MODUL AJAR Matematika — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 1 — Pecahan dan Desimal INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Pecahan dan Desimal |
|---|
| Alokasi Waktu | 38 JP (38 x 35 menit = 1330 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 16 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
- TP 6.1.3 Mengubah pecahan menjadi bilangan desimal
- TP 6.1.4 Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
- TP 6.1.5 Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika satu gelas membutuhkan 1/4 liter air, berapa liter air yang dibutuhkan untuk membuat 3 gelas yang sama?
- Bagaimana gambar pecahan dapat membantu kita menentukan hasil perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa?
- Jika perkalian bilangan asli 3 x 4 diartikan sebagai 4 + 4 + 4, bagaimana jika kita menghitung 3 x 2/5?
- Mengapa saat menjumlahkan 2/5 sebanyak 3 kali, angka penyebutnya tetap 5 dan tidak berubah menjadi 15?
- Jika satu kantong gula berisi 1 1/2 kg, berapakah berat 4 kantong gula yang sama?
- Bagaimana cara mengalikan pecahan campuran dengan bilangan asli secara tepat dan runtut?
- Jika kita memiliki 1/2 potong kue tart lalu dibagi rata untuk 3 orang anak, apakah bagian setiap anak menjadi lebih besar atau lebih kecil dari 1/2?
- Bagaimana kita membuktikan hasil dari pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli menggunakan kertas lipat atau gambar konkret?
- Bagaimana aturan prosedural jika kita membagi pecahan biasa seperti 1/3 dengan bilangan asli 2?
- Mengapa membagi pecahan biasa dengan bilangan asli sama hasilnya dengan mengalikan penyebut pecahan tersebut dengan bilangan aslinya?
- Jika kamu memiliki 1 1/2 potong kue dan ingin membaginya rata kepada 3 teman, berapa bagian kue yang diterima setiap orang?
- Bagaimana cara termudah membagi pecahan campuran dengan bilangan asli jika kita sudah menguasai pembagian pecahan biasa?
- Bagaimana kita membedakan apakah suatu masalah cerita pecahan diselesaikan dengan perkalian atau pembagian?
- Jika sebuah resep kue membutuhkan 2/3 kg terigu dan kita ingin membuat 3 porsi kue, operasi hitung apa yang harus digunakan?
- Jika sebuah kue dipotong menjadi 10 bagian sama besar dan kamu mengambil 3 potong (3/10), bagaimana bentuk bilangannya jika dituliskan dalam tanda koma?
- Apa arti satu angka di belakang tanda koma pada bilangan desimal seperti 0,7 jika dihubungkan dengan pecahan berpenyebut 10?
- Bagaimana cara kita mengubah pecahan 1/2 atau 1/5 menjadi bilangan desimal jika penyebutnya belum bernilai 10?
- Mengapa kita perlu mengubah penyebut pecahan menjadi 10 terlebih dahulu sebelum menuliskannya dalam bentuk desimal satu angka di belakang koma?
- Jika sebuah resep kue membutuhkan 1 1/2 kg tepung terigu, bagaimana cara menuliskannya dalam angka desimal pada timbangan digital satu angka di belakang koma?
- Bagian manakah dari pecahan campuran yang menentukan angka di depan tanda koma, dan bagian manakah yang menentukan angka di belakang tanda koma?
- Jika kita memiliki bilangan 0,4 dan 0,7 pada sebuah penggaris atau garis bilangan, bilangan manakah yang berada lebih ke kanan?
- Bagaimana garis bilangan membantu kita memastikan bilangan desimal mana yang bernilai lebih besar atau lebih kecil?
- Jika ada dua bilangan desimal yaitu 3,4 dan 3,8, bagaimana kita membandingkan nilai tempatnya untuk menentukan mana yang lebih besar?
- Manakah yang lebih dahulu diperiksa saat membandingkan dua bilangan desimal: angka pada nilai tempat satuan atau persepuluhan?
- Jika kita memiliki tiga bilangan desimal yaitu 1,8; 0,9; dan 1,4, bilangan manakah yang nilainya paling kecil?
- Bagaimana cara kita menyusun tiga bilangan desimal tersebut secara berurutan mulai dari yang nilainya paling kecil hingga paling besar?
- Jika kita memiliki bilangan 3,4; 1,8; 4,2; dan 2,5, manakah bilangan yang nilainya paling besar?
- Bagaimana urutan bilangan desimal tersebut jika kita susun mulai dari yang terbesar hingga terkecil?
- Jika hasil lompatan Bayu adalah 3,6 meter dan Didi 2,9 meter, lompatan siapakah yang lebih jauh?
- Bagaimana cara kita menyusun urutan hasil pengukuran berat buah dari yang paling ringan hingga yang paling berat jika angkanya berupa bilangan desimal satu angka di belakang koma?
- Bagaimana kita menerapkan aturan perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli secara runtut untuk menyelesaikan masalah hitung?
- Bagaimana keterkaitan bentuk pecahan dan bilangan desimal satu angka di belakang koma saat kita membandingkan serta mengurutkannya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Melakukan Operasi Perkalian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli Berbantuan Representasi Visual — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, berdoa, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melakukan apersepsi dengan mengingatkan konsep pecahan biasa sebagai bagian dari keseluruhan menggunakan model persegi berpetak (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 soal pecahan pada papan tulis: (1) Arsiran 1 bagian dari 4 petak sama besar bernilai pecahan berapa? (Acuan: 1/4); (2) Jika ada 3 buah arsiran 1/4 yang digabungkan, berapa nilai total pecahannya? (Acuan: 3/4) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memodelkan konsep perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa menggunakan representasi visual persegi berpetak, misalnya menghitung 3 x 2/5 dengan mengarsir 2 petak dari 5 petak pada 3 persegi yang sama sehingga diperoleh total 6 petak bernilai 6/5 (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengamati lembar peraga dan mencocokkan model visual arsir pecahan dengan bentuk operasi perkalian yang bersesuaian (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan visual 'Pasang Kartu Pecahan', yaitu mencocokkan kartu operasi perkalian dengan kartu diagram blok arsir yang tepat: Kartu A '2 x 3/7' dipasangkan dengan gambar 2 persegi terbagi 7 dengan masing-masing 3 petak terarsir (hasil 6/7); Kartu B '4 x 1/5' dipasangkan dengan gambar 4 persegi terbagi 5 dengan masing-masing 1 petak terarsir (hasil 4/5); Kartu C '3 x 2/9' dipasangkan dengan gambar 3 persegi terbagi 9 dengan masing-masing 2 petak terarsir (hasil 6/9) (15 menit).
- Murid mengerjakan latihan terbimbing melakukan operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi visual gambar berpetak pada Lembar Kerja Latihan (3 butir soal: (1) 3 x 1/4 [gambar 3 petak 1/4; acuan: 3/4], (2) 2 x 3/8 [gambar 2 kelompok arsiran 3/8; acuan: 6/8], (3) 4 x 2/9 [gambar 4 kelompok arsiran 2/9; acuan: 8/9]) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil arsiran visual dan hasil perkalian pecahan bersama guru, memverifikasi kesesuaian antara jumlah bagian yang diarsir dengan pembilang pada hasil perkalian (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa secara visual sama dengan menggabungkan arsiran pecahan sebanyak bilangan asli tersebut (5 menit).
- Guru memberikan cek pemahaman akhir pertemuan dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang operasi perkalian pecahan menggunakan bentuk penjumlahan berulang, lalu menutup dengan doa (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas berpetak yang sudah terbagi garis pembagi pecahannya; murid yang mahir diberikan bidang kosong untuk membagi petak dan mengarsir sendiri.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru membaca model visual arsiran langkah demi langkah; murid mandiri bekerja secara berpasangan.
- Produk: Semua murid menyelesaikan soal operasi perkalian yang sama; murid yang mahir menambahkan representasi visual alternatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal tes lisan/tulis singkat diagnostik: (1) Tuliskan pecahan dari gambar 1 petak terarsir dari 4 petak yang sama besar! (Acuan: 1/4); (2) Jika ada 3 petak masing-masing bernilai 1/4 digabungkan, berapakah total pecahannya? (Acuan: 3/4).
Proses:- Penilaian pengerjaan 3 butir soal Latihan Terbimbing berbantuan visual: Butir 1: 3 x 1/4 dengan mengarsir 3 buah pecahan 1/4 (Acuan: 3/4); Butir 2: 2 x 3/8 dengan mengarsir 2 kelompok 3/8 (Acuan: 6/8); Butir 3: 4 x 2/9 dengan mengarsir 4 kelompok 2/9 (Acuan: 8/9).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 butir soal penutup: Hitunglah hasil dari operasi 5 x 1/7 menggunakan bantuan representasi visual arsiran petak! (Acuan: menggambar 5 bagian masing-masing terarsir 1/7, total arsiran 5 petak dari 7, hasil akhir 5/7).
Formatif:- Asesmen diagnostik di awal pembelajaran berupa 2 soal pengenalan pecahan dan penggabungan bagian terarsir.
- Observasi unjuk kerja dan penilaian lembar kerja latihan operasi perkalian pecahan biasa berbantuan representasi visual selama kegiatan inti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi visual | Belum mampu menentukan hasil operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli dan belum mampu membuat representasi visual arsiran secara tepat (0 butir benar dari 3 butir acuan). | Mampu menentukan hasil operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi visual sebanyak 1 dari 3 butir acuan dengan tepat melalui bimbingan intensif. | Mampu menentukan hasil operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi visual sebanyak 2 dari 3 butir acuan dengan tepat secara mandiri. | Mampu menentukan hasil operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi visual untuk seluruh 3 butir acuan (3 x 1/4 = 3/4; 2 x 3/8 = 6/8; 4 x 2/9 = 8/9) secara tepat dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah representasi visual model berpetak mempermudah murid memahami konsep perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang membutuhkan waktu bimbingan lebih banyak bagi murid yang belum menguasai pecahan satuan?
Murid:- Bagaimana gambar petak membantumu menemukan jawaban dari perkalian pecahan?
- Soal mana yang paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan hari ini?
Pertemuan 2 — Melakukan Operasi Perkalian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli Menggunakan Bentuk Penjumlahan Berulang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan kehadiran murid di kelas (2 menit).
- Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan konsep perkalian bilangan asli sebagai penjumlahan berulang, misalnya 4 x 3 = 3 + 3 + 3 + 3 = 12 (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis pada selembar kertas berisikan 2 butir soal: (1) Ubahlah 4 x 2 menjadi bentuk penjumlahan berulang dan tentukan hasilnya; (2) Hitunglah hasil penjumlahan berulang pecahan berpenyebut sama: 1/7 + 1/7 + 1/7. (acuan: (1) 2 + 2 + 2 + 2 = 8; (2) (1+1+1)/7 = 3/7) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pemodelan guru di papan tulis mengenai konsep perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa sebagai penjumlahan berulang menggunakan contoh konkret: 3 x 2/5 = 2/5 + 2/5 + 2/5 = (2 + 2 + 2)/5 = 6/5 (15 menit).
- Murid mengamati pembuktian aturan prosedural a x (b/c) = (a x b)/c bahwa 3 x 2/5 sama dengan (3 x 2)/5 = 6/5 dengan menekankan bahwa penyebut tetap tidak dijumlahkan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpartisipasi dalam aktivitas tantangan permainan berpasangan 'Estafet Penjumlahan Berulang': Murid A menuliskan bentuk penjumlahan berulang dan Murid B menghitung hasil akhirnya pada 3 kartu tantangan berikut: Kartu 1: 4 x 1/5; Kartu 2: 3 x 2/7; Kartu 3: 5 x 2/11 (acuan: Kartu 1 = 1/5 + 1/5 + 1/5 + 1/5 = 4/5; Kartu 2 = 2/7 + 2/7 + 2/7 = 6/7; Kartu 3 = 2/11 + 2/11 + 2/11 + 2/11 + 2/11 = 10/11) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Perkalian Pecahan berisi 4 butir soal: (1) 2 x 3/8; (2) 5 x 1/6; (3) 3 x 4/13; (4) 4 x 2/9 ke dalam bentuk penjumlahan berulang dan menghitung hasilnya (acuan: (1) 3/8 + 3/8 = 6/8 atau 3/4; (2) 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 = 5/6; (3) 4/13 + 4/13 + 4/13 = 12/13; (4) 2/9 + 2/9 + 2/9 + 2/9 = 8/9) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar latihan mandiri secara terbuka di papan tulis dan memeriksa ketepatan langkah pengubahan perkalian ke penjumlahan berulang (10 menit).
- Murid menuliskan satu kesimpulan penting di buku catatan mengenai alasan mengapa penyebut pecahan tidak dijumlahkan saat mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa perkalian bilangan asli dengan pecahan biasa a x (b/c) adalah menjumlahkan pecahan b/c sebanyak a kali dengan hasil (a x b)/c (5 menit).
- Murid menyelesaikan asesmen akhir berupa 1 butir cek pemahaman mandiri: 'Ubahlah 3 x 3/10 ke bentuk penjumlahan berulang dan tentukan hasilnya!' (acuan: 3/10 + 3/10 + 3/10 = 9/10) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya (perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli), dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan template penjumlahan berulang berpetak kosong, sedangkan murid berkemampuan cepat diberikan pecahan dengan pembilang dan bilangan asli yang lebih variatif.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dijumlahkan secara bertahap dengan pendampingan langsung guru, sedangkan murid yang mahir langsung menyelesaikan tantangan mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja perkalian pecahan; murid mahir diminta menuliskan hasil akhir dalam bentuk pecahan paling sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis 2 butir: (1) Ubahlah bentuk 4 x 2 menjadi bentuk penjumlahan berulang dan tentukan hasilnya! (acuan: 2 + 2 + 2 + 2 = 8); (2) Tentukan hasil dari 1/7 + 1/7 + 1/7! (acuan: (1 + 1 + 1)/7 = 3/7).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan murid menyelesaikan kartu tantangan estafet: Kartu 1 (4 x 1/5 = 1/5 + 1/5 + 1/5 + 1/5 = 4/5), Kartu 2 (3 x 2/7 = 2/7 + 2/7 + 2/7 = 6/7), Kartu 3 (5 x 2/11 = 2/11 + 2/11 + 2/11 + 2/11 + 2/11 = 10/11).
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 4 butir: (1) 2 x 3/8 = 3/8 + 3/8 = 6/8; (2) 5 x 1/6 = 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 = 5/6; (3) 3 x 4/13 = 4/13 + 4/13 + 4/13 = 12/13; (4) 4 x 2/9 = 2/9 + 2/9 + 2/9 + 2/9 = 8/9.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir: Ubahlah 3 x 3/10 ke dalam bentuk penjumlahan berulang dan tentukan hasilnya! (acuan: 3/10 + 3/10 + 3/10 = 9/10).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal di kegiatan pendahuluan berupa pengubahan perkalian bilangan cacah dan penjumlahan pecahan berpenyebut sama
- Asesmen formatif unjuk kerja proses melalui tantangan berpasangan estafet dan latihan mandiri tertulis di kegiatan inti
- Asesmen formatif akhir berupa cek pemahaman mandiri di penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli melalui penjumlahan berulang | Belum mampu mengubah perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli menjadi bentuk penjumlahan berulang dan belum memperoleh hasil perkalian yang tepat pada keempat butir lembar latihan (0 butir benar dari target 4 butir acuan: 2x3/8; 5x1/6; 3x4/13; 4x2/9). | Mampu mengubah perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli menjadi penjumlahan berulang dan menghitung hasilnya secara tepat pada 1-2 butir dari 4 butir acuan lembar latihan (butir 1: 6/8, butir 2: 5/6, butir 3: 12/13, butir 4: 8/9) dengan bantuan guru. | Mampu mengubah perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli menjadi penjumlahan berulang dan menghitung hasilnya secara tepat pada 3 butir dari 4 butir acuan lembar latihan (butir 1: 6/8, butir 2: 5/6, butir 3: 12/13, butir 4: 8/9) secara mandiri. | Mampu mengubah perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli menjadi penjumlahan berulang serta menghitung hasilnya secara tepat pada seluruh 4 butir acuan lembar latihan (butir 1: 6/8, butir 2: 5/6, butir 3: 12/13, butir 4: 8/9) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami dengan jelas bahwa penyebut pecahan tidak dijumlahkan saat operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran menggunakan penjumlahan berulang yang paling membantu murid memahami rumus prosedural perkalian pecahan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pahami tentang cara mengalikan bilangan asli dengan pecahan biasa hari ini?
- Bagian mana yang menurutmu paling mudah atau paling menantang saat mengubah perkalian pecahan menjadi penjumlahan berulang?
Pertemuan 3 — Melakukan Operasi Perkalian Pecahan Campuran dengan Bilangan Asli — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli (2 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat berupa 2 soal di papan tulis untuk menguji kesiapan materi prasyarat: (1) Ubahlah 1 1/2 menjadi pecahan biasa (acuan: 3/2); (2) Hitunglah hasil 3/2 x 4 (acuan: 12/2 = 6). Guru memeriksa jawaban murid secara langsung (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak pemodelan guru di papan tulis tentang dua strategi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli menggunakan contoh 3 x 1 1/2: Strategi 1 mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa (3 x 3/2 = 9/2 = 4 1/2), Strategi 2 menggunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan ((3 x 1) + (3 x 1/2) = 3 + 3/2 = 3 + 1 1/2 = 4 1/2) (15 menit).
- Murid bersama guru mencoba menyelesaikan contoh soal kedua: 2 x 2 1/4 dengan kedua cara secara runtut (acuan cara 1: 2 x 9/4 = 18/4 = 4 2/4 = 4 1/2; cara 2: (2 x 2) + (2 x 1/4) = 4 + 2/4 = 4 1/2) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan mengikuti aktivitas permainan kartu tantangan hitung cepat 'Tangkas Pecahan' untuk menyelesaikan 3 soal perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli yang dituliskan di lembar tantangan: Soal 1: 4 x 1 1/2 (acuan: 4 x 3/2 = 12/2 = 6); Soal 2: 2 x 3 1/3 (acuan: 2 x 10/3 = 20/3 = 6 2/3); Soal 3: 1 1/4 x 5 (acuan: 5/4 x 5 = 25/4 = 6 1/4) (20 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan pada Lembar Kerja berisi 3 butir soal perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli: (1) 3 x 2 1/5; (2) 4 x 1 3/8; (3) 2 2/3 x 6 (acuan kunci: (1) 3 x 11/5 = 33/5 = 6 3/5; (2) 4 x 11/8 = 44/8 = 5 4/8 = 5 1/2; (3) 8/3 x 6 = 48/3 = 16) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan pengerjaan mandirinya bersama konfirmasi guru, meneliti letak kekeliruan (apakah saat mengubah ke pecahan biasa atau saat mengalikan pembilang), dan menuliskan cara penyelesaian yang paling mudah dipahami di buku catatan masing-masing (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan prosedur operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli (mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, lalu mengalikan pembilang dengan bilangan asli, penyebut tetap, kemudian menyederhanakan hasilnya) (8 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir (cek pemahaman singkat 1 butir) dan guru menutup pembelajaran dengan apresiasi serta doa (7 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan langkah perubahan pecahan campuran ke pecahan biasa, sedangkan murid yang mahir diberikan pecahan campuran dengan penyebut lebih bervariasi.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan scaffolding bertahap, sementara murid yang mahir menyelesaikan soal latihan secara mandiri penuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan penyelesaian operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli, murid cepat dapat menuliskan jawaban dalam bentuk pecahan paling sederhana.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis di papan tulis (2 butir): (1) Ubahlah 1 1/2 menjadi pecahan biasa (acuan kunci: 3/2); (2) Hitunglah hasil dari 3/2 x 4 (acuan kunci: 12/2 = 6).
Proses:- Formatif latihan mandiri pada tahap Mengaplikasi berupa 3 butir soal: (1) 3 x 2 1/5; (2) 4 x 1 3/8; (3) 2 2/3 x 6 (acuan kunci: (1) 33/5 atau 6 3/5; (2) 44/8 atau 5 4/8 atau 5 1/2; (3) 48/3 = 16).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis individu (1 butir soal pada penutup): Hitunglah hasil dari 5 x 1 2/5! (acuan kunci: 5 x 7/5 = 35/5 = 7).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan berpasangan
- Pemeriksaan hasil latihan mandiri operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan melakukan operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli | Belum mampu mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa dan belum tepat melakukan perkalian dengan bilangan asli (0 dari 3 butir latihan mandiri benar: butir (1) 3 x 2 1/5 = 6 3/5; (2) 4 x 1 3/8 = 5 1/2; (3) 2 2/3 x 6 = 16). | Mampu mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa tetapi masih keliru dalam operasi perkalian atau penyederhanaan (hanya 1 dari 3 butir latihan mandiri benar sesuai acuan). | Mampu melakukan operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli secara tepat (2 dari 3 butir latihan mandiri benar sesuai acuan). | Mampu melakukan operasi perkalian pecahan campuran dengan bilangan asli secara mandiri, tepat, dan dalam bentuk paling sederhana (seluruh 3 butir latihan mandiri benar: (1) 6 3/5; (2) 5 1/2; (3) 16). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid memahami langkah mengubah pecahan campuran ke pecahan biasa sebelum melakukan operasi perkalian?
- Bagian mana dari langkah perkalian pecahan campuran yang paling banyak menimbulkan kekeliruan perhitungan pada murid?
Murid:- Langkah mana yang menurutmu paling mudah: mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa atau mengalikan pembilang dengan bilangan asli?
- Apa yang akan kamu lakukan jika menemukan pecahan campuran dengan angka yang besar saat dikalikan?
Pertemuan 4 — Melakukan Operasi Pembagian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli Berbantuan Model Konkret — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama secara tertib (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta mengondisikan kesiapan fisik dan meja belajar agar siap untuk bereksplorasi (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 soal lisan/tulis di papan tulis: (1) Menunjukkan representasi visual dari pecahan 1/2 dan 1/3 menggunakan arsiran persegi panjang (acuan: gambar persegi panjang terbagi 2 sama besar diarsir 1 bagian; gambar persegi panjang terbagi 3 sama besar diarsir 1 bagian); (2) Makna pembagian bilangan asli: 6 : 2 = ... (acuan: 3, yaitu membagi 6 benda menjadi 2 kelompok sama banyak) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan model konkret kertas lipat dan diagram batang (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan masalah kontekstual berbantuan model konkret kertas lipat: selembar kertas mewakili 1 bagian utuh dilipat menjadi 2 sama besar dan diarsir satu bagiannya sehingga menunjukkan pecahan 1/2; kemudian bagian 1/2 tersebut dilipat lagi menjadi 3 bagian sama besar untuk memperagakan operasi pembagian 1/2 : 3 (10 menit).
- Murid mengamati secara berkesadaran bahwa ketika 1 bagian dari 1/2 dibagi menjadi 3 bagian sama besar, seluruh kertas utuh kini terbagi rata menjadi 6 bagian yang sama besar, sehingga satu bagian kecil bernilai 1/6, yang membuktikan bahwa 1/2 : 3 = 1/6 (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi menjadi pasangan kolaboratif untuk memainkan tantangan menggembirakan 'Misi Lipat & Potong Pecahan', di mana setiap pasangan mendapat lembar model pecahan persegi panjang dan kartu tantangan operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli (10 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan 3 butir operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli menggunakan model konkret kertas berpetak/lipat: Butir 1: 1/3 : 2 = ... (acuan: kertas dibagi 3 sama besar, diarsir 1/3, lalu bagian 1/3 dibagi 2 sama rata sehingga seluruh kertas menjadi 6 petak sama, hasil = 1/6); Butir 2: 1/4 : 3 = ... (acuan: kertas dibagi 4 sama besar, diarsir 1/4, lalu bagian 1/4 dibagi 3 sama rata sehingga seluruh kertas menjadi 12 petak sama, hasil = 1/12); Butir 3: 2/5 : 2 = ... (acuan: kertas dibagi 5 sama besar, diarsir 2 bagian bernilai 2/5, lalu kedua bagian itu dibagi 2 kelompok sama banyak sehingga setiap kelompok mendapat 1 petak perlima, hasil = 1/5 atau 2/10 yang ekuivalen dengan 1/5) (15 menit).
- Murid bersama pasangannya memverifikasi hasil lipatan dan arsiran secara konkret dan mencatat kalimat matematika pembagian beserta hasil akhirnya pada lembar kerja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya meninjau kembali hasil pengerjaan ketiga butir pembagian pecahan dan mengamati pola hubungan antara penyebut awal, bilangan asli pembagi, dan penyebut hasil bagi (10 menit).
- Murid menyimpulkan makna operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli: membagi bagian pecahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil sebanyak bilangan aslinya, sehingga ukuran masing-masing bagian menjadi lebih kecil (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan konsep pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi konkret (4 menit).
- Murid mengerjakan tes akhir pemahaman formatif mandiri berisi 1 soal pembagian pecahan biasa berbantuan gambar model: hitunglah 1/4 : 2 = ... dengan menggambar model persegi panjang terarsir (acuan: gambar persegi panjang terbagi 4, 1 bagian diarsir, lalu bagian arsir dibagi 2 sehingga bernilai 1/8; hasil = 1/8) (4 menit).
- Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai kegiatan belajar yang telah dilakukan dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pembagian pecahan biasa secara prosedural (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kertas lipat dengan garis panduan lipat (grid petak transparan) bagi murid yang memerlukan dukungan motorik/visual, serta kertas polos bagi murid yang sudah mahir menggambar dan melipat representasi sendiri.
- Proses: Memberikan bimbingan terstruktur langkah demi langkah melipat bagi murid yang belum mantap menentukan pembagian petak; memberikan tantangan tambahan berupa pecahan biasa dengan pembilang lebih dari satu (misalnya 3/4 : 3) bagi murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Murid boleh menunjukkan pembuktian hasil operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli dalam bentuk model lipatan kertas fisik atau sketsa gambar petak berwarna pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan mengenai: (1) Menggambar representasi visual pecahan 1/2 dan 1/3 pada persegi panjang (acuan: persegi panjang dibagi 2 bagian sama besar dengan 1 bagian diarsir; persegi panjang dibagi 3 bagian sama besar dengan 1 bagian diarsir); (2) Menghitung operasi pembagian bilangan asli 6 : 2 = ... (acuan: 3, yaitu membagi 6 satuan menjadi 2 kelompok sama rata).
Proses:- Pengamatan formatif saat pengerjaan 3 butir soal latihan berpasangan berbantuan kertas lipat/grid: Butir 1: 1/3 : 2 (acuan hasil: 1/6); Butir 2: 1/4 : 3 (acuan hasil: 1/12); Butir 3: 2/5 : 2 (acuan hasil: 1/5 atau 2/10). Guru menilai ketepatan manipulasi model visual dan hasil operasi hitung.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di penutup: Murid menyelesaikan 1 soal pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan gambar model konkret: 1/4 : 2 = ... (acuan: murid menggambar persegi panjang dibagi 4 sama besar lalu membagi bagian 1/4 tersebut menjadi 2 sama rata sehingga menghasilkan 1 bagian dari 8 petak keseluruhan, hasil akhir = 1/8).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi model konkret lipatan kertas saat mengerjakan kartu tantangan pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli.
- Pemeriksaan lembar kerja pengerjaan 3 butir operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan representasi model konkret.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli berbantuan model konkret | Belum mampu membagi model konkret pecahan biasa dan keliru menghitung hasil operasi pada seluruh 3 butir soal latihan (0 dari 3 butir tepat). | Mampu membagi model konkret dan menentukan hasil pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli secara tepat pada 1 dari 3 butir soal latihan dengan bimbingan guru. | Mampu membagi model konkret dan menentukan hasil pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli secara tepat pada 2 dari 3 butir soal latihan secara mandiri. | Mampu membagi model konkret dan menentukan hasil pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli secara tepat pada seluruh 3 butir soal latihan secara mandiri dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model konkret kertas lipat efektif membantu murid memahami konsep pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli sebelum masuk ke aturan prosedural?
- Bagian mana dari langkah manipulasi model konkret yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid saat membagi bagian pecahan?
Murid:- Apa yang terjadi pada ukuran pecahan ketika pecahan tersebut dibagi dengan bilangan asli?
- Bagaimana melipat atau menggambar kertas membantuku menemukan jawaban pembagian pecahan?
Pertemuan 5 — Melakukan Operasi Pembagian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli secara Prosedural — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu melakukan operasi pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli secara prosedural (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menyelesaikan 2 butir soal perkalian pecahan dengan bilangan asli di papan tulis mini masing-masing: (1) 1/4 x 3; (2) 2/5 x 2 (acuan jawaban: (1) 3/4; (2) 4/5) untuk memetakan kesiapan operasi dasar perkalian pecahan (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menyajikan perbandingan masalah konkret ke bentuk algoritmik/prosedural: jika 1/2 dibagi 3 bagian sama rata, bagian baru berukuran 1/(2 x 3) = 1/6 (acuan bentuk prosedural: a/b : c = a / (b x c) atau a/b x 1/c) (10 menit).
- Guru memberikan panduan terbimbing langkah kerja prosedural pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli pada 2 contoh soal: Soal A: 2/3 : 4 = 2/(3 x 4) = 2/12 = 1/6; Soal B: 3/5 : 2 = 3/(5 x 2) = 3/10 (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpasangan mengikuti aktivitas 'Estafet Hitung Pecahan': setiap pasangan menerima 4 kartu soal berurutan: Kartu 1: 1/4 : 2; Kartu 2: 3/7 : 3; Kartu 3: 2/5 : 3; Kartu 4: 4/9 : 2. Pasangan bergantian menghitung secara prosedural dan mencocokkan hasil (acuan kunci: Kartu 1 = 1/8; Kartu 2 = 3/21 atau 1/7; Kartu 3 = 2/15; Kartu 4 = 4/18 atau 2/9) (25 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan Prosedural yang terdiri atas 4 butir soal: (1) 1/5 : 3; (2) 2/7 : 4; (3) 3/8 : 2; (4) 5/6 : 5 (acuan kunci: (1) 1/15; (2) 2/28 disederhanakan menjadi 1/14; (3) 3/16; (4) 5/30 disederhanakan menjadi 1/6) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan prosedur hitung masing-masing bersama guru dan menelaah kembali langkah perhitungan mana yang rawan kekeliruan (misal: lupa mengalikan penyebut atau keliru menyederhanakan pecahan) (10 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali aturan prosedural pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli, yaitu a/b : c = a / (b x c) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli) tanpa menutup bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumus prosedural bertahap (a/b : c = a/(b x c)), sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan soal tanpa bantuan skema bertahap.
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar tinggi mengerjakan 2 soal latihan tambahan dengan penyederhanaan hasil akhir (misal: 6/7 : 3 = 6/21 = 2/7 dan 4/5 : 6 = 4/30 = 2/15), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara bertahap dalam mengalikan penyebut.
- Produk: Format penyelesaian sama berupa pengerjaan lembar latihan matematis yang menunjukkan langkah perhitungan pembagian pecahan dengan bilangan asli.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyelesaikan 2 butir soal perkalian pecahan biasa dengan bilangan asli: (1) 1/4 x 3 = 3/4; (2) 2/5 x 2 = 4/5.
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 kartu soal 'Estafet Hitung Pecahan' (Kartu 1: 1/4 : 2 = 1/8; Kartu 2: 3/7 : 3 = 3/21 atau 1/7; Kartu 3: 2/5 : 3 = 2/15; Kartu 4: 4/9 : 2 = 4/18 atau 2/9) menggunakan panduan kunci jawaban.
- Pemeriksaan kemandirian dan ketepatan penyelesaian Lembar Latihan Prosedural pada 4 butir soal: (1) 1/5 : 3 = 1/15; (2) 2/7 : 4 = 2/28 atau 1/14; (3) 3/8 : 2 = 3/16; (4) 5/6 : 5 = 5/30 atau 1/6.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir soal penutup: Selesaikan operasi hitung 2/9 : 3 secara prosedural (acuan jawaban: 2/(9 x 3) = 2/27).
Formatif:- Tes tertulis singkat diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja dan lembar latihan perhitungan prosedural selama kegiatan inti
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Operasi Pembagian Pecahan Biasa dengan Bilangan Asli secara Prosedural | Menyelesaikan paling banyak 1 dari 4 butir soal Lembar Latihan secara tepat sesuai acuan kunci. | Menyelesaikan 2 dari 4 butir soal Lembar Latihan secara tepat sesuai acuan kunci. | Menyelesaikan 3 dari 4 butir soal Lembar Latihan secara tepat sesuai acuan kunci. | Menyelesaikan seluruh 4 butir soal Lembar Latihan secara tepat sesuai acuan kunci secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami alur prosedural pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli tanpa menghafal buta?
- Bagian mana dari langkah prosedural yang paling sering menimbulkan kekeliruan hitung pada murid?
Murid:- Apakah aku sudah bisa menghitung pembagian pecahan biasa dengan bilangan asli menggunakan aturan prosedural secara benar?
- Langkah apa yang harus aku perhatikan agar tidak keliru saat mengalikan penyebut pecahan dengan bilangan asli?
Pertemuan 6 — Melakukan Operasi Pembagian Pecahan Campuran dengan Bilangan Asli — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjawab 2 soal di papan tulis: (1) Ubah pecahan campuran 1 1/2 menjadi pecahan biasa (acuan kunci: 3/2); (2) Hitung hasil pembagian 3/4 ÷ 2 (acuan kunci: 3/4 × 1/2 = 3/8) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan masalah kontekstual: 'Ibu memiliki 2 1/2 liter minyak goreng yang akan dituang sama rata ke dalam 5 botol kecil. Berapa liter minyak dalam setiap botol?' (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati langkah penyelesaian: pertama, mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa (2 1/2 = 5/2); kedua, melakukan operasi pembagian dengan bilangan asli (5/2 ÷ 5 = 5/2 × 1/5 = 5/10 = 1/2 liter) (10 menit).
- Guru memberikan contoh kedua: 1 3/4 ÷ 2 = 7/4 ÷ 2 = 7/4 × 1/2 = 7/8, menegaskan bahwa prosedur pembagian pecahan campuran selalu diawali dengan mengubahnya menjadi pecahan biasa terlebih dahulu (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan untuk memainkan aktivitas tantangan kartu 'Estafet Hitung Pecahan'. Pasangan murid memilih 3 kartu tantangan soal dan menyelesaikannya bersama pada lembar kerja: Kartu A: 1 1/3 ÷ 4 (acuan langkah: 4/3 ÷ 4 = 4/3 × 1/4 = 4/12 = 1/3); Kartu B: 2 1/4 ÷ 3 (acuan langkah: 9/4 ÷ 3 = 9/4 × 1/3 = 9/12 = 3/4); Kartu C: 1 2/5 ÷ 2 (acuan langkah: 7/5 ÷ 2 = 7/5 × 1/2 = 7/10) (25 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan berisi 3 butir soal pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli: (1) 3 1/3 ÷ 5; (2) 1 1/2 ÷ 6; (3) 2 2/3 ÷ 4 (acuan kunci jawaban: Soal 1 = 10/3 ÷ 5 = 10/3 × 1/5 = 10/15 = 2/3; Soal 2 = 3/2 ÷ 6 = 3/2 × 1/6 = 3/12 = 1/4; Soal 3 = 8/3 ÷ 4 = 8/3 × 1/4 = 8/12 = 2/3) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan saling mencocokkan hasil latihan mandiri dengan acuan kunci di papan tulis, memeriksa ketepatan tahap pengubahan pecahan campuran dan langkah perkalian kebalikan bilangan asli (8 menit).
- Murid mengidentifikasi di mana letak tantangan terbesar: apakah saat mengubah ke pecahan biasa atau saat melakukan operasi pembagian pecahan (4 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan langkah inti pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli: ubah menjadi pecahan biasa, kalikan dengan kebalikan bilangan aslinya, lalu sederhanakan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses belajar hari ini dan menginformasikan bahwa materi berikutnya adalah penerapan operasi pecahan pada soal cerita (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual konversi pecahan campuran ke pecahan biasa untuk murid yang membutuhkan bantuan langkah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru pada tahap konversi pecahan campuran; murid yang cepat menyelesaikan 2 soal tantangan pecahan campuran bernilai lebih besar (misal 4 1/2 ÷ 3 dan 3 3/4 ÷ 5).
- Produk: Hasil kerja diselesaikan dalam lembar berpetak terbimbing atau lembar mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis singkat di papan tulis pada awal pembelajaran terdiri atas 2 butir: (1) Mengubah pecahan campuran 1 1/2 menjadi pecahan biasa (acuan kunci: 3/2); (2) Menghitung 3/4 ÷ 2 (acuan kunci: 3/4 × 1/2 = 3/8). Kriteria: murid yang menjawab benar kedua butir langsung masuk ke tantangan mandiri; murid yang keliru pada salah satu butir mendapat demonstrasi ulang singkat.
Proses:- Pengamatan langsung saat aktivitas pasangan menyelesaikan 3 kartu: Kartu A: 1 1/3 ÷ 4 = 1/3; Kartu B: 2 1/4 ÷ 3 = 3/4; Kartu C: 1 2/5 ÷ 2 = 7/10. Guru mencatat ketepatan langkah murid dalam mengubah pecahan campuran dan mengalikan dengan kebalikan bilangan asli.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui 3 butir soal: (1) 3 1/3 ÷ 5 (acuan: 10/3 × 1/5 = 2/3); (2) 1 1/2 ÷ 6 (acuan: 3/2 × 1/6 = 1/4); (3) 2 2/3 ÷ 4 (acuan: 8/3 × 1/4 = 2/3). Penskoran: Sangat Baik (3 benar), Baik (2 benar), Cukup (1 benar), Perlu Bimbingan (0 benar).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat menyelesaikan aktivitas tantangan pasangan
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 3 butir soal pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli | Belum mampu mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sehingga operasi pembagian dengan bilangan asli keliru pada seluruh 3 butir soal latihan. | Mampu mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa namun masih keliru dalam operasi pembagian dengan bilangan asli, menyelesaikan tepat 1 dari 3 butir soal latihan (acuan: Soal 1 = 2/3; Soal 2 = 1/4; Soal 3 = 2/3). | Mampu melakukan operasi pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli secara prosedural dengan tepat pada 2 dari 3 butir soal latihan sesuai acuan kunci jawaban. | Mampu melakukan operasi pembagian pecahan campuran dengan bilangan asli secara mandiri dan tepat pada seluruh 3 butir soal latihan sesuai acuan kunci jawaban (10/3 × 1/5 = 2/3; 3/2 × 1/6 = 1/4; 8/3 × 1/4 = 2/3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mengalami kendala utama pada pengubahan pecahan campuran menjadi pecahan biasa atau pada pembalikan bilangan asli saat pembagian?
- Apakah aktivitas berpasangan dengan kartu tantangan efektif membuat seluruh murid terlibat aktif dan memahami alur operasi?
Murid:- Bagian mana yang paling mudah: mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa atau mengalikannya dengan kebalikan bilangan asli?
- Apakah aku sudah teliti memeriksa hasil perhitungan pembagian pecahan campuranku hari ini?
Pertemuan 7 — Melakukan Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli pada Soal Cerita Terbimbing — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu menyelesaikan soal cerita yang melibatkan operasi perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 soal tes singkat tertulis di papan tulis: (1) 3 x 2/5 = ... (acuan: 6/5 atau 1 1/5); (2) 3/4 : 3 = ... (acuan: 3/12 atau 1/4) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan analisis terbimbing pada 2 contoh soal cerita di papan tulis. Contoh A (perkalian): 'Ibu membuat 4 loyang kue. Setiap loyang memerlukan 2/3 gelas gula. Berapa gelas gula yang dibutuhkan?' -> Bentuk operasi: 4 x 2/3 = 8/3 = 2 2/3 gelas. Contoh B (pembagian): 'Tersedia 3/4 liter jus jeruk yang akan dituangkan sama rata ke dalam 3 gelas. Berapa liter isi setiap gelas?' -> Bentuk operasi: 3/4 : 3 = 3/4 x 1/3 = 3/12 = 1/4 liter (12 menit).
- Murid bersama bimbingan guru mengidentifikasi kata kunci kontekstual: perkalian digunakan saat menggabungkan bagian berulang yang sama besar sejumlah bilangan asli, sedangkan pembagian digunakan saat membagi suatu bagian pecahan secara merata kepada sejumlah bilangan asli (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan kuis tantangan berpasangan 'Tebak Operasi Cepat' yang menggembirakan: guru membacakan 2 skenario kilat di papan tulis, murid bersama pasangannya saling mencocokkan kartu operasi perkalian atau pembagian, lalu menghitung hasilnya. Skenario 1: '5 anak masing-masing meminum 1/4 liter susu' -> kartu operasi: Perkalian (5 x 1/4 = 5/4); Skenario 2: '2/5 meter pita dipotong sama panjang menjadi 2 bagian' -> kartu operasi: Pembagian (2/5 : 2 = 2/10 = 1/5) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Terbimbing berisi 4 butir soal cerita: Butir 1: 'Paman mengisi 3 ember, setiap ember berisi 2/5 liter air. Berapa liter total air?' (Bentuk: 3 x 2/5 = 6/5 = 1 1/5 liter); Butir 2: 'Sebuah tali panjangnya 4/5 meter dipotong sama panjang menjadi 4 potong. Berapa panjang setiap potong?' (Bentuk: 4/5 : 4 = 4/20 = 1/5 meter); Butir 3: 'Setiap porsi adonan butuh 3/8 sendok ragi. Jika dibuat 2 porsi, berapa sendok ragi?' (Bentuk: 2 x 3/8 = 6/8 = 3/4 sendok); Butir 4: 'Sebanyak 6/7 kg tepung dibagi rata ke dalam 3 wadah. Berapa kg isi tiap wadah?' (Bentuk: 6/7 : 3 = 6/21 = 2/7 kg) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama hasil perhitungan pada lembar latihan dengan mencocokkan pada kunci acuan di papan tulis, memeriksa ketepatan kalimat matematika serta hasil akhir operasinya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap strategi penentuan operasi perkalian dan pembagian pecahan pada soal cerita (3 menit).
- Murid menyelesaikan cek pemahaman akhir (exit ticket) 1 butir soal: 'Pak Doni memiliki 4/9 karung beras yang akan dibagikan sama banyak kepada 2 keluarga. Berapa bagian yang didapat tiap keluarga?' (acuan: 4/9 : 2 = 4/18 = 2/9 karung) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks soal cerita berilustrasi diagram batang pecahan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual pemecahan masalah.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membedakan operasi, guru memberi panduan berupa tabel petunjuk operasi (menggabungkan sejumlah wadah = kali; membagi rata ke wadah = bagi); bagi murid yang cepat selesai secara mandiri, diberikan soal tantangan tambahan pada operasi pecahan yang sama dengan bilangan asli yang lebih besar.
- Produk: Murid boleh menuliskan hasil akhir dalam bentuk pecahan biasa atau menyederhanakannya ke pecahan paling sederhana/campuran yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat berdurasi 5 menit pada pendahuluan untuk memetakan kesiapan murid mengerjakan perkalian dan pembagian dasar pecahan dengan bilangan asli: (1) 3 x 2/5 (acuan: 6/5 atau 1 1/5); (2) 3/4 : 3 (acuan: 3/12 atau 1/4).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan Lembar Latihan Terbimbing 4 butir soal cerita mandiri dengan acuan kunci: Butir 1: 3 x 2/5 = 6/5 (atau 1 1/5) liter; Butir 2: 4/5 : 4 = 4/20 (atau 1/5) meter; Butir 3: 2 x 3/8 = 6/8 (atau 3/4) sendok; Butir 4: 6/7 : 3 = 6/21 (atau 2/7) kg.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman (exit ticket) di akhir sesi: Soal 'Pak Doni memiliki 4/9 karung beras yang akan dibagikan sama banyak kepada 2 keluarga. Berapa bagian karung yang diperoleh setiap keluarga?' (acuan jawaban benar: kalimat matematika 4/9 : 2 dan hasil perhitungan 4/18 atau disederhanakan menjadi 2/9 karung).
Formatif:- Pemeriksaan lembar latihan terbimbing (4 butir soal cerita operasi perkalian dan pembagian pecahan)
- Observasi unjuk kerja saat kuis tantangan berpasangan 'Tebak Operasi Cepat'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Operasi Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli pada Soal Cerita (Butir 1 dan Butir 3) | Belum tepat menyusun bentuk operasi maupun menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli pada kedua butir soal cerita. | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli pada 1 dari 2 butir soal cerita (acuan Butir 1: 3 x 2/5 = 6/5; Butir 3: 2 x 3/8 = 6/8). | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli pada seluruh 2 butir soal cerita (Butir 1: 6/5 atau 1 1/5; Butir 3: 6/8 atau 3/4) dengan sedikit bimbingan guru. | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil perkalian pecahan dengan bilangan asli pada seluruh 2 butir soal cerita (Butir 1: 6/5 atau 1 1/5; Butir 3: 6/8 atau 3/4) secara mandiri. | | Melakukan Operasi Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli pada Soal Cerita (Butir 2 dan Butir 4) | Belum tepat menyusun bentuk operasi maupun menghitung hasil pembagian pecahan dengan bilangan asli pada kedua butir soal cerita. | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil pembagian pecahan dengan bilangan asli pada 1 dari 2 butir soal cerita (acuan Butir 2: 4/5 : 4 = 4/20; Butir 4: 6/7 : 3 = 6/21). | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil pembagian pecahan dengan bilangan asli pada seluruh 2 butir soal cerita (Butir 2: 4/20 atau 1/5; Butir 4: 6/21 atau 2/7) dengan sedikit bimbingan guru. | Tepat menyusun kalimat matematika dan menghitung hasil pembagian pecahan dengan bilangan asli pada seluruh 2 butir soal cerita (Butir 2: 4/20 atau 1/5; Butir 4: 6/21 atau 2/7) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan konteks soal cerita perkalian dan pembagian pecahan secara tepat?
- Bagian mana dari langkah bimbingan soal cerita yang memerlukan penjelasan lebih konkret pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian mana yang paling membantumu mengenali bahwa suatu soal cerita harus diselesaikan dengan perkalian atau pembagian?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat mengalikan atau membagi pecahan dengan bilangan asli?
Pertemuan 8 — Mengubah Pecahan Biasa Berpenyebut 10 Menjadi Bilangan Desimal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Mengubah pecahan menjadi bilangan desimal
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan suasana belajar yang tertib dan nyaman (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengubah pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bentuk bilangan desimal satu angka di belakang koma (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menjawab 3 butir soal pecahan persepuluhan di papan tulis: (1) Sebutkan nilai pecahan dari 1 persegi utuh yang dibagi menjadi 10 petak sama besar lalu diarsir 1 petak (kunci acuan: 1/10); (2) Jika diarsir 4 petak (kunci acuan: 4/10); (3) Jika diarsir 9 petak (kunci acuan: 9/10) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan diagram balok 10 petak di papan tulis, menunjukkan bahwa 1 balok utuh bernilai 1, setiap 1 petak bernilai 1/10, dan mengenalkan nilai tempat persepuluhan dalam bentuk desimal ditulis 0,1 (nilai tempat persepuluhan berada tepat satu angka di belakang koma) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mengamati hubungan pecahan berpenyebut 10 dengan bilangan desimal melalui pemodelan 3 pecahan: 2/10 = 0,2; 5/10 = 0,5; dan 8/10 = 0,8 dengan memperhatikan bahwa angka pembilang langsung mengisi posisi nilai tempat persepuluhan di belakang tanda koma (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Desimal Cepat' (Joyful/Menggembirakan): murid bergantian mengambil 1 dari 4 kartu pecahan berpenyebut 10 lalu pasangannya menyebutkan bentuk desimalnya secara cepat (Kartu: [A] 3/10 -> acuan: 0,3; [B] 6/10 -> acuan: 0,6; [C] 7/10 -> acuan: 0,7; [D] 9/10 -> acuan: 0,9) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan konversi yang memuat 5 butir soal mengubah pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal: (1) 1/10; (2) 4/10; (3) 6/10; (4) 7/10; (5) 9/10 (kunci acuan jawaban: 1) 0,1; 2) 0,4; 3) 0,6; 4) 0,7; 5) 0,9) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan mandiri, meneliti letak angka di belakang koma, dan menyimpulkan aturan konversi bahwa pecahan a/10 dengan a bilangan asli 1 sampai 9 selalu menghasilkan bentuk desimal 0,a (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pengerjaan latihan mandiri murid serta mengklarifikasi kesalahan umum (seperti keliru menulis 0,0a atau membalik posisi pembilang) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dan menginformasikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah mengubah pecahan berpenyebut faktor dari 10 menjadi desimal (tanpa menutup bab) serta doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar peraga balok petak sepuluh berarsir bagi murid yang memerlukan visualisasi konkret nilai tempat persepuluhan.
- Proses: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan (slow learner), guru memberikan pendampingan terfokus dengan menuntun penempatan angka pembilang ke posisi persepuluhan; bagi murid yang cepat paham (fast finisher), diberikan latihan tambahan mandiri mengubah 4 pecahan berpenyebut 10 lainnya: 2/10, 3/10, 5/10, 8/10 menjadi desimal secara langsung.
- Produk: Semua murid menghasilkan konversi desimal yang tepat; murid berkemampuan awal rendah dibantu menuliskan nilai tempat persepuluhan pada tabel petak angka sebelum menulis bentuk koma.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik pecahan persepuluhan dengan 3 butir soal: (1) Sebutkan nilai pecahan dari 1 kotak yang dibagi 10 dan diarsir 1 bagian (kunci acuan: 1/10); (2) Jika diarsir 4 bagian (kunci acuan: 4/10); (3) Jika diarsir 9 bagian (kunci acuan: 9/10).
Proses:- Observasi ketepatan konversi pada permainan 'Tebak Kartu Desimal Cepat' berpasangan dengan 4 kartu target: (1) Kartu 3/10 -> acuan: 0,3; (2) Kartu 6/10 -> acuan: 0,6; (3) Kartu 7/10 -> acuan: 0,7; (4) Kartu 9/10 -> acuan: 0,9.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri lembar kerja konversi 5 butir soal: (1) Ubahlah 1/10 menjadi desimal (kunci: 0,1); (2) Ubahlah 4/10 menjadi desimal (kunci: 0,4); (3) Ubahlah 6/10 menjadi desimal (kunci: 0,6); (4) Ubahlah 7/10 menjadi desimal (kunci: 0,7); (5) Ubahlah 9/10 menjadi desimal (kunci: 0,9). Aturan penskoran: dinilai dari jumlah jawaban benar dari 5 butir target tersebut.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik pecahan persepuluhan pada apersepsi
- Observasi unjuk kerja pada permainan kartu berpasangan
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri 5 butir konversi pecahan biasa berpenyebut 10 ke bilangan desimal
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengubah Pecahan Biasa Berpenyebut 10 Menjadi Bilangan Desimal | Belum mampu mengubah pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal (benar 0 atau 1 dari 5 butir latihan: 1/10, 4/10, 6/10, 7/10, 9/10; acuan kunci: 0,1; 0,4; 0,6; 0,7; 0,9). | Mampu mengubah sebagian kecil pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal secara tepat (benar 2 atau 3 dari 5 butir latihan: 1/10, 4/10, 6/10, 7/10, 9/10; acuan kunci: 0,1; 0,4; 0,6; 0,7; 0,9). | Mampu mengubah sebagian besar pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal secara tepat (benar 4 dari 5 butir latihan: 1/10, 4/10, 6/10, 7/10, 9/10; acuan kunci: 0,1; 0,4; 0,6; 0,7; 0,9). | Mampu mengubah seluruh pecahan biasa berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal secara tepat dan mandiri (benar seluruh 5 butir latihan: 1/10, 4/10, 6/10, 7/10, 9/10; acuan kunci: 0,1; 0,4; 0,6; 0,7; 0,9). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan visual balok petak sepuluh efektif membantu pemahaman murid mengenai nilai tempat persepuluhan?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling membantu murid memahami kaitan pembilang pada pecahan berpenyebut 10 dengan angka di belakang koma?
Murid:- Bagaimana cara mudah yang kamu temukan untuk mengubah pecahan berpenyebut 10 menjadi bilangan desimal?
- Apakah kamu merasa percaya diri menentukan letak angka persepuluhan setelah tanda koma?
Pertemuan 9 — Mengubah Pecahan Biasa Berpenyebut Faktor 10 Menjadi Bilangan Desimal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Mengubah pecahan menjadi bilangan desimal
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengubah pecahan biasa yang berpenyebut faktor 10 (seperti berpenyebut 2 dan 5) menjadi bilangan desimal satu angka di belakang koma (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui 2 soal di papan tulis: (1) Ubahlah 3/10 menjadi desimal; (2) Tentukan faktor dari 10 selain 1 dan 10. Murid menuliskan jawaban di buku coretan (acuan jawaban: (1) 0,3; (2) 2 dan 5) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dengan mengamati representasi visual blok persegi panjang yang dibagi menjadi 2 bagian sama besar (menunjukkan 1/2), kemudian setiap bagian dibagi lagi masing-masing menjadi 5 bagian kecil sehingga menjadi 10 bagian sama besar (menunjukkan pecahan senilai 5/10) (7 menit).
- Murid dibimbing menemukan konsep pecahan senilai bahwa untuk mengubah pecahan berpenyebut 2 menjadi berpenyebut 10, pembilang dan penyebut dikalikan 5 (1/2 = (1x5)/(2x5) = 5/10 = 0,5); sedangkan untuk berpenyebut 5 dikalikan 2 (misal: 2/5 = (2x2)/(5x2) = 4/10 = 0,4) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti aktivitas tantangan interaktif 'Tebak Pasangan Desimal' di mana murid berpasangan saling melempar kartu pecahan dan menyebutkan bentuk desimalnya secara bergantian dengan ceria (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan berisi 4 butir soal mengubah pecahan biasa berpenyebut faktor 10 menjadi bilangan desimal: (1) 1/2; (2) 3/5; (3) 4/5; (4) 1/5 (acuan langkah dan jawaban: (1) 1/2 = 5/10 = 0,5; (2) 3/5 = 6/10 = 0,6; (3) 4/5 = 8/10 = 0,8; (4) 1/5 = 2/10 = 0,2) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil penyelesaian 4 butir soal, memeriksa letak ketelitian dalam mengalikan pembilang dan penyebut dengan angka pengali yang tepat (5 menit).
- Murid menyimpulkan prosedur utama: kenali penyebutnya (jika 2 kalikan 5, jika 5 kalikan 2), kalikan pembilang dengan angka yang sama sehingga menjadi persepuluhan, lalu tulis bentuk desimalnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan memberikan umpan balik langsung terhadap hasil latihan mandiri (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid bersyukur atas ilmu yang dipelajari dan mengucap salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu pecahan senilai bergambar blok 10 bagian untuk murid yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terpandu perorangan bagi murid yang masih ragu menentukan angka pengali (2 atau 5), serta memberikan soal latihan tambahan pecahan dengan pembilang lebih besar (seperti 3/2 diubah menjadi 15/10 = 1,5 atau pecahan faktor 10 lain) bagi murid yang selesai lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menuliskan proses konversi secara runtut langsung pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat di awal pelajaran: (1) Ubahlah 3/10 menjadi desimal; (2) Tentukan faktor dari 10 selain 1 dan 10 (acuan jawaban: (1) 0,3; (2) 2 dan 5).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir soal latihan mandiri mengubah pecahan berpenyebut faktor 10 menjadi desimal: (1) 1/2 = 5/10 = 0,5; (2) 3/5 = 6/10 = 0,6; (3) 4/5 = 8/10 = 0,8; (4) 1/5 = 2/10 = 0,2.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa 1 butir kuis tiket keluar: Ubahlah pecahan 2/5 menjadi bilangan desimal melalui pecahan persepuluhan (acuan jawaban: 2/5 = (2x2)/(5x2) = 4/10 = 0,4).
Formatif:- Penilaian proses pengerjaan Lembar Latihan mandiri berupa ketepatan mengubah 4 pecahan biasa berpenyebut faktor 10 menjadi bentuk desimal.
- Observasi diagnostik awal mengenai pengetahuan pecahan berpenyebut 10 dan faktor bilangan 10.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengubah pecahan biasa berpenyebut faktor 10 menjadi bilangan desimal (pada 4 butir soal: 1/2; 3/5; 4/5; 1/5) | Belum mampu mengubah pecahan biasa berpenyebut faktor 10 menjadi desimal (benar 0 dari 4 butir soal target). | Mampu mengubah 1 sampai 2 dari 4 butir soal pecahan berpenyebut faktor 10 menjadi desimal secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu mengubah 3 dari 4 butir soal pecahan berpenyebut faktor 10 menjadi desimal secara tepat dan mandiri. | Mampu mengubah seluruh 4 butir soal pecahan berpenyebut faktor 10 menjadi bilangan desimal secara tepat dan mandiri tanpa kekeliruan (1/2=0,5; 3/5=0,6; 4/5=0,8; 1/5=0,2). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah representasi visual blok pecahan efektif membantu murid memahami alasan penyebut harus diubah menjadi 10?
- Bagian langkah mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan saat murid menentukan faktor pengali?
Murid:- Apa yang harus kamu lakukan pertama kali ketika melihat pecahan berpenyebut 2 atau 5 yang akan diubah ke desimal?
- Hal apa yang paling mudah dan paling menantang bagimu saat mengubah pecahan ke bentuk desimal hari ini?
Pertemuan 10 — Mengubah Pecahan Campuran Menjadi Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.3 Mengubah pecahan menjadi bilangan desimal
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa singkat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengubah pecahan campuran menjadi bilangan desimal satu angka di belakang koma (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara klasikal dengan menuliskan 2 pecahan biasa di papan tulis: (1) 3/10 dan (2) 1/2. Murid menuliskan bentuk desimalnya di kertas kecil untuk mengecek kesiapan prasyarat (acuan jawaban: 3/10 = 0,3; 1/2 = 5/10 = 0,5) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan contoh visual pecahan campuran 1 3/10 menggunakan gambar 1 lingkaran penuh dan 1 lingkaran terbagi 10 bagian dengan 3 bagian terarsir, lalu membimbing murid mengidentifikasi bahwa bilangan bulat '1' menjadi angka di depan koma dan pecahan '3/10' menjadi 3 persepuluhan (0,3), sehingga 1 3/10 = 1,3 (8 menit).
- Guru mendemonstrasikan pengubahan pecahan campuran berpenyebut faktor 10, yaitu 2 1/5 dan 3 1/2, dengan mengubah bagian pecahan biasa ke penyebut 10: pada 2 1/5 bagian pecahannya 1/5 = 2/10 sehingga menjadi 2,2; pada 3 1/2 bagian pecahannya 1/2 = 5/10 sehingga menjadi 3,5 (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan amplop tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Desimal' yang berisi 4 kartu pecahan campuran: Kartu A (1 7/10), Kartu B (2 2/5), Kartu C (3 1/2), dan Kartu D (4 3/5). Setiap pasangan berlomba menyelesaikan pengubahan ke bentuk desimal satu angka di belakang koma pada papan tulis mini mereka (acuan jawaban: Kartu A = 1,7; Kartu B = 2 4/10 = 2,4; Kartu C = 3 5/10 = 3,5; Kartu D = 4 6/10 = 4,6) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Mandiri yang memuat 4 butir soal pengubahan pecahan campuran menjadi desimal satu angka di belakang koma: (1) 1 4/10; (2) 2 1/2; (3) 3 1/5; (4) 4 4/5 (acuan jawaban: 1) 1 4/10 = 1,4; 2) 2 1/2 = 2 5/10 = 2,5; 3) 3 1/5 = 3 2/10 = 3,2; 4) 4 4/5 = 4 8/10 = 4,8) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil pekerjaannya bersama guru melalui pembahasan langkah per langkah: memisahkan bilangan bulat, mengubah penyebut pecahan biasa menjadi 10, lalu menuliskan gabungannya sebagai bilangan desimal satu angka di belakang koma (5 menit).
- Murid menyampaikan kesadaran belajarnya mengenai kemudahan memisahkan bilangan bulat terlebih dahulu dibanding mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa sebelum menjadikannya desimal (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan mengubah pecahan campuran ke bentuk desimal satu angka di belakang koma: bilangan bulat utuh menjadi angka di depan koma, dan pecahan berpenyebut faktor 10 diubah ke persepuluhan untuk menjadi angka di belakang koma (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan motivasi belajar dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pecahan campuran dengan penyebut 10 langsung (misal 1 3/10, 2 5/10) sebelum masuk ke penyebut 2 atau 5, sedangkan murid yang cepat diberikan pecahan campuran dengan penyebut 5 atau pecahan yang memerlukan penyederhanaan langkah.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah mendapatkan pendampingan terfokus dan bantuan diagram visual persepuluhan dari guru, sedangkan murid yang siap bekerja mandiri mengerjakan latihan secara cepat.
- Produk: Semua murid menyelesaikan soal penentuan nilai desimal; murid yang cepat menyelesaikan 2 butir soal tantangan tambahan berupa 5 3/5 dan 6 1/2 (acuan: 5,6 dan 6,5).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis singkat di awal pendahuluan berupa 2 butir soal: ubahlah menjadi bilangan desimal: (1) 3/10; (2) 1/2 (acuan jawaban: 1) 0,3; 2) 0,5).
Proses:- Observasi aktivitas berpasangan 'Tebak Kartu Desimal' dengan 4 kartu: Kartu A (1 7/10), Kartu B (2 2/5), Kartu C (3 1/2), Kartu D (4 3/5) (acuan jawaban: Kartu A = 1,7; Kartu B = 2,4; Kartu C = 3,5; Kartu D = 4,6).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti berupa Lembar Latihan Mandiri 4 butir: (1) 1 4/10; (2) 2 1/2; (3) 3 1/5; (4) 4 4/5 (acuan jawaban: (1) 1,4; (2) 2,5; (3) 3,2; (4) 4,8).
Formatif:- Observasi unjuk kerja dan lembar latihan mandiri pengubahan pecahan campuran menjadi bilangan desimal satu angka di belakang koma
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengubah pecahan campuran menjadi bilangan desimal satu angka di belakang koma pada 4 butir lembar latihan mandiri (acuan: 1 4/10 = 1,4; 2 1/2 = 2,5; 3 1/5 = 3,2; 4 4/5 = 4,8) | Tepat mengubah paling banyak 1 dari 4 butir soal desimal sesuai acuan. | Tepat mengubah 2 dari 4 butir soal desimal sesuai acuan. | Tepat mengubah 3 dari 4 butir soal desimal sesuai acuan secara mandiri. | Tepat mengubah seluruh 4 butir soal desimal sesuai acuan secara mandiri dan tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit cukup untuk memfasilitasi murid memahami konversi pecahan campuran ke desimal satu angka di belakang koma?
- Bagian langkah manakah yang paling efektif membantu murid memahami bahwa bilangan bulat utuh berada di depan koma?
Murid:- Langkah apa yang paling mudah bagimu saat mengubah pecahan campuran menjadi bilangan desimal?
- Apakah kamu merasa kesulitan saat mengubah penyebut pecahan biasa menjadi 10?
Pertemuan 11 — Membandingkan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma Berbantuan Garis Bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.4 Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid mengondisikan diri secara berkesadaran untuk belajar matematika (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan dua bilangan desimal satu angka di belakang koma dengan bantuan garis bilangan (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 pasang bilangan desimal di papan tulis: (1) 0,3 dan 0,8; (2) 1,5 dan 1,2. Murid menuliskan tanda perbandingan (>, <, atau =) pada kertas kecil masing-masing (acuan jawaban: 0,3 < 0,8; 1,5 > 1,2) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menggambar garis bilangan di papan tulis berskala 0 hingga 2 dengan interval persepuluhan (0; 0,1; 0,2; ...; 1,0; ...; 2,0), lalu memodelkan penempatan titik 0,4 dan 0,7 untuk menunjukkan bahwa posisi yang lebih ke kanan memiliki nilai lebih besar (0,7 > 0,4 atau 0,4 < 0,7) (10 menit).
- Murid mengamati dan secara terbimbing menandai posisi 3 pasang bilangan desimal pada garis bilangan bergradasi persepuluhan: Pasang 1: 0,2 dan 0,6; Pasang 2: 1,3 dan 1,8; Pasang 3: 0,9 dan 1,1; kemudian menuliskan perbandingannya (acuan jawaban: 0,2 < 0,6; 1,3 < 1,8; 0,9 < 1,1) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan permainan kartu 'Tantangan Garis Desimal' secara berpasangan; setiap murid mengambil 2 kartu desimal berpasangan lalu berlomba menempatkan pin pada garis bilangan meja dan menentukan tanda pembanding yang benar secara menggembirakan (12 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Latihan Mandiri membandingkan 4 pasang bilangan desimal satu angka di belakang koma berbantuan garis bilangan yang tersedia: Soal 1: 0,5 ... 0,8; Soal 2: 1,7 ... 1,4; Soal 3: 2,3 ... 2,6; Soal 4: 3,0 ... 2,9 (acuan jawaban: Soal 1: 0,5 < 0,8; Soal 2: 1,7 > 1,4; Soal 3: 2,3 < 2,6; Soal 4: 3,0 > 2,9) (13 menit).
Merefleksi (Bermakna):- Murid memeriksa ketepatan penempatan titik pada garis bilangan dan perbandingan nilai bilangan desimal bersama guru, mengidentifikasi bahwa semakin ke kanan letak bilangan desimal pada garis bilangan maka nilainya semakin besar (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara membandingkan dua bilangan desimal satu angka di belakang koma menggunakan posisi pada garis bilangan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan disiapkan garis bilangan yang sudah tercetak angka persepuluhannya secara lengkap (0,0 sampai 3,0), sedangkan murid yang mahir diberikan garis bilangan dengan tanda strip persepuluhan tanpa label angka lengkap.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung dalam menandai posisi persepuluhan, sedangkan murid yang cepat membandingkan secara mandiri langsung dengan visualisasi garis bilangan.
- Produk: Murid menyelesaikan 4 butir perbandingan bilangan desimal pada LKPD sesuai tingkat kemandirian masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik membandingkan 2 pasang bilangan desimal: Butir 1: 0,3 dan 0,8 (acuan: 0,3 < 0,8); Butir 2: 1,5 dan 1,2 (acuan: 1,5 > 1,2). Kriteria: murid yang tepat menjawab 2 butir dinyatakan siap, murid yang menjawab kurang dari 2 butir diberi panduan visual garis bilangan lebih intensif.
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan Latihan Mandiri 4 butir: Butir 1: 0,5 ... 0,8 (kunci: <); Butir 2: 1,7 ... 1,4 (kunci: >); Butir 3: 2,3 ... 2,6 (kunci: <); Butir 4: 3,0 ... 2,9 (kunci: >). Indikator: ketepatan menempatkan titik pada garis bilangan dan ketepatan simbol perbandingan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir penutup: Butir 1: Bandingkan 0,6 ... 0,4 berbantuan garis bilangan (kunci: 0,6 > 0,4); Butir 2: Bandingkan 2,1 ... 2,5 berbantuan garis bilangan (kunci: 2,1 < 2,5).
Formatif:- Penilaian kinerja penempatan posisi bilangan desimal pada garis bilangan meja dalam permainan 'Tantangan Garis Desimal'
- Tes tertulis formatif pengerjaan 4 butir perbandingan bilangan desimal pada Lembar Kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Membandingkan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma Berbantuan Garis Bilangan | Membandingkan dengan tepat maksimal 1 dari 4 pasang bilangan desimal (daftar target: 0,5 < 0,8; 1,7 > 1,4; 2,3 < 2,6; 3,0 > 2,9) dan masih keliru menentukan posisi titik pada garis bilangan walau dibimbing. | Membandingkan dengan tepat 2 dari 4 pasang bilangan desimal (daftar target: 0,5 < 0,8; 1,7 > 1,4; 2,3 < 2,6; 3,0 > 2,9) dengan bantuan bimbingan guru dalam meletakkan posisi pada garis bilangan. | Membandingkan dengan tepat 3 dari 4 pasang bilangan desimal (daftar target: 0,5 < 0,8; 1,7 > 1,4; 2,3 < 2,6; 3,0 > 2,9) dengan menempatkan posisi titik pada garis bilangan secara mandiri. | Membandingkan dengan tepat seluruh 4 pasang bilangan desimal (daftar target: 0,5 < 0,8; 1,7 > 1,4; 2,3 < 2,6; 3,0 > 2,9) secara mandiri dan tepat menempatkan seluruh posisi titik pada garis bilangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model garis bilangan efektif membantu murid memahami konsep perbandingan bilangan desimal satu angka di belakang koma?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid yang mengalami miskonsepsi dalam membandingkan desimal?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan menentukan letak bilangan desimal di garis bilangan yang paling mudah bagiku?
- Apakah aku sudah yakin menentukan mana bilangan desimal yang lebih besar ketika melihat posisinya di garis bilangan?
Pertemuan 12 — Membandingkan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma Menggunakan Nilai Tempat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.4 Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang nyaman (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menentukan nilai tempat angka 2 dan 7 pada bilangan 2,7 dengan menuliskan pada kertas kecil (acuan: angka 2 menempati nilai tempat satuan, angka 7 menempati nilai tempat persepuluhan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan dua bilangan desimal satu angka di belakang koma menggunakan nilai tempat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara membandingkan dua bilangan desimal menggunakan tabel nilai tempat: menuliskan 2,4 dan 2,6 ke kolom Satuan dan Persepuluhan, lalu membandingkan angka satuan terlebih dahulu (sama-sama 2), kemudian membandingkan persepuluhan (4 lebih kecil dari 6), sehingga disimpulkan 2,4 < 2,6 (8 menit).
- Murid menyimak dan mencermati contoh kedua yang disajikan guru: membandingkan 5,1 dan 4,8 menggunakan nilai tempat (satuan 5 lebih besar dari satuan 4, sehingga 5,1 > 4,8 tanpa harus melihat persepuluhan) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kuis tantangan berpasangan 'Adu Cepat Nilai Tempat': setiap pasangan murid membuka 2 kartu pasangan bilangan desimal, lalu menuliskan angka-angka ke tabel nilai tempat dan menentukan tanda perbandingan yang tepat (< atau >) (15 menit).
- Murid mengerjakan latihan mandiri membandingkan 4 pasang bilangan desimal satu angka di belakang koma pada lembar kerja: (1) 3,4 ... 3,8; (2) 6,2 ... 5,9; (3) 1,5 ... 1,2; (4) 10,7 ... 11,3 (acuan: (1) 3,4 < 3,8; (2) 6,2 > 5,9; (3) 1,5 > 1,2; (4) 10,7 < 11,3) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan mandiri berdasarkan perbandingan nilai tempat puluhan/satuan dan persepuluhan (5 menit).
- Murid mengidentifikasi langkah kunci yang telah dilakukan saat membandingkan bilangan desimal dengan nilai tempat (pertama bandingkan nilai tempat terbesar/satuan, jika sama baru bandingkan persepuluhan) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid dan menyimpulkan bersama bahwa perbandingan desimal satu angka di belakang koma ditentukan dengan mengecek nilai tempat terbesar terlebih dahulu (satuan), lalu persepuluhan jika satuannya bernilai sama (3 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa memberikan kesimpulan bab karena bab masih berlanjut ke pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu tabel nilai tempat bergaris kolom tegas (Puluhan, Satuan, Persepuluhan) bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan mendapatkan panduan bertahap dalam menempatkan angka pada tabel sebelum membandingkan, sedangkan murid cepat langsung membandingkan 4 pasang bilangan tanpa bimbingan.
- Produk: Murid menyelesaikan perbandingan bilangan desimal menggunakan tanda perbandingan (<, >) disertai penulisan angka pada nilai tempatnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik menentukan nilai tempat angka pada bilangan desimal 2,7: murid menuliskan nilai tempat untuk angka 2 dan angka 7 (acuan: angka 2 = satuan; angka 7 = persepuluhan)
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam tantangan berpasangan 'Adu Cepat Nilai Tempat'
- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 butir perbandingan bilangan desimal pada lembar kerja mandiri: (1) 3,4 < 3,8; (2) 6,2 > 5,9; (3) 1,5 > 1,2; (4) 10,7 < 11,3
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat membandingkan 2 pasang bilangan desimal: (a) 4,3 ... 4,7 dan (b) 8,5 ... 7,9 (acuan: (a) 4,3 < 4,7 karena satuan sama (4) dan persepuluhan 3 < 7; (b) 8,5 > 7,9 karena satuan 8 > 7)
Formatif:- Tes tertulis singkat pada awal pembelajaran menentukan nilai tempat angka pada bilangan desimal
- Observasi unjuk kerja dan ketepatan pengisian lembar kerja mandiri membandingkan 4 pasang bilangan desimal menggunakan nilai tempat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma menggunakan nilai tempat | Membandingkan 0 sampai 1 dari 4 pasang bilangan desimal dengan tepat pada lembar kerja mandiri | Membandingkan 2 dari 4 pasang bilangan desimal dengan tepat pada lembar kerja mandiri | Membandingkan 3 dari 4 pasang bilangan desimal dengan tepat pada lembar kerja mandiri | Membandingkan seluruh 4 pasang bilangan desimal (3,4 < 3,8; 6,2 > 5,9; 1,5 > 1,2; 10,7 < 11,3) dengan tepat secara mandiri |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tabel nilai tempat efektif membantu murid memahami cara membandingkan dua bilangan desimal?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling membantu murid yang awalnya keliru membandingkan nilai tempat satuan dan persepuluhan?
Murid:- Nilai tempat mana yang harus saya periksa terlebih dahulu saat membandingkan dua bilangan desimal?
- Apa yang saya lakukan jika angka pada nilai tempat satuan dari kedua bilangan bernilai sama?
Pertemuan 13 — Mengurutkan Tiga Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma dari Terkecil ke Terbesar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.5 Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari nilai terkecil ke terbesar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan kepada seluruh murid dengan menampilkan 2 bilangan: 2,7 dan 2,3. Murid diminta menentukan bilangan yang lebih kecil (acuan jawaban benar: 2,3 lebih kecil dari 2,7 berdasarkan nilai tempat persepuluhan 3 < 7) untuk mengecek kesiapan membandingkan nilai sebelum masuk ke pengurutan tiga bilangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menyajikan tiga bilangan desimal di papan tulis: 2,4; 1,7; dan 2,1, lalu membimbing murid memeriksa nilai tempat satuan terlebih dahulu (satuan 1 lebih kecil dari satuan 2, sehingga 1,7 adalah yang terkecil) (7 menit).
- Guru membimbing murid membandingkan dua bilangan yang memiliki satuan sama (2,4 dan 2,1) dengan melihat nilai persepuluhannya (1 persepuluhan lebih kecil dari 4 persepuluhan, sehingga 2,1 < 2,4) hingga tersusun urutan dari terkecil ke terbesar: 1,7; 2,1; 2,4 (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Susun Kartu Cepat': setiap pasangan murid menerima 3 kartu bilangan desimal yang harus disusun di meja dari posisi paling kiri (terkecil) ke kanan (terbesar). Terdapat 2 putaran tantangan: Putaran 1 membagikan kartu [3,5; 1,2; 2,8] (acuan urutan benar: 1,2; 2,8; 3,5); Putaran 2 membagikan kartu [0,6; 4,1; 0,3] (acuan urutan benar: 0,3; 0,6; 4,1) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengurutkan 3 set bilangan desimal dari terkecil ke terbesar: Soal 1: [2,5; 0,8; 1,9]; Soal 2: [3,4; 3,1; 3,9]; Soal 3: [5,2; 4,7; 5,0]. Acuan jawaban benar: Soal 1 -> 0,8; 1,9; 2,5; Soal 2 -> 3,1; 3,4; 3,9; Soal 3 -> 4,7; 5,0; 5,2 (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid mengecek kembali hasil pekerjaannya dengan menanyakan langkah mana yang paling menentukan saat mengurutkan: apakah melihat angka satuan atau angka persepuluhan terlebih dahulu (5 menit).
- Murid menyimpulkan prosedur baku: bandingkan nilai tempat satuan terlebih dahulu; jika angka satuannya sama, bandingkan nilai tempat persepuluhannya untuk menentukan urutan dari yang terkecil (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap lembar latihan murid dan mengapresiasi ketelitian murid dalam membandingkan nilai tempat (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (mengurutkan bilangan desimal dari terbesar ke terkecil) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bilangan dengan tabel nilai tempat (kolom satuan dan persepuluhan) untuk meletakkan angka sebelum mengurutkan; murid berkemampuan cepat diberikan bilangan yang memiliki angka satuan sama dan angka persepuluhan berdekatan (misal: 4,2; 4,0; 4,5).
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru dengan bimbingan terfokus pada perbandingan dua bilangan terlebih dahulu sebelum menyusun ketiga bilangan.
- Produk: Seluruh murid menyajikan hasil pengurutan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar pada lembar tugas masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan membandingkan dua bilangan desimal di awal pelajaran: 'Manakah yang nilainya lebih kecil antara 2,7 dan 2,3?' (acuan: 2,3 lebih kecil dari 2,7 karena angka persepuluhan 3 lebih kecil dari 7).
Proses:- Observasi ketepatan murid menyusun urutan pada permainan 'Susun Kartu Cepat' (Putaran 1: 1,2; 2,8; 3,5 dan Putaran 2: 0,3; 0,6; 4,1).
- Pemeriksaan ketepatan murid mengerjakan 3 butir soal latihan mandiri (Acuan: Butir 1 = 0,8; 1,9; 2,5; Butir 2 = 3,1; 3,4; 3,9; Butir 3 = 4,7; 5,0; 5,2).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 1 soal cepat di akhir pembelajaran: Urutkan bilangan [1,6; 0,7; 1,2] dari yang terkecil ke terbesar! (acuan kunci jawaban tepat: 0,7; 1,2; 1,6).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat permainan tantangan berpasangan menyusun kartu bilangan desimal
- Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar | Belum mampu mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar secara tepat (0 dari 3 butir soal latihan mandiri benar; acuan kunci: Butir 1 = 0,8; 1,9; 2,5; Butir 2 = 3,1; 3,4; 3,9; Butir 3 = 4,7; 5,0; 5,2). | Mampu mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar dengan tepat pada 1 dari 3 butir soal latihan mandiri sesuai acuan kunci. | Mampu mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar dengan tepat pada 2 dari 3 butir soal latihan mandiri sesuai acuan kunci. | Mampu mengurutkan tiga bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terkecil ke terbesar dengan tepat pada seluruh (3 dari 3) butir soal latihan mandiri secara mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tabel nilai tempat dan kartu bilangan efektif membantu murid mengurutkan tiga bilangan desimal dari yang terkecil ke terbesar?
- Bagian mana dari langkah perbandingan nilai tempat (satuan atau persepuluhan) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid?
Murid:- Langkah apa yang kamu lakukan pertama kali ketika melihat tiga bilangan desimal yang harus diurutkan dari yang terkecil?
- Apa yang akan kamu lakukan jika angka satuan pada ketiga bilangan desimal tersebut ternyata sama nilainya?
Pertemuan 14 — Mengurutkan Kumpulan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma dari Terbesar ke Terkecil — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.5 Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan kumpulan bilangan desimal satu angka di belakang koma dari nilai terbesar ke terkecil (2 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menentukan bilangan yang lebih besar antara 2,7 dan 3,1 (acuan: 3,1 lebih besar dari 2,7 karena nilai tempat satuannya lebih tinggi, yaitu 3 > 2) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan empat bilangan desimal di papan tulis: 1,9; 4,5; 0,8; 3,2, lalu membimbing murid mengamati nilai tempat puluhan/satuan terlebih dahulu, kemudian nilai tempat persepuluhan (acuan pemahaman: angka satuan 4 > 3 > 1 > 0) (8 menit).
- Murid secara berkesadaran memperhatikan penjelasan guru tentang langkah menentukan urutan dari terbesar ke terkecil: membandingkan angka satuan terbesar; jika angka satuannya sama, membandingkan angka persepuluhannya (misal antara 3,7 dan 3,2, maka 3,7 lebih besar karena 7 persepuluhan > 2 persepuluhan) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Menggembirakan 'Penyusun Menara Desimal': Dalam waktu 5 menit secara berpasangan, murid berlomba menyusun 4 kartu bilangan desimal dari terbesar ke terkecil. Kumpulan kartu terdiri dari: Kartu A [2,4; 5,1; 1,7; 3,8] (acuan urutan: 5,1; 3,8; 2,4; 1,7) dan Kartu B [4,9; 4,2; 0,6; 2,5] (acuan urutan: 4,9; 4,2; 2,5; 0,6) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan berisi 2 set kumpulan bilangan desimal untuk diurutkan dari terbesar ke terkecil: Set 1 memuat [1,3; 3,6; 0,9; 2,8] (acuan kunci: 3,6; 2,8; 1,3; 0,9); Set 2 memuat [5,4; 2,7; 5,8; 1,1] (acuan kunci: 5,8; 5,4; 2,7; 1,1) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar latihan, mendiskusikan kekeliruan umum (misal terkecoh saat angka satuan sama), dan memastikan seluruh murid memahami langkah perbandingan nilai tempat (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan aturan mengurutkan bilangan desimal dari terbesar ke terkecil berdasarkan nilai tempat (satuan lalu persepuluhan) (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 butir cek pemahaman mandiri tertulis: urutkan kumpulan bilangan [2,1; 0,5; 4,3; 2,9] dari yang terbesar ke terkecil (acuan: 4,3; 2,9; 2,1; 0,5), lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu bilangan dengan tabel nilai tempat (satuan dan persepuluhan) yang terpisah warna, sedangkan murid cepat diberikan kumpulan 5 bilangan desimal termasuk yang angka satuannya bernilai sama.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung oleh guru dengan membandingkan dua bilangan terlebih dahulu sebelum mengurutkan seluruh kumpulan; murid yang sudah mahir langsung mengurutkan kumpulan secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan urutan bilangan desimal dari terbesar ke terkecil pada lembar kerja sesuai acuan target.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: menentukan bilangan yang lebih besar antara 2,7 dan 3,1 (acuan jawaban: 3,1 lebih besar dari 2,7 karena angka satuan 3 lebih besar dari 2).
Proses:- Observasi dan pemeriksaan Lembar Latihan mandiri: ketepatan mengurutkan Set 1 [1,3; 3,6; 0,9; 2,8] (acuan: 3,6; 2,8; 1,3; 0,9) dan Set 2 [5,4; 2,7; 5,8; 1,1] (acuan: 5,8; 5,4; 2,7; 1,1).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir sesi: urutkan bilangan desimal [2,1; 0,5; 4,3; 2,9] dari nilai terbesar ke terkecil (acuan jawaban benar: 4,3; 2,9; 2,1; 0,5).
Formatif:- Pemeriksaan langsung pada aktivitas tantangan kartu bilangan dan lembar latihan mandiri mengurutkan bilangan desimal dari terbesar ke terkecil.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengurutkan Kumpulan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma dari Terbesar ke Terkecil | Belum mampu mengurutkan kumpulan bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terbesar ke terkecil (0 set benar dari 2 set lembar latihan). | Mampu mengurutkan 1 set kumpulan bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terbesar ke terkecil secara tepat dengan bimbingan (acuan Set 1: 3,6; 2,8; 1,3; 0,9 atau Set 2: 5,8; 5,4; 2,7; 1,1). | Mampu mengurutkan seluruh 2 set kumpulan bilangan desimal satu angka di belakang koma dari terbesar ke terkecil secara tepat (acuan Set 1: 3,6; 2,8; 1,3; 0,9 dan Set 2: 5,8; 5,4; 2,7; 1,1). | Mampu mengurutkan seluruh 2 set latihan dan 1 butir cek pemahaman mandiri [2,1; 0,5; 4,3; 2,9] dari terbesar ke terkecil secara tepat dan mandiri tanpa kesalahan (acuan: 4,3; 2,9; 2,1; 0,5). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan nilai tempat membantu murid mengurutkan bilangan desimal dengan angka satuan yang sama?
- Bagian mana dari aktivitas menyusun bilangan desimal yang paling membutuhkan penguatan tambahan bagi murid?
Murid:- Langkah apa yang paling membantumu saat menentukan bilangan desimal mana yang paling besar?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat mengurutkan kumpulan bilangan desimal dari terbesar ke terkecil?
Pertemuan 15 — Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma dalam Konteks Pengukuran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.4 Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
- TP 6.1.5 Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak murid berdoa bersama untuk memulai kegiatan dengan penuh kesadaran (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar serta melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dan tulisan cepat: murid diminta membandingkan 2 bilangan desimal hasil pengukuran panjang, yaitu 2,4 m dan 2,7 m (acuan: 2,7 m lebih besar/panjang daripada 2,4 m; 2,4 < 2,7) serta mengurutkan 3 data ukuran berat: 1,8 kg; 0,9 kg; 1,3 kg dari yang teringan/terkecil (acuan urutan: 0,9 kg; 1,3 kg; 1,8 kg) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma dalam konteks data pengukuran nyata seperti panjang, jarak, dan berat (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati tabel data hasil pengukuran lompat jauh 4 anak yang ditampilkan guru di papan tulis: Rian = 3,7 m; Didi = 2,9 m; Bayu = 3,6 m; dan Edo = 3,2 m (acuan telaah: satuan dan persepuluhan) (4 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang cara membandingkan dua bilangan desimal hasil pengukuran dengan memeriksa nilai tempat satuan terlebih dahulu, lalu nilai persepuluhan (misal: membandingkan 3,7 m dan 3,6 m: satuan sama-sama 3, persepuluhan 7 > 6 sehingga 3,7 m > 3,6 m) (6 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Tepuk Banding Desimal' yang menggembirakan: guru menyebutkan 2 ukuran, murid saling berlomba menepuk meja satu kali lalu menyebutkan ukuran yang lebih besar/kecil dengan benar, misalnya antara 1,5 kg dan 1,9 kg (acuan: 1,9 kg lebih besar) dan antara 4,2 m dan 3,8 m (acuan: 3,8 m lebih kecil) (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Kerja Murid (LKM) Pengukuran Desimal yang memuat 2 tugas utama (1 menit).
- Pada Tugas 1 (Membandingkan Data Pengukuran), murid secara mandiri membandingkan 4 pasang bilangan desimal konteks pengukuran menggunakan tanda <, >, atau =: (1) Jarak rumah Siti 2,3 km ... jarak rumah Edo 2,8 km (acuan: <); (2) Berat semangka A 3,4 kg ... berat semangka B 3,1 kg (acuan: >); (3) Panjang pita merah 1,5 m ... pita hijau 1,5 m (acuan: =); (4) Tinggi tanaman tomat 0,8 m ... tomat unggul 1,2 m (acuan: <) (14 menit).
- Pada Tugas 2 (Mengurutkan Data Pengukuran), murid secara mandiri mengerjakan 2 soal pengurutan kumpulan data pengukuran desimal: Soal A: Urutkan data lompatan murid berikut dari yang terjauh ke terdekat: 3,7 m; 2,9 m; 3,6 m; 3,2 m (acuan kunci: 3,7 m; 3,6 m; 3,2 m; 2,9 m). Soal B: Urutkan data berat kantong beras berikut dari yang paling ringan ke paling berat: 4,5 kg; 2,3 kg; 4,1 kg; 2,8 kg; 3,9 kg (acuan kunci: 2,3 kg; 2,8 kg; 3,9 kg; 4,1 kg; 4,5 kg) (14 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan LKM Tugas 1 dan Tugas 2 dengan kunci jawaban acuan yang dibuka di papan tulis, memeriksa apakah ada kekeliruan dalam membandingkan angka satuan atau persepuluhan (6 menit).
- Murid mengidentifikasi langkah perbaikan secara sadar jika masih terjadi kekeliruan saat mengurutkan bilangan desimal yang memiliki angka satuan sama (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan aturan membandingkan dan mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma dalam konteks besaran pengukuran (bandingkan satuan terlebih dahulu, jika sama lanjutkan ke persepuluhan) (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ketelitian murid dan menyampaikan informasi bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan Asesmen Sumatif Bab 1 Pecahan dan Desimal (4 menit); kegiatan ditutup dengan doa bersama dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan tabel nilai tempat (satuan dan persepuluhan) pada lembar kerja bagi murid yang membutuhkan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara bertahap dalam memilah angka sebelum koma dan setelah koma; murid cepat diberikan soal tantangan tambahan berupa mengurutkan 6 data pengukuran desimal satu angka di belakang koma secara mandiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja pembandingan dan pengurutan bilangan desimal konteks pengukuran sesuai kriteria kompetensi TP.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik singkat lisan/tulis di awal pembelajaran: (1) Mana yang lebih besar antara 2,4 m dan 2,7 m? (acuan: 2,7 m); (2) Urutkan dari yang terkecil: 1,8 kg; 0,9 kg; 1,3 kg (acuan: 0,9 kg; 1,3 kg; 1,8 kg).
Proses:- Pengamatan keterlibatan saat permainan 'Tepuk Banding Desimal' (acuan: ketepatan membandingkan 1,5 kg < 1,9 kg dan 4,2 m > 3,8 m).
- Penilaian LKM Tugas 1: Membandingkan 4 pasang bilangan desimal pengukuran (kunci: (1) 2,3 km < 2,8 km; (2) 3,4 kg > 3,1 kg; (3) 1,5 m = 1,5 m; (4) 0,8 m < 1,2 m).
- Penilaian LKM Tugas 2: Mengurutkan 2 kumpulan data desimal pengukuran (kunci Soal A dari terjauh: 3,7 m; 3,6 m; 3,2 m; 2,9 m; kunci Soal B dari teringan: 2,3 kg; 2,8 kg; 3,9 kg; 4,1 kg; 4,5 kg).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir di akhir sesi: (1) Bandingkan 4,6 meter ... 4,3 meter (acuan: >); (2) Urutkan dari yang teringan ke terberat: 3,5 kg; 1,9 kg; 2,4 kg (acuan: 1,9 kg; 2,4 kg; 3,5 kg).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri membandingkan 4 pasang bilangan desimal pengukuran dan mengurutkan 2 kumpulan data pengukuran desimal.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma dalam konteks pengukuran (Tugas 1: 4 butir: (1) 2,3 < 2,8; (2) 3,4 > 3,1; (3) 1,5 = 1,5; (4) 0,8 < 1,2) | Tepat membandingkan paling banyak 1 dari 4 pasang bilangan desimal pengukuran sesuai acuan kunci. | Tepat membandingkan 2 dari 4 pasang bilangan desimal pengukuran sesuai acuan kunci. | Tepat membandingkan 3 dari 4 pasang bilangan desimal pengukuran sesuai acuan kunci secara mandiri. | Tepat membandingkan seluruh 4 pasang bilangan desimal pengukuran sesuai acuan kunci secara mandiri dan konsisten. | | Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma dalam konteks pengukuran (Tugas 2: Soal A [4 data] dan Soal B [5 data]) | Belum tepat menyusun urutan pada Soal A maupun Soal B sesuai acuan kunci. | Tepat menyusun urutan pada salah satu soal (Soal A atau Soal B saja) dengan benar sesuai acuan kunci. | Tepat menyusun urutan pada Soal A (3,7; 3,6; 3,2; 2,9) dan Soal B (2,3; 2,8; 3,9; 4,1; 4,5) dengan 1 kekeliruan posisi angka. | Tepat menyusun urutan pada Soal A dan Soal B secara menyeluruh tanpa kekeliruan posisi angka sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks pengukuran (panjang, berat, jarak) membantu murid memahami perbandingan dan pengurutan bilangan desimal satu angka di belakang koma secara bermakna?
- Bagian mana dari langkah membandingkan nilai tempat (satuan vs persepuluhan) yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa yang harus saya perhatikan terlebih dahulu ketika membandingkan dua bilangan desimal yang angka satuannya sama?
- Apakah saya merasa lebih mudah mengurutkan bilangan desimal setelah mengamati contoh data pengukuran nyata dalam kehidupan sehari-hari?
Pertemuan 16 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.1.1 Melakukan operasi perkalian pecahan dengan bilangan asli
- TP 6.1.2 Melakukan operasi pembagian pecahan dengan bilangan asli
- TP 6.1.3 Mengubah pecahan menjadi bilangan desimal
- TP 6.1.4 Membandingkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
- TP 6.1.5 Mengurutkan bilangan desimal satu angka di belakang koma
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta perlengkapan alat tulis murid di meja masing-masing (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-16 sebagai sesi pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Bab 1 yang dikerjakan secara mandiri untuk mengukur ketercapaian TP perkalian dan pembagian pecahan serta bilangan desimal (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan naskah asesmen sumatif yang terdiri dari Bagian 1 (4 butir isian penyelesaian masalah) dan Bagian 2 (6 butir isian singkat/objektif), lalu membacakan petunjuk umum pengerjaan secara berkesadaran agar murid memahami tata cara menuliskan langkah pengerjaan tanpa berdiskusi (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan Tugas 1 (durasi 35 menit) berisi 4 butir soal isian langkah terstruktur operasi perkalian dan pembagian pecahan: Butir 1: Hitunglah 3 x 2/5 (acuan: (3 x 2)/5 = 6/5 = 1 1/5); Butir 2: Hitunglah 1 1/2 x 4 (acuan: 3/2 x 4 = 12/2 = 6); Butir 3: Hitunglah 4/7 : 2 (acuan: 4/(7 x 2) = 4/14 = 2/7 atau 4/7 x 1/2 = 4/14 = 2/7); Butir 4: Hitunglah 2 1/4 : 3 (acuan: 9/4 : 3 = 9/(4 x 3) = 9/12 = 3/4 atau 9/4 x 1/3 = 9/12 = 3/4) (35 menit).
- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan Tugas 2 (durasi 20 menit) berisi 6 butir soal desimal: Butir 5: Ubahlah 7/10 ke desimal (acuan: 0,7); Butir 6: Ubahlah 3/5 ke desimal berpenyebut 10 (acuan: (3x2)/(5x2) = 6/10 = 0,6); Butir 7: Ubahlah 1 4/5 ke desimal satu angka di belakang koma (acuan: 1 + 8/10 = 1,8 atau 9/5 = 18/10 = 1,8); Butir 8: Berilah tanda <, >, atau = pada 0,4 ... 0,7 (acuan: <); Butir 9: Berilah tanda <, >, atau = pada 1,5 ... 1,2 (acuan: >); Butir 10: Urutkan bilangan 0,9; 0,3; 0,6 dari yang terkecil ke terbesar (acuan: 0,3; 0,6; 0,9) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali kelengkapan identitas dan nomor jawaban pada lembar kerja masing-masing secara teliti dan berkesadaran sebelum dikumpulkan ke meja guru (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban sumatif dari setiap meja murid secara tertib (1 menit).
- Guru mengapresiasi integritas dan kemandirian murid selama asesmen, memberikan penegasan umum mengenai pentingnya ketelitian dalam operasi pecahan dan desimal yang telah dipelajari sepanjang Bab 1, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi materi uji demi menjaga standardisasi sumatif akhir bab; format naskah menggunakan huruf yang jelas dan spasi lapang.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk pengerjaan bagi murid yang mengalami hambatan membaca teks instruksi tanpa memberi bantuan jawaban hitung.
- Produk: Seluruh murid mengumpulkan bukti yang sama berupa lembar jawaban tertulis asesmen sumatif akhir bab (10 butir soal).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Tes tertulis sumatif akhir bab (isian terstruktur dan pilihan objektif): Lembar asesmen sumatif memuat langkah hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli, hasil konversi pecahan ke desimal satu angka di belakang koma, serta ketepatan tanda perbandingan dan urutan bilangan desimal
- tes tertulis serentak (soal isian penyelesaian masalah): Lembar pengerjaan 4 butir soal isian yang memuat langkah sistematis operasi perkalian dan pembagian pecahan biasa/campuran dengan bilangan asli (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik langkah penyelesaian)
- tes tertulis serentak (soal isian singkat dan objektif): Lembar jawaban pengerjaan 6 butir soal mencakup pengubahan bentuk pecahan ke desimal satu angka di belakang koma, pembubuhan tanda perbandingan (<, >, =), dan penulisan urutan bilangan desimal dari terkecil ke terbesar (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
Sumatif:- Tes tertulis sumatif akhir bab (isian terstruktur dan pilihan objektif): Lembar asesmen sumatif memuat langkah hitung perkalian dan pembagian pecahan dengan bilangan asli, hasil konversi pecahan ke desimal satu angka di belakang koma, serta ketepatan tanda perbandingan dan urutan bilangan desimal
- tes tertulis serentak (soal isian penyelesaian masalah): Lembar pengerjaan 4 butir soal isian yang memuat langkah sistematis operasi perkalian dan pembagian pecahan biasa/campuran dengan bilangan asli (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik langkah penyelesaian)
- tes tertulis serentak (soal isian singkat dan objektif): Lembar jawaban pengerjaan 6 butir soal mencakup pengubahan bentuk pecahan ke desimal satu angka di belakang koma, pembubuhan tanda perbandingan (<, >, =), dan penulisan urutan bilangan desimal dari terkecil ke terbesar (30 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran objektif)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi Perkalian dan Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli (Tugas 1: Butir 1 s.d. 4) | Menyelesaikan dengan benar langkah dan hasil hitung maksimal 1 dari 4 butir soal perkalian/pembagian pecahan (acuan Butir 1: 6/5 atau 1 1/5; Butir 2: 6; Butir 3: 2/7; Butir 4: 3/4). | Menyelesaikan dengan benar langkah dan hasil hitung tepat 2 dari 4 butir soal perkalian/pembagian pecahan sesuai acuan Butir 1 s.d. 4. | Menyelesaikan dengan benar langkah dan hasil hitung tepat 3 dari 4 butir soal perkalian/pembagian pecahan sesuai acuan Butir 1 s.d. 4. | Menyelesaikan dengan benar langkah dan hasil hitung seluruh 4 butir soal perkalian/pembagian pecahan sesuai acuan Butir 1 s.d. 4 secara mandiri. | | Pengubahan Bentuk Pecahan Menjadi Desimal Satu Angka di Belakang Koma (Tugas 2: Butir 5 s.d. 7) | Mengubah bentuk pecahan ke desimal dengan benar maksimal 1 dari 3 butir soal konversi (acuan Butir 5: 0,7; Butir 6: 0,6; Butir 7: 1,8). | Mengubah bentuk pecahan ke desimal dengan benar tepat 2 dari 3 butir soal konversi sesuai acuan Butir 5 s.d. 7. | Mengubah bentuk pecahan ke desimal dengan benar seluruh 3 butir soal konversi (Butir 5: 0,7; Butir 6: 0,6; Butir 7: 1,8), namun terdapat pembulatan/penulisan bentuk pecahan antara yang kurang lengkap. | Mengubah bentuk pecahan ke desimal dengan benar seluruh 3 butir soal konversi sesuai acuan Butir 5 s.d. 7 secara lengkap dan tepat. | | Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Desimal Satu Angka di Belakang Koma (Tugas 2: Butir 8 s.d. 10) | Menentukan tanda perbandingan dan urutan desimal dengan benar maksimal 1 dari 3 butir soal (acuan Butir 8: <; Butir 9: >; Butir 10: 0,3; 0,6; 0,9). | Menentukan tanda perbandingan dan urutan desimal dengan benar tepat 2 dari 3 butir soal sesuai acuan Butir 8 s.d. 10. | Menentukan tanda perbandingan dan urutan desimal dengan benar seluruh 3 butir soal sesuai acuan Butir 8 s.d. 10, namun pengerjaan urutan memerlukan pengecekan ulang tanda koma. | Menentukan tanda perbandingan dan urutan desimal dengan benar seluruh 3 butir soal (Butir 8: <; Butir 9: >; Butir 10: 0,3; 0,6; 0,9) secara mandiri dan teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengerjaan 35 menit untuk soal langkah hitung pecahan dan 20 menit untuk soal desimal mencukupi bagi sebagian besar murid?
- Butir nomor berapakah yang paling banyak mengalami kekeliruan hitung atau konsep sehingga memerlukan remedial terarah sebelum memasuki bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari soal asesmen sumatif tadi yang terasa paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Apakah aku sudah teliti memeriksa kembali hasil hitung perkalian, pembagian, serta penempatan koma desimal sebelum mengumpulkan lembar jawaban?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Kertas berpetak / lembar peraga visual diagram pecahan
- Kartu permainan pasang pecahan berpetak
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Kartu tantangan penjumlahan berulang dan papan tulis/spidol
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022)
- Kartu tantangan hitung cepat 'Tangkas Pecahan'
- Papan tulis dan spidol
- Kertas lipat origami persegi dan persegi panjang warna-warni
- Gunting kertas dan spidol warna untuk penanda arsiran
- Papan tulis mini/buku latihan murid
- Kartu soal aktivitas berpasangan
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Set kartu tantangan pembagian pecahan campuran
- Lembar latihan mandiri berpetak
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek)
- Kartu tantangan operasi dan lembar kerja latihan soal cerita terbimbing
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022) Bab 1
- Diagram balok pecahan persepuluhan dan kartu pecahan desimal
- Kartu pecahan dan lembar gambar blok pecahan persepuluhan
- Lembar Latihan Murid
- Kartu pecahan campuran dan bagan persepuluhan
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI, Kemendikbudristek 2022
- Garis bilangan bergradasi persepuluhan (karton laminasi/penggaris)
- Kartu angka bilangan desimal satu angka di belakang koma
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Membandingkan Desimal
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 1: Pecahan dan Desimal)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 1)
- Kartu angka bilangan desimal dan lembar tabel nilai tempat (Puluhan, Satuan, Persepuluhan)
- Set kartu bilangan desimal satu angka di belakang koma
- Papan tulis dan spidol penanda nilai tempat
- Set kartu angka desimal dan tabel nilai tempat
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022, Bab 1 Pecahan dan Desimal)
- Papan tulis/spidol dan Lembar Kerja Murid (LKM) Data Pengukuran Desimal
- Naskah Lembar Asesmen Sumatif Bab 1 Pecahan dan Desimal
- Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Sumatif Bab 1
|