan membalas budi pada kisah Silavanaga Jataka. | Mengucapkan terima kasih secara santun dan menyebutkan alasan berterima kasih sesuai pesan Silavanaga Jataka yaitu mengingat dan menghargai kebaikan yang telah diterima. | Mengucapkan terima kasih dengan penuh ketulusan serta menguraikan alasan mendalam bahwa berterima kasih adalah kewajiban moral membalas kebaikan sesama sebagaimana teladan gajah Silavanaga. | | Praktik Sopan Santun Berterima Kasih di Sekolah (TP 2.8.3) | Memeragakan ucapan terima kasih tanpa gestur sopan santun (tidak ada kontak pandang, tanpa sikap anjali/membungkuk hormat). | Memeragakan ucapan terima kasih dengan sikap tubuh hormat (sikap anjali/membungkuk) namun kalimat yang diucapkan belum tulus atau masih terbata-bata. | Memeragakan etika berterima kasih dengan kalimat yang tulus, jelas, dan disertai sikap tubuh sopan santun (anjali/membungkuk ramah) saat menerima bantuan pensil/buku dari teman. | Memeragakan etika berterima kasih secara wajar, tulus, percaya diri, dan konsisten memadukan sikap sopan santun yang memancarkan pergaulan harmonis di sekolah. | | Praktik Saling Membantu di Rumah (TP 2.8.4) | Portofolio rumah hanya memuat bukti 1 tindakan membantu dan murid belum dapat mengonfirmasi kegiatannya saat diverifikasi (Acuan 3 tindakan rumah: merapikan tempat tidur, membantu menyapu lantai, merapikan alat makan). | Portofolio rumah memuat bukti 2 tindakan saling membantu dan murid dapat mengonfirmasi pelaksanaannya dengan bantuan panduan guru. | Portofolio rumah terisi lengkap (3 tindakan saling membantu terlaksana) dengan tanda tangan orang tua serta dikonfirmasi murid secara mandiri saat wawancara verifikasi. | Portofolio rumah terisi lengkap (3 tindakan atau lebih) dan murid menceritakan pengalaman membantu anggota keluarga dengan penuh kesadaran akan aturan dan kesantunan di rumah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk setiap tugas sumatif (penilaian diri, demonstrasi berpasangan, dan verifikasi portofolio) sudah terlaksana secara efektif dan kondusif?
- Bagaimana tingkat ketulusan dan pemahaman murid dalam mengekspresikan ucapan terima kasih serta perilaku saling membantu berdasarkan ajaran Buddha?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling membuatmu merasa senang dan bangga saat melakukannya hari ini?
- Apakah kamu berani untuk selalu mengucapkan terima kasih setiap kali menerima bantuan dari siapa pun?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru dan Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II SD (Kemendikbudristek)
- Naskah kisah Hamsa Jataka dan Kurunga Miga Jataka (sumber: samaggi-phala.or.id)
- Kartu bergambar situasi dan kartu kalimat ungkapan terima kasih
- Buku Teks Utama: Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Kartu bergambar karakter kebiasaan baik dan perbuatan terpuji Bodhisattva
- Lembar Ceklis Berbuat Benar (LKPD)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II
- Kartu Gambar Situasi Interaksi dan Sopan Santun di Sekolah (Kantin, Kelas, Halaman, Gerbang)
- Lembar Kerja Siswa 'Pasangan Harmonis di Sekolah'
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Set Kartu Situasi dan Kartu Sopan Santun Saling Membantu di Rumah
- Lembar Kerja Murid 'Paduan Bantuan Harmonis'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Teks Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Kisah Silavanaga Jataka (naskah cerita kebajikan)
- Lembar Ceklis Bergambar Penilaian Diri (Tugas 1)
- Lembar Portofolio Pengamatan Pembiasaan di Rumah (Tugas 3)
|