Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Diriku yang Berharga: Mengenal Identitas Diri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Diriku yang Berharga: Mengenal Identitas Diri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1: Diriku yang Berharga: Mengenal Identitas Diri

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Diriku yang Berharga: Mengenal Identitas Diri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikDiriku yang Berharga: Mengenal Identitas Diri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui aktivitas mengamati dan bercerita, murid dapat mengidentifikasi identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri fisik) sebagai manusia yang berharga.
  2. Melalui aktivitas renungkan dan mencoba, murid dapat menunjukkan rasa syukur atas kelahirannya sebagai manusia dengan menyebutkan minimal dua hal positif tentang dirinya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah diri kalian?
  2. Apa yang membuat kalian berharga sebagai manusia?
  3. Hal baik apa yang kalian miliki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam 'Namo Buddhaya' dan mengajak murid duduk dengan posisi nyaman.
  • Guru memandu latihan lima napas sadar penuh: duduk nyaman, tangan di atas meja, pejamkan mata, tarik napas panjang, embuskan perlahan, ulangi dengan sadar dan cinta. (Asesmen awal: Observasi kesiapan dan fokus murid)
  • Apersepsi: Guru mengajukan pertanyaan pemantik, 'Siapakah diri kalian? Ayo, perkenalkan diri kalian masing-masing!'
  • Guru menyampaikan pesan pokok pembelajaran hari ini: 'Cintai dan rawatlah tubuh kalian. Sungguh sulit terlahir sebagai manusia.' (Dhammapada, 182)
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Tepuk Pancaindra' dengan irama 'Kalau Kau Suka Hati' untuk membangun suasana menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau menunjukkan gambar anak laki-laki dan perempuan, serta gambar tubuh manusia dengan pancaindra.
  • Murid mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan guru: 'Manusia terdiri atas tubuh dan batin. Tubuh kita memiliki pancaindra.'
  • Guru membacakan sabda Buddha: 'Sungguh sulit terlahir sebagai manusia.' Murid menyimak dengan khidmat.
  • Murid merenungkan pesan pokok selama 1-2 menit dengan panduan guru: 'Apa arti terlahir sebagai manusia? Mengapa kita berharga?'
  • Guru menjelaskan identitas diri: nama, jenis kelamin (laki-laki/perempuan), dan ciri fisik (mata, hidung, telinga, lidah, kulit).
  • Murid membaca bersama teks di buku siswa: 'Aku Wirya. Aku laki-laki.' dan 'Aku Karuna. Aku perempuan.'
  • Murid mengidentifikasi fungsi pancaindra: mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk mencium, lidah untuk merasa, kulit untuk meraba.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid maju ke depan kelas secara bergantian untuk memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama dan jenis kelamin, menirukan contoh Wirya dan Karuna: 'Namo Buddhaya, aku [nama]. Aku [laki-laki/perempuan].'
  • Murid menunjukkan bagian tubuh (pancaindra) di depan kelas sesuai instruksi guru: tunjuk mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
  • Murid mencoba menyebutkan minimal dua hal positif tentang dirinya, misalnya: 'Aku bisa melihat. Aku bisa mendengar.'
  • Guru memberikan pujian dan penguatan positif pada setiap murid yang berani tampil.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Manusia terdiri atas tubuh dan batin. Apakah kalian sudah mengenal bagian tubuh? Apa yang kalian syukuri dari tubuh kalian?'
  • Murid merefleksikan pengalaman belajar: menyebutkan satu hal yang mereka syukuri tentang diri mereka sebagai manusia.
  • Murid mengerjakan latihan di buku siswa: menulis huruf B (Benar) atau S (Salah) pada pernyataan tentang identitas diri dan fungsi pancaindra.
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil latihan murid (asesmen proses).

Penutup:

  • Guru memandu refleksi akhir: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Mengapa kita harus bersyukur terlahir sebagai manusia?'
  • Murid menyampaikan satu hal yang mereka pelajari hari ini secara lisan (asesmen akhir).
  • Guru memberikan penguatan: 'Kalian semua berharga! Rawatlah tubuh dan batin kalian dengan baik.'
  • Guru memberikan tugas sederhana untuk dikerjakan bersama orang tua di rumah: menggambar diri sendiri dan menuliskan dua hal yang disyukuri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan 'Namo Buddhaya' dan mengajak murid duduk hening sejenak sebagai penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca didampingi guru atau teman sebaya untuk membaca teks sederhana. Murid yang sudah lancar dapat membaca teks tambahan tentang tokoh Buddhis inspiratif.
  • Proses: Murid yang pemalu diberi kesempatan memperkenalkan diri dalam kelompok kecil terlebih dahulu. Murid yang percaya diri langsung maju ke depan kelas. Murid yang cepat selesai dapat membantu teman yang memerlukan bantuan.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan rasa syukur: menggambar, bercerita lisan, atau menulis kata sederhana. Murid yang lebih mampu dapat menuliskan lebih dari dua hal positif tentang dirinya.

ASESMEN

Awal:

  • Observasi kesiapan dan fokus murid saat latihan lima napas sadar penuh.
  • Mendengarkan respons murid terhadap pertanyaan apersepsi tentang identitas diri.

Proses:

  • Observasi partisipasi aktif murid dalam memperkenalkan diri dan menunjukkan pancaindra di depan kelas.
  • Mendengarkan murid menyebutkan hal positif tentang dirinya.
  • Mengamati kemampuan murid mengerjakan latihan di buku siswa.

Akhir:

  • Mendengarkan refleksi lisan murid tentang pembelajaran hari ini.
  • Menilai kemampuan murid menyebutkan satu hal yang dipelajari dan satu hal yang disyukuri.
  • Memeriksa hasil latihan tertulis di buku siswa.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam aktivitas memperkenalkan diri dan menunjukkan pancaindra.
  • Tanya jawab lisan tentang identitas diri dan fungsi pancaindra.
  • Umpan balik langsung saat murid menyebutkan hal positif tentang dirinya.

Sumatif:

  • Latihan tertulis di buku siswa: mengidentifikasi pernyataan benar/salah tentang identitas diri dan pancaindra.
  • Penilaian kemampuan murid memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, jenis kelamin, dan minimal dua hal positif tentang dirinya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi identitas diri (nama, jenis kelamin, ciri fisik)Murid belum dapat menyebutkan nama dan jenis kelaminnya sendiri meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan nama atau jenis kelaminnya sendiri dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan nama dan jenis kelaminnya sendiri tanpa bantuan, namun belum dapat menjelaskan ciri fisik (pancaindra).Murid dapat menyebutkan nama, jenis kelamin, dan menunjukkan serta menjelaskan fungsi pancaindra dengan percaya diri.
Menunjukkan rasa syukur dengan menyebutkan hal positif tentang diriMurid belum dapat menyebutkan satu pun hal positif tentang dirinya meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan satu hal positif tentang dirinya dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menyebutkan dua hal positif tentang dirinya tanpa bantuan.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua hal positif tentang dirinya dengan penuh rasa syukur dan percaya diri.
Partisipasi dalam kegiatan pembelajaran (memperkenalkan diri, menunjukkan pancaindra)Murid tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan memperkenalkan diri atau menunjukkan pancaindra.Murid mau berpartisipasi dengan banyak dorongan dan bantuan dari guru.Murid berpartisipasi aktif dengan sedikit dorongan dari guru.Murid berpartisipasi aktif, antusias, dan mandiri dalam semua kegiatan pembelajaran.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengidentifikasi identitas diri mereka dengan baik?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid yang masih pemalu dalam memperkenalkan diri?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan suasana pembelajaran yang lebih berkesadaran dan menggembirakan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup mengakomodasi kebutuhan seluruh murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang dirimu?
  • Hal apa yang membuatmu bersyukur terlahir sebagai manusia?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling kamu sukai?
  • Apakah ada yang masih ingin kamu ketahui tentang dirimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas I (Buku Siswa dan Buku Guru)
  2. Kitab suci Dhammapada, syair 182
  3. Gambar anak laki-laki dan perempuan
  4. Gambar tubuh manusia dengan pancaindra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit)
  5. Lagu 'Tepuk Pancaindra' (irama 'Kalau Kau Suka Hati')
  6. Kertas karton untuk media peraga (opsional)
  7. Alat tulis: pensil, pensil warna, buku tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.