Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 1: Diriku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 1 "Diriku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 1: Diriku

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Diriku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 1 — Diriku
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas diri di lingkungan rumah dan sekolah
  2. TP 1.1.2 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik
  3. TP 1.1.3 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan batin
  4. TP 1.1.4 Menyimpulkan identitas agama Buddha dalam konteks kelompok sosialnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa nama lengkap dan nama panggilanmu?
  2. Apa peran atau sebutanmu saat berada di rumah dan saat berada di sekolah?
  3. Bagaimana cara anak-anak merawat dan menyayangi tubuh agar tetap sehat?
  4. Apa yang harus kita lakukan sebelum makan agar kuman di tangan hilang?
  5. Apa yang kita lakukan saat duduk hening agar pikiran dan hati kita terasa tenang?
  6. Bagaimana kita mengenali bahwa diri kita dan teman di kelas adalah anak yang beragama Buddha?
  7. Bagaimana caramu menunjukkan bahwa kamu menyayangi tubuh dan batinmu setiap hari?
  8. Siapakah namamu dan apa salam khas yang kamu ucapkan sebagai anak Buddhis di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Identitas Diri di Lingkungan Rumah dan Sekolah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas diri di lingkungan rumah dan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Namo Buddhaya dan mengajak murid melakukan latihan hening dan sadar: duduk nyaman, meletakkan tangan di meja, menarik napas dalam, dan mengembuskannya perlahan sebanyak 5 tarikan napas (4 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Tepuk Pancaindra' untuk membangun suasana gembira dan fokus (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik lisan secara klasikal: 'Siapa yang tahu nama lengkap dirinya sendiri dan apa sebutan untuk dirinya di sekolah?' (acuan jawaban: murid mampu menyebutkan nama diri dan status dirinya di sekolah sebagai siswa/murid) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar tokoh buku siswa 'Wirya memperkenalkan diri' di depan kelas dan menceritakan bahwa setiap orang memiliki identitas diri (nama lengkap, nama panggilan, jenis kelamin) serta identitas lingkungan (sebagai anak di rumah, sebagai murid/siswa di sekolah) (10 menit).
  • Murid menyimak dan mengidentifikasi unsur-unsur identitas diri yang dicontohkan guru melalui tanya jawab terarah mengenai nama panggilan dan peran di rumah atau sekolah (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak bermain 'Bola Kenal Ceria' (prinsip Menggembirakan): guru memutar musik riang sambil mengoper bola kain lembut, saat musik berhenti murid yang memegang bola menyebutkan 3 data identitas dirinya (nama lengkap, nama panggilan, jenis kelamin) (10 menit).
  • Murid mengerjakan lembar kerja identitas diri bergambar dengan melengkapi atau menandai 4 unsur identitas: (1) Nama lengkap & panggilan, (2) Jenis kelamin (laki-laki/perempuan), (3) Sebutan/peran di rumah (sebagai anak), (4) Sebutan/peran di sekolah (sebagai siswa/murid) (acuan ketepatan: mencakup keempat unsur identitas tersebut dengan benar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak memeriksa kembali data diri yang telah diidentifikasi dan menyadari keunikan dirinya yang berharga sebagai ciptaan yang beruntung terlahir sebagai manusia (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama merangkum kembali bahwa identitas diri meliputi nama diri serta peran/sebutan diri di rumah sebagai anak dan di sekolah sebagai murid/siswa (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan mengajak mengucapkan salam Namo Buddhaya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu identitas bergambar dan simbol visual bagi murid yang belum lancar membaca lambang teks.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, guru menuntun penulisan/penyebutan secara bertahap; bagi murid yang sudah mandiri, diberikan kesempatan melengkapi identitas teman sebangkunya pada lembar latihan tambahan.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis diperbolehkan mengidentifikasi identitas diri melalui lisan atau melingkari simbol gambar (anak di rumah, siswa di sekolah).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Sebutkan nama lengkapmu dan apakah sebutanmu saat berada di ruang kelas sekolah?' (acuan: murid menyebutkan nama dirinya sendiri secara jelas dan menyebutkan statusnya sebagai murid/siswa di sekolah).

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan murid saat menyebutkan identitas diri pada permainan 'Bola Kenal Ceria' (target: menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, dan jenis kelamin).
  • Pemeriksaan pengisian 4 butir lembar kerja: (1) Nama lengkap dan nama panggilan, (2) Jenis kelamin, (3) Peran diri di rumah (anak), (4) Peran diri di sekolah (murid/siswa) (acuan: ke-4 unsur terisi/ditandai sesuai identitas nyata masing-masing murid).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk acak murid untuk menyebutkan peran dirinya di rumah dan di sekolah (acuan: murid menjawab peran di rumah adalah 'anak' dan peran di sekolah adalah 'murid' atau 'siswa').

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan pengenalan identitas nama dan peran di awal pelajaran
  • Observasi unjuk kerja saat permainan 'Bola Kenal Ceria'
  • Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 unsur identitas diri di lingkungan rumah dan sekolah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Identitas Diri di Lingkungan Rumah dan SekolahBelum mampu mengidentifikasi unsur identitas diri (nama, jenis kelamin, peran di rumah, peran di sekolah) meskipun telah diberikan bimbingan langsung.Mampu mengidentifikasi 1 sampai 2 unsur identitas diri (misalnya hanya nama panggilan dan jenis kelamin) dengan bantuan guru.Mampu mengidentifikasi minimal 3 sampai 4 unsur identitas diri (nama lengkap/panggilan, jenis kelamin, peran sebagai anak di rumah, dan peran sebagai murid di sekolah) secara tepat.Mampu mengidentifikasi seluruh 4 unsur identitas diri (nama lengkap & panggilan, jenis kelamin, peran anak di rumah, dan peran murid di sekolah) secara tepat, mandiri, dan percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu mengenali dan menyebutkan nama diri serta perannya di rumah dan sekolah?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dalam mengidentifikasi identitas dirinya?

Murid:

  • Apakah kamu sudah tahu sebutan untuk dirimu saat berada di rumah dan saat di sekolah?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain memperkenalkan nama diri bersama teman-teman?

Pertemuan 2 — Menunjukkan Perilaku Menyayangi Diri Sendiri melalui Pemeliharaan Kesehatan Fisik — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak murid duduk hening sejenak mengambil sikap siap belajar, dan memeriksa kehadiran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 kartu gambar perilaku: Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak makan dengan tangan kotor berlumpur). Guru meminta murid mengacungkan tangan untuk memilih gambar yang menunjukkan cara menyayangi tubuh (acuan: Gambar A adalah perilaku yang benar menjaga kesehatan fisik; Gambar B adalah perilaku keliru) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan perilaku menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik di sekolah dan rumah melalui permainan gerak dan praktik mencuci tangan yang benar (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak guru membacakan pesan Dhammapada bait 198: 'Sungguh bahagia hidup tanpa penyakit' dan mendengarkan penjelasan singkat bahwa merawat tubuh adalah wujud rasa sayang pada diri sendiri (10 menit).
  • Murid mengamati 4 kartu gambar perilaku pemeliharaan kesehatan fisik di sekolah: Kartu 1 (duduk tegak saat belajar), Kartu 2 (mencuci tangan dengan air dan sabun), Kartu 3 (membuang sampah di tempat sampah), dan Kartu 4 (makan bekal makanan sehat) (acuan pemahaman: keempat gambar merupakan contoh nyata perilaku memelihara kesehatan fisik) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan permainan gerak sadar penuh 'Burung Sehat': murid duduk tegak, membentangkan tangan ke samping mengepak ke atas sambil menarik napas perlahan, lalu mengepak ke bawah sambil mengembuskan napas, mengulangi gerakan sebanyak 3 kali untuk melatih sikap tubuh sehat (10 menit).
  • Guru membagikan Lembar Aktivitas Gambar yang memuat 4 gambar situasi: Gambar 1 (anak duduk membungkuk saat menulis), Gambar 2 (anak mencuci tangan sebelum makan), Gambar 3 (anak membuang bungkus jajan sembarangan), Gambar 4 (anak berolahraga dengan ceria). Murid memberi tanda centang (v) pada perilaku memelihara kesehatan fisik dan tanda silang (x) pada perilaku tidak sehat (acuan: Gambar 1 = x, Gambar 2 = v, Gambar 3 = x, Gambar 4 = v) (15 menit).
  • Murid mempraktikkan secara langsung langkah mencuci tangan bersih sesuai peragaan: membasahi tangan, menggosok sabun pada telapak tangan, punggung tangan, dan sela-sela jari, lalu membilas dengan air mengalir hingga bersih (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil unjuk kerja praktik cuci tangan dan kartu pilihan perilaku sehat yang telah dilakukan (10 menit).
  • Murid menunjukkan ekspresi jempol ke atas jika sudah mampu mempraktikkan cuci tangan bersih secara mandiri dan siap menjaga kebersihan tubuh setiap hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan bahwa merawat tubuh dan mencuci tangan adalah wujud nyata menyayangi diri sendiri yang diajarkan Buddha (3 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan 2 contoh utama perilaku merawat fisik yang dipelajari hari ini (duduk tegak dan mencuci tangan bersih) (4 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, pengucapan 'Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta' (semoga semua makhluk hidup berbahagia), dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berwarna berukuran besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret dalam mengenali perilaku sehat.
  • Proses: Murid yang sudah terampil dapat langsung mempraktikkan langkah cuci tangan secara mandiri, sedangkan murid yang masih ragu mendapatkan bimbingan peragaan langkah demi langkah dari guru.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman perilaku fisik sehat baik melalui centang lembar gambar 4 butir maupun demonstrasi langsung 3 urutan cuci tangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik cepat menggunakan 2 kartu gambar: Gambar A (anak mencuci tangan dengan sabun) dan Gambar B (anak makan dengan tangan berlumpur). Kriteria/acuan: Murid tepat memilih Gambar A sebagai perilaku menyayangi tubuh melalui kesehatan fisik.

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Aktivitas 4 gambar perilaku sehat: (1) duduk membungkuk = salah [x], (2) mencuci tangan dengan sabun = benar [v], (3) buang sampah sembarangan = salah [x], (4) berolahraga ceria = benar [v].
  • Pengamatan langsung unjuk kerja 3 urutan cuci tangan bersih: (1) membasahi dan meratakan sabun di telapak, (2) menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, (3) membilas dengan air mengalir.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Menunjuk perilaku merawat tubuh yang harus dilakukan sebelum makan (acuan: mencuci tangan dengan air dan sabun).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik langkah mencuci tangan yang bersih
  • Penilaian lembar identifikasi gambar perilaku pemeliharaan kesehatan fisik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku pemeliharaan kesehatan fisik (identifikasi gambar dan praktik cuci tangan)Belum tepat menentukan tanda benar/salah pada lembar 4 gambar perilaku (kurang dari 2 gambar tepat) dan belum mampu mempraktikkan langkah mencuci tangan.Tepat menentukan tanda benar/salah pada 2 dari 4 gambar perilaku sehat (acuan: Gambar 2 dan 4 benar [v], Gambar 1 dan 3 salah [x]) dan mempraktikkan langkah mencuci tangan dengan bimbingan penuh guru.Tepat menentukan tanda benar/salah pada minimal 3 dari 4 gambar perilaku sehat (acuan: Gambar 1 [x], Gambar 2 [v], Gambar 3 [x], Gambar 4 [v]) dan mempraktikkan 3 langkah mencuci tangan bersih (telapak, sela jari/punggung tangan, bilas) secara mandiri.Tepat menentukan tanda benar/salah pada seluruh 4 gambar perilaku sehat secara tepat (Gambar 1 [x], Gambar 2 [v], Gambar 3 [x], Gambar 4 [v]) serta mempraktikkan 3 langkah mencuci tangan bersih secara runtut dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas praktik mencuci tangan dan senam sadar penuh berhasil membuat murid senang dan memahami pentingnya merawat tubuh?
  • Bagian langkah manakah yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid kelas 1 dalam memelihara kebersihan diri?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat berlatih mencuci tangan bersih hari ini?
  • Kapan saja kamu harus mencuci tanganmu dengan sabun saat di rumah atau di sekolah?

Pertemuan 3 — Menunjukkan Perilaku Menyayangi Diri Sendiri melalui Pemeliharaan Kesehatan Batin serta Menyimpulkan Identitas Agama Buddha dalam Konteks Kelompok Sosialnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan batin
  • TP 1.1.4 Menyimpulkan identitas agama Buddha dalam konteks kelompok sosialnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak murid merapikan tempat duduk, dan berdoa bersama sebelum belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan cara menyayangi diri dengan menjaga kesehatan batin lewat duduk hening serta menyimpulkan ciri identitas beragama Buddha di lingkungan sekitar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan dua pertanyaan pemantik dan mencatat kesiapan awal murid (acuan jawaban: duduk hening/berdoa membuat hati tenang; ciri anak beragama Buddha mengucapkan salam Namo Buddhaya dan beribadah di vihara) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang arti menyayangi diri melalui kesehatan batin (melatih pikiran tenang, tidak mudah marah, menyayangi semua makhluk) dan mencermati tayangan/gambar sikap duduk hening bermeditasi sederhana (10 menit).
  • Murid menyimak 3 gambar pengenal identitas agama Buddha di kelompok sosial: Gambar A (salam tangan beranjali dan ucapan 'Namo Buddhaya'), Gambar B (tempat ibadah vihara/cetiya), dan Gambar C (lambang buddhis/arca Buddha); guru membimbing murid memahami bahwa ketiga hal tersebut merupakan penanda diri sebagai umat Buddha di tengah keberagaman masyarakat (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid mempraktikkan langsung perilaku menjaga kesehatan batin dengan sikap duduk hening (duduk tegak santai di kursi/lantai, mata terpejam lembut, tangan di pangkuan, bernapas perlahan dengan pikiran tenang dan sadar) selama 3 menit terbimbing musik meditatif Buddhis (15 menit).
  • Murid memainkan kuis visual interaktif 'Tebak Identitas Diriku': murid mengamati 4 kartu bergambar yang diperlihatkan guru secara bergiliran lalu mengangkat kartu simbol senyum jika merupakan ciri identitas anak beragama Buddha atau kartu silang jika bukan; 4 kartu tersebut adalah: Kartu 1 (Anak memberi salam tangan beranjali mengucapkan 'Namo Buddhaya' -> Benar/simbol senyum), Kartu 2 (Anak pergi beribadah ke vihara bersama keluarga -> Benar/simbol senyum), Kartu 3 (Anak beribadah di gereja mengenakan kalung salib -> Bukan ciri buddhis/kartu silang), Kartu 4 (Anak melafalkan bait doa perlindungan Triratna: Buddha, Dhamma, Sangha -> Benar/simbol senyum) (acuan ketepatan: Kartu 1 Senyum, Kartu 2 Senyum, Kartu 3 Silang, Kartu 4 Senyum) (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Bergambar untuk menyimpulkan identitas diri beragama Buddha dengan cara melingkari 3 dari 5 ikon yang merupakan identitas buddhis: (1) Gambar Vihara, (2) Gambar Masjid, (3) Salam Anjali 'Namo Buddhaya', (4) Patung Buddha/Rupang, (5) Gambar Pura (acuan jawaban benar yang dilingkari: nomor 1 Vihara, nomor 3 Salam Anjali, dan nomor 4 Rupang Buddha) (15 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan perasaan yang dialami tubuh dan pikiran setelah melakukan duduk hening menjaga kesehatan batin (misalnya merasa rileks, damai, dan tenang) (10 menit).
  • Murid menyimpulkan secara bersama-sama bahwa menyayangi diri sendiri dilakukan dengan batin yang tenang serta bangga memiliki identitas sebagai murid beragama Buddha yang santun dan hidup rukun di lingkungan sosial (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas ketenangan sikap hening dan ketepatan murid dalam mengelompokkan identitas agama Buddha (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membiasakan duduk hening sejenak di rumah sebelum tidur, menutup pembelajaran dengan doa penutup, serta mengucapkan salam 'Namo Buddhaya' bersama seluruh kelas (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja dengan petunjuk visual warna untuk murid yang belum lancar membaca, serta kartu identitas bergambar konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru saat membetulkan posisi postur duduk hening; murid yang sudah mandiri mempraktikkan duduk hening secara mandiri tanpa aba-aba ulang.
  • Produk: Pada lembar kerja simpulan identitas, murid yang belum lancar menulis cukup melingkari gambar identitas buddhis, sedangkan murid yang sudah mahir dapat menyebutkan nama gambar yang dilingkarinya secara lisan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Bagaimana perasaan hatimu saat bersikap hening?' dan 'Apa salam yang biasa diucapkan anak beragama Buddha saat bertemu teman/guru?' (Acuan jawaban: hati terasa tenang/damai; salam 'Namo Buddhaya' dengan sikap tangan beranjali di dada).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat praktik sikap duduk hening pemeliharaan kesehatan batin (kriteria observable: postur tegak rileks, mata terpejam tenang, tidak bercanda/bergerak gelisah selama durasi latihan).
  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan kuis visual dan lembar kerja mengidentifikasi simbol Buddhis (acuan: tepat melingkari 3 gambar penanda identitas buddhis yaitu vihara, salam anjali 'Namo Buddhaya', dan rupang Buddha dari total 5 opsi yang disediakan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi melalui pertanyaan lisan acak: 'Sebutkan 1 cara menjaga ketenangan batin dan 1 tanda pengenal dirimu sebagai anak beragama Buddha!' (Acuan jawaban: cara batin = duduk hening/meditasi/berpikir baik; tanda pengenal = salam Namo Buddhaya/beranjali/ibadah di vihara/menghormati Sang Buddha).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja sikap duduk hening (menjaga kesehatan batin)
  • Pemeriksaan lembar kerja penentuan simbol identitas agama Buddha (menyimpulkan identitas dalam konteks sosial)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan perilaku pemeliharaan kesehatan batin (sikap duduk hening)Belum mampu memosisikan postur duduk hening dan masih sering membuka mata atau berbicara saat latihan hening berlangsung meski telah diingatkan.Mampu memosisikan postur duduk hening namun hanya bertahan beberapa detik dan masih membutuhkan arahan guru berulang kali untuk tetap tenang.Mampu menunjukkan sikap duduk hening (postur tegak santai, mata terpejam, tangan di pangkuan, tenang tanpa membuat suara) selama durasi latihan dengan bimbingan minimal guru.Mampu menunjukkan sikap duduk hening secara mandiri, tenang, khidmat, dan konsisten dari awal hingga akhir latihan tanpa perlu diingatkan kembali.
Menyimpulkan identitas agama Buddha dalam konteks kelompok sosialBelum mampu mengenali dan memilih simbol identitas agama Buddha pada lembar kerja (0-1 gambar tepat dari 3 target acuan).Mampu menentukan 2 dari 3 simbol identitas agama Buddha (acuan: gambar vihara, salam anjali Namo Buddhaya, rupang Buddha) dengan bantuan petunjuk guru.Mampu menyimpulkan identitas agama Buddha secara mandiri dengan tepat melingkari 3 dari 3 simbol buddhis (vihara, salam anjali Namo Buddhaya, rupang Buddha) pada lembar kerja.Mampu menyimpulkan identitas agama Buddha secara tepat melingkari seluruh 3 simbol acuan dan secara lisan mampu menyebutkan alasan/nama ketiga simbol identitas tersebut dengan percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 15 menit untuk latihan sikap duduk hening berjalan efektif dan mampu menenangkan batin murid kelas 1?
  • Apakah media kartu dan gambar yang disajikan cukup jelas memfasilitasi murid menyimpulkan identitas agama Buddha di lingkungan sekitarnya?

Murid:

  • Bagaimana perasaan batinmu setelah kita bersama-sama duduk hening dan tenang?
  • Apakah kamu merasa senang dan bangga saat memberi salam 'Namo Buddhaya' kepada bapak/ibu guru dan teman-teman?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Mengidentifikasi identitas diri di lingkungan rumah dan sekolah
  • TP 1.1.2 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan fisik
  • TP 1.1.3 Menunjukkan perilaku dalam menyayangi diri sendiri melalui pemeliharaan kesehatan batin
  • TP 1.1.4 Menyimpulkan identitas agama Buddha dalam konteks kelompok sosialnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam Buddhis 'Namo Buddhaya', mengajak seluruh murid merapikan posisi duduk, serta mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan sumatif, yaitu menunjukkan kebiasaan merawat batin melalui duduk hening, merawat fisik melalui simulasi cuci tangan, serta menyampaikan identitas diri dan identitas sebagai anak Buddhis (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan tata cara Asesmen Sumatif Bagian 1 (peragaan serentak duduk hening dan 6 langkah cuci tangan) serta Bagian 2 (tes lisan bergiliran di meja guru sementara murid lain mewarnai lembar bergambar aktivitas anak Buddhis) (5 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak memperagakan duduk hening dengan postur punggung tegak, tangan di pangkuan, dan mata terpejam tenang selama 2 menit penuh tanpa membuka mata atau bersuara (acuan: tubuh stabil, tenang, mata terpejam, napas teratur) (10 menit).
  • Seluruh murid secara serentak memperagakan simulasi 6 langkah mencuci tangan bersih dengan sabun dan air sesuai aba-aba guru (acuan 6 langkah: 1. Meratakan sabun di telapak tangan; 2. Menggosok punggung tangan bergantian; 3. Menggosok sela-sela jari; 4. Mengunci ujung jari/buku-buku jari bergantian; 5. Menggosok dan memutar ibu jari bergantian; 6. Menguncupkan dan memutar ujung jari di telapak tangan bergantian) (23 menit).
  • Pelaksanaan tes lisan terstruktur bergiliran di meja guru (2 menit tiap anak x 28 murid = 56 menit), sementara murid lainnya duduk tenang di meja masing-masing mewarnai gambar aktivitas anak Buddhis. Tiap murid menjawab 2 butir pertanyaan terarah dari guru: Butir 1 (TP 1.1.1): 'Sebutkan nama lengkapmu, nama panggilanmu, dan satu ciri fisik dirimu!' (acuan jawaban: menyebutkan nama lengkap sendiri, nama panggilan yang dipakai di rumah/sekolah, dan 1 ciri fisik nyata seperti rambut lurus/keriting, kulit sawo matang/kuning langsat, tubuh tinggi/mungil); Butir 2 (TP 1.1.4): 'Apa agamamu dan sebutkan salam penghormatan Buddhis yang kamu ucapkan di sekolah!' (acuan jawaban: menyebutkan beragama Buddha dan melafalkan salam 'Namo Buddhaya') (56 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali apa yang dirasakan saat duduk hening dan pentingnya selalu menjaga kebersihan tangan serta bangga menyatakan diri sebagai anak Buddhis (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid yang telah menyelesaikan unjuk kerja dan tes lisan dengan tertib dan mandiri (1 menit).
  • Guru menutup rangkaian Bab 1 'Diriku' dengan doa bersama dan salam penutup 'Namo Buddhaya' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Standar materi dan butir asesmen sama untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.
  • Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan bicara atau pemalu, guru memberikan jeda waktu respons lebih tenang dan mengulang pertanyaan dengan nada suara lembut di meja guru tanpa mengubah isi pertanyaan acuan.
  • Produk: Format bukti unjuk kerja dan jawaban lisan seragam sesuai rubrik penilaian sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja praktik gabungan dan tes lisan terstruktur terintegrasi: demonstrasi langsung sikap duduk hening dan langkah cuci tangan yang diamati secara serentak terpandu, dilanjutkan jawaban lisan individual singkat mengenai identitas diri dan identitas sebagai anak Buddhis di sekolah
  • unjuk kerja peragaan serentak terbimbing: seluruh murid secara bersamaan memperagakan: (1) duduk hening dengan postur punggung tegak, tangan di pangkuan, dan mata terpejam tenang selama 2 menit tanpa membuka mata atau berbicara; (2) simulasi gerakan 6 langkah mencuci tangan bersih dengan air dan sabun secara runtut sesuai aba-aba guru (40 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi serentak dengan kriteria: kestabilan postur hening 2 menit dan kelengkapan urutan gerakan cuci tangan)
  • tes lisan terstruktur bergiliran: tiap murid dipanggil bergantian ke meja guru selama 2 menit untuk menjawab 2 pertanyaan terarah: menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, dan 1 ciri fisik diri (TP 1), serta menyatakan status diri sebagai penganut agama Buddha beserta salam penghormatan Buddhis 'Namo Buddhaya' yang digunakan di lingkungan sekolah (TP 4). Rincian rotasi: 2 menit x 28 murid = 56 menit, terlaksana saat murid lain mewarnai gambar aktivitas anak Buddhis (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur berisi panduan penskoran kelengkapan identitas diri dan ketepatan penyebutan identitas agama Buddha)

Sumatif:

  • unjuk kerja praktik gabungan dan tes lisan terstruktur terintegrasi: demonstrasi langsung sikap duduk hening dan langkah cuci tangan yang diamati secara serentak terpandu, dilanjutkan jawaban lisan individual singkat mengenai identitas diri dan identitas sebagai anak Buddhis di sekolah
  • unjuk kerja peragaan serentak terbimbing: seluruh murid secara bersamaan memperagakan: (1) duduk hening dengan postur punggung tegak, tangan di pangkuan, dan mata terpejam tenang selama 2 menit tanpa membuka mata atau berbicara; (2) simulasi gerakan 6 langkah mencuci tangan bersih dengan air dan sabun secara runtut sesuai aba-aba guru (40 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi serentak dengan kriteria: kestabilan postur hening 2 menit dan kelengkapan urutan gerakan cuci tangan)
  • tes lisan terstruktur bergiliran: tiap murid dipanggil bergantian ke meja guru selama 2 menit untuk menjawab 2 pertanyaan terarah: menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, dan 1 ciri fisik diri (TP 1), serta menyatakan status diri sebagai penganut agama Buddha beserta salam penghormatan Buddhis 'Namo Buddhaya' yang digunakan di lingkungan sekolah (TP 4). Rincian rotasi: 2 menit x 28 murid = 56 menit, terlaksana saat murid lain mewarnai gambar aktivitas anak Buddhis (65 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur berisi panduan penskoran kelengkapan identitas diri dan ketepatan penyebutan identitas agama Buddha)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemeliharaan Kesehatan Batin (Peragaan Sikap Duduk Hening - TP 1.1.3)Belum mampu duduk tenang, membuka mata berulang kali, atau banyak bergerak/berbicara sebelum 1 menit.Duduk hening dengan postur tegak selama 1 menit, namun sempat membuka mata atau bergerak sebelum waktu 2 menit selesai.Duduk hening dengan postur punggung tegak, tangan di pangkuan, dan mata terpejam tenang selama 2 menit penuh dengan 1 kali gerakan kecil wajar.Duduk hening dengan postur punggung tegak, tangan di pangkuan, mata terpejam tenang, dan tubuh stabil tanpa bergerak sama sekali selama 2 menit penuh.
Pemeliharaan Kesehatan Fisik (Peragaan 6 Langkah Cuci Tangan - TP 1.1.2)Memperagakan kurang dari 3 langkah gerakan cuci tangan sesuai acuan (Acuan 6 langkah: 1. Meratakan sabun di telapak tangan; 2. Menggosok punggung tangan bergantian; 3. Menggosok sela jari; 4. Mengunci buku-buku jari; 5. Menggosok/memutar ibu jari; 6. Menguncupkan/memutar ujung jari di telapak).Memperagakan 3 sampai 4 langkah gerakan cuci tangan sesuai acuan secara runtut.Memperagakan 5 langkah gerakan cuci tangan sesuai acuan secara runtut.Memperagakan seluruh 6 langkah gerakan cuci tangan sesuai urutan acuan secara tepat dan mandiri.
Identifikasi Identitas Diri (Tes Lisan Nama dan Ciri Fisik - TP 1.1.1)Hanya menyebutkan 1 unsur identitas (misalnya nama panggilan saja) atau membutuhkan bantuan penuh dari guru.Menyebutkan 2 unsur identitas secara tepat (misalnya nama lengkap dan nama panggilan, tanpa ciri fisik).Menyebutkan 3 unsur identitas dengan tepat: nama lengkap diri, nama panggilan diri, dan 1 ciri fisik diri (misalnya: rambut lurus/keriting, kulit sawo matang, atau tinggi badan).Menyebutkan 3 unsur identitas secara lengkap (nama lengkap diri, nama panggilan diri, dan 1 ciri fisik diri) secara lancar, lugas, dan mandiri.
Simpulan Identitas Agama Buddha (Tes Lisan Agama dan Salam Buddhis - TP 1.1.4)Belum mampu menyebutkan status beragama Buddha maupun salam Buddhis 'Namo Buddhaya'.Mampu menyebutkan salah satu unsur saja: menyebutkan penganut agama Buddha tanpa mengucap salam, atau mengucap salam Buddhis tanpa menyebut nama agamanya.Mampu menyebutkan diri sebagai penganut agama Buddha dan melafalkan salam Buddhis 'Namo Buddhaya' secara tepat sesuai acuan.Mampu menyatakan diri sebagai penganut agama Buddha dan melafalkan salam penghormatan Buddhis 'Namo Buddhaya' dengan sangat jelas, tepat, dan percaya diri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 56 menit untuk tes lisan bergiliran (2 menit x 28 murid) berjalan efektif dengan manajemen kelas yang kondusif?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam mempraktikkan sikap hening 2 menit dan pembiasaan cuci tangan secara mandiri?

Murid:

  • Bagian mana yang paling terasa tenang: saat duduk hening atau saat memperagakan cuci tangan?
  • Apakah kamu merasa senang dan bangga menyebutkan namamu serta salam 'Namo Buddhaya' di depan guru?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  3. Kartu bergambar tokoh anak di rumah dan murid di sekolah
  4. Bola kain lembut untuk permainan perkenalan
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Perbukuan, 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Perbukuan, 2021)
  7. Kartu gambar peraga perilaku hidup sehat (duduk tegak, cuci tangan, olahraga, buang sampah)
  8. Sabun cuci tangan, air mengalir, dan handuk/tisu bersih
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Kitab Dhammapada syair 157 dan 183
  12. Kartu visual kuis 'Tebak Identitas Diriku' dan lembar kerja murid bergambar
  13. Audio/lonceng hening meditatif sederhana
  14. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  15. Buku Siswa Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I
  16. Lembar pengamatan ceklis observasi guru
  17. Lembar mewarnai aktivitas anak Buddhis (pendamping antrean tes lisan)
  18. Penanda waktu (stopwatch/timer) untuk peragaan hening 2 menit

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.