Modul AjarPertemuan 6Bab 6Fase CSemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Membandingkan dan Mengurutkan Besar Sudut

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Membandingkan dan Mengurutkan Besar Sudut". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Membandingkan dan Mengurutkan Besar Sudut

Matematika - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membandingkan dan Mengurutkan Besar Sudut

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembandingkan dan Mengurutkan Besar Sudut
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan pengukuran menggunakan busur derajat, murid dapat membandingkan besar dua sudut atau lebih dan menentukan sudut yang lebih besar atau lebih kecil dengan benar.
  2. Melalui kegiatan diskusi kelompok, murid dapat mengurutkan sekumpulan sudut dari yang terkecil hingga terbesar atau sebaliknya berdasarkan hasil pengukuran dengan busur derajat secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika ada dua kipas yang terbuka dengan lebar berbeda, bagaimana cara kalian membuktikan secara pasti kipas mana yang membentuk sudut lebih besar?
  2. Apakah sudut yang kaki sudutnya lebih panjang pasti lebih besar? Mengapa?
  3. Bagaimana cara mengurutkan lima sudut berbeda dari terkecil ke terbesar tanpa menebak?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua gambar sudut dengan panjang kaki berbeda dan bertanya 'Sudut mana yang lebih besar?' untuk mengecek miskonsepsi bahwa panjang kaki memengaruhi besar sudut.
  • Guru menegaskan bahwa panjang kaki sudut tidak memengaruhi besar sudut; yang menentukan adalah besarnya bukaan antara dua kaki sudut.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: membandingkan dan mengurutkan besar sudut menggunakan busur derajat.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara mengukur sudut menggunakan busur derajat: meletakkan titik pusat busur pada titik sudut, menimpakan garis dasar busur pada salah satu kaki sudut, membaca skala pada kaki sudut lainnya.
  • Guru menunjukkan dua sudut (misalnya 45° dan 120°) dan mencontohkan cara membandingkan: mengukur masing-masing lalu menyatakan mana yang lebih besar berdasarkan angka derajat.
  • Murid mengamati dan mencatat langkah-langkah pengukuran serta simbol perbandingan (>, <, =).
  • Guru memberikan penekanan: sudut dengan nilai derajat lebih besar berarti bukaannya lebih lebar, terlepas dari panjang kaki sudut.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi dalam kelompok (4-5 orang). Setiap kelompok menerima lembar kerja berisi 5 gambar sudut berbeda (sudut A sampai E) yang belum diketahui ukurannya.
  • Setiap anggota kelompok mengukur sudut yang ditugaskan menggunakan busur derajat masing-masing, lalu mencatat hasilnya pada tabel kelompok.
  • Kelompok mendiskusikan hasil pengukuran: membandingkan setiap pasangan sudut menggunakan simbol > atau < dan mengurutkan kelima sudut dari terkecil hingga terbesar.
  • Kelompok menuliskan urutan sudut beserta besar derajatnya pada kertas karton atau papan tulis kelompok.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil urutan sudut dan menjelaskan alasan urutannya di depan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: apakah semua kelompok mendapatkan urutan yang sama? Jika berbeda, di mana letak perbedaannya dan mengapa bisa terjadi?
  • Murid mengidentifikasi kesalahan umum dalam pengukuran (misalnya salah membaca skala dalam/luar busur) dan cara mengatasinya.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan: cara membandingkan sudut adalah dengan mengukur menggunakan busur derajat lalu membandingkan nilai derajatnya; mengurutkan sudut berarti menyusun dari derajat terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
  • Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang masih ingin ditanyakan di buku catatan.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 soal: (1) bandingkan dua sudut yang diberikan gambarnya, (2) urutkan empat sudut dari terkecil ke terbesar, (3) tentukan sudut terbesar dan terkecil dari sekumpulan sudut.
  • Murid mengerjakan secara mandiri dalam waktu 7 menit.
  • Guru membahas jawaban bersama murid dan memberikan umpan balik.
  • Guru menutup pembelajaran dengan refleksi singkat dan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca busur derajat diberikan gambar sudut dengan panduan garis bantu pada skala busur. Murid yang sudah mahir diberikan sudut refleks untuk diukur dan dibandingkan.
  • Proses: Murid yang memerlukan bantuan bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mahir dalam kelompok (peer tutoring). Murid cepat diminta menjadi tutor dan memverifikasi hasil teman.
  • Produk: Murid yang masih berkembang cukup membandingkan dan mengurutkan 3 sudut. Murid yang sudah mahir mengurutkan 5 sudut dan menambahkan penjelasan tertulis mengapa urutannya demikian.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua sudut dengan panjang kaki berbeda dan meminta murid menunjukkan mana yang lebih besar. Guru mencatat siapa yang masih menganggap panjang kaki memengaruhi besar sudut sebagai data diagnostik awal.

Proses:

  • Guru mengecek ketepatan pengukuran setiap kelompok dengan berkeliling dan memeriksa apakah nilai derajat yang ditulis sesuai dengan sudut pada lembar kerja (toleransi ±2°).
  • Guru mengamati kemampuan murid menggunakan simbol perbandingan dan menyusun urutan sudut secara logis.

Akhir:

  • Soal 1: Diberikan gambar sudut P dan sudut Q, murid mengukur lalu menentukan sudut mana yang lebih besar beserta selisihnya.
  • Soal 2: Diberikan empat sudut (R, S, T, U), murid mengukur dan mengurutkan dari terkecil hingga terbesar.
  • Soal 3: Dari lima sudut pada sebuah gambar, murid menentukan sudut terbesar dan terkecil serta menjelaskan alasannya.

Formatif:

  • Observasi ketepatan murid meletakkan busur derajat pada titik sudut dan membaca skala.
  • Pemantauan diskusi kelompok: apakah murid mampu menyatakan perbandingan dengan simbol > atau < secara benar.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok.

Sumatif:

  • Lembar soal individu berisi 3 soal: membandingkan dua sudut, mengurutkan empat sudut, dan menentukan sudut terbesar/terkecil dari sekumpulan sudut.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengukur sudut dengan busur derajatTidak dapat meletakkan busur derajat dengan benar dan tidak mampu membaca skala; hasil pengukuran menyimpang lebih dari 10° dari ukuran sebenarnya.Dapat meletakkan busur derajat pada titik sudut tetapi sering salah membaca skala (dalam/luar); hasil pengukuran menyimpang 5°-10°.Dapat mengukur sudut dengan benar, hasil pengukuran menyimpang tidak lebih dari 2°-4° dari ukuran sebenarnya.Mengukur sudut dengan presisi tinggi (menyimpang ≤1°), konsisten pada semua sudut yang diberikan, dan dapat menjelaskan langkah pengukuran kepada teman.
Kemampuan membandingkan besar sudutTidak dapat menentukan sudut yang lebih besar atau lebih kecil meskipun sudah mengetahui ukurannya.Dapat membandingkan dua sudut tetapi masih keliru pada beberapa pasangan, terutama jika selisihnya kecil.Dapat membandingkan semua pasangan sudut dengan benar menggunakan simbol > dan <.Dapat membandingkan semua pasangan sudut dengan benar, menghitung selisihnya, dan menjelaskan alasan perbandingannya secara logis.
Kemampuan mengurutkan sudutTidak dapat menyusun urutan sudut meskipun ukuran derajat sudah diketahui.Dapat mengurutkan sebagian sudut tetapi terdapat 1-2 kesalahan posisi dalam urutan.Dapat mengurutkan semua sudut dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya dengan benar.Dapat mengurutkan semua sudut dengan benar, cepat, dan mampu memverifikasi urutan teman serta memberikan koreksi yang tepat.
Kolaborasi dan komunikasi dalam diskusi kelompokTidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Terlibat dalam diskusi tetapi belum mampu menyampaikan hasil pengukuran atau alasan perbandingan secara jelas.Aktif berdiskusi, menyampaikan hasil pengukuran, dan mampu menjelaskan alasan urutan sudut kepada kelompok.Memimpin diskusi kelompok, membantu teman yang kesulitan, mempresentasikan hasil dengan percaya diri dan bahasa yang jelas serta runtut.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid yang mengalami miskonsepsi di awal (panjang kaki = besar sudut) sudah berubah pemahamannya setelah kegiatan?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua kelompok menyelesaikan pengukuran dan presentasi?
  • Apakah ada murid yang masih kesulitan membaca skala busur derajat dan memerlukan pendampingan lanjutan?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif hari ini dan perlu dipertahankan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami tentang cara membandingkan besar sudut?
  • Langkah mana yang masih terasa sulit saat mengukur sudut dengan busur derajat?
  • Bagaimana cara aku memastikan urutan sudut yang aku buat sudah benar?
  • Apa yang bisa aku lakukan agar lebih teliti saat mengukur sudut berikutnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 6: Sudut (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 6: Sudut (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Busur derajat (satu per murid)
  4. Penggaris
  5. Lembar kerja berisi 5 gambar sudut berbeda untuk kegiatan kelompok
  6. Kertas karton atau papan tulis kecil untuk presentasi kelompok
  7. Alat tulis (pensil, penghapus)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.