Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Asesmen Sumatif: Menghargai Sesama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menghargai Sesama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Asesmen Sumatif: Menghargai Sesama

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif: Menghargai Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikAsesmen Sumatif: Menghargai Sesama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan sikap saling menghargai sesama tanpa membedakan identitas, jenis kelamin, dan latar belakang sosial sesuai teladan Bodhisattva
  2. Murid dapat melaksanakan sikap saling menghargai sesama melalui perilaku hormat dan ucapan yang baik di lingkungan sekolah sesuai kisah Jataka

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana Buddha menghargai semua siswanya tanpa membedakan?
  2. Apa yang kalian lakukan untuk menghargai teman-teman di sekolah?
  3. Mengapa kita harus menghargai sesama meskipun berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan menyapa murid dengan penuh cinta kasih
  • Guru mengajak murid melakukan permainan sadar penuh 'Tepuk Bodhisattva' untuk menghadirkan fokus dan kegembiraan: Prok prok prok, di jiwaku. Prok prok prok, ada benih. Prok prok prok, kebuddhaan. Prok prok prok, aku... Bodhisattvaaaa
  • Guru menanyakan kepada murid: 'Siapa yang ingat kisah Burung Gagak dan Burung Hantu?' untuk mengaitkan pembelajaran sebelumnya
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini murid akan menunjukkan semua yang sudah dipelajari tentang menghargai sesama
  • Asesmen awal: Guru mengajukan pertanyaan lisan sederhana untuk mengukur pemahaman awal murid tentang sikap menghargai sesama

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar Buddha bersama siswa-siswanya yang beragam (Upali tukang cukur, Sunita tukang pikul, Bhikuni Prajapati perempuan) dan mengajak murid mengamati dengan seksama
  • Guru bertanya: 'Siapa saja yang menjadi siswa Buddha? Apa pekerjaan mereka? Apakah Buddha membedakan mereka?'
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang teladan Buddha dalam menghargai semua siswa tanpa membedakan latar belakang, jenis kelamin, atau pekerjaan
  • Guru membacakan kembali sabda Buddha: 'Jika menghormati relik Buddha, jalan menuju kesucian terbuka. Buddha mencintai semua makhluk.'
  • Murid diajak merenung sejenak dalam hening, merasakan makna kata-kata tersebut di dalam hati

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif yang berisi tugas praktik menghargai sesama
  • Tugas 1 (Sikap): Murid diminta menuliskan 3 cara menghargai teman di sekolah tanpa membedakan (misalnya: bermain bersama, berbagi makanan, mendengarkan perasaan teman)
  • Tugas 2 (Perilaku Hormat): Murid diminta menggambar diri sendiri sedang melakukan perilaku hormat kepada teman (misalnya: menyapa dengan senyum, membantu teman, mengucapkan terima kasih)
  • Tugas 3 (Ucapan Baik): Murid diminta menuliskan 2 kalimat ucapan baik yang akan disampaikan kepada teman yang berbeda (misalnya: 'Semoga kamu selalu bahagia', 'Terima kasih sudah menjadi temanku')
  • Tugas 4 (Praktik Langsung): Murid diminta berpasangan dan mempraktikkan ucapan baik serta sikap hormat kepada pasangannya
  • Guru berkeliling mengamati dan mencatat sikap, perilaku, dan ucapan murid menggunakan rubrik penilaian

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta duduk dengan nyaman dan menutup mata sejenak, mengingat kembali apa yang baru saja dilakukan
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana perasaanmu ketika menghargai temanmu tadi? Bagaimana perasaan temanmu ketika dihargai olehmu?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di lembar asesmen: 'Yang aku rasakan saat menghargai teman adalah...' dan 'Yang akan aku lakukan besok untuk menghargai sesama adalah...'
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksinya secara sukarela di depan kelas
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik positif terhadap setiap refleksi murid
  • Murid bersama-sama mengucapkan: 'Semoga semua makhluk berbahagia' sebagai penutup refleksi

Penutup:

  • Guru mengumpulkan lembar asesmen sumatif dari seluruh murid
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha mereka dalam menunjukkan sikap menghargai sesama
  • Guru menyampaikan pesan: 'Kalian semua luar biasa! Teruslah menghargai sesama seperti teladan Buddha, di sekolah, di rumah, dan di mana pun kalian berada'
  • Guru memberikan tugas rumah sederhana: Minggu ini, lakukan 1 perbuatan baik untuk menghargai orang di rumah (orang tua, kakak, adik, atau pembantu), lalu ceritakan pengalamannya minggu depan
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam cinta kasih

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan menulis, guru menyediakan gambar pilihan yang dapat ditempel atau mewarnai. Untuk murid yang cepat, ditambahkan tugas menulis cerita pendek tentang pengalaman menghargai sesama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bantuan lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru. Murid yang mandiri dapat mengerjakan tugas secara individual dan diberi waktu untuk membantu teman yang kesulitan.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman: menulis, menggambar, atau menceritakan secara lisan. Hasil asesmen dapat berupa tulisan, gambar, atau kombinasi keduanya sesuai kemampuan murid.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang masih ingat bagaimana Buddha memperlakukan semua siswanya?'
  • Pertanyaan sederhana: 'Sebutkan 1 cara menghargai teman di sekolah!'

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat mengamati gambar dan menyimak penjelasan guru
  • Pengamatan saat murid mengerjakan lembar asesmen: sikap fokus, kesungguhan, dan kreativitas
  • Penilaian kinerja saat praktik berpasangan: sikap hormat, ucapan baik, dan bahasa tubuh
  • Catatan anekdotal terhadap murid yang menunjukkan sikap menghargai secara spontan

Akhir:

  • Penilaian lembar kerja asesmen sumatif menggunakan rubrik (sikap, perilaku hormat, ucapan baik)
  • Penilaian praktik langsung menggunakan rubrik (kemampuan menunjukkan sikap menghargai tanpa membedakan)
  • Penilaian refleksi tertulis: kedalaman pemahaman dan komitmen tindak lanjut

Formatif:

  • Observasi sikap murid selama permainan Tepuk Bodhisattva dan diskusi kelas
  • Pengamatan perilaku hormat dan ucapan baik saat praktik berpasangan
  • Umpan balik lisan terhadap refleksi murid

Sumatif:

  • Lembar kerja asesmen tertulis: menuliskan cara menghargai teman, menggambar perilaku hormat, dan menulis ucapan baik
  • Penilaian praktik langsung: sikap dan ucapan saat berpasangan dengan teman
  • Refleksi tertulis murid tentang perasaan dan tindak lanjut menghargai sesama

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Sikap menghargai sesama tanpa membedakanMurid belum dapat menuliskan cara menghargai teman atau masih membedakan teman berdasarkan identitasMurid dapat menuliskan 1 cara menghargai teman tetapi masih terlihat ragu atau kurang tepatMurid dapat menuliskan 2-3 cara menghargai teman dengan tepat dan menunjukkan sikap tidak membedakanMurid dapat menuliskan lebih dari 3 cara menghargai teman dengan sangat tepat, disertai contoh konkret, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang tidak membedakan sesama
Perilaku hormat dan ucapan baikMurid belum dapat menggambar atau menunjukkan perilaku hormat dan ucapan baikMurid dapat menggambar perilaku hormat tetapi masih sederhana dan ucapan baik kurang tepatMurid dapat menggambar perilaku hormat dengan jelas dan menuliskan 2 ucapan baik yang tepatMurid dapat menggambar perilaku hormat dengan detail, menuliskan lebih dari 2 ucapan baik yang sangat tepat, dan mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh
Praktik menghargai sesamaMurid belum mampu mempraktikkan sikap hormat dan ucapan baik kepada temanMurid mampu mempraktikkan sikap hormat atau ucapan baik tetapi masih malu-malu atau kurang percaya diriMurid mampu mempraktikkan sikap hormat dan ucapan baik dengan baik, penuh perhatian, dan tulusMurid mampu mempraktikkan sikap hormat dan ucapan baik dengan sangat baik, tulus, penuh cinta kasih, dan menginspirasi teman lainnya
Refleksi pembelajaranMurid belum dapat merefleksikan perasaan atau tindak lanjut menghargai sesamaMurid dapat merefleksikan perasaan tetapi masih sangat singkat atau kurang mendalamMurid dapat merefleksikan perasaan dan menyebutkan tindak lanjut menghargai sesama dengan baikMurid dapat merefleksikan perasaan dengan mendalam, menyebutkan tindak lanjut konkret, dan menunjukkan komitmen kuat untuk menghargai sesama

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah asesmen yang diberikan sudah mengukur pemahaman dan keterampilan murid secara utuh?
  • Bagaimana respons murid terhadap tugas praktik menghargai sesama? Apakah mereka antusias dan tulus?
  • Adakah murid yang mengalami kesulitan? Apa yang dapat saya lakukan untuk membantunya lebih baik?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah efektif untuk semua murid?
  • Bagaimana saya dapat membawa pembelajaran ini ke kehidupan nyata murid sehari-hari?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku pelajari hari ini tentang menghargai sesama?
  • Bagaimana perasaanku ketika menghargai temanku tadi?
  • Apa yang akan aku lakukan besok untuk menghargai sesama seperti teladan Buddha?
  • Siapa yang ingin aku hargai lebih baik mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021), Bab 4: Menghargai Sesama
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar ilustrasi Buddha dan siswa-siswanya (Upali, Sunita, Prajapati Gotami)
  4. Lembar kerja asesmen sumatif
  5. Pensil warna, krayon, atau spidol untuk menggambar
  6. Kisah Jataka tentang menghargai sesama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.