Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Disiplin di Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Disiplin di Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Disiplin di Sekolah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Disiplin di Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikDisiplin di Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan aturan disiplin di sekolah berdasarkan nilai-nilai ajaran Buddha
  2. Murid dapat menunjukkan sikap dan perilaku disiplin di sekolah sebagai wujud pengamalan sopan santun di lingkungan sekolah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita harus disiplin di sekolah?
  2. Apa saja aturan disiplin di sekolah kita?
  3. Apa yang terjadi jika kita tidak disiplin di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing
  • Guru mengajak murid melakukan permainan sadar penuh: Tepuk Disiplin (Prok prok prok, di / Prok prok prok, si / Prok prok prok, plin / Prok prok prok, disiplin yes!)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang tadi pagi datang ke sekolah tepat waktu? Siapa yang sudah mengerjakan PR kemarin?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar tentang aturan disiplin di sekolah dan bagaimana cara melaksanakannya
  • Guru menunjukkan gambar Wirya yang menjadi juara kelas dan mengajukan pertanyaan pemantik: Mengapa Wirya bisa menjadi juara kelas?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan sabda Buddha: 'Sikap disiplin adalah kunci menuju kemuliaan' dan menjelaskan bahwa moralitas adalah aturan disiplin
  • Guru menjelaskan bahwa disiplin berarti mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan kita
  • Guru menampilkan gambar berbagai kegiatan disiplin di sekolah (datang tepat waktu, mengerjakan tugas, berbaris rapi, membuang sampah pada tempatnya)
  • Murid mengamati gambar-gambar tersebut dan guru memandu diskusi tentang makna setiap gambar
  • Guru mengaitkan aturan disiplin di sekolah dengan nilai-nilai ajaran Buddha tentang moralitas dan Pancasila Buddhis
  • Murid menyimak cerita tentang Wirya yang selalu disiplin: datang tepat waktu, menyelesaikan tugas tepat waktu, sehingga menjadi juara kelas dan disayang orang tua dan guru

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan (think pair share) untuk mendiskusikan: Apa saja aturan disiplin di sekolah kita?
  • Setiap pasangan menulis minimal 3 aturan disiplin di sekolah di buku tugas mereka
  • Guru mengajak murid melakukan galeri berjalan (gallery walk): setiap pasangan menempel hasil diskusi mereka di dinding kelas
  • Murid berjalan mengamati hasil karya pasangan lain dan memberikan tanda bintang untuk aturan yang sama dengan milik mereka
  • Guru memandu murid untuk menyimpulkan aturan disiplin di sekolah yang paling penting
  • Murid berlatih mempraktikkan perilaku disiplin: cara duduk yang baik, cara berbaris, cara membuang sampah
  • Guru menunjukkan gambar kontras: anak yang disiplin vs tidak disiplin, dan meminta murid bercerita tentang gambar tersebut di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid merenungkan: Apakah kalian sudah disiplin hari ini? Apa yang sudah kalian lakukan dengan disiplin?
  • Murid menuliskan satu komitmen disiplin yang akan mereka lakukan besok di sekolah
  • Guru meminta beberapa murid menyampaikan komitmen mereka di depan kelas
  • Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid menyadari bahwa disiplin akan menghantarkan mereka menuju sukses
  • Murid mengisi lembar refleksi diri: Apa yang sudah saya pahami? Apa yang masih sulit? Bagaimana perasaan saya hari ini?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Disiplin di sekolah dilakukan dengan mematuhi peraturan sekolah, seperti datang tepat waktu, mengerjakan tugas, menjaga kebersihan, dan berperilaku sopan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menyebutkan 3 contoh perilaku disiplin di sekolah
  • Guru memberikan tugas: Bersama orang tua, murid membuat jadwal kegiatan harian di rumah untuk melatih disiplin
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif berpartisipasi
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan menyampaikan pesan: Mari kita menjadi siswa Buddha yang disiplin agar menjadi mulia dan dihormati

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid cepat, guru memberikan bacaan tambahan tentang kisah Jataka yang mengajarkan disiplin. Untuk murid lambat, guru menyediakan gambar visual dengan label aturan disiplin yang jelas
  • Proses: Murid cepat diminta memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid lambat mendapat pendampingan lebih intensif dari guru saat kegiatan menulis dan mendapat waktu tambahan untuk menyelesaikan tugas
  • Produk: Murid cepat membuat poster aturan disiplin di sekolah dengan 5-7 aturan dan gambar ilustrasi. Murid lambat cukup menuliskan 3 aturan disiplin dengan kalimat sederhana atau gambar

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman murid datang tepat waktu ke sekolah
  • Mengamati kesediaan murid mengerjakan PR sebelumnya
  • Pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman awal tentang disiplin

Proses:

  • Observasi selama kegiatan think pair share: kemampuan murid berdiskusi dan menulis aturan disiplin
  • Penilaian saat gallery walk: kemampuan murid mengidentifikasi kesamaan aturan disiplin
  • Observasi saat murid berlatih mempraktikkan perilaku disiplin
  • Penilaian kemampuan bercerita tentang gambar disiplin dan tidak disiplin

Akhir:

  • Tes lisan: murid menyebutkan 3 contoh perilaku disiplin di sekolah berdasarkan nilai-nilai ajaran Buddha
  • Penilaian komitmen disiplin yang ditulis murid
  • Observasi sikap reflektif murid saat mengevaluasi disiplin diri mereka sendiri

Formatif:

  • Observasi sikap dan partisipasi murid saat diskusi berpasangan
  • Penilaian hasil diskusi tertulis tentang aturan disiplin di sekolah
  • Observasi saat murid mempraktikkan perilaku disiplin

Sumatif:

  • Tes lisan: murid menyebutkan minimal 3 contoh perilaku disiplin di sekolah
  • Penilaian praktik: murid menunjukkan sikap disiplin yang benar (cara duduk, berbaris, membuang sampah)
  • Penilaian produk: komitmen disiplin yang ditulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan aturan disiplin di sekolahMurid belum dapat menyebutkan aturan disiplin di sekolahMurid dapat menyebutkan 1 aturan disiplin di sekolah dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 aturan disiplin di sekolah secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari 3 aturan disiplin di sekolah dan menjelaskan alasannya berdasarkan ajaran Buddha
Menunjukkan sikap dan perilaku disiplinMurid belum dapat menunjukkan perilaku disiplin yang benarMurid dapat menunjukkan 1 perilaku disiplin dengan bimbingan guruMurid dapat menunjukkan 2-3 perilaku disiplin secara mandiriMurid dapat menunjukkan berbagai perilaku disiplin secara konsisten dan membantu teman lain untuk disiplin
Mengaitkan disiplin dengan nilai ajaran BuddhaMurid belum dapat mengaitkan disiplin dengan ajaran BuddhaMurid dapat menyebutkan bahwa disiplin itu baik dengan bantuan guruMurid dapat menjelaskan bahwa disiplin adalah bagian dari moralitas dalam ajaran BuddhaMurid dapat menjelaskan hubungan antara disiplin, moralitas, dan kemuliaan sesuai sabda Buddha dengan bahasa sendiri
Partisipasi dalam kegiatan pembelajaranMurid pasif dan tidak mengikuti kegiatan pembelajaranMurid mengikuti kegiatan tetapi masih perlu dorongan guru untuk berpartisipasiMurid aktif mengikuti kegiatan diskusi, mengamati, dan berlatihMurid sangat aktif, antusias, dan membantu teman lain selama pembelajaran

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode think pair share dan gallery walk efektif untuk melibatkan semua murid?
  • Apakah murid sudah memahami hubungan antara disiplin dengan nilai-nilai ajaran Buddha?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid cepat dan lambat?
  • Apakah alokasi waktu sudah tepat untuk setiap kegiatan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah saya pahami tentang disiplin di sekolah hari ini?
  • Apakah saya sudah berperilaku disiplin hari ini?
  • Apa yang masih sulit saya lakukan terkait disiplin?
  • Apa yang akan saya lakukan besok agar lebih disiplin?
  • Bagaimana perasaan saya setelah belajar tentang disiplin?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I (halaman 177-179)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  3. Kitab suci Dhammapada
  4. Kitab Jataka (Jataka-200: Sadhusila jataka)
  5. Gambar ilustrasi berbagai kegiatan disiplin di sekolah
  6. Gambar tokoh Wirya sebagai contoh siswa disiplin
  7. Kertas karton untuk gallery walk
  8. Lembar kerja diskusi berpasangan
  9. Lembar refleksi diri murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.