Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 9: Pemilihan Sampel Secara Acak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 9 dengan topik "Pemilihan Sampel Secara Acak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 9: Pemilihan Sampel Secara Acak

Matematika - Kelas 9

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Pemilihan Sampel Secara Acak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikPemilihan Sampel Secara Acak
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memilih sampel secara acak dari suatu populasi menggunakan berbagai cara (undian, tabel bilangan acak, atau aplikasi)
  2. Murid dapat menjelaskan mengapa pengambilan sampel secara acak dapat menghasilkan sampel yang lebih representatif dibandingkan cara non-acak

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat survei di media sosial yang hasilnya berbeda dengan kenyataan di sekitar kalian? Mengapa hal itu bisa terjadi?
  2. Jika kalian ingin mengetahui pendapat teman-teman satu sekolah tentang pembelajaran daring, apakah cukup bertanya kepada teman sekelas saja?
  3. Bagaimana cara memilih sampel yang benar-benar mewakili seluruh populasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memilih sampel secara acak dan memahami keunggulannya
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang pernah mengikuti survei di media sosial? Apakah hasilnya selalu mewakili pendapat semua orang?
  • Guru menampilkan Contoh 4.10 dari buku siswa tentang dua berita di Koran Sekolah (survei Twitter vs pemilihan acak oleh komputer)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: Dari kedua berita tersebut, manakah yang lebih dapat dipercaya? Mengapa?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan definisi sampel acak: sampel dipilih secara acak jika terpilihnya sampel tersebut memiliki peluang yang sama dengan semua kemungkinan sampel lain yang berukuran sama
  • Guru membimbing murid untuk menganalisis Contoh 4.10: mengapa sampel dari survei Twitter kurang representatif (hanya yang aktif di Twitter yang menjawab), sedangkan sampel yang dipilih komputer secara acak lebih representatif
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang
  • Setiap kelompok mendapat skenario: Ada 25 siswa berbaris dengan nomor 1-25. Kita perlu memilih 5 siswa sebagai sampel
  • Guru mendemonstrasikan tiga cara pemilihan sampel menggunakan kartu bernomor 1-25 di dalam kotak: (a) ambil 5 kartu tanpa pengembalian, (b) ambil 5 kartu dengan pengembalian, (c) ambil 1 kartu lalu pilih 4 nomor berurutan setelahnya
  • Murid mengamati dan mencatat perbedaan setiap cara pemilihan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempraktikkan ketiga cara pemilihan sampel menggunakan kartu atau kertas bernomor yang telah disiapkan guru
  • Kelompok mencatat hasil pemilihan dari masing-masing cara dan mendiskusikan: Cara mana yang memberikan peluang sama kepada semua nomor untuk terpilih?
  • Guru memperkenalkan cara lain memilih sampel acak: menggunakan tabel bilangan acak (guru menampilkan contoh tabel bilangan acak)
  • Kelompok mempraktikkan pemilihan sampel menggunakan tabel bilangan acak: pilih titik awal secara acak, baca angka dua digit, abaikan angka di atas 25 atau yang sudah terpilih, lanjutkan hingga mendapat 5 sampel
  • Guru mengenalkan aplikasi/situs pemilih acak (misalnya random.org atau kalkulator random di smartphone)
  • Setiap kelompok mencoba memilih 5 sampel acak dari nomor 1-25 menggunakan aplikasi
  • Kelompok membandingkan hasil dari berbagai cara: undian, tabel bilangan acak, dan aplikasi—apakah semuanya memberikan peluang yang sama?
  • Guru memberikan studi kasus nyata: Sekolah ingin mensurvei 50 siswa dari 500 siswa tentang fasilitas kantin. Kelompok merancang cara pemilihan sampel acak yang paling efisien

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan cara pemilihan sampel untuk studi kasus sekolah dan menjelaskan mengapa cara tersebut menghasilkan sampel yang representatif
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: Mengapa pemilihan sampel secara acak lebih baik daripada cara non-acak (misalnya hanya bertanya kepada teman dekat atau yang kebetulan lewat)?
  • Murid menyimpulkan: Sampel acak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih, sehingga mengurangi bias dan menghasilkan sampel yang lebih representatif
  • Murid menuliskan refleksi pribadi: Apa yang saya pahami hari ini? Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari (misalnya saat membaca hasil survei di media)?
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksinya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengerjakan soal latihan individual tentang pemilihan sampel acak
  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: (1) Sampel acak adalah sampel yang dipilih dengan peluang yang sama untuk semua anggota populasi, (2) Cara memilih sampel acak: undian, tabel bilangan acak, aplikasi, (3) Sampel acak menghasilkan sampel yang lebih representatif dibanding cara non-acak
  • Guru memberikan umpan balik terhadap hasil kerja kelompok dan latihan individual
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan untuk membandingkan ukuran sampel yang berbeda (5, 10, 20 dari 100) dan menganalisis pengaruhnya terhadap representativitas. Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberikan panduan langkah demi langkah dengan ilustrasi visual yang lebih sederhana
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan lebih dapat dipasangkan dengan teman sebaya yang sudah memahami (peer tutoring) dalam kelompok. Murid yang cepat dapat diberikan peran sebagai fasilitator kelompok. Guru memberikan scaffolding berupa lembar kerja terstruktur untuk murid yang memerlukan panduan lebih detail
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil: poster, diagram alur, demonstrasi langsung, atau penjelasan lisan. Murid yang cepat dapat diminta membuat video tutorial singkat tentang cara memilih sampel acak menggunakan aplikasi

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang pernah mengikuti survei? Apakah hasilnya selalu mewakili pendapat semua orang?
  • Guru menampilkan dua berita di Koran Sekolah dan bertanya: Menurut kalian, mana yang lebih dapat dipercaya?

Proses:

  • Observasi saat murid mempraktikkan pemilihan sampel dengan berbagai cara (undian, tabel bilangan acak, aplikasi)
  • Penilaian diskusi kelompok tentang cara mana yang memberikan peluang sama kepada semua anggota populasi
  • Penilaian kemampuan kelompok merancang cara pemilihan sampel acak untuk studi kasus sekolah
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan: Mengapa cara ini disebut acak? Apakah semua nomor punya peluang sama untuk terpilih?

Akhir:

  • Soal latihan individual: (1) Diberikan populasi 40 siswa, pilih 8 sampel acak menggunakan tabel bilangan acak. (2) Jelaskan mengapa pemilihan sampel melalui survei media sosial kurang representatif dibandingkan pemilihan acak. (3) Rancang cara memilih 30 sampel dari 300 siswa secara acak
  • Penilaian refleksi tertulis: Apa yang saya pelajari hari ini? Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan ini saat membaca hasil survei di media?

Formatif:

  • Observasi aktivitas kelompok saat mempraktikkan pemilihan sampel
  • Tanya jawab selama diskusi kelas
  • Penilaian hasil diskusi kelompok tentang perbandingan cara pemilihan sampel
  • Penilaian presentasi kelompok tentang rancangan pemilihan sampel untuk studi kasus

Sumatif:

  • Latihan soal individual tentang pemilihan sampel acak dan penjelasan keunggulannya
  • Penilaian refleksi tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan memilih sampel acak menggunakan berbagai caraMurid belum mampu memilih sampel secara acak dengan cara apapun dan masih memerlukan bimbingan penuhMurid mampu memilih sampel acak dengan satu cara (misalnya undian) tetapi masih memerlukan bimbingan untuk cara lainMurid mampu memilih sampel acak dengan dua cara (undian dan tabel bilangan acak atau aplikasi) dengan mandiriMurid mampu memilih sampel acak dengan semua cara (undian, tabel bilangan acak, aplikasi) dengan mandiri dan dapat menjelaskan prosedurnya kepada teman
Kemampuan menjelaskan keunggulan sampel acak dibanding non-acakMurid belum mampu menjelaskan perbedaan sampel acak dan non-acakMurid mampu menyebutkan bahwa sampel acak lebih baik tetapi belum bisa menjelaskan alasannya dengan tepatMurid mampu menjelaskan bahwa sampel acak memberikan peluang sama kepada semua anggota populasi dan lebih representatifMurid mampu menjelaskan keunggulan sampel acak dengan argumen yang kuat, memberikan contoh konkret bias yang muncul dari cara non-acak, dan mengaitkan dengan konteks nyata
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi dan kegiatan kelompokMurid terlibat dalam kegiatan kelompok tetapi belum berkontribusi secara aktif dalam diskusiMurid terlibat aktif dalam kegiatan dan diskusi kelompok, memberikan ide dan mendengarkan pendapat temanMurid terlibat aktif, memberikan ide kreatif, mendengarkan dan menghargai pendapat teman, serta membantu teman yang kesulitan
Penalaran kritis dalam menganalisis metode pemilihan sampelMurid belum mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan berbagai cara pemilihan sampelMurid mampu membandingkan cara pemilihan sampel tetapi analisisnya masih dangkalMurid mampu menganalisis kelebihan dan kekurangan berbagai cara pemilihan sampel dengan argumen yang logisMurid mampu menganalisis secara mendalam berbagai cara pemilihan sampel, mengevaluasi efektivitasnya dalam konteks berbeda, dan memberikan rekomendasi yang tepat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan praktik pemilihan sampel?
  • Apakah penjelasan dan demonstrasi yang saya berikan cukup jelas sehingga murid dapat memahami konsep sampel acak?
  • Metode apa yang paling efektif dalam membantu murid memahami keunggulan sampel acak?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kecepatan belajar yang berbeda?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran topik ini di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang saya pahami hari ini tentang pemilihan sampel secara acak?
  • Cara mana yang paling mudah saya gunakan untuk memilih sampel acak? Mengapa?
  • Apa tantangan yang saya hadapi saat mempraktikkan pemilihan sampel acak? Bagaimana saya mengatasinya?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan pengetahuan ini saat membaca hasil survei di media sosial atau berita?
  • Apa yang ingin saya pelajari lebih lanjut tentang topik ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas IX Kurikulum Merdeka (Bab 4 Peluang dan Pemilihan Sampel)
  2. Buku Guru Matematika Kelas IX Kurikulum Merdeka
  3. Kartu atau kertas bernomor 1-25 untuk simulasi pemilihan sampel
  4. Tabel bilangan acak (dapat diunduh atau difotokopi)
  5. Smartphone atau komputer dengan akses internet untuk aplikasi pemilih acak (random.org atau aplikasi random number generator)
  6. Papan tulis/whiteboard dan spidol
  7. Lembar kerja kelompok
  8. Lembar soal latihan individual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.