Modul AjarPertemuan 7Bab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Bersikap Bijak: Pilihan Sikap dalam Pergaulan Sesuai Nilai Luhur

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Bersikap Bijak: Pilihan Sikap dalam Pergaulan Sesuai Nilai Luhur". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Bersikap Bijak: Pilihan Sikap dalam Pergaulan Sesuai Nilai Luhur

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 9 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bersikap Bijak: Pilihan Sikap dalam Pergaulan Sesuai Nilai Luhur

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBersikap Bijak: Pilihan Sikap dalam Pergaulan Sesuai Nilai Luhur
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memilih sikap yang tepat untuk menghadapi masalah dalam pergaulan dengan teman sebaya sesuai dengan nilai-nilai kediaman luhur.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap serta perilaku bijak dalam berteman yang mencerminkan nilai-nilai kediaman luhur dan sifat-sifat luhur tokoh Buddhis inspiratif.
  3. Murid dapat memahami musyawarah sederhana untuk mufakat di lingkungan sekolah berlandaskan empat sifat luhur dalam menyelesaikan masalah pertemanan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian bertengkar dengan teman? Apa yang kalian lakukan untuk menyelesaikannya?
  2. Bagaimana cara kita memilih sikap yang baik saat ada masalah dengan teman?
  3. Apa yang Buddha ajarkan tentang cara berteman yang bijak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid duduk dengan nyaman dan melakukan latihan pernapasan sadar penuh (3 tarikan napas dalam) untuk memusatkan perhatian.
  • Guru menyapa murid dengan ramah dan menanyakan kabar mereka hari ini.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar memilih sikap bijak saat ada masalah dengan teman.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah bertengkar dengan teman? Apa yang kalian rasakan saat itu?'
  • Guru menghubungkan jawaban murid dengan topik pembelajaran hari ini tentang bersikap bijak dalam pergaulan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merenungkan sabda Buddha tentang berteman dengan sahabat yang baik dan berbudi luhur (Dhammapada, Pandita Vagga 78).
  • Guru membacakan cerita sederhana tentang dua anak yang bertengkar karena rebutan mainan, lalu menyelesaikannya dengan musyawarah.
  • Guru menjelaskan nilai-nilai kediaman luhur: metta (cinta kasih), karuna (welas asih), mudita (ikut senang), dan upekkha (keseimbangan batin).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang empat sifat luhur dan contoh penerapannya dalam pergaulan sehari-hari.
  • Guru menunjukkan gambar berbagai situasi pertemanan (bertengkar, berbagi, membantu, memaafkan) dan meminta murid mengidentifikasi sikap mana yang bijak.
  • Murid bersama guru mendiskusikan mengapa musyawarah penting untuk menyelesaikan masalah dengan teman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak) dan memberikan kartu situasi masalah pertemanan (contoh: teman tidak mau berbagi, teman mengejek, teman sedih).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk memilih sikap bijak yang sesuai nilai kediaman luhur untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  • Murid dalam kelompok melakukan musyawarah sederhana untuk mencapai mufakat tentang solusi terbaik.
  • Setiap kelompok mempraktikkan sikap bijak pilihan mereka melalui bermain peran di depan kelas.
  • Kelompok lain mengamati dan memberikan tanggapan: apakah sikap yang dipilih sudah mencerminkan nilai-nilai luhur.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan memperkuat pemahaman tentang sikap bijak dalam berteman.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan merefleksikan pengalaman belajar hari ini.
  • Murid diminta menceritakan: 'Apa yang kalian pelajari tentang cara bijak menghadapi masalah dengan teman?'
  • Murid berbagi perasaan mereka saat melakukan musyawarah dan bermain peran.
  • Guru mengajak murid merefleksikan: 'Nilai luhur mana yang paling penting untuk kalian terapkan besok saat berteman?'
  • Murid menuliskan atau menggambar satu sikap bijak yang akan mereka praktikkan di sekolah pada lembar refleksi.
  • Guru menutup refleksi dengan mengingatkan bahwa bersikap bijak adalah latihan setiap hari, seperti tokoh Buddhis inspiratif yang selalu menebarkan cinta kasih.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan dua sikap bijak yang telah dipelajari hari ini.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar memilih sikap bijak sesuai nilai kediaman luhur dan musyawarah untuk menyelesaikan masalah dengan teman.'
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi aktif murid.
  • Guru mengajak murid melakukan penutupan dengan afirmasi bersama: 'Saya akan bersikap bijak dan penuh cinta kasih kepada teman-teman saya.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam dan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan cerita masalah pertemanan yang lebih kompleks (melibatkan 3-4 tokoh). Murid yang lambat diberikan situasi sederhana dengan 2 tokoh dan pilihan sikap bergambar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dibimbing guru saat diskusi kelompok dan diberikan contoh kalimat untuk musyawarah. Murid mandiri diberi kebebasan memilih cara presentasi (bermain peran, bercerita, atau menggambar).
  • Produk: Murid dapat memilih untuk menunjukkan pemahaman melalui bermain peran, menggambar komik sederhana tentang sikap bijak, atau menceritakan secara lisan solusi masalah pertemanan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab pengalaman murid tentang masalah pertemanan yang pernah dialami.
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang cara menyelesaikan konflik dengan teman.

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid dapat menyampaikan pendapat dan mendengarkan teman.
  • Pengamatan saat murid melakukan musyawarah: apakah mereka menerapkan sikap saling menghargai.
  • Penilaian bermain peran: kesesuaian sikap yang dipilih dengan nilai kediaman luhur.
  • Tanya jawab spontan untuk mengecek pemahaman murid tentang empat sifat luhur.

Akhir:

  • Murid menyebutkan minimal dua sikap bijak yang dipelajari hari ini.
  • Penilaian lembar refleksi: murid menuliskan atau menggambar satu sikap bijak yang akan diterapkan.
  • Guru menilai kemampuan murid menjelaskan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan masalah pertemanan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok dan musyawarah.
  • Penilaian proses saat murid bermain peran menunjukkan sikap bijak.
  • Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid tentang nilai kediaman luhur.

Sumatif:

  • Penilaian hasil refleksi tertulis atau gambar murid tentang sikap bijak yang akan diterapkan.
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan dan menjelaskan sikap bijak sesuai nilai luhur di akhir pembelajaran.
  • Rubrik penilaian bermain peran berdasarkan kesesuaian sikap dengan nilai kediaman luhur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman nilai kediaman luhur dalam pergaulanMurid belum dapat menyebutkan nilai kediaman luhur dan belum memahami pentingnya dalam berteman.Murid dapat menyebutkan 1 nilai kediaman luhur dengan bantuan guru tetapi belum dapat menjelaskan penerapannya.Murid dapat menyebutkan 2-3 nilai kediaman luhur dan memberikan contoh sederhana penerapannya dalam berteman.Murid dapat menyebutkan keempat nilai kediaman luhur dan menjelaskan dengan jelas penerapannya dalam berbagai situasi pertemanan.
Kemampuan memilih sikap bijak menghadapi masalah pertemananMurid belum dapat memilih sikap yang tepat dan masih menunjukkan sikap egois atau reaktif.Murid mulai dapat memilih sikap bijak dengan banyak bantuan guru dan masih ragu-ragu dalam menerapkannya.Murid dapat memilih sikap bijak yang sesuai nilai luhur dan menunjukkannya dalam bermain peran dengan sedikit bantuan.Murid dapat memilih sikap bijak secara mandiri, menjelaskan alasannya, dan menunjukkan sikap tersebut dengan percaya diri dan konsisten.
Partisipasi dalam musyawarah sederhanaMurid tidak berpartisipasi dalam musyawarah dan tidak mau mendengarkan pendapat teman.Murid mulai berpartisipasi tetapi masih mendominasi atau sebaliknya terlalu pasif, belum menunjukkan sikap menghargai.Murid berpartisipasi aktif dalam musyawarah, dapat menyampaikan pendapat dan mendengarkan teman dengan baik.Murid aktif bermusyawarah, menghargai pendapat berbeda, mampu mencapai mufakat dengan menerapkan empat sifat luhur, dan membantu teman yang kesulitan.
Refleksi dan komitmen menerapkan sikap bijakMurid tidak dapat merefleksikan pembelajaran dan tidak menunjukkan keinginan untuk menerapkan sikap bijak.Murid dapat merefleksikan dengan bantuan guru tetapi komitmen untuk menerapkan masih lemah.Murid dapat merefleksikan pembelajaran dengan baik dan menyatakan komitmen untuk menerapkan satu sikap bijak.Murid merefleksikan pembelajaran secara mendalam, menyatakan komitmen jelas untuk menerapkan beberapa sikap bijak, dan dapat menjelaskan manfaatnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi dan musyawarah? Murid mana yang memerlukan dukungan lebih?
  • Apakah strategi pembelajaran (bermain peran dan musyawarah) efektif membantu murid memahami sikap bijak?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih mampu menerapkan nilai kediaman luhur?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Sikap bijak apa yang akan kamu terapkan besok saat berteman?
  • Bagaimana perasaanmu saat melakukan musyawarah dengan teman?
  • Apa yang masih sulit kamu pahami tentang cara berteman yang bijak?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 (Bab 2: Aku dan Temanku, Bab 9: Pandai Berteman)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Dhammapada (Pandita Vagga 78) tentang berteman dengan sahabat yang baik
  4. Kartu situasi masalah pertemanan (disiapkan guru)
  5. Gambar ilustrasi berbagai sikap dalam berteman
  6. Lembar refleksi untuk murid (kertas gambar/tulisan)
  7. Alat tulis dan crayon untuk menggambar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.