Modul AjarPertemuan 3Bab 6Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Simbol dan Identitas Agama Teman-teman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal Simbol dan Identitas Agama Teman-teman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal Simbol dan Identitas Agama Teman-teman

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 6 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Simbol dan Identitas Agama Teman-teman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Simbol dan Identitas Agama Teman-teman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan simbol-simbol keagamaan Buddha dan agama lain di lingkungan rumah serta sekolahnya sebagai bentuk pemahaman identitas bersama
  2. Murid dapat memahami identitas agama Buddha dan kepercayaan lainnya dalam kelompok yang beragam sebagai landasan hidup bersaudara

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian tahu simbol agama yang kalian anut?
  2. Siapa teman kalian yang berbeda agama?
  3. Bagaimana kita bersikap kepada teman yang berbeda agama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam Namo Buddhaya
  • Guru mengajak murid duduk dengan nyaman dan melakukan latihan hening dan sadar: duduk tegak, kedua tangan di atas meja, ambil napas dalam lima tarikan, embuskan perlahan, rasakan aliran napas melalui hidung, ulangi dengan sadar dan cinta
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal simbol-simbol agama Buddha dan agama lain di sekitar kita
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Anak-anak, apakah kalian pernah melihat tempat ibadah di sekitar rumah atau sekolah? Apa saja yang kalian lihat?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar simbol-simbol agama di Indonesia: Dharmacakra (Buddha), Salib (Kristen), Bulan Bintang (Islam), Om (Hindu), dan Taiji (Khonghucu)
  • Guru menjelaskan nama simbol agama Buddha (Dharmacakra/Roda Dharma) dan maknanya sebagai ajaran Buddha
  • Guru memperkenalkan simbol agama lain dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak kelas 1
  • Guru menceritakan kisah singkat tentang Buddha Gautama sebagai guru agung umat Buddha
  • Murid menyimak penjelasan guru dengan penuh perhatian
  • Guru menunjukkan gambar rumah ibadah: Vihara, Gereja, Masjid, Pura, dan Kelenteng
  • Murid mengamati perbedaan dan kesamaan dari setiap tempat ibadah

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan dengan teman sebangku
  • Setiap pasangan mendiskusikan simbol agama yang mereka kenali di lingkungan rumah dan sekolah
  • Murid menggambar atau mewarnai simbol agama Buddha (Dharmacakra) di kertas yang disediakan
  • Guru mengajak murid bermain 'Permainan Tepuk Gembira' untuk menciptakan suasana gembira: 'Prok prok prok, ola ola hore hore yes! Ayo kita tersenyum, tertawa serta gembira, tepuk tangan hilangkan sedih dan duka'
  • Guru membacakan cerita 'Tiga Sahabat' tentang persahabatan anak-anak yang berbeda agama namun saling menyayangi
  • Murid menyebutkan nama teman-temannya di kelas yang berbeda agama (dengan penuh hormat)
  • Murid menempelkan gambar simbol agama mereka di papan 'Kita adalah Saudara'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berbagi pengalaman
  • Murid merefleksikan: 'Apa yang kalian rasakan ketika mengetahui teman kalian berbeda agama?'
  • Guru membimbing murid merenungkan pesan: 'Kita berbeda satu dan yang lain, tetapi selalu bersama dalam perbedaan. Karena kita saudara dalam keragaman'
  • Murid mengucapkan bersama-sama: 'Aku menghargai teman-temanku yang berbeda agama'
  • Guru menegaskan bahwa meskipun berbeda agama, kita tetap saudara dan harus saling menyayangi
  • Murid menuliskan atau menggambar satu sikap baik yang akan dilakukan kepada teman berbeda agama

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan simbol agama yang mereka pelajari
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi murid
  • Guru menyampaikan kesimpulan: setiap agama memiliki simbol dan identitas, dan kita harus saling menghargai
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi hening sejenak dengan mata tertutup, mengingat pelajaran hari ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam Namo Buddhaya
  • Guru mengingatkan murid untuk mengamati tempat ibadah di sekitar rumah sebagai pengayaan

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta mengidentifikasi lebih banyak simbol agama dari gambar tambahan. Murid yang lambat cukup fokus mengenali simbol agama Buddha dan satu agama lain.
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri menggambar dan mewarnai. Murid yang lambat dibimbing guru secara individual dengan pendampingan lebih intensif.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat poster mini 'Keragaman Agama di Sekolahku' dengan beberapa simbol. Murid yang lambat cukup menggambar dan mewarnai satu simbol agama Buddha dengan rapi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan: 'Apakah kalian pernah melihat tempat ibadah di sekitar rumah atau sekolah?'
  • Guru mengamati respons murid untuk mengetahui pengetahuan awal tentang keragaman agama

Proses:

  • Observasi saat murid mengamati gambar simbol-simbol agama
  • Observasi diskusi berpasangan tentang simbol agama di lingkungan
  • Observasi partisipasi dalam permainan tepuk gembira
  • Observasi saat murid menyimak cerita Tiga Sahabat
  • Penilaian proses menggambar dan mewarnai simbol Dharmacakra

Akhir:

  • Tes lisan: meminta 3-5 murid menyebutkan simbol agama yang dipelajari
  • Penilaian produk: hasil gambar simbol Dharmacakra dan kelengkapannya
  • Penilaian refleksi: kemampuan menuliskan atau menggambar sikap menghargai teman berbeda agama

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat latihan hening dan sadar
  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi berpasangan
  • Penilaian proses saat murid menggambar dan mewarnai simbol
  • Observasi kemampuan menyebutkan nama teman yang berbeda agama dengan penuh hormat

Sumatif:

  • Tes lisan: murid menyebutkan minimal 2 simbol agama (Buddha dan satu agama lain)
  • Penilaian produk: hasil gambar simbol Dharmacakra
  • Penilaian sikap: refleksi tertulis atau gambar tentang sikap menghargai teman berbeda agama

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan simbol agamaMurid belum dapat menyebutkan simbol agama apapunMurid dapat menyebutkan 1 simbol agama dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2 simbol agama (Buddha dan satu agama lain) dengan sedikit bantuanMurid dapat menyebutkan 3 atau lebih simbol agama secara mandiri dengan benar
Memahami identitas agama dalam keberagamanMurid belum menunjukkan pemahaman tentang perbedaan agamaMurid menyadari ada perbedaan agama namun belum dapat menjelaskanMurid dapat menyebutkan teman yang berbeda agama dan menunjukkan sikap menghargaiMurid dapat menjelaskan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi persaudaraan dan menunjukkan sikap menghargai secara konsisten
Menggambar simbol DharmacakraMurid belum dapat menggambar bentuk DharmacakraMurid dapat menggambar Dharmacakra dengan bantuan penuh guru (menjiplak)Murid dapat menggambar Dharmacakra dengan sedikit bantuan dan mewarnai dengan rapiMurid dapat menggambar Dharmacakra secara mandiri dengan proporsi baik dan mewarnai dengan rapi dan kreatif
Sikap menghargai keberagamanMurid belum menunjukkan sikap menghargai teman berbeda agamaMurid mulai menunjukkan sikap menerima keberagaman namun masih perlu bimbinganMurid menunjukkan sikap menghargai teman berbeda agama dalam interaksi sehari-hariMurid secara konsisten menunjukkan sikap menghargai, menyayangi, dan membantu teman berbeda agama tanpa diminta

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi minimal 2 simbol agama?
  • Bagaimana respons murid terhadap keberagaman agama di kelas?
  • Apakah metode latihan hening dan sadar efektif menciptakan suasana berkesadaran?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah permainan dan cerita berhasil menciptakan pembelajaran yang menggembirakan sekaligus bermakna?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang simbol agama?
  • Bagaimana perasaanmu saat mengetahui teman-temanmu berbeda agama?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi sahabat yang baik bagi teman berbeda agama?
  • Apakah kamu menyukai pembelajaran hari ini? Bagian mana yang paling kamu suka?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  3. Gambar simbol-simbol agama di Indonesia (Dharmacakra, Salib, Bulan Bintang, Om, Taiji)
  4. Gambar rumah ibadah (Vihara, Gereja, Masjid, Pura, Kelenteng)
  5. Kertas gambar dan alat mewarnai (pensil warna/crayon)
  6. Papan tulis atau papan display untuk menempel hasil karya
  7. Cerita 'Tiga Sahabat' dari Buku Siswa
  8. Video atau audio 'Permainan Tepuk Gembira' (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.