MODUL AJAR Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 1 — Identitas Keluargaku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Identitas Keluargaku |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.1.1 Mengidentifikasi pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
- TP 2.1.2 Menceritakan pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
- TP 2.1.3 Menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah
- TP 2.1.4 Menerapkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja anggota keluarga yang tinggal bersama kalian di rumah?
- Apa ciri atau identitas diri kalian yang membedakan dengan anggota keluarga lainnya?
- Apa kebiasaan unik atau hal yang paling kamu sukai saat berkumpul bersama keluargamu di rumah?
- Bagaimana caramu menceritakan nama anggota keluarga dan hal unik yang mereka miliki kepada teman?
- Apa aturan di rumah yang harus kita patuhi setiap hari?
- Bagaimana cara kita bersikap sopan dan berbicara ramah kepada orang tua serta saudara di rumah?
- Bagaimana caramu mengenalkan anggota keluargamu dan keunikan yang mereka miliki kepada orang lain?
- Mengapa kita perlu mematuhi aturan sopan santun dan hidup rukun bersama keluarga di rumah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Pemahaman Identitas Diri dan Anggota Keluarga di Lingkungan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid melantunkan doa pembuka, lalu membimbing praktik duduk hening berkesadaran selama 3 menit untuk memusatkan perhatian (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengenal dan mengidentifikasi identitas diri serta anggota keluarga di lingkungan rumah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan lisan kepada murid untuk menunjuk peran anggota keluarga inti berdasarkan gambar peraga (ayah, ibu, anak) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar ilustrasi keluarga dan menyimak penjelasan guru tentang unsur identitas diri (nama lengkap, panggilan, jenis kelamin, ciri fisik sederhana) serta identitas peran anggota keluarga di rumah (ayah, ibu, kakak, adik) (10 menit).
- Murid secara berpasangan saling menyebutkan nama diri dan anggota keluarga inti yang tinggal bersamanya di rumah dengan panduan pertanyaan terstruktur dari guru (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Mengenali Keluargaku': bergerak dan berdiri di sisi kiri jika tinggal bersama keluarga besar, atau di sisi kanan jika tinggal bersama keluarga inti, guna mengenali keberagaman susunan keluarga masing-masing secara gembira (12 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 4 butir kartu profil: (1) Menyebutkan/menuliskan nama lengkap dan panggilan diri, (2) Memilih jenis kelamin diri (laki-laki/perempuan), (3) Menjodohkan 4 gambar peran anggota keluarga (Ayah -> kepala keluarga/bekerja, Ibu -> mengurus rumah/bekerja, Kakak -> saudara yang lebih tua, Adik -> saudara yang lebih muda), (4) Mencatat jumlah anggota keluarga yang tinggal serumah (16 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak mengheningkan cipta sejenak merefleksikan rasa syukur memiliki keluarga yang merawat dan mengasihi sesuai ajaran cinta kasih (metta) Buddha (4 menit).
- Murid menyampaikan satu hal yang paling disyukuri tentang identitas dirinya dan keberadaan anggota keluarganya di rumah (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali unsur-unsur identitas diri dan anggota keluarga di rumah (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan dan menutup pembelajaran dengan doa penutup serta pelimpahan jasa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar identifikasi bergambar dengan simbol visual peran keluarga bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta lembar teks rincian identitas bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) bagi murid yang memerlukan panduan dalam menuliskan nama peran anggota keluarga, serta memberikan kemandirian penuh bagi murid yang sudah mampu mengidentifikasi tanpa bantuan.
- Produk: Murid dapat melengkapi identifikasi melalui tulisan sederhana, melingkari gambar peran, atau menjodohkan simbol kartu keluarga sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menunjukkan 3 gambar figur (pria dewasa, wanita dewasa, anak kecil) dan meminta murid menyebutkan peran masing-masing dalam keluarga. Acuan jawaban benar: (1) Gambar pria dewasa = Ayah/Bapak; (2) Gambar wanita dewasa = Ibu/Mama; (3) Gambar anak kecil = Anak/Kakak/Adik.
Proses:- Cek lembar kerja identifikasi 4 butir profil: Butir 1 (Nama diri lengkap & panggilan), Butir 2 (Jenis kelamin diri), Butir 3 (Menjodohkan 4 peran: Ayah -> pria kepala keluarga; Ibu -> wanita pengasuh/ibu rumah tangga; Kakak -> saudara lebih tua; Adik -> saudara lebih muda), Butir 4 (Menyebutkan jumlah anggota keluarga serumah). Kriteria berhasil: tepat melengkapi minimal 3 dari 4 butir profil.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Guru menanyakan secara acak kepada murid untuk menyebutkan 2 identitas peran keluarga di rumah beserta ciri perannya. Acuan jawaban: Murid menyebutkan 2 dari peran berikut secara tepat: Ayah (orang tua laki-laki), Ibu (orang tua perempuan), Kakak (saudara yang lahir lebih dulu/lebih tua), atau Adik (saudara yang lahir kemudian/lebih muda).
Formatif:- Observasi partisipasi aktif murid dalam permainan 'Mengenali Keluargaku'
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi Diri dan Anggota Keluarga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri dan anggota keluarga di rumah | Belum mampu mengidentifikasi identitas diri dan peran anggota keluarga di rumah (hanya 0-1 butir identifikasi yang tepat dari 4 butir acuan). | Mulai mampu mengidentifikasi identitas diri dan anggota keluarga di rumah namun masih membutuhkan bimbingan penuh guru (tepat 2 butir identifikasi dari 4 butir acuan). | Mampu mengidentifikasi identitas diri dan anggota keluarga di rumah secara tepat dan mandiri (tepat 3 butir identifikasi dari 4 butir acuan). | Sangat terampil dan mandiri mengidentifikasi seluruh identitas diri serta seluruh peran anggota keluarga di rumah secara lengkap dan tepat (tepat 4 butir identifikasi dari 4 butir acuan: nama & panggilan, jenis kelamin, peran keluarga, dan jumlah anggota keluarga). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan 'Mengenali Keluargaku' berhasil menciptakan suasana belajar yang menggembirakan bagi murid kelas 2?
- Bagian materi mana dari identifikasi peran keluarga yang masih membutuhkan penjelasan tambahan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain mengenali keluarga tadi?
- Apakah kamu sekarang sudah tahu peran ayah, ibu, kakak, dan adikmu di rumah?
Pertemuan 2 — Menceritakan Pemahaman Identitas Diri dan Keunikan Keluarga di Lingkungan Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.2 Menceritakan pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak (mindful breathing) untuk memusatkan perhatian, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan identitas diri dan keunikan keluarga di lingkungan rumah (5 menit).
- Asesmen Awal diagnostik lisan: Guru memanggil 3 perwakilan murid untuk menjawab pertanyaan diagnostik singkat: 'Sebutkan namamu, peranmu di rumah, serta 1 keunikan/kebiasaan keluargamu!' dengan kriteria penerimaan: memuat nama diri, peran anak di rumah, dan 1 kebiasaan/keunikan keluarga konkret (misal: 'Saya Rudi, anak pertama, keluarga saya suka menyiram bunga bersama tiap pagi') (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan cerita teladan keluarga buddhis sederhana tentang 'Keluarga Rahula yang Rukun' yang memuat unsur identitas (nama diri, panggilan anggota keluarga: ayah, ibu, anak) serta keunikan kegiatan di rumah (berdoa dan merawat tanaman bersama) (10 menit).
- Guru memberikan panduan kerangka cerita 3 unsur identitas keluarga di rumah: (1) Identitas diri (nama dan peran di rumah), (2) Anggota keluarga di rumah (siapa saja yang tinggal bersama), dan (3) Keunikan/kebiasaan khas keluarga (hal menarik yang sering dilakukan bersama) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menerapkan aktivitas menggembirakan 'Estafet Tongkat Cerita': Murid duduk melingkar sambil menyanyikan lagu riang 'Satu-Satu Aku Sayang Ibu' dan mengoper tongkat boneka; murid yang memegang boneka saat lagu berhenti mendapat giliran pertama untuk berlatih menceritakan 1 unsur identitas dirinya secara ceria (15 menit).
- Murid secara berpasangan saling menceritakan pemahaman identitas diri dan keunikan keluarganya menggunakan 3 panduan unsur: identitas diri, anggota keluarga di rumah, dan 1 keunikan keluarga (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menceritakan identitas diri dan keunikan keluarganya di hadapan guru/kelas dengan acuan kelengkapan 3 unsur: (1) identitas diri (nama & peran), (2) anggota keluarga di rumah (nama/panggilan anggota keluarga), dan (3) keunikan keluarga di rumah (kebiasaan/kegemaran bersama), sementara guru mencatat performa pada lembar observasi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merefleksikan pengalamannya setelah menceritakan identitas dan keunikan keluarganya di rumah dengan menjawab panduan refleksi: 'Bagian mana dari cerita keluargamu yang paling membuatmu bangga?' (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan bahwa setiap keluarga memiliki identitas dan keunikan tersendiri yang patut disyukuri dan dihargai (5 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan melafalkan doa penutup dan mengucapkan salam Buddhis bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar 3 simbol (ikon diri, ikon rumah/anggota, ikon kebiasaan bersama), sedangkan murid yang cepat menceritakan keunikan keluarga dengan variasi 2 kebiasaan khas yang berbeda.
- Proses: Murid yang belum lancar bercerita dipandu pertanyaan pemantik bertahap oleh guru, sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan secara mandiri dan runtut langsung kepada teman pasangannya.
- Produk: Semua murid menceritakan secara lisan; murid yang memerlukan dukungan dapat menceritakan dengan bantuan menunjuk gambar anggota keluarga yang dibawanya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan namamu, peranmu di rumah, serta 1 keunikan/kebiasaan keluargamu!' (Kriteria penerimaan: murid dapat menyebutkan nama diri, peran anak di rumah, dan minimal 1 kegiatan/kebiasaan khas keluarga di rumah seperti makan bersama atau merawat tanaman).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pemahaman identitas diri dan keunikan keluarga di lingkungan rumah dengan panduan 3 unsur: (1) identitas diri [nama dan peran], (2) anggota keluarga di rumah [nama/panggilan anggota keluarga], dan (3) keunikan keluarga [kebiasaan/kegemaran bersama di rumah].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan kembali 3 hal pokok yang harus diceritakan tentang keluarga (Kunci acuan: 1. Identitas diri sendiri; 2. Anggota keluarga di rumah; 3. Keunikan/kebiasaan keluarga).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan pemahaman identitas diri dan keunikan keluarga di lingkungan rumah berdasarkan kelengkapan 3 unsur cerita.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Unsur Cerita Identitas Diri dan Keluarga (Acuan 3 unsur: 1. Identitas diri [nama & peran], 2. Anggota keluarga [sebutan/nama orang tua/saudara], 3. Keunikan keluarga [kebiasaan/hal khas bersama di rumah]) | Belum mampu menceritakan unsur identitas diri maupun keunikan keluarga di rumah (memerlukan panduan penuh untuk menyebutkan 1 unsur). | Menceritakan 1 dari 3 unsur cerita identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah secara tepat. | Menceritakan 2 dari 3 unsur cerita identitas diri dan keunikan keluarga di lingkungan rumah secara tepat. | Menceritakan seluruh 3 unsur cerita identitas diri dan keunikan keluarga di lingkungan rumah secara lengkap dan tepat tanpa memerlukan bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memfasilitasi setiap murid berlatih dan menceritakan identitas keluarganya?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas estafet tongkat cerita untuk membangun rasa percaya diri saat bercerita?
Murid:- Bagian mana dari cerita tentang keluargamu yang paling kamu senangi?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga saat menceritakan keluargamu kepada teman-teman?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Praktik Aturan dan Sopan Santun serta Prinsip Pergaulan Harmonis di Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.3 Menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah
- TP 2.1.4 Menerapkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening dan memusatkan pikiran sejenak dengan berkesadaran (mindfulness napas) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan praktik aturan, sopan santun, dan menerapkan prinsip pergaulan harmonis di lingkungan rumah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dan gerak tangan: Guru menyebutkan 3 perilaku dan meminta murid menunjukkan gestur jempol ke atas jika sopan/sesuai aturan rumah, atau jempol ke bawah jika tidak sopan/melanggar aturan: (1) Berpamitan dengan merangkapkan tangan (anjali) sebelum berangkat sekolah [Acuan: Benar/Sopan], (2) Berteriak memanggil kakak saat meminta tolong [Acuan: Salah/Tidak sopan], (3) Merapikan tempat tidur sendiri setelah bangun pagi [Acuan: Benar/Sopan] (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati 4 kartu ilustrasi bergambar perilaku di rumah yang ditampilkan guru di papan: Kartu A (Anak mencium tangan/bersikap anjali saat berpamitan kepada orang tua), Kartu B (Anak merapikan mainan ke kotak penyimpanan), Kartu C (Kakak beradik bergantian menggunakan pensil warna dan saling meminjamkan dengan tersenyum), Kartu D (Anak mengucapkan terima kasih saat menerima makanan dari ibu) (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi makna dari tiap kartu: Kartu A menunjukkan sopan santun menghormati orang tua; Kartu B menunjukkan mematuhi aturan rumah menjaga kerapian; Kartu C menunjukkan prinsip pergaulan harmonis berbagi dengan saudara; Kartu D menunjukkan sopan santun bertutur kata ramah di rumah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam permainan simulasi peran berpasangan yang menggembirakan 'Aksi Sahabat Rumah', murid berpasangan mempraktikkan 3 simulasi situasi nyata di rumah: (1) Situasi A: Mempraktikkan sikap sopan santun berpamitan kepada orang tua dengan bersikap anjali dan mengucapkan salam sopan, (2) Situasi B: Menerapkan aturan merapikan alat belajar bersama pasangan ke dalam tas secara tertib, (3) Situasi C: Menerapkan prinsip pergaulan harmonis meminta izin dan mengucapkan terima kasih saat meminjam penghapus teman (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Praktik Mandiri berupa menjodohkan 4 pernyataan perilaku di rumah dengan kategori yang tepat: (1) 'Merapikan meja belajar setelah selesai belajar' -> [Kategori: Aturan di Rumah], (2) 'Mengucapkan kata tolong saat meminta bantuan' -> [Kategori: Sopan Santun di Rumah], (3) 'Berbagi camilan secara adil kepada adik tanpa berebut' -> [Kategori: Pergaulan Harmonis di Rumah], (4) 'Mengetuk pintu dan mengucapkan salam sebelum masuk kamar orang tua' -> [Kategori: Sopan Santun di Rumah] (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan perasaan dan kebiasaan mereka dalam mematuhi aturan serta bersikap santun di rumah: 'Apakah aku sudah terbiasa menyapa orang tua dengan sopan dan hidup rukun dengan saudaraku hari ini?' (10 menit).
- Murid memilih 1 kartu komitmen perilaku Buddhis bergambar (dari 3 pilihan: [1] Berbicara santun kepada orang tua, [2] Merapikan mainan sendiri, [3] Rukun dan berbagi dengan saudara) untuk diterapkan secara nyata di rumah sepulang sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mematuhi aturan, menjaga sopan santun, dan saling menghargai akan menciptakan keluarga yang harmonis, bahagia, dan penuh berkah (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa konfirmasi lisan dan umpan balik langsung atas pemahaman praktik sopan santun dan aturan rumah (5 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa penutup Buddhis dan pengucapan salam 'Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta' (Semoga semua makhluk berbahagia) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan simbol visual jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit, serta kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi secara langsung dalam memeragakan salam anjali dan meminta tolong. Untuk murid yang cepat, diberi tantangan mendemonstrasikan peragaan simulasi situasi pergaulan harmonis saat terjadi perbedaan pendapat tentang mainan di rumah.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman aturan dan sopan santun melalui peragaan langsung (kinestetik) atau dengan mencentang/menjodohkan pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik gerak jempol atas/bawah terhadap 3 perilaku di rumah: (1) Berpamitan dengan merangkapkan tangan (anjali) [Kunci acuan: Benar/Sopan], (2) Berteriak memanggil kakak [Kunci acuan: Salah/Tidak sopan], (3) Merapikan tempat tidur sendiri setelah bangun [Kunci acuan: Benar/Sesuai aturan].
Proses:- Pengamatan saat murid melakukan simulasi peran berpasangan 3 situasi: (1) Berpamitan anjali kepada orang tua, (2) Merapikan alat belajar sesuai aturan, (3) Berbagi dan meminta izin dengan tutur kata santun kepada saudara.
- Pemeriksaan Lembar Kerja Menjodohkan 4 butir: Butir 1 pasangannya 'Aturan di Rumah', Butir 2 pasangannya 'Sopan Santun di Rumah', Butir 3 pasangannya 'Pergaulan Harmonis di Rumah', Butir 4 pasangannya 'Sopan Santun di Rumah'.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan 2 butir pada penutup: (1) Sebutkan 1 contoh kata sopan saat membutuhkan bantuan orang tua! [Acuan jawaban: kata 'tolong'], (2) Sebutkan 1 contoh tindakan agar pergaulan dengan saudara tetap rukun dan harmonis! [Acuan jawaban: berbagi mainan/makanan, tidak berebut, saling meminjamkan].
Formatif:- Observasi unjuk kerja simulasi peran praktik sopan santun dan aturan di rumah
- Pemeriksaan Lembar Kerja Praktik Menjodohkan 4 perilaku rumah dengan kategorinya
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah | Belum mampu menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah meski telah diberikan bimbingan. | Mampu menunjukkan 1 praktik aturan atau sopan santun di lingkungan rumah dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu menunjukkan 2 sampai 3 praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah secara tepat dan mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh (4) praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah secara konsisten, tepat, dan mandiri. | | Menerapkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah | Belum mampu menerapkan prinsip pergaulan harmonis di lingkungan rumah saat kegiatan simulasi. | Mampu menerapkan prinsip pergaulan harmonis (berbagi atau saling meminjamkan) di lingkungan rumah namun masih perlu diingatkan guru. | Mampu menerapkan prinsip pergaulan harmonis di lingkungan rumah secara mandiri dan bersikap ramah. | Mampu menerapkan prinsip pergaulan harmonis di lingkungan rumah secara konsisten, penuh kesadaran kasih sayang, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas simulasi peran berhasil membantu seluruh murid mempraktikkan sopan santun dan aturan rumah secara nyata?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah berjalan secara efektif dan menggembirakan?
Murid:- Perilaku sopan santun apa yang sudah berhasil aku peragakan bersama teman hari ini?
- Aturan rumah apa yang akan aku patuhi dengan tertib di rumah nanti sore?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.1.1 Mengidentifikasi pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
- TP 2.1.2 Menceritakan pemahaman identitas diri dan keluarga di lingkungan rumah
- TP 2.1.3 Menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di lingkungan rumah
- TP 2.1.4 Menerapkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan rumah
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam Buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening sejenak untuk menenangkan pikiran, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan sumatif Bab 1, yaitu mengumpulkan lembar ceklis rumah, menyelesaikan lembar kerja visual mandiri, serta unjuk kerja bercerita tentang keluarga di meja guru (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif: (1) pengerjaan serentak lembar kerja visual di meja masing-masing, (2) panggilan bergiliran ke meja guru untuk penuturan lisan identitas dan keunikan keluarga selama 1,5 menit, dan (3) penyerahan lembar ceklis pembiasaan rumah yang telah diisi orang tua (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja visual (total 45 menit) yang berisi: Bagian A (Memasangkan 3 gambar anggota keluarga dengan sebutannya: [1] Gambar pria dewasa berkacamata -> Ayah, [2] Gambar wanita dewasa menggendong adik -> Ibu, [3] Gambar anak laki-laki berpakaian seragam SD -> Kakak/Diri Sendiri); Bagian B (Mewarnai 1 simbol gambar peran anak membantu orang tua di rumah: opsi gambar anak menyapu lantai vs gambar anak mencoret dinding; acuan benar: anak menyapu lantai); Bagian C (Menandai tanda centang pada 2 dari 4 gambar yang mencerminkan kerukunan dan bakti di rumah: [1] Membantu ibu merapikan meja makan [centang], [2] Berebut mainan sampai menangis [silang], [3] Menyapa adik dengan tersenyum saat belajar bersama [centang], [4] Menolak perintah ayah dengan berteriak [silang]) (35 menit).
- Secara bergantian saat kelas mengerjakan lembar kerja visual, guru memanggil setiap murid ke meja guru untuk unjuk kerja penuturan lisan singkat selama 1,5 menit (kuota hingga 30 giliran, total 45 menit). Murid menceritakan pemahaman identitas diri dan keunikan keluarganya (acuan isi cerita: menyebutkan nama lengkap diri, peran diri di rumah, sebutan anggota keluarga inti yang tinggal serumah, serta 1 keunikan/kekhasan keluarga seperti hobi bersama atau makanan kesukaan keluarga) (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan dan memverifikasi lembar ceklis konfirmasi perilaku sopan santun dan ketaatan aturan dari orang tua (memuat 3 butir amatan: salam/anjali sebelum bepergian, berbicara santun kepada orang tua, serta merapikan barang pribadi setelah dipakai) serta memberi kesempatan murid merenungkan apakah pembiasaan sopan santun tersebut sudah konsisten dilakukan di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 1 berlangsung (3 menit).
- Guru menutup rangkaian pembelajaran Bab 1 'Identitas Keluargaku' dengan doa bersama dan salam penutup Buddhis (Namo Buddhaya) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten materi demi menjaga standarisasi asesmen sumatif bab.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk tugas secara lisan bagi murid yang mengalami hambatan kelancaran membaca teks instruksi, tanpa mengubah bobot atau isi soal.
- Produk: Produk portofolio dan unjuk kerja lisan seragam sesuai acuan ATP sumatif.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian portofolio terpadu melalui lembar kerja visual reflektif di kelas dan unjuk kerja penuturan lisan bergantian di meja guru: lembar kerja bergambar berisi identifikasi identitas diri/keluarga dan refleksi penerapan kerukunan/kesopanan di rumah, dilengkapi rekaman penilaian lisan tentang keunikan keluarga serta lembar cek pembiasaan sopan santun dari rumah
- penugasan lembar kerja visual serentak: lembar kerja murid dengan aktivitas memasangkan gambar anggota keluarga, mewarnai simbol peran diri di rumah, serta menandai pilihan gambar sikap rukun dan bakti terhadap keluarga yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja visual)
- unjuk kerja lisan bergantian: penuturan lisan singkat selama 1,5 menit per murid di meja guru tentang anggota keluarga dan keunikan identitas keluarganya secara bergantian saat kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota, mencukupi 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
- penilaian autentik pembiasaan rumah: lembar ceklis konfirmasi perilaku sopan santun dan ketaatan aturan keluarga (misal: salam/anjali sebelum berangkat, berbicara santun, merapikan barang) yang diisi oleh orang tua di rumah dan diverifikasi guru di kelas (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan sopan santun di rumah)
Sumatif:- penilaian portofolio terpadu melalui lembar kerja visual reflektif di kelas dan unjuk kerja penuturan lisan bergantian di meja guru: lembar kerja bergambar berisi identifikasi identitas diri/keluarga dan refleksi penerapan kerukunan/kesopanan di rumah, dilengkapi rekaman penilaian lisan tentang keunikan keluarga serta lembar cek pembiasaan sopan santun dari rumah
- penugasan lembar kerja visual serentak: lembar kerja murid dengan aktivitas memasangkan gambar anggota keluarga, mewarnai simbol peran diri di rumah, serta menandai pilihan gambar sikap rukun dan bakti terhadap keluarga yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja visual)
- unjuk kerja lisan bergantian: penuturan lisan singkat selama 1,5 menit per murid di meja guru tentang anggota keluarga dan keunikan identitas keluarganya secara bergantian saat kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 kuota, mencukupi 28 murid) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
- penilaian autentik pembiasaan rumah: lembar ceklis konfirmasi perilaku sopan santun dan ketaatan aturan keluarga (misal: salam/anjali sebelum berangkat, berbicara santun, merapikan barang) yang diisi oleh orang tua di rumah dan diverifikasi guru di kelas (15 menit; individual; instrumen: lembar ceklis pembiasaan sopan santun di rumah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi identitas diri dan anggota keluarga (TP 2.1.1) | Hanya mampu memasangkan 1 gambar anggota keluarga atau keliru menentukan simbol peran diri (acuan: Ayah, Ibu, Kakak/Diri Sendiri, dan menyapu lantai). | Mampu memasangkan 2 gambar anggota keluarga dengan tepat dan mewarnai simbol peran diri membantu di rumah (acuan: menyapu lantai). | Mampu memasangkan seluruh 3 gambar anggota keluarga (Ayah, Ibu, Kakak) dengan tepat serta mewarnai simbol peran diri menyapu lantai secara tepat. | Mampu memasangkan seluruh 3 gambar anggota keluarga (Ayah, Ibu, Kakak) dan peran diri secara tepat mandiri tanpa keraguan atau revisi. | | Menceritakan identitas diri dan keunikan keluarga (TP 2.1.2) | Hanya menyebutkan nama diri tanpa menceritakan anggota keluarga maupun keunikan keluarganya. | Menyebutkan nama diri dan anggota keluarga inti serumah, namun belum menceritakan keunikan keluarganya. | Menceritakan nama diri, peran diri, anggota keluarga, serta 1 keunikan keluarga secara jelas dan runut. | Menceritakan nama diri, peran diri, anggota keluarga, dan keunikan keluarga secara lengkap, runut, dan mandiri tanpa panduan pertanyaan pancingan dari guru. | | Menunjukkan praktik aturan dan sopan santun di rumah (TP 2.1.3) | Hanya 1 dari 3 indikator pembiasaan di rumah (salam/anjali, bicara santun, merapikan barang) yang terkonfirmasi terlaksana pada lembar ceklis orang tua. | 2 dari 3 indikator pembiasaan di rumah (salam/anjali, bicara santun, merapikan barang) terkonfirmasi terlaksana pada lembar ceklis orang tua. | Seluruh 3 indikator pembiasaan di rumah (salam/anjali, bicara santun, merapikan barang) terkonfirmasi terlaksana secara konsisten pada lembar ceklis orang tua. | Seluruh 3 indikator pembiasaan di rumah terkonfirmasi selalu konsisten disertai catatan mandiri positif dari orang tua mengenai keteladanan sopan santun murid. | | Menerapkan prinsip pergaulan harmonis di rumah (TP 2.1.4) | Hanya menandai dengan tepat 1 dari 4 pilihan gambar sikap rukun dan bakti di rumah. | Menandai dengan tepat 2 atau 3 dari 4 pilihan gambar sikap rukun dan bakti di rumah. | Menandai dengan tepat seluruh 4 pilihan gambar sikap rukun dan bakti di rumah (membantu merapikan meja [centang], berebut mainan [silang], belajar bersama adik [centang], membantah dengan berteriak [silang]). | Menandai dengan tepat seluruh 4 pilihan gambar sikap rukun dan bakti di rumah secara mandiri serta mampu menjelaskan alasan pemilihannya jika dikonfirmasi guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu selama 45 menit pengerjaan lembar kerja serentak dan giliran unjuk kerja lisan 1,5 menit per murid berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana validitas data pembiasaan sopan santun dari orang tua dalam menggambarkan perilaku nyata murid di rumah?
Murid:- Bagian mana dari lembar asesmen hari ini yang paling mudah kamu kerjakan?
- Apakah kamu merasa bangga saat menceritakan keluargamu kepada Bapak/Ibu guru di meja depan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021, Penulis: Roch Aksiadi & Pujimin)
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti SD Kelas II
- Kartu bergambar peran anggota keluarga (Ayah, Ibu, Anak/Kakak/Adik)
- Lembar Kerja Identifikasi Keluargaku
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II.
- Media tongkat boneka untuk permainan estafet cerita dan foto/ilustrasi keluarga bahagia.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II
- Set 4 Kartu Bergambar Ilustrasi Perilaku Sopan Santun dan Aturan di Rumah
- Lembar Kerja Praktik Menjodohkan Perilaku Rumah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Lembar Kerja Visual Asesmen Sumatif Bab 1.
- Lembar Ceklis Pembiasaan Sopan Santun dan Aturan di Rumah (kemitraan orang tua).
|