Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Sopan di Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Sopan di Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Sopan di Sekolah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Sopan di Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikSopan di Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui cerita bergambar dan tanya jawab, murid dapat menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di lingkungan sekolah berdasarkan nilai-nilai kediaman luhur dengan sadar sebagai makhluk sosial yang saling bergantungan
  2. Melalui kegiatan bermain peran, murid dapat membiasakan diri bersikap hormat dan menjaga ucapan kepada guru dan teman di sekolah sesuai ajaran Buddha

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu menyapa guru saat datang ke sekolah?
  2. Apa yang kamu lakukan jika ingin meminjam penghapus teman?
  3. Mengapa kita perlu bersikap sopan kepada guru dan teman di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyambut murid dengan salam dan mengajak berdoa bersama
  • Guru memimpin permainan Sadar Penuh: Tepuk Anak Sopan dengan penuh semangat (Prok prok prok, bertata susila / Prok prok prok, bertutur kata baik / Prok prok prok, aku anak sopaaaan)
  • Guru menyanyikan lagu 'Baik Laku' bersama murid untuk membangun suasana menggembirakan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang sudah bersikap sopan hari ini? Apa yang kamu lakukan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar tentang sikap sopan di sekolah seperti Pangeran Siddharta

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan gambar Pangeran Siddharta yang hormat kepada orang tua dan berperilaku lemah lembut
  • Guru membacakan cerita tentang Wirya anak yang sopan: berdiri menyambut saat guru datang, memperhatikan saat guru mengajar, membantu guru menghapus papan tulis, berterima kasih kepada guru
  • Murid mengamati gambar-gambar sikap sopan di sekolah dan mendiskusikan peristiwa pada gambar
  • Guru membacakan teks: 'Buddha bersabda: Bertata susila baik adalah berkah. Bertata susila artinya memiliki sila. Sila adalah aturan sopan santun. Bertutur kata dan berbuat baik. Orang yang sopan ucapan lemah lembut. Perbuatannya baik dan tulus.'
  • Murid menirukan guru membaca teks dengan penuh perhatian
  • Guru melakukan tanya jawab: Apa saja contoh sikap sopan di sekolah? (target: minimal 3 contoh seperti mengucap salam, meminta tolong, berterima kasih, hormat kepada guru, mendengarkan dengan baik, berbicara lemah lembut)
  • Guru menjelaskan bahwa kita adalah makhluk sosial yang saling bergantungan (interbeing), sehingga sikap sopan penting untuk keharmonisan bersama

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 anak)
  • Setiap kelompok mendapat satu skenario situasi di sekolah: (1) bertemu guru di koridor, (2) meminjam alat tulis teman, (3) meminta bantuan teman, (4) guru sedang mengajar di kelas
  • Murid berdiskusi dalam kelompok tentang bagaimana bersikap sopan dalam situasi tersebut
  • Setiap kelompok mempraktikkan bermain peran sesuai skenario yang didapat dengan menunjukkan sikap sopan: ucapan lemah lembut, sikap hormat, menggunakan kata tolong dan terima kasih
  • Kelompok lain mengamati dan memberikan tepuk tangan
  • Guru memberikan umpan balik positif dan memperbaiki jika ada yang kurang tepat
  • Guru mengajak murid mempraktikkan kembali bersama-sama: cara menyapa guru, cara meminta tolong, cara berterima kasih

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bernafas dengan tenang (latihan mindfulness singkat)
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaanmu saat bersikap sopan kepada guru dan teman? Apa yang paling kamu ingat dari pelajaran hari ini?'
  • Murid berbagi pengalaman secara sukarela
  • Guru membacakan sabda Buddha dari Angguttara Nikaya III.50: 'Jika berperilaku benar melalui tubuh, ucapan dan pikiran, mereka akan bahagia'
  • Guru mengajak murid merenungkan pesan pokok: 'Bersikaplah sopan kepada siapa pun'
  • Murid diminta menyebutkan satu sikap sopan yang akan mereka terapkan besok di sekolah
  • Guru mencatat komitmen murid untuk ditindaklanjuti pada pertemuan berikutnya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan contoh sikap sopan di sekolah
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua sudah belajar dengan baik hari ini. Mari kita terus bersikap sopan seperti Pangeran Siddharta'
  • Guru memberikan tugas refleksi: Besok ceritakan satu sikap sopan yang sudah kamu lakukan di sekolah
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak menyanyikan lagu 'Baik Laku' dan berdoa bersama
  • Guru mengucapkan salam penutup dengan lemah lembut

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi gambar tambahan untuk dianalisis sikap sopan dan tidak sopan. Murid yang lambat diberi gambar sederhana dengan panduan guru secara individual.
  • Proses: Murid yang percaya diri boleh bermain peran terlebih dahulu. Murid yang pemalu diberi peran sederhana atau menjadi pengamat terlebih dahulu, kemudian didorong mencoba dengan pendampingan.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menggambar 5 contoh sikap sopan di sekolah. Murid yang lambat cukup menggambar 3 contoh atau memilih dari gambar yang disediakan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab spontan: 'Siapa yang sudah bersikap sopan hari ini? Apa yang kamu lakukan?'
  • Observasi respons murid saat permainan Tepuk Anak Sopan

Proses:

  • Observasi kemampuan murid menyebutkan contoh sikap sopan saat tanya jawab
  • Penilaian kinerja saat bermain peran: penggunaan kata sopan, sikap tubuh, ekspresi wajah
  • Catatan anekdot selama diskusi kelompok
  • Umpan balik langsung dari guru dan teman sebaya

Akhir:

  • Tes lisan individu: menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di sekolah
  • Refleksi diri: murid menyampaikan satu sikap sopan yang akan diterapkan besok
  • Penilaian sikap selama satu pertemuan pembelajaran menggunakan rubrik

Formatif:

  • Observasi saat diskusi kelompok dan bermain peran
  • Tanya jawab selama kegiatan Memahami
  • Penilaian kinerja saat praktik bermain peran

Sumatif:

  • Tes lisan: menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di sekolah
  • Penilaian sikap: kemampuan bersikap hormat dan menjaga ucapan selama pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pengetahuan: Menyebutkan contoh sikap sopan di sekolahBelum dapat menyebutkan contoh sikap sopan atau menyebutkan contoh yang tidak sesuaiDapat menyebutkan 1-2 contoh sikap sopan di sekolah dengan bantuan guruDapat menyebutkan 3 contoh sikap sopan di sekolah secara mandiriDapat menyebutkan lebih dari 3 contoh sikap sopan di sekolah dengan penjelasan sederhana
Keterampilan: Mempraktikkan sikap sopan (bermain peran)Belum menunjukkan sikap sopan dalam bermain peran, masih perlu bimbingan penuhMenunjukkan 1-2 sikap sopan (misalnya hanya mengucap salam) tetapi belum konsistenMenunjukkan sikap sopan dengan baik: ucapan lemah lembut, sikap hormat, menggunakan kata tolong/terima kasihMenunjukkan sikap sopan dengan sangat baik, natural, dan dapat memberi contoh kepada teman
Sikap: Kesadaran sebagai makhluk sosial yang saling bergantungBelum menunjukkan kesadaran pentingnya bersikap sopan kepada orang lainMulai menyadari pentingnya bersikap sopan tetapi belum konsisten dalam perilakuMenyadari pentingnya bersikap sopan dan konsisten mempraktikkan selama pembelajaranMenyadari pentingnya bersikap sopan, mempraktikkan secara konsisten, dan mengingatkan teman untuk bersikap sopan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat menyebutkan minimal 3 contoh sikap sopan di sekolah?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan bermain peran? Apakah mereka antusias dan memahami pesan pembelajaran?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam mempraktikkan sikap sopan?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan efektif untuk mengakomodasi keberagaman murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari pembelajaran hari ini?
  • Sikap sopan apa yang sudah kamu lakukan hari ini?
  • Sikap sopan apa yang akan kamu lakukan besok di sekolah?
  • Bagaimana perasaanmu saat bersikap sopan kepada guru dan teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I
  3. Gambar-gambar sikap sopan di sekolah (Pangeran Siddharta, Wirya, situasi di kelas)
  4. Teks sabda Buddha (Manggala Sutta, Angguttara Nikaya III.50)
  5. Alat permainan edukatif: kartu gambar sikap sopan dan tidak sopan
  6. Lagu 'Baik Laku'
  7. Properti sederhana untuk bermain peran (papan tulis mini, buku, pensil)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.