Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Sopan di Vihara

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Sopan di Vihara". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Sopan di Vihara

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Sopan di Vihara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikSopan di Vihara
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan gambar dan diskusi kelompok, murid dapat menunjukkan minimal 3 contoh sikap sopan di Vihara berdasarkan nilai-nilai kediaman luhur dengan sadar sebagai makhluk sosial yang saling bergantungan
  2. Melalui kegiatan simulasi, murid dapat melakukan cara memberi salam dan bersikap hormat kepada Bhante dan sesama umat di Vihara sesuai aturan sopan santun agama Buddha

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara bersikap sopan di Vihara?
  2. Siapa yang melindungi diri kita?
  3. Apa pedoman umat Buddha?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid duduk dengan nyaman dan melakukan gerak sadar hening selama 2-3 menit untuk memusatkan perhatian
  • Guru mengajak murid merenungkan pesan pokok: 'Bersikap sopanlah di saat berada di Vihara' dan pesan kitab suci Dhammapada 163: 'Sungguh mudah untuk melakukan hal buruk. Namun, sungguh sulit untuk melakukan hal baik'
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Sekolah Minggu' untuk mempersiapkan hati dan pikiran mengikuti pembelajaran
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah ke Vihara? Apa yang kalian lakukan di Vihara?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara bersikap sopan di Vihara? Siapa yang melindungi kita? Apa pedoman umat Buddha?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar Wirya memberi salam kepada Bhikkhu (Gambar 7.16) dan meminta murid mengamati dengan saksama
  • Guru memfasilitasi murid untuk mengidentifikasi apa yang terjadi pada gambar: Wirya mengucapkan 'Namo Buddhaya Bhante' dengan sikap anjali kepada Bhikkhu
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3-4 anak) dan meminta setiap kelompok mendiskusikan: 'Apa yang terjadi pada gambar di atas?'
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya, guru memberikan umpan balik positif dan menguatkan pemahaman
  • Guru membacakan wacana dari buku siswa tentang ajaran Buddha: 'Tidak sopan adalah hal buruk. Sopan santun adalah hal baik'
  • Guru menunjukkan gambar-gambar sikap sopan di Vihara (Gambar 7.17 dan 7.18): berpakaian rapi dan bersih, memberi salam 'Namo Buddhaya', mengikuti puja dengan hikmat
  • Guru memfasilitasi murid untuk menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di Vihara berdasarkan pengamatan gambar

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan simulasi sederhana: 'Kita akan bermain peran seperti di Vihara'
  • Guru menunjuk beberapa murid untuk berperan sebagai Bhante, umat dewasa, dan anak-anak yang datang ke Vihara
  • Murid mempraktikkan cara memberi salam 'Namo Buddhaya' dengan sikap anjali yang benar kepada Bhante dan sesama umat
  • Murid mempraktikkan sikap duduk yang sopan saat mengikuti puja atau mendengarkan Dharma
  • Guru memberikan kesempatan kepada semua murid untuk mencoba simulasi secara bergantian
  • Guru mengamati dan memberikan umpan balik langsung kepada setiap murid tentang cara memberi salam dan bersikap hormat yang tepat
  • Murid mengerjakan latihan di buku siswa: memasangkan gambar dengan kata yang sesuai dan menuliskan ucapan sopan yang tepat

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: 'Apa yang kalian rasakan setelah belajar bersikap sopan di Vihara?'
  • Guru memfasilitasi murid untuk merefleksi: 'Apakah kalian sudah bersikap sopan di Vihara? Apa yang masih perlu diperbaiki?'
  • Murid secara bergantian menyampaikan refleksi mereka tentang pentingnya sopan santun di Vihara
  • Guru membimbing murid untuk memaknai bahwa sopan santun adalah hal baik yang perlu dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru mengajak murid membuat komitmen sederhana: 'Saya akan bersikap sopan di Vihara dengan cara...'
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap refleksi dan komitmen yang disampaikan murid

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: sikap sopan di Vihara meliputi berpakaian rapi, memberi salam dengan hormat, dan mengikuti kegiatan dengan hikmat
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menunjukkan cara memberi salam yang sopan kepada Bhante
  • Guru memberikan tugas pengayaan: murid bertanya kepada orang tua tentang contoh sikap sopan di Vihara dan menuliskannya di buku catatan
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi akhir dengan pertanyaan: 'Apa yang paling kalian ingat dari pembelajaran hari ini?'
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid duduk hening sejenak dan mengucapkan 'Sadhu Sadhu Sadhu' bersama-sama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan tugas tambahan untuk mengidentifikasi sikap tidak sopan di Vihara dari gambar-gambar yang disediakan. Murid yang lambat memahami diberikan pendampingan khusus dengan demonstrasi berulang oleh guru.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru secara intensif. Murid yang sudah mahir dapat memimpin kelompok simulasi dan membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat poster sederhana tentang sikap sopan di Vihara. Murid yang lambat cukup menunjukkan praktik langsung cara memberi salam dengan benar.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah ke Vihara? Apa yang kalian lakukan di Vihara?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid tentang Vihara dan perilaku di dalamnya

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok mengidentifikasi sikap sopan dari gambar
  • Penilaian kinerja saat simulasi: ketepatan cara memberi salam, sikap tubuh, dan ekspresi hormat
  • Pengamatan kemampuan murid menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di Vihara
  • Penilaian sejawat: murid memberikan umpan balik kepada teman saat simulasi

Akhir:

  • Tes praktik individu: setiap murid mendemonstrasikan cara memberi salam kepada Bhante dengan sikap anjali yang benar (dinilai dengan rubrik)
  • Penilaian tugas tertulis: ketepatan memasangkan gambar dengan kata dan menuliskan ucapan sopan di buku siswa
  • Refleksi tertulis sederhana: murid menuliskan satu sikap sopan yang akan diterapkan di Vihara

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok tentang gambar sikap sopan di Vihara
  • Penilaian kinerja saat simulasi memberi salam dan bersikap hormat
  • Tanya jawab lisan tentang contoh-contoh sikap sopan di Vihara

Sumatif:

  • Tes praktik: murid mendemonstrasikan cara memberi salam 'Namo Buddhaya' dengan sikap anjali yang benar kepada Bhante
  • Penilaian tugas: memasangkan gambar dengan kata yang sesuai dan menuliskan ucapan sopan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan contoh sikap sopan di ViharaBelum dapat menyebutkan contoh sikap sopan di Vihara dengan tepatDapat menyebutkan 1 contoh sikap sopan di Vihara dengan bantuan guruDapat menyebutkan 2-3 contoh sikap sopan di Vihara dengan tepatDapat menyebutkan lebih dari 3 contoh sikap sopan di Vihara dengan rinci dan tepat
Praktik memberi salam Namo BuddhayaBelum dapat memberi salam dengan sikap anjali yang benar meskipun dengan bimbinganDapat memberi salam dengan sikap anjali namun masih perlu bimbingan guruDapat memberi salam dengan sikap anjali yang benar secara mandiriDapat memberi salam dengan sikap anjali yang benar, penuh penghayatan, dan dapat mencontohkan kepada teman
Sikap hormat kepada Bhante dan sesama umatBelum menunjukkan sikap hormat yang tepat saat simulasiMulai menunjukkan sikap hormat namun masih memerlukan pengingat dari guruMenunjukkan sikap hormat yang tepat saat simulasi secara konsistenMenunjukkan sikap hormat yang tepat dengan penuh kesadaran dan dapat menjadi teladan bagi teman
Partisipasi dalam diskusi kelompokBelum berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompokMulai berpartisipasi dalam diskusi kelompok dengan dorongan guruBerpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok dan menyampaikan pendapatBerpartisipasi aktif, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menunjukkan minimal 3 contoh sikap sopan di Vihara?
  • Apakah kegiatan simulasi efektif membantu murid mempraktikkan cara memberi salam dan bersikap hormat?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan belajar murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?
  • Bagaimana cara meningkatkan partisipasi murid yang masih pasif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang sikap sopan di Vihara?
  • Bagaimana perasaan kalian saat mempraktikkan cara memberi salam kepada Bhante?
  • Apakah kalian sudah bersikap sopan di Vihara? Apa yang masih perlu diperbaiki?
  • Apa yang paling kalian sukai dari pembelajaran hari ini?
  • Bagaimana kalian akan menerapkan sikap sopan di Vihara saat berkunjung nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 7 halaman 156-159
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 halaman 151-152
  3. Gambar-gambar sikap sopan di Vihara (Gambar 7.16, 7.17, 7.18)
  4. Lirik lagu 'Sekolah Minggu'
  5. Dhammapada 163
  6. Properti simulasi: gambar/foto Bhante, ruang yang diatur menyerupai Vihara sederhana
  7. Kertas gambar dan alat tulis untuk kegiatan pengayaan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.