Modul AjarBab 5Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 5: Ayo Hidup Harmonis

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 2 untuk Bab 5 "Ayo Hidup Harmonis", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 5: Ayo Hidup Harmonis

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Ayo Hidup Harmonis

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 5 — Ayo Hidup Harmonis
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.5.1 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah
  2. TP 2.5.2 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah
  3. TP 2.5.3 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai empat sifat luhur
  4. TP 2.5.4 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara guna merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa aturan sopan santun yang kamu lakukan saat berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat sekolah?
  2. Mengapa kita perlu bersikap santun kepada anggota keluarga di rumah?
  3. Bagaimana sikap kita saat bertemu teman dan guru di kelas agar suasana belajar tetap tertib?
  4. Apa yang harus kita lakukan saat memasuki vihara atau cetya agar ibadah berlangsung tenang dan harmonis?
  5. Bagaimana perasaanmu ketika pendapatmu didengarkan dengan penuh cinta kasih saat musyawarah di kelas?
  6. Mengapa kita perlu menghargai keputusan bersama sesuai nilai Pancasila meskipun usulan kita belum terpilih?
  7. Bagaimana caramu berbicara dengan sopan saat bermusyawarah memilih kegiatan kelas bersama teman?
  8. Mengapa kita perlu mempraktikkan kasih sayang (metta) dan menghargai keputusan bersama seperti sila ke-4 Pancasila?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Pergaulan yang Harmonis di Lingkungan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk tenang dengan hening sejenak (berkesadaran napas), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran serta melakukan asesmen awal diagnostik melalui 3 kartu tanya jawab singkat tentang sopan santun di rumah: (1) Tindakan saat bertemu orang tua di pagi hari (acuan: memberi salam/anjali/cium tangan); (2) Sikap berbicara kepada kakak/adik (acuan: berkata lembut/tidak berteriak); (3) Sikap saat menerima bantuan di rumah (acuan: mengucapkan terima kasih) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati dan menyimak penjelasan guru melalui 4 kartu contoh situasi konkret praktik aturan sopan santun di rumah: Kartu A (Berpamitan dengan merangkapkan tangan/anjali dan mencium tangan orang tua), Kartu B (Makan bersama di meja makan dengan tenang tanpa bersuara gaduh), Kartu C (Mengetuk pintu dan mengucap salam sebelum masuk kamar orang tua), Kartu D (Merapikan mainan sendiri setelah selesai bermain) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara bergantian dalam kelompok kecil, murid melakukan permainan menyenangkan 'Tebak Kartu & Praktik Pergaulan Harmonis': murid mengambil 1 dari 4 kartu situasi rumah lalu memadukan aturan yang tepat melalui peragaan langsung sikap tubuh dan ucapan sopan santun yang sesuai dengan prinsip pergaulan harmonis di rumah: (1) Situasi pamit sekolah -> memperagakan anjali dan salam santun; (2) Situasi dipanggil orang tua -> menjawab lembut 'Ya, Ibu/Ayah' dan mendekat; (3) Situasi meminjam barang saudara -> meminta izin terlebih dahulu; (4) Situasi diberi kue oleh orang tua -> merangkapkan tangan dan mengucap 'terima kasih' (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk melingkar dengan tenang dan merefleksikan perasaan serta kesadaran dirinya saat memadukan aturan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari di rumah: 'Bagaimana suasana rumah jika kita selalu bersikap santun dan menaati aturan kepada keluarga?' (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa aturan dan sopan santun di rumah menciptakan pergaulan keluarga yang rukun dan harmonis (5 menit).
  • Guru memberikan lembar cek pemahaman mandiri dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam Buddhis (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret dengan simbol anjali yang jelas; murid yang sudah mahir diberikan kartu skenario teks sederhana tanpa bantuan gambar penuntun.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam memadukan ucapan dan gestur sopan santun; murid yang mahir langsung mempraktikkan perpaduan aturan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid memadukan praktik aturan dan sopan santun di rumah melalui peragaan langsung sesuai situasi yang didapat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan 3 butir terkait sopan santun di rumah: (1) Bagaimana sikapmu saat berpamitan kepada orang tua? (acuan: memberi salam/anjali/cium tangan); (2) Bagaimana nada suaramu saat berbicara kepada orang tua dan saudara? (acuan: lembut, sopan, tidak berteriak); (3) Apa yang kamu ucapkan saat dibantu keluarga? (acuan: terima kasih).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid memperagakan pemaduan aturan dan sopan santun pada 4 situasi rumah: (1) Skenario pamit sekolah (acuan tepat: melakukan anjali/cium tangan dan pamit dengan santun); (2) Skenario dipanggil orang tua (acuan tepat: menyahut sopan 'Ya, Ibu/Ayah' tanpa mengabaikan); (3) Skenario meminjam barang saudara (acuan tepat: meminta izin secara santun sebelum mengambil); (4) Skenario menerima sesuatu dari anggota keluarga (acuan tepat: merangkapkan tangan dan mengucap terima kasih).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir dengan mencentang 3 pernyataan pilihan benar-salah terkait aturan sopan santun rumah: (1) Berpamitan sebelum bepergian menjaga kerukunan keluarga (acuan: Benar); (2) Membentak kakak saat meminta bantuan adalah perbuatan santun (acuan: Salah); (3) Mengucapkan terima kasih setelah dibantu orang tua adalah sopan santun Buddhis yang harmonis (acuan: Benar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja peragaan memadukan aturan dan sopan santun di lingkungan rumah
  • Lembar ceklis pemaduan praktik sopan santun (anjali, salam, ucapan terima kasih/izin)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memadukan praktik aturan dan sopan santun dalam pergaulan yang harmonis di lingkungan rumahBelum mampu memadukan praktik aturan dan sopan santun pada situasi rumah (0 dari 4 skenario tepat sesuai acuan)Mampu memadukan praktik aturan dan sopan santun pada 1-2 skenario situasi rumah secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guruMampu memadukan praktik aturan dan sopan santun pada 3 skenario situasi rumah secara tepat sesuai acuan secara mandiriMampu memadukan praktik aturan dan sopan santun pada seluruh 4 skenario situasi rumah secara tepat sesuai acuan secara konsisten dan mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memadukan sikap sopan santun (seperti anjali dan salam) dengan aturan di rumah secara wajar dan mandiri?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas bermain peran/tebak kartu sopan santun?

Murid:

  • Apakah aku sudah mempraktikkan sopan santun kepada orang tua dan saudaraku di rumah setiap hari?
  • Bagaimana perasaanku ketika berbicara lembut dan santun di rumah?

Pertemuan 2 — Praktik Aturan dan Sopan Santun dalam Pergaulan yang Harmonis di Lingkungan Sekolah dan Tempat Ibadah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid duduk hening sejenak untuk menenangkan pikiran, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar situasi: (A) Murid bersikap anjali saat berpapasan dengan guru di koridor sekolah; (B) Murid berbicara berbisik pelan dan melepas alas kaki saat memasuki ruang Dhammasala vihara. Guru meminta murid mengidentifikasi apakah perilaku tersebut mencerminkan aturan dan sopan santun yang menjaga keharmonisan (acuan: gambar A dan B keduanya adalah contoh tepat pergaulan harmonis di sekolah dan tempat ibadah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati lembar peraga bergambar yang menampilkan 4 situasi pergaulan: (1) Menyapa teman dengan senyum dan kata ramah saat jam istirahat sekolah; (2) Berjalan pelan dan tenang di dalam ruang kebaktian vihara; (3) Berbicara lantang dan berteriak saat kebaktian berlangsung; (4) Menyerobot antrean di kantin sekolah (10 menit).
  • Secara terbimbing, murid menelaah dan memilah contoh mana yang memadukan aturan dan sopan santun untuk keharmonisan dan mana yang mengganggu keharmonisan (acuan pemilahan: situasi 1 dan 2 memadukan aturan dan sopan santun untuk keharmonisan di sekolah/tempat ibadah; situasi 3 dan 4 mengganggu keharmonisan) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan interaktif 'Memilah Kartu Harmonis': murid menerima lembar kerja berpasangan berisi 4 kartu pernyataan tindakan untuk dipasangkan dengan prinsip keharmonisan lingkungan sekolah atau tempat ibadah. Daftar kartu: Kartu 1 'Merapikan alas kaki di rak sebelum masuk vihara', Kartu 2 'Mengetuk pintu dan mengucap salam sebelum masuk ruang guru', Kartu 3 'Duduk bersila dengan tenang saat pembacaan paritta', Kartu 4 'Meminjam pensil teman dengan kata tolong dan terima kasih' (acuan kunci: Kartu 1 dan 3 dipadukan pada aturan/sopan santun tempat ibadah; Kartu 2 dan 4 dipadukan pada aturan/sopan santun sekolah) (15 menit).
  • Murid melengkapi tabel latihan memasangkan 2 situasi masalah dengan tindakan sopan santun yang memulihkan keharmonisan: Situasi 1 'Melihat teman terjatuh di halaman sekolah' dipasangkan dengan tindakan 'Membantu berdiri dan menanyakan keadaannya'; Situasi 2 'Melihat lilin altar vihara belum rapi' dipasangkan dengan tindakan 'Melapor kepada pengurus vihara dengan sopan tanpa berlari-lari' (acuan kunci: pasangan di atas) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid menandai checklist refleksi pribadi pada 2 pernyataan penerapan: 'Saya bersikap tertib di sekolah' dan 'Saya menjaga ketenangan saat berada di tempat ibadah' (acuan: murid menandai tindakan nyata yang dilakukan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mematuhi aturan dan menjaga sopan santun di sekolah maupun tempat ibadah menciptakan suasana pergaulan yang rukun, damai, dan harmonis (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar bergambar situasi nyata sekolah dan vihara disertai simbol visual senyum/hormat; murid yang lebih cepat diberikan teks situasi kalimat sederhana tanpa simbol panduan.
  • Proses: Bagi murid yang masih memerlukan pendampingan, guru mendampingi secara langsung saat membaca kartu tindakan; murid yang sudah mandiri menyelesaikan pemasangan kartu secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar pemaduan aturan dan sopan santun dengan kriteria target yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual di pendahuluan: Guru menampilkan 2 gambar (A: Anjali di sekolah; B: Bersikap tenang dan melepas alas kaki di vihara). Murid menentukan apakah tindakan pada gambar A dan B memadukan aturan dan sopan santun untuk keharmonisan (acuan kunci: kedua gambar A dan B adalah contoh pergaulan harmonis).

Proses:

  • Formatif lembar kerja inti 'Memilah Kartu Harmonis': Memasangkan 4 kartu tindakan ke lingkungan yang tepat (acuan kunci: Kartu 1 vihara/tempat ibadah, Kartu 2 sekolah, Kartu 3 vihara/tempat ibadah, Kartu 4 sekolah). Skor penuh jika keempat kartu dipadukan dengan tepat.
  • Formatif pemaduan situasi masalah: Memasangkan Situasi 1 'Teman jatuh di halaman sekolah' -> 'Membantu berdiri dan menanyakan keadaannya'; Situasi 2 'Lilin altar vihara belum rapi' -> 'Melapor kepada pengurus vihara dengan sopan tanpa berlari-lari' (acuan kunci: 2 dari 2 pasangan tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menjawab 2 pertanyaan lisan langsung: (1) Sebutkan 1 aturan sopan santun di sekolah yang membuat suasana belajar harmonis (acuan kriteria: menyebutkan tindakan seperti menyapa guru/antre/berkata tolong); (2) Sebutkan 1 aturan sopan santun di tempat ibadah yang menjaga ketenangan (acuan kriteria: menyebutkan tindakan seperti melepas alas kaki/duduk tenang/tidak ribut).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja 'Memilah Kartu Harmonis' (memadukan 4 kartu tindakan dengan lingkungan sekolah dan tempat ibadah secara tepat).
  • Observasi unjuk kerja penyelesaian 2 pasangan situasi masalah dan tindakan sopan santun pemulih keharmonisan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memadukan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan sekolah dan tempat ibadahMemadukan 1 dari 4 kartu tindakan aturan dan sopan santun ke lingkungan sekolah atau tempat ibadah secara tepat dengan bimbingan penuh guru.Memadukan 2 dari 4 kartu tindakan aturan dan sopan santun ke lingkungan sekolah atau tempat ibadah secara tepat (acuan kartu 1-4).Memadukan 3 dari 4 kartu tindakan aturan dan sopan santun ke lingkungan sekolah atau tempat ibadah secara tepat sesuai daftar acuan.Memadukan seluruh 4 kartu tindakan aturan dan sopan santun (Kartu 1 tempat ibadah, Kartu 2 sekolah, Kartu 3 tempat ibadah, Kartu 4 sekolah) secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid kelas 2 mampu membedakan dan memadukan penerapan aturan di sekolah dengan ketertiban ibadah di vihara secara kontekstual?
  • Apakah aktivitas permainan kartu memfasilitasi pemahaman mendalam tentang pentingnya sopan santun untuk menjaga keharmonisan?

Murid:

  • Perilaku sopan apa yang sudah aku lakukan hari ini di sekolah?
  • Bagaimana caraku bersikap saat aku berkunjung dan beribadah di vihara atau cetya?

Pertemuan 3 — Refleksi Proses Musyawarah Sederhana di Lingkungan Sekolah dengan Empat Sifat Luhur dan Nilai-Nilai Pancasila Dasar Negara — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai empat sifat luhur
  • TP 2.5.4 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara guna merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), doa pembuka, dan mengajak murid duduk hening sejenak untuk memusatkan perhatian (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu merefleksikan jalannya musyawarah kelas dengan mengaitkannya pada Empat Sifat Luhur (Cinta Kasih, Welas Asih, Simpati, Keseimbangan Batin) dan nilai musyawarah Pancasila (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan reflektif lisan mengenai pengalaman musyawarah kelas beserta pilihan sikapnya (acuan: butir 1 sikap saat teman berbicara adalah mendengarkan dengan penuh cinta kasih/metta; butir 2 sikap saat keputusan bersama disepakati adalah menerima dengan tenang/upekkha sesuai pengamalan sila keempat Pancasila) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang makna musyawarah sederhana di kelas dan kaitannya dengan 4 Sifat Luhur (Metta/Cinta Kasih, Karuna/Belas Kasih, Mudita/Simpati, Upekkha/Batin Seimbang) serta nilai Pancasila sila keempat (kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan) untuk hidup rukun (15 menit).
  • Murid mencermati kartu cerita berisi cuplikan peristiwa musyawarah pemilihan ketua piket kelas: 'Andi mengusulkan Siti, Budi mengusulkan Doni, setelah berbicara bersama dengan ramah disepakati Siti yang menjadi ketua; Budi menerima dengan tersenyum' (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan berpasangan 'Tepuk Refleksi Rukun' di mana pasangan murid bergantian membaca 4 situasi musyawarah dan memberikan tanggapan refleksi sikap luhur yang sesuai dengan menggembirakan (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Refleksi Musyawarah yang memuat 4 pernyataan sikap musyawarah: (1) Mendengarkan teman berbicara tanpa memotong -> Nilai Cinta Kasih (Metta); (2) Membantu teman yang kesulitan menyampaikan usul -> Nilai Welas Asih/Tolong-menolong (Karuna); (3) Senang dan memberi selamat kepada keputusan yang disepakati bersama -> Nilai Simpati/Ikut Bergembira (Mudita); (4) Menerima hasil mufakat dengan lapang dada meskipun usul sendiri tidak terpilih -> Nilai Keseimbangan Batin (Upekkha) dan Sila Keempat Pancasila (acuan kunci: keempat pasangan pernyataan dan nilai tersebut) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pengalaman belajarnya: meninjau apakah selama berdiskusi di kelas sudah menerapkan sikap cinta kasih dan mau menerima keputusan bersama demi keharmonisan sekolah (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa musyawarah mufakat di sekolah mencerminkan Empat Sifat Luhur dan nilai Pancasila untuk hidup rukun bersama (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil refleksi murid serta menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan asesmen sumatif bab (4 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, pelimpahan jasa, dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar refleksi dengan simbol visual (gambar hati untuk cinta kasih, gambar jabat tangan untuk mufakat/Pancasila) bagi murid yang membutuhkan dukungan visual.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi pembacaan teks refleksi secara bertahap; bagi murid cepat, murid diminta merefleksikan 1 contoh nyata musyawarah lain di lingkungan sekolah (misalnya menentukan regu piket atau permainan istirahat).
  • Produk: Refleksi dituangkan dalam bentuk mencentang/menjodohkan kartu nilai bagi murid yang memerlukan dukungan, atau menuliskan kalimat refleksi sederhana bagi murid yang sudah lancar menulis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan awal (2 butir): (1) 'Bagaimana caramu bersikap ketika temanmu sedang mengusulkan pendapat dalam musyawarah kelas?' (acuan: mendengarkan dengan sabar, tenang, dan penuh cinta kasih/metta); (2) 'Apa yang kamu lakukan jika usulanmu tidak terpilih dalam mufakat?' (acuan: menerima keputusan bersama dengan lapang dada/upekkha demi kerukunan sesuai nilai Pancasila).

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Refleksi Musyawarah berisi 4 butir pernyataan sikap: (1) Mendengarkan teman berbicara dengan ramah [Acuan: Metta/Cinta Kasih]; (2) Membantu teman yang gugup mengusulkan ide [Acuan: Karuna/Welas Asih]; (3) Menghargai dan bergembira atas terpilihnya usulan bersama [Acuan: Mudita/Simpati]; (4) Menghormati keputusan mufakat walau usulan pribadi tidak dipilih [Acuan: Upekkha/Keseimbangan Batin & Sila Keempat Pancasila].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman reflektif akhir: murid menjawab secara lisan/tertulis singkat 1 pernyataan refleksi diri: 'Ketika kelas mengadakan musyawarah, sikap luhur apa yang sudah saya lakukan agar kelas tetap rukun dan harmonis?' (kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 1 tindakan nyata yang mencerminkan sifat luhur buddhis atau penerimaan hasil mufakat sesuai nilai Pancasila).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja refleksi keterkaitan proses musyawarah dengan Empat Sifat Luhur dan sila keempat Pancasila
  • Observasi partisipasi aktif dan keselarasan respon reflektif selama permainan Tepuk Refleksi Rukun

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Refleksi Proses Musyawarah dengan Empat Sifat Luhur (TP 2.5.3)Belum mampu menghubungkan proses musyawarah kelas dengan nilai Empat Sifat Luhur meskipun telah dibimbing secara intensif (0-1 butir tepat dari 4 acuan).Mampu merefleksikan proses musyawarah kelas dengan nilai Empat Sifat Luhur dengan bantuan bimbingan guru (2 butir tepat dari 4 acuan).Mampu merefleksikan proses musyawarah kelas dengan nilai Empat Sifat Luhur secara mandiri (3 butir tepat dari 4 acuan).Mampu merefleksikan proses musyawarah kelas dengan nilai Empat Sifat Luhur secara tepat, konsisten, dan mandiri pada seluruh situasi (4 butir tepat dari 4 acuan: Metta, Karuna, Mudita, Upekkha).
Refleksi Proses Musyawarah dengan Nilai-Nilai Pancasila (TP 2.5.4)Belum mampu merefleksikan sikap menerima hasil mufakat musyawarah kelas sebagai perwujudan nilai Pancasila sila keempat.Mampu merefleksikan sikap menghargai musyawarah sebagai nilai Pancasila sila keempat dengan dorongan dan arahan guru.Mampu merefleksikan sikap menghargai musyawarah dan menerima hasil mufakat sekolah sesuai nilai Pancasila sila keempat secara mandiri.Mampu merefleksikan secara mendalam perilaku moderat dalam menerima mufakat musyawarah sekolah sesuai nilai sila keempat Pancasila secara tepat dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah kegiatan permainan 'Tepuk Refleksi Rukun' efektif membantu murid kelas 2 memahami keterkaitan musyawarah dengan Empat Sifat Luhur?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi pengalaman musyawarah mereka sendiri di lingkungan sekolah?

Murid:

  • Apakah aku sudah bisa mendengarkan pendapat teman dengan baik saat musyawarah di kelas?
  • Sifat luhur apa yang paling mudah aku lakukan saat bermusyawarah bersama teman-teman?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah
  • TP 2.5.2 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah
  • TP 2.5.3 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai empat sifat luhur
  • TP 2.5.4 Merefleksikan proses musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara guna merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam keagamaan Buddha (Namo Buddhaya), mengajak murid mengheningkan cipta/meditasi pernapasan sejenak, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu pengumpulan lembar portofolio pembiasaan rumah dan pelaksanaan simulasi musyawarah kelompok terpadu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai alur asesmen: pengumpulan portofolio pembiasaan rumah dan pembagian 6 kelompok (masing-masing 4-5 murid) untuk simulasi musyawarah bertema 'Menentukan Pembagian Tugas Kebersihan Altar dan Ruang Kelas' (5 menit).
  • Guru menjelaskan acuan tugas simulasi musyawarah kelompok: (1) sopan santun berbicara di sekolah/tempat ibadah (mengucapkan salam/permisi, bergantian bicara), (2) mendengarkan teman dengan penuh kasih sayang/metta-karuna tanpa menyela, (3) menghargai mufakat sesuai sila ke-4 Pancasila, dan (4) menyampaikan refleksi lisan satu kalimat mengenai manfaat musyawarah (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid secara mandiri mengumpulkan Lembar Portofolio Pembiasaan Sopan Santun di Rumah yang telah diverifikasi orang tua selama 1 pekan (meliputi 4 indikator: berpamitan saat keluar rumah, bertutur kata sopan kepada orang tua/saudara, merapikan perlengkapan sendiri, dan menghormati waktu istirahat keluarga) dan guru memverifikasi kelengkapannya (10 menit).
  • Tugas 2: Kelompok 1 dan 2 melaksanakan simulasi musyawarah kelompok terpadu secara bergantian di depan kelas/sudut aktivitas selama masing-masing 15 menit, mempraktikkan sopan santun berbicara, mendengarkan dengan penuh metta, dan menyepakati mufakat bersama (30 menit).
  • Tugas 2 (lanjutan): Kelompok 3 dan 4 melaksanakan simulasi musyawarah kelompok terpadu secara bergantian dengan skenario dan kriteria penilaian yang sama (30 menit).
  • Tugas 2 (lanjutan): Kelompok 5 dan 6 melaksanakan simulasi musyawarah kelompok terpadu secara bergantian dengan skenario dan kriteria penilaian yang sama (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap murid menyampaikan satu kalimat refleksi lisan secara bergiliran dalam kelompoknya mengenai penerapan sifat luhur metta dan nilai musyawarah sila ke-4 Pancasila saat bermusyawarah (acuan: mengungkapkan perasaan senang bermusyawarah secara damai, menghargai teman, atau menerima hasil mufakat) (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran portofolio, dan sportivitas seluruh kelompok selama pelaksanaan simulasi musyawarah terpadu (1 menit).
  • Guru merangkum pembelajaran Bab 5 bahwa hidup harmonis di rumah, sekolah, dan tempat ibadah dicapai melalui pembiasaan sopan santun, empat sifat luhur, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks instruksi musyawarah dibacakan dengan lantang dan jelas oleh guru bagi murid yang memerlukan bantuan membaca, tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Proses: Akomodasi proses: murid yang membutuhkan waktu tambahan dalam menyampaikan refleksi lisan diberikan bimbingan dengan pertanyaan penuntun sederhana tanpa mengubah indikator penilaian.
  • Produk: Standar bukti belajar tetap sama untuk semua murid sesuai instrumen portofolio dan rubrik observasi simulasi musyawarah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: Guru memeriksa kelengkapan fisik lembar ceklist portofolio rumah bertanda tangan orang tua milik setiap murid sebelum simulasi dimulai.

Proses:

  • Guru melakukan pencatatan observasi keterlibatan, tutur kata santun, sikap mendengarkan dengan penuh kasih sayang, dan penerimaan mufakat saat kelompok melakukan simulasi musyawarah.

Sumatif Bab:

  • Portofolio pembiasaan rumah dan simulasi musyawarah kelas terpadu: Lembar ceklist catatan pembiasaan sopan santun di rumah yang diverifikasi orang tua, serta lembar observasi keterlibatan dan refleksi lisan sederhana dalam simulasi musyawarah kelompok yang mencerminkan empat sifat luhur dan nilai Pancasila
  • Penilaian portofolio pembiasaan: Lembar ceklist pembiasaan praktik aturan dan sopan santun anak di rumah yang telah diisi dan ditandatangani orang tua selama 1 pekan sebelum asesmen (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklist pembiasaan sopan santun di rumah)
  • Simulasi musyawarah dan sopan santun kelompok terpadu: Performa kelompok beranggotakan 4-5 anak (total 6 kelompok dinilai bergiliran masing-masing 15 menit) dalam mempraktikkan sopan santun berbicara, mendengarkan teman dengan penuh kasih sayang (metta/karuna), menghargai perbedaan pendapat sesuai sila ke-4 Pancasila, dan menyampaikan refleksi lisan singkat di akhir simulasi (90 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi simulasi musyawarah dan sopan santun)

Sumatif:

  • Portofolio pembiasaan rumah dan simulasi musyawarah kelas terpadu: Lembar ceklist catatan pembiasaan sopan santun di rumah yang diverifikasi orang tua, serta lembar observasi keterlibatan dan refleksi lisan sederhana dalam simulasi musyawarah kelompok yang mencerminkan empat sifat luhur dan nilai Pancasila
  • Penilaian portofolio pembiasaan: Lembar ceklist pembiasaan praktik aturan dan sopan santun anak di rumah yang telah diisi dan ditandatangani orang tua selama 1 pekan sebelum asesmen (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklist pembiasaan sopan santun di rumah)
  • Simulasi musyawarah dan sopan santun kelompok terpadu: Performa kelompok beranggotakan 4-5 anak (total 6 kelompok dinilai bergiliran masing-masing 15 menit) dalam mempraktikkan sopan santun berbicara, mendengarkan teman dengan penuh kasih sayang (metta/karuna), menghargai perbedaan pendapat sesuai sila ke-4 Pancasila, dan menyampaikan refleksi lisan singkat di akhir simulasi (90 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi simulasi musyawarah dan sopan santun)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Portofolio Pembiasaan Sopan Santun di Rumah (TP 2.5.1)Memenuhi kurang dari 2 indikator pembiasaan sopan santun di rumah (dari 4 acuan: berpamitan, bertutur kata sopan, merapikan perlengkapan sendiri, menghormati istirahat keluarga) atau lembar portofolio belum diverifikasi orang tua.Memenuhi 2 dari 4 indikator acuan pembiasaan sopan santun di rumah yang diverifikasi orang tua.Memenuhi 3 dari 4 indikator acuan pembiasaan sopan santun di rumah yang diverifikasi orang tua secara konsisten.Memenuhi seluruh 4 indikator acuan pembiasaan sopan santun di rumah secara lengkap, mandiri, dan konsisten diverifikasi orang tua.
Praktik Sopan Santun di Lingkungan Sekolah dan Tempat Ibadah (TP 2.5.2)Belum mempraktikkan aturan sopan santun berbicara (masih memotong pembicaraan teman secara kasar atau menggunakan kata yang kurang santun saat simulasi musyawarah).Mempraktikkan sopan santun berbicara dengan bimbingan dan pengingatan berulang dari guru.Mempraktikkan sopan santun berbicara dan bergantian menyampaikan usulan dengan tertib saat simulasi musyawarah.Mempraktikkan sopan santun berbicara dengan sangat tertib, konsisten menggunakan kata salam/permisi/terima kasih tanpa diingatkan guru.
Penerapan Sifat Luhur Kasih Sayang (Metta/Karuna) dalam Musyawarah (TP 2.5.3)Belum menunjukkan sikap kasih sayang dan kesabaran dalam mendengarkan pendapat teman (menolak mendengar atau mengejek usulan teman).Mendengarkan usulan teman dengan cukup tenang hanya setelah diingatkan oleh guru.Mendengarkan usulan teman dengan penuh perhatian, sabar, dan tidak mencela pendapat teman sesuai nilai metta/karuna.Konsisten mendengarkan teman dengan penuh perhatian, ramah, dan menunjukkan ekspresi kasih sayang (metta/karuna) kepada seluruh anggota kelompok.
Refleksi Musyawarah Sesuai Nilai Sila Ke-4 Pancasila (TP 2.5.4)Belum dapat menerima hasil mufakat bersama atau belum mampu menyampaikan refleksi lisan mengenai musyawarah.Menerima hasil mufakat dengan bimbingan guru dan menyampaikan refleksi lisan singkat dengan bantuan pertanyaan penuntun.Menerima keputusan mufakat bersama secara tertib sesuai sila ke-4 Pancasila dan menyampaikan refleksi lisan mandiri tentang manfaat musyawarah.Menerima dan mendukung hasil mufakat bersama dengan tulus serta menyampaikan refleksi lisan mandiri yang mengaitkan musyawarah dengan kerukunan hidup bersama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh kelompok dapat menyelesaikan simulasi musyawarah dalam rentang waktu yang disediakan secara tertib?
  • Bagaimana ketercapaian pembiasaan sopan santun murid di rumah berdasarkan portofolio yang diverifikasi orang tua?

Murid:

  • Apa hal baik yang sudah kamu lakukan saat berbicara dan mendengarkan teman selama musyawarah tadi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyepakati keputusan bersama teman di kelompokmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II
  3. Kartu bergambar situasi sopan santun di lingkungan rumah
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  5. Buku Teks Utama Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II
  6. Set Kartu Bergambar Situasi Sopan Santun di Sekolah dan Tempat Ibadah (Dhammasala/Vihara)
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
  8. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
  9. Kartu cerita cuplikan musyawarah kelas dan Lembar Kerja Refleksi Murid
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021
  11. Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021
  12. Lembar Ceklist Portofolio Pembiasaan Sopan Santun di Rumah
  13. Kartu Skenario Topik Musyawarah Kelompok (Pembagian Tugas Kebersihan Altar dan Ruang Kelas)
  14. Lembar Observasi Asesmen Sumatif Kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.