Modul AjarPertemuan 5Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Mengingat Kembali Karakteristik Trapesium dan Membandingkannya dengan Jajargenjang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Mengingat Kembali Karakteristik Trapesium dan Membandingkannya dengan Jajargenjang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Mengingat Kembali Karakteristik Trapesium dan Membandingkannya dengan Jajargenjang

Matematika - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengingat Kembali Karakteristik Trapesium dan Membandingkannya dengan Jajargenjang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengingat Kembali Karakteristik Trapesium dan Membandingkannya dengan Jajargenjang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui tanya jawab dan pengamatan gambar, murid dapat menyebutkan kembali karakteristik trapesium (termasuk trapesium sama kaki) dengan benar.
  2. Melalui kegiatan membandingkan, murid dapat mengidentifikasi persamaan dan perbedaan karakteristik jajargenjang dan trapesium, serta menyimpulkan bahwa jajargenjang bukan merupakan trapesium sama kaki.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat bentuk atap rumah atau jembatan? Bangun datar apa yang membentuknya?
  2. Apakah semua bangun yang memiliki sepasang sisi sejajar itu sama? Apa bedanya trapesium dengan jajargenjang?
  3. Jika jajargenjang memiliki dua pasang sisi sejajar, bolehkah ia disebut trapesium sama kaki? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik): menampilkan gambar trapesium dan jajargenjang, lalu bertanya 'Siapa yang ingat nama kedua bangun ini dan ciri-cirinya?' Murid menjawab secara lisan atau mengangkat kartu jawaban.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan bahwa murid akan mengingat kembali ciri-ciri trapesium lalu membandingkannya dengan jajargenjang.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat bentuk atap rumah? Bangun datar apa yang membentuknya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar trapesium sembarang, trapesium siku-siku, dan trapesium sama kaki di papan tulis atau PPT.
  • Murid mengamati gambar dan secara berpasangan mendiskusikan: sisi mana yang sejajar, apakah ada sisi sama panjang, apakah ada sudut siku-siku, dan apakah memiliki sumbu simetri.
  • Guru membimbing tanya jawab klasikal: 'Berapa pasang sisi sejajar pada trapesium? Apa ciri khusus trapesium sama kaki?' Murid menjawab dan guru mencatat poin-poin penting di papan tulis.
  • Guru menguatkan: Trapesium adalah segi empat yang memiliki setidaknya sepasang sisi sejajar. Trapesium sama kaki memiliki satu sumbu simetri dan sudut-sudut pada alas yang sama besar.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan gambar jajargenjang di samping gambar trapesium. Murid bekerja dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  • Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi tabel perbandingan dengan kolom: Aspek (jumlah sisi sejajar, sisi sama panjang, sudut berhadapan, sumbu simetri, diagonal), Trapesium, Jajargenjang.
  • Murid mengisi tabel dengan mengamati gambar dan berdiskusi. Guru berkeliling membimbing kelompok yang kesulitan.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil tabel perbandingan. Kelompok lain menanggapi dan melengkapi.
  • Guru mengajukan pertanyaan kritis: 'Jajargenjang punya dua pasang sisi sejajar. Apakah ia memenuhi syarat trapesium (setidaknya sepasang sisi sejajar)? Lalu apakah jajargenjang termasuk trapesium sama kaki? Mengapa?'
  • Murid menyimpulkan: Jajargenjang adalah trapesium yang kaki-kakinya juga sejajar, TETAPI jajargenjang BUKAN trapesium sama kaki karena tidak memiliki sumbu simetri dan sudut-sudut alasnya tidak sama besar.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid menyimpulkan pelajaran hari ini dengan melengkapi kalimat: 'Trapesium memiliki... sisi sejajar, sedangkan jajargenjang memiliki... sisi sejajar.'
  • Murid menulis di buku masing-masing: 3 persamaan dan 3 perbedaan antara trapesium dan jajargenjang.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini? Bagian mana yang masih membingungkan?'
  • Beberapa murid berbagi jawaban refleksi secara lisan.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir: 3 soal uraian singkat (identifikasi ciri trapesium, sebutkan persamaan dan perbedaan trapesium-jajargenjang, jelaskan mengapa jajargenjang bukan trapesium sama kaki).
  • Guru memberikan umpan balik singkat terhadap jawaban murid.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya dan meminta murid mengamati benda-benda di rumah yang berbentuk trapesium atau jajargenjang.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bantuan mendapat kartu bergambar dengan ciri-ciri trapesium dan jajargenjang sudah tertulis sebagian (isian rumpang). Murid cepat mendapat tantangan tambahan: menentukan apakah belah ketupat termasuk jajargenjang dan mengapa.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan bekerja dengan bimbingan langsung guru saat mengisi tabel perbandingan. Murid cepat menjadi tutor sebaya membantu teman sekelompoknya.
  • Produk: Murid yang memerlukan bantuan cukup menyebutkan 2 persamaan dan 2 perbedaan. Murid cepat menuliskan penjelasan lengkap disertai gambar dan alasan logis.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar trapesium dan jajargenjang tanpa label, lalu meminta murid menyebutkan nama dan minimal 2 ciri masing-masing bangun secara lisan atau di papan kecil.

Proses:

  • Guru memeriksa ketepatan isian tabel perbandingan tiap kelompok selama diskusi berlangsung.
  • Guru mencatat kemampuan murid memberi alasan saat menjawab pertanyaan kritis (mengapa jajargenjang bukan trapesium sama kaki).
  • Guru mengamati keaktifan dan kerja sama murid dalam kelompok.

Akhir:

  • Soal 1: Sebutkan 4 karakteristik trapesium sama kaki!
  • Soal 2: Tuliskan 3 persamaan dan 3 perbedaan antara trapesium dan jajargenjang!
  • Soal 3: Jelaskan dengan alasanmu, mengapa jajargenjang bukan termasuk trapesium sama kaki!

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam tanya jawab klasikal dan diskusi kelompok.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja tabel perbandingan trapesium dan jajargenjang.
  • Catatan anekdot terhadap kemampuan murid menyampaikan pendapat saat presentasi.

Sumatif:

  • Soal uraian akhir pembelajaran (3 soal): mengidentifikasi ciri trapesium, menyebutkan persamaan-perbedaan, dan menjelaskan alasan jajargenjang bukan trapesium sama kaki.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan karakteristik trapesium (TP 5.7.5.1)Tidak dapat menyebutkan karakteristik trapesium atau menyebutkan dengan banyak kesalahan (0-1 ciri benar).Menyebutkan 2 karakteristik trapesium dengan benar tetapi belum lengkap dan belum menyebutkan ciri trapesium sama kaki.Menyebutkan 3-4 karakteristik trapesium dengan benar termasuk ciri trapesium sama kaki.Menyebutkan seluruh karakteristik trapesium (sembarang, siku-siku, sama kaki) dengan benar, lengkap, dan disertai contoh atau gambar pendukung.
Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan jajargenjang dan trapesium (TP 5.7.5.2)Tidak dapat mengidentifikasi persamaan maupun perbedaan, atau jawaban tidak relevan.Menyebutkan 1 persamaan dan 1 perbedaan tetapi belum dapat menjelaskan alasannya.Menyebutkan 2-3 persamaan dan 2-3 perbedaan dengan benar serta memberikan alasan sederhana.Menyebutkan persamaan dan perbedaan secara lengkap, memberikan alasan logis, dan mampu menyimpulkan bahwa jajargenjang bukan trapesium sama kaki dengan penjelasan yang tepat (sumbu simetri, sudut alas).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengingat kembali karakteristik trapesium dengan baik? Bagian mana yang masih perlu pengulangan?
  • Apakah kegiatan membandingkan dalam kelompok berjalan efektif? Apakah semua murid terlibat aktif?
  • Apakah murid mampu menyimpulkan bahwa jajargenjang bukan trapesium sama kaki beserta alasannya? Strategi apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang aku pelajari hari ini tentang trapesium dan jajargenjang?
  • Bagian mana yang masih membingungkan dan ingin aku tanyakan lagi?
  • Bagaimana perasaanku saat berdiskusi dan membandingkan kedua bangun datar tersebut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI Kurikulum Merdeka, Bab 7: Membandingkan Ciri-Ciri Bangun Datar.
  2. Buku Guru Matematika Kelas V SD/MI Kurikulum Merdeka, Eksplorasi 7.2C.
  3. Gambar/PPT trapesium (sembarang, siku-siku, sama kaki) dan jajargenjang.
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel perbandingan trapesium dan jajargenjang.
  5. Busur derajat (ukuran papan tulis dan ukuran buku tulis).
  6. Penggaris dan alat tulis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.