Modul AjarBab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 7 Bab 2: Bilangan Rasional

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 7 untuk Bab 2 "Bilangan Rasional", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 7 Bab 2: Bilangan Rasional

Matematika - Kelas 7

Bab 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 2 — Bilangan Rasional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 2 — Bilangan Rasional
Alokasi Waktu22 JP (22 x 40 menit = 880 menit)
Jumlah Pertemuan11
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.2.1 Membaca representasi bilangan rasional dan bilangan desimal
  2. TP 7.2.2 Menulis bilangan rasional dan bilangan desimal dalam bentuk pecahan maupun desimal
  3. TP 7.2.3 Membandingkan bilangan rasional dan bilangan desimal
  4. TP 7.2.4 Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real khususnya bilangan rasional
  5. TP 7.2.5 Memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan rasional

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kita membaca dan menentukan nilai suatu titik yang berada tepat di antara dua bilangan bulat pada termometer atau penggaris?
  2. Apakah setiap titik di antara bilangan bulat 0 dan 1 pada garis bilangan dapat kita baca sebagai bilangan rasional atau desimal?
  3. Bagaimana cara kita menuliskan bentuk pecahan seperti 1/4 atau 1/3 menjadi bilangan desimal?
  4. Mengapa ada pecahan yang angka desimalnya berhenti (terbatas), tetapi ada juga yang angkanya berulang terus tanpa henti?
  5. Bagaimana cara kita menuliskan kembali bilangan desimal 0,75 menjadi bentuk pecahan a/b yang paling sederhana?
  6. Apakah bilangan desimal negatif seperti -0,4 juga dapat dituliskan dalam bentuk pecahan a/b dengan b bukan nol?
  7. Jika sebuah bilangan berada di sebelah kiri bilangan lain pada garis bilangan, bilangan manakah yang nilainya lebih kecil?
  8. Manakah yang bernilai lebih besar antara -1/2 dan 1/4? Bagaimana posisinya pada garis bilangan membantu kita menentukannya?
  9. Jika kamu memiliki pecahan 1/4 dan bilangan desimal 0,3, manakah yang nilainya lebih besar?
  10. Bagaimana cara paling mudah untuk membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan jika sebagian berbentuk pecahan biasa dan sebagian lagi berbentuk desimal?
  11. Jika resep masakan membutuhkan 1/3 sendok makan saus tetapi sendok ukur yang tersedia hanya 1/4 sdm, 1/2 sdm, dan 1 sdm, sendok ukur mana yang paling mendekati?
  12. Mengapa dalam situasi pengukuran nyata di dapur atau pertukangan, kemampuan memperkirakan nilai pecahan sangat diperlukan?
  13. Bagaimana cara kita menjumlahkan atau mengurangkan dua bilangan rasional jika bentuknya berbeda, misalnya yang satu pecahan dan yang satu lagi desimal?
  14. Apakah tanda positif dan negatif pada bilangan bulat berlaku sama saat kita menjumlahkan dan mengurangkan pecahan atau desimal?
  15. Jika kita memiliki 3/4 loyang kue dan ingin membaginya rata kepada 3 orang, berapa bagian kue yang diterima setiap orang?
  16. Mengapa dalam pembagian pecahan kita mengalikan dengan kebalikan (resiprokal) dari bilangan pembagi?
  17. Bagaimana menentukan urutan pengerjaan jika dalam satu masalah nyata terdapat operasi perkalian dan penjumlahan sekaligus pada pecahan dan desimal?
  18. Mengapa kita perlu menyamakan bentuk bilangan (ke pecahan semua atau desimal semua) sebelum menghitung operasi campuran?
  19. Kapan kita lebih membutuhkan perkiraan cepat daripada hasil hitungan pecahan yang sangat tepat?
  20. Bagaimana pembulatan bilangan rasional ke bilangan bulat terdekat membantu kita memperkirakan total belanjaan atau takaran bahan?
  21. Bagaimana kita membuktikan penguasaan representasi, konversi, dan perbandingan bilangan rasional yang telah kita pelajari secara mandiri?
  22. Mengapa ketelitian perhitungan aritmatika dan kepekaan estimasi sangat penting dalam menyelesaikan masalah kontekstual?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Membaca Representasi Bilangan Rasional dan Desimal pada Garis Bilangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Membaca representasi bilangan rasional dan bilangan desimal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran membaca representasi bilangan rasional dan desimal pada garis bilangan (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid membaca nilai 3 titik pada garis bilangan bertanda bilangan bulat: titik A tepat di tengah antara 0 dan 1, titik B di antara -1 dan 0 (tengah-tengah), dan titik C pada angka 2 (acuan: A = 1/2 atau 0,5; B = -1/2 atau -0,5; C = 2) (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan konteks nyata berupa pembacaan skala suhu pada termometer badan digital/analog yang memuat tanda desimal di antara 36°C dan 37°C (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar garis bilangan dari -2 hingga 2 yang dibagi menjadi beberapa sub-bagian (persepuluhan dan perempatan) pada tayangan papan tulis (6 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca posisi titik pada garis bilangan menjadi bilangan rasional bentuk pecahan dan bilangan desimal (misalnya membagi interval 0 sampai 1 menjadi 4 bagian yang sama sehingga tiap langkah bernilai 1/4 atau 0,25) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan memainkan aktivitas tantangan tebak titik 'Detektif Garis Bilangan' dengan saling membaca 4 titik target pada kartu garis bilangan: Titik P di antara 0 dan 1 (sekat perempat ke-3), Titik Q di antara 1 dan 2 (sekat persepuluh ke-5), Titik R di antara -1 dan 0 (sekat setengah), Titik S di antara -2 dan -1 (sekat perempat ke-1 ke arah kiri dari -1) (acuan: P = 3/4 atau 0,75; Q = 1 5/10 atau 1,5; R = -1/2 atau -0,5; S = -1 1/4 atau -1,25) (18 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan membaca 4 representasi titik pada garis bilangan: Butir 1 menentukan nilai titik K di antara 0 dan 1 pada sekat ke-1 dari 2 sekat; Butir 2 menentukan nilai titik L di antara 0 dan 1 pada sekat ke-4 dari 10 sekat; Butir 3 menentukan nilai titik M di antara -1 dan 0 pada sekat ke-3 dari 4 sekat dari 0 ke kiri; Butir 4 menentukan nilai titik N di antara 1 dan 2 tepat di tengah (acuan: K = 1/2 atau 0,5; L = 4/10 = 2/5 atau 0,4; M = -3/4 atau -0,75; N = 1 1/2 atau 1,5) (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dan guru mendiskusikan ketepatan hasil pembacaan garis bilangan serta memeriksa letak bilangan negatif yang nilainya semakin ke kiri dari angka nol (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara membaca representasi bilangan rasional dan desimal pada garis bilangan berdasarkan jumlah pembagian ruas antar-bilangan bulat (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian pembelajaran hari ini, menyampaikan topik berikutnya mengenai penulisan pecahan ke bentuk desimal, dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan garis bilangan berpenanda warna/grid pembagi yang jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan garis bilangan tanpa label grid kecil bagi murid yang sudah mahir.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang kesulitan menentukan pembilang/penyebut dari ruas garis, serta memberikan tantangan membaca titik dengan pembagian ruas perdelapanan bagi murid yang selesai lebih cepat.
  • Produk: Murid dapat menuliskan representasi pembacaan titik dalam bentuk pecahan biasa, pecahan campuran, ataupun desimal yang ekuivalen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal diagnostik awal di papan tulis: Murid membaca 3 titik pada garis bilangan: Titik A tepat di tengah antara 0 dan 1; Titik B tepat di tengah antara -1 dan 0; Titik C pada angka 2. (Acuan jawaban: Titik A = 1/2 atau 0,5; Titik B = -1/2 atau -0,5; Titik C = 2).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan membaca 4 titik pada kartu Detektif Garis Bilangan secara berpasangan: Titik P (3/4 atau 0,75), Titik Q (1,5 atau 1 1/2), Titik R (-1/2 atau -0,5), Titik S (-1 1/4 atau -1,25).
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: Butir 1 (K = 1/2 atau 0,5), Butir 2 (L = 4/10 atau 0,4), Butir 3 (M = -3/4 atau -0,75), Butir 4 (N = 1 1/2 atau 1,5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir soal di akhir sesi: Tentukan nilai bilangan rasional/desimal dari: (1) Titik T terletak pada sekat ke-7 dari 10 sekat antara 0 dan 1; (2) Titik U terletak pada sekat ke-1 dari 4 sekat antara 0 dan -1 (ke arah kiri). (Acuan jawaban: (1) T = 7/10 atau 0,7; (2) U = -1/4 atau -0,25).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal membaca titik pada garis bilangan sederhana
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan Detektif Garis Bilangan
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri membaca 4 titik representasi bilangan rasional dan desimal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca Representasi Bilangan Rasional dan Desimal pada Garis BilanganBelum mampu membaca nilai titik pada garis bilangan secara tepat, atau hanya mampu membaca bilangan bulat saja.Mampu membaca 1 sampai 2 dari 4 titik representasi bilangan rasional/desimal pada garis bilangan secara tepat sesuai acuan butir asesmen proses (K = 1/2 atau 0,5; L = 4/10 atau 0,4; M = -3/4 atau -0,75; N = 1 1/2 atau 1,5).Mampu membaca 3 dari 4 titik representasi bilangan rasional/desimal pada garis bilangan secara tepat sesuai acuan butir asesmen proses (K = 1/2 atau 0,5; L = 4/10 atau 0,4; M = -3/4 atau -0,75; N = 1 1/2 atau 1,5).Mampu membaca seluruh (4 dari 4) titik representasi bilangan rasional dan desimal (positif dan negatif) pada garis bilangan secara mandiri dan tepat sesuai acuan butir asesmen proses (K = 1/2 atau 0,5; L = 4/10 atau 0,4; M = -3/4 atau -0,75; N = 1 1/2 atau 1,5).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks garis bilangan dan skala termometer membantu murid memahami bilangan rasional di antara dua bilangan bulat?
  • Bagian mana dari kegiatan membaca garis bilangan (pecahan atau desimal, positif atau negatif) yang paling memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apa yang membantumu paling mudah menentukan nilai pecahan atau desimal pada suatu titik di garis bilangan?
  • Kesulitan apa yang masih kamu rasakan saat membaca bilangan bertanda negatif pada garis bilangan?

Pertemuan 2 — Menulis Bilangan Rasional dari Pecahan ke Bentuk Desimal Terbatas dan Berulang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menulis bilangan rasional dan bilangan desimal dalam bentuk pecahan maupun desimal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menulis bilangan pecahan a/b menjadi bentuk desimal terbatas dan desimal berulang tak terbatas (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan/tulis di papan tulis untuk menguji pembagian bersusun: menuliskan bentuk desimal dari 1/2 dan 2/5 (acuan jawaban: 1/2 = 0,5; 2/5 = 0,4) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru mengenai pengubahan pecahan ke bentuk desimal menggunakan pembagian bersusun (porogapit) untuk pecahan 3/4 dan 1/3 (acuan: 3/4 = 0,75 dengan sisa pembagian 0; 1/3 = 0,333... dengan sisa pembagian 1 yang berulang terus menerus) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi ciri perbedaan antara desimal terbatas (proses bagi bersisa nol/berhenti) dan desimal berulang tak terbatas (angka di belakang koma berulang dengan pola teratur tanpa akhir) berdasarkan contoh yang disajikan guru (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan mengikuti tantangan seru 'Tebak & Ubah Berpasangan' (prinsip Menggembirakan): secara bergantian mengambil kartu pecahan, melakukan pembagian bersusun pada lembar buram, lalu menuliskan bentuk desimalnya serta mengelompokkan jenisnya pada 4 kartu tantangan: (1) 1/8; (2) 2/3; (3) 3/5; (4) 1/6 (acuan jawaban: 1/8 = 0,125 [desimal terbatas]; 2/3 = 0,666... [desimal berulang]; 3/5 = 0,6 [desimal terbatas]; 1/6 = 0,1666... [desimal berulang]) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja mandiri untuk menuliskan bentuk desimal dari 4 bilangan pecahan: (1) 5/4; (2) -1/10; (3) -2/3; (4) 50/101 (acuan jawaban: 5/4 = 1,25 [desimal terbatas]; -1/10 = -0,1 [desimal terbatas]; -2/3 = -0,666... [desimal berulang]; 50/101 = 0,49504950... [desimal berulang]) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja mandiri dan mengidentifikasi langkah pembagian bersusun mana yang membutuhkan ketelitian ekstra (terutama saat menuliskan tanda negatif dan pola angka berulang) (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bahwa bilangan rasional pecahan a/b selalu dapat dituliskan ke dalam bentuk desimal terbatas atau desimal berulang (3 menit).
  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 2 butir soal: menuliskan bentuk desimal dari 7/10 dan 4/9 (acuan: 7/10 = 0,7; 4/9 = 0,444...) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja mandiri murid, menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas cara membalik proses yaitu menulis desimal ke pecahan a/b, lalu menutup pembelajaran dengan doa (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah porogapit terstruktur dengan pecahan penyebut sederhana (misalnya per 2, 4, 5), sedangkan murid yang cepat diberikan pecahan dengan pola pengulangan 2 digit desimal (misalnya per 11 atau per 99).
  • Proses: Scaffolding bertahap: murid yang memerlukan bantuan didampingi langsung oleh guru pada saat pembagian bersusun, sedangkan murid yang mahir langsung mengerjakan secara mandiri penuh.
  • Produk: Semua murid menuliskan bentuk desimal dan jenisnya (terbatas/berulang); murid cepat dapat menambahkan notasi garis atas pada angka desimal berulang (misal 0,3̄).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat menulis desimal dari 2 pecahan dasar: (1) 1/2; (2) 2/5 (acuan jawaban: 1/2 = 0,5; 2/5 = 0,4; kriteria: murid menguasai bila mampu menjawab minimal 1 dari 2 butir dengan tepat).

Proses:

  • Pengecekan ketepatan pengerjaan 4 kartu tantangan berpasangan: (1) 1/8 = 0,125; (2) 2/3 = 0,666...; (3) 3/5 = 0,6; (4) 1/6 = 0,1666... (acuan: jawaban harus tepat nilai desimal dan jenis keterbatasan/keberulangannya)
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: (1) 5/4 = 1,25; (2) -1/10 = -0,1; (3) -2/3 = -0,666...; (4) 50/101 = 0,49504950... (acuan: dinilai berdasarkan ketepatan nilai dan tanda negatif)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup 2 butir: menuliskan bentuk desimal dari (1) 7/10; (2) 4/9 (acuan jawaban: 7/10 = 0,7 [desimal terbatas]; 4/9 = 0,444... [desimal berulang tak terbatas]; kriteria ketercapaian: tepat 2 butir).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pembagian bersusun dan ketepatan menulis bentuk desimal saat aktivitas berpasangan dan mandiri
  • Lembar kerja latihan menulis bilangan pecahan ke bentuk desimal terbatas dan berulang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis bilangan rasional dari pecahan ke bentuk desimal terbatas dan berulangMenuliskan dengan tepat kurang dari 2 dari 4 butir pecahan ke bentuk desimal (acuan 4 target: 5/4 = 1,25; -1/10 = -0,1; -2/3 = -0,666...; 50/101 = 0,49504950...) dengan bimbingan penuh.Menuliskan dengan tepat 2 dari 4 butir pecahan ke bentuk desimal (acuan 4 target: 5/4 = 1,25; -1/10 = -0,1; -2/3 = -0,666...; 50/101 = 0,49504950...) dengan bimbingan.Menuliskan dengan tepat 3 dari 4 butir pecahan ke bentuk desimal terbatas maupun berulang (acuan 4 target: 5/4 = 1,25; -1/10 = -0,1; -2/3 = -0,666...; 50/101 = 0,49504950...) secara mandiri.Menuliskan seluruh 4 butir pecahan ke bentuk desimal terbatas maupun berulang secara tepat dan mandiri (acuan 4 target: 5/4 = 1,25; -1/10 = -0,1; -2/3 = -0,666...; 50/101 = 0,49504950...).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat melakukan algoritma pembagian bersusun dengan lancar untuk menemukan desimal berulang?
  • Bagian mana dari penulisan tanda koma atau tanda negatif yang paling sering menjadi kekeliruan murid?

Murid:

  • Langkah apa yang saya lakukan jika sisa pembagian bersusun tidak pernah menghasilkan angka nol?
  • Apakah saya sudah bisa membedakan mana pecahan yang menghasilkan desimal terbatas dan desimal berulang?

Pertemuan 3 — Menulis Bentuk Desimal ke Bentuk Pecahan a/b — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.2 Menulis bilangan rasional dan bilangan desimal dalam bentuk pecahan maupun desimal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menulis bilangan desimal ke dalam bentuk pecahan a/b (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menuliskan bentuk pecahan berpenyebut 10, 100, atau 1000 dari dua bilangan desimal berikut: (1) 0,6 (acuan: 6/10 atau 3/5); (2) -0,25 (acuan: -25/100 atau -1/4) untuk memetakan pemahaman nilai tempat desimal (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mencermati pemodelan di papan tulis mengenai cara mengubah bilangan desimal terbatas menjadi bentuk pecahan a/b dengan memperhatikan nilai tempat (persepuluhan, perseratusan) serta menyederhanakannya: 0,8 = 8/10 = 4/5 dan -1,5 = -15/10 = -3/2 (10 menit).
  • Murid mengamati dan membandingkan variasi penulisan tanda negatif pada bentuk pecahan a/b, yaitu -a/b = (-a)/b = a/(-b) dengan b ≠ 0 sebagai bentuk bilangan rasional yang bernilai sama (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Kartu Desimal ke Pecahan': setiap pasangan menerima 4 kartu desimal yaitu Kartu 1: 0,4; Kartu 2: -0,75; Kartu 3: 1,2; Kartu 4: -0,125 dan berlomba menuliskan bentuk pecahan a/b paling sederhana pada papan tulis mini (acuan: Kartu 1 = 2/5; Kartu 2 = -3/4; Kartu 3 = 6/5; Kartu 4 = -1/8) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan latihan pada lembar kerja menulis bentuk desimal ke bentuk pecahan a/b untuk 5 butir soal berikut: (1) 0,35; (2) -0,6; (3) 2,4; (4) -1,75; (5) 0,08 (acuan: 1) 35/100 = 7/20; 2) -6/10 = -3/5; 3) 24/10 = 12/5; 4) -175/100 = -7/4; 5) 8/100 = 2/25) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan jawaban latihan lembar kerja dan menganalisis kesalahan umum dalam menentukan penyebut berdasarkan banyaknya angka di belakang koma (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan langkah-langkah menulis bilangan desimal menjadi pecahan a/b: menentukan penyebut berdasarkan nilai tempat di belakang koma, menyertakan tanda positif/negatif, lalu menyederhanakan pecahan (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa satu soal tiket keluar: 'Tuliskan bentuk pecahan a/b paling sederhana dari -0,45' (acuan jawaban: -9/20), lalu menutup sesi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan tabel nilai tempat pembantu desimal (persepuluhan, perseratusan, perseribuan) bagi murid yang membutuhkan perancah konseptual.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung pada penyederhanaan pembagi persekutuan bagi murid yang kesulitan, dan memberikan butir bilangan desimal 3 angka di belakang koma (misal: -0,375) bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid dapat menuliskan bentuk pecahan a/b dalam pecahan biasa tak murni maupun pecahan campuran yang ekuivalen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat 2 butir di awal pelajaran: Tuliskan desimal berikut menjadi bentuk pecahan berpenyebut 10, 100, atau 1000: (1) 0,6; (2) -0,25. Acuan jawaban: (1) 6/10 atau 3/5; (2) -25/100 atau -1/4.

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan menulis pecahan a/b pada lembar kerja mandiri 5 butir: (1) 0,35 = 7/20; (2) -0,6 = -3/5; (3) 2,4 = 12/5; (4) -1,75 = -7/4; (5) 0,08 = 2/25. Acuan kunci: tepat jika pembilang dan penyebut bilangan bulat dengan b ≠ 0 sesuai kunci.

Akhir Pertemuan:

  • Tiket keluar (exit ticket) 1 butir: Tuliskan desimal -0,45 ke dalam bentuk pecahan a/b paling sederhana. Acuan jawaban: -9/20 (atau 9/(-20)). Kriteria: benar jika tanda negatif tepat dan pecahan disederhanakan penuh.

Formatif:

  • Penilaian kinerja mandiri menulis desimal ke pecahan a/b pada lembar kerja
  • Observasi unjuk kerja permainan berpasangan kartu desimal

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menulis bentuk desimal ke bentuk pecahan a/bMenuliskan pecahan a/b dengan benar kurang dari 2 butir dari 5 butir soal lembar kerja mandiri (acuan: 0,35 = 7/20; -0,6 = -3/5; 2,4 = 12/5; -1,75 = -7/4; 0,08 = 2/25).Menuliskan pecahan a/b dengan benar sebanyak 2 hingga 3 butir dari 5 butir soal lembar kerja mandiri sesuai acuan jawaban.Menuliskan pecahan a/b dengan benar sebanyak 4 butir dari 5 butir soal lembar kerja mandiri sesuai acuan jawaban secara mandiri.Menuliskan pecahan a/b paling sederhana dengan tepat untuk seluruh 5 butir soal lembar kerja mandiri sesuai acuan jawaban secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap permainan berpasangan dan pengerjaan mandiri sudah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Apakah penjelasan mengenai peletakan tanda negatif pada pembilang atau penyebut sudah dipahami dengan baik oleh murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling menantang saat mengubah desimal berangka banyak di belakang koma menjadi pecahan a/b?
  • Bagaimana caramu memastikan bahwa pecahan a/b yang kamu tulis sudah berada dalam bentuk paling sederhana?

Pertemuan 4 — Membandingkan Bilangan Rasional Positif dan Negatif pada Garis Bilangan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Membandingkan bilangan rasional dan bilangan desimal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan nilai bilangan rasional positif dan negatif serta menentukan posisinya pada garis bilangan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid mengerjakan 2 soal di selembar kertas: (1) Manakah yang lebih besar antara 3 dan -5? (acuan: 3); (2) Tentukan tanda yang tepat (<, =, >) untuk -2 ... -4 (acuan: >) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati ilustrasi garis bilangan horizontal di papan tulis dan mengingat kembali prinsip bahwa semakin ke kanan posisi suatu bilangan maka nilainya semakin besar, dan semakin ke kiri nilainya semakin kecil (5 menit).
  • Murid mengamati demonstrasi peletakan pasangan bilangan rasional positif dan negatif pada garis bilangan berskala -1 hingga 1: pasangan A (-1/5 dan 1/2) serta pasangan B (-0,5 dan -0,2) (acuan: -1/5 di kiri 0 dan 1/2 di kanan 0 sehingga -1/5 < 1/2; -0,5 berada di sebelah kiri -0,2 sehingga -0,5 < -0,2) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpartisipasi dalam permainan interaktif 'Tantangan Garis Bilangan Berpasangan': secara berpasangan, murid mengambil satu kartu dari 4 set kartu tantangan perbandingan berikut lalu meletakkannya pada garis bilangan mini di mejanya dan menentukan relasinya: (1) Kartu A: -3/4 dan 1/4 (acuan: -3/4 < 1/4); (2) Kartu B: -0,6 dan -0,8 (acuan: -0,6 > -0,8); (3) Kartu C: 2/5 dan -1/2 (acuan: 2/5 > -1/2); (4) Kartu D: -1,5 dan -0,5 (acuan: -1,5 < -0,5) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Latihan Perbandingan Bilangan Rasional yang memuat 4 butir soal: (1) Bandingkan -1/2 ... 1/4; (2) Bandingkan -3/5 ... -1/5; (3) Bandingkan -0,75 ... -0,25; (4) Bandingkan 3/10 ... -7/10 dengan tanda <, >, atau = (acuan: (1) <; (2) <; (3) <; (4) >) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar latihan dengan kunci jawaban dan mengidentifikasi letak kesalahan berpikir, khususnya dalam membandingkan dua bilangan negatif (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan konsep utama: bilangan positif selalu lebih besar daripada bilangan negatif, dan di antara dua bilangan negatif, bilangan yang posisinya lebih ke kanan (lebih dekat ke 0) bernilai lebih besar (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir soal cek pemahaman cepat di lembar keluar (exit ticket): (1) Tentukan tanda (<, >, =) untuk -4/5 ... -2/5 (acuan: <); (2) Tentukan tanda (<, >, =) untuk 1/8 ... -3/8 (acuan: >) (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan disediakan garis bilangan yang sudah dilengkapi penanda persepuluhan dan perempatan; untuk murid mahir diberikan pecahan dan desimal dengan penyebut berbeda seperti -2/3 dan -3/4.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara individual oleh guru menggunakan peragaan visual garis bilangan; murid yang sudah paham langsung mengerjakan latihan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja perbandingan bilangan rasional yang sama sesuai kompetensi TP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik tertulis singkat (2 butir): (1) Manakah yang lebih besar antara 3 dan -5? (acuan: 3); (2) Tentukan tanda (<, =, >) untuk -2 ... -4 (acuan: >)

Proses:

  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri (4 butir): (1) -1/2 ... 1/4 (acuan: <); (2) -3/5 ... -1/5 (acuan: <); (3) -0,75 ... -0,25 (acuan: <); (4) 3/10 ... -7/10 (acuan: >)

Akhir Pertemuan:

  • Exit ticket cek pemahaman (2 butir): (1) Tentukan tanda (<, >, =) untuk -4/5 ... -2/5 (acuan: <); (2) Tentukan tanda (<, >, =) untuk 1/8 ... -3/8 (acuan: >)

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan latihan mandiri membandingkan bilangan rasional positif dan negatif menggunakan tanda relasi (<, >, =)
  • Observasi diagnostik awal dan exit ticket akhir

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membandingkan Bilangan Rasional Positif dan NegatifBelum tepat menentukan perbandingan bilangan rasional positif dan negatif pada Lembar Kerja (0 atau 1 butir tepat dari 4 butir acuan).Tepat membandingkan sebagian bilangan rasional positif dan negatif pada Lembar Kerja (2 butir tepat dari 4 butir acuan).Tepat membandingkan sebagian besar bilangan rasional positif dan negatif pada Lembar Kerja (3 butir tepat dari 4 butir acuan).Tepat membandingkan seluruh bilangan rasional positif dan negatif pada Lembar Kerja secara mandiri (4 butir tepat dari 4 butir acuan: (1) <, (2) <, (3) <, (4) >).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan visual garis bilangan efektif membantu murid memahami bahwa bilangan negatif yang lebih jauh ke kiri memiliki nilai lebih kecil?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan waktu lebih lama dari perencanaan?

Murid:

  • Bagaimana cara termudah bagimu untuk menentukan bilangan mana yang lebih besar ketika membandingkan dua bilangan negatif?
  • Apakah kamu merasa terbantu dengan garis bilangan saat membandingkan bilangan rasional?

Pertemuan 5 — Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Rasional dalam Bentuk Pecahan dan Desimal — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.3 Membandingkan bilangan rasional dan bilangan desimal

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dengan meminta mereka membandingkan 2 pasang bilangan pada papan tulis: (1) 0,6 ... 0,45 dan (2) 1/2 ... 3/4 [Acuan: (1) 0,6 > 0,45; (2) 1/2 < 3/4] (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan penjelasan terarah mengenai dua strategi utama membandingkan bilangan rasional campuran (pecahan dan desimal): mengubah semua bentuk menjadi desimal setara atau menyamakan penyebut bentuk pecahan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati contoh perbandingan antara 3/5 dan 0,65 dengan mengubah 3/5 menjadi 0,60 sehingga diperoleh 0,60 < 0,65, serta mencermati perbandingan bilangan negatif seperti -0,5 dan -1/4 (-0,25) di mana -0,5 < -0,25 (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan berpasangan 'Adu Cepat Kartu Nilai', di mana setiap pasangan membandingkan 3 pasang kartu bilangan secara mandiri dan membubuhkan tanda '<', '>', atau '=': (1) 1/5 ... 0,25, (2) 0,7 ... 3/4, (3) -0,4 ... -1/2 [Acuan: (1) 1/5 = 0,20 < 0,25; (2) 0,7 = 0,70 < 3/4 = 0,75; (3) -0,4 = -0,40 > -1/2 = -0,50] (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Mengurutkan Bilangan Rasional yang memuat 2 butir soal pengurutan dari nilai terkecil ke terbesar: Soal 1: 0,22; 1,5; 7/8 [Acuan konversi: 0,22; 1,5; 0,875 -> Urutan: 0,22; 7/8; 1,5]; Soal 2: 1/2; 1/5; -0,45; 0,8 [Acuan konversi: 0,5; 0,2; -0,45; 0,8 -> Urutan: -0,45; 1/5; 1/2; 0,8] (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil urutan bilangan, mengevaluasi kekeliruan umum (terutama saat membandingkan bilangan negatif), dan menyimpulkan strategi pengubahan bentuk yang paling akurat (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir cepat: 'Urutkan dari yang terkecil: -0,2; 3/10; -1/2' [Acuan konversi: -0,2; 0,3; -0,5 -> Urutan tepat: -1/2; -0,2; 3/10] (7 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tanpa menutup bab (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan tabel bantu konversi nilai tempat pecahan ke desimal persepuluhan dan perseratusan; murid cepat diberikan variasi bilangan desimal periodik dan pecahan campuran.
  • Proses: Murid yang belum lancar dibimbing langkah demi langkah menyamakan jumlah digit desimal di belakang koma, sedangkan murid cepat langsung mengurutkan 4 bilangan secara mandiri.
  • Produk: Murid bebas memilih strategi penulisan pembuktian urutan: mengubah ke bentuk desimal berderet atau menyamakan penyebut pecahan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat di papan tulis pada kegiatan pendahuluan berupa 2 butir perbandingan: (1) 0,6 ... 0,45 dan (2) 1/2 ... 3/4. (Acuan: (1) 0,6 > 0,45; (2) 1/2 < 3/4).

Proses:

  • Formatif proses pada tantangan kartu nilai (3 butir): (1) 1/5 ... 0,25 [Acuan: <], (2) 0,7 ... 3/4 [Acuan: <], (3) -0,4 ... -1/2 [Acuan: >].
  • Formatif latihan mandiri mengurutkan dari terkecil ke terbesar (2 butir): Butir 1: 0,22; 1,5; 7/8 [Acuan: 0,22; 7/8; 1,5]; Butir 2: 1/2; 1/5; -0,45; 0,8 [Acuan: -0,45; 1/5; 1/2; 0,8].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir pembelajaran (1 butir): Urutkan dari nilai terkecil ke terbesar bilangan: -0,2; 3/10; -1/2. (Acuan: -1/2; -0,2; 3/10).

Formatif:

  • Tes diagnostik singkat perbandingan bilangan rasional dasar di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja permainan tantangan kartu bilangan dan pemeriksaan lembar latihan mengurutkan bilangan rasional

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Rasional dalam Bentuk Pecahan dan DesimalBelum mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal secara tepat meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu membandingkan 1–2 pasang bilangan rasional (pecahan dan desimal) dengan benar, namun belum tepat saat mengurutkan deret bilangan yang memuat pecahan, desimal, dan nilai negatif.Mampu membandingkan dan mengurutkan bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal secara tepat pada seluruh butir tugas (semua pasangan kartu dan 2 butir urutan bilangan benar sesuai acuan).Mampu membandingkan dan mengurutkan seluruh bilangan rasional dalam bentuk pecahan dan desimal secara tepat, mandiri, serta mampu menunjukkan kesetaraan nilai konversi (pecahan ke desimal atau sebaliknya) secara konsisten dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk langkah pengubahan bentuk pecahan ke desimal sudah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari perbandingan bilangan negatif (pecahan vs desimal) yang masih menjadi kendala pemahaman murid?

Murid:

  • Strategi mana yang menurutmu lebih mudah: mengubah pecahan menjadi desimal atau menyamakan penyebut pecahan saat membandingkan bilangan?
  • Apa kesulitan yang kamu hadapi saat membandingkan bilangan rasional yang bernilai negatif?

Pertemuan 6 — Memberikan Estimasi Nilai Bilangan Rasional dalam Menyelesaikan Masalah Pengukuran — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.5 Memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memberikan estimasi nilai bilangan rasional dalam konteks masalah pengukuran menggunakan alat takar (sendok dan cangkir ukur) (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara lisan/tulisan cepat: manakah nilai yang lebih dekat ke 0, 1/2, atau 1 untuk pecahan 1/8 dan 7/8? (Acuan diagnostik: 1/8 paling dekat ke 0; 7/8 paling dekat ke 1) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar/alat peraga nyata cangkir ukur (ukuran 1/4, 1/3, 1/2, 1 cangkir) dan sendok ukur (ukuran 1/4 sdt, 1/2 sdt, 1 sdt, 1/2 sdm, 1 sdm) serta mendiskusikan konsep acuan pecahan (benchmark 0, 1/2, 1) untuk memperkirakan ukuran (10 menit).
  • Guru memberikan pemodelan cara mengestimasi: jika sebuah resep membutuhkan 1/3 sdm saus tiram, murid membandingkan jarak nilai 1/3 ke ukuran yang ada (1/4 = 0,25; 1/3 ≈ 0,33; 1/2 = 0,50), sehingga sendok ukur yang paling mendekati dan rasional dipilih adalah 1/2 sdm atau 1/4 sdm dengan alasan kedekatan nilai (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Koki Pintar' (permainan mencocokkan takaran resep secara cepat dan menggembirakan) (5 menit).
  • Setiap pasangan menyelesaikan 4 soal penaksiran alat ukur resep berikut: (1) Menakar 1/3 sdm saus tiram; (2) Menakar 3/4 sdt garam; (3) Menakar 9/10 cangkir kaldu; (4) Menakar 1/5 cangkir kecap asin (pilihan alat ukur tersedia: sendok 1/4 sdt, 1/2 sdt, 1 sdt, 1/2 sdm, 1 sdm; cangkir 1/4, 1/3, 1/2, 1 cangkir) (acuan jawaban: 1/3 sdm diestimasi ke 1/2 sdm; 3/4 sdt diestimasi ke 1 sdt; 9/10 cangkir diestimasi ke 1 cangkir; 1/5 cangkir diestimasi ke 1/4 cangkir) (15 menit).
  • Perwakilan pasangan memverifikasi hasil takarannya dengan membandingkan nilai desimal atau posisi pada garis bilangan untuk memastikan ketepatan estimasi pilihan alat ukurnya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengevaluasi kapan sebuah estimasi pembulatan ke atas atau ke bawah paling aman digunakan dalam masalah nyata pengukuran (misal menakar bumbu dapur atau bahan bangunan) (10 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi mandiri tentang strategi menentukan estimasi nilai pecahan yang paling dekat (5 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan cek pemahaman akhir berupa 2 soal estimasi pengukuran: (1) Kain sepanjang 7/12 meter paling dekat diestimasi ke ukuran meteran 1/2 m atau 1 m?; (2) Air 2/9 liter paling mendekati takaran 1/4 liter atau 1/2 liter? (Acuan kunci: Soal 1 = 1/2 m karena 7/12 = 0,583 mendekati 0,5; Soal 2 = 1/4 liter karena 2/9 = 0,222 mendekati 0,25) (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan garis bilangan konkret bergambar ukuran cangkir/sendok untuk kelompok yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi membandingkan selisih nilai desimal secara langsung, sedangkan murid yang mahir diberikan masalah pengukuran dengan toleransi batas takar (misal menakar 5/8 cangkir tepung dengan kombinasi takaran).
  • Produk: Hasil estimasi dapat dinyatakan dalam bentuk pilihan alat ukur langsung atau dilengkapi garis bilangan perbandingan nilai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik penentuan kedekatan pecahan ke acuan 0, 1/2, atau 1: Pecahan 1/8 dan 7/8 (Acuan jawaban: 1/8 paling dekat ke 0 karena 1/8 = 0,125; 7/8 paling dekat ke 1 karena 7/8 = 0,875).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja estimasi 4 bahan pengukuran: (1) 1/3 sdm saus tiram -> estimasi 1/2 sdm; (2) 3/4 sdt garam -> estimasi 1 sdt; (3) 9/10 cangkir kaldu -> estimasi 1 cangkir; (4) 1/5 cangkir kecap asin -> estimasi 1/4 cangkir. Kriteria: Menilai ketepatan pilihan alat ukur terdekat berdasarkan perbandingan nilai rasional.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir soal: (1) Kain sepanjang 7/12 meter diestimasi mendekati 1/2 m atau 1 m (Kunci: 1/2 m); (2) Minyak 2/9 liter diestimasi mendekati 1/4 liter atau 1/2 liter (Kunci: 1/4 liter).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan dalam menentukan estimasi alat ukur pada LKPD Eksplorasi 2.4
  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan mengenai penaksiran nilai bilangan rasional

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan estimasi nilai bilangan rasional dalam pengukuranBelum mampu menentukan estimasi nilai pecahan yang paling dekat pada 4 butir masalah pengukuran (0 butir tepat dari 4 acuan: 1/2 sdm, 1 sdt, 1 cangkir, 1/4 cangkir).Mampu menentukan estimasi nilai pecahan yang paling dekat pada 1-2 butir dari 4 acuan alat ukur yang tepat.Mampu menentukan estimasi nilai pecahan yang paling dekat pada 3 butir dari 4 acuan alat ukur yang tepat secara mandiri.Mampu menentukan seluruh estimasi nilai pecahan yang paling dekat pada 4 butir acuan alat ukur secara tepat dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks takaran sendok dan cangkir ukur mempermudah murid memahami konsep estimasi bilangan rasional?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap aplikasi dan tantangan berpasangan sudah mencukupi untuk semua kelompok?

Murid:

  • Bagian mana yang paling membantumu menentukan apakah suatu pecahan lebih dekat ke 0, 1/2, atau 1?
  • Kapan perkiraan ukuran seperti ini berguna dalam kehidupan sehari-harimu di rumah?

Pertemuan 7 — Menerapkan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Rasional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real khususnya bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengerjakan 2 butir soal di papan tulis/kertas: (1) 3/5 + 1/5 = ... (acuan: 4/5) dan (2) 0,8 - 0,35 = ... (acuan: 0,45) untuk memeriksa kesiapan awal penjumlahan pecahan berpenyebut sama dan desimal dasar (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi dengan situasi nyata membuat adonan kue yang membutuhkan penambahan tepung terigu 1/2 kg dan pengurangan persediaan gula 0,25 kg (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati pemodelan di papan tulis mengenai langkah menyamakan penyebut pada penjumlahan/pengurangan pecahan berbeda penyebut serta perataan tanda koma desimal, misalnya 2/5 + 0,3 yang dapat diselesaikan dengan mengubah ke bentuk pecahan (2/5 + 3/10 = 4/10 + 3/10 = 7/10) atau bentuk desimal (0,4 + 0,3 = 0,7) (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mencermati aturan tanda positif dan negatif pada operasi pengurangan bilangan rasional seperti (-1/4) - 2/4 = -3/4 dan 2,5 - (-1,2) = 2,5 + 1,2 = 3,7 melalui garis bilangan konseptual (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Estafet Hitung Rasional' yang menggembirakan, di mana tiap pasangan menyelesaikan 4 kartu operasi hitung berikut: Kartu 1: 5/6 - 1/3 = ... (acuan: 3/6 atau 1/2); Kartu 2: -0,45 + 1,2 = ... (acuan: 0,75); Kartu 3: 3/4 + (-0,5) dalam bentuk pecahan = ... (acuan: 1/4); Kartu 4: 1,8 - 2,25 = ... (acuan: -0,45) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Berjenjang yang memuat 4 butir soal penerapan operasi aritmatika: (1) 2/7 + 3/7 = ... (acuan: 5/7); (2) 5/8 - 1/4 = ... (acuan: 3/8); (3) 0,54 + 0,32 = ... (acuan: 0,86); (4) 2/5 - 0,65 dalam bentuk desimal = ... (acuan: -0,25) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil latihan mandiri dengan mencocokkan langkah pengerjaan penyamaan penyebut atau perataan tanda koma desimal (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional: menyamakan penyebut untuk pecahan, meluruskan nilai tempat koma untuk desimal, atau mengubah ke satu jenis bentuk bilangan yang sama terlebih dahulu (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir soal tiket keluar (exit ticket) singkat untuk mengecek pemahaman mandiri dan menutup sesi dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan pecahan berpenyebut sama dan desimal satu angka di belakang koma; murid mahir diberikan soal operasi gabungan pecahan campuran dan desimal bertanda negatif.
  • Proses: Murid berkesulitan berhitung mendapatkan bimbingan perancah (scaffolding) visual nilai tempat; murid cepat menyelesaikan tantangan tanpa konversi bantuan.
  • Produk: Murid bebas menyajikan hasil akhir perhitungan dalam bentuk pecahan biasa atau bentuk desimal yang ekuivalen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tertulis singkat 2 butir pada apersepsi: Butir 1: 3/5 + 1/5 = ... (acuan: 4/5); Butir 2: 0,8 - 0,35 = ... (acuan: 0,45). Kriteria: Mengetahui kesiapan murid dalam operasi pecahan berpenyebut sama dan pengurangan desimal.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dan ketepatan penyelesaian 4 kartu tugas pada aktivitas 'Estafet Hitung Rasional' dengan acuan: Kartu 1: 5/6 - 1/3 = 1/2; Kartu 2: -0,45 + 1,2 = 0,75; Kartu 3: 3/4 + (-0,5) = 1/4; Kartu 4: 1,8 - 2,25 = -0,45.
  • Pemeriksaan 4 butir Lembar Latihan Berjenjang mandiri dengan acuan: Butir 1: 5/7; Butir 2: 3/8; Butir 3: 0,86; Butir 4: -0,25.

Akhir Pertemuan:

  • Tiket keluar (exit ticket) 2 butir: Butir 1: Hitunglah hasil dari 3/4 - 1/2 = ... (acuan: 1/4); Butir 2: Hitunglah hasil dari -0,6 + 1,35 = ... (acuan: 0,75). Kriteria: Jawaban benar jika bernilai tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengerjaan tantangan berpasangan 'Estafet Hitung Rasional' dengan lembar observasi ketepatan kalkulasi.
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada Lembar Latihan Berjenjang dan tiket keluar.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan RasionalBelum mampu menerapkan operasi penjumlahan atau pengurangan bilangan rasional baik pada pecahan maupun desimal secara tepat (0-1 dari 4 butir latihan benar).Mampu menerapkan operasi penjumlahan atau pengurangan bilangan rasional pecahan berpenyebut sama atau desimal sederhana, namun masih keliru pada pecahan beda penyebut atau tanda negatif (2 dari 4 butir latihan benar).Mampu menerapkan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional bentuk pecahan maupun desimal dengan tepat secara mandiri (3-4 dari 4 butir latihan benar).Mampu menerapkan operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan rasional dalam berbagai bentuk kombinasi (pecahan, desimal, dan bilangan bertanda negatif) secara tepat, konsisten, dan runtut pada seluruh soal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi murid untuk mempraktikkan konversi pecahan ke desimal atau sebaliknya dalam operasi hitung?
  • Bagian operasi mana yang paling banyak memicu miskonsepsi (apakah penyamaan penyebut pecahan atau perataan tanda koma desimal berkoma)?

Murid:

  • Langkah mana yang menurutmu paling menantang: menjumlahkan/mengurangkan pecahan berbeda penyebut atau bilangan desimal bertanda negatif?
  • Strategi apa yang membantumu menghitung dengan lebih teliti hari ini?

Pertemuan 8 — Menerapkan Operasi Perkalian dan Pembagian Bilangan Rasional — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real khususnya bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran operasi perkalian dan pembagian bilangan rasional (3 menit).
  • Guru memberikan diagnostik awal singkat mengenai konsep resiprokal dan perkalian pecahan dasar melalui kuis cepat di papan tulis (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan perkalian pecahan (hasil kali pembilang dibagi hasil kali penyebut) serta konsep resiprokal pada operasi pembagian pecahan: a/b : c/d = a/b x d/c dengan tanda positif dan negatif (15 menit).
  • Murid mengamati dan mendiskusikan contoh penyelesaian operasi perkalian dan pembagian bilangan rasional bentuk pecahan dan desimal: (1) -1/5 x 2/3 = -2/15 dan (2) 3/8 : 1/2 = 3/8 x 2/1 = 6/8 = 3/4 (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berpasangan 'Estafet Kartu Hitung': Setiap pasangan murid secara bergantian menyelesaikan 4 kartu soal operasi perkalian dan pembagian bilangan rasional yang dibagikan guru: Kartu 1: 4/5 x (-2/3) [Acuan: -8/15]; Kartu 2: -3/7 x (-14/9) [Acuan: 2/3]; Kartu 3: 3/4 : 9/8 [Acuan: 2/3]; Kartu 4: -2,5 : 0,5 [Acuan: -5] (15 menit).
  • Murid mengerjakan latihan mandiri pada lembar kerja berisi 4 soal latihan operasi aritmatika bilangan rasional (perkalian dan pembagian pecahan dan desimal) secara terstruktur (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan lembar kerja dan menganalisis kesalahan umum, seperti kekeliruan membalik tanda atau lupa membalik pecahan pembagi (5 menit).
  • Murid menarik kesimpulan bersama mengenai prosedur perkalian dan pembagian bilangan rasional (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan konsep operasi perkalian dan pembagian serta memberikan umpan balik atas performa latihan murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan topik untuk pertemuan berikutnya (operasi hitung campuran bilangan rasional) dan menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan bertahap (perkalian langsung vs membalik pecahan pembagi) untuk murid yang butuh scaffolding.
  • Proses: Bimbingan terarah pada kelompok yang masih kesulitan menentukan resiprokal, sementara murid yang mahir diberikan soal perkalian dan pembagian dengan bilangan rasional pecahan campuran dan desimal bertanda negatif.
  • Produk: Format penyelesaian boleh disederhanakan dalam bentuk pecahan biasa paling sederhana atau bentuk desimal yang ekuivalen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis cepat 2 butir diagnostik: (1) Tentukan kebalikan (resiprokal) dari 2/7 [Acuan: 7/2]; (2) Hitunglah hasil dari 3 x 1/6 [Acuan: 3/6 atau 1/2].

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja pada tantangan berpasangan 'Estafet Kartu Hitung' berisi 4 butir soal: (1) 4/5 x (-2/3) [Acuan: -8/15]; (2) -3/7 x (-14/9) [Acuan: 2/3]; (3) 3/4 : 9/8 [Acuan: 2/3]; (4) -2,5 : 0,5 [Acuan: -5].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri lembar kerja berisi 4 butir soal: (1) -2/3 x 5/8 [Acuan: -10/24 = -5/12]; (2) -1 1/2 x (-4/5) [Acuan: -3/2 x (-4/5) = 12/10 = 6/5 atau 1 1/5]; (3) 5/6 : (-5/12) [Acuan: 5/6 x (-12/5) = -60/30 = -2]; (4) 0,6 : 0,2 [Acuan: 3].

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada kegiatan 'Estafet Kartu Hitung'
  • Pemeriksaan hasil latihan mandiri 4 butir operasi perkalian dan pembagian bilangan rasional

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan Operasi Perkalian Bilangan RasionalBelum mampu menerapkan prosedur perkalian pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut secara tepat (0 benar dari 2 soal perkalian).Mampu menerapkan prosedur perkalian pecahan dengan benar pada 1 dari 2 butir soal perkalian, namun masih salah pada tanda negatif atau penyederhanaan.Mampu menerapkan prosedur perkalian bilangan rasional dengan tepat dan benar tanda operasinya pada kedua butir soal perkalian secara mandiri.Mampu menerapkan prosedur perkalian bilangan rasional pada kedua butir soal secara tepat, menyederhanakan pecahan ke bentuk paling sederhana secara cepat dan mandiri.
Menerapkan Operasi Pembagian Bilangan RasionalBelum mampu menerapkan konsep resiprokal (membalik pembagi) dalam operasi pembagian bilangan rasional (0 benar dari 2 soal pembagian).Mampu mengubah pembagian menjadi perkalian dengan resiprokal pembagi pada 1 dari 2 butir soal pembagian, namun perhitungannya belum tepat.Mampu menerapkan operasi pembagian bilangan rasional menggunakan resiprokal dengan tepat pada kedua butir soal pembagian secara mandiri.Mampu menerapkan operasi pembagian bilangan rasional bentuk pecahan maupun desimal dengan tepat pada kedua butir soal serta menyederhanakan hasil akhirnya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami konsep resiprokal pada operasi pembagian pecahan secara logis dan bukan sekadar menghafal rumus?
  • Bagian mana dari operasi perkalian dan pembagian (tanda bilangan atau konversi pecahan-desimal) yang masih sering memicu kesalahan murid?

Murid:

  • Langkah apa yang paling membantuku saat menyelesaikan pembagian bilangan rasional?
  • Apakah aku sudah teliti memeriksa tanda positif atau negatif saat mengalikan dan membagi bilangan rasional?

Pertemuan 9 — Menerapkan Operasi Hitung Campuran Bilangan Rasional pada Masalah Nyata — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.4 Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real khususnya bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan operasi hitung campuran bilangan rasional pada masalah nyata (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab 2 soal di papan tulis, yaitu (1) Hitung: 1,6 : (-0,8) + 2/5 (acuan: 1,6 : (-0,8) = -2; -2 + 0,4 = -1,6 atau -8/5) dan (2) Hitung: 1/2 + 3/4 x 2/3 (acuan: perkalian didahulukan 3/4 x 2/3 = 1/2; 1/2 + 1/2 = 1) untuk mengecek pemahaman urutan operasi dan konversi bentuk (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati pemodelan masalah nyata yang disajikan guru di papan tulis: 'Ibu memiliki 2 1/2 kg tepung terigu. Sebanyak 0,75 kg digunakan untuk membuat kue. Kemudian ibu membeli lagi 3 kantong tepung dengan berat masing-masing 0,5 kg. Berapa kg total tepung ibu sekarang?' (5 menit).
  • Murid bersama guru menganalisis hierarki operasi matematika pada masalah tersebut: menyusun kalimat matematika [2 1/2 - 0,75 + (3 x 0,5)], mendahulukan perkalian [3 x 0,5 = 1,5], lalu mengubah ke bentuk desimal [2,5 - 0,75 + 1,5] atau pecahan sehingga diperoleh hasil akhir 3,25 kg atau 3 1/4 kg (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengikuti aktivitas tantangan berpasangan 'Estafet Hitung Rasional' yang menggembirakan: secara berpasangan murid berlomba menyelesaikan kartu masalah nyata kontekstual secara bergantian langkah (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Masalah Nyata yang memuat 3 soal cerita operasi campuran bilangan rasional: (1) Ayah mengisi bensin mobil 12,5 liter, digunakan perjalanan 3/4 bagiannya, lalu diisi kembali sebanyak 5 1/2 liter. Berapa liter sisa bensin sekarang? (acuan: sisa awal = 12,5 - (3/4 x 12,5) = 12,5 - 9,375 = 3,125 liter; total akhir = 3,125 + 5,5 = 8,625 liter atau 8 5/8 liter); (2) Toko memiliki persediaan 20 m kain, terjual 4 potong masing-masing sepanjang 1,25 m, kemudian mendapat kiriman tambahan 3 1/2 m. Berapa panjang persediaan kain sekarang? (acuan: terjual = 4 x 1,25 = 5 m; sisa = 20 - 5 = 15 m; total akhir = 15 + 3,5 = 18,5 m atau 18 1/2 m); (3) Suhu awal freezer adalah -4,5°C. Ketika listrik padam, suhu naik 1,2°C setiap jam selama 3 jam, lalu saat listrik menyala suhu diturunkan 2 1/4°C. Berapa suhu freezer sekarang? (acuan: kenaikan = 3 x 1,2 = 3,6°C; suhu setelah padam = -4,5 + 3,6 = -0,9°C; suhu akhir = -0,9 - 2,25 = -3,15°C atau -3 3/20°C) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil penyelesaian Lembar Kerja Masalah Nyata, mendiskusikan kekeliruan umum dalam urutan operasi hitung atau pengubahan bentuk pecahan-desimal, serta memastikan ketepatan hasil perhitungan sesuai acuan (10 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan tes akhir (exit ticket) 1 butir soal: 'Pak Budi memiliki sebidang tanah seluas 2,4 hektare. 1/3 bagian dari tanah tersebut ditanami jagung, dan 0,5 hektare ditanami kedelai. Berapa hektare sisa tanah yang belum ditanami?' (acuan: luas jagung = 1/3 x 2,4 = 0,8 hektare; total tertanam = 0,8 + 0,5 = 1,3 hektare; sisa tanah = 2,4 - 1,3 = 1,1 hektare atau 1 1/10 hektare) (7 menit).
  • Guru memberikan penguatan materi mengenai pentingnya ketelitian urutan operasi aritmatika dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bantuan visual berupa bagan alur urutan operasi hitung (tanda kurung -> kali/bagi -> tambah/kurang) bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan dalam mengonversi bentuk bilangan ke bentuk yang seragam sebelum berhitung; murid cepat diberikan variasi soal yang memuat 3 kombinasi operasi berbeda sekaligus.
  • Produk: Murid bebas menyajikan langkah penyelesaian akhir dalam representasi pecahan biasa/campuran maupun desimal yang nilainya ekuivalen.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid mengerjakan 2 butir soal diagnostik di buku catatan: (1) Hitung nilai dari 1,6 : (-0,8) + 2/5 (acuan kunci: 1,6 : (-0,8) = -2; -2 + 0,4 = -1,6 atau -8/5). (2) Hitung nilai dari 1/2 + 3/4 x 2/3 (acuan kunci: 3/4 x 2/3 = 1/2; 1/2 + 1/2 = 1).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja mandiri yang memuat 3 soal pemecahan masalah operasi hitung campuran bilangan rasional: (1) Sisa bensin: 12,5 - (3/4 x 12,5) + 5 1/2 = 8,625 liter atau 8 5/8 liter. (2) Persediaan kain: 20 - (4 x 1,25) + 3 1/2 = 18,5 m atau 18 1/2 m. (3) Perubahan suhu freezer: -4,5 + (3 x 1,2) - 2 1/4 = -3,15°C atau -3 3/20°C.

Akhir Pertemuan:

  • Exit ticket mandiri: Menyelesaikan masalah nyata tanah Pak Budi seluas 2,4 hektare, ditanami jagung 1/3 bagian dan kedelai 0,5 hektare. Menghitung sisa tanah yang belum ditanami (acuan kunci: sisa tanah = 2,4 - (1/3 x 2,4) - 0,5 = 2,4 - 0,8 - 0,5 = 1,1 hektare atau 1 1/10 hektare).

Formatif:

  • Tes diagnostik singkat di awal pembelajaran untuk mengecek penguasaan urutan operasi dan konversi pecahan-desimal.
  • Observasi unjuk kerja saat murid menyelesaikan Lembar Kerja Operasi Campuran secara mandiri.
  • Exit ticket (asesmen akhir) untuk mengukur ketepatan penerapan operasi hitung campuran pada masalah nyata.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menerapkan operasi hitung campuran bilangan rasional pada masalah nyataBelum mampu menyusun kalimat matematika dan belum tepat menerapkan urutan operasi hitung campuran bilangan rasional pada masalah nyata (0 soal benar dari 3 soal LK).Mampu menyusun kalimat matematika namun melakukan kesalahan dalam urutan operasi atau konversi bilangan sehingga hanya menyelesaikan 1 dari 3 soal LK dengan tepat sesuai kunci acuan.Mampu menyusun kalimat matematika dan menerapkan urutan operasi hitung campuran bilangan rasional secara mandiri dengan tepat pada 2 dari 3 soal LK sesuai kunci acuan.Mampu menyusun kalimat matematika dan menerapkan operasi hitung campuran bilangan rasional secara tepat dan runtut pada seluruh (3 dari 3) soal LK sesuai kunci acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengidentifikasi urutan operasi aritmatika yang tepat saat dihadapkan pada soal cerita kontekstual?
  • Bagian mana dari operasi hitung campuran bilangan rasional (konversi bentuk bilangan atau operasi tanda negatif) yang paling sering menimbulkan kekeliruan murid?

Murid:

  • Langkah mana yang menurutmu paling menantang: mengubah pecahan ke desimal (atau sebaliknya), atau menentukan operasi mana yang harus dikerjakan lebih dulu?
  • Bagaimana strategi yang paling membantumu agar tidak keliru saat mengerjakan hitungan campuran bilangan rasional?

Pertemuan 10 — Memberikan Estimasi Hasil Operasi Aritmatika Bilangan Rasional dalam Pemecahan Masalah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.5 Memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memberikan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional dalam pemecahan masalah (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta membulatkan 3 bilangan rasional ke bilangan bulat terdekat pada kertas kecil, yaitu: (1) 4,89 dibulatkan menjadi berapa?; (2) 2 1/8 dibulatkan menjadi berapa?; (3) 9,15 dibulatkan menjadi berapa? (acuan kunci: (1) 5; (2) 2; (3) 9) (6 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mencermati demonstrasi guru tentang strategi estimasi operasi aritmatika bilangan rasional dengan membulatkan nilai ke satuan terdekat atau pecahan acuan terdekat (benchmarks) sebelum melakukan operasi aritmatika (10 menit).
  • Murid menyimak pembahasan contoh kontekstual: Ibu membeli 2,8 kg tepung terigu seharga Rp11.900,00 per kg; estimasi biaya dihitung dengan membulatkan menjadi 3 kg x Rp12.000,00 = Rp36.000,00 (acuan: pembulatan ke atas pada nilai terdekat) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Cepat Estimasi' yang menggembirakan untuk menentukan estimasi tercepat dan paling masuk akal dari 3 kartu soal kilat: (Kartu 1) 3 7/8 + 5 1/6; (Kartu 2) 9,85 x 4,1; (Kartu 3) 15,9 : 1,95 (acuan kunci estimasi: (Kartu 1) 4 + 5 = 9; (Kartu 2) 10 x 4 = 40; (Kartu 3) 16 : 2 = 8) (12 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Masalah Nyata berisi 3 soal cerita estimasi: (Soal 1) Rina memiliki pita 7,9 meter dan ingin membaginya menjadi potongan sepanjang 1,85 meter, tentukan estimasi banyak potongan; (Soal 2) Paman membeli 4 9/10 liter bensin dengan harga Rp13.800,00 per liter, tentukan estimasi total pengeluaran; (Soal 3) Luas kebun 24 1/4 m² akan dibagi untuk 6 petak sama rata, tentukan estimasi luas tiap petak (acuan kunci: (Soal 1) 8 : 2 = 4 potongan; (Soal 2) 5 x Rp14.000,00 = Rp70.000,00; (Soal 3) 24 : 6 = 4 m²) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kunci, lalu murid memeriksa ketepatan nalar estimasi yang digunakan apakah hasil pembulatan membuat masalah lebih sederhana tanpa melenceng jauh dari nilai sebenarnya (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan prinsip estimasi operasi hitung bilangan rasional, yaitu membulatkan bilangan ke nilai terdekat yang mudah dihitung sebelum menerapkan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, atau pembagian (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap capaian belajar hari ini dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan masalah dengan angka desimal satu tempat desimal atau pecahan dengan penyebut kecil (misal: persepuluhan atau perempat), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan bilangan pecahan campuran berpenyebut tidak beraturan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan alat bantu garis bilangan untuk menentukan bilangan bulat terdekat sebelum dioperasikan, sedangkan murid mandiri langsung menghitung mental.
  • Produk: Format penulisan estimasi sama untuk seluruh murid, yaitu mencantumkan bilangan hasil pembulatan dan hasil operasi akhir sesuai acuan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik singkat tertulis di pendahuluan: Murid menuliskan hasil pembulatan ke bilangan bulat terdekat dari: (1) 4,89; (2) 2 1/8; (3) 9,15. (Acuan kunci: (1) 5; (2) 2; (3) 9. Kriteria: murid yang menjawab benar minimal 2 butir dianggap siap mengikuti pembelajaran inti).

Proses:

  • Observasi dan pemeriksaan Lembar Kerja Masalah Nyata saat tahap Mengaplikasi untuk menilai ketepatan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional pada 3 butir soal: (1) pita 7,9 m dibagi 1,85 m (acuan: 8 : 2 = 4); (2) 4 9/10 liter x Rp13.800 (acuan: 5 x Rp14.000 = Rp70.000); (3) 24 1/4 m² dibagi 6 petak (acuan: 24 : 6 = 4 m²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa 1 soal cepat: 'Tentukan estimasi dari 11,8 x 2 9/10 dalam bentuk bilangan bulat' (Acuan kunci: 12 x 3 = 36; jawaban diterima jika menuliskan operasi pembulatan 12 x 3 menghasilkan 36).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: membulatkan 3 bilangan rasional ke bilangan bulat terdekat.
  • Asesmen formatif proses: unjuk kerja pengerjaan Lembar Kerja Masalah Nyata estimasi aritmatika bilangan rasional.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasionalBelum mampu menentukan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional secara tepat pada ketiga butir soal lembar kerja (0 butir tepat sesuai acuan: (1) 4 potongan; (2) Rp70.000,00; (3) 4 m²).Mampu menentukan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional secara tepat pada 1 dari 3 butir soal lembar kerja sesuai acuan.Mampu menentukan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional secara tepat pada 2 dari 3 butir soal lembar kerja sesuai acuan.Mampu menentukan estimasi hasil operasi aritmatika bilangan rasional secara tepat pada seluruh (3 butir) soal lembar kerja sesuai acuan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah konteks masalah nyata yang disajikan memudahkan murid memahami alasan praktis melakukan estimasi aritmatika?
  • Bagian mana dari langkah pembulatan bilangan rasional yang masih membuat murid keliru saat melakukan operasi hitung estimasi?

Murid:

  • Kapan kamu merasa cara estimasi lebih membantu daripada menghitung nilai pecahan atau desimal secara persis?
  • Langkah mana yang menurutmu paling mudah dalam memperkirakan hasil operasi bilangan rasional?

Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.2.1 Membaca representasi bilangan rasional dan bilangan desimal
  • TP 7.2.2 Menulis bilangan rasional dan bilangan desimal dalam bentuk pecahan maupun desimal
  • TP 7.2.3 Membandingkan bilangan rasional dan bilangan desimal
  • TP 7.2.4 Menerapkan operasi aritmatika pada bilangan real khususnya bilangan rasional
  • TP 7.2.5 Memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan rasional

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, mengecek kesiapan fisik dan psikis murid, serta menegaskan komitmen kejujuran akademik dalam asesmen sumatif (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 2, cakupan TP 7.2.1 sampai 7.2.5, serta aturan alokasi waktu pengerjaan Bagian I (35 menit) dan Bagian II (40 menit) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembagian naskah tes tertulis dan memahami petunjuk pengerjaan Bagian I (soal nomor 1-4: membaca representasi titik pada garis bilangan, konversi pecahan ke desimal, konversi desimal ke pecahan, dan membandingkan bilangan rasional) serta Bagian II (soal nomor 5-6: operasi hitung aritmatika pecahan/desimal dan estimasi kontekstual) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan secara mandiri Bagian I: Representasi, Konversi, dan Perbandingan Bilangan Rasional (TP 7.2.1, TP 7.2.2, TP 7.2.3) pada lembar tes yang memuat 4 butir soal objektif: (1) Membaca nilai titik P di antara 0 dan -1 dengan 4 skala pembagian sama [acuan: -0,75 atau -3/4]; (2) Menulis pecahan 3/8 dalam desimal terbatas [acuan: 0,375] dan 2/3 dalam desimal berulang [acuan: 0,666... atau 0,6]; (3) Menulis desimal 0,45 ke pecahan paling sederhana a/b [acuan: 9/20]; (4) Menentukan tanda perbandingan (<, >, =) untuk pasangan -2/5 dan -1/4 [acuan: -2/5 < -1/4] serta mengurutkan dari terkecil: 0,6; -0,75; 1/2; -1/4 [acuan: -0,75; -1/4; 1/2; 0,6] (32 menit).
  • Murid melanjutkan pengerjaan secara mandiri Bagian II: Operasi Aritmatika dan Estimasi Pemecahan Masalah (TP 7.2.4, TP 7.2.5) pada lembar tes yang memuat 2 butir soal uraian: (5) Menyelesaikan operasi hitung campuran: Ibu memiliki 2 1/2 kg tepung, menggunakan 1,2 kg untuk membuat kue, kemudian membeli lagi 3/4 kg; hitung sisa tepung ibu dalam bentuk desimal [acuan: 2,5 - 1,2 + 0,75 = 2,05 kg]; (6) Melakukan estimasi dan perhitungan kontekstual: Seorang tukang kayu memiliki papan sepanjang 19,8 meter dan ingin memotongnya menjadi beberapa bagian sama panjang dengan ukuran tiap potongan 1,9 meter; berikan estimasi banyaknya potongan dengan pembulatan ke satuan terdekat [acuan estimasi: 20 : 2 = 10 potongan] lalu hitung banyak potongan utuh yang diperoleh secara tepat [acuan eksak: 19,8 : 1,9 = 10,42, sehingga diperoleh 10 potongan utuh dan sisa 0,8 meter] (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan identitas, memeriksa konsistensi langkah penyelesaian serta hasil perhitungan sebelum mengumpulkan lembar jawaban secara tertib (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban asesmen sumatif murid dan memfasilitasi refleksi singkat proses pengerjaan (apakah alokasi waktu mencukupi dan bagian mana yang paling menantang) (2 menit).
  • Guru merangkum capaian Bab 2 Bilangan Rasional, memberikan apresiasi atas integritas dan kemandirian murid selama tes, serta menutup pembelajaran dengan doa (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk pengerjaan atau pemberian lembar tes dengan ukuran teks lebih besar bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal, durasi, dan kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • Tes tertulis serentak pemahaman konsep dan pemecahan masalah bilangan rasional: Lembar asesmen tertulis murid berisi hasil identifikasi, konversi, perbandingan, perhitungan operasi aritmatika, dan estimasi bilangan rasional dalam masalah kontekstual yang dinilai menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemecahan masalah
  • Tes tertulis serentak (Bagian I: Representasi, Konversi, dan Perbandingan Bilangan Rasional): Lembar jawaban murid yang memuat identifikasi nilai bilangan pada garis bilangan/simbol, konversi bentuk pecahan ke desimal dan sebaliknya, serta penentuan tanda perbandingan dan urutan bilangan rasional (35 menit; individual; instrumen: Kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • Tes tertulis serentak (Bagian II: Operasi Aritmatika dan Estimasi Pemecahan Masalah): Lembar penyelesaian soal uraian terstruktur yang memuat langkah perhitungan operasi aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan penalaran estimasi dalam konteks pemecahan masalah sehari-hari (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian pemecahan masalah analitis dan kunci jawaban)

Sumatif:

  • Tes tertulis serentak pemahaman konsep dan pemecahan masalah bilangan rasional: Lembar asesmen tertulis murid berisi hasil identifikasi, konversi, perbandingan, perhitungan operasi aritmatika, dan estimasi bilangan rasional dalam masalah kontekstual yang dinilai menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemecahan masalah
  • Tes tertulis serentak (Bagian I: Representasi, Konversi, dan Perbandingan Bilangan Rasional): Lembar jawaban murid yang memuat identifikasi nilai bilangan pada garis bilangan/simbol, konversi bentuk pecahan ke desimal dan sebaliknya, serta penentuan tanda perbandingan dan urutan bilangan rasional (35 menit; individual; instrumen: Kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • Tes tertulis serentak (Bagian II: Operasi Aritmatika dan Estimasi Pemecahan Masalah): Lembar penyelesaian soal uraian terstruktur yang memuat langkah perhitungan operasi aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dan penalaran estimasi dalam konteks pemecahan masalah sehari-hari (45 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian pemecahan masalah analitis dan kunci jawaban)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca, Menulis, dan Membandingkan Bilangan Rasional (TP 7.2.1, 7.2.2, 7.2.3)Menjawab tepat maksimal 1 dari 4 butir soal Bagian I (acuan: butir 1 membaca titik P = -0,75; butir 2 konversi 3/8 = 0,375 dan 2/3 = 0,666...; butir 3 konversi 0,45 = 9/20; butir 4 membandingkan -2/5 < -1/4 dan urutan -0,75; -1/4; 1/2; 0,6).Menjawab tepat 2 dari 4 butir soal Bagian I sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat 3 dari 4 butir soal Bagian I sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri.Menjawab tepat seluruh 4 butir soal Bagian I sesuai acuan kunci jawaban secara mandiri dan cermat.
Menerapkan Operasi Aritmatika Bilangan Rasional (TP 7.2.4)Belum tepat menyusun operasi maupun menghitung hasil operasi campuran pada soal nomor 5 (acuan: operasi 2 1/2 - 1,2 + 3/4 = 2,5 - 1,2 + 0,75 = 2,05 kg).Mampu menyusun kalimat matematika dengan tepat tetapi terdapat kekeliruan perhitungan pada operasi desimal/pecahan sehingga hasil akhir tidak sesuai acuan (2,05 kg).Menerapkan langkah operasi hitung campuran pecahan dan desimal secara runtut dan menghasilkan jawaban tepat 2,05 kg sesuai acuan.Menerapkan operasi hitung campuran dengan sangat runtut, menunjukkan metode konversi yang efektif, dan menghasilkan jawaban tepat 2,05 kg beserta satuan yang benar.
Memberikan Estimasi dalam Menyelesaikan Masalah (TP 7.2.5)Belum mampu memberikan estimasi nilai maupun menentukan hasil bagi kontekstual pada soal nomor 6 (acuan: estimasi 20 : 2 = 10; eksak 19,8 : 1,9 = 10 potongan sisa 0,8 m).Memberikan estimasi nilai pembulatan secara logis (20 : 2 = 10) namun belum tepat menentukan penyelesaian pembagian eksak dan interpretasi sisa.Memberikan estimasi nilai pembulatan (10 potongan) dan menghitung hasil pembagian eksak dengan tepat yaitu 10 potongan utuh sesuai acuan.Memberikan estimasi pembulatan secara tepat (10 potongan), menyelesaikan hitungan eksak secara runtut (10 potongan utuh bersisa 0,8 m), serta memberikan penafsiran masalah secara komprehensif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes tertulis mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan Bagian I dan Bagian II secara optimal?
  • TP manakah di antara 7.2.1 hingga 7.2.5 yang masih menunjukkan tingkat kesalahan tertinggi pada hasil pengerjaan murid untuk ditindaklanjuti pada program remedial?

Murid:

  • Bagian mana dari soal tes tadi yang paling mudah dan paling menantang untuk saya selesaikan?
  • Strategi apa yang telah membantu saya mengelola waktu dan ketelitian selama mengerjakan tes sumatif ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  3. Kartu garis bilangan 'Detektif Garis Bilangan', penggaris, dan lembar kerja murid
  4. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022
  5. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022
  6. Kartu tantangan pecahan dan lembar kerja murid (LKPD)
  7. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2022
  8. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2022
  9. Papan tulis mini/kartu angka desimal dan lembar kerja latihan
  10. Garis bilangan bergradasi dan kartu bilangan pecahan/desimal
  11. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 2: Bilangan Rasional)
  12. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek, 2022 (Bab 2: Bilangan Rasional)
  13. Kartu bilangan pecahan dan desimal untuk aktivitas tantangan berpasangan
  14. Papan tulis dan spidol
  15. Buku Panduan Guru Matematika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2 Bilangan Rasional, Eksplorasi 2.4 Halaman 82-83)
  16. Buku Siswa Matematika SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2 Halaman 54-55)
  17. Set alat peraga konkret/gambar sendok ukur (sdm, sdt) dan cangkir ukur (measuring cup)
  18. Lembar Kerja Murid (LKPD) Estimasi Pengukuran Pecahan
  19. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2, Subbab C)
  20. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2, Subbab C)
  21. Kartu Tantangan Hitung Bilangan Rasional
  22. Papan tulis dan spidol warna untuk pemodelan nilai tempat
  23. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Bilangan Rasional
  24. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Bilangan Rasional Subbab Operasi Perkalian dan Pembagian
  25. Kartu hitung berpasangan operasi perkalian dan pembagian bilangan rasional
  26. Lembar Kerja Murid (LKPD)
  27. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  28. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  29. Lembar Kerja Operasi Hitung Campuran Bilangan Rasional
  30. Buku Panduan Guru Matematika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  31. Buku Siswa Matematika SMP/MTs Kelas VII, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek 2021
  32. Kartu Soal Tantangan Tebak Cepat Estimasi
  33. Lembar Kerja Murid (Estimasi Operasi Aritmatika Bilangan Rasional)
  34. Buku Panduan Guru Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2 Bilangan Rasional, hal. 61-81)
  35. Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek 2022 (Bab 2 Bilangan Rasional, hal. 48-76)
  36. Naskah Lembar Asesmen Sumatif Bab 2 Bilangan Rasional

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.