Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Membuat Piktogram

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Membuat Piktogram". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Membuat Piktogram

Matematika - Kelas 5

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membuat Piktogram

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembuat Piktogram
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat piktogram berdasarkan data pada tabel frekuensi dengan menentukan nilai yang diwakili setiap gambar.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa satu gambar pada piktogram dapat mewakili lebih dari satu nilai.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau kamu ingin menunjukkan data 20 buah mangga dalam sebuah gambar, tapi tidak mau menggambar 20 mangga satu per satu, apa yang bisa kamu lakukan?
  2. Mengapa piktogram menggunakan gambar, bukan hanya angka saja? Apa keuntungannya?
  3. Jika 1 gambar bintang mewakili 5 siswa, bagaimana cara menggambarkan 15 siswa dan 8 siswa dalam piktogram yang sama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan mengkondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen Awal — Guru menampilkan sebuah piktogram sederhana (misalnya data buah favorit kelas dengan 1 gambar = 1 murid) dan bertanya: 'Apa yang kalian lihat? Apa yang bisa kalian baca dari gambar ini?' Guru mencatat respons murid untuk mengetahui pemahaman awal tentang piktogram.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama: 'Kalau kamu ingin menunjukkan data 20 buah mangga dalam sebuah gambar, tapi tidak mau menggambar 20 mangga satu per satu, apa yang bisa kamu lakukan?' Beri waktu murid menjawab secara lisan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan belajar membuat piktogram dari tabel frekuensi dan memahami bahwa satu gambar bisa mewakili lebih dari satu nilai.
  • Guru menginformasikan alur kegiatan: eksplorasi konsep, latihan membuat piktogram secara berkelompok, lalu presentasi dan refleksi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan dua versi piktogram dari data yang sama di papan tulis: Versi A menggunakan skala 1 gambar = 1 nilai, Versi B menggunakan skala 1 gambar = 2 nilai. Data yang digunakan adalah data jumlah buku yang dibaca murid SD Pancasila per bulan (Jan: 4, Feb: 6, Mar: 8, Apr: 10, Mei: 2).
  • Guru mengajak murid mengamati perbedaan kedua versi tersebut dengan pertanyaan: 'Versi mana yang lebih mudah dibaca? Versi mana yang lebih rapi dan efisien? Mengapa?'
  • Murid berdiskusi berpasangan selama 3 menit untuk menjawab pertanyaan di atas, lalu beberapa pasang berbagi jawaban ke kelas.
  • Guru menjelaskan konsep kunci secara ringkas: (1) Piktogram adalah penyajian data menggunakan gambar atau simbol; (2) Setiap gambar mewakili nilai tertentu yang disebut 'skala' atau 'keterangan gambar'; (3) Menentukan skala yang tepat membuat piktogram lebih efisien — misalnya jika data terbesar adalah 50, pilih skala 1 gambar = 5 atau 10 agar gambarnya tidak terlalu banyak.
  • Guru menunjukkan cara menentukan skala: 'Lihat nilai terbesar dalam data, lalu pilih skala yang membuat jumlah gambar antara 2–10 agar mudah dibaca. Jika nilainya tidak habis dibagi, kita bisa menggunakan setengah gambar untuk mewakili setengah skala.'
  • Guru mencontohkan satu baris piktogram: data Pak Chandra panen tomat minggu ke-3 sebanyak 20 kg. Jika 1 gambar tomat = 4 kg, maka minggu ke-3 digambar 5 gambar tomat. Murid diajak menghitung bersama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang per kelompok) dan membagikan lembar kerja kelompok berisi Tabel 8.7 Hasil Panen Tomat Pak Chandra (Minggu ke-1: 10 kg, Minggu ke-2: 14 kg, Minggu ke-3: 20 kg, Minggu ke-4: 12 kg, Minggu ke-5: 4 kg).
  • Tugas kelompok: (a) Tentukan skala yang tepat untuk piktogram (1 gambar = berapa kg?); (b) Buat piktogram lengkap di lembar kerja yang telah disediakan dengan kolom 'Minggu ke-', kolom gambar, dan keterangan skala; (c) Pastikan setiap baris gambar sesuai dengan data pada tabel.
  • Guru berkeliling memantau proses setiap kelompok dan memberikan pertanyaan scaffolding: 'Mengapa kalian memilih skala itu?', 'Bagaimana cara kalian menggambar 14 kg jika 1 gambar = 4 kg?', 'Apakah semua anggota kelompok setuju dengan skala yang dipilih?'
  • Asesmen Proses — Guru mengamati dan mencatat: (1) apakah kelompok dapat menentukan skala secara mandiri; (2) apakah gambar yang dibuat sudah proporsional sesuai data; (3) apakah ada murid yang mengalami kesulitan dalam membagi data yang tidak habis dibagi skalanya.
  • Setelah piktogram selesai dibuat, tiap kelompok menukar lembar kerja dengan kelompok lain untuk saling mengecek: 'Apakah piktogram kelompok lain sudah benar? Adakah yang perlu diperbaiki?'
  • Guru meminta 2–3 kelompok mempresentasikan piktogram mereka: menjelaskan alasan pemilihan skala dan cara membaca datanya. Kelompok lain boleh memberikan tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru menegaskan kembali poin penting: 'Skala yang berbeda bisa menghasilkan piktogram yang berbeda dari data yang sama, dan dua-duanya bisa benar selama gambarnya akurat dan keterangan skalanya jelas.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga: 'Jika 1 gambar bintang mewakili 5 siswa, bagaimana cara menggambarkan 15 siswa dan 8 siswa dalam piktogram yang sama?' Murid menjawab secara lisan atau tertulis di buku masing-masing.
  • Guru membahas jawaban bersama kelas dan memastikan murid memahami konsep setengah gambar (untuk nilai yang tidak habis dibagi skala).
  • Guru mengajak murid membandingkan piktogram buatan mereka dengan piktogram kelompok lain yang menggunakan skala berbeda: 'Apakah informasinya sama? Mana yang lebih mudah dibaca? Mengapa?'
  • Murid secara individu menjawab 2 pertanyaan tertulis singkat di buku catatan: (1) Tuliskan satu hal penting yang kamu pelajari hari ini tentang piktogram. (2) Menurutmu, apa keuntungan menggunakan skala 1 gambar = nilai tertentu dibandingkan 1 gambar = 1 nilai?
  • Guru mengumpulkan lembar kerja kelompok sebagai bahan asesmen proses.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Hari ini kita belajar apa saja?' Guru menuliskan poin-poin simpulan di papan tulis: (1) Piktogram menggunakan gambar/simbol untuk menyajikan data; (2) Satu gambar dapat mewakili lebih dari satu nilai (skala); (3) Skala dipilih agar piktogram mudah dibaca dan efisien.
  • Asesmen Akhir — Guru memberikan soal individu singkat (2–3 menit): disajikan tabel data kecil (misalnya data warna kesukaan 30 murid dalam 3 kategori) dan murid diminta menentukan skala yang tepat serta menggambar 1 baris piktogramnya. Guru mengumpulkan hasilnya.
  • Guru memberikan umpan balik umum berdasarkan pengamatan selama pembelajaran: mengapresiasi usaha semua kelompok dan menyebutkan hal yang sudah baik dan yang masih perlu dilatih.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid dapat berlatih membuat piktogram dari data keseharian di rumah (misalnya data nilai ulangan atau data jenis makanan yang dimakan dalam seminggu).
  • Guru menutup pelajaran dengan salam dan mengingatkan materi pertemuan berikutnya yaitu membaca data dari piktogram.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan diberikan tabel data dengan angka yang habis dibagi skalanya (misalnya semua data kelipatan 2 atau 5) sehingga tidak perlu menggunakan setengah gambar. Murid yang sudah mahir diberikan tabel data dengan angka yang tidak habis dibagi skala sehingga harus menggunakan setengah gambar dan menentukan skala yang paling efisien.
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan dapat bekerja berpasangan dengan murid yang lebih mahir dalam kelompok, dan guru memberikan scaffolding berupa langkah-langkah terstruktur di lembar kerja (misalnya: Langkah 1 — Temukan nilai terbesar; Langkah 2 — Pilih skala; Langkah 3 — Hitung jumlah gambar tiap baris). Murid yang cepat memahami diberi tantangan tambahan: membuat piktogram yang sama dengan dua skala berbeda dan membandingkan hasilnya.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan dapat mewarnai atau menempel stiker gambar yang sudah disediakan guru untuk membuat piktogramnya. Murid yang sudah mahir membuat piktogram secara mandiri menggunakan simbol buatan sendiri dan menambahkan judul serta keterangan gambar yang lengkap.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan piktogram sederhana (1 gambar = 1 nilai) dan meminta murid membaca serta menjelaskan apa yang mereka pahami dari piktogram tersebut secara lisan.
  • Guru bertanya: 'Siapa yang pernah membuat piktogram sebelumnya? Apa yang kamu ingat tentang piktogram?' untuk memetakan pengetahuan awal murid.

Proses:

  • Observasi guru berkeliling saat kerja kelompok: guru mencatat kelompok mana yang sudah dapat menentukan skala secara mandiri dan kelompok mana yang masih memerlukan bimbingan.
  • Pertanyaan scaffolding selama proses: 'Mengapa kalian memilih skala itu?', 'Bagaimana cara kalian menggambar nilai yang tidak habis dibagi skala?' — jawaban murid menjadi data asesmen proses.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menjelaskan alasan pemilihan skala dan cara membaca piktogram yang dibuat.

Akhir:

  • Soal individu singkat: disajikan tabel data (misalnya data warna favorit 30 murid: Merah 10, Biru 15, Hijau 5) — murid diminta menentukan skala yang tepat dan menggambar baris piktogram untuk salah satu kategori.
  • Murid menuliskan satu kalimat penjelasan: 'Pada piktogram yang saya buat, 1 gambar mewakili ___ nilai, karena ___.' untuk mengukur ketercapaian TP 5.8.3.2.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid berdiskusi berpasangan di tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi perbedaan dua versi piktogram.
  • Pengamatan proses kerja kelompok saat membuat piktogram: ketepatan penentuan skala, proporsionalitas gambar, dan kelengkapan keterangan.
  • Pertukaran lembar kerja antar kelompok untuk saling mengecek keakuratan piktogram yang dibuat.
  • Jawaban tertulis individu di buku catatan pada tahap Merefleksi (2 pertanyaan refleksi).

Sumatif:

  • Soal individu di akhir pembelajaran: murid diberikan tabel data sederhana dan diminta menentukan skala yang tepat serta menggambar piktogram untuk minimal satu baris data.
  • Lembar kerja kelompok membuat piktogram dari data hasil panen tomat Pak Chandra dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan skala piktogramMurid belum dapat menentukan skala yang sesuai dengan data; skala yang dipilih terlalu besar atau terlalu kecil sehingga piktogram tidak dapat terbaca dengan wajar.Murid dapat menentukan skala tetapi masih memerlukan arahan langsung dari guru; skala yang dipilih kadang menghasilkan jumlah gambar yang terlalu banyak atau tidak efisien.Murid dapat menentukan skala yang tepat secara mandiri berdasarkan nilai terbesar dalam data, menghasilkan piktogram yang dapat dibaca dengan wajar.Murid dapat menentukan skala yang paling efisien, menjelaskan alasan pemilihan skala secara logis, dan mempertimbangkan kemudahan pembacaan piktogram.
Membuat piktogram (keakuratan gambar)Jumlah gambar pada setiap baris tidak sesuai dengan data pada tabel; banyak baris yang salah.Sebagian baris piktogram sudah benar, tetapi masih ada beberapa baris yang jumlah gambarnya tidak sesuai dengan data.Hampir semua baris piktogram sudah benar dan sesuai dengan data pada tabel; keterangan skala sudah ditulis.Semua baris piktogram akurat sesuai data, keterangan skala lengkap dan jelas, judul piktogram ditulis, dan tampilan piktogram rapi serta mudah dibaca.
Memahami konsep satu gambar mewakili lebih dari satu nilaiMurid belum dapat menjelaskan bahwa satu gambar dapat mewakili lebih dari satu nilai; masih beranggapan bahwa 1 gambar selalu = 1 nilai.Murid mengerti bahwa 1 gambar bisa mewakili lebih dari 1 nilai, tetapi penjelasannya masih tidak lengkap atau memerlukan pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa 1 gambar mewakili nilai tertentu sesuai skala yang ditentukan, dan dapat menghitung jumlah gambar yang tepat untuk data yang diberikan.Murid dapat menjelaskan konsep skala piktogram dengan lancar, memberikan contoh sendiri, dan menjelaskan cara menggambar setengah gambar untuk nilai yang tidak habis dibagi skala.
Kolaborasi dan komunikasi dalam kelompokMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok; tidak berkontribusi dalam diskusi atau pembuatan piktogram.Murid sesekali terlibat dalam diskusi kelompok namun kontribusinya terbatas; lebih banyak mengikuti keputusan anggota lain.Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat tentang pemilihan skala, dan berkontribusi dalam pembuatan piktogram.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, menjelaskan idenya dengan jelas, dan membantu anggota kelompok yang mengalami kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep bahwa satu gambar dapat mewakili lebih dari satu nilai? Murid mana yang masih perlu pendampingan lanjutan?
  • Apakah contoh konteks (panen tomat Pak Chandra) terasa bermakna dan relevan bagi murid? Bagaimana respons murid terhadap konteks tersebut?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup memenuhi kebutuhan murid dengan tingkat pemahaman yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang piktogram?
  • Bagian mana dari membuat piktogram yang menurutmu paling sulit? Apa yang membantumu mengatasi kesulitan itu?
  • Mengapa menurutmu penting untuk mencantumkan keterangan skala (1 gambar = berapa nilai) pada piktogram?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI (Kemdikbud) — Bab 8 Subbab B tentang Piktogram
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas V SD/MI (Kemdikbud) — Bab 8 panduan pembelajaran piktogram
  3. Lembar kerja kelompok berisi Tabel 8.7 Hasil Panen Tomat Pak Chandra dan kolom kosong untuk menggambar piktogram
  4. Papan tulis atau flipchart untuk menampilkan dua versi piktogram perbandingan di tahap Memahami
  5. Penggaris, pensil warna, dan alat tulis untuk menggambar piktogram
  6. Kartu gambar atau stiker tomat (opsional, sebagai alat bantu diferensiasi untuk murid yang memerlukan dukungan)
  7. Soal asesmen akhir individu (disiapkan guru): tabel data sederhana dan lembar jawab untuk menggambar satu baris piktogram

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.