MODUL AJAR Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 2 — Aku dan Teman-Temanku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Aku dan Teman-Temanku |
|---|
| Alokasi Waktu | 10 JP (10 x 35 menit = 350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.2.1 Mengidentifikasi identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.2 Menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.3 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.4 Mempraktikkan sopan santun dalam pergaulan yang harmonis bersama teman di lingkungan sekolah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapa saja nama teman-temanmu yang ada di dalam kelas ini?
- Apa saja hal yang bisa kita ketahui saat berkenalan dengan teman baru di sekolah?
- Apa saja hal yang berbeda antara dirimu dan teman sebangkumu di kelas?
- Bagaimana caramu menceritakan perbedaan agama, suku, atau ciri dirimu dengan temanmu?
- Bagaimana caramu bersikap ramah saat menyapa teman yang berbeda agama atau suku?
- Mengapa kita harus saling menghargai dan bertutur kata santun saat bermain bersama di sekolah?
- Bagaimana caramu menyapa teman yang berbeda agama saat bertemu di kelas?
- Apa kata sopan yang kamu ucapkan saat meminjam pensil atau menolong teman?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Identitas Teman-Teman di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.2.1 Mengidentifikasi identitas teman-teman di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', memandu doa pembuka, dan mengajak melakukan pernapasan berkesadaran serta 'Tepuk Semangat' bersama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan memperlihatkan gambar perkenalan dan menanyakan unsur identitas dasar diri: 'Ketika kita berkenalan, apa saja yang biasanya kita sebutkan?' (acuan jawaban yang diterima: menyebutkan nama lengkap/panggilan, jenis kelamin laki-laki/perempuan, atau agama) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengidentifikasi identitas teman-teman di lingkungan sekolah (nama, jenis kelamin, dan agama/asal) agar saling mengenal (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menuntun murid membaca bersama teks perkenalan sederhana berdasarkan Buku Siswa halaman 28-30 tentang identitas 4 tokoh teman sekolah: (1) Putu (laki-laki, Hindu), (2) Siti (perempuan, Islam), (3) Edo (laki-laki, Kristen), dan (4) Karuna (perempuan, Buddha) (10 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah untuk mengidentifikasi unsur identitas keempat tokoh tersebut: nama anak, jenis kelamin, dan agamanya berdasarkan teks yang baru dibaca (acuan: Putu-laki-laki-Hindu; Siti-perempuan-Islam; Edo-laki-laki-Kristen; Karuna-perempuan-Buddha) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengajak murid memainkan permainan interaktif 'Kartu Sahabat Ceria': setiap anak memegang kartu identitas kosong bergambar simbol profil, lalu saling berpasangan bergantian bertanya dan mencatat/mencentang identitas 2 orang teman sekelasnya yang meliputi: (1) Nama teman, (2) Jenis kelamin (laki-laki/perempuan), dan (3) Agama teman (15 menit).
- Murid secara mandiri memasangkan 3 kartu identitas tokoh teman sekolah dengan atribut yang tepat pada papan tempel: Kartu 1: 'Siti' dipasangkan ke label 'Perempuan, Islam'; Kartu 2: 'Putu' dipasangkan ke label 'Laki-laki, Hindu'; Kartu 3: 'Edo' dipasangkan ke label 'Laki-laki, Kristen' (acuan: pasangan benar Siti = Perempuan & Islam; Putu = Laki-laki & Hindu; Edo = Laki-laki & Kristen) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dengan bimbingan guru merefleksikan identitas teman yang telah dikenali dengan menyebutkan kembali bahwa setiap teman di sekolah memiliki nama, jenis kelamin, dan latar belakang yang membentuk identitas dirinya masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa mengenal identitas teman sekolah (nama, jenis kelamin, agama) membuat kita saling mengenal dengan baik di sekolah (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik dan penguatan lisan, menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang menceritakan perbedaan identitas diri dan teman, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu identitas bergambar dan simbol warna untuk murid yang belum lancar membaca teks tulisan.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru secara intensif dengan pertanyaan penuntun terstruktur saat mewawancarai teman; murid yang lebih cepat mengidentifikasi diberi kesempatan mencatat 3 identitas teman di kelas.
- Produk: Murid boleh menyampaikan hasil identifikasi teman berupa kartu centang simbol bergambar atau secara lisan langsung kepada guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Saat berkenalan di sekolah, sebutkan 2 hal dari diri kita yang bisa kita beritahukan kepada teman baru!' (Acuan jawaban benar: menyebutkan minimal 2 unsur dari: nama, jenis kelamin laki-laki/perempuan, agama, atau asal daerah).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid mengumpulkan data identitas 2 teman sekelas (nama, jenis kelamin, agama) pada lembar 'Kartu Sahabat Ceria'.
- Pengecekan ketepatan tugas memasangkan 3 kartu identitas tokoh sekolah: (1) Siti -> Perempuan, Islam; (2) Putu -> Laki-laki, Hindu; (3) Edo -> Laki-laki, Kristen (acuan: ketepatan ketiga pasangan kartu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan: 'Sebutkan 3 unsur identitas dari salah satu teman yang baru saja kamu data identitasnya!' (Acuan kriteria: menyebutkan secara lengkap nama teman, jenis kelaminnya, dan agamanya).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat aktivitas permainan berpasangan 'Kartu Sahabat Ceria' dalam mengidentifikasi identitas teman
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan kartu identitas tokoh (Siti, Putu, Edo)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Identitas Teman di Lingkungan Sekolah | Belum mampu mengidentifikasi unsur identitas teman (nama, jenis kelamin, agama) meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu mengidentifikasi 1 unsur identitas teman di sekolah (misalnya hanya nama) dengan bantuan dan arahan guru. | Mampu mengidentifikasi minimal 2 unsur identitas teman di sekolah (misalnya nama dan jenis kelamin, atau nama dan agama) secara mandiri dan tepat sesuai data teman/tokoh acuan. | Mampu mengidentifikasi seluruh (3) unsur identitas teman di sekolah (nama lengkap/panggilan, jenis kelamin, dan agama) secara tepat, lengkap, dan mandiri sesuai data teman/tokoh acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi identitas teman-temannya di kelas dengan baik?
- Apakah penggunaan media kartu identitas bergambar efektif membantu murid Fase A dalam memahami identitas teman?
Murid:- Apakah kamu merasa senang berkenalan dan mencari tahu identitas teman barumu di kelas?
- Bagian mana dari kegiatan mengenal identitas teman hari ini yang paling kamu sukai?
Pertemuan 2 — Menceritakan Perbedaan Identitas Diri dengan Identitas Teman-Teman di Lingkungan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.2.2 Menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman-teman di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid duduk hening sejenak untuk melatih kesadaran penuh bernapas (mindful breathing), dan memeriksa kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan mengajukan pertanyaan lisan terbimbing untuk mengecek kesiapan murid menceritakan perbedaan identitas diri dengan teman: 'Sebutkan 1 hal yang membedakan dirimu dengan teman sebangkumu!' (kriteria penerimaan operasional: murid mampu menyebutkan secara lisan minimal 1 perbedaan nyata, misalnya jenis kelamin laki-laki/perempuan, agama, suku/daerah asal, atau ciri fisik seperti rambut lurus/keriting) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati gambar ilustrasi pertemanan Siti (Islam), Putu (Hindu), Karuna (Buddha), dan Edo (Kristen) dari Buku Siswa, lalu menyimak penjelasan guru tentang unsur identitas yang bisa berbeda antar-teman (agama, suku, jenis kelamin, ciri diri) (10 menit).
- Guru memberikan pemodelan kalimat sederhana untuk menceritakan perbedaan: 'Nama saya [Nama], agama saya Buddha, rambut saya lurus. Teman saya bernama [Nama Teman], agamanya [Agama Teman], rambutnya keriting. Kami berbeda tetapi kami berteman baik' (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain 'Tantangan Cermin Cerita Berpasangan' (joyful learning): murid duduk berhadapan dengan teman sebangku, saling mengamati perbedaan identitas diri (nama, jenis kelamin, agama/tempat ibadah, atau suku asal) (10 menit).
- Secara bergantian di hadapan guru dan teman pasangan, setiap murid menceritakan secara lisan perbedaan identitas dirinya dengan identitas 1 teman sebangkunya menggunakan panduan kalimat yang telah dipelajari dengan menyebutkan minimal 2 unsur perbedaan identitas nyata (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan pengalaman belajarnya: bagaimana rasanya mengetahui dan menceritakan bahwa setiap teman memiliki perbedaan masing-masing (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan bahwa perbedaan identitas antar-teman di sekolah adalah hal wajar yang membuat persahabatan indah dan harmonis, mengapresiasi keberanian bercerita seluruh murid, serta menutup pelajaran dengan doa dan salam Namo Buddhaya (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bergambar simbol identitas (gambar rumah ibadah/tempat ibadah dan simbol anak laki-laki/perempuan) untuk membantu mengingat unsur perbedaan yang diceritakan.
- Proses: Murid yang belum percaya diri bercerita dibimbing guru dengan pertanyaan pemantik satu per satu; murid yang sudah lancar menceritakan 3 hingga 4 unsur perbedaan identitas diri dan temannya secara mandiri.
- Produk: Semua murid menceritakan perbedaan identitas diri secara lisan, dengan variasi jumlah unsur identitas (2 unsur untuk pemula, 3-4 unsur untuk mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Sebutkan 1 hal yang membedakan dirimu dengan teman sebangkumu!' (Kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan secara tepat 1 aspek pembeda konkret seperti jenis kelamin, agama, suku asal, atau ciri fisik).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja saat murid menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman sebangku pada tahap Mengaplikasi (Kriteria penerimaan operasional: cerita memuat nama diri, nama teman, dan minimal 2 unsur perbedaan nyata seperti agama/tempat ibadah, jenis kelamin, suku bangsa, atau ciri fisik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 murid secara acak menyebutkan kembali apa saja 2 unsur perbedaan identitas yang tadi diceritakan bersama pasangannya (Kriteria penerimaan operasional: menyebutkan 2 unsur identitas pembeda yang valid seperti agama dan jenis kelamin).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja lisan menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman sebangku berdasarkan rubrik penilaian proses
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman di lingkungan sekolah | Belum mampu menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman meskipun sudah diberikan pertanyaan penuntun oleh guru. | Mampu menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman hanya mencakup 1 unsur pembeda (misal hanya jenis kelamin saja) dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman secara lisan mencakup minimal 2 unsur pembeda nyata (misal agama dan jenis kelamin) secara mandiri. | Mampu menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman secara lisan mencakup 3 unsur pembeda nyata atau lebih (misal agama, jenis kelamin, dan suku/ciri fisik) secara lengkap dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi permainan Cermin Cerita Berpasangan efektif membantu murid kelas 1 berani menceritakan perbedaan identitas dirinya dengan teman?
- Apakah seluruh murid telah mampu mengidentifikasi dan menceritakan minimal 2 unsur perbedaan identitas nyata dengan teman sebangkunya?
Murid:- Apakah kamu senang bercerita tentang perbedaanmu dengan teman sebangkumu hari ini?
- Perbedaan apa saja yang paling kamu ingat dari teman sebangkumu?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Apresiasi terhadap Keragaman Identitas dan Mempraktikkan Sopan Santun dalam Pergaulan Harmonis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.2.3 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.4 Mempraktikkan sopan santun dalam pergaulan yang harmonis bersama teman di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak murid hening sejenak duduk berkesadaran merasakan napas alami, lalu memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan 'Tepuk Semangat' berkesadaran sesuai Buku Siswa untuk membangkitkan suasana gembira dan fokus (5 menit).
- Guru menyampaikan asesmen awal berupa pertanyaan lisan terarah untuk mengecek kesiapan murid mengenai perilaku sopan santun dan apresiasi keragaman (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak guru membacakan sabda Buddha dari Angguttara Nikaya III hal 288-289 tentang hidup rukun dan pesan berteman dengan sahabat berbudi luhur (Dhammapada 78) (10 menit).
- Guru menunjukkan 3 gambar situasi keragaman identitas dan pergaulan: (1) Gambar Putu yang beragama Hindu dan Siti yang berkerudung sedang tersenyum bersalaman di teras kelas; (2) Gambar dua anak berbagi krayon saat menggambar bersama dengan ucapan 'Terima kasih, krayonmu bagus sekali'; (3) Gambar anak mengucapkan 'Permisi, bolehkah aku ikut bermain?' saat teman-teman lain sedang bermain congklak (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi bentuk apresiasi dan kata sopan santun yang ada pada ketiga situasi tersebut secara terbimbing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Kartu Kata Santun dan Apresiasi'. Murid secara bergantian mengambil salah satu dari 4 kartu situasi: Situasi 1 'Teman berbeda suku baru selesai bernyanyi lagu daerahnya', Situasi 2 'Berpapasan dengan teman beda agama di koridor sekolah', Situasi 3 'Ingin meminjam penghapus milik teman', Situasi 4 'Tidak sengaja menyenggol meja teman' (15 menit).
- Secara berpasangan, murid mempraktikkan langsung respons sopan santun dan apresiasi sesuai kartu situasi yang diperoleh di depan teman sebangkunya: respons 1 memberi pujian tulus 'Wah, lagu daerahmu indah sekali!', respons 2 menyapa ramah 'Halo/Selamat pagi, senang bertemu denganmu', respons 3 meminta izin dengan kata 'Permisi, bolehkah aku pinjam penghapusmu?', dan respons 4 mengucapkan maaf dengan santun 'Maaf ya, aku tidak sengaja menyenggol mejamu' (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk melingkar dengan sadar penuh (mindful sitting), meletakkan tangan di dada, lalu merefleksikan perasaan hangat saat saling menghargai dan bertutur kata santun kepada sesama teman di sekolah (10 menit).
- Murid menunjukkan apresiasi kepada teman sebangkunya dengan saling tersenyum ramah dan mengucapkan satu kalimat penghargaan sederhana atas keragaman yang dimiliki temannya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap praktik sopan santun dan apresiasi keragaman yang telah diperagakan seluruh murid serta mengonfirmasi ketercapaian perilaku harmonis (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama, pengucapan 'Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta' (semoga semua makhluk berbahagia), dan salam penutup Buddhis 'Namo Buddhaya' (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan gambar ilustrasi ekspresif untuk murid yang masih memperlancar membaca kata lisan.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) berupa panduan contoh kalimat sapaan bagi murid yang membutuhkan, serta memberi kesempatan bagi murid yang cepat untuk mempraktikkan 4 kartu situasi secara mandiri.
- Produk: Unjuk kerja mempraktikkan sopan santun dan menunjukkan apresiasi keragaman secara lisan-peragaan berpasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa yang kamu katakan saat ingin meminjam pensil teman yang berbeda suku atau agama denganmu?' (Acuan jawaban benar: Menggunakan kata santun seperti 'Permisi/Tolong, bolehkah aku meminjam pensilmu?').
- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Bagaimana caramu menghargai teman yang membawa bekal makanan khas daerah asalnya?' (Acuan jawaban benar: Menghargai/memuji/tidak mencela/tersenyum ramah, misalnya 'Wah, kelihatannya enak').
Proses:- Pengamatan formatif saat murid mempraktikkan kartu situasi sopan santun (kriteria: tepat mengucapkan kata santun 'tolong/maaf/terima kasih/permisi' dan sapaan ramah pada 4 kartu situasi: Situasi 1 'Wah, lagu daerahmu indah sekali!', Situasi 2 'Halo/Selamat pagi', Situasi 3 'Permisi/Bolehkah aku pinjam?', Situasi 4 'Maaf ya, aku tidak sengaja').
- Pengamatan formatif saat murid menunjukkan apresiasi terhadap perbedaan latar belakang teman sebangku (kriteria: menunjukkan sikap menerima dan bertutur kata menghargai keberadaan teman tanpa membeda-bedakan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan melalui 2 situasi singkat: (1) 'Apa kata santun yang kamu ucapkan bila teman menolongmu merapikan buku?' (Acuan jawaban benar: 'Terima kasih'); (2) 'Bagaimana caramu bersikap bila ada teman yang cara bicaranya berbeda logat denganmu?' (Acuan jawaban benar: 'Tetap rukun/menghargai/mendengarkan dengan ramah').
Formatif:- Observasi unjuk kerja peragaan sopan santun dan menunjukkan apresiasi keragaman
- Cek pemahaman lisan diagnostik di awal pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman di sekolah (TP 1.2.3) | Belum mampu menunjukkan apresiasi atau sikap menghargai terhadap keragaman identitas teman meski telah diberikan contoh langsung oleh guru. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman dengan bantuan dan panduan penuh dari guru. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman di sekolah dengan mandiri dan ramah. | Mampu menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman di sekolah secara konsisten, mandiri, dan penuh ketulusan pada setiap situasi. | | Mempraktikkan sopan santun dalam pergaulan harmonis (TP 1.2.4) | Belum mampu mempraktikkan kata dan tindakan sopan santun (tolong, maaf, terima kasih, permisi) dalam simulasi pergaulan bersama teman. | Mampu mempraktikkan kata dan tindakan sopan santun dalam pergaulan pada 1-2 kartu situasi dengan bimbingan guru (Acuan: kartu 1 puji tulus, kartu 2 sapa ramah, kartu 3 izin santun, kartu 4 minta maaf). | Mampu mempraktikkan kata dan tindakan sopan santun dalam pergaulan pada minimal 3 kartu situasi secara mandiri dan tepat sesuai konteks. | Mampu mempraktikkan seluruh kata dan tindakan sopan santun dalam pergaulan pada 4 kartu situasi secara tepat, mandiri, dan santun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah mampu mempraktikkan kata sopan santun dalam simulasi pergaulan secara wajar dan mandiri?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menunjukkan apresiasi terhadap teman yang berbeda latar belakang identitas?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah saling menyapa dan mengucapkan kata santun kepada temanmu hari ini?
- Kalimat santun apa yang paling sering ingin kamu ucapkan kepada teman-teman di sekolah?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.2.1 Mengidentifikasi identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.2 Menceritakan perbedaan identitas diri dengan identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.3 Menunjukkan apresiasi terhadap keragaman identitas teman-teman di lingkungan sekolah
- TP 1.2.4 Mempraktikkan sopan santun dalam pergaulan yang harmonis bersama teman di lingkungan sekolah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam Namo Buddhaya, mengajak murid duduk hening sejenak dengan sadar penuh (mindful sitting), dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif unjuk kerja dan demonstrasi bermain peran untuk menunjukkan apa yang sudah dipelajari tentang identitas teman, menghargai perbedaan, dan bersikap santun di sekolah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan alur pelaksanaan Asesmen Tugas 1: setiap murid secara bergiliran maju ke meja guru selama 1,5 menit untuk menjawab pertanyaan lisan mengenai nama dan ciri teman, serta menceritakan perbedaan identitas diri dengan temannya, sementara murid lain yang menunggu giliran duduk tenang mewarnai kartu identitas persahabatan di mejanya masing-masing (5 menit).
- Guru menjelaskan alur pelaksanaan Asesmen Tugas 2: murid berpasangan memeragakan 3 situasi pergaulan harmonis di depan kelas selama 4 menit per pasang, yaitu (1) menyapa dengan salam hormat/anjali, (2) mengajak teman bermain bersama tanpa membedakan, dan (3) menolong teman yang menjatuhkan alat tulis disertai ucapan santun (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Pelaksanaan Tugas 1 (Unjuk Kerja Lisan Bergiliran, 40 menit): Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara rotasi (durasi rata-rata 1,5 menit per murid). Murid menjawab pertanyaan guru untuk mengidentifikasi teman dan menceritakan perbedaannya: 'Siapa nama teman sekelasmu dan apa ciri fisik atau kegemarannya?' (acuan: murid menyebut 1 nama teman sekelas dengan benar dan 1 ciri fisik/kegemaran yang nyata) serta 'Apa perbedaan identitas antara dirimu dan temanmu itu?' (acuan: murid menyebutkan 1 perbedaan nyata seperti jenis kelamin, suku/asal, atau agama). Murid lain yang menunggu giliran secara mandiri mewarnai kartu identitas persahabatan di meja masing-masing tanpa bersuara keras (40 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 (Demonstrasi Bermain Peran Berpasangan, 44 menit): Guru memanggil 11 pasang murid secara bergantian (durasi 4 menit per pasang) untuk mendemonstrasikan pergaulan harmonis berdasarkan 3 skenario yang ditentukan guru: Skenario 1 - Berpapasan di pagi hari dan menyapa dengan sikap anjali serta ucapan salam ramah; Skenario 2 - Mengajak teman yang berbeda identitas bermain bersama dengan kalimat ajakan yang ramah; Skenario 3 - Menolong pasangan yang menjatuhkan kotak pensil/alat tulis lalu mengucapkan kata terima kasih dan sama-sama (41 menit).
Merefleksi (Menggembirakan):- Guru mengajak seluruh murid duduk melingkar dengan tenang, mengapresiasi keberanian dan kejujuran seluruh murid selama menjalani unjuk kerja lisan dan demonstrasi bermain peran (3 menit).
- Murid diajak mengungkapkan satu perasaan mereka setelah mempraktikkan sikap hormat anjali dan kata santun saat membantu teman (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik umum penguatan bahwa hidup harmonis di sekolah tercipta saat kita saling mengenal identitas, menghormati perbedaan, dan bertutur kata santun (2 menit).
- Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa penutup bersama dan salam damai Namo Buddhaya (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang pemalu atau berbicara sangat pelan, guru mendekatkan posisi duduk saat wawancara Tugas 1 dan memberikan isyarat visual senyum ramah tanpa mengubah pertanyaan atau kriteria penilaian.
- Produk: Bagi murid yang memerlukan bantuan visual saat Tugas 2, guru menunjukkan kartu simbol situasi (gambar anjali, gambar bermain bersama, gambar menolong) sebagai penanda giliran adegan tanpa mengubah kriteria rubrik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan singkat sebelum unjuk kerja: guru menanyakan secara klasikal kesiapan murid untuk menyebutkan nama teman sebangku dan mempraktikkan sikap anjali yang benar (acuan: merapatkan kedua telapak tangan di depan dada sambil menundukkan kepala dengan santun).
Proses:- Pengamatan keteraturan dan ketertiban murid saat giliran wawancara individu berlangsung serta keaktifan mewarnai kartu identitas persahabatan secara mandiri.
Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja wawancara-bercerita lisan bergiliran dan demonstrasi bermain peran berpasangan: tuturan lisan identitas dan perbedaan teman, serta peragaan sopan santun dan sikap menghargai teman sekelas sesuai kriteria rubrik operasional
- unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 1,5 menit secara rotasi ke meja guru (menyebutkan nama dan 1 ciri teman, serta menceritakan 1 perbedaan identitas diri dan teman) sementara murid lain mewarnai kartu identitas persahabatan secara mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria 1: ketepatan menyebut nama dan ciri fisik/kegemaran teman; kriteria 2: kejelasan menceritakan perbedaan identitas diri dan teman))
- demonstrasi bermain peran berpasangan: peragaan interaksi santun bersama pasangan teman yang ditentukan guru (memperagakan salam hormat/anjali saat menyapa, mengajak bermain bersama tanpa membedakan teman, dan menolong teman saat menjatuhkan alat tulis) yang dinilai per pasang selama 4 menit (14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat 28 murid) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi bermain peran (kriteria 1: kesediaan berinteraksi ramah dan menerima teman berbeda; kriteria 2: ketepatan sikap tubuh sopan dan kata santun saat menyapa, mengajak, dan menolong))
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja wawancara-bercerita lisan bergiliran dan demonstrasi bermain peran berpasangan: tuturan lisan identitas dan perbedaan teman, serta peragaan sopan santun dan sikap menghargai teman sekelas sesuai kriteria rubrik operasional
- unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 1,5 menit secara rotasi ke meja guru (menyebutkan nama dan 1 ciri teman, serta menceritakan 1 perbedaan identitas diri dan teman) sementara murid lain mewarnai kartu identitas persahabatan secara mandiri (45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan (kriteria 1: ketepatan menyebut nama dan ciri fisik/kegemaran teman; kriteria 2: kejelasan menceritakan perbedaan identitas diri dan teman))
- demonstrasi bermain peran berpasangan: peragaan interaksi santun bersama pasangan teman yang ditentukan guru (memperagakan salam hormat/anjali saat menyapa, mengajak bermain bersama tanpa membedakan teman, dan menolong teman saat menjatuhkan alat tulis) yang dinilai per pasang selama 4 menit (14 pasang x 4 menit = 56 menit, muat 28 murid) (60 menit; kelompok; instrumen: rubrik observasi bermain peran (kriteria 1: kesediaan berinteraksi ramah dan menerima teman berbeda; kriteria 2: ketepatan sikap tubuh sopan dan kata santun saat menyapa, mengajak, dan menolong))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi Identitas Teman (TP 1.2.1) | Belum mampu menyebutkan nama teman sekelas maupun ciri fisik/kegemarannya secara tepat. | Menyebutkan nama 1 teman sekelas dengan tepat, namun belum mampu menyebutkan ciri fisik atau kegemarannya. | Menyebutkan nama 1 teman sekelas dan 1 ciri fisik atau kegemarannya secara tepat. | Menyebutkan nama 1 teman sekelas beserta 2 atau lebih ciri identitasnya (fisik, kegemaran, atau agama) secara tepat dan mandiri. | | Menceritakan Perbedaan Identitas Diri dan Teman (TP 1.2.2) | Belum mampu menceritakan perbedaan identitas diri dengan teman sekelas. | Menceritakan perbedaan identitas diri dengan teman, namun masih membutuhkan bimbingan dan pancingan pertanyaan guru. | Menceritakan 1 perbedaan identitas diri dan teman sekelas (agama, suku, atau jenis kelamin) secara mandiri. | Menceritakan lebih dari 1 perbedaan identitas diri dan teman sekelas (misal: agama dan suku/asal) secara rinci dan mandiri. | | Menunjukkan Apresiasi terhadap Keragaman Identitas (TP 1.2.3) | Menolak berpasangan atau enggan berinteraksi ramah dengan teman yang berbeda identitas dalam bermain peran. | Bersedia berinteraksi dengan pasangan bermain peran, tetapi masih ragu-ragu dalam memperagakan ajakan bermain bersama. | Menunjukkan penerimaan ramah dan bersedia mengajak pasangan yang berbeda identitas untuk bermain bersama secara wajar. | Menunjukkan sikap sangat hangat, antusias, dan spontan menerima serta mengajak pasangan bermain tanpa membedakan identitas. | | Mempraktikkan Sopan Santun dalam Pergaulan Harmonis (TP 1.2.4) | Belum mempraktikkan sikap tubuh hormat (anjali) maupun kata santun (terima kasih, tolong) saat demonstrasi. | Mempraktikkan sikap anjali saat menyapa, namun belum menggunakan kata santun saat menolong teman. | Mempraktikkan sikap tubuh anjali saat menyapa serta menggunakan kata santun ('tolong', 'terima kasih', atau 'sama-sama') saat menolong teman. | Mempraktikkan sikap tubuh anjali dengan khidmat dan menggunakan kata-kata santun secara tepat serta lancar pada seluruh adegan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 1,5 menit untuk unjuk kerja lisan dan 4 menit untuk demonstrasi berpasangan mencukupi seluruh murid?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid dalam mempraktikkan sopan santun dan apresiasi perbedaan secara nyata di kelas?
Murid:- Bagian mana dari bermain peran tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa senang dan bangga dapat menyapa serta menolong temanmu dengan sopan?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Kartu Identitas Sahabat Ceria dan Papan Tempel Bergambar
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Gambar ilustrasi keragaman pertemanan (Siti, Putu, Karuna, Edo) dari Buku Siswa Bab 2
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021 (Bab 2 Halaman 25-36)
- Gambar ilustrasi keragaman identitas dan pergaulan harmonis di lingkungan sekolah
- Set kartu kata santun dan situasi apresiasi keragaman
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
- Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
- Lembar Kartu Identitas Persahabatan untuk diwarnai
- Alat tulis dan perlengkapan kelas untuk properti demonstrasi bermain peran
|