Modul AjarPertemuan 5Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Komposisi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Komposisi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Komposisi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000

Matematika - Kelas 5

Bab 9 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Komposisi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKomposisi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun (komposisi) bilangan cacah sampai 1.000.000 dari beberapa komponen nilai tempat yang diberikan.
  2. Murid dapat menentukan berbagai kemungkinan komposisi uang (pecahan rupiah) yang membentuk nilai sampai 1.000.000 sebagai penerapan konsep komposisi bilangan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu punya uang Rp500.000,00, kira-kira ada berapa cara berbeda untuk membayar dengan pecahan uang yang kita punya?
  2. Bilangan 345.600 tersusun dari nilai-nilai tempat apa saja? Bisakah kamu menyusun bilangan itu dari komponen yang berbeda?
  3. Menurutmu, apakah dua orang yang punya uang dengan jumlah sama pasti punya pecahan uang yang sama juga? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru melakukan absensi dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan kartu bilangan sederhana (misal: 3 ratusan + 5 puluhan + 7 satuan) dan meminta 2–3 murid menyebutkan bilangan yang terbentuk secara lisan. Guru mencatat siapa yang sudah paham nilai tempat.
  • Apersepsi: Guru bertanya, 'Minggu lalu kita belajar membaca, menulis, dan mengurutkan bilangan sampai 1.000.000. Masih ingat bagaimana cara menentukan nilai tempatnya?' Guru meminta murid menjawab secara spontan.
  • Guru memperlihatkan beberapa lembar uang mainan (100.000, 50.000, 20.000, 10.000, 5.000, 2.000, 1.000) dan bertanya, 'Kalau Ibu mau membayar Rp345.600,00, kira-kira pecahan uang apa saja yang bisa dipakai?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menyusun bilangan dari komponen nilai tempat dan menentukan berbagai kemungkinan komposisi uang sampai 1.000.000.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan singkat: eksplorasi nilai tempat → latihan komposisi uang → refleksi bersama.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan kartu nilai tempat (kartu bertuliskan: 'Ratus Ribuan', 'Puluh Ribuan', 'Ribuan', 'Ratusan', 'Puluhan', 'Satuan') kepada setiap kelompok (4–5 orang).
  • Guru menampilkan soal Eksplorasi 9.3A dari buku siswa: uang Yosep (5 lembar Rp100.000, 4 lembar Rp20.000, 3 lembar Rp10.000, 1 lembar Rp5.000, 4 lembar Rp2.000). Murid diminta mengisi tabel nilai tempat di LKS.
  • Guru membimbing murid memahami bahwa setiap pecahan uang mewakili nilai tempat tertentu: misalnya 5 lembar Rp100.000 = 500.000 = 5 pada posisi ratus ribuan.
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Apa yang terjadi jika kita menjumlahkan semua komponen nilai tempat itu? Bilangan apa yang terbentuk?' Murid berdiskusi dalam kelompok lalu menjawab.
  • Guru mengonfirmasi pemahaman dengan menuliskan bentuk komposisi di papan tulis: 500.000 + 80.000 + 30.000 + 5.000 + 8.000 = 623.000, dan meminta murid mengecek hasil kelompok masing-masing.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi uang mainan kepada setiap kelompok (set berisi pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000).
  • Guru menyajikan soal Eksplorasi 9.3B: 'Ibu akan membeli jam tangan seharga Rp345.600,00. Ibu memiliki 2 lembar Rp100.000, 3 lembar Rp50.000, 4 lembar Rp20.000, 2 lembar Rp10.000, 2 lembar Rp2.000, dan 6 keping Rp500. Tentukan kemungkinan komposisi uang yang bisa digunakan Ibu untuk membayar pas!'
  • Setiap kelompok memanipulasi uang mainan secara fisik untuk menemukan minimal 2 kemungkinan komposisi yang berbeda. Murid mencatat setiap kemungkinan pada lembar kerja dengan format tabel.
  • Setelah selesai, tiap kelompok menuliskan salah satu kemungkinan komposisi di papan tulis atau kertas plano, lalu mempresentasikannya kepada kelas (masing-masing 1–2 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apakah ada kelompok yang menemukan komposisi yang sama? Mana yang berbeda? Apakah semuanya menghasilkan Rp345.600,00?'
  • Diferensiasi cepat: Kelompok yang sudah selesai lebih awal diberikan tantangan tambahan — menemukan komposisi ketiga dengan syarat menggunakan minimal satu lembar Rp50.000.
  • Diferensiasi lambat: Guru mendampingi kelompok yang kesulitan dengan memulai dari komponen nilai tempat terbesar terlebih dahulu secara bertahap.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif kepada kelas: 'Dari semua kemungkinan komposisi yang kalian temukan, apa yang membuat satu komposisi berbeda dari yang lain?'
  • Murid secara berpasangan saling menjelaskan kembali dengan kata-kata sendiri: 'Bagaimana cara menyusun bilangan dari komponen nilai tempatnya?' (Think-Pair-Share singkat, 3 menit).
  • Guru menunjukkan satu bilangan acak di papan (misal: 782.500) dan meminta murid menuliskan 3 cara berbeda untuk menyatakan bilangan itu dalam bentuk komposisi nilai tempat di buku catatan masing-masing.
  • Beberapa murid membacakan jawabannya. Guru memberikan umpan balik konstruktif.
  • Guru merangkum pembelajaran: komposisi bilangan adalah menyusun sebuah bilangan dari penjumlahan nilai-nilai tempatnya; dalam kehidupan nyata ini diterapkan saat kita bekerja dengan uang.

Penutup:

  • Guru membagikan soal asesmen akhir singkat (3 soal tertulis, dikerjakan mandiri selama 5–7 menit): (1) Susun bilangan dari komponen nilai tempat yang diberikan; (2) Tuliskan dua kemungkinan komposisi uang untuk nilai Rp256.000,00; (3) Jelaskan dengan kata-katamu sendiri apa yang dimaksud dengan komposisi bilangan.
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat: 'Apa yang sudah aku pahami hari ini?' dan 'Apa yang masih membingungkan bagiku?'
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran hari ini bersama-sama dengan pertanyaan: 'Jadi, apa itu komposisi bilangan dan bagaimana cara menemukannya?'
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mencari satu contoh di rumah (misal: uang jajan atau harga barang) dan menuliskan kemungkinan komposisi uangnya di buku catatan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi terhadap partisipasi murid dan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah memahami konsep dasar diberikan bilangan yang lebih kompleks (misal: 6 komponen nilai tempat sekaligus, atau bilangan dengan digit nol di tengah seperti 405.060). Murid yang masih kesulitan bekerja dengan bilangan yang lebih sederhana (misal: maksimal 4 komponen nilai tempat, tanpa nilai tempat nol).
  • Proses: Murid yang cepat bekerja secara mandiri atau berpasangan untuk menemukan sebanyak mungkin kemungkinan komposisi. Murid yang lambat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru menggunakan uang mainan konkret sebagai alat bantu visual.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat membuat 'kartu tantangan komposisi' sendiri untuk diajukan ke teman (soal buatan sendiri). Murid yang masih berkembang cukup melengkapi tabel nilai tempat dan menuliskan satu kemungkinan komposisi uang dengan benar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan kartu bilangan sederhana di papan (misal: 4 puluh ribuan + 6 ribuan + 3 ratusan + 2 satuan) dan meminta 2–3 murid menyebutkan bilangan yang terbentuk secara lisan untuk mengukur kesiapan awal pemahaman nilai tempat.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan cepat: 'Angka 5 pada bilangan 523.000 nilainya berapa?' sebagai cek diagnostik awal sebelum masuk ke konsep komposisi.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat kelompok bekerja dengan uang mainan: guru memperhatikan apakah murid dapat menghubungkan pecahan uang dengan nilai tempatnya dengan benar.
  • Pengecekan LKS kelompok setelah Eksplorasi 9.3A: guru memastikan tabel nilai tempat terisi dengan tepat sebelum melanjutkan ke Eksplorasi 9.3B.
  • Pertanyaan lisan acak kepada individu selama diskusi kelas: 'Mengapa kamu memilih kombinasi itu? Bagaimana kamu tahu jumlahnya sudah tepat?'
  • Pengamatan presentasi kelompok: guru menilai ketepatan komposisi yang disajikan dan kemampuan murid menjelaskan alasannya.

Akhir:

  • Soal tertulis mandiri (3 soal, dikerjakan 5–7 menit): Soal 1 — Diberikan komponen: 3 lembar Rp100.000, 2 lembar Rp50.000, 4 lembar Rp10.000, 3 lembar Rp2.000, 6 keping Rp500. Berapakah totalnya? Tuliskan dalam bentuk komposisi nilai tempat. Soal 2 — Tuliskan dua kemungkinan komposisi uang untuk membayar Rp256.000,00 menggunakan pecahan yang tersedia. Soal 3 — Jelaskan dengan kalimatmu sendiri apa yang dimaksud dengan komposisi bilangan.

Formatif:

  • Observasi partisipasi saat diskusi kelompok menggunakan uang mainan (guru berkeliling dan mencatat keterlibatan serta kebenaran konsep).
  • Kuis lisan saat tahap Memahami: guru menunjuk murid secara acak untuk menyebutkan nilai total dari komponen nilai tempat yang ditampilkan.
  • Hasil LKS kelompok pada Eksplorasi 9.3A dan 9.3B: guru mengecek kelengkapan tabel dan kebenaran komposisi yang ditemukan.
  • Think-Pair-Share pada tahap Merefleksi: guru mendengarkan penjelasan berpasangan dan mencatat murid yang masih bingung.

Sumatif:

  • Soal asesmen akhir tertulis (3 soal mandiri di Penutup) yang mencakup: (1) menyusun bilangan dari komponen nilai tempat, (2) menemukan kemungkinan komposisi uang, dan (3) menjelaskan konsep komposisi dengan bahasa sendiri.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai data pelengkap pemahaman subjektif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyusun bilangan dari komponen nilai tempat (TP 5.9.5.1)Murid belum dapat menjumlahkan komponen nilai tempat dengan benar; hasil bilangan yang tersusun tidak sesuai.Murid dapat menyusun bilangan dari komponen nilai tempat dengan bantuan guru atau alat bantu konkret, namun masih terdapat kesalahan pada satu komponen.Murid dapat menyusun bilangan dari komponen nilai tempat dengan benar secara mandiri, tetapi belum dapat menjelaskan prosesnya.Murid dapat menyusun bilangan dari komponen nilai tempat dengan benar, mandiri, dan mampu menjelaskan setiap langkahnya dengan bahasa yang tepat.
Menentukan kemungkinan komposisi uang (TP 5.9.5.2)Murid belum dapat menemukan satu pun komposisi uang yang tepat untuk nilai yang diberikan.Murid dapat menemukan satu kemungkinan komposisi uang yang benar dengan bantuan uang mainan dan arahan guru.Murid dapat menemukan dua kemungkinan komposisi uang yang berbeda dan benar secara mandiri.Murid dapat menemukan lebih dari dua kemungkinan komposisi uang yang berbeda dan benar, serta mampu menjelaskan strategi pemilihannya kepada teman.
Komunikasi matematis (penjelasan konsep)Murid tidak dapat menjelaskan konsep komposisi bilangan dengan kata-kata sendiri.Murid dapat menjelaskan konsep komposisi bilangan secara terbatas, hanya dengan contoh yang diberikan guru.Murid dapat menjelaskan konsep komposisi bilangan dengan bahasa sendiri yang cukup jelas, disertai contoh.Murid dapat menjelaskan konsep komposisi bilangan dengan bahasa sendiri yang jelas dan sistematis, disertai contoh baru yang dibuatnya sendiri.
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; tidak memberikan kontribusi dalam menemukan komposisi.Murid sesekali terlibat dalam diskusi kelompok tetapi lebih banyak menjadi pengamat.Murid aktif berdiskusi, memberikan ide, dan menyelesaikan tugas bersama kelompok.Murid aktif memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok, mendorong anggota lain untuk berkontribusi, dan memastikan semua anggota memahami hasilnya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami hubungan antara komponen nilai tempat dan bilangan yang terbentuk? Siapa yang masih perlu pendampingan?
  • Apakah penggunaan uang mainan sebagai media konkret efektif membantu murid memahami komposisi? Apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap (Memahami – Mengaplikasi – Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diperpanjang?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjangkau murid yang belajar lebih lambat dan yang lebih cepat dengan efektif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling aku pahami dari pelajaran hari ini tentang komposisi bilangan?
  • Bagian mana yang masih membingungkan bagiku? Apa pertanyaan yang ingin aku tanyakan?
  • Bagaimana cara aku dan kelompokku menemukan kemungkinan komposisi uang? Strategi apa yang paling membantu?
  • Di mana aku bisa menggunakan konsep komposisi bilangan ini dalam kehidupan sehari-hariku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 5 SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 9, Subbab C: Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Sampai 1.000.000 (Eksplorasi 9.3A dan 9.3B).
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 5 SD/MI (Kemdikbudristek) — Bab 9, panduan Eksplorasi 9.3.
  3. Uang mainan rupiah (set pecahan: Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, Rp1.000, dan keping Rp500) — satu set per kelompok.
  4. Kartu nilai tempat (kartu bertuliskan Ratus Ribuan, Puluh Ribuan, Ribuan, Ratusan, Puluhan, Satuan) — satu set per kelompok.
  5. Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi tabel nilai tempat dan kolom pencatatan kemungkinan komposisi uang.
  6. Kertas plano atau papan mini untuk presentasi kelompok.
  7. Alat tulis (pensil, spidol warna).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.