Modul AjarBab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 9: Pandai Berteman

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 9 "Pandai Berteman", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 9: Pandai Berteman

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 9 — Pandai Berteman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 9 — Pandai Berteman
Alokasi Waktu14 JP (14 x 35 menit = 490 menit)
Jumlah Pertemuan5
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.9.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
  2. TP 1.9.2 Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya dalam bergaul dengan teman sebaya
  3. TP 1.9.3 Mempraktikkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah
  4. TP 1.9.4 Menunjukkan perilaku berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur yang mendukung kehidupan bersama teman

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah agama dan rumah ibadah semua teman kalian sama dengan kalian?
  2. Bagaimana perasaan kalian saat memiliki teman bermain yang berbeda agama dan suku?
  3. Apa kata yang baik diucapkan saat kalian bertemu teman di pagi hari?
  4. Bagaimana cara kita meminta bantuan teman agar terdengar sopan dan tidak menyinggung perasaan?
  5. Apa yang kita lakukan saat bermain bersama teman di sekolah agar tidak bertengkar?
  6. Bagaimana cara kita bersikap tenang dan rukun bersama teman saat berada di vihara atau tempat ibadah?
  7. Apa yang kita lakukan saat melihat teman tersenyum senang mendapatkan nilai bagus?
  8. Bagaimana sikap kita saat ada teman yang terjatuh di halaman sekolah?
  9. Bagaimana caramu menyapa teman yang berbeda agama atau suku saat bermain bersama?
  10. Apa yang kamu lakukan jika melihat teman bersedih atau berbuat salah kepadamu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan Apresiasi terhadap Keragaman Identitas Teman di Rumah, Sekolah, dan Rumah Ibadah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis (Namo Buddhaya), mengajak murid duduk hening berkesadaran selama 2 menit untuk menenangkan pikiran, lalu mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu gambar anak beribadah di rumah ibadah yang berbeda dan mengajukan pertanyaan kesiapan: 'Siapakah yang tahu nama tempat ibadah pada gambar ini?' (acuan jawaban: Pura untuk agama Hindu, Wihara untuk agama Buddha, Masjid untuk agama Islam) untuk mengelompokkan kesiapan murid mengenali keragaman identitas teman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati 4 kartu figur teman dengan latar keragaman identitas agama dan rumah ibadah: (1) Karuna beragama Buddha beribadah di Wihara, (2) Siti beragama Islam beribadah di Masjid, (3) Putu beragama Hindu beribadah di Pura, dan (4) Edo beragama Kristen beribadah di Gereja, lalu menyimak penjelasan singkat guru bahwa setiap teman memiliki identitas unik di rumah, sekolah, dan rumah ibadah (10 menit).
  • Murid menunjuk kartu figur teman dan menyebutkan kembali identitas keragamannya secara berpasangan dengan bimbingan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan kartu ceria 'Pasangan Sahabat Rukun': setiap murid menerima satu kartu identitas teman atau kartu rumah ibadah, lalu bergerak mencari pasangan kartu yang sesuai diiringi tepuk tangan berirama, dengan rincian 4 pasangan: (1) Karuna-Buddha berpasangan dengan gambar Wihara, (2) Siti-Islam berpasangan dengan gambar Masjid, (3) Putu-Hindu berpasangan dengan gambar Pura, (4) Edo-Kristen berpasangan dengan gambar Gereja (15 menit).
  • Setelah berpasangan, murid menunjukkan apresiasi dengan memberi senyuman hangat dan mengucapkan kalimat persahabatan ramah: 'Senang berteman denganmu walau kita berbeda' kepada pasangannya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak duduk melingkar dan merefleksikan perasaannya saat memiliki teman yang berbeda identitas melalui panduan guru: 'Apakah kalian senang berteman dengan semua teman di sekolah dan lingkungan rumah?' serta mengangkat kartu simbol senyum hijau bila merasa senang dan menghargai keragaman (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan bahwa berteman dengan orang yang berbeda agama dan tempat ibadah adalah hal yang indah dan harus diapresiasi dengan sikap ramah (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan apresiatif atas ketertiban murid, menyampaikan rencana belajar berikutnya tentang komunikasi santun kepada teman sebaya, lalu menutup kelas dengan doa bersama dan salam Namo Buddhaya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar visual berwarna bagi murid yang masih tahap awal membaca dan kartu bertuliskan nama lengkap bagi murid yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat mencocokkan kartu pasangan identitas, sedangkan murid yang sudah mahir mencocokkan 4 pasang kartu secara mandiri.
  • Produk: Ekspresi apresiasi dapat ditunjukkan melalui ucapan lisan ramah bersalaman atau menunjukkan kartu pasangan sahabat secara tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat mengenali keragaman rumah ibadah teman menggunakan 3 kartu gambar: (1) Gambar Pura -> acuan jawaban: tempat ibadah Hindu/teman beragama Hindu, (2) Gambar Wihara -> acuan jawaban: tempat ibadah Buddha/teman beragama Buddha, (3) Gambar Masjid -> acuan jawaban: tempat ibadah Islam/teman beragama Islam. Kriteria kesiapan: murid siap jika mampu mengenali minimal 2 dari 3 tempat ibadah dengan tepat.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja permainan 'Pasangan Sahabat Rukun': menilai ketepatan memasangkan 4 figur identitas dan rumah ibadah: (1) Karuna (Buddha) -> Wihara, (2) Siti (Islam) -> Masjid, (3) Putu (Hindu) -> Pura, (4) Edo (Kristen) -> Gereja, serta kesediaan menunjukkan apresiasi berteman (tersenyum/bersalaman/berucap ramah tanpa membeda-bedakan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Murid menyebutkan sikap yang benar saat bertemu teman yang berbeda agama atau rumah ibadah (acuan jawaban: mau berteman, ramah, menyapa dengan senyum, tidak mengejek).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu pasangan identitas dan pengamatan sikap apresiasi terhadap keragaman teman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadahBelum mampu menunjukkan apresiasi dan belum tepat memasangkan 4 kartu keragaman identitas teman (kurang dari 2 kartu tepat: Karuna-Wihara, Siti-Masjid, Putu-Pura, Edo-Gereja) meskipun dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan apresiasi dengan sikap ramah namun baru tepat memasangkan 2 dari 4 kartu keragaman identitas teman (Karuna-Wihara, Siti-Masjid, Putu-Pura, Edo-Gereja) dengan bimbingan guru.Mampu menunjukkan apresiasi secara ramah dan tepat memasangkan minimal 3 dari 4 kartu keragaman identitas teman (Karuna-Wihara, Siti-Masjid, Putu-Pura, Edo-Gereja) secara mandiri.Mampu menunjukkan apresiasi secara konsisten, ramah, dan tepat memasangkan seluruh (4 dari 4) kartu keragaman identitas teman (Karuna-Wihara, Siti-Masjid, Putu-Pura, Edo-Gereja) secara mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain kartu pasangan sahabat efektif membantu murid kelas 1 mengapresiasi keragaman teman?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam menunjukkan sikap ramah kepada teman yang berbeda identitas?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat bermain mencari teman yang berbeda identitas tadi?
  • Apakah kamu mau mengajak bermain teman yang berbeda agama atau rumah ibadah di sekolah dan rumah?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Budaya Komunikasi yang Hormat dan Bijaksana dalam Bergaul dengan Teman Sebaya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.2 Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya dalam bergaul dengan teman sebaya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', menyapa murid, dan mengajak hening sejenak untuk melatih kesadaran penuh melalui latihan napas tenang (5 menit).
  • Apersepsi dan pemanasan: Guru mengajak murid melakukan 'Permainan Sadar Penuh Tepuk Tangan Saling Berhadapan' bersama teman sebangku secara berulang dan riang gembira (5 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membacakan 2 kalimat sapaan, yaitu (1) 'Hei kamu, minggir!' dan (2) 'Permisi teman, bolehkah aku lewat?', lalu meminta murid memilih kalimat mana yang hormat dan bijaksana saat berbicara dengan teman (acuan: kalimat 2 adalah kalimat yang hormat dan bijaksana) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membacakan teks cerita pendek rubrik 'Ayo, Membaca' tentang Karuna yang menyapa Siti dengan sopan ('Halo, Siti. Apa kabar?') dan bersalaman secara ramah tanpa mengejek (15 menit).
  • Guru bersama murid mengidentifikasi 3 contoh kata sopan dalam komunikasi sehari-hari berdasar cerita: (1) Kata sapaan hormat ('Halo, apa kabar?'), (2) Kata meminta tolong ('Tolong bantu aku'), dan (3) Kata berterima kasih ('Terima kasih banyak') (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Aktivitas Menggembirakan 'Estafet Kata Sopan': Murid berpasangan saling melempar senyum dan mengucapkan sapaan hormat serta kata 'tolong' dan 'terima kasih' secara bergantian sesuai contoh (15 menit).
  • Latihan klasifikasi ucapan: Murid menyimak 4 kartu ucapan yang dibacakan guru: (1) 'Terima kasih sudah meminjamkan pensil', (2) 'Kamu payah sekali', (3) 'Bolehkah saya ikut bermain bersama kalian?', (4) 'Jangan dekat-dekat aku', lalu murid menempelkan tanda senyum jika ucapan termasuk komunikasi hormat dan bijaksana atau tanda silang jika bukan (acuan benar: kartu 1 dan 3 = senyum/hormat-bijaksana; kartu 2 dan 4 = silang/bukan hormat-bijaksana) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menunjukkan satu ucapan hormat yang akan dipraktikkan hari ini di sekolah (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya menggunakan kata yang hormat dan bijaksana (seperti salam, tolong, terima kasih, dan maaf) agar tercipta kedamaian berteman (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas ketepatan pilihan murid dalam memilih ucapan sopan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam Buddhis 'Namo Buddhaya' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar simbol senyum/silang untuk mempermudah murid yang belum lancar membaca teks kalimat.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan pembacaan kartu satu per satu; murid yang lebih cepat mempraktikkan pengucapan 3 variasi kata sopan secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Respons klasifikasi ucapan dapat ditunjukkan melalui kartu senyum/silang atau penunjukan simbol secara langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memperdengarkan 2 contoh ucapan interaksi: (1) 'Hei kamu, minggir!' dan (2) 'Permisi teman, bolehkah aku lewat?'. Murid diminta menunjukkan kalimat mana yang mencerminkan budaya komunikasi hormat dan bijaksana (acuan: ucapan nomor 2 benar, ucapan nomor 1 tidak tepat).

Proses:

  • Formatif klasifikasi 4 kartu ucapan saat kegiatan aplikasi: Murid menentukan apakah ucapan tergolong hormat-bijaksana atau tidak pada butir: (1) 'Terima kasih sudah meminjamkan pensil' (acuan: Hormat/Bijaksana), (2) 'Kamu payah sekali' (acuan: Tidak Hormat/Tidak Bijaksana), (3) 'Bolehkah saya ikut bermain bersama kalian?' (acuan: Hormat/Bijaksana), dan (4) 'Jangan dekat-dekat aku' (acuan: Tidak Hormat/Tidak Bijaksana).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid secara lisan atau dengan gestur memilih 1 respon yang hormat dan bijaksana saat diberi pinjaman pensil oleh teman: pilihan (A) Mengambil lalu pergi tanpa bicara, atau (B) Menerima sambil mengucapkan 'Terima kasih' (acuan: pilihan B adalah jawaban tepat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat saling mengucapkan kata sapaan sopan
  • Pemeriksaan lembar/kartu klasifikasi 4 ucapan komunikasi hormat dan bijaksana

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana dalam bergaul dengan teman sebayaBelum mampu menunjukkan ucapan yang hormat dan bijaksana (tepat 0-1 dari 4 kartu ucapan acuan) meski telah dibimbing guru.Mulai mampu menunjukkan ucapan yang hormat dan bijaksana dengan menentukan tepat 2 dari 4 kartu ucapan acuan dengan bantuan guru.Mampu menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana secara tepat pada minimal 3 dari 4 kartu ucapan acuan secara mandiri.Sangat mampu menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana secara konsisten dan tepat pada seluruh (4 dari 4) kartu ucapan acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan merasa senang saat mempraktikkan kata sapaan hormat berpasangan?
  • Apakah instruksi pemilihan kartu ucapan sopan dapat dipahami dengan jelas oleh murid kelas 1?

Murid:

  • Kata sopan apa yang paling senang kamu ucapkan kepada temanmu hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu ketika teman menyapamu dengan ramah dan sopan?

Pertemuan 3 — Mempraktikkan Prinsip-Prinsip Pergaulan yang Harmonis di Sekolah dan Tempat Ibadah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.3 Mempraktikkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak berdoa bersama, dan melatih kesadaran penuh melalui latihan pernapasan tenang (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal dengan menunjukkan 2 gambar situasi: Gambar A (dua anak berebut mainan di sekolah) dan Gambar B (dua anak bergantian memakai krayon di sekolah), lalu meminta murid menunjuk mana situasi yang harmonis (acuan: Gambar B adalah harmonis karena saling berbagi/bergantian) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan menirukan pembacaan pesan kebajikan: hidup rukun, tidak bertengkar, dan saling menyayangi menciptakan kedamaian di sekolah dan tempat ibadah (15 menit).
  • Murid mengamati 3 contoh kartu peragaan prinsip harmonis yang diperagakan guru: (1) Di sekolah: meminjam dan mengembalikan pensil dengan sopan; (2) Di sekolah: merapikan mainan bersama tanpa berebut; (3) Di tempat ibadah/vihara: duduk hening bersila berdampingan dengan tertib saat kebaktian (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak melakukan permainan tantangan berpasangan 'Tepuk Sahabat Rukun': bertepuk tangan berpasangan secara selaras sambil mengucapkan kata rukun, lalu secara bergiliran mempraktikkan simulasi 1 (antre bergantian mengambil buku cerita di rak sekolah dengan tenang) (20 menit).
  • Murid berpasangan mempraktikkan simulasi 2 di area sudut vihara/kelas: berjalan perlahan tanpa saling mendahului atau mendorong saat memasuki ruang doa, lalu duduk bersila hening berdampingan selama 1 menit (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangan duduk melingkar dengan sadar penuh (mindful sitting), meletakkan tangan di dada, merasakan suasana tenang dan damai ketika tidak berebut dan tidak bertengkar dengan teman (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik pergaulan harmonis yang telah dilakukan bersama di sekolah dan tempat ibadah (5 menit).
  • Murid melakukan cek pemahaman akhir melalui tanya jawab singkat dan menutup pembelajaran dengan doa pelimpahan jasa serta salam penutup (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah rukun bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi secara langsung saat praktik antre dan duduk tenang; bagi murid yang sudah mandiri, praktik simulasi dilakukan berpasangan tanpa arahan bertahap dari guru.
  • Produk: Praktik pergaulan harmonis dinilai langsung melalui unjuk kerja tindakan (antre berbagi dan duduk tertib berdampingan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan mengenali tindakan harmonis: Murid mengamati Gambar A (anak berebut mainan) dan Gambar B (anak berbagi krayon bergantian). Kriteria: Murid tepat menunjuk Gambar B sebagai contoh pergaulan harmonis (acuan: Gambar B = harmonis/rukun; Gambar A = tidak harmonis/bertengkar).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja saat simulasi: Mengamati praktik murid pada 2 situasi: (1) Situasi sekolah: mempraktikkan antre/bergantian mengambil buku tanpa berebut; (2) Situasi tempat ibadah: mempraktikkan duduk tenang bersila berdampingan bersama teman tanpa mengganggu atau mendorong.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menjawab pertanyaan guru mengenai 2 tindakan nyata pergaulan harmonis: (1) 'Apa yang kamu lakukan jika ingin membaca buku yang sedang dipegang teman di sekolah?' (acuan: menunggu giliran/meminjam bergantian dengan sopan); (2) 'Apa yang kamu lakukan bersama teman saat kebaktian di tempat ibadah?' (acuan: duduk tenang/hening/tidak bercanda atau mengganggu).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik pergaulan harmonis saat simulasi di sekolah (bergantian/tidak berebut) dan simulasi di tempat ibadah (duduk hening berdampingan secara tertib)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik prinsip pergaulan harmonis di lingkungan sekolah (berbagi/bergantian tanpa berebut)Belum mampu mempraktikkan antre atau berbagi perlengkapan bersama teman walaupun telah dibimbing guru.Mampu mempraktikkan antre atau berbagi perlengkapan bersama teman dengan bimbingan dan arahan langsung guru.Mampu mempraktikkan antre atau berbagi perlengkapan secara bergantian bersama teman secara mandiri tanpa berebut.Mampu mempraktikkan antre dan berbagi secara konsisten serta mengajak teman untuk bergantian dengan tertib.
Praktik prinsip pergaulan harmonis di lingkungan tempat ibadah (sikap tertib dan hening berdampingan)Belum mampu mempraktikkan sikap duduk tenang berdampingan bersama teman dan masih sering bercanda/mengganggu.Mampu mempraktikkan duduk tenang berdampingan bersama teman di tempat ibadah setelah diberi pengingat oleh guru.Mampu mempraktikkan sikap tertib, tidak saling mendorong, dan duduk hening berdampingan bersama teman secara mandiri.Mampu mempraktikkan sikap tertib dan hening berdampingan secara konsisten serta menjaga suasana damai di tempat ibadah tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mempraktikkan langsung prinsip pergaulan harmonis baik di simulasi situasi sekolah maupun tempat ibadah?
  • Bagaimana respons keterlibatan murid dalam aktivitas praktik berpasangan dan suasana hening berkesadaran?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu ketika bermain dan belajar rukun bergantian bersama teman tanpa bertengkar?
  • Apakah kamu merasa damai dan tenang saat duduk hening bersama teman di tempat ibadah?

Pertemuan 4 — Menunjukkan Perilaku Berdasarkan Nilai-Nilai Empat Sifat Luhur yang Mendukung Kehidupan Bersama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.4 Menunjukkan perilaku berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur yang mendukung kehidupan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak murid duduk hening melatih kesadaran penuh melalui napas masuk dan napas keluar perlahan selama 3 menit, dilanjutkan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah tentang perilaku welas asih: (1) 'Jika teman tidak membawa pensil, apa yang sebaiknya kamu lakukan?' (acuan jawaban: meminjamkan pensil/berbagi perlengkapan); (2) 'Jika teman menangis karena lututnya terbentur, apa yang kamu tunjukkan?' (acuan jawaban: menolong/menemani/tidak menertawakan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai empat sifat luhur (cinta kasih, welas asih, rasa simpati/turut bahagia, dan batin seimbang/tidak pilih kasih) dalam kehidupan bersama teman (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid mengamati 4 gambar perilaku luhur: Gambar A (anak membagikan kue kepada teman/cinta kasih), Gambar B (anak membantu teman yang terjatuh/kasih sayang-welas asih), Gambar C (anak bertepuk tangan memberi selamat saat teman juara mewarnai/turut bahagia), dan Gambar D (anak bermain bersama semua teman secara bergantian tanpa membeda-bedakan/ketenangan batin-adil) (10 menit).
  • Murid bersama guru mengidentifikasi wujud konkret dari 4 perilaku sifat luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari bersama teman di kelas dan sekolah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan interaktif 'Tunjukkan Sikap Luhurmu!'. Guru membacakan 4 kartu situasi: Situasi 1: 'Temanmu tampak haus dan botol airnya tertinggal di rumah'; Situasi 2: 'Pensil temanmu patah dan ia terlihat sedih saat menggambar'; Situasi 3: 'Teman sebangkumu mendapat bintang prestasi dari guru karena rapi'; Situasi 4: 'Kamu punya bola dan ada teman baru yang ingin ikut bermain'. Murid secara antusias memilih kartu simbol tindakan (Tersenyum Berbagi, Menolong/Menghibur, Tepuk Tangan Gembira, Mengajak Bergabung Adil) (3 menit).
  • Murid secara berpasangan mempraktikkan langsung gerakan konkret menunjukkan perilaku sifat luhur sesuai situasi kartu: saling menawarkan bantuan alat tulis, memberikan ucapan selamat 'Selamat ya!' dengan wajah gembira, serta saling merangkul pundak mengajak bermain bersama (12 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Bergambar 'Pilihan Perilaku Luhurku' dengan mencentang gambar tindakan yang tepat pada 4 butir situasi: Butir 1 (menolong teman jatuh vs menertawakan), Butir 2 (berbagi bekal vs menyembunyikan makanan), Butir 3 (memberi selamat teman menang lomba vs cemberut iri), Butir 4 (bermain bersama semua teman vs menjauhi teman) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi perasaan batin setelah menunjukkan perilaku luhur kepada teman dengan menempelkan stiker emotikon tersenyum ceria pada jurnal pembiasaan harian (10 menit).
  • Murid menyebutkan satu niat baik perilaku luhur yang akan ditunjukkan kepada teman saat jam istirahat sekolah nanti (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: bergaul dengan baik dilakukan dengan selalu menunjukkan sikap menyayangi, menolong saat teman susah, ikut senang saat teman berhasil, dan bersikap adil kepada semua teman (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan nilai empat sifat luhur, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 9), dan menutup pembelajaran dengan pembacaan kalimat berkah 'Semoga semua makhluk hidup berbahagia, Sadhu Sadhu Sadhu' serta salam penutup (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu gambar konkret perbuatan baik; untuk murid yang mandiri disediakan teks skenario bergambar lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan peragaan terbimbing oleh guru; murid yang mahir mempraktikkan 4 skenario perilaku luhur bersama pasangan secara mandiri.
  • Produk: Respons lembar kerja dapat berupa tanda centang langsung pada gambar tindakan terpuji atau memperagakan langsung di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan perilaku welas asih: (1) 'Jika teman tidak membawa pensil, apa yang sebaiknya kamu lakukan?' (acuan: meminjamkan pensil/berbagi alat tulis); (2) 'Jika teman menangis karena lututnya terbentur, apa yang kamu tunjukkan?' (acuan: menolong/menemani/tidak mengejek atau menertawakan).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid merespons kartu situasi dan peragaan berpasangan: ketepatan memilih perilaku cinta kasih (berbagi), welas asih (menolong), rasa simpati (turut gembira), dan batin seimbang (adil tanpa pilih kasih).
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Pilihan Perilaku Luhurku' berisi 4 butir gambar (acuan jawaban: Butir 1 memilih gambar menolong teman jatuh; Butir 2 memilih gambar berbagi bekal; Butir 3 memilih gambar memberi selamat; Butir 4 memilih gambar bermain bersama tanpa membeda-bedakan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan dan unjuk sikap di penutup: Murid menunjukkan 1 tindakan nyata empat sifat luhur yang siap dipraktikkan saat istirahat (acuan kriteria: menyebutkan tindakan membantu, berbagi makanan/alat tulis, menyemangati, atau mengajak teman bermain).

Formatif:

  • Observasi unjuk perilaku dan peragaan sikap empat sifat luhur saat permainan dan simulasi berpasangan
  • Pemeriksaan lembar kerja pilihan bergambar perilaku sifat luhur

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur bersama temanBelum mampu menunjukkan perilaku yang sesuai nilai empat sifat luhur (hanya memilih 1 dari 4 tindakan tepat pada lembar kerja dan peragaan, serta memerlukan bimbingan penuh guru).Mulai mampu menunjukkan perilaku sifat luhur dengan memilih dan memperagakan 2 dari 4 tindakan tepat (acuan: menolong, berbagi, memberi selamat, bermain adil) dengan arahan guru.Mampu menunjukkan perilaku sifat luhur secara konsisten dengan memilih dan memperagakan 3 dari 4 tindakan tepat sesuai acuan secara mandiri.Sangat terampil dan konsisten menunjukkan seluruh perilaku sifat luhur (memilih dan memperagakan tepat ke-4 tindakan: menolong teman jatuh, berbagi bekal/alat tulis, memberi selamat atas keberhasilan teman, dan mengajak bermain secara adil tanpa membeda-bedakan) secara mandiri dan spontan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mengenali dan mempraktikkan tindakan nyata berdasarkan empat sifat luhur dalam interaksi kelas?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan kartu situasi dan peragaan berpasangan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar membantu dan bersikap baik kepada teman hari ini?
  • Perilaku baik apa yang paling ingin kamu lakukan kepada temanmu saat jam istirahat nanti?

Pertemuan 5 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.1 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan rumah, sekolah, dan rumah ibadah
  • TP 1.9.2 Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat dan bijaksana di lingkungannya dalam bergaul dengan teman sebaya
  • TP 1.9.3 Mempraktikkan prinsip-prinsip pergaulan yang harmonis di lingkungan sekolah dan tempat ibadah
  • TP 1.9.4 Menunjukkan perilaku berdasarkan nilai-nilai empat sifat luhur yang mendukung kehidupan bersama teman

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid bernapas sadar penuh selama 1 menit, dan menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab bermain peran dan penilaian diri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan aturan bermain peran kelompok dan membacakan 7 kartu skenario pergaulan harmonis: Kelompok 1 (Menyapa teman beda agama yang hendak ke vihara/masjid/gereja dengan ramah), Kelompok 2 (Mengajak teman pindahan yang belum punya teman untuk bermain bersama saat jam istirahat), Kelompok 3 (Menolong teman yang pensilnya jatuh dan meminjamkan alat tulis saat belajar), Kelompok 4 (Berbicara santun tanpa kata kasar dan mendengarkan giliran bicara teman di perpustakaan), Kelompok 5 (Menghormati teman yang sedang berdoa hening sebelum makan tanpa mengganggu), Kelompok 6 (Membantu membereskan mainan bersama teman setelah selesai bermain di kelas), Kelompok 7 (Meminta maaf dan memaafkan teman yang tidak sengaja menyenggol saat berbaris) (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid secara berkelompok (7 kelompok @ 4 murid) menampilkan bermain peran pergaulan harmonis di depan kelas sesuai skenarionya secara bergantian dengan alokasi 8 menit per kelompok termasuk persiapan panggung (total 7 x 8 = 56 menit), dinilai guru dengan lembar observasi unjuk kerja (56 menit).
  • Tugas 2: Seluruh murid secara serentak menerima dan mengerjakan Lembar Penilaian Diri Bergambar yang memuat 4 gambar situasi pilihan perilaku kasih sayang (metta) dan memaafkan/menolong (karuna) dengan memberi tanda centang (✓) pada gambar perbuatan terpuji: Gambar 1 (Membagikan bekal kepada teman yang lapar - acuan: terpuji/centang), Gambar 2 (Mengejek teman yang berbeda cara berdoa - acuan: tidak terpuji/jangan centang), Gambar 3 (Menghibur dan memeluk teman yang menangis terjatuh - acuan: terpuji/centang), Gambar 4 (Memaafkan dan tersenyum ketika teman meminta maaf karena tersenggol - acuan: terpuji/centang) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid merenungkan pengalaman bermain peran dan mengisi lembar penilaian diri, menyadari pentingnya hidup rukun dan penuh kasih kepada semua teman (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar tugas, memberikan apresiasi atas sikap tertib seluruh murid, merangkum inti Bab 9 'Pandai Berteman', dan menutup pelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Skenario bermain peran disajikan dalam kalimat sederhana dan dilengkapi simbol visual ekspresi wajah ramah.
  • Proses: Guru membacakan nyaring setiap instruksi gambar pada lembar ceklis secara bertahap bagi murid yang kemampuan membaca permulaannya masih berkembang.
  • Produk: Standar unjuk kerja dan lembar ceklis seragam sesuai kriteria rubrik tanpa mengubah kompetensi yang diukur.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja bermain peran kelompok dan asesmen diri/tanda visual serentak: peragaan percakapan berteman yang santun, saling membantu, dan menerima perbedaan antarteman dalam simulasi kelompok, disertai lembar visual ceklis perilaku kasih sayang dan memaafkan
  • unjuk kerja bermain peran kelompok: praktik peragaan percakapan berteman secara berkelompok (7 kelompok @ 4 murid, tampil 8 menit per kelompok termasuk persiapan: 7 x 8 = 56 menit) yang memperagakan komunikasi hormat, penerimaan teman beda identitas/agama, dan tindakan saling menolong (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pergaulan harmonis dan komunikasi santun)
  • penilaian diri berbasis tanda gambar serentak: lembar ceklis bergambar yang dikerjakan seluruh kelas serentak berisi pilihan tindakan menyayangi dan memaafkan teman berdasarkan nilai luhur (metta dan karuna) dengan memberi tanda centang/warna pada gambar perbuatan terpuji (40 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri bergambar dan pedoman penskoran)

Sumatif:

  • penilaian kinerja bermain peran kelompok dan asesmen diri/tanda visual serentak: peragaan percakapan berteman yang santun, saling membantu, dan menerima perbedaan antarteman dalam simulasi kelompok, disertai lembar visual ceklis perilaku kasih sayang dan memaafkan
  • unjuk kerja bermain peran kelompok: praktik peragaan percakapan berteman secara berkelompok (7 kelompok @ 4 murid, tampil 8 menit per kelompok termasuk persiapan: 7 x 8 = 56 menit) yang memperagakan komunikasi hormat, penerimaan teman beda identitas/agama, dan tindakan saling menolong (65 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pergaulan harmonis dan komunikasi santun)
  • penilaian diri berbasis tanda gambar serentak: lembar ceklis bergambar yang dikerjakan seluruh kelas serentak berisi pilihan tindakan menyayangi dan memaafkan teman berdasarkan nilai luhur (metta dan karuna) dengan memberi tanda centang/warna pada gambar perbuatan terpuji (40 menit; kelompok; instrumen: lembar penilaian diri bergambar dan pedoman penskoran)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Apresiasi Keragaman Identitas (TP 1.9.1)Belum menunjukkan sikap menerima keragaman identitas teman dalam simulasi bermain peran.Menunjukkan penerimaan keragaman teman tetapi masih memerlukan arahan atau bimbingan guru.Menunjukkan apresiasi dan penerimaan terhadap teman yang berbeda agama/suku dalam bermain peran secara mandiri.Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman secara konsisten, hangat, dan mengajak seluruh anggota kelompok berbaur tanpa membeda-bedakan.
Budaya Komunikasi Hormat dan Bijaksana (TP 1.9.2)Belum menunjukkan tuturan kata santun atau menyela saat bermain peran.Menunjukkan sapaan atau ucapan santun dalam dialog setelah diingatkan oleh guru.Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat, menggunakan kata maaf/tolong/terima kasih secara mandiri.Menunjukkan budaya komunikasi yang hormat, bijaksana, mendengarkan giliran bicara teman dengan penuh perhatian sepanjang penampilan.
Praktik Pergaulan Harmonis (TP 1.9.3)Belum menunjukkan tindakan kerja sama atau saling tolong dalam bermain peran.Mempraktikkan tindakan tolong-menolong dalam pergaulan jika diarahkan oleh teman sekelompok.Mempraktikkan tindakan saling membantu dan menjaga kerukunan bermain sesuai skenario secara mandiri.Mempraktikkan prinsip pergaulan harmonis secara konsisten, sigap membantu dan menjaga kedamaian kelompok tanpa perselisihan.
Perilaku Nilai Empat Sifat Luhur (TP 1.9.4 — Ceklis Gambar)Menandai 1 gambar perilaku terpuji dengan tepat (kunci: Gambar 1, 3, 4 dicentang; Gambar 2 tidak).Menandai 2 gambar perilaku terpuji dengan tepat sesuai kunci acuan.Menandai 3 gambar perilaku terpuji dengan tepat sesuai kunci acuan.Menandai seluruh 4 gambar perilaku terpuji (Gambar 1, 2, 3, 4) secara tepat sempurna sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 8 menit per kelompok mencukupi untuk seluruh 7 kelompok menunjukkan bukti bermain peran secara adil?
  • Bagaimana ketercapaian pemahaman murid terhadap nilai cinta kasih (metta) dan belas kasih (karuna) dari hasil asesmen diri bergambar?

Murid:

  • Bagian mana dari bermain peran tadi yang paling membuatmu senang bersama teman-teman?
  • Mengapa kita harus saling menyayangi dan memaafkan teman di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  3. Kartu bergambar figur teman dengan keragaman identitas agama dan tempat ibadah (Wihara, Masjid, Pura, Gereja)
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  6. Set 4 kartu ucapan kalimat komunikasi ramah dan santun
  7. Kartu simbol emotikon senyum dan tanda silang
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  10. Kartu gambar situasi pergaulan harmonis (berbagi alat belajar dan kebaktian bersama di vihara)
  11. Buku cerita dan perlengkapan kelas untuk simulasi berbagi
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  14. Kartu bergambar 4 sifat luhur (Metta, Karuna, Mudita, Upekkha) dan lembar kerja pilihan bergambar
  15. Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  16. Kartu Skenario Bermain Peran Pergaulan Harmonis (7 skenario)
  17. Lembar Penilaian Diri Bergambar (4 situasi perilaku metta dan karuna)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.