Modul AjarBab 6Fase DSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 7 Bab 6: Data dan Diagram

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 7 untuk Bab 6 "Data dan Diagram", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 7 Bab 6: Data dan Diagram

Matematika - Kelas 7

Bab 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 6 — Data dan Diagram

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 6 — Data dan Diagram
Alokasi Waktu18 JP (18 x 40 menit = 720 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.6.1 Merumuskan pertanyaan untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  2. TP 7.6.2 Mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  3. TP 7.6.3 Menyajikan data menggunakan diagram batang untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  4. TP 7.6.4 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram batang
  5. TP 7.6.5 Menyajikan data menggunakan diagram lingkaran untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  6. TP 7.6.6 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram lingkaran

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita bisa membuktikan secara adil jenis jajanan apa yang paling disukai siswa di kantin sekolah tanpa sekadar menebak?
  2. Mengapa pertanyaan seperti 'Apakah kamu suka olahraga?' kurang tepat dipakai untuk membandingkan minat olahraga antar-kelas jika dibandingkan dengan 'Berapa jam kamu berolahraga dalam seminggu?'?
  3. Bagaimana cara kita memperoleh data yang akurat dan lengkap dari teman-teman sekelas?
  4. Mengapa metode pengumpulan data (seperti bertanya langsung atau lembar isian) harus disesuaikan dengan pertanyaan investigasi kita?
  5. Mengapa skala pada sumbu vertikal diagram batang harus selalu dimulai dari angka nol?
  6. Bagaimana cara menentukan skala kelipatan sumbu vertikal yang tepat jika data frekuensi berkisar antara puluhan hingga ratusan?
  7. Bagaimana kita bisa menampilkan data dua kelompok sekaligus (misalnya siswa putra dan putri, atau kelas 7A dan 7B) dalam satu tampilan grafik yang rapi?
  8. Mengapa kita perlu meletakkan dua batang saling berdampingan dan memberi warna atau arsiran yang berbeda pada diagram batang ganda?
  9. Bagaimana kita dapat mengetahui kategori data yang paling banyak atau paling sedikit hanya dengan mengamati tinggi batang pada diagram?
  10. Apa perbedaan arti antara mencari selisih frekuensi dua kategori dengan membandingkan rasio kelipatannya pada diagram batang?
  11. Bagaimana kita membagi satu lingkaran penuh menjadi beberapa juring agar luasnya tepat mencerminkan data bagian dari keseluruhan?
  12. Mengapa kita perlu menghitung besar sudut pusat dan persentase sebelum menggambar diagram lingkaran?
  13. Bagaimana kita mengetahui kategori mana yang paling dominan hanya dengan melihat ukuran juring pada diagram lingkaran?
  14. Jika sebuah diagram lingkaran menampilkan data dalam bentuk persen atau derajat, bagaimana cara kita menghitung banyaknya data asli pada tiap juring tersebut?
  15. Jika sebuah data disajikan dalam bentuk diagram batang dan diagram lingkaran sekaligus, informasi apa yang lebih mudah kita baca dari masing-masing diagram?
  16. Bagaimana kita membuktikan bahwa data frekuensi pada diagram batang sesuai dengan persentase atau proporsi pada diagram lingkaran?
  17. Bagaimana kita membuktikan bahwa kesimpulan suatu masalah didukung oleh data dan diagram yang akurat?
  18. Mengapa pemilihan diagram (batang atau lingkaran) sangat memengaruhi ketepatan interpretasi informasi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Merumuskan Pertanyaan Investigasi Statistika dari Situasi Keseharian — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.1 Merumuskan pertanyaan untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merumuskan pertanyaan investigasi statistika dari situasi keseharian (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat lisan: guru membacakan 2 contoh pertanyaan: (A) 'Berapa tinggi badan Andi sekarang?' dan (B) 'Berapa rata-rata tinggi badan siswa kelas 7A?'. Murid diminta mengangkat tangan memilih mana pertanyaan yang jawabannya membutuhkan pengumpulan data dari banyak orang (variasi data) untuk menjawab suatu masalah (acuan: B adalah pertanyaan statistika karena melibatkan variabilitas kelompok, sedangkan A hanya fakta tunggal) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati dua situasi masalah umum yang ditampilkan di papan tulis: Situasi 1: 'Kantin sekolah ingin tahu menu makan siang yang paling diminati murid kelas 7' dan Situasi 2: 'Guru PJOK ingin membandingkan ketahanan fisik lari antara murid laki-laki dan perempuan di kelas 7' (8 menit).
  • Melalui telaah terpandu, murid membedakan pertanyaan umum/subjektif ('Siapa yang larinya paling cepat?') dengan pertanyaan investigasi statistika yang terukur dan memiliki keragaman data ('Berapa rata-rata waktu tempuh lari 100 meter kelompok laki-laki dibandingkan perempuan?') (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan 'Pilah dan Rumuskan Kartu Investigasi': disediakan 4 kartu pernyataan masalah: (1) Mengetahui kebiasaan sarapan murid kelas 7 sebelum ke sekolah; (2) Memilih warna seragam olahraga cadangan yang paling disepakati; (3) Mengetahui waktu belajar mandiri murid di rumah pada malam hari; (4) Membandingkan jumlah uang jajan harian murid yang naik angkutan umum dan yang jalan kaki (15 menit).
  • Setiap pasangan merumuskan tepat 1 pertanyaan investigasi statistika untuk setiap situasi masalah tersebut pada lembar kerja (acuan kriteria: memuat subjek sasaran, variabel yang dapat diukur/dihitung, dan mengantisipasi keragaman data; contoh jawaban benar: (1) 'Berapa proporsi murid kelas 7 yang selalu sarapan setiap pagi?'; (2) 'Warna seragam apa yang paling banyak dipilih oleh murid kelas 7?'; (3) 'Berapa rata-rata jam belajar mandiri murid kelas 7 di rumah per malam?'; (4) 'Berapa rata-rata uang saku harian murid kelas 7 yang berjalan kaki dibandingkan yang naik angkutan umum?') (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pasangan murid saling bertukar lembar kerja untuk memeriksa silang apakah pertanyaan pasangan lain sudah memenuhi 3 unsur: sasaran jelas, variabel terukur, dan menghasilkan data yang bervariasi (10 menit).
  • Dua perwakilan pasangan membacakan rumusan pertanyaan terbaik mereka dan kelas menyimpulkan bersama ciri-ciri pertanyaan investigasi statistika yang baik (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap proses perumusan pertanyaan investigasi dan menyampaikan umpan balik umum (5 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir mandiri (1 butir perumusan) dan guru menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format kalimat pemandu rumpang: 'Berapa [rata-rata/jumlah/pilihan terbanyak] dari [variabel yang diukur] pada [kelompok sasaran]?'; murid mahir langsung diberikan situasi masalah terbuka tanpa kalimat pemandu.
  • Proses: Pada tahap mengaplikasi, murid mahir ditantang merumuskan dua alternatif pertanyaan investigasi (satu menghasilkan data numerik, satu menghasilkan data kategorik) untuk situasi yang sama.
  • Produk: Murid dapat menuliskan rumusan pertanyaan dalam bentuk kalimat tanya baku atau menyajikannya dalam tabel spesifikasi (Subjek - Variabel - Rumusan Pertanyaan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kesiapan kompetensi: Tanya jawab lisan membedakan pertanyaan tunggal non-data dengan pertanyaan berorientasi pengumpulan data kelompok. Soal: Diberikan 2 pertanyaan: (1) 'Berapa tinggi badan Andi?' dan (2) 'Berapa rata-rata tinggi badan siswa kelas 7A?'. Murid menentukan pertanyaan mana yang membutuhkan investigasi pengumpulan data. Acuan jawaban benar: Pertanyaan nomor (2), karena memerlukan pengumpulan data dari seluruh siswa kelas 7A untuk menghitung rata-rata, sedangkan nomor (1) hanya mengukur satu orang tanpa variabilitas data.

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan tantangan berpasangan 4 kartu situasi: Guru memeriksa ketepatan rumusan pertanyaan murid dengan acuan 3 kriteria ketercapaian: (a) menyebutkan subjek/populasi sasaran, (b) menyebutkan variabel yang dapat diukur/diamati, dan (c) memungkinkan timbulnya variabilitas data untuk menjawab masalah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid diberikan situasi masalah: 'Pihak perpustakaan sekolah ingin mengetahui minat baca murid kelas 7 agar dapat menambah koleksi buku yang tepat.' Murid diminta menuliskan 1 rumusan pertanyaan investigasi statistika untuk masalah tersebut. Acuan kriteria penerimaan: Rumusan pertanyaan memuat populasi murid kelas 7, variabel jenis buku/banyak buku yang dibaca, dan terukur secara statistika (Contoh jawaban benar: 'Kategori buku apa yang paling sering dipinjam oleh murid kelas 7 di perpustakaan dalam sebulan?' ATAU 'Berapa rata-rata jumlah buku yang dibaca murid kelas 7 per bulan?').

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja perumusan pertanyaan investigasi statistika pada lembar tantangan berpasangan dengan rubrik kriteria.
  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perumusan Pertanyaan Investigasi StatistikaBelum mampu merumuskan pertanyaan investigasi statistika (pertanyaan yang dibuat hanya menyasar fakta tunggal 1 orang atau tidak terukur untuk mengumpulkan data).Mampu merumuskan pertanyaan yang mengarah pada pengumpulan data, namun belum lengkap memuat subjek sasaran atau variabelnya belum dapat diukur secara pasti (tepat 1-2 dari 4 situasi tertera).Mampu merumuskan pertanyaan investigasi statistika dengan tepat untuk minimal 3 dari 4 situasi tertera, mencakup subjek sasaran dan variabel yang dapat diukur dengan jelas.Mampu merumuskan seluruh 4 pertanyaan investigasi statistika secara mandiri dan tepat, dengan spesifikasi subjek, variabel terukur, dan potensi variabilitas data yang sangat jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks situasi masalah yang disajikan cukup dekat dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Apakah panduan perumusan pertanyaan investigasi sudah cukup membimbing murid membedakan pertanyaan biasa dengan pertanyaan statistika?

Murid:

  • Apa perbedaan utama antara pertanyaan yang hanya menanyakan fakta satu orang dengan pertanyaan investigasi statistika?
  • Bagian mana dari perumusan pertanyaan investigasi hari ini yang menurutmu paling menantang?

Pertemuan 2 — Mengumpulkan Data Lingkungan Kelas untuk Menjawab Pertanyaan Investigasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.2 Mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengumpulkan data lingkungan kelas untuk menjawab pertanyaan investigasi (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menentukan cara mengumpulkan data untuk 2 kasus berikut: (1) 'Ukuran sepatu murid di kelas' (acuan: wawancara/pencatatan langsung atau lembar isian); (2) 'Pilihan ekstrakurikuler yang paling diminati' (acuan: survei singkat/lembar angket atau angkat tangan/tally) (5 menit).
  • Guru menghubungkan hasil asesmen awal dengan pertanyaan pemantik dan mengarahkan murid membentuk kelompok kerja beranggotakan 4 orang (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok mencermati contoh pertanyaan investigasi: 'Berapa durasi (dalam menit) perjalanan murid dari rumah ke sekolah setiap hari?' dan 'Apa jenis transportasi utama yang digunakan murid menuju sekolah?' (7 menit).
  • Guru membimbing murid memahami instrumen pencatatan data berupa format tabel tally (turus) dan lembar pencatatan langsung agar data yang dikumpulkan terorganisasi, lengkap, dan tidak ada responden yang terlewat atau tercatat ganda (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berburu Data: Setiap kelompok memilih 1 pertanyaan investigasi kelas (pilihan: A. Transportasi ke sekolah [Jalan kaki, Sepeda, Sepeda motor, Angkutan umum]; B. Durasi tidur malam dalam jam; C. Jenis menu sarapan pagi [Nasi, Roti, Mi, Tidak sarapan]), lalu menyiapkan tabel pencatatan/tally berlabel jelas (10 menit).
  • Secara bergantian dan tertib, murid berkeliling mengumpulkan data dari rekan sekelasnya sesuai pertanyaan investigasi yang dipilih dengan teknik wawancara langsung dan mencatat setiap respon menggunakan turus (tally) hingga seluruh anggota target (minimal 15 responden teman) tercatat (20 menit).
  • Murid memverifikasi dan menghitung total frekuensi data yang telah terkumpul dalam lembar pencatatan masing-masing untuk memastikan jumlah responden sesuai target dan tidak ada data yang kosong (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi ketercapaian pengumpulan data: memeriksa apakah instrumen pengumpulan data berhasil mencatat data seluruh responden tanpa ada yang ambigu atau tertinggal (5 menit).
  • Perwakilan kelompok mengonfirmasi kendala yang dihadapi saat menghimpun data dari teman sekelas dan cara kelompok memastikan keakuratan catatan data tersebut (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama dalam mengumpulkan data investigasi, yaitu kejelasan instrumen pencatatan, kesesuaian teknik pengambilan data, dan kelengkapan respon (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan kelengkapan lembar tabel data hasil investigasi kelompok (acuan: tabel memuat judul data, kategori/butir respon, turus lengkap, dan total frekuensi responden) serta memberikan arahan singkat untuk membawa data ini pada pertemuan berikutnya guna penyajian diagram (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel pencatatan data yang sudah memiliki kolom kategori baku; murid yang mahir membuat format instrumen pengumpulan data mandiri dengan kategori tambahan.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan didampingi guru dalam mencatat 3 responden pertama secara terstruktur; kelompok mandiri mengumpulkan data secara independen.
  • Produk: Kelompok dapat menyusun lembar pencatatan data dalam bentuk tabel frekuensi turus standar atau kartu tabulasi data responden.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat menentukan metode pengumpulan data: Diberikan 2 situasi: (1) 'Ukuran sepatu murid di kelas' (acuan jawaban: pencatatan langsung/tanya langsung); (2) 'Pilihan ekstrakurikuler yang diminati' (acuan jawaban: angket singkat/daftar isian/tally angkat tangan).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas Tantangan Berburu Data: Memantau kelengkapan instrumen, teknik menanyai responden, dan ketepatan pencatatan turus pada tabel responden teman sekelas (target minimal 15 responden tercatat lengkap).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar data hasil investigasi kelompok. Kriteria penerimaan operasional: tabel pengumpulan data terisi minimal 15 responden, memuat identitas pertanyaan investigasi, kolom kategori data yang relevan, pencatatan turus (tally) yang konsisten, dan penjumlahan total frekuensi yang tepat.

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja proses pengumpulan data di kelas menggunakan lembar observasi keterlibatan dan ketertiban pencatatan turus
  • Pemeriksaan lembar kerja pencatatan data hasil investigasi lingkungan kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Instrumen dan Teknik Pengumpulan DataMengumpulkan data tanpa format pencatatan yang terstruktur sehingga data tidak tercatat dengan runtut.Menyiapkan tabel pengumpulan data namun kolom kategori belum lengkap atau teknik pencatatan turus belum konsisten.Menyiapkan tabel pencatatan data dengan kategori yang relevan dan menggunakan teknik turus/pencatatan secara konsisten.Menyiapkan tabel pencatatan data dengan sangat rapi dan sistematis, kategori lengkap, serta mampu memverifikasi ulang keakuratan pencatatan secara mandiri.
Kelengkapan dan Akurasi Data yang DikumpulkanData yang dikumpulkan kurang dari separuh target responden (<8 responden) dan banyak data kosong atau tidak jelas.Data yang dikumpulkan mencakup 8-14 responden namun terdapat ketidaksesuaian antara turus dan jumlah akhir.Data terkumpul lengkap sesuai target (minimal 15 responden) dengan penjumlahan frekuensi turus yang akurat.Data terkumpul melampaui target (seluruh murid kelas yang hadir) secara lengkap tanpa ada data ganda atau hilang, dengan rekapitulasi frekuensi yang tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berpartisipasi aktif dan tertib saat melakukan pengumpulan data teman sekelas?
  • Apakah instrumen tabel pencatatan yang digunakan murid sudah cukup efektif meminimalkan kesalahan pencatatan data?

Murid:

  • Apa kesulitan yang saya temui saat mengumpulkan dan mencatat jawaban dari teman-teman sekelas?
  • Bagaimana cara saya memastikan bahwa tidak ada teman sekelas yang terlewat atau tercatat dua kali dalam lembar data saya?

Pertemuan 3 — Menyajikan Data Menggunakan Diagram Batang Tunggal Berskala Sesuai Masalah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.3 Menyajikan data menggunakan diagram batang untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyajikan data tabel frekuensi ke dalam diagram batang tunggal berskala tepat (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat dengan menunjukkan 2 gambar diagram batang di papan tulis untuk menguji pemahaman fitur baku diagram: Gambar A (skala sumbu vertikal loncat tidak teratur 0, 5, 8, 15) dan Gambar B (skala sumbu vertikal teratur 0, 5, 10, 15, 20). Murid diminta menuliskan di secarik kertas diagram mana yang skalanya benar dan alasannya (acuan: Gambar B benar karena interval jarak nilai skala pada sumbu tegak seragam dan konsisten kelipatan 5 dimulai dari 0) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemodelan guru tentang 4 fitur baku diagram batang tunggal: judul diagram yang jelas, pelabelan sumbu horizontal (kategori) dan vertikal (frekuensi), penentuan skala vertikal yang konsisten mulai dari 0, serta pembuatan batang dengan lebar seragam dan spasi antarcabang yang sama (10 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan tantangan cepat 'Detektif Skala' untuk memilih kelipatan skala vertikal paling efisien (kelipatan 2, kelipatan 5, atau kelipatan 10) berdasarkan 3 tabel data frekuensi berikut: Kasus 1 data frekuensi tertinggi 14 (acuan skala: kelipatan 2), Kasus 2 data frekuensi tertinggi 45 (acuan skala: kelipatan 5), Kasus 3 data frekuensi tertinggi 90 (acuan skala: kelipatan 10) (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima lembar kerja milimeter blok berisi tabel frekuensi jenis ekstrakurikuler yang dipilih 40 siswa: Pramuka = 12, PMR = 8, Futsal = 14, Seni Musik = 6 (5 menit).
  • Murid secara mandiri menyajikan data tabel ekstrakurikuler tersebut ke dalam diagram batang tunggal lengkap di kertas milimeter blok, memastikan 4 komponen terpenuhi: memberi judul 'Pilihan Ekstrakurikuler Siswa', label sumbu horizontal 'Jenis Ekstrakurikuler' dan sumbu vertikal 'Banyak Siswa', menetapkan skala vertikal loncat 2 konsisten (0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14), serta menggambar 4 batang dengan tinggi presisi (Pramuka=12, PMR=8, Futsal=14, Seni Musik=6) dengan lebar batang dan spasi antarcabang yang sama (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa diagram buatannya sendiri menggunakan daftar periksa mandiri (apakah sumbu mulai dari 0, apakah kelipatan skala konsisten, apakah lebar batang sama) dan memperbaiki goresan yang belum presisi (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama penyajian diagram batang tunggal: skala vertikal wajib dimulai dari 0 dan memiliki kelipatan tetap agar data visual tidak menyesatkan pembaca (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa materi berikutnya adalah diagram batang ganda (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan garis bantu angka skala kelipatan 2 yang sudah tercetak di sumbu vertikal, sedangkan murid yang mahir diberikan tabel data dengan rentang frekuensi lebih besar (puluhan/ratusan) yang menuntut penentuan skala kelipatan 10 atau 20 secara mandiri.
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang kesulitan dibimbing dalam memplot titik tinggi batang sebelum mengarsir balok, sedangkan murid yang cepat langsung menggambar mandiri pada milimeter blok kosong.
  • Produk: Semua murid menghasilkan diagram batang tunggal pada kertas milimeter blok dengan kriteria 4 fitur kelengkapan yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik awal 1 butir pengamatan visual: Murid membandingkan Gambar Diagram A (skala tidak teratur 0, 5, 8, 15) dan Diagram B (skala teratur kelipatan 5: 0, 5, 10, 15, 20). Kriteria ketepatan: murid memilih Diagram B dengan alasan interval nilai sumbu vertikal konsisten dan seragam kelipatan 5 dimulai dari 0.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja penyajian data pada lembar milimeter blok dengan memeriksa pemenuhan 4 kriteria: (1) Judul diagram tercantum tepat; (2) Label kedua sumbu tertulis jelas; (3) Skala vertikal dimulai dari 0 dengan kelipatan 2 konsisten (0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14); (4) Tinggi keempat batang tepat sesuai data (Pramuka=12, PMR=8, Futsal=14, Seni Musik=6) dengan lebar dan jarak antarcabang yang seragam.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri 1 butir: Murid menuliskan skala kelipatan sumbu vertikal yang paling tepat digunakan jika nilai data terendah adalah 0 dan tertinggi adalah 50 dengan 5 garis kisi yang tersedia (acuan tepat: kelipatan 10, yaitu 0, 10, 20, 30, 40, 50).

Formatif:

  • Penilaian kinerja penyajian diagram batang tunggal pada lembar milimeter blok menggunakan rubrik ketercapaian 4 fitur baku diagram batang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Fitur dan Pelabelan DiagramMenyajikan diagram tanpa judul dan tanpa label pada kedua sumbu.Menyajikan diagram dengan judul, namun hanya mencantumkan label pada salah satu sumbu (hanya horizontal atau hanya vertikal).Menyajikan diagram dengan judul yang relevan serta label lengkap pada kedua sumbu secara mandiri.Menyajikan diagram dengan judul yang sangat spesifik, label kedua sumbu lengkap dan rapi, serta penempatan satuan ukur data yang presisi.
Ketepatan Skala Sumbu VertikalSkala vertikal tidak dimulai dari 0 atau jarak interval antar-angka tidak teratur (kelipatan acak).Skala vertikal dimulai dari 0 tetapi interval kelipatannya belum konsisten di beberapa titik kisi.Skala vertikal dimulai dari 0 dengan interval kelipatan yang sepenuhnya konsisten dan berjarak seragam.Skala vertikal dimulai dari 0 dengan interval kelipatan konsisten, proporsional terhadap bidang milimeter blok, dan efisien untuk rentang data yang disajikan.
Presisi Penggambaran Batang FrekuensiTinggi batang tidak sesuai dengan data frekuensi pada tabel (salah lebih dari 2 batang) atau lebar batang sangat berbeda-beda.Tinggi 2-3 batang sudah tepat sesuai frekuensi tabel, namun lebar batang atau spasi jarak antarcabang belum konsisten.Tinggi seluruh batang (4 kategori) tepat sesuai data frekuensi tabel dengan lebar batang dan spasi antarcabang yang seragam.Tinggi seluruh batang tepat sesuai data frekuensi secara presisi pada garis milimeter blok, lebar batang dan jarak antarcabang terukur simetris sempurna.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan penyajian diagram batang secara mandiri di kertas milimeter blok?
  • Bagian mana dari langkah penentuan skala kelipatan yang paling banyak membingungkan murid, dan bagaimana perbaikannya pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah dan paling sulit saat menggambar diagram batang di milimeter blok?
  • Apakah skala yang saya buat sudah memudahkan orang lain melihat perbedaan tinggi batang dengan jelas?

Pertemuan 4 — Menyajikan Data Berpasangan Menggunakan Diagram Batang Ganda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.3 Menyajikan data menggunakan diagram batang untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menyajikan data berpasangan menggunakan diagram batang ganda (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memeriksa tabel kecil berisi data cabang olahraga pilihan siswa Kelas 7A dan 7B (Bulu Tangkis: 7A=12, 7B=8; Basket: 7A=10, 7B=14; Futsal: 7A=15, 7B=11) lalu menyebutkan apa saja 3 komponen utama yang harus ada sebelum menggambar diagram batang ganda (acuan jawaban: judul diagram, label dan skala sumbu yang dimulai dari 0 dengan interval konsisten, serta legenda/keterangan pembeda kedua kelompok) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemodelan langkah-langkah menggambar diagram batang ganda di papan tulis dengan data berpasangan cabang olahraga: (1) Menuliskan judul diagram secara jelas di bagian atas, (2) Membuat sumbu horizontal untuk kategori cabang olahraga dan sumbu vertikal untuk frekuensi yang wajib dimulai dari angka 0 dengan skala tetap berselisih 2 (0, 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16), (3) Menggambar dua batang berimpit/berdampingan untuk setiap cabang olahraga dengan lebar batang yang sama, (4) Memberikan pembeda visual (misal: warna biru untuk 7A dan warna kuning untuk 7B), serta (5) Menambahkan legenda pembeda kelompok (15 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Teliti Diagram' untuk mengidentifikasi kesalahan teknis pada contoh diagram peraga: (1) Sumbu vertikal tidak mulai dari 0, (2) Batang satu kategori terpisah berjauhan, (3) Tidak ada legenda (acuan: perbaikan teknis adalah memastikan titik nol di pangkal sumbu, dua batang tiap kategori saling berimpit, dan mencantumkan kotak legenda warna) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid menerima Lembar Kerja Penyajian Diagram Batang Ganda yang memuat tabel data ekstrakurikuler pilihan siswa Kelas 7C dan Kelas 7D: Pramuka (7C=14, 7D=10), PMR (7C=8, 7D=12), Seni Musik (7C=11, 7D=9), Paskibra (7C=6, 7D=8) (5 menit).
  • Murid berkolaborasi menggambar diagram batang ganda pada kertas berpetak/milimeter blok dengan menerapkan kelengkapan elemen: menulis judul 'Pilihan Ekstrakurikuler Siswa Kelas 7C dan Kelas 7D', menetapkan skala sumbu vertikal mulai dari 0 berjarak sama interval 2 (0 sampai 16), menggambarkan batang berpasangan setinggi frekuensi tiap data, memberikan arsiran/warna pembeda, serta mencantumkan legenda kelompok (20 menit).
  • Pasangan murid saling bertukar lembar kerja untuk memeriksa kecocokan tinggi batang dan ketepatan skala dengan lembar verifikasi checklist kelengkapan teknis (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru menyimpulkan aspek-aspek kunci yang menentukan keakuratan penyajian diagram batang ganda: skala sumbu tegak yang selalu mulai dari nol dan konsisten, kerapian batang berimpit, serta pentingnya legenda pembeda (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja penyajian diagram batang ganda yang telah dibuat murid (3 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan melanjutkan ke tahap menginterpretasi data nilai ekstrem dan perbandingan frekuensi pada diagram batang, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format kertas milimeter blok yang sudah memiliki garis sumbu utama berlabel nol; murid yang telah mahir diberikan data berpasangan dengan rentang angka lebih besar (interval 5 hingga frekuensi 40).
  • Proses: Bimbingan terstruktur langkah demi langkah secara intensif oleh guru pada saat penentuan skala sumbu dan penggambaran batang ganda bagi pasangan yang membutuhkan pendampingan.
  • Produk: Variasi teknik pembeda visual pada batang ganda (penggunaan dua warna berbeda atau pola arsiran bergaris dan polos) dengan tetap mematuhi kelengkapan legenda.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik singkat: Guru menyajikan tabel mini pilihan olahraga (Bulu Tangkis: 7A=12, 7B=8; Basket: 7A=10, 7B=14; Futsal: 7A=15, 7B=11). Murid diminta menyebutkan 3 elemen teknis wajib yang membedakan diagram batang ganda dari diagram tunggal. (Acuan jawaban: (1) Adanya dua batang berdampingan/berimpit pada setiap kategori, (2) Legenda/keterangan pembeda dua kelompok data, dan (3) Skala vertikal seragam mulai dari angka 0).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menggambar diagram batang ganda pada lembar kerja: memastikan skala sumbu tegak dimulai dari 0 dengan jarak interval konsisten (0, 2, 4, 6, ..., 16), tinggi batang tepat sesuai data (Pramuka: 7C=14, 7D=10; PMR: 7C=8, 7D=12; Seni Musik: 7C=11, 7D=9; Paskibra: 7C=6, 7D=8), kedua batang tiap kategori berimpit, dan memuat judul serta legenda.

Akhir Pertemuan:

  • Cek verifikasi kelengkapan produk gambar diagram batang ganda: Murid memastikan hasil gambarnya memenuhi 4 kriteria kelengkapan teknis: (1) Judul diagram tepat, (2) Skala sumbu tegak mulai dari 0 dengan interval teratur, (3) Seluruh 8 batang digambar dengan tinggi tepat sesuai frekuensi tabel acuan, (4) Terdapat legenda pembeda Kelas 7C dan 7D.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja penyajian diagram batang ganda pada lembar kerja kertas berpetak menggunakan rubrik analitis
  • Pemeriksaan cek pemahaman diagnostik awal dan lembar verifikasi silang antar-murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Skala dan SumbuSkala pada sumbu vertikal tidak dimulai dari 0 atau jarak antar-angka tidak teratur.Skala sumbu vertikal dimulai dari 0 tetapi interval jarak angka tidak konsisten di beberapa bagian.Skala sumbu vertikal dimulai dari 0 dengan interval angka konsisten dan label kedua sumbu dituliskan.Skala sumbu vertikal dimulai dari 0 dengan interval angka sangat rapi, proporsional, dan penamaan label kedua sumbu sangat tepat.
Penyajian Batang Ganda dan LegendaHanya menggambar batang tunggal atau batang ganda digambar terpisah-pisah tanpa ada legenda pembeda.Menggambar batang ganda berdampingan namun tinggi batang belum tepat sesuai tabel atau tidak menyertakan legenda.Menggambar batang ganda berdampingan dengan tinggi batang tepat sesuai data dan menyertakan legenda pembeda dua kelompok data.Menggambar seluruh batang ganda secara presisi, lebar batang seragam dan rapi, disertai judul, pewarnaan pembeda yang jelas, dan legenda lengkap secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menentukan interval skala sumbu vertikal yang tepat dimulai dari nol tanpa kebingungan?
  • Bagian mana dari langkah menyajikan diagram batang ganda yang paling banyak memerlukan intervensi bimbingan guru?

Murid:

  • Langkah apa yang menurutmu paling menantang saat menyajikan dua kelompok data dalam bentuk diagram batang ganda?
  • Mengapa penting memberi warna yang berbeda dan legenda ketika membuat diagram batang ganda?

Pertemuan 5 — Menginterpretasi Data Nilai Ekstrem dan Perbandingan Frekuensi pada Diagram Batang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.4 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram batang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai cara membaca dan menginterpretasi nilai ekstrem serta perbandingan frekuensi pada diagram batang (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan diagram batang di papan tulis tentang data peminjaman buku perpustakaan dalam 4 hari: Senin (12 buku), Selasa (20 buku), Rabu (8 buku), Kamis (16 buku). Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Hari apa peminjaman buku paling sedikit?' (acuan: Rabu, 8 buku), dan (2) 'Berapa selisih peminjaman buku antara hari Selasa dan Rabu?' (acuan: 20 - 8 = 12 buku). Murid menuliskan jawaban di lembar kertas kecil untuk memetakan kesiapan membaca skala dan selisih (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan stimulus berupa diagram batang 'Hasil Panen Buah Kebun Sekolah (dalam kg)': Mangga (35 kg), Jeruk (50 kg), Apel (20 kg), Pisang (40 kg), dan Salak (15 kg) dengan skala sumbu vertikal kelipatan 5. Murid secara berkesadaran mengidentifikasi komponen judul, sumbu mendatar (jenis buah), dan sumbu tegak (jumlah dalam kg) (5 menit).
  • Guru memandu murid membedah konsep nilai ekstrem (nilai tertinggi/maksimum dan nilai terendah/minimum) serta perbandingan frekuensi (selisih dan perbandingan rasio). Murid mengidentifikasi bahwa nilai ekstrem tertinggi adalah Jeruk (50 kg) dan nilai ekstrem terendah adalah Salak (15 kg), selisih hasil panen Jeruk dan Salak adalah 50 - 15 = 35 kg, serta hasil panen Pisang (40 kg) adalah dua kali lipat hasil panen Apel (20 kg) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid secara berpasangan dan membagikan Lembar Aktivitas berisi Diagram Batang 'Data Pengunjung Pojok Baca Selama Satu Pekan': Senin (24 orang), Selasa (36 orang), Rabu (18 orang), Kamis (30 orang), Jumat (12 orang). Murid menjalankan tantangan menggembirakan 'Detektif Data Berpasangan', di mana setiap pasangan berlomba adu cepat dan tepat menyelesaikan 4 misi analisis data (15 menit).
  • Misi yang dikerjakan murid mencakup: Misi 1 menentukan hari dengan pengunjung terbanyak (acuan: Selasa, 36 orang); Misi 2 menentukan hari dengan pengunjung paling sedikit (acuan: Jumat, 12 orang); Misi 3 menghitung selisih pengunjung antara hari terbanyak dan paling sedikit (acuan: 36 - 12 = 24 orang); Misi 4 menentukan hari apa yang jumlah pengunjungnya tepat dua kali lipat hari Jumat (acuan: Senin, karena 24 orang = 2 x 12 orang). Pasangan yang menyelesaikan dengan tepat dan cepat saling memberikan apresiasi tepuk tangan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan pasangan membacakan hasil interpretasi data mereka, dan murid lain bersama guru memverifikasi ketepatan nilai ekstrem serta perhitungan perbandingan frekuensi (10 menit).
  • Murid merefleksikan makna data dengan menghubungkannya pada pengambilan keputusan nyata: jika hari Jumat pengunjung paling sedikit, langkah apa yang dapat dilakukan pengelola pojok baca agar kunjungan meningkat? Murid menyampaikan pandangan kritisnya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menginterpretasi diagram batang: melihat puncak tertinggi untuk nilai maksimum, batang terpendek untuk nilai minimum, serta mengurangkan atau membagi frekuensi untuk membandingkan kategori (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman cepat 1 butir soal lisan berdasarkan diagram pengunjung: 'Berapa total pengunjung pada hari Rabu dan Kamis?' (acuan: 18 + 30 = 48 orang), memberikan apresiasi atas kerja sama murid, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram batang dengan garis bantu horizontal (grid line) yang tegas pada setiap skala kelipatan frekuensi. Murid yang mahir diberikan diagram dengan skala interval lebih renggang dan angka tidak tepat di garis batas skala.
  • Proses: Murid dengan kesulitan pemahaman didampingi langsung oleh guru secara berpasangan dalam membaca sumbu vertikal. Murid yang cepat menyelesaikan 4 misi diminta mencari perbandingan rasio tambahan antar-kategori lain secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar analisis interpretasi data yang sama, dengan variasi tingkat kedalaman penjelasan perbandingan pada misi pengayaan bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal tertulis singkat pada pendahuluan: Ditampilkan diagram batang peminjaman buku: Senin (12), Selasa (20), Rabu (8), Kamis (16). Butir 1: Hari dengan peminjaman buku paling sedikit (acuan: Rabu, 8 buku). Butir 2: Selisih peminjaman buku hari Selasa dan Rabu (acuan: 20 - 8 = 12 buku). Kriteria: Murid siap bila menjawab tepat kedua butir.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja tantangan 'Detektif Data Berpasangan' (4 butir interpretasi diagram batang pengunjung pojok baca: nilai maksimum, nilai minimum, selisih ekstrem, rasio kelipatan). Acuan kunci jawaban: (1) Pengunjung terbanyak: Selasa (36 orang); (2) Pengunjung paling sedikit: Jumat (12 orang); (3) Selisih hari terbanyak dan paling sedikit: 36 - 12 = 24 orang; (4) Hari dengan pengunjung dua kali lipat hari Jumat: Senin (24 orang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Murid membaca diagram pengunjung pojok baca untuk menghitung gabungan frekuensi hari Rabu (18 orang) dan Kamis (30 orang). Acuan jawaban benar: 18 + 30 = 48 orang.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik tertulis singkat di awal pembelajaran (2 butir)
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada lembar tantangan 'Detektif Data Berpasangan'
  • Cek pemahaman lisan di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Interpretasi Nilai Ekstrem pada Diagram BatangBelum mampu menentukan kategori dengan nilai frekuensi tertinggi (maksimum) maupun terendah (minimum) dari diagram batang yang disajikan secara tepat.Mampu menentukan salah satu nilai ekstrem (hanya maksimum atau hanya minimum) dari diagram batang secara tepat sesuai acuan data.Mampu menentukan kedua nilai ekstrem (maksimum dan minimum) dari diagram batang secara tepat sesuai acuan data dengan sedikit arahan guru.Mampu menentukan kedua nilai ekstrem (maksimum dan minimum) dari diagram batang secara tepat dan mandiri tanpa bantuan.
Interpretasi Perbandingan Frekuensi pada Diagram BatangBelum mampu menghitung selisih maupun menentukan perbandingan rasio kelipatan frekuensi antarkategori pada diagram batang secara tepat.Mampu menghitung selisih frekuensi antarkategori dengan tepat sesuai acuan (acuan selisih: 24 orang), namun belum tepat menentukan perbandingan rasio kelipatan.Mampu menghitung selisih frekuensi (acuan: 24 orang) dan menentukan kategori kelipatan frekuensi (acuan: Senin dua kali lipat Jumat) secara tepat sesuai acuan data.Mampu menghitung selisih frekuensi, menentukan kategori rasio kelipatan, serta membandingkan variasi frekuensi antarkategori lainnya secara tepat, runtut, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan konteks diagram pengunjung pojok baca mempermudah murid memahami perbandingan frekuensi dan nilai ekstrem?
  • Bagian mana dari interpretasi diagram batang yang masih sering membingungkan murid (skala angka atau perhitungan selisih)?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah: menentukan nilai tertinggi/terendah atau menghitung perbandingan kelipatan frekuensi?
  • Bagaimana caramu memastikan bahwa nilai yang kamu baca pada sumbu tegak sudah tepat sesuai puncak batang diagram?

Pertemuan 6 — Menyajikan Data Menggunakan Diagram Lingkaran Berdasarkan Perhitungan Sudut dan Persentase Juring — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.5 Menyajikan data menggunakan diagram lingkaran untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan mengondisikan suasana belajar yang fokus dan tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyajikan data ke dalam bentuk diagram lingkaran melalui perhitungan sudut pusat dan persentase juring (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 soal konversi pecahan dasar ke sudut pusat (total 360°) dan persentase (total 100%) pada papan tulis: (1) Seperempat lingkaran = berapa derajat dan berapa persen? (acuan: 90° dan 25%); (2) Setengah lingkaran = berapa derajat dan berapa persen? (acuan: 180° dan 50%) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati demonstrasi guru tentang rumus perhitungan proporsi data menjadi sudut pusat juring: Sudut Pusat = (Frekuensi Kategori / Frekuensi Total) x 360°, serta rumus persentase juring: Persentase = (Frekuensi Kategori / Frekuensi Total) x 100% (10 menit).
  • Murid bersama guru membedah contoh tabel data pilihan ekskul 40 siswa: Futsal 16 siswa, Musik 10 siswa, Tari 6 siswa, Robotik 8 siswa. Dilakukan pengecekan perhitungan: Futsal (16/40 x 360° = 144°; 16/40 x 100% = 40%), Musik (10/40 x 360° = 90°; 25%), Tari (6/40 x 360° = 54°; 15%), Robotik (8/40 x 360° = 72°; 20%) serta memastikan jumlah sudut tepat 360° dan persentase 100% (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan berpasangan 'Tebak & Pasangkan Sudut Juring': murid menerima 4 kartu data kategori (A: 5 dari 20 = 25%; B: 10 dari 20 = 50%; C: 3 dari 20 = 15%; D: 2 dari 20 = 10%) dan berlomba mencocokkan kartu tersebut dengan busur derajat pada lingkaran pola secara tepat dan cepat (acuan: A = 90°, B = 180°, C = 54°, D = 36°) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Penyajian Data Diagram Lingkaran berdasarkan data distribusi 20 buku bacaan di pojok kelas: Cerita Bergambar 8 buku, Ensiklopedia 5 buku, Novel Anak 4 buku, dan Sains Populer 3 buku. Murid menghitung besar sudut pusat (acuan: Cerita = 144°, Ensiklopedia = 90°, Novel = 72°, Sains = 54°), menghitung persentase (acuan: Cerita = 40%, Ensiklopedia = 25%, Novel = 20%, Sains = 15%), serta menggambar lingkaran, menarik jari-jari awal, mengukur juring menggunakan busur derajat, dan melengkapi label kategori (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan diagram lingkaran buatannya secara mandiri dengan menjumlahkan kembali keempat sudut juring yang diukur menggunakan busur derajat (memastikan total = 360°) dan memeriksa kelengkapan label nama kategori dan persentasenya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan alur teknis penyajikan diagram lingkaran: menentukan frekuensi total, menghitung pecahan proporsi data, mengalikan ke 360° untuk sudut busur derajat dan ke 100% untuk label persentase, lalu melukis juring secara berurutan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya pembelajaran akan dilanjutkan ke interpretasi data proporsi juring pada diagram lingkaran, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lingkaran bertitik pusat jelas dengan garis bantu per kelipatan 30°; untuk murid yang mahir diberikan data dengan total frekuensi yang menghasilkan sudut pecahan/desimal.
  • Proses: Scaffolding bertahap bagi murid yang kesulitan menggunakan busur derajat secara langsung oleh guru saat sesi kerja mandiri.
  • Produk: Format penyajian diagram lingkaran dapat dilengkapi label persentase di dalam juring atau legenda warna di luar diagram selama proporsi sudut akurat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menghitung konversi sudut dan persentase: (1) 1/4 bagian lingkaran dari total 360° dan 100% (acuan: sudut 90°, persentase 25%); (2) 1/2 bagian lingkaran dari total 360° dan 100% (acuan: sudut 180°, persentase 50%)

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja: memeriksa ketepatan perhitungan 4 kategori sudut pusat (Cerita: 8/20x360° = 144°; Ensiklopedia: 5/20x360° = 90°; Novel: 4/20x360° = 72°; Sains: 3/20x360° = 54°) dan keterampilan teknis penggunaan busur derajat

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan mandiri produk akhir diagram lingkaran: memeriksa total jumlah sudut keempat juring sama dengan 360° dan tersedianya label nama kategori beserta persentase (Cerita 40%, Ensiklopedia 25%, Novel 20%, Sains 15%)

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan lembar kerja perhitungan sudut pusat dan pelukisan diagram lingkaran menggunakan busur derajat

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Perhitungan Sudut dan Persentase JuringMenghitung dengan tepat kurang dari 2 kategori sudut atau persentase dari 4 kategori yang ditentukanMenghitung dengan tepat 2 dari 4 kategori sudut dan persentase (acuan: Cerita = 144°/40%, Ensiklopedia = 90°/25%, Novel = 72°/20%, Sains = 54°/15%)Menghitung dengan tepat 3 dari 4 kategori sudut dan persentase (acuan: Cerita = 144°/40%, Ensiklopedia = 90°/25%, Novel = 72°/20%, Sains = 54°/15%)Menghitung dengan tepat seluruh (4 dari 4) kategori sudut dan persentase (acuan: Cerita = 144°/40%, Ensiklopedia = 90°/25%, Novel = 72°/20%, Sains = 54°/15%) secara mandiri
Ketepatan Menggambar Juring Diagram LingkaranMenggambar juring pada lingkaran tanpa menggunakan busur derajat atau seluruh ukuran sudut juring tidak sesuai dengan hasil perhitunganMenggambar juring dengan busur derajat tetapi hanya 1-2 juring yang tepat sesuai besar sudut perhitungannyaMenggambar juring dengan busur derajat secara tepat untuk 3-4 juring sesuai besar sudut (toleransi pengukuran ±2°)Menggambar seluruh 4 juring dengan busur derajat secara presisi tepat sesuai besar sudut serta melengkapi seluruh label kategori dan persentasenya

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada pengerjaan mandiri mencukupi bagi murid dalam mengukur juring menggunakan busur derajat?
  • Bagian mana dari langkah konversi pecahan ke sudut pusat yang paling banyak memerlukan bimbingan ulang?

Murid:

  • Langkah mana yang menurutmu paling menantang: menghitung sudut pusat atau mengukurnya dengan busur derajat?
  • Bagaimana cara kamu memastikan bahwa seluruh juring yang digambar sudah memenuhi tepat satu lingkaran penuh?

Pertemuan 7 — Menginterpretasi Data Proporsi Juring dan Persentase pada Diagram Lingkaran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.6 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram lingkaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menginterpretasi data proporsi juring dan persentase pada diagram lingkaran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid menjawab 2 pertanyaan lisan berdasarkan diagram lingkaran sederhana yang ditampilkan di papan tulis: Diagram Lingkaran 'Hobi 40 Murid' terbagi menjadi Olahraga 50% (sudut 180°), Membaca 25% (sudut 90°), dan Seni 25% (sudut 90°). Pertanyaan: (1) Hobi apa yang memiliki proporsi terbesar? (acuan: Olahraga); (2) Berapa banyak murid yang gemar olahraga dari total 40 murid? (acuan: 50% x 40 = 20 murid) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati stimulus diagram lingkaran 'Komposisi Penggunaan Waktu Luang 200 Murid' di layar proyektor: Belajar Mandiri (sudut 90°, 25%), Berolahraga (sudut 72°, 20%), Membantu Orang Tua (sudut 54°, 15%), dan Istirahat/Hobi (sudut 144°, 40%) (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan dan pemodelan guru tentang cara membaca informasi proporsi: membandingkan luas juring (terbesar, terkecil), menentukan nilai persen dari sudut juring (besar sudut / 360° x 100%), dan menghitung frekuensi nyata dari total populasi data (persen x total data atau sudut/360° x total data) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan cepat 'Detektif Diagram Lingkaran' yang menggembirakan: Guru menampilkan diagram lingkaran 'Minuman Favorit Kantin' (Total 120 botol: Susu 40%, Teh 30%, Jus Buah 20%, Air Mineral 10%). Pasangan murid berlomba menuliskan jawaban di papan mini untuk 4 pertanyaan kilat: (1) Minuman paling favorit? (acuan: Susu); (2) Minuman paling sedikit terjual? (acuan: Air Mineral); (3) Berapa botol Teh terjual? (acuan: 30% x 120 = 36 botol); (4) Berapa selisih penjualan Susu dan Jus Buah? (acuan: 40% - 20% = 20% x 120 = 24 botol) (15 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan Lembar Kerja Interpretasi Diagram Lingkaran berisi 4 butir soal interpretasi berdasarkan diagram lingkaran 'Pilihan Ekstrakurikuler 60 Murid Kelas VII' (Pramuka = 120°, PMR = 90°, Futsal = 90°, Seni Musik = 60°): Soal 1: Ekstrakurikuler dengan peminat terbanyak (acuan: Pramuka); Soal 2: Persentase peminat Seni Musik (acuan: 60°/360° x 100% = 16,67% atau 16 2/3%); Soal 3: Jumlah murid yang memilih PMR (acuan: 90°/360° x 60 = 15 murid); Soal 4: Selisih jumlah murid pemilih Pramuka dan Seni Musik (acuan: [120° - 60°]/360° x 60 = 10 murid) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas hasil kerja mandiri dan memeriksa ketepatan jawaban interpretasi diagram lingkaran serta mendiskusikan langkah konversi dari sudut/persen juring ke frekuensi nyata (10 menit).
  • Murid menyimpulkan strategi menginterpretasi diagram lingkaran: melihat proporsi juring untuk menentukan nilai ekstrem (terbesar/terkecil) dan mengalikan rasio juring dengan nilai total data untuk memperoleh frekuensi kuantitatif (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian murid dalam membaca dan menginterpretasi diagram lingkaran (3 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 8: Membandingkan Diagram Batang dan Diagram Lingkaran) dan menutup kelas dengan doa bersama serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram lingkaran dengan label persentase yang sudah bulat (kelipatan 10% atau 25%), sedangkan murid yang mahir diberikan diagram lingkaran dengan data kombinasi sudut derajat dan persentase pecahan.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung oleh guru dengan kartu bantuan langkah perhitungan frekuensi (Proporsi x Total); murid mahir bekerja mandiri menyelesaikan soal tantangan selisih dan rasio antarjuring.
  • Produk: Lembar interpretasi murid yang memerlukan bimbingan fokus pada identifikasi nilai ekstrem dan frekuensi langsung, sedangkan murid mahir melengkapi interpretasi perbandingan selisih antardua juring.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan diagram lingkaran 'Hobi 40 Murid' (Olahraga 50%, Membaca 25%, Seni 25%): Butir 1: 'Sebutkan hobi dengan proporsi terbesar!' (acuan: Olahraga); Butir 2: 'Hitung banyak murid yang memilih olahraga!' (acuan: 50% x 40 = 20 murid).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan murid dalam menjawab 4 soal kilat permainan Detektif Diagram Lingkaran: (1) Minuman terfavorit (acuan: Susu), (2) Terendah (acuan: Air Mineral), (3) Jumlah botol Teh (acuan: 36 botol), (4) Selisih botol Susu dan Jus (acuan: 24 botol).
  • Pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Kerja Interpretasi Mandiri: Menilai ketepatan murid menyelesaikan 4 butir soal interpretasi diagram lingkaran ekstrakurikuler (acuan kunci: Butir 1 = Pramuka; Butir 2 = 16,67% atau 16 2/3%; Butir 3 = 15 murid; Butir 4 = 10 murid).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir pembelajaran (exit ticket): Murid menentukan jumlah siswa gemar IPA dari diagram lingkaran 80 siswa jika juring IPA bernilai 25% (acuan: 25% x 80 = 20 siswa).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pada asesmen awal pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja pada tantangan cepat berpasangan Detektif Diagram Lingkaran
  • Penilaian tugas mandiri Lembar Kerja Interpretasi Diagram Lingkaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menginterpretasi Data Proporsi Juring dan Persentase pada Diagram LingkaranBelum mampu menginterpretasi data pada diagram lingkaran (benar 0 atau 1 butir dari 4 butir soal LK: Butir 1 = Pramuka, Butir 2 = 16,67%, Butir 3 = 15 murid, Butir 4 = 10 murid) meski telah dibimbing.Mampu menginterpretasi nilai ekstrem (kategori terbesar/terkecil) namun belum tepat dalam menghitung frekuensi nyata dari proporsi/persen juring (tepat 2 butir dari 4 butir soal LK: Butir 1 = Pramuka, Butir 2 = 16,67%, Butir 3 = 15 murid, Butir 4 = 10 murid).Mampu menginterpretasi nilai ekstrem dan menghitung frekuensi data dari sudut atau persentase juring dengan benar (tepat minimal 3 butir dari 4 butir soal LK: Butir 1 = Pramuka, Butir 2 = 16,67%, Butir 3 = 15 murid, Butir 4 = 10 murid).Mampu menginterpretasi seluruh informasi diagram lingkaran meliputi nilai ekstrem, persentase sudut, frekuensi, dan perbandingan selisih antarkategori secara tepat dan mandiri (tepat seluruh 4 butir soal LK: Butir 1 = Pramuka, Butir 2 = 16,67%, Butir 3 = 15 murid, Butir 4 = 10 murid).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami hubungan antara besar sudut/persentase juring dengan banyaknya data kuantitatif?
  • Bagian mana dari langkah konversi sudut/persen ke nilai frekuensi nyata yang paling banyak ditemui kesalahan oleh murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang cara membaca informasi dari diagram lingkaran hari ini?
  • Apakah saya sudah bisa menghitung banyak data nyata jika hanya diketahui besar sudut atau persentasenya pada juring?

Pertemuan 8 — Menginterpretasi Perbandingan Informasi Data pada Diagram Batang dan Diagram Lingkaran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.4 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram batang
  • TP 7.6.6 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram lingkaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu membandingkan interpretasi informasi dari diagram batang dan diagram lingkaran untuk topik data yang sama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid mengamati data ringkas hobi 40 anak: Membaca (10 anak / 25%), Olahraga (20 anak / 50%), Menari (10 anak / 25%). Murid menjawab 2 pertanyaan diagnostik: (1) Berapa selisih frekuensi anak yang gemar Olahraga dan Membaca pada diagram batang? (acuan: 20 - 10 = 10 anak); (2) Berapa total persentase juring hobi Membaca dan Menari pada diagram lingkaran? (acuan: 25% + 25% = 50%) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati sajian data ganda bertema 'Ekstrakurikuler Pilihan 100 Murid Kelas 7': Diagram Batang menampilkan frekuensi riil (Pramuka = 40 anak, PMR = 25 anak, Futsal = 20 anak, Seni Musik = 15 anak), sedangkan Diagram Lingkaran menampilkan pembagian persentase (Pramuka = 40%, PMR = 25%, Futsal = 20%, Seni Musik = 15%) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi kekhasan informasi tiap diagram: diagram batang memperlihatkan perbandingan kuantitas absolut dan selisih langsung antarkategori secara tegas melalui tinggi batang, sedangkan diagram lingkaran memperlihatkan proporsi relatif setiap kategori terhadap keseluruhan populasi 100% (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif Komparasi Diagram' yang menggembirakan: Setiap pasangan menerima kartu data berisi Diagram Batang dan Diagram Lingkaran mengenai 'Moda Transportasi 200 Murid ke Sekolah' (Jalan Kaki = 40 murid / 20%, Sepeda = 60 murid / 30%, Angkutan Umum = 70 murid / 35%, Kendaraan Pribadi = 30 murid / 15%) dan berlomba mencocokkan serta menyelesaikan 4 lembar interpretasi perbandingan data (15 menit).
  • Setiap pasangan menyelesaikan 4 butir interpretasi komparatif pada lembar tugas: (1) Menentukan kategori dengan kuantitas tertinggi dari diagram batang dan persentasenya pada diagram lingkaran (acuan: Angkutan Umum, 70 murid, 35%); (2) Menghitung selisih jumlah murid pengguna Sepeda dan Kendaraan Pribadi dari diagram batang (acuan: 60 - 30 = 30 murid); (3) Menghitung gabungan persentase murid ramah lingkungan (Jalan Kaki + Sepeda) dari diagram lingkaran (acuan: 20% + 30% = 50%); (4) Memverifikasi apakah data 30 murid kendaraan pribadi senilai dengan 15% dari total 200 murid (acuan: (30/200) x 100% = 15%, data terbukti konsisten dan sesuai) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan memeriksa silang hasil lembar kerja dengan pasangan lain berdasarkan panduan kunci interpretasi guru dan mendiskusikan situasi kapan diagram batang lebih menguntungkan untuk dibaca dibanding diagram lingkaran, serta sebaliknya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip interpretasi komparatif: diagram batang unggul dalam membaca nilai mutlak, nilai ekstrem, dan selisih frekuensi; sedangkan diagram lingkaran unggul dalam melihat kontribusi bagian terhadap total keseluruhan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 2 butir soal cepat untuk mengonfirmasi ketercapaian interpretasi komparatif sebelum menutup sesi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan diagram dengan angka bulat kelipatan sepuluh untuk kelompok yang membutuhkan bimbingan, dan diagram dengan nilai desimal/sudut derajat untuk kelompok mahir.
  • Proses: Memberikan panduan langkah komparasi bertahap bagi kelompok reguler dan memberikan tantangan mandiri tanpa bimbingan bagi murid yang sudah cepat menguasai.
  • Produk: Format penyajian jawaban interpretasi dapat berupa tabel komparasi nilai atau paragraf analisis perbandingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat lisan/tulis di awal pelajaran dengan 2 butir pertanyaan berbasis data hobi 40 anak: (1) Menentukan selisih frekuensi Olahraga (20 anak) dan Membaca (10 anak) (acuan jawaban: 20 - 10 = 10 anak); (2) Menentukan total persentase juring Membaca (25%) dan Menari (25%) (acuan jawaban: 25% + 25% = 50%).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan 4 butir lembar kerja komparasi data moda transportasi 200 murid: (1) Kategori tertinggi dan persentasenya (acuan: Angkutan Umum, 70 murid, 35%); (2) Selisih frekuensi Sepeda dan Kendaraan Pribadi (acuan: 60 - 30 = 30 murid); (3) Gabungan persentase Jalan Kaki dan Sepeda (acuan: 20% + 30% = 50%); (4) Pembuktian kesesuaian frekuensi terhadap persentase (acuan: (30/200) x 100% = 15%, terbukti tepat dan konsisten).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir 2 butir berdasarkan data jenis buku perpustakaan (Total 100 buku: Fiksi = 50 / 50%, Sains = 30 / 30%, Ensiklopedia = 20 / 20%): (1) Berdasarkan diagram batang, tentukan selisih buku Fiksi dan Ensiklopedia (acuan jawaban: 50 - 20 = 30 buku); (2) Berdasarkan diagram lingkaran, tentukan total proporsi persentase buku Sains dan Ensiklopedia (acuan jawaban: 30% + 20% = 50%).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas kelompok berpasangan Detektif Komparasi Diagram
  • Penilaian lembar kerja interpretasi komparasi data diagram batang dan diagram lingkaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Interpretasi Data Diagram Batang (TP 7.6.4)Belum mampu membaca frekuensi mutlak dan menghitung selisih frekuensi antarkategori pada diagram batang dengan tepat.Mampu membaca frekuensi mutlak tetapi masih keliru dalam menentukan nilai ekstrem atau menghitung selisih frekuensi antarkategori pada diagram batang.Mampu menginterpretasi data diagram batang dengan tepat menentukan frekuensi ekstrem dan selisih frekuensi sesuai acuan lembar kerja.Mampu menginterpretasi seluruh data diagram batang secara mandiri, tepat, serta mengaitkan perbandingan kuantitas antarbatang secara komprehensif.
Interpretasi Data Diagram Lingkaran (TP 7.6.6)Belum mampu membaca persentase juring atau menghitung gabungan proporsi kategori pada diagram lingkaran.Mampu membaca persentase juring tunggal tetapi keliru saat menjumlahkan proporsi gabungan antarkategori pada diagram lingkaran.Mampu menginterpretasi persentase juring tunggal dan gabungan proporsi kategori pada diagram lingkaran secara tepat sesuai acuan data.Mampu menginterpretasi proporsi persentase juring dan memvalidasi kesetaraannya terhadap nilai frekuensi total secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas tantangan berpasangan efektif membantu murid menghubungkan data frekuensi diagram batang dengan persentase diagram lingkaran?
  • Bagian interpretasi mana yang paling banyak mengalami miskonsepsi pada saat murid mengomparasikan kedua diagram?

Murid:

  • Informasi apa yang menurutmu paling mudah dibaca pada diagram batang dibandingkan diagram lingkaran?
  • Bagaimana caramu membuktikan bahwa persentase pada juring lingkaran sesuai dengan jumlah data pada diagram batang?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.6.1 Merumuskan pertanyaan untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  • TP 7.6.2 Mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  • TP 7.6.3 Menyajikan data menggunakan diagram batang untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  • TP 7.6.4 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram batang
  • TP 7.6.5 Menyajikan data menggunakan diagram lingkaran untuk menjawab pertanyaan dari situasi atau masalah
  • TP 7.6.6 Menginterpretasi data yang disajikan dalam diagram lingkaran

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengecek kesiapan fisik dan alat tulis murid (penggaris, busur derajat, pensil), serta menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab Data dan Diagram (3 menit).
  • Guru membagikan Lembar Portofolio Unjuk Kerja Proyek Mini Statistika dan menjelaskan alur pengerjaan tugas pertama selama 45 menit secara mandiri (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati instruksi tugas unjuk kerja pada lembar portofolio: merumuskan pertanyaan investigasi dari skenario pemilihan kegiatan ekstrakurikuler 40 siswa kelas 7, mencatat data ke dalam tabel frekuensi, serta menggambar diagram batang dan diagram lingkaran dengan skala dan perhitungan sudut juring yang tepat (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan penugasan unjuk kerja portofolio secara mandiri selama 40 menit: (1) merumuskan 1 pertanyaan investigasi statistika; (2) mengelompokkan data mentah ke tabel frekuensi (Robotik: 10, Futsal: 14, PMR: 8, Seni Musik: 8; Total = 40 siswa); (3) menyajikan data ke diagram batang berskala teratur (skala sumbu vertikal kelipatan 2, label kategori dan sumbu lengkap); (4) menghitung besar sudut juring lingkaran (Robotik = 10/40 x 360° = 90°; Futsal = 14/40 x 360° = 126°; PMR = 8/40 x 360° = 72°; Seni Musik = 8/40 x 360° = 72°) dan persentase (Robotik = 25%; Futsal = 35%; PMR = 20%; Seni Musik = 20%), lalu menggambarnya menggunakan busur derajat secara presisi (40 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar unjuk kerja, membagikan Lembar Tes Tertulis Interpretasi Diagram, dan murid mengerjakan 4 butir soal tes tertulis secara mandiri selama 25 menit: Butir 1 (menentukan nilai frekuensi tertinggi dan terendah pada diagram batang ekstrakurikuler; acuan: tertinggi Futsal = 14 siswa, terendah PMR dan Seni Musik = masing-masing 8 siswa); Butir 2 (menghitung selisih frekuensi antara kategori terbanyak dan tersedikit; acuan: 14 - 8 = 6 siswa); Butir 3 (menafsirkan proporsi persentase pada diagram lingkaran; acuan: Futsal menduduki proporsi terbesar yaitu 35% atau lebih dari sepertiga total siswa); Butir 4 (mengevaluasi perbandingan informasi diagram batang dan diagram lingkaran; acuan: diagram batang lebih jelas menunjukkan perbandingan selisih kuantitas eksak antarkategori, sedangkan diagram lingkaran lebih jelas menunjukkan perbandingan proporsi atau bagian terhadap keseluruhan 100%) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban pada lembar tes tertulis sebelum diserahkan kepada guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar tes tertulis, mengonfirmasi bahwa seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 6 telah selesai dilaksanakan, dan menutup sesi dengan apresiasi atas kemandirian murid (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau kontras garis kisi yang lebih jelas bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah data dan pertanyaan.
  • Proses: Pemberian penataan meja individual yang tenang dan instruksi tertulis yang runtut untuk mendukung kemandirian murid.
  • Produk: Format penyajian lembar portofolio dan lembar tes tertulis terstandarisasi serentak sesuai acuan sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penugasan terstruktur unjuk kerja dan tes tertulis serentak: lembar kerja proyek mini statistika berisi rumusan pertanyaan, tabel data terhimpun, gambar diagram batang dan lingkaran berskala tepat, serta lembar tes interpretasi kedua diagram
  • unjuk kerja terstruktur serentak: lembar portofolio kerja individu murid berisi rumusan pertanyaan investigasi, tabel pencatatan data mentah dari simulasi data kelas, serta konstruksi gambar diagram batang (lengkap dengan label dan skala) dan diagram lingkaran (lengkap dengan perhitungan sudut juring dan persentase) yang dikerjakan mandiri secara serentak di kelas (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja penyajian data)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara serentak berisi analisis interpretasi nilai, perbandingan frekuensi, serta tafsiran proporsi persentase dari sajian diagram batang dan diagram lingkaran (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)

Sumatif:

  • penugasan terstruktur unjuk kerja dan tes tertulis serentak: lembar kerja proyek mini statistika berisi rumusan pertanyaan, tabel data terhimpun, gambar diagram batang dan lingkaran berskala tepat, serta lembar tes interpretasi kedua diagram
  • unjuk kerja terstruktur serentak: lembar portofolio kerja individu murid berisi rumusan pertanyaan investigasi, tabel pencatatan data mentah dari simulasi data kelas, serta konstruksi gambar diagram batang (lengkap dengan label dan skala) dan diagram lingkaran (lengkap dengan perhitungan sudut juring dan persentase) yang dikerjakan mandiri secara serentak di kelas (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja penyajian data)
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis yang dikerjakan seluruh murid secara serentak berisi analisis interpretasi nilai, perbandingan frekuensi, serta tafsiran proporsi persentase dari sajian diagram batang dan diagram lingkaran (35 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Perumusan Pertanyaan dan Pengumpulan Data (TP 7.6.1, TP 7.6.2)Belum mampu merumuskan pertanyaan investigasi statistika dan tabel data frekuensi terisi salah atau tidak lengkap.Merumuskan pertanyaan investigasi namun belum mengarah pada variabel data yang jelas, atau tabel data frekuensi memuat lebih dari 1 kesalahan hitung frekuensi (acuan: Robotik=10, Futsal=14, PMR=8, Seni Musik=8).Merumuskan 1 pertanyaan investigasi yang terarah pada pemilihan ekstrakurikuler serta melengkapi tabel data frekuensi dengan tepat untuk seluruh 4 kategori (Robotik=10, Futsal=14, PMR=8, Seni Musik=8) dengan sedikit arahan mandiri.Merumuskan 1 pertanyaan investigasi statistika yang jelas, terfokus, dan spesifik serta mengisi tabel data frekuensi dengan tepat untuk seluruh 4 kategori secara mandiri tanpa kesalahan.
Penyajian Diagram Batang (TP 7.6.3)Diagram batang tidak memiliki skala yang teratur, tinggi batang tidak sesuai dengan data frekuensi, serta tanpa label kategori/sumbu.Diagram batang memiliki skala yang teratur namun terdapat 1-2 kesalahan tinggi batang atau label sumbu belum lengkap.Diagram batang digambar dengan skala teratur (kelipatan 2), tinggi batang tepat untuk ke-4 kategori (10, 14, 8, 8), dan label kategori serta sumbu dituliskan dengan benar.Diagram batang digambar dengan skala teratur, seluruh tinggi batang tepat presisi sesuai frekuensi, label sumbu dan judul lengkap, serta visualisasi sangat rapi dan proporsional secara mandiri.
Penyajian Diagram Lingkaran (TP 7.6.5)Perhitungan sudut juring dan persentase salah seluruhnya serta pembagian juring lingkaran tidak proporsional.Melakukan perhitungan sudut juring atau persentase dengan 1-2 kesalahan hitung (acuan: Robotik=90°/25%, Futsal=126°/35%, PMR=72°/20%, Seni Musik=72°/20%) sehingga juring lingkaran kurang akurat.Menghitung sudut juring dan persentase secara tepat untuk ke-4 kategori (90°, 126°, 72°, 72° dan 25%, 35%, 20%, 20%) serta menggambar juring pada lingkaran dengan busur derajat secara tepat.Menghitung seluruh sudut juring dan persentase secara tepat tanpa kesalahan serta mengonstruksi diagram lingkaran dengan busur derajat sangat presisi, rapi, dan berlabel lengkap secara mandiri.
Interpretasi Data Diagram Batang dan Lingkaran (TP 7.6.4, TP 7.6.6)Menjawab dengan benar paling banyak 1 dari 4 butir soal tes interpretasi diagram.Menjawab dengan benar 2 dari 4 butir soal tes interpretasi diagram sesuai kunci acuan.Menjawab dengan benar 3 dari 4 butir soal tes interpretasi diagram sesuai kunci acuan.Menjawab dengan benar seluruh 4 butir soal tes interpretasi diagram sesuai kunci acuan secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 45 menit untuk unjuk kerja dan 35 menit untuk tes tertulis cukup memadai bagi sebagian besar murid untuk menunjukkan kompetensi optimalnya?
  • Bagian mana dari penyajian atau interpretasi diagram yang paling banyak mengalami kesalahan konsep oleh murid?

Murid:

  • Bagian mana dari pengerjaan asesmen sumatif tadi yang paling menantang: menggambar diagram batang, menghitung juring lingkaran, atau menganalisis interpretasi data?
  • Strategi apa yang paling membantuku menyelesaikan penyajian data secara rapi dan tepat waktu?

SUMBER BELAJAR

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP Kelas VII, Penulis: Hobri, dkk.
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Buku Siswa Matematika untuk SMP Kelas VII, Penulis: Hobri, dkk. (Bab 6: Data dan Diagram, Subbab Investigasi Statistika).
  3. Kartu situasi masalah investigasi statistika dan Lembar Kerja Siswa (LKS).
  4. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2022)
  5. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikbudristek 2022) Bab 6 Subbab A
  6. Lembar kerja pengumpulan data (format tabel tally dan daftar responden kelas)
  7. Papan jalan (clipboard) atau alas tulis untuk mencatat data keliling kelas
  8. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Data dan Diagram
  9. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 6
  10. Kertas milimeter blok, pensil, dan penggaris
  11. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2022
  12. Buku Siswa Matematika untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2022
  13. Kertas milimeter blok / buku berpetak, penggaris, pensil, dan pensil warna
  14. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022
  15. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022
  16. Papan tulis, penggaris, dan Lembar Aktivitas Siswa 'Detektif Data Berpasangan'
  17. Buku Panduan Guru Matematika SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek 2022 (Bab 6: Data dan Diagram)
  18. Buku Siswa Matematika SMP/MTs Kelas VII Kemendikbudristek 2022
  19. Busur derajat, jangka, penggaris, dan lembar kerja berlingkar pola
  20. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
  21. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
  22. Lembar Kerja Murid (LKPD) Interpretasi Diagram Lingkaran
  23. Papan mini tulis dan spidol untuk kuis berpasangan
  24. Busur derajat dan penggaris
  25. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 6
  26. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 6 Subbab Memilih Diagram yang Tepat
  27. Lembar Aktivitas Siswa: Lembar Data Ganda Moda Transportasi dan Kartu Soal Detektif Komparasi Diagram
  28. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII Bab 6 Data dan Diagram, Kemendikbudristek 2022
  29. Lembar Portofolio Unjuk Kerja Proyek Mini Statistika Bab 6
  30. Lembar Soal Tes Tertulis Interpretasi Diagram Bab 6
  31. Alat gambar geometri: penggaris berskala milimeter dan busur derajat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.