Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Penerapan Bilangan Desimal dalam Masalah Sehari-hari dan Koneksi Antar Konsep Bab

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 6 dengan topik "Penerapan Bilangan Desimal dalam Masalah Sehari-hari dan Koneksi Antar Konsep Bab". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 6: Penerapan Bilangan Desimal dalam Masalah Sehari-hari dan Koneksi Antar Konsep Bab

Matematika - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Penerapan Bilangan Desimal dalam Masalah Sehari-hari dan Koneksi Antar Konsep Bab

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPenerapan Bilangan Desimal dalam Masalah Sehari-hari dan Koneksi Antar Konsep Bab
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perbandingan dan pengurutan bilangan desimal sampai sepersepuluh dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat menghubungkan konsep pecahan (perkalian, pembagian) dengan representasi desimal untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan keduanya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat harga barang di toko yang ditulis dengan angka koma, seperti Rp 3,5 ribu per gram? Angka itu termasuk bilangan desimal — bagaimana cara kalian tahu mana yang lebih mahal atau lebih murah?
  2. Jika ada 3 teman yang masing-masing melompat sejauh 3,7 m, 2,9 m, dan 3,6 m, bagaimana cara cepat menentukan urutan jarak lompatan mereka tanpa kalkulator?
  3. Kalian sudah belajar bahwa 1/2 sama dengan 0,5. Nah, kalau ada soal yang minta kalian menghitung 3/4 dikali 8 lalu hasilnya dibandingkan dengan 5,9 — langkah mana yang akan kalian lakukan lebih dulu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa sebelum belajar (2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru menampilkan dua soal kilat di papan tulis — (1) Urutkan: 2,4 ; 1,9 ; 2,7 dari terkecil ke terbesar, dan (2) Ubah 3/5 menjadi desimal. Murid menjawab di kertas selembar selama 3 menit, lalu guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban secara lisan untuk memetakan kesiapan awal (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyelesaikan masalah sehari-hari dengan bilangan desimal dan menghubungkan pecahan dengan desimal (2 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum beberapa murid menjawab secara lisan (3 menit).
  • Guru mengingatkan secara singkat konsep prasyarat: nilai tempat desimal (satuan, persepuluhan) dan cara mengubah pecahan sederhana ke desimal dengan pembagian (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan cerita kontekstual: 'Di pasar tradisional, Pak Budi menjual tiga jenis beras. Beras merah seharga Rp 3,7 ribu/ons, beras putih Rp 2,9 ribu/ons, dan beras cokelat Rp 3,6 ribu/ons. Ibu ingin membeli beras yang paling murah.' Murid diminta membaca cerita tersebut dalam hati selama 1 menit (Berkesadaran).
  • Guru memandu murid mengidentifikasi: angka mana yang merupakan bilangan desimal, apa makna angka di belakang koma dalam konteks harga, dan apa yang ditanyakan soal. Murid mencatat poin-poin ini di buku tulis mereka.
  • Guru mendemonstrasikan strategi membandingkan dua bilangan desimal: (a) bandingkan bagian bulat dulu, (b) jika sama, bandingkan digit persepuluhan. Contoh: 3,7 vs 3,6 — bagian bulat sama (3), lalu 7 > 6, jadi 3,7 > 3,6.
  • Murid secara berpasangan mencoba membandingkan tiga bilangan dari cerita dan menuliskan urutan dari termurah ke termahal di buku tulis masing-masing. Pasangan dipilih secara acak (Berkesadaran — murid hadir penuh dalam proses berpikir bersama).
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: beberapa pasangan berbagi jawaban dan alasan, guru meluruskan miskonsepsi jika ada (misalnya murid yang membandingkan 2,9 dan 3,6 hanya dari digit pertama).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Tiap kelompok mendapat Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi dua soal kontekstual (Bermakna — konteks nyata kehidupan sehari-hari).
  • Soal 1 (TP 6.1.11.1): 'Hasil pengukuran tinggi badan empat teman: Ani 1,4 m, Budi 1,6 m, Cici 1,5 m, Dodi 1,3 m. (a) Siapa yang paling tinggi? (b) Urutkan dari yang paling pendek ke paling tinggi!' Murid mendiskusikan dan menuliskan jawaban beserta alasan langkah demi langkah.
  • Soal 2 (TP 6.1.11.2): 'Ibu membeli 3/4 kg gula. Harga gula Rp 8 ribu/kg. Kakak membayar dengan uang Rp 10 ribu. (a) Berapa kg gula yang dibeli dalam bentuk desimal? (b) Berapa rupiah yang harus dibayar? (c) Berapa kembaliannya?' Murid menghubungkan konsep pembagian pecahan (3/4 = 3 ÷ 4 = 0,75 ≈ 0,8 dibulatkan ke persepuluhan) dengan operasi desimal.
  • Selama kerja kelompok, guru berkeliling memantau proses diskusi, mengajukan pertanyaan probing: 'Mengapa kalian memilih strategi itu? Bagaimana kalian tahu langkah pertama yang harus dilakukan?' (Asesmen Proses: observasi).
  • Setelah 12 menit, perwakilan dua kelompok mempresentasikan jawaban mereka di depan kelas. Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan (Menggembirakan — suasana diskusi terbuka dan aman).
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif dan menegaskan koneksi antara pecahan dan desimal: 'Ketika kalian mengubah 3/4 menjadi 0,75, kalian sebenarnya sedang melakukan pembagian — dan hasilnya bisa langsung kita pakai dalam soal desimal!'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan 'Jeda Berpikir' selama 2 menit: murid memejamkan mata sejenak dan memikirkan — konsep apa yang baru saja mereka pahami hari ini dan di mana konsep ini pernah mereka temui dalam kehidupan sehari-hari (Berkesadaran).
  • Murid menuliskan di sticky note (atau selembar kertas kecil) dua hal: (1) satu hal yang sudah mereka pahami dengan jelas, dan (2) satu hal yang masih membingungkan atau ingin mereka pelajari lebih lanjut.
  • Guru memimpin sesi 'Koneksi Bab': murid diajak mengingat kembali topik-topik Bab 1 yang telah dipelajari (perkalian pecahan, pembagian pecahan, konversi ke desimal, membandingkan, mengurutkan). Guru menggambar peta konsep sederhana di papan dan meminta murid menyebutkan koneksi antar topik tersebut secara lisan.
  • Guru menutup tahap refleksi dengan pertanyaan: 'Mengapa penting bagi kalian untuk bisa berpindah antara bentuk pecahan dan desimal dalam satu soal cerita?' Beberapa murid berbagi pendapat (Bermakna — membangun kesadaran akan relevansi konsep).

Penutup:

  • Asesmen Akhir (sumatif): Guru memberikan 2 soal exit ticket secara individual selama 5 menit — (1) 'Urutkan bilangan berikut dari terbesar ke terkecil: 4,2 ; 3,8 ; 4,5 ; 3,9', dan (2) 'Pak Rudi memiliki 2/5 liter bensin. Tetangganya memiliki 0,6 liter bensin. Siapa yang memiliki bensin lebih banyak? Jelaskan langkahmu!' Murid mengumpulkan jawaban sebelum kelas berakhir.
  • Guru memandu murid mengisi lembar refleksi singkat dengan dua pertanyaan tertulis (lihat bagian Refleksi Murid).
  • Guru merangkum koneksi utama bab: bilangan desimal adalah cara lain menyajikan pecahan, dan keduanya dapat digunakan bergantian untuk menyelesaikan masalah nyata.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas partisipasi murid dan menginformasikan bahwa materi Bab 1 telah selesai, serta mengingatkan jadwal asesmen sumatif bab berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan LKS versi scaffolded yang menyertakan langkah-langkah prosedur secara tersurat (contoh: kolom 'Langkah 1: Bandingkan bagian bulat dulu') dan bilangan desimal yang lebih sederhana (selisih lebih jelas). Murid yang sudah mahir diberikan soal ekstensi dengan tiga atau lebih bilangan desimal yang berdekatan nilainya (contoh: 4,1 ; 4,3 ; 4,2 ; 4,0) atau konteks yang lebih kompleks seperti data nilai gizi dari kemasan produk.
  • Proses: Selama kerja kelompok, guru mendampingi kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih dengan mengajukan pertanyaan pemandu bertahap. Murid cepat diberi peran sebagai 'tutor sebaya' untuk membantu teman dalam kelompok, atau diminta membuat soal cerita sendiri menggunakan bilangan desimal dari konteks kehidupan mereka.
  • Produk: Murid yang sudah mencapai TP diminta membuat mini-poster atau cerita bergambar sederhana tentang satu situasi nyata yang melibatkan perbandingan bilangan desimal. Murid yang masih dalam proses cukup menjawab soal LKS standar dan exit ticket.

ASESMEN

Awal:

  • Dua soal kilat tertulis di awal pendahuluan (3 menit): (1) Urutkan 2,4 ; 1,9 ; 2,7 dari terkecil ke terbesar. (2) Ubah 3/5 menjadi bentuk desimal. Guru menggunakan hasil ini untuk memetakan murid yang sudah siap, yang perlu penguatan, dan yang perlu scaffolding tambahan sebelum kegiatan inti dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung selama diskusi kelompok: guru berkeliling dan mencatat murid yang mengalami kesulitan dalam membandingkan bilangan desimal atau mengonversi pecahan ke desimal.
  • Pertanyaan probing lisan kepada kelompok: 'Apa yang kalian lakukan pertama kali saat membandingkan 3,7 dan 3,6?' untuk menggali strategi berpikir murid.
  • Pemantauan presentasi kelompok: guru menilai ketepatan jawaban dan kualitas penjelasan verbal murid terkait koneksi pecahan–desimal.

Akhir:

  • Exit ticket individual (2 soal, dikerjakan 5 menit sebelum penutup): Soal 1 — mengurutkan empat bilangan desimal dari terbesar ke terkecil (aspek TP 6.1.11.1). Soal 2 — membandingkan nilai pecahan 2/5 dengan desimal 0,6 dan menjelaskan langkah penyelesaiannya (aspek TP 6.1.11.2). Guru mengoreksi exit ticket setelah kelas untuk menentukan murid yang perlu remedial atau pengayaan.

Formatif:

  • Observasi guru selama kerja kelompok: memperhatikan proses diskusi, strategi yang digunakan, dan ketepatan argumentasi murid dalam membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal.
  • Pertanyaan probing lisan selama kerja kelompok: guru mengajukan pertanyaan seperti 'Mengapa kamu memilih langkah ini pertama?' untuk menggali pemahaman proses.
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan jawaban dan kemampuan murid menjelaskan hubungan antara pecahan dan desimal secara lisan.
  • Sticky note refleksi: guru membaca catatan murid tentang hal yang dipahami dan yang masih membingungkan untuk menentukan tindak lanjut.

Sumatif:

  • Exit ticket individual (2 soal) di akhir pembelajaran: mengurutkan bilangan desimal dan membandingkan nilai pecahan dengan desimal disertai penjelasan langkah.
  • Penilaian LKS kelompok berdasarkan kelengkapan jawaban, ketepatan prosedur, dan kemampuan menghubungkan konsep pecahan dengan desimal.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Desimal (TP 6.1.11.1)Murid belum mampu membandingkan dua bilangan desimal dengan benar, atau membuat kesalahan pada setiap soal yang diberikan.Murid dapat membandingkan dua bilangan desimal sederhana dengan selisih jelas (contoh: 2,1 vs 3,5), tetapi masih kesulitan saat bagian bulat sama atau saat mengurutkan lebih dari dua bilangan.Murid dapat membandingkan dan mengurutkan tiga atau lebih bilangan desimal dengan tepat menggunakan strategi nilai tempat, meskipun penjelasan lisannya masih belum lengkap.Murid dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal dalam konteks soal cerita dengan tepat, menjelaskan strategi yang digunakan secara runtut dan logis, serta mengidentifikasi kesalahan umum.
Menghubungkan Pecahan dengan Desimal dalam Penyelesaian Masalah (TP 6.1.11.2)Murid tidak dapat mengubah pecahan ke desimal atau sebaliknya, dan tidak menunjukkan langkah penyelesaian yang relevan.Murid dapat mengubah pecahan sederhana ke desimal (misal 1/2 = 0,5), tetapi kesulitan menerapkannya dalam soal cerita atau belum mampu menghubungkan keduanya secara bermakna.Murid dapat mengubah pecahan ke desimal dan menggunakannya untuk menyelesaikan satu soal cerita dengan langkah yang sebagian besar benar, meskipun ada satu langkah yang kurang tepat.Murid secara mandiri mengonversi pecahan ke desimal, menerapkannya dalam soal cerita multi-langkah, dan mampu menjelaskan mengapa representasi desimal lebih praktis digunakan dalam konteks tertentu.
Penalaran dan Komunikasi MatematisMurid tidak menuliskan langkah penyelesaian atau penjelasan; jawaban hanya berupa angka tanpa alasan.Murid menuliskan sebagian langkah tetapi alurnya tidak runtut atau penjelasannya tidak terhubung dengan soal.Murid menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan alasan yang cukup jelas, meskipun ada satu bagian yang kurang lengkap.Murid menuliskan langkah penyelesaian yang runtut, lengkap, dan disertai penjelasan yang menunjukkan pemahaman konsep; mampu mengkomunikasikan koneksi antar konsep bab secara jelas baik lisan maupun tulisan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai TP 6.1.11.1 dan 6.1.11.2 berdasarkan hasil exit ticket? Murid mana yang perlu remedial dan murid mana yang perlu pengayaan?
  • Apakah konteks cerita yang digunakan (harga beras, tinggi badan, bensin) terasa relevan dan memotivasi murid? Konteks apa yang akan saya coba di pertemuan selanjutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam di kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang hari ini benar-benar saya pahami tentang bilangan desimal adalah... (tuliskan dengan kalimatmu sendiri).
  • Satu hal yang masih membingungkan atau ingin saya pelajari lebih lanjut adalah...
  • Di mana dalam kehidupan sehari-hari saya bisa menggunakan apa yang saya pelajari hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek, edisi Kurikulum Merdeka) — Bab 1 Pecahan dan Desimal, Subbab C
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas VI SD (Kemendikbudristek, edisi Kurikulum Merdeka) — Bab 1
  3. Lembar Kerja Siswa (LKS) pertemuan 6.1.11 — disusun guru (tersedia dalam dua versi: standar dan scaffolded)
  4. Sticky note / kertas kecil untuk refleksi dan exit ticket
  5. Papan tulis / whiteboard untuk demonstrasi strategi nilai tempat desimal dan peta konsep bab
  6. Contoh kemasan produk (gambar label nilai gizi) sebagai media kontekstual opsional
  7. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) Kurikulum Merdeka versi Deep Learning 2025

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.