Modul AjarPertemuan 9Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Membandingkan Dua Bilangan Desimal sampai Sepersepuluh

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Membandingkan Dua Bilangan Desimal sampai Sepersepuluh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Membandingkan Dua Bilangan Desimal sampai Sepersepuluh

Matematika - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Membandingkan Dua Bilangan Desimal sampai Sepersepuluh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMembandingkan Dua Bilangan Desimal sampai Sepersepuluh
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan nilai tempat bilangan desimal sampai sepersepuluh sebagai dasar membandingkan dua bilangan desimal.
  2. Murid dapat membandingkan dua bilangan desimal sampai satu angka di belakang koma menggunakan tanda <, >, atau = dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu lompat jauh sejauh 3,7 meter dan temanmu 3,2 meter, siapa yang melompat lebih jauh? Bagaimana kamu tahu?
  2. Apakah 0,9 lebih besar atau lebih kecil dari 1,0? Apa yang membuatmu yakin?
  3. Di supermarket, harga minyak goreng merek A adalah Rp14.500,5 dan merek B Rp14.500,8 per 100 ml. Mana yang lebih mahal, dan bagaimana cara membandingkannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama (1 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menampilkan dua bilangan desimal di papan tulis (contoh: 2,3 dan 2,7) lalu meminta murid menunjuk angka mana yang lebih besar dengan mengangkat tangan kiri (kiri = angka pertama) atau tangan kanan (kanan = angka kedua). Guru mengamati pola jawaban untuk memetakan pemahaman awal (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama tentang lompat jauh dan mengajak 2–3 murid menjawab secara lisan. Guru tidak mengoreksi jawaban dulu, melainkan mencatat di papan tulis untuk dikonfirmasi nanti (3 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan memahami mengapa satu bilangan desimal bisa lebih besar atau lebih kecil dari bilangan desimal lain, dan kita akan berlatih membandingkannya dengan tanda <, >, dan =' (2 menit).
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: eksplorasi nilai tempat → latihan membandingkan → refleksi bersama (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menggambar tabel nilai tempat di papan tulis dengan kolom: Puluhan | Satuan | Persepuluhan (koma sebagai pemisah). Guru menjelaskan bahwa angka di sebelah kiri koma adalah bilangan bulat dan angka di sebelah kanan koma adalah persepuluhan (0,1; 0,2; dst.) (3 menit).
  • Guru menuliskan pasangan bilangan 3,6 dan 3,9 lalu bersama murid menguraikan keduanya ke dalam tabel nilai tempat: 3,6 → Satuan=3, Persepuluhan=6; dan 3,9 → Satuan=3, Persepuluhan=9. Guru bertanya, 'Bagian satuan sama-sama 3. Lalu kita bandingkan apa?' untuk membangun pemahaman langkah sistematis (4 menit).
  • Guru memperkenalkan aturan perbandingan: (1) Bandingkan bagian satuan terlebih dahulu — yang lebih besar satuannya berarti bilangan itu lebih besar; (2) Jika satuan sama, bandingkan bagian persepuluhannya. Guru menuliskan kaidah ini di papan tulis agar tetap terlihat sepanjang pembelajaran (2 menit).
  • Guru mendemonstrasikan satu contoh lagi: 1,4 vs 2,1. Guru memandu murid mengecek bagian satuan dulu (1 < 2), lalu menyimpulkan 1,4 < 2,1 tanpa perlu melihat persepuluhan. Murid diminta mencatat contoh ini di buku tulis mereka (3 menit).
  • Guru mengecek pemahaman dengan 'jempol cepat': jempol ke atas jika sudah paham kaidah dua langkah, jempol ke samping jika masih bingung. Guru mencatat murid yang jempol ke samping untuk didampingi saat Mengaplikasi (1 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dibagi dalam kelompok 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat Kartu Soal berisi 6 pasang bilangan desimal yang harus dibandingkan menggunakan tanda <, >, atau =. Contoh pasangan: (a) 4,5 __ 4,8; (b) 7,2 __ 5,9; (c) 3,0 __ 3,0; (d) 0,6 __ 1,2; (e) 8,3 __ 8,1; (f) 2,7 __ 2,7. Murid wajib menuliskan tabel nilai tempat untuk setiap pasangan sebelum menentukan tanda perbandingan (8 menit).
  • Setiap anggota kelompok bergiliran menjelaskan satu soal kepada anggota lain menggunakan kalimat lengkap: 'Satuan dari ... adalah ... dan satuan dari ... adalah ..., maka ...' Ini melatih komunikasi matematis (4 menit).
  • Guru berkeliling dan memberi umpan balik formatif. Bagi murid yang masih keliru, guru mengarahkan dengan pertanyaan pancingan: 'Coba isi tabel nilai tempatnya dulu, baru bandingkan kolom per kolom.' Guru tidak langsung memberi jawaban (3 menit).
  • Setiap kelompok menyampaikan jawaban satu soal pilihan mereka ke depan kelas. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau mengoreksi (4 menit).
  • Guru memfasilitasi konfirmasi jawaban dan meluruskan miskonsepsi yang muncul, misalnya anggapan bahwa 0,9 > 1,2 karena '9 lebih besar dari 2'. Guru menekankan: bandingkan nilai tempat secara berurutan, mulai dari yang terbesar (2 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik di awal: 'Sekarang, apakah kalian sudah bisa menjawab siapa yang melompat lebih jauh, 3,7 m atau 3,2 m? Jelaskan langkah-langkahnya.' Murid menjawab secara berpasangan (2 menit).
  • Guru menampilkan dua pernyataan di papan tulis: Pernyataan A: '5,3 > 5,7 karena 3 dan 7 ada di persepuluhan dan 3 < 7, jadi 5,3 < 5,7' dan Pernyataan B: '1,8 < 2,3 karena satuan 1 < 2'. Murid diminta menentukan mana yang benar dan menjelaskan alasannya secara tertulis di buku tulis (3 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan soal asesmen akhir (3 soal perbandingan bilangan desimal) di lembar jawab individual. Ini menjadi data sumatif pertemuan (5 menit).
  • Guru mengajak murid berbagi satu kalimat ringkasan: 'Cara membandingkan dua bilangan desimal adalah ...' Beberapa murid diminta membacakannya. Guru merangkum di papan tulis (2 menit).

Penutup:

  • Guru meminta murid mengisi jurnal refleksi singkat di buku tulis: (1) Apa yang aku pelajari hari ini? (2) Bagian mana yang masih membingungkan? (2 menit).
  • Guru menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya: 'Minggu depan kita akan belajar mengurutkan lebih dari dua bilangan desimal — kemampuan membandingkan yang kalian pelajari hari ini akan menjadi fondasinya.' (1 menit).
  • Guru memberikan tugas rumah pilihan (tidak wajib): mencari 3 contoh bilangan desimal di kehidupan sehari-hari (harga, berat, jarak) dan membandingkan dua di antaranya menggunakan tanda <, >, atau =. (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi atas partisipasi murid dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar: diberikan tabel nilai tempat yang sudah dicetak (tidak perlu menggambar sendiri) sehingga mereka fokus pada proses perbandingan. Murid yang sudah cepat: diberikan soal tantangan tambahan berupa pasangan bilangan desimal yang melibatkan nilai nol di persepuluhan (contoh: 3,0 vs 2,9) dan diminta membuat soal cerita sendiri.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih didampingi guru atau teman sebaya (peer tutoring) saat sesi kelompok. Murid yang cepat dapat menjadi 'penjelas' bagi kelompoknya dan diminta membuktikan jawaban dengan lebih dari satu cara (misalnya garis bilangan).
  • Produk: Murid yang sudah sangat berkembang diminta membuat 'kartu soal' berisi 2 pasang bilangan desimal buatan mereka sendiri lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasan, untuk digunakan sebagai bahan latihan tambahan kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua bilangan desimal (2,3 dan 2,7) di papan tulis dan meminta murid menunjuk mana yang lebih besar dengan gestur tangan. Guru mengamati pola respons untuk memetakan murid yang sudah memiliki intuisi nilai tempat desimal dan yang belum.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa itu nilai tempat? Sebutkan nilai tempat yang ada pada bilangan 3,6!' untuk mengecek pengetahuan prasyarat tentang nilai tempat.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kerja kelompok: guru mencatat pada lembar pantau sederhana (nama murid, indikator: mengisi tabel nilai tempat dengan benar / menentukan tanda perbandingan dengan benar).
  • Tanya jawab pancingan kepada murid yang tampak kesulitan: 'Coba bandingkan bagian satuannya dulu, berapa satuan dari bilangan pertama? Berapa satuan dari bilangan kedua?' untuk memeriksa pemahaman proses.
  • Presentasi kelompok: guru mendengarkan penjelasan murid dan memberikan umpan balik langsung mengenai keakuratan langkah dan ketepatan istilah matematika yang digunakan.

Akhir:

  • Lembar soal individual 3 soal: (1) 4,3 __ 4,8; (2) 5,1 __ 3,9; (3) 2,7 __ 2,7. Murid wajib menuliskan tabel nilai tempat dan mengisi tanda perbandingan yang tepat.
  • Murid menuliskan satu kalimat ringkasan di buku tulis: 'Cara membandingkan dua bilangan desimal adalah ...' sebagai bukti pemahaman konseptual.

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: 'jempol cepat' dan tanya jawab lisan saat pendahuluan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang nilai tempat desimal.
  • Observasi guru saat kerja kelompok: guru mencatat murid yang keliru menerapkan kaidah perbandingan (misalnya tidak memperhatikan nilai tempat satuan lebih dahulu).
  • Presentasi kelompok: murid menjelaskan satu soal di depan kelas, dinilai kelengkapan langkah dan ketepatan penggunaan tanda perbandingan.
  • Pengecekan buku tulis: guru melihat apakah murid mengisi tabel nilai tempat sebelum menentukan tanda perbandingan.

Sumatif:

  • Lembar soal asesmen akhir individual: 3 soal membandingkan pasangan bilangan desimal (masing-masing harus disertai tabel nilai tempat dan tanda perbandingan yang tepat). Dinilai berdasarkan rubrik 4 level.
  • Pernyataan ringkasan lisan: murid menyampaikan satu kalimat cara membandingkan bilangan desimal — dinilai ketepatan dan kelengkapan konsepnya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan nilai tempat bilangan desimal (TP 6.1.9.1)Murid tidak dapat mengidentifikasi nilai tempat satuan dan persepuluhan pada bilangan desimal, atau mengisi tabel nilai tempat dengan banyak kesalahan.Murid dapat mengidentifikasi nilai tempat satuan dan persepuluhan pada bilangan desimal sederhana (satu digit satuan) dengan bimbingan guru.Murid dapat mengidentifikasi nilai tempat satuan dan persepuluhan secara mandiri dan menggunakan tabel nilai tempat sebagai alat bantu membandingkan.Murid dapat menjelaskan nilai tempat satuan dan persepuluhan dengan kalimat sendiri secara lengkap dan akurat, serta mampu memandu teman memahami konsep ini.
Membandingkan dua bilangan desimal dengan tanda <, >, = (TP 6.1.9.2)Murid tidak dapat menentukan tanda perbandingan yang tepat, atau menentukan tanda secara acak tanpa dasar nilai tempat.Murid dapat menentukan tanda perbandingan yang tepat untuk 1 dari 3 soal, atau hanya benar saat satuan berbeda (belum bisa membandingkan jika satuan sama).Murid dapat menentukan tanda perbandingan yang tepat untuk minimal 2 dari 3 soal, termasuk kasus satuan sama maupun berbeda, dengan langkah yang ditunjukkan.Murid dapat menentukan tanda perbandingan yang tepat untuk semua soal, menuliskan langkah perbandingan secara sistematis (bandingkan satuan → bandingkan persepuluhan), dan dapat menjelaskan alasannya.
Komunikasi matematis (menjelaskan proses perbandingan)Murid tidak dapat menjelaskan cara membandingkan dua bilangan desimal, baik secara lisan maupun tulisan.Murid dapat menjelaskan cara perbandingan dengan kalimat tidak lengkap atau menggunakan istilah yang kurang tepat (misalnya hanya menyebut 'angkanya lebih besar' tanpa menyebut nilai tempat).Murid dapat menjelaskan cara perbandingan menggunakan istilah nilai tempat dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan cara perbandingan secara runtut dan lengkap menggunakan istilah satuan dan persepuluhan, dengan contoh konkret, sehingga mudah dipahami teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami kaidah dua langkah (bandingkan satuan dulu, lalu persepuluhan) sebelum masuk ke sesi aplikasi?
  • Miskonsepsi apa yang paling sering muncul hari ini, dan bagaimana cara saya menanganinya? Apakah penanganan tersebut efektif?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan dan murid yang cepat dengan cukup baik?
  • Berapa banyak murid yang mencapai level 'Berkembang' atau 'Sangat Berkembang' pada asesmen akhir? Apa yang perlu saya tindaklanjuti pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa langkah yang harus kamu lakukan pertama kali saat membandingkan dua bilangan desimal? Apakah kamu sudah bisa melakukannya sendiri?
  • Soal mana yang paling sulit untukmu hari ini? Mengapa kamu merasa sulit?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling menarik atau paling membantumu memahami cara membandingkan bilangan desimal?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI — Bab 1 Pecahan dan Desimal, Subbab C Bilangan Desimal (halaman 37–42).
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI — Panduan Subbab C Bilangan Desimal (halaman 44 dst.).
  3. Kartu Soal perbandingan bilangan desimal (disiapkan guru, dicetak atau ditulis tangan, berisi 6 pasang bilangan desimal per kelompok).
  4. Tabel nilai tempat tercetak (disiapkan guru sebagai scaffold untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan).
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi tabel nilai tempat.
  6. Lembar asesmen akhir individual (3 soal, disiapkan guru).
  7. Contoh konteks nyata: label harga produk, hasil lompat jauh, label berat kemasan makanan — untuk mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.