Modul AjarPertemuan 7Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Membandingkan Peluang Dua Kejadian dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Membandingkan Peluang Dua Kejadian dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Membandingkan Peluang Dua Kejadian dalam Kehidupan Sehari-hari

Matematika - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membandingkan Peluang Dua Kejadian dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembandingkan Peluang Dua Kejadian dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membandingkan peluang dari dua kejadian berbeda dalam konteks kehidupan sehari-hari dan menentukan kejadian mana yang lebih mungkin terjadi.
  2. Murid dapat menggunakan hasil perbandingan peluang dua kejadian sebagai dasar pengambilan keputusan dalam situasi sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu ikut undian hadiah di dua kotak yang jumlah hadiahnya berbeda, kotak mana yang akan kamu pilih agar peluang menangmu lebih besar? Mengapa?
  2. Jika ada dua permainan dengan aturan yang berbeda, bagaimana kamu bisa tahu mana yang lebih 'adil' untukmu sebelum mulai bermain?
  3. Pernahkah kamu membuat keputusan sehari-hari berdasarkan 'kemungkinan' sesuatu terjadi? Ceritakan!

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik): menampilkan dua situasi sederhana di papan tulis — 'Kotak A berisi 3 bola merah dan 1 bola biru; Kotak B berisi 1 bola merah dan 3 bola biru' — lalu meminta murid menunjuk tangan: 'Dari kotak mana kamu lebih mungkin mendapat bola merah?' Guru mencatat respons murid sebagai pemetaan awal pemahaman.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membandingkan peluang dua kejadian dan menggunakannya untuk membuat keputusan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu murid berpikir sejenak, lalu mempersilakan 2–3 murid berbagi jawaban singkat.
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan topik: 'Hari ini kita akan belajar cara membandingkan peluang secara lebih teratur sehingga kita bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan cerita kontekstual di papan/layar: 'Dhien ikut lomba menyanyi. Kategori 1 (SD kelas 4–6) hanya ada 12 peserta; Kategori 2 (SMP) ada 35 peserta.' Guru bertanya: 'Di kategori mana peluang Dhien menang lebih besar?'
  • Guru membimbing murid membangun pemahaman bersama: peluang lebih besar berarti lebih sedikit saingan → semakin sedikit peserta, semakin besar kemungkinan menang. Guru menulis pola nalar ini di papan (bukan rumus pecahan, tetapi perbandingan kuantitatif informal: '1 dari 12' vs '1 dari 35').
  • Guru memperkenalkan kosakata kunci: 'lebih mungkin', 'kurang mungkin', 'perbandingan peluang', 'keputusan berdasarkan peluang'. Guru meminta murid mencatat kosakata ini di buku catatan mereka.
  • Guru mencontohkan satu kasus lagi: dua kotak hadiah (Kotak A: 5 piring dan 2 cangkir; Kotak B: 2 piring dan 5 cangkir). Guru berpikir lantang (think-aloud) membandingkan peluang mendapat piring dari masing-masing kotak.
  • Guru meminta murid mengamati dan menjelaskan kembali dengan kata-kata mereka sendiri kepada teman sebangku (pair share 2 menit): 'Menurut kamu, mengapa peluang di Kotak A lebih besar untuk mendapat piring?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja Eksplorasi berisi 3 skenario kehidupan sehari-hari yang harus mereka bandingkan peluangnya dan ambil keputusan.
  • Skenario 1 — Undian Belanja: Toko A menawarkan 1 kupon hadiah dari 8 kupon total; Toko B menawarkan 1 kupon hadiah dari 20 kupon total. Di toko mana kamu lebih mungkin menang hadiah?
  • Skenario 2 — Pilih Permainan: Kantong merah berisi 4 kelereng hijau dan 1 kelereng kuning; kantong biru berisi 2 kelereng hijau dan 3 kelereng kuning. Jika kamu harus mengambil kelereng kuning untuk menang, kantong mana yang kamu pilih?
  • Skenario 3 — Keputusan Bebas: Murid membuat skenario sendiri (minimal 2 kejadian dengan jumlah kemungkinan berbeda), lalu menjelaskan mengapa mereka akan memilih salah satunya.
  • Setiap kelompok mendiskusikan tiap skenario, menuliskan alasan perbandingan secara verbal/kualitatif ('lebih mungkin karena...'), dan mencatat keputusan mereka beserta alasannya.
  • Guru berkeliling, mengamati proses diskusi, mengajukan pertanyaan menggali (probing): 'Bagaimana kamu membandingkan dua kejadian itu?' dan 'Apa yang membuat kamu yakin pilihanmu lebih baik?' (asesmen proses berjalan).
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil Skenario 1 dan 2; kelompok lain menanggapi. Guru memberi umpan balik langsung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik di awal: 'Sekarang setelah kalian berlatih, apakah jawaban kalian tadi sudah tepat? Adakah yang ingin mengubah jawaban dan menjelaskan alasannya?'
  • Murid secara individu menuliskan di buku catatan atau lembar refleksi singkat: (1) Satu hal penting yang baru saya pahami hari ini tentang membandingkan peluang; (2) Satu contoh situasi di kehidupan saya sendiri di mana saya bisa menggunakan perbandingan peluang untuk mengambil keputusan.
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi tulisan refleksi mereka secara lisan. Guru menegaskan pola nalar utama: membandingkan peluang membantu kita membuat keputusan yang lebih bijak.
  • Guru merangkum poin kunci bersama murid: semakin besar rasio kemungkinan kejadian yang diinginkan dibanding total kemungkinan, semakin besar peluangnya.

Penutup:

  • Guru membagikan soal asesmen akhir singkat (3 soal tertulis individu — lihat bagian Asesmen Akhir). Murid mengerjakan selama 7–8 menit.
  • Guru mengumpulkan lembar asesmen akhir.
  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran hari ini dalam 2–3 kalimat di papan tulis.
  • Guru menyampaikan kaitan materi hari ini dengan kehidupan nyata: 'Setiap hari kita membuat keputusan berdasarkan kemungkinan — memilih jalur yang lebih aman, memilih antrian yang lebih pendek. Matematika membantu kita berpikir lebih jernih.'
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid hari ini.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberikan skenario dengan angka kecil dan selisih yang jelas (misalnya 2 vs 10 kemungkinan) agar perbedaan peluang mudah diamati. Murid yang sudah cepat diberikan skenario dengan perbedaan lebih tipis (misalnya 5 vs 7) sehingga butuh penalaran lebih cermat.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat berdiskusi dalam kelompok dipandu guru dengan pertanyaan scaffold: 'Berapa total kemungkinannya? Berapa yang kamu inginkan? Mana yang lebih besar?' Murid yang sudah mandiri dapat mengerjakan Skenario 3 (buat sendiri) lebih awal dan menambahkan skenario ke-4 secara kreatif.
  • Produk: Murid dengan kecepatan belajar tinggi dapat menyajikan hasil skenario buatan sendiri dalam bentuk poster mini atau cerita pendek tertulis. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi lembar kerja skenario 1 dan 2 dengan alasan lisan atau tulisan sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua kotak berisi bola warna berbeda (Kotak A: 3 merah, 1 biru; Kotak B: 1 merah, 3 biru) dan bertanya: 'Dari kotak mana kamu lebih mungkin mendapat bola merah?' Murid menjawab dengan angkat tangan. Guru mencatat untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konsep 'lebih mungkin'.
  • Guru bertanya singkat secara lisan: 'Apa yang dimaksud dengan peluang?' untuk mengecek apakah murid masih ingat konsep dari pertemuan sebelumnya.

Proses:

  • Observasi dan catatan guru saat murid berdiskusi berpasangan (pair share) di tahap Memahami: apakah murid dapat menyebutkan alasan kejadian mana yang lebih mungkin.
  • Checklist pengamatan kelompok selama mengerjakan Lembar Kerja Eksplorasi: (1) Murid dapat mengidentifikasi total kemungkinan tiap kejadian; (2) Murid dapat membandingkan dua peluang secara verbal; (3) Murid dapat menyebutkan keputusan berdasarkan perbandingan peluang.
  • Pertanyaan probing lisan oleh guru saat berkeliling: 'Mengapa kamu memilih kotak/kategori itu?' sebagai bukti nalar murid.

Akhir:

  • Soal 1 (TP 6.4.7.1): Kantong P berisi 6 bola kuning dan 2 bola hijau. Kantong Q berisi 3 bola kuning dan 5 bola hijau. Jika kamu ingin mendapatkan bola kuning, dari kantong mana peluangmu lebih besar? Jelaskan alasanmu.
  • Soal 2 (TP 6.4.7.1): Lomba kelas A diikuti 10 peserta, lomba kelas B diikuti 25 peserta. Jika kamu ingin menang, kelas mana yang sebaiknya kamu ikuti? Mengapa?
  • Soal 3 (TP 6.4.7.2): Di kantin sekolah ada dua pilihan undian makan siang gratis. Undian 1: 1 tiket gratis dari total 5 tiket. Undian 2: 1 tiket gratis dari total 15 tiket. Kamu hanya bisa memilih satu undian. Undian mana yang kamu pilih dan apa alasanmu?

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi berpasangan pada tahap Memahami (guru mencatat murid yang mampu menjelaskan kembali dengan kata sendiri).
  • Pemantauan diskusi kelompok selama Mengaplikasi menggunakan checklist: apakah murid mampu membandingkan dua peluang dan menyebutkan alasan keputusannya.
  • Pertanyaan lisan probing selama murid mengerjakan skenario (guru berkeliling).
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid mengomunikasikan perbandingan peluang dengan bahasa yang tepat.

Sumatif:

  • Soal tertulis individu 3 butir di akhir pembelajaran untuk mengukur ketercapaian TP 6.4.7.1 dan 6.4.7.2.
  • Penilaian Lembar Kerja Eksplorasi kelompok (skenario 1–3) menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membandingkan peluang dua kejadian (TP 6.4.7.1)Murid belum dapat membandingkan peluang dua kejadian; tidak dapat menentukan kejadian mana yang lebih mungkin meski dengan bantuan.Murid dapat menentukan kejadian mana yang lebih mungkin tetapi belum dapat menjelaskan alasannya secara logis atau masih perlu banyak bimbingan guru.Murid dapat membandingkan peluang dua kejadian dan menyebutkan alasan yang logis (misalnya: 'lebih banyak yang diinginkan dari total yang ada') dengan sedikit atau tanpa bimbingan.Murid dapat membandingkan peluang dua kejadian secara tepat, menjelaskan alasan dengan bahasa matematika yang sesuai, dan dapat menerapkannya pada situasi baru yang belum dicontohkan guru.
Menggunakan perbandingan peluang sebagai dasar keputusan (TP 6.4.7.2)Murid belum dapat mengaitkan perbandingan peluang dengan pengambilan keputusan; pilihan tidak disertai alasan berbasis peluang.Murid membuat keputusan berdasarkan peluang tetapi alasan masih samar atau tidak konsisten dengan hasil perbandingan.Murid membuat keputusan yang tepat berdasarkan hasil perbandingan peluang dan dapat menjelaskan alasan keputusannya secara runtut.Murid membuat keputusan tepat berdasarkan perbandingan peluang, menjelaskan alasan secara runtut dan meyakinkan, serta mampu mengaplikasikan logika yang sama pada konteks kehidupan nyata lainnya secara mandiri.
Komunikasi matematis (menyampaikan hasil perbandingan)Murid tidak dapat menjelaskan hasil perbandingan peluang secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menyampaikan jawaban tetapi penjelasan kurang jelas atau sulit dipahami.Murid menyampaikan hasil perbandingan dengan kalimat yang jelas dan menggunakan kosakata yang sesuai ('lebih mungkin', 'kurang mungkin', 'peluang lebih besar').Murid menyampaikan hasil perbandingan dengan kalimat yang jelas, terstruktur, menggunakan kosakata tepat, dan disertai contoh atau ilustrasi yang memperkuat penjelasan.
Kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan ide atau tanggapan.Murid terlibat dalam diskusi tetapi peran masih sangat pasif; hanya mengikuti pendapat teman tanpa kontribusi sendiri.Murid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid sangat aktif dalam diskusi, memberikan ide yang relevan, membangun argumen bersama, dan membantu teman yang belum memahami.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami konsep perbandingan peluang secara kualitatif tanpa penggunaan pecahan? Bagian mana yang masih membingungkan?
  • Apakah konteks kehidupan sehari-hari yang dipilih (lomba menyanyi, undian hadiah, kotak bola) cukup relevan dan menarik bagi murid kelas 6?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar berbeda secara efektif?
  • Seberapa efektif tahap Mengaplikasi dalam mendorong murid menggunakan perbandingan peluang sebagai dasar keputusan nyata?
  • Apa yang perlu diperbaiki atau dikembangkan pada pertemuan berikutnya berdasarkan hasil asesmen akhir hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang membandingkan peluang?
  • Apakah kamu sudah bisa menjelaskan kepada teman atau keluargamu cara membandingkan peluang dua kejadian? Coba jelaskan dengan satu contoh!
  • Bagian mana yang masih terasa sulit atau membingungkan bagimu? Apa yang ingin kamu tanyakan lebih lanjut?
  • Pernahkah kamu tanpa sadar menggunakan perbandingan peluang dalam kehidupan sehari-hari? Ceritakan satu contohnya!

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas VI SD/MI — Bab 4: Peluang (khususnya Subbab B: Membandingkan Peluang Kejadian)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas VI SD — Panduan Pembelajaran Bab 4 Peluang
  3. Lembar Kerja Eksplorasi (LKE) pertemuan 6.4.7 — disiapkan guru, berisi 3 skenario kehidupan sehari-hari
  4. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk visualisasi perbandingan peluang
  5. Bola plastik atau kelereng berwarna (merah, hijau, kuning, biru) sebagai alat peraga konkret pilihan
  6. Kantong/kotak kecil (bisa diganti amplop atau wadah sederhana) untuk simulasi pengambilan acak
  7. Lembar refleksi murid (disiapkan guru, berisi 2–3 pertanyaan refleksi tertulis)
  8. Roda pemutar digital (opsional): https://www.didax.com/apps/spinners/
  9. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning — sebagai acuan pedagogis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.