MODUL AJAR Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Indahnya Perbedaan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Indahnya Perbedaan |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan sekolah dan rumah ibadah
- TP 2.2.2 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
- TP 2.2.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah
- TP 2.2.4 Merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur di lingkungan sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah suku atau ciri khas budaya teman sebangkumu sama denganmu?
- Bagaimana caramu menunjukkan rasa senang dan kagum saat melihat teman memakai baju adat atau merayakan tradisi budayanya?
- Apa ciri khas atau identitas utama tempat ibadah dan kitab suci agama Buddha?
- Bagaimana kita mengenali keberadaan beragam agama dan kepercayaan lain yang ada di sekitar kita?
- Bagaimana caramu bersikap sopan saat teman sedang berbicara atau berbeda pendapat di kelas?
- Apa yang kamu lakukan jika melihat teman merasa sedih atau kesulitan ketika belajar bersama di sekolah?
- Bagaimana caramu bersikap santun saat bermain bersama teman yang berbeda agama di sekolah?
- Apa ciri khas agama Buddha yang membedakannya dengan indah di antara agama lainnya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Apresiasi terhadap Keragaman Identitas dan Budaya Teman di Lingkungan Sekolah dan Rumah Ibadah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan sekolah dan rumah ibadah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Buddhis, doa pembuka, dan mengajak murid duduk hening sejenak selama 2 menit untuk menenangkan pikiran (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan memberikan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 gambar situasi keragaman budaya teman: (1) Teman memakai pakaian adat daerah yang berbeda, (2) Teman menyajikan makanan khas daerahnya saat perayaan sekolah, (3) Teman memakai penutup kepala khas sukunya di rumah ibadah/vihara; lalu guru bertanya 'Sikap mana yang menunjukkan rasa menghargai dan menyukai kebaikan budaya teman?' (acuan jawaban: tersenyum ramah, memuji keindahan pakaian teman, ikut mencicipi dengan senang, dan tidak mengejek) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak paparan guru melalui media gambar bergambar 4 keragaman identitas dan budaya teman di sekolah dan rumah ibadah: (1) Teman bersuku Jawa memakai blangkon, (2) Teman bersuku Tionghoa memakai busana cheongsam saat hari raya di vihara, (3) Teman bersuku Batak mengenakan kain ulos, (4) Teman bersuku Bali mengenakan udeng saat berdoa (10 menit).
- Murid bersama guru mengenali cara-cara sederhana menunjukkan apresiasi terhadap keragaman tersebut, seperti memberikan pujian ramah ('Pakaianmu indah sekali'), tersenyum gembira, menyapa dengan salam hormat, dan memperhatikan teman yang sedang memperkenalkan budaya sukunya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Melalui aktivitas permainan menggembirakan 'Tepuk Apresiasi Budaya', murid berpasangan saling mengamati kartu identitas budaya teman yang dipegang, lalu memilih dan menunjukkan kartu respon apresiasi yang tepat: kartu (1) 'Bagus sekali baju adatmu!', kartu (2) 'Senang mengenal tradisi daerahmu!', kartu (3) 'Kain khas daerahmu sangat rapi!', kartu (4) 'Mari kita bermain bersama!' (acuan: setiap pasangan saling memperlihatkan kartu budaya dan memberikan kartu apresiasi secara bergantian dengan ramah) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar aktivitas 'Bintang Apresiasi' dengan memberi tanda centang bintang pada 4 pernyataan sikap apresiasi terhadap keragaman budaya teman: (1) Memuji pakaian adat teman saat perayaan di sekolah, (2) Menertawakan topi khas teman yang berbeda bentuknya, (3) Mengucapkan selamat dan tersenyum saat teman merayakan pesta adat sukunya, (4) Mau berteman akrab dengan teman yang berbeda suku dan bahasa daerah (acuan jawaban benar: pernyataan 1, 3, dan 4 diberi centang bintang; pernyataan 2 tidak dicentang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan perasaan mereka ketika saling memberikan apresiasi dan pujian atas perbedaan budaya teman (acuan refleksi: murid merasa senang, dihargai, dan bangga berteman dengan teman yang beragam) (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan kembali cara menunjukkan apresiasi terhadap perbedaan budaya teman di sekolah dan rumah ibadah, menutup dengan doa dan salam Buddhis (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar visual konkret untuk murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks sederhana untuk murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi murid yang ragu menentukan sikap apresiasi, serta memberikan kesempatan kepada murid yang cepat untuk memilih lebih banyak ragam kartu apresiasi budaya.
- Produk: Murid dapat menunjukkan apresiasi melalui centang lembar bintang maupun secara lisan memperagakan ucapan apresiasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik menggunakan 3 gambar situasi: (1) Teman memakai baju daerah berbeda, (2) Teman membawa kue tradisional daerahnya ke sekolah, (3) Teman berbusana adat di vihara. Guru menanyakan respons murid saat melihat situasi tersebut (acuan: sikap apresiasi ditunjukkan dengan tersenyum, menyukai, memuji, atau tidak mencela).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja 'Bintang Apresiasi' yang memuat 4 pernyataan sikap terhadap budaya teman: (1) Memuji pakaian adat teman saat perayaan di sekolah [Benar/Centang], (2) Menertawakan topi khas teman yang berbeda bentuknya [Salah/Kosong], (3) Mengucapkan selamat dan tersenyum saat teman merayakan pesta adat sukunya [Benar/Centang], (4) Mau berteman akrab dengan teman yang berbeda suku dan bahasa daerah [Benar/Centang] (acuan: minimal 3 butir tepat).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lisan cepat sebelum penutup: Murid diminta menyebutkan 1 contoh kalimat apresiasi ramah saat melihat teman mengenakan pakaian adat sukunya di sekolah (kriteria penerimaan operasional: kalimat berisi pujian atau penerimaan ramah yang sopan, seperti 'Baju adatmu bagus sekali' atau 'Aku senang melihat pakaian daerahmu').
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan 'Tepuk Apresiasi Budaya'
- Penilaian lembar kerja mandiri 'Bintang Apresiasi'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman di sekolah dan rumah ibadah | Belum mampu menunjukkan apresiasi, menolak merespons atau masih mencela perbedaan budaya teman. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap 1-2 bentuk keragaman budaya teman (pada lembar bintang atau permainan) dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap minimal 3 bentuk keragaman budaya teman secara tepat dan mandiri. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap seluruh (4) bentuk keragaman budaya teman secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan gembira saat saling menunjukkan kartu apresiasi budaya teman?
- Bagian langkah mana yang membutuhkan waktu penjelasan lebih konkret mengenai keragaman budaya?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah memberikan ucapan pujian pada tradisi dan pakaian teman?
- Sikap baik apa yang akan kamu tunjukkan jika temanmu memakai pakaian daerahnya di vihara atau sekolah?
Pertemuan 2 — Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dan Keberadaan Beragam Identitas Agama serta Kepercayaan Lain — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.2 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran diri, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya-jawab lisan dengan menunjukkan 2 gambar simbol identitas agama: (1) Gambar Vihara/Rupang Buddha dan (2) Gambar Masjid/Gereja, lalu menanyakan: 'Manakah yang merupakan ciri identitas agama Buddha, dan manakah yang milik agama lain?' (acuan: gambar 1 adalah Vihara/Rupang Buddha = identitas agama Buddha; gambar 2 adalah Masjid/Gereja = identitas agama lain) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyimpulkan identitas agama Buddha dan mengenali keberadaan beragam identitas agama serta kepercayaan lain di lingkungan sosial (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 6 kartu gambar identitas tempat ibadah dan nama agamanya: (1) Vihara (Buddha), (2) Masjid (Islam), (3) Gereja (Kristen/Katolik), (4) Pura (Hindu), (5) Klenteng (Konghucu), dan (6) Sanggar Candi Busana (Penghayat Kepercayaan) yang ditempel guru di papan tulis (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan bermakna dari guru tentang identitas khas agama Buddha (tempat ibadah: Vihara, kitab suci: Tripitaka, lambang: Roda Dhamma/Dharmacakra) di tengah kenyataan bahwa di lingkungan sosial terdapat bermacam-macam identitas agama dan kepercayaan lain yang hidup berdampingan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan menggembirakan 'Pencocok Kartu Identitas', mencocokkan 4 pasangan kartu: Kartu A1 'Vihara & Tripitaka' dipasangkan dengan Kartu B1 'Identitas Agama Buddha'; Kartu A2 'Masjid & Al-Qur'an' dipasangkan dengan Kartu B2 'Identitas Agama Islam'; Kartu A3 'Gereja & Alkitab' dipasangkan dengan Kartu B3 'Identitas Agama Kristen'; Kartu A4 'Pura & Weda' dipasangkan dengan Kartu B4 'Identitas Agama Hindu' (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Pengelompokan dan Penyimpulan Identitas yang memuat 4 pernyataan pilihan untuk menyimpulkan identitas agama Buddha dan keberadaan agama/kepercayaan lain: (1) 'Tempat ibadah agama Buddha bernama...' (pilihan: A. Vihara, B. Pura; acuan: A. Vihara); (2) 'Kitab suci agama Buddha adalah...' (pilihan: A. Tripitaka, B. Weda; acuan: A. Tripitaka); (3) 'Di lingkungan sekitar kita hanya ada satu agama saja atau banyak agama dan kepercayaan?' (pilihan: A. Hanya satu, B. Beragam/banyak; acuan: B. Beragam/banyak); (4) 'Simpulan: Umat Buddha hidup bersama di lingkungan sosial yang memiliki identitas agama dan kepercayaan yang...' (pilihan: A. Beragam, B. Sama semua; acuan: A. Beragam) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebenaran hasil latihan, menyimpulkan bersama bahwa agama Buddha memiliki identitas khasnya sendiri (Vihara, Tripitaka), dan di kelompok sosial sekitar kita juga hadir beragam identitas agama serta kepercayaan lain (10 menit).
- Murid melakukan refleksi terbimbing dengan mengangkat kartu hijau bila sudah paham dan menyimpulkan dengan benar identitas agama Buddha serta keberagaman agama lain, atau kartu kuning bila masih memerlukan bantuan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi atas capaian belajar murid serta penguatan bahwa perbedaan identitas agama dan kepercayaan di lingkungan kita adalah kenyataan yang patut dipahami dengan baik (5 menit).
- Guru menutup pelajaran dengan pembacaan doa penutup dan pelimpahan jasa bersama murid (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar visual berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan konkret dan kartu teks simbolis bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan pendampingan terarah bagi murid yang belum membedakan identitas agama Buddha dengan agama lain, serta memberikan tantangan mandiri menyimpulkan seluruh 4 butir lembar kerja bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan simpulan identitas baik melalui pemilihan gambar-teks pada lembar kerja maupun secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 gambar simbol identitas agama: (1) Gambar Vihara/Rupang Buddha dan (2) Gambar Masjid/Gereja. Pertanyaan: 'Manakah yang merupakan ciri identitas agama Buddha, dan manakah yang milik agama lain?' (Acuan jawaban: gambar 1 adalah Vihara/Rupang Buddha = identitas agama Buddha; gambar 2 adalah Masjid/Gereja = identitas agama lain).
Proses:- Observasi aktivitas mencocokkan 4 pasangan kartu identitas agama pada tahap Mengaplikasi (acuan pasangan: Vihara & Tripitaka -> Buddha; Masjid & Al-Qur'an -> Islam; Gereja & Alkitab -> Kristen; Pura & Weda -> Hindu).
- Pemeriksaan Lembar Pengelompokan dan Penyimpulan Identitas yang terdiri atas 4 butir: (1) Tempat ibadah agama Buddha: Vihara; (2) Kitab suci agama Buddha: Tripitaka; (3) Keberadaan agama di lingkungan: Beragam/banyak; (4) Simpulan kehidupan sosial: Beragam (kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir dijawab tepat sesuai acuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan refleksi: guru menanyakan simpulan 'Apa saja identitas khas agama Buddha yang kalian ketahui hari ini, dan apakah di sekitar kita hanya ada agama Buddha saja?' (Acuan jawaban tepat: Identitas agama Buddha adalah Vihara dan Tripitaka; di sekitar kita tidak hanya ada agama Buddha saja melainkan ada beragam agama dan kepercayaan lain).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja permainan mencocokkan kartu identitas agama dan kepercayaan
- Pemeriksaan ketepatan pengisian Lembar Pengelompokan dan Penyimpulan Identitas (4 butir soal beracuan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyimpulkan identitas agama Buddha dan keberadaan beragam identitas agama serta kepercayaan lain | Belum mampu mengidentifikasi identitas agama Buddha maupun keberadaan agama lain (0-1 dari 4 butir latihan dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi sebagian identitas agama Buddha atau agama lain dengan bimbingan penuh guru (2 dari 4 butir latihan dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu menyimpulkan identitas agama Buddha (Vihara, Tripitaka) dan mengakui keberadaan beragam agama/kepercayaan lain secara tepat (minimal 3 dari 4 butir latihan dijawab tepat sesuai acuan). | Mampu menyimpulkan seluruh identitas agama Buddha (Vihara, Tripitaka) dan keberadaan beragam identitas agama serta kepercayaan lain secara lengkap, tepat, dan mandiri tanpa keraguan (4 dari 4 butir latihan dijawab tepat sesuai acuan). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar membantu murid Fase A mengenali dan menyimpulkan identitas agama Buddha serta agama lain secara efektif?
- Bagaimana keterlibatan aktif dan ketepatan murid dalam menyelesaikan tugas pencocokan identitas?
Murid:- Apakah kamu dapat menyebutkan kembali tempat ibadah dan kitab suci agama Buddha?
- Apakah kamu tahu bahwa teman-teman di lingkungan sekitar kita memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda-beda?
Pertemuan 3 — Mempraktikkan Aturan, Sopan Santun, Pergaulan Harmonis, dan Merefleksikan Perilaku Moderat Berdasarkan Empat Sifat Luhur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah
- TP 2.2.4 Merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran napas, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memberikan diagnostik awal lisan dengan membacakan 2 situasi sekolah sederhana: (1) Menyapa teman saat berpapasan; (2) Mengejek teman yang berbeda suku. Murid diminta mengacungkan jempol ke atas untuk pergaulan harmonis atau jempol ke bawah untuk pergaulan tidak harmonis (acuan: situasi 1 = jempol ke atas; situasi 2 = jempol ke bawah) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memadukan aturan dan sopan santun dalam pergaulan yang harmonis di sekolah serta merefleksikan perilaku berlandaskan Empat Sifat Luhur (Brahmavihara: cinta kasih, kasih sayang, simpati, dan batin seimbang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan 4 kartu situasi interaksi di sekolah di papan tulis: (1) Situasi A: Mendengarkan guru dan teman saat berbicara tanpa memotong; (2) Situasi B: Menyapa teman dengan senyum dan kata santun; (3) Situasi C: Meminjamkan pensil kepada teman yang tertinggal alat tulisnya; (4) Situasi D: Tidak membalas marah saat teman tidak sengaja menyenggol meja. Murid menyimak pembacaan situasi tersebut dengan penuh kesadaran (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi keterkaitan antara aturan/sopan santun dengan prinsip pergaulan harmonis serta 4 sifat luhur (Metta/Cinta Kasih, Karuna/Welas Asih, Mudita/Simpati, Upekkha/Keseimbangan Batin) melalui tanya jawab terpandu (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan permainan peran 'Praktik Harmonis di Sekolah'. Setiap pasangan memilih 1 dari 2 skenario praktik: Skenario 1 (aturan antre mencuci tangan dengan tertib dan saling menyapa ramah) atau Skenario 2 (menolong teman yang bukunya jatuh tanpa menertawakan). Murid memperagakan perpaduan aturan, tutur kata sopan, dan pergaulan rukun secara langsung (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Berpasangan 'Jodoh Sifat Luhur' dengan memasangkan 4 tindakan nyata di sekolah ke sifat luhur yang tepat: Tindakan 1 'Menyapa teman baru dengan ramah' -> Cinta Kasih (Metta); Tindakan 2 'Membantu mengobati teman yang jatuh di halaman' -> Welas Asih (Karuna); Tindakan 3 'Memberikan selamat kepada teman yang menang lomba' -> Simpati (Mudita); Tindakan 4 'Tetap tenang dan memaafkan teman yang tidak sengaja menabrak' -> Batin Seimbang/Pemaaf (Upekkha) (acuan: pasangan tepat 1-Metta, 2-Karuna, 3-Mudita, 4-Upekkha) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid melakukan refleksi hening sejenak, merenungkan perilaku diri sendiri selama seminggu terakhir di sekolah: apakah sudah menerapkan sopan santun dan sifat luhur saat bersama teman? (10 menit).
- Murid secara individu menandai Lembar Refleksi Diri bergambar yang memuat 3 butir pernyataan refleksi moderat: (1) 'Saya berbicara sopan kepada semua teman'; (2) 'Saya menolong teman tanpa membeda-bedakan'; (3) 'Saya menahan diri untuk tidak mengejek teman saat berbeda pilihan mainan' (acuan penerimaan: murid jujur memilih ikon tersenyum/cemberut dan menyebutkan 1 contoh tindakan yang sudah ia lakukan di sekolah) (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan inti pembelajaran: mematuhi aturan dan bersikap sopan santun menciptakan pergaulan yang harmonis, dilandasi cinta kasih, welas asih, simpati, dan ketenangan batin di sekolah (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid serta mengingatkan untuk terus mempraktikkan tutur kata sopan di sekolah setiap hari, lalu menutup kelas dengan doa bersama dan salam penutup Buddhis (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret untuk murid yang membutuhkan visualisasi pergaulan sopan santun, serta kartu teks situasi deskriptif untuk murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pada murid yang masih ragu memasangkan sifat luhur, dan memberikan kesempatan memimpin peragaan skenario bagi murid yang cepat memahami konsep.
- Produk: Murid boleh menyampaikan hasil refleksi tindakan empat sifat luhur secara lisan singkat atau melalui penandaan ikon gambar pada lembar refleksi diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik respon cepat dengan isyarat jempol terhadap 2 situasi pergaulan sekolah: (1) Situasi rukun menyapa teman (acuan: jempol atas); (2) Situasi mengejek perbedaan teman (acuan: jempol bawah).
Proses:- Observasi unjuk kerja berpasangan saat memadukan aturan dan sopan santun (kriteria pengamatan: mematuhi giliran bicara, menggunakan kata tolong/maaf/terima kasih, dan menunjukkan gestur menghormati teman).
- Penilaian ketepatan menjodohkan Lembar Kerja 4 tindakan sekolah dengan 4 sifat luhur (acuan: Tindakan 1 ke Metta/Cinta Kasih; Tindakan 2 ke Karuna/Welas Asih; Tindakan 3 ke Mudita/Simpati; Tindakan 4 ke Upekkha/Batin Seimbang).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar refleksi diri perilaku moderat berbasis 4 sifat luhur di sekolah yang memuat 3 pernyataan (kriteria: murid melengkapi 3 centang pilihan ekspresi diri dan menyampaikan minimal 1 bukti perilaku rukun yang telah dilakukannya di sekolah).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja simulasi perpaduan aturan dan sopan santun dalam pergaulan di kelas
- Pemeriksaan ketepatan Lembar Kerja Berpasangan 'Jodoh Sifat Luhur'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memadukan praktik aturan dan sopan santun dalam pergaulan harmonis di sekolah (TP 2.2.3) | Belum mampu memadukan aturan dan sopan santun saat bergaul dengan teman di sekolah walau telah dibimbing. | Mampu memadukan aturan dan sopan santun dalam pergaulan di sekolah dengan bimbingan intensif dan bantuan contoh dari guru. | Mampu memadukan praktik aturan dan sopan santun secara tepat dalam pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah secara mandiri. | Mampu memadukan praktik aturan dan sopan santun dalam pergaulan harmonis di sekolah secara konsisten dan menunjukkan keteladanan bagi teman-temannya. | | Merefleksikan perilaku moderat berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur di sekolah (TP 2.2.4) | Belum mampu mengenali dan merefleksikan perilaku diri yang sesuai dengan nilai empat sifat luhur di sekolah. | Mampu merefleksikan 1-2 perilaku diri terkait nilai empat sifat luhur di sekolah dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guru. | Mampu merefleksikan 3-4 perilaku diri yang moderat dan mendukung kehidupan bersama berlandaskan nilai empat sifat luhur secara mandiri. | Mampu merefleksikan seluruh perilaku diri berlandaskan empat sifat luhur secara mendalam serta mengaitkannya dengan komitmen tindakan nyata di sekolah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah kegiatan bermain peran efektif membantu murid kelas 2 memahami keterkaitan aturan sopan santun dengan pergaulan harmonis?
- Bagaimana respons murid saat diajak merefleksikan sikap moderat berdasarkan nilai Empat Sifat Luhur?
Murid:- Perkataan sopan apa yang paling sering kamu ucapkan kepada teman di kelas hari ini?
- Sifat luhur mana (cinta kasih, welas asih, senang melihat teman senang, atau pemaaf) yang ingin kamu lakukan lagi besok di sekolah?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas dan budaya teman-teman di lingkungan sekolah dan rumah ibadah
- TP 2.2.2 Menyimpulkan identitas agama Buddha dengan keberadaan beragam identitas agama dan kepercayaan lain dalam konteks kelompok sosialnya
- TP 2.2.3 Memadukan praktik aturan dan sopan santun dengan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah
- TP 2.2.4 Merefleksikan perilaku moderat yang mendukung kehidupan bersama berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk tenang dengan kesadaran hening sejenak, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan pemahaman dan praktik indah saling menghargai perbedaan di sekolah secara tertib (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata cara dan membagikan lembar kerja serta kartu panduan simulasi unjuk kerja kelompok, kartu tes lisan, dan jurnal refleksi bergambar (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid dalam kelompok kecil (4-5 anak) secara serentak melaksanakan simulasi unjuk kerja peragaan sikap sopan santun dan apresiasi keragaman berdasarkan kartu skenario situasi sekolah: (1) Skenario saat berbagi meja belajar dengan teman beda agama/budaya; (2) Skenario menyapa teman yang sedang membawa bekal khas daerahnya atau hendak beribadah; guru mengamati dan mencatat peragaan sopan santun (mengucap tolong/maaf/terima kasih), sikap menghargai tanpa mengejek, dan komunikasi harmonis pada lembar observasi (40 menit).
- Tugas 2: Bersamaan dengan dinamika kelas, murid bergiliran maju ke meja guru (durasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) menjawab 2 pertanyaan lisan berbantu 4 kartu gambar identitas keagamaan (gambar Vihara, Masjid, Gereja, Pura). Soal 1: 'Tunjukkan kartu tempat ibadah agama Buddha dan sebutkan namanya!' (acuan: murid menunjuk kartu gambar Vihara dan menyebut 'Vihara'); Soal 2: 'Sebutkan 1 hal yang menjadi ciri ibadah agama Buddha di Vihara di antara keberagaman agama lain!' (acuan: menyebut salah satu ciri tepat seperti kebaktian membaca paritta/penghormatan di depan rupang Buddha/anjali/menyalakan dupa/lilin) (30 menit).
- Tugas 3: Secara serentak seluruh murid mengerjakan lembar kerja jurnal refleksi bergambar berisi 3 butir tindakan empat sifat luhur (Metta, Karuna, Mudita, Upekkha) di lingkungan sekolah: (1) Memilih gambar anak menghibur teman menangis lalu memberi tanda centang pada emotikon tersenyum (acuan: mencentang tanda kasih sayang/menolong); (2) Memberi tanda centang pada pilihan gambar anak yang ikut senang teman mendapat bintang prestasi tanpa rasa iri (acuan: mencentang pilihan tindakan ikut bergembira); (3) Mewarnai kartu tindakan adil saat bermain bersama tanpa membeda-bedakan suku dan agama (acuan: mewarnai gambar bermain bersama secara rukun) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri memeriksa kembali kelengkapan centang dan warna pada lembar jurnal refleksi bergambar miliknya sebelum dikumpulkan ke meja guru (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar refleksi murid dan memberikan penguatan umum bahwa perbedaan adalah keindahan yang dirawat dengan sopan santun dan kasih sayang (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format visual: kartu gambar tempat ibadah berukuran besar dan kartu skenario peragaan dilengkapi ikon visual bagi murid yang membutuhkan panduan visual jelas.
- Proses: Akomodasi waktu: pembacaan butir pertanyaan tes lisan secara perlahan dan artikulatif bagi murid yang membutuhkan kejelasan auditori tanpa mengubah isi pertanyaan.
- Produk: Akomodasi penandaan: murid dapat memberikan tanda centang atau melingkari gambar pilihan pada lembar jurnal refleksi.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian kinerja terpadu melalui simulasi pergaulan santun berkelompok dan tes lisan-visual bergiliran: rekaman lembar observasi peragaan sopan santun dan apresiasi perbedaan dalam kelompok, lembar refleksi gambar sederhana tentang empat sifat luhur, serta hasil tanya jawab lisan singkat mengenai identitas agama Buddha di tengah keberagaman
- simulasi unjuk kerja kelompok: peragaan sikap sopan santun, saling menghargai, dan komunikasi harmonis saat bermain peran situasi interaksi di sekolah dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi peragaan sopan santun dan apresiasi keragaman dengan skala ketercapaian)
- tes lisan bergiliran berbantu kartu gambar: tanggapan lisan tiap murid menjawab 2 pertanyaan pemantik tentang ciri identitas agama Buddha di antara agama lain selama 1,5 menit per murid di meja guru secara bergiliran (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid kelas) (45 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan terstruktur dan rubrik penilaian kelengkapan jawaban)
- jurnal refleksi bergambar serentak: lembar kerja refleksi terbimbing serentak berisi pilihan tanda centang/emotikon dan mewarnai kartu tindakan kasih sayang/empat sifat luhur dalam pertemanan di sekolah (15 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar refleksi bergambar perilaku moderat dan kasih sayang)
Sumatif:- penilaian kinerja terpadu melalui simulasi pergaulan santun berkelompok dan tes lisan-visual bergiliran: rekaman lembar observasi peragaan sopan santun dan apresiasi perbedaan dalam kelompok, lembar refleksi gambar sederhana tentang empat sifat luhur, serta hasil tanya jawab lisan singkat mengenai identitas agama Buddha di tengah keberagaman
- simulasi unjuk kerja kelompok: peragaan sikap sopan santun, saling menghargai, dan komunikasi harmonis saat bermain peran situasi interaksi di sekolah dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 murid secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi peragaan sopan santun dan apresiasi keragaman dengan skala ketercapaian)
- tes lisan bergiliran berbantu kartu gambar: tanggapan lisan tiap murid menjawab 2 pertanyaan pemantik tentang ciri identitas agama Buddha di antara agama lain selama 1,5 menit per murid di meja guru secara bergiliran (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid kelas) (45 menit; individual; instrumen: daftar pertanyaan lisan terstruktur dan rubrik penilaian kelengkapan jawaban)
- jurnal refleksi bergambar serentak: lembar kerja refleksi terbimbing serentak berisi pilihan tanda centang/emotikon dan mewarnai kartu tindakan kasih sayang/empat sifat luhur dalam pertemanan di sekolah (15 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian lembar refleksi bergambar perilaku moderat dan kasih sayang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Peragaan Sopan Santun dan Apresiasi Keragaman (TP 2.2.1 & 2.2.3) | Belum memperagakan ucapan sopan santun dan belum menunjukkan sikap menghargai keragaman teman saat simulasi peran. | Memperagakan 1 ucapan sopan santun (tolong/maaf/terima kasih) namun belum konsisten menunjukkan sikap menghargai keragaman saat simulasi peran. | Memperagakan ucapan sopan santun (tolong/maaf/terima kasih) dan menunjukkan sikap menghargai perbedaan teman tanpa mengejek saat simulasi peran. | Memperagakan ucapan sopan santun secara lengkap dan konsisten serta menunjukkan sikap menghargai perbedaan teman secara harmonis dan proaktif sepanjang simulasi. | | Menyimpulkan Identitas Agama Buddha di Tengah Keberagaman (TP 2.2.2) | Belum tepat menunjuk kartu tempat ibadah Vihara dan belum dapat menyebutkan ciri ibadah agama Buddha. | Tepat menunjuk kartu Vihara (acuan: kartu gambar Vihara di antara Masjid, Gereja, Pura) namun belum tepat menyebutkan ciri ibadah agama Buddha. | Tepat menunjuk kartu Vihara dan tepat menyebutkan 1 ciri ibadah agama Buddha (acuan: kebaktian/paritta/rupang Buddha/anjali/dupa/lilin). | Tepat menunjuk kartu Vihara dan tepat menyebutkan 2 atau lebih ciri identitas ibadah agama Buddha di Vihara secara mandiri dan jelas. | | Refleksi Perilaku Empat Sifat Luhur (TP 2.2.4) | Hanya menyelesaikan 1 butir tanda centang/warna pada jurnal refleksi bergambar sesuai acuan kunci. | Menyelesaikan 2 butir centang/warna pada jurnal refleksi bergambar sesuai acuan kunci (butir menolong teman, ikut gembira, atau bermain rukun). | Menyelesaikan seluruh 3 butir centang dan mewarnai kartu tindakan sesuai acuan kunci (acuan: menolong teman menangis, ikut bergembira teman berprestasi, dan mewarnai bermain rukun tanpa membeda-bedakan). | Menyelesaikan seluruh 3 butir tindakan sesuai acuan kunci secara tepat, rapi, dan mampu menyatakan alasan pilihannya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergiliran dan observasi kelompok berjalan tertib dan tepat waktu?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 2 dalam memadukan sopan santun nyata di tengah keragaman teman sekolah?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini yang paling membuatmu merasa bangga bisa bersikap baik kepada teman?
- Apakah kamu senang bisa mengenal ciri tempat ibadahmu sendiri dan menghormati teman yang berbeda?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas II
- Kartu bergambar pakaian adat dan tradisi budaya teman (Jawa, Batak, Bali, Tionghoa)
- Lembar aktivitas 'Bintang Apresiasi'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Set kartu gambar tempat ibadah dan simbol agama di Indonesia (Vihara, Masjid, Gereja, Pura, Klenteng, Sanggar Kepercayaan)
- Lembar Pengelompokan dan Penyimpulan Identitas berpasangan/mandiri
- Kartu bergambar situasi sopan santun di lingkungan sekolah
- Lembar Kerja Berpasangan 'Jodoh Sifat Luhur'
- Lembar Refleksi Diri Berstiker/Ikon Ekspresi
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II
- Set kartu gambar tempat ibadah (Vihara, Masjid, Gereja, Pura)
- Lembar kerja jurnal refleksi bergambar empat sifat luhur
- Lembar observasi unjuk kerja simulasi pergaulan sekolah
|