Modul AjarPertemuan 3Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

Matematika - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenemukan Jumlah Sudut-Sudut dalam Segitiga
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan penemuan terbimbing (menggunting dan menyusun sudut-sudut segitiga), murid dapat menemukan bahwa jumlah sudut-sudut dalam sebuah segitiga adalah 180° dengan benar.
  2. Dengan menggunakan fakta jumlah sudut segitiga adalah 180°, murid dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui pada sebuah segitiga.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kita memotong ketiga sudut sebuah segitiga lalu menyusunnya berjajar, kira-kira membentuk sudut apa?
  2. Apakah mungkin ada segitiga yang memiliki dua sudut siku-siku sekaligus? Mengapa?
  3. Bagaimana cara kita mencari besar sudut yang belum diketahui jika sudah tahu dua sudut lainnya dalam sebuah segitiga?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar segitiga lancip dan segitiga tumpul, lalu bertanya kepada murid secara lisan — 'Ada berapa sudut dalam sebuah segitiga? Apa nama sudut-sudut itu?' — untuk memetakan pemahaman awal tentang komponen segitiga.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Jika kita memotong ketiga sudut sebuah segitiga lalu menyusunnya berjajar, kira-kira membentuk sudut apa?' untuk memancing rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan: percobaan menggunting-dan-menyusun sudut segitiga.
  • Guru membagi murid ke dalam pasangan/kelompok kecil (2–3 orang) dan membagikan LKPD serta alat dan bahan: kertas, pensil, penggaris, busur, gunting.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap pasangan menggambar satu segitiga lancip dan satu segitiga tumpul di atas kertas, lalu memberi label berbeda pada ketiga sudutnya (misal: A, B, C untuk segitiga lancip; a, b, c untuk segitiga tumpul).
  • Murid mengamati segitiga yang telah digambar: guru memandu dengan pertanyaan terbimbing — 'Berapa sudut yang dimiliki setiap segitiga? Seperti apa bentuk masing-masing sudut?'
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini murid akan mereproduksi percobaan seperti yang dilakukan tokoh Asep (menggunting sudut segitiga lancip) dan Lukas (menduplikasi sudut segitiga tumpul) untuk menemukan sendiri sifat jumlah sudut segitiga.
  • Murid membaca petunjuk percobaan di LKPD dan mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum mulai memotong.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Percobaan Cara Asep — Murid menggunting ketiga sudut segitiga lancip lalu mengimpitkan potongan sudut A, B, dan C secara berjajar hingga rapat. Murid mengamati dan mencatat bentuk yang terbentuk pada LKPD: 'Bentuk apa yang terbentuk? Berapa besar sudut gabungan itu?'
  • Percobaan Cara Lukas — Murid menggambar dua salinan segitiga tumpul dengan bentuk dan ukuran yang sama. Mereka menggunting ketiga sudut dari masing-masing salinan, lalu mengimpitkan sudut a, b, dan c secara berjajar. Murid mencatat hasil pengamatan pada LKPD.
  • Setiap pasangan mendiskusikan dan menuliskan simpulan di LKPD: 'Dari hasil percobaan Asep dan Lukas, berapa jumlah sudut-sudut dalam sebuah segitiga?'
  • Guru berkeliling memantau dan memberi arahan apabila ada kekeliruan prosedur; jika ada murid yang langsung mendapat sudut lurus, guru mengapresiasi dan meminta mereka menjelaskan kepada pasangan lain.
  • Guru memimpin diskusi kelas singkat: dua pasangan mempresentasikan hasil percobaan masing-masing (segitiga lancip vs. tumpul). Guru menguatkan bahwa pada kedua jenis segitiga, jumlah sudutnya tetap 180°.
  • Guru mengajukan tantangan lanjutan: 'Apakah mungkin sebuah segitiga memiliki dua sudut siku-siku? Coba buktikan dengan menjumlahkan sudut-sudutnya!' Murid mencoba di LKPD (misalnya: 90° + 90° + C = 180°, sehingga C = 0°, yang tidak mungkin ada).
  • Murid mengerjakan soal aplikasi di LKPD: menentukan besar sudut yang belum diketahui pada 3–4 segitiga yang diketahui dua sudutnya. Contoh: sudut P = 60°, sudut Q = 75°, berapakah sudut R?

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup LKPD sejenak, lalu mengajukan pertanyaan reflektif secara lisan: 'Apa yang baru kalian temukan hari ini? Mengapa kalian yakin jumlah sudut segitiga selalu 180°, bukan lebih atau kurang?'
  • Murid menuliskan satu kalimat simpulan di bagian refleksi LKPD: 'Jumlah sudut-sudut dalam segitiga adalah … karena …'
  • Guru membahas kembali pertanyaan pemantik awal: 'Apakah mungkin ada segitiga dengan dua sudut tumpul?' Murid diajak menjawab berdasarkan temuan mereka (total dua sudut tumpul saja sudah >180°, jadi tidak mungkin).
  • Guru memberikan penguatan lisan: fakta jumlah sudut segitiga = 180° adalah sifat universal semua segitiga, yang akan sangat berguna untuk menghitung sudut yang belum diketahui.

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran: jumlah sudut-sudut dalam segitiga adalah 180°, dan fakta ini dapat digunakan untuk mencari besar sudut yang belum diketahui.
  • Guru memberikan kuis penutup lisan/tertulis (2 soal singkat): (1) Diketahui dua sudut segitiga adalah 45° dan 65°. Berapakah sudut ketiganya? (2) Apakah mungkin sebuah segitiga memiliki sudut-sudut 90°, 95°, dan 10°? Jelaskan!
  • Murid mengisi refleksi mandiri singkat (sticky note atau kolom LKPD): 'Satu hal yang aku pahami hari ini' dan 'Satu hal yang masih ingin aku tanyakan'.
  • Guru memberikan umpan balik singkat berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan inti.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya: membandingkan segitiga berdasarkan panjang sisi-sisinya.
  • Pembelajaran ditutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan dukungan lebih: guru menyediakan lembar kerja bergambar dengan langkah percobaan yang lebih rinci dan sudut-sudut yang sudah ditandai dengan warna berbeda. Bagi murid yang sudah cepat memahami: disediakan kartu soal pengayaan berupa segitiga dengan informasi sudut yang dinyatakan dalam bentuk aljabar sederhana (misalnya: sudut A = 2x, sudut B = 50°, sudut C = 70°; tentukan nilai x dan besar sudut A).
  • Proses: Selama percobaan, murid yang memerlukan dukungan lebih dipasangkan dengan teman sebaya yang lebih percaya diri, dan guru memberikan bimbingan langsung. Murid yang cepat selesai diminta membantu menjelaskan langkah percobaan kepada pasangan lain (peer teaching) atau langsung mengerjakan soal pengayaan.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan lebih cukup menyelesaikan 2 soal menentukan sudut yang belum diketahui dengan bilangan bulat sederhana. Murid yang sudah berkembang menyelesaikan 4 soal termasuk soal analisis (apakah sekumpulan sudut tertentu bisa membentuk segitiga). Murid yang sangat berkembang menyelesaikan soal pengayaan aljabar dasar seperti disebutkan di atas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di pendahuluan: guru menampilkan gambar segitiga lancip dan segitiga tumpul, lalu bertanya 'Ada berapa sudut dalam segitiga?' dan 'Apa yang kamu ketahui tentang sudut siku-siku, lancip, dan tumpul?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang komponen dan jenis sudut segitiga sebelum masuk ke penemuan.

Proses:

  • Observasi prosedural: guru mengamati apakah pasangan murid melakukan langkah percobaan secara benar (menggunting sudut, mengimpitkan hingga rapat) dan mencatat temuan di LKPD.
  • Cek simpulan LKPD: guru memeriksa kalimat simpulan yang ditulis murid setelah percobaan untuk memastikan mereka menemukan angka 180° secara mandiri, bukan sekadar menyalin.
  • Pertanyaan terbimbing selama diskusi kelas: guru mengajukan pertanyaan 'Mengapa kamu yakin hasilnya 180°?' untuk menilai kedalaman pemahaman konseptual murid.

Akhir:

  • Kuis penutup tertulis (2 soal): Soal 1 — Diketahui sudut P = 45° dan sudut Q = 65°, tentukan besar sudut R. Soal 2 — Apakah mungkin ada segitiga dengan sudut-sudut 90°, 95°, dan 10°? Jelaskan jawabanmu. Penilaian mencakup ketepatan perhitungan dan kejelasan alasan yang diberikan.

Formatif:

  • Observasi guru selama percobaan menggunting-dan-menyusun sudut: apakah murid mengikuti prosedur dengan benar dan dapat menyebutkan bahwa sudut yang terbentuk adalah sudut lurus (180°).
  • Diskusi kelas setelah percobaan: guru mencatat murid yang dapat menjelaskan mengapa jumlah sudut segitiga selalu 180° berdasarkan hasil percobaan.
  • Pengecekan LKPD bagian simpulan dan soal aplikasi selama kegiatan inti berlangsung.

Sumatif:

  • Kuis penutup 2 soal tertulis: (1) menentukan besar sudut ketiga jika dua sudut diketahui; (2) menganalisis apakah kombinasi tiga sudut tertentu dapat membentuk segitiga dengan menjelaskan alasan berdasarkan fakta jumlah sudut 180°.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan jumlah sudut-sudut dalam segitiga melalui percobaan (TP 5.7.3.1)Murid tidak dapat melakukan percobaan dengan benar dan tidak dapat menyebutkan bahwa jumlah sudut segitiga adalah 180°, meskipun sudah dibimbing.Murid dapat melakukan percobaan dengan bimbingan penuh dari guru dan dapat menyebutkan bahwa jumlah sudut segitiga adalah 180°, tetapi belum dapat menjelaskan mengapa.Murid dapat melakukan percobaan secara mandiri dan menemukan bahwa jumlah sudut segitiga adalah 180°, serta dapat menjelaskan hubungan antara hasil percobaan (sudut lurus) dan fakta tersebut.Murid dapat melakukan percobaan secara mandiri, menemukan bahwa jumlah sudut segitiga adalah 180°, menjelaskan hubungannya dengan logis, dan dapat menggunakan temuan ini untuk menganalisis kasus khusus (misalnya: membuktikan tidak mungkin ada dua sudut tumpul dalam satu segitiga).
Menentukan besar sudut yang belum diketahui menggunakan fakta jumlah sudut 180° (TP 5.7.3.2)Murid tidak dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui, bahkan setelah diberikan contoh dan bimbingan.Murid dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui dengan bantuan contoh dari guru atau teman, tetapi melakukan kesalahan hitung pada soal berbeda.Murid dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui secara mandiri pada soal-soal standar (bilangan bulat sederhana) dengan benar.Murid dapat menentukan besar sudut yang belum diketahui secara mandiri pada berbagai variasi soal, termasuk soal analisis (apakah tiga sudut tertentu bisa membentuk segitiga) dan memberikan alasan yang tepat berdasarkan fakta jumlah sudut 180°.
Kemampuan komunikasi matematis (menjelaskan simpulan percobaan)Murid tidak menuliskan simpulan atau simpulan yang ditulis tidak relevan dengan percobaan.Murid menuliskan simpulan yang menyebutkan angka 180° tetapi tanpa penjelasan hubungan dengan percobaan.Murid menuliskan simpulan yang jelas dan menyebutkan hubungan antara hasil percobaan (sudut lurus yang terbentuk) dengan fakta jumlah sudut segitiga = 180°.Murid menuliskan simpulan yang jelas, logis, dan disertai penjelasan mengapa hal ini berlaku untuk semua jenis segitiga (lancip maupun tumpul), berdasarkan kedua percobaan yang dilakukan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan sendiri fakta jumlah sudut segitiga = 180° melalui percobaan, tanpa langsung diberi tahu jawabannya?
  • Pasangan/kelompok mana yang membutuhkan bimbingan lebih banyak? Apa kesulitan spesifik yang mereka hadapi?
  • Apakah alokasi waktu untuk percobaan dan diskusi sudah seimbang? Bagian mana yang perlu dipercepat atau diperlambat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan pertanyaan terbimbing yang saya gunakan efektif mendorong murid berpikir kritis, bukan sekadar menjawab ya/tidak?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari percobaan yang kamu lakukan hari ini? Mengapa?
  • Dengan kata-katamu sendiri, jelaskan mengapa jumlah sudut dalam segitiga selalu 180°.
  • Apakah ada bagian yang masih membuatmu bingung? Apa yang ingin kamu tanyakan lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemdikbudristek) — Bab 7, Eksplorasi 7.1C
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemdikbudristek) — Bab 7, halaman 202–203
  3. Kertas HVS atau kertas origami (untuk menggambar dan menggunting segitiga)
  4. Gunting (1 buah per pasangan)
  5. Pensil, penggaris, dan busur derajat
  6. LKPD (Lembar Kerja Murid) percobaan Asep dan Lukas yang disiapkan guru
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.