MODUL AJAR Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 7 — Saling Menghormati dan Menghargai INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Saling Menghormati dan Menghargai |
|---|
| Alokasi Waktu | 13 JP (13 x 35 menit = 455 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 5 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.7.1 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
- TP 2.7.2 Meninjau makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
- TP 2.7.3 Menulis ulang makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
- TP 2.7.4 Memadukan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa saja sebutan tempat ibadah dan hari raya yang dimiliki oleh teman-teman kita yang beragama berbeda di sekitar kita?
- Bagaimana kita menyimpulkan kenyataan bahwa di lingkungan sosial kita terdapat agama Buddha dan juga agama serta kepercayaan lain?
- Pernahkah kamu melihat gambar roda bergigi delapan di vihara atau tanda salib dan bulan bintang di sekitar rumah dan sekolah?
- Mengapa setiap agama memiliki gambar atau lambang khusus yang berbeda-beda?
- Apa arti dari gambar Roda Dhamma yang ada di cetiya atau vihara kita?
- Bagaimana caramu menuliskan arti simbol agama Buddha dan simbol agama temanmu di buku catatan?
- Bagaimana caramu bersikap saat teman di lingkungan rumah mengajak bermain permainan tradisional dari daerah asalnya?
- Apa yang kita lakukan saat melihat teman di sekolah atau di rumah ibadah memakai pakaian atau memiliki ciri budaya yang berbeda dari kita?
- Apa saja tanda atau simbol yang menunjukkan identitas agama Buddha dan agama lain di sekitar kita?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap menghargai teman yang berbeda agama atau budaya di sekolah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Agama serta Kepercayaan Lain dalam Lingkungan Sosial — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.1 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran diri (mindfulness), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan menanyakan 3 pasangan identitas keagamaan di lingkungan sekitar: (1) Tempat ibadah agama Buddha (acuan: Vihara); (2) Hari besar agama Buddha (acuan: Waisak); (3) Contoh tempat ibadah agama lain di lingkungan sekitar (acuan: Masjid/Gereja/Pura/Klenteng) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan media gambar 4 ragam identitas kelompok sosial di lingkungan sekitar beserta pasangannya: (1) Murid Buddhis beribadah di Vihara saat hari Waisak; (2) Teman Muslim beribadah di Masjid saat Idulfitri; (3) Teman Kristen/Katolik beribadah di Gereja saat Natal; (4) Teman Hindu beribadah di Pura saat Nyepi (10 menit).
- Murid mencermati perbedaan dan persamaan keberadaan identitas agama Buddha bersama agama dan kepercayaan lain di lingkungan sosial masyarakat melalui tanya jawab terbimbing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain kuis interaktif berpasangan 'Tebak Kartu Identitas', memasangkan 4 kartu pernyataan dengan identitas agama yang tepat: Kartu 1 'Vihara dan Waisak' -> Buddha; Kartu 2 'Masjid dan Idulfitri' -> Islam; Kartu 3 'Gereja dan Natal' -> Kristen/Katolik; Kartu 4 'Pura dan Nyepi' -> Hindu (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar penarikan kesimpulan sederhana: menyimpulkan bahwa di kelompok sosial sekitar terdapat identitas agama Buddha dan agama lain yang hidup berdampingan secara damai dengan melengkapi kalimat kesimpulan berpanduan pilihan kata (acuan: 'Meskipun identitas agama dan tempat ibadah kita [berbeda], kita hidup [berdampingan/bersama] di lingkungan sosial secara [damai/rukun]') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penarikan kesimpulan tentang keberadaan keragaman agama bersama teman sebangku dan guru memberikan konfirmasi pemahaman (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menegaskan intisari kesimpulan bersama bahwa identitas agama Buddha hadir di tengah keberagaman agama dan kepercayaan lain dalam masyarakat yang majemuk, lalu menutup dengan doa penutup dan salam Namo Buddhaya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu identitas bergambar simbol tempat ibadah untuk murid yang memerlukan dukungan visual konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan merumuskan kalimat simpulan keberagaman.
- Produk: Murid cepat dapat menyimpulkan dengan melengkapi 4 rincian identitas agama lain di sekitarnya, sedangkan murid yang butuh bimbingan melengkapi 2 rincian identitas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan memetakan pengetahuan identitas agama: (1) Tempat ibadah agama Buddha (acuan: Vihara); (2) Hari besar agama Buddha (acuan: Waisak); (3) Tempat ibadah agama lain di lingkungan sekitar (acuan: Masjid/Gereja/Pura/Klenteng).
Proses:- Pengecekan ketepatan pemasangan 4 kartu identitas keagamaan: Kartu 1 'Vihara dan Waisak' (Buddha), Kartu 2 'Masjid dan Idulfitri' (Islam), Kartu 3 'Gereja dan Natal' (Kristen/Katolik), Kartu 4 'Pura dan Nyepi' (Hindu).
- Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan simpulan keberagaman pada lembar penarikan kesimpulan berpanduan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyebutkan simpulan inti dalam satu kalimat terpandu tentang bagaimana keberadaan agama Buddha di tengah keragaman agama lain di lingkungan sosial (acuan: Beragam/berbeda identitas namun hidup berdampingan secara rukun dan damai).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai identitas agama Buddha dan agama lain di lingkungan sekitar.
- Observasi unjuk kerja pemasangan kartu identitas pada aktivitas kuis berpasangan.
- Pemeriksaan lembar penarikan kesimpulan sederhana keberagaman agama di lingkungan sosial.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan identitas agama Buddha dan keberadaan agama serta kepercayaan lain dalam lingkungan sosial | Belum mampu menyimpulkan identitas agama Buddha serta keberadaan agama lain di lingkungan sosialnya walaupun telah dibimbing. | Menyimpulkan keberadaan identitas agama Buddha dan 1 identitas agama lain di lingkungan sosial dengan panduan dan bimbingan guru. | Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan 2-3 identitas agama lain dalam lingkungan sosialnya secara tepat dan mandiri. | Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan seluruh (4 atau lebih) identitas agama serta kepercayaan lain dalam lingkungan sosialnya secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar identitas agama mempermudah murid dalam menyimpulkan keragaman sosial di sekitarnya?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis interaktif berpasangan berlangsung?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang identitas agama teman-temanmu di lingkungan sekitar?
- Bagaimana perasaanmu mengetahui kita hidup bersama teman-teman dari berbagai agama?
Pertemuan 2 — Meninjau Makna Simbol-Simbol Keagamaan Buddha dan Simbol Agama serta Kepercayaan Lain di Lingkungan Rumah dan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.2 Meninjau makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk memusatkan perhatian, serta mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan belajar, yaitu meninjau dan mengenali makna simbol keagamaan Buddha serta simbol agama/kepercayaan lain di lingkungan rumah dan sekolah (5 menit).
- Asesmen Awal: Guru menunjukkan 2 kartu simbol (Roda Dhamma dan Salib) lalu menanyakan kepada murid apa nama atau makna yang mereka ketahui dari simbol tersebut (acuan diagnostik: Roda Dhamma = simbol ajaran Buddha/Dharmacakra; Salib = simbol agama Kristen/Katolik) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan dan memperlihatkan 4 kartu simbol keagamaan yang biasa ditemui di lingkungan rumah dan sekolah: (1) Roda Dhamma (Dharmacakra), (2) Bunga Teratai (Lotus), (3) Bulan Bintang, (4) Salib (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan meninjau makna dari masing-masing 4 simbol tersebut dengan acuan: (1) Roda Dhamma bermakna perputaran ajaran kebenaran Buddha (Jalan Mulia Berunsur Delapan), (2) Bunga Teratai bermakna kesucian batin yang tumbuh mekar tanpa ternoda lumpur keburukan, (3) Bulan Bintang bermakna simbol agama Islam yang melambangkan penerangan dan petunjuk hidup, (4) Salib bermakna simbol agama Kristen/Katolik yang melambangkan kasih pengorbanan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan Menjodohkan Berpasangan 'Detektif Simbol': Guru membagikan lembar kerja aktivitas yang memuat 4 gambar simbol keagamaan acak dan 4 kartu pernyataan makna simbol (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencocokkan garis antara simbol dan makna yang tepat dengan 4 butir acuan: (1) Roda Dhamma dipasangkan dengan 'Ajaran kebenaran Buddha yang terus berputar', (2) Bunga Teratai dipasangkan dengan 'Kesucian batin yang tidak ternoda oleh lumpur keburukan', (3) Bulan Bintang dipasangkan dengan 'Petunjuk dan penerangan hidup dalam agama Islam', (4) Salib dipasangkan dengan 'Tanda kasih dan pengorbanan dalam agama Kristen/Katolik' (15 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses peninjauan murid dan memberikan bimbingan langsung kepada murid yang masih keliru memasangkan makna simbol (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengevaluasi hasil kerja berpasangan dengan memeriksa kecocokan 4 pasangan simbol dan maknanya secara bersama-sama di papan tulis (10 menit).
- Murid mengungkapkan pemahamannya tentang alasan kita perlu mengetahui dan menghargai makna simbol-simbol agama teman yang berbeda di sekolah maupun di sekitar rumah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali peninjauan makna 4 simbol keagamaan (Roda Dhamma, Bunga Teratai, Bulan Bintang, dan Salib) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi belajar murid serta menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup Buddhis (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar dengan kata kunci bantuan visual warna, sedangkan murid cepat diberikan lembar kerja dengan teks deskripsi makna simbol yang lebih lengkap.
- Proses: Bagi murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara verbal dalam mencocokkan kartu makna, sedangkan murid yang mandiri meninjau secara langsung dalam pasangan.
- Produk: Tingkat kemandirian mencocokkan 4 pasang simbol dan makna: terbimbing dengan scaffold kartu warna atau mandiri penuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran dengan memperlihatkan 2 kartu simbol (Roda Dhamma dan Salib) untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang nama atau maknanya (acuan jawaban: Roda Dhamma = lambang ajaran Buddha; Salib = lambang agama Kristen/Katolik).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan tugas menjodohkan 4 pasang simbol dan maknanya di lembar aktivitas berpasangan. Acuan kunci: (1) Roda Dhamma -> ajaran kebenaran Buddha yang terus berputar; (2) Bunga Teratai -> kesucian batin yang tidak ternoda; (3) Bulan Bintang -> petunjuk/penerangan hidup Islam; (4) Salib -> kasih dan pengorbanan Kristen/Katolik.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan: murid menunjuk dan menyebutkan makna dari minimal 1 simbol Buddhis (Roda Dhamma/Bunga Teratai) dan 1 simbol agama lain (Bulan Bintang/Salib) sesuai acuan materi pembelajaran.
Formatif:- Unjuk kerja menjodohkan 4 simbol keagamaan (Roda Dhamma, Bunga Teratai, Bulan Bintang, Salib) dengan maknanya pada lembar kerja aktivitas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meninjau Makna Simbol Keagamaan Buddha dan Agama Lain | Belum mampu meninjau dan memasangkan simbol dengan maknanya secara tepat (0-1 pasangan tepat dari 4 acuan simbol: Roda Dhamma, Bunga Teratai, Bulan Bintang, Salib) meski telah dibimbing guru. | Mampu meninjau dan memasangkan 2 dari 4 simbol dengan maknanya secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guru. | Mampu meninjau dan memasangkan 3 dari 4 simbol dengan maknanya secara tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu meninjau dan memasangkan seluruh (4 dari 4) simbol keagamaan Buddha dan agama lain dengan maknanya secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar simbol dan maknanya membantu murid memahami perbedaan simbol keagamaan dengan jelas?
- Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berpasangan mencocokkan simbol dan maknanya?
Murid:- Simbol keagamaan mana yang paling mudah kamu kenali maknanya hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui arti dari lambang agama teman-temanmu di sekolah?
Pertemuan 3 — Menulis Ulang Makna Simbol-Simbol Keagamaan Buddha dan Simbol Agama serta Kepercayaan Lain di Lingkungan Rumah dan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.3 Menulis ulang makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran diri (mindfulness), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid secara lisan menyebutkan arti dari 2 simbol keagamaan yang dipajang di papan tulis: (1) Roda Dhamma (acuan jawaban: ajaran Buddha / jalan kebenaran) dan (2) Bintang-Bulan Sabit (acuan jawaban: simbol agama Islam / kejayaan dan petunjuk jalan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memajang kartu peraga 4 simbol keagamaan dan membimbing murid mencermati tulisan makna ringkas dari masing-masing simbol di papan tulis: (1) Roda Dhamma = Ajaran Buddha yang berputar dan memberi penerangan; (2) Teratai = Kesucian batin yang mekar bersih dari lumpur; (3) Salib = Pengorbanan dan kasih sayang dalam agama Kristen/Katolik; (4) Bintang dan Bulan Sabit = Kejayaan dan petunjuk dalam agama Islam (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan 'Kartu Jejak Makna' yang berisi 4 latihan penulisan kalimat rumpang mengenai makna simbol keagamaan untuk ditulis ulang oleh murid: (1) Roda Dhamma melambangkan ajaran Buddha yang terus ... (acuan: berputar / membawa kebenaran); (2) Bunga teratai melambangkan batin yang ... (acuan: suci / bersih); (3) Tanda salib bagi teman Kristiani melambangkan ... (acuan: kasih / pengorbanan); (4) Bulan sabit dan bintang bagi teman Muslim melambangkan ... (acuan: petunjuk / kejayaan). Murid secara mandiri menulis ulang kalimat makna tersebut secara lengkap di lembar tugas (20 menit).
- Guru mengadakan permainan edukatif 'Pasang & Tulis Kata Kunci' di mana murid mengambil salah satu dari 4 kartu kata kunci di meja depan ('Ajaran Buddha', 'Kesucian', 'Kasih', 'Petunjuk') lalu menuliskan kata kunci tersebut di bawah gambar simbol yang sesuai pada lembar kerja masing-masing (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan makna simbol masing-masing dengan mencocokkan pada acuan ringkasan yang dituliskan guru di papan tulis secara berkesadaran dan tenang (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman akhir melalui tanya jawab singkat mengenai makna simbol yang telah ditulis ulang (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas ketepatan hasil tulisan murid, mengingatkan materi berikutnya mengenai apresiasi budaya teman, dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja bersuara visual dengan huruf bergaris putus-putus untuk ditebalkan pada kata makna kunci; murid yang telah mahir diberikan lembar kerja tanpa garis bantu penulisan.
- Proses: Guru mendampingi secara langsung murid yang masih mengalami kesulitan motorik menulis kalimat, sedangkan murid yang lancar menulis mengerjakan tugas penulisan ulang secara mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan cukup melengkapi 2-3 kata kunci makna simbol; murid yang mahir menulis ulang 4 kalimat makna simbol secara lengkap dan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan singkat menyebutkan makna 2 simbol keagamaan: (1) Roda Dhamma (acuan jawaban: ajaran Buddha / jalan kebenaran) dan (2) Bintang-Bulan Sabit (acuan jawaban: simbol agama Islam / kejayaan dan petunjuk jalan)
Proses:- Pemeriksaan ketepatan tulisan murid dalam melengkapi dan menulis ulang makna 4 simbol keagamaan pada Kartu Jejak Makna: (1) Roda Dhamma = ajaran Buddha yang terus berputar/membawa kebenaran; (2) Teratai = batin yang suci/bersih; (3) Salib = kasih/pengorbanan; (4) Bulan sabit dan bintang = petunjuk/kejayaan
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan dan tulisan singkat di akhir sesi: murid menyebutkan kembali satu kata kunci makna simbol Buddha (acuan: Roda Dhamma = ajaran Buddha; Teratai = kesucian) dan satu kata kunci simbol agama lain (acuan: Salib = kasih; Bintang-Bulan Sabit = petunjuk)
Formatif:- Penilaian kinerja menulis ulang kalimat makna simbol-simbol keagamaan Buddha dan agama lain pada lembar tugas kerja mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan menulis ulang makna simbol keagamaan Buddha dan agama lain | Belum mampu menuliskan makna simbol keagamaan atau hanya menuliskan 1 makna simbol secara tepat sesuai acuan materi. | Menuliskan ulang 2 makna simbol keagamaan secara tepat sesuai acuan materi. | Menuliskan ulang 3 makna simbol keagamaan secara tepat sesuai acuan materi. | Menuliskan ulang seluruh 4 makna simbol keagamaan (Roda Dhamma, Teratai, Salib, Bintang-Bulan Sabit) secara tepat sesuai acuan materi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi penulisan ulang makna simbol dapat dipahami dengan jelas oleh murid kelas 2?
- Apakah variasi latihan melengkapi kalimat membantu murid mengingat makna masing-masing simbol keagamaan?
Murid:- Simbol keagamaan mana yang paling mudah kamu tuliskan maknanya hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menuliskan arti simbol agama Buddha dan agama temanmu?
Pertemuan 4 — Memadukan Apresiasi terhadap Keragaman Identitas dan Budaya Teman di Lingkungan Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.4 Memadukan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid berdoa dan duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran penuh (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan menciptakan suasana ruang kelas yang hangat serta inklusif (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid memilih tindakan apresiasi yang tepat pada 2 situasi keragaman identitas teman: Situasi 1: Teman baru di sekolah membawa bekal makanan khas suku asalnya (acuan respon tepat: mempersilakan makan atau menghargai bekalnya); Situasi 2: Teman tetangga di rumah mengenakan pakaian adat untuk acara perayaan agamanya (acuan respon tepat: memuji/menghargai tanpa mengejek) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan 3 gambar cerita tentang keragaman identitas dan budaya teman di 3 lingkungan: Gambar A (Lingkungan Rumah: tetangga merayakan festival budaya daerah dengan musik tradisional); Gambar B (Lingkungan Sekolah: teman mengenakan pakaian adat pada hari peringatan budaya); Gambar C (Lingkungan Rumah Ibadah/Sekitar Wihara: kunjungan teman berbeda identitas yang melihat perayaan Asadha) (10 menit).
- Murid menyimak dan mencermati bentuk-bentuk apresiasi (menghargai, menghormati, tidak mengejek, ikut bergembira bersama teman) terhadap perbedaan identitas dan budaya di ketiga gambar tersebut (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan tantangan permainan kartu 'Pohon Apresiasi Keragaman' yang menggembirakan, di mana setiap pasangan menerima 3 kartu skenario keragaman dan 3 kartu bentuk apresiasi (10 menit).
- Murid memadukan skenario keragaman dengan tindakan apresiasi yang sesuai pada Lembar Pasangan 'Pohon Apresiasi': Skenario 1 (Lingkungan Rumah: 'Teman di dekat rumah berbicara dengan bahasa daerah asalnya saat bercerita') dipadukan dengan Apresiasi 1 ('Mendengarkan dengan ramah dan senang mengenal bahasa teman'); Skenario 2 (Lingkungan Sekolah: 'Teman sekelas mengenakan pakaian tradisional saat pentas seni') dipadukan dengan Apresiasi 2 ('Memberikan tepuk tangan dan pujian atas keindahan budaya teman'); Skenario 3 (Lingkungan Rumah Ibadah: 'Teman berkunjung ke pelataran wihara mengenakan songkok/tutup kepala khas sukunya') dipadukan dengan Apresiasi 3 ('Menyapa dengan senyum sopan dan menjaga kerukunan tanpa mencela'). Acuan kunci: Skenario 1 berpasangan dengan Apresiasi 1, Skenario 2 dengan Apresiasi 2, Skenario 3 dengan Apresiasi 3 (20 menit).
- Guru berkeliling memeriksa hasil pemaduan pasangan kartu pada lembar pohon apresiasi serta mengonfirmasi kesesuaian pasangan kartu setiap kelompok (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru memaknai kembali pentingnya sikap saling menghormati dan mengapresiasi keragaman budaya teman di lingkungan rumah, sekolah, maupun rumah ibadah sebagai wujud nyata cinta kasih (metta) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama bahwa menghargai identitas dan budaya teman di rumah, sekolah, dan rumah ibadah membuat kehidupan menjadi rukun dan damai (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas hasil pemaduan apresiasi keragaman yang telah dikerjakan murid (3 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, melimpahkan jasa kebaikan, dan salam Namo Buddhaya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu skenario bergambar dengan teks sederhana bagi murid yang memerlukan dukungan membaca, dan kartu teks deskriptif penuh untuk murid yang membaca cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang membutuhkan pendampingan saat menjodohkan tindakan apresiasi, sementara pasangan yang cepat diberikan kesempatan memadukan 1 skenario tambahan.
- Produk: Murid dapat memadukan dengan menempelkan kartu berpasangan atau menarik garis hubung antar-kartu apresiasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan terhadap 2 situasi keragaman: (1) Bekal makanan khas suku daerah teman di sekolah (acuan tepat: menghargai/tidak mencela); (2) Pakaian adat perayaan teman tetangga di rumah (acuan tepat: menghormati/memuji tanpa mengejek)
Proses:- Penilaian formatif pada kegiatan Mengaplikasi: mencocokkan 3 skenario keragaman dengan 3 kartu apresiasi. Acuan tepat: Skenario 1 (bahasa daerah teman di rumah) -> Apresiasi 1 (mendengarkan dengan ramah); Skenario 2 (pakaian adat pentas di sekolah) -> Apresiasi 2 (memberi tepuk tangan/pujian); Skenario 3 (tutup kepala khas suku teman di rumah ibadah) -> Apresiasi 3 (menyapa sopan tanpa mencela)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menyebutkan 1 bentuk apresiasi langsung jika teman sekolah menampilkan tarian daerahnya (kriteria penerimaan: respon memuat tindakan menghargai, menonton dengan tertib, atau bertepuk tangan)
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu skenario keragaman budaya dengan kartu bentuk apresiasi di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
- Pemeriksaan lembar kerja pemasangan 'Pohon Apresiasi Keragaman'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memadukan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah | Belum mampu memadukan skenario keragaman identitas dan budaya dengan bentuk apresiasi yang tepat (0 butir tepat dari 3 pasangan acuan: Skenario 1-Apresiasi 1, Skenario 2-Apresiasi 2, Skenario 3-Apresiasi 3) meski dibimbing penuh. | Mampu memadukan 1 dari 3 skenario keragaman identitas dan budaya dengan bentuk apresiasi yang tepat sesuai daftar acuan dengan bimbingan guru. | Mampu memadukan 2 dari 3 skenario keragaman identitas dan budaya dengan bentuk apresiasi yang tepat sesuai daftar acuan secara mandiri. | Mampu memadukan seluruhnya (3 dari 3 skenario keragaman identitas dan budaya: lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah) dengan bentuk apresiasi yang tepat sesuai daftar acuan secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu pasangan berhasil menumbuhkan sikap apresiasi murid terhadap keragaman budaya teman?
- Apakah pembagian peran dalam kerja berpasangan sudah melibatkan seluruh murid secara aktif?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat mengetahui temanmu memiliki budaya dan pakaian adat yang berbeda?
- Apa hal baik yang akan kamu lakukan jika ada teman yang menampilkan ciri khas budayanya di sekolah?
Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.7.1 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
- TP 2.7.2 Meninjau makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
- TP 2.7.3 Menulis ulang makna simbol-simbol keagamaan Buddha dengan simbol agama dan kepercayaan lain yang ditemui di lingkungan rumah dan sekolahnya
- TP 2.7.4 Memadukan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid hening sejenak untuk memusatkan perhatian, dan menjelaskan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif Bab 7 untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari mengenai simbol keagamaan, identitas agama, dan sikap menghargai teman (3 menit).
- Guru membagikan lembar kerja mencocokkan garis dan menulis ringkas serta menjelaskan petunjuk pengerjaan secara klasikal dan tenang tanpa membuka jawaban (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak dan mencermati panduan teknis pengerjaan lembar kerja mencocokkan 4 pasang simbol keagamaan dan penulisan 1-2 kalimat ringkas maknanya: (1) Roda Dhamma -> Ajaran Buddha/roda kebenaran yang berputar; (2) Bunga Teratai -> Kesucian batin yang mekar bersih dari lumpur; (3) Salib -> Pengorbanan dan kasih dalam agama Kristen/Katolik; (4) Bulan Bintang -> Simbol penerang dan keagungan dalam agama Islam (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan penugasan tertulis pada lembar kerja: menarik garis mencocokkan gambar 4 simbol keagamaan tersebut dengan nama agamanya, lalu menuliskan ulang 1-2 kalimat ringkas makna simbol Buddha dan simbol agama lain pada kolom bergaris yang disediakan (42 menit).
- Bersamaan saat murid lain mengerjakan dan mewarnai gambar simbol pada lembar kerja, guru memanggil murid secara bergantian ke meja guru (tepat 2 menit per murid x 28 murid = 56 menit) untuk menjawab 2 pertanyaan lisan terstruktur: (Pertanyaan 1: 'Sebutkan apa ciri/identitas agama Buddha dan sebutkan 2 agama lain yang ada di sekitarmu!' -> Kriteria jawaban: menyebut agama Buddha beribadah di vihara/berpedoman pada Triratna/Buddha-Dhamma-Sangha, serta menyebut 2 agama lain seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, atau Khonghucu; Pertanyaan 2: 'Bagaimana caramu menghargai teman yang berbeda identitas agama atau budayanya di sekolah?' -> Kriteria jawaban: mau berteman tanpa membeda-bedakan, tidak mengganggu saat teman beribadah, atau menghormati hari raya dan pakaian adat teman) (46 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid mengisi lembar centang penilaian antarteman (peer-assessment) sederhana berisi 2 indikator perilaku: (1) 'Temanku bersikap ramah dan mau berteman denganku' dan (2) 'Temanku menghargai perbedaan di kelas', dengan memberi tanda centang pada emotikon tersenyum atau datar (4 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis dan lembar centang antarteman, lalu memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (3 menit).
- Guru merangkum pesan utama Bab 7 bahwa hidup berdampingan dengan saling menghormati simbol, identitas, dan budaya teman akan menciptakan keharmonisan dan kedamaian, diakhiri dengan doa pelimpahan jasa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; semua murid mengerjakan tugas sumatif yang sama sesuai acuan ATP.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk tugas secara perlahan bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca lembar kerja tanpa memberikan jawaban.
- Produk: Bagi murid dengan keterbatasan motorik halus dalam menulis cepat, penulisan ringkas makna simbol dapat berupa 1 kalimat sederhana yang terbaca sesuai acuan kunci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan lembar kerja sumatif sebelum asesmen dimulai (memastikan setiap murid siap mengerjakan secara mandiri).
Proses:- Pengamatan keteraturan dan kemandirian murid saat mengerjakan lembar kerja mencocokkan dan menuliskan makna simbol keagamaan di meja masing-masing.
Sumatif Bab:- kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja terpadu: lembar kerja mencocokkan dan menuliskan ringkas makna simbol keagamaan Buddha serta agama lain, disertai respons lisan saat wawancara singkat mengenai identitas agama Buddha dan sikap menghargai perbedaan teman
- penugasan lembar kerja bergambar serentak: lembar kerja murid yang memuat hasil mencocokkan garis gambar simbol keagamaan Buddha dan simbol agama lain di sekitar, serta 1-2 kalimat tulisan ringkas makna simbol tersebut yang dikerjakan serentak seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran menulis ringkas simbol keagamaan)
- unjuk kerja lisan terstruktur bergantian: jawaban lisan murid menyimpulkan identitas agama Buddha di tengah agama lain dan contoh sikap menghargai teman berbeda identitas/budaya, dinilai tepat 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain menyelesaikan/mewarnai lembar kerja (56 menit / 2 menit = tepat 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan berbasis skala 4 tingkat)
- penilaian antarteman terpandu: lembar centang sederhana berisi 2 indikator perilaku saling menghormati antarteman di kelas yang dipandu guru secara serentak di akhir pembelajaran (4 menit; kelompok; instrumen: lembar cek antarteman bergambar emotikon)
Sumatif:- kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja terpadu: lembar kerja mencocokkan dan menuliskan ringkas makna simbol keagamaan Buddha serta agama lain, disertai respons lisan saat wawancara singkat mengenai identitas agama Buddha dan sikap menghargai perbedaan teman
- penugasan lembar kerja bergambar serentak: lembar kerja murid yang memuat hasil mencocokkan garis gambar simbol keagamaan Buddha dan simbol agama lain di sekitar, serta 1-2 kalimat tulisan ringkas makna simbol tersebut yang dikerjakan serentak seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran menulis ringkas simbol keagamaan)
- unjuk kerja lisan terstruktur bergantian: jawaban lisan murid menyimpulkan identitas agama Buddha di tengah agama lain dan contoh sikap menghargai teman berbeda identitas/budaya, dinilai tepat 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat murid lain menyelesaikan/mewarnai lembar kerja (56 menit / 2 menit = tepat 28 murid) (56 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan berbasis skala 4 tingkat)
- penilaian antarteman terpandu: lembar centang sederhana berisi 2 indikator perilaku saling menghormati antarteman di kelas yang dipandu guru secara serentak di akhir pembelajaran (4 menit; kelompok; instrumen: lembar cek antarteman bergambar emotikon)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meninjau dan Menulis Ulang Makna Simbol Keagamaan (TP 2 & TP 3) | Mencocokkan dengan tepat kurang dari 2 simbol atau belum mampu menuliskan makna simbol dengan tepat (acuan: Roda Dhamma = ajaran Buddha/roda kebenaran; Bunga Teratai = kesucian batin; Salib = kasih/pengorbanan Kristen-Katolik; Bulan Bintang = simbol penerang/keagungan Islam). | Mencocokkan 2-3 simbol dengan tepat dan menuliskan makna 1 simbol keagamaan sesuai acuan kunci. | Mencocokkan seluruh 4 simbol dengan tepat dan menuliskan makna 2-3 simbol keagamaan sesuai acuan kunci. | Mencocokkan seluruh 4 simbol dengan tepat dan menuliskan makna seluruh 4 simbol keagamaan secara lengkap dan tepat sesuai acuan kunci. | | Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Agama Lain (TP 1) | Belum mampu menyebutkan identitas agama Buddha maupun nama agama lain saat wawancara lisan (acuan: identitas Buddha = tempat ibadah vihara/Triratna/Dhamma; agama lain = Islam/Kristen/Katolik/Hindu/Khonghucu). | Menyebutkan identitas agama Buddha secara tepat tetapi belum menyebutkan agama lain di sekitarnya, atau sebaliknya. | Menyimpulkan identitas agama Buddha secara tepat dan menyebutkan minimal 2 agama lain di sekitarnya sesuai acuan. | Menyimpulkan identitas agama Buddha secara tepat dan lengkap serta menyebutkan lebih dari 2 agama lain di sekitarnya secara mandiri. | | Memadukan Apresiasi terhadap Keragaman Teman (TP 4) | Belum mampu memberikan contoh konkret sikap menghargai perbedaan teman saat wawancara lisan. | Menyebutkan 1 contoh sikap menghargai perbedaan teman dengan bimbingan atau pertanyaan pancingan guru. | Menyebutkan 1-2 contoh sikap menghargai perbedaan teman (acuan: tidak mengganggu teman beribadah, mau bermain bersama tanpa mengejek budaya/agama, memberi selamat hari raya) secara tepat dan mandiri. | Menyebutkan 3 atau lebih contoh konkret perpaduan sikap apresiasi terhadap keragaman teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah secara lancar dan jelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2 menit per murid pada unjuk kerja lisan berjalan efektif dan seluruh 28 murid terlayani dengan tertib?
- Bagaimana capaian murid secara keseluruhan pada Bab 7, dan aspek kompetensi mana yang masih membutuhkan penguatan lebih lanjut?
Murid:- Bagian mana dari lembar kerja simbol dan pertanyaan guru tadi yang paling mudah kamu jawab?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga dapat menghargai teman yang berbeda agama dan budaya di kelasmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Set kartu gambar tempat ibadah dan hari besar keagamaan di Indonesia.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II
- Kartu bergambar simbol keagamaan (Roda Dhamma, Teratai, Bulan Bintang, Salib)
- Lembar Kerja Aktivitas 'Detektif Simbol'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu gambar dan kata kunci simbol keagamaan (Roda Dhamma, Bunga Teratai, Salib, Bintang dan Bulan Sabit)
- Lembar Kerja Murid (Kartu Jejak Makna)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II
- Set Kartu Bergambar 'Pohon Apresiasi Keragaman' (skenario budaya dan kartu tindakan apresiasi)
- Gambar ilustrasi keragaman budaya di rumah, sekolah, dan rumah ibadah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II SD
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II SD
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Asesmen Sumatif Bab 7 (berisi 4 gambar simbol keagamaan dan kolom penulisan)
- Lembar instrumen penilaian lisan terstruktur guru
- Lembar cek penilaian antarteman bergambar emotikon
|