Modul AjarBab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5 Bab 5: Luas Daerah Bangun Datar

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 5 untuk Bab 5 "Luas Daerah Bangun Datar", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5 Bab 5: Luas Daerah Bangun Datar

Matematika - Kelas 5

Bab 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 5 — Luas Daerah Bangun Datar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 5 — Luas Daerah Bangun Datar
Alokasi Waktu17 JP (17 x 35 menit = 595 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.5.1 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa persegi dan persegi panjang
  2. TP 5.5.2 Menentukan luas bangun datar segitiga
  3. TP 5.5.3 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa jajargenjang dan trapesium
  4. TP 5.5.4 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa belah ketupat dan layang-layang
  5. TP 5.5.5 Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kita mengetahui banyaknya petak satuan di dalam sebuah persegi panjang tanpa harus menghitungnya satu per satu?
  2. Jika sebuah persegi memiliki panjang sisi yang sama di setiap sisinya, bagaimana cara kita menentukan luas daerahnya?
  3. Jika sebuah persegi panjang berukuran panjang 4 petak dan lebar 2 petak dibagi secara diagonal menjadi dua bagian yang sama persis, berapakah luas masing-masing bagian segitiga tersebut?
  4. Mengapa rumus luas segitiga menggunakan pengali setengah (1/2) dari perkalian alas dan tingginya?
  5. Bagaimana cara menemukan luas daerah jajargenjang jika kita memotong salah satu bagian segitiganya dan memindahkannya ke sisi lain?
  6. Mengapa rumus luas trapesium melibatkan penjumlahan dua sisi sejajar (alas dan atas) dikali setengah tingginya?
  7. Jika kita membelah bangun belah ketupat mengikuti diagonalnya lalu menyusunnya kembali, bangun datar apakah yang terbentuk?
  8. Bagaimana hubungan antara diagonal-diagonal pada belah ketupat dan layang-layang dengan rumus mencari luas daerahnya?
  9. Bagaimana caramu menghitung luas bangun berpetak yang bentuknya tidak beraturan atau gabungan dari beberapa bangun?
  10. Apakah ada lebih dari satu cara untuk memotong gambar bangun datar gabungan agar luasnya lebih mudah dihitung?
  11. Bagaimana cara kita mencari luas suatu bentuk bangun gabungan jika tidak ada garis petak-petak satuannya, melainkan hanya ada keterangan angka panjang sisinya?
  12. Bagaimana menentukan panjang garis yang belum tertulis pada suatu sisi bangun gabungan agar luas tiap bagian penyusunnya bisa dihitung?
  13. Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita sudah menguasai cara menghitung luas bangun datar tunggal dan gabungan secara mandiri?
  14. Mengapa kita perlu memeriksa kembali ukuran sisi, alas, tinggi, atau diagonal sebelum melakukan perhitungan perkalian luas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menentukan Luas Bangun Datar Segiempat Berupa Persegi dan Persegi Panjang — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.1 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa persegi dan persegi panjang

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menampilkan gambar persegi panjang berpetak (panjang 4 petak, lebar 2 petak) di papan tulis dan meminta murid menjawab banyaknya petak satuan serta operasi perkaliannya (acuan jawaban: 8 petak satuan; bentuk perkalian 4 x 2 = 8) (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan luas bangun datar segiempat berupa persegi dan persegi panjang, serta menjelaskan alur aktivitas yang akan dilakukan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar persegi panjang A (panjang 2 satuan, lebar 1 satuan) dan B (panjang 5 satuan, lebar 2 satuan) pada kertas berpetak yang ditunjukkan guru, lalu bersama-sama menghitung jumlah petak satuan untuk menemukan hubungan bahwa luas diperoleh dari perkalian panjang dan lebar (acuan: Luas A = 2 x 1 = 2 satuan luas; Luas B = 5 x 2 = 10 satuan luas) (15 menit).
  • Murid mencermati gambar persegi berpetak ukuran 3x3 satuan di papan tulis, membandingkan panjang dan lebarnya yang sama (disebut sisi), lalu menyimpulkan bahwa rumus luas daerah persegi adalah perkalian sisi dengan sisi (acuan: Luas = sisi x sisi, 3 x 3 = 9 satuan luas) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan 'Tebak Cepat Petak Segiempat': setiap pasangan mengambil kartu bergambar bangun berpetak secara bergantian, lalu berlomba menentukan luasnya dengan mengalikan ukuran sisi secara tepat dalam waktu cepat (kartu 1: persegi panjang 6x3 satuan, luas = 18; kartu 2: persegi panjang 7x4 satuan, luas = 28; kartu 3: persegi 4x4 satuan, luas = 16; kartu 4: persegi 5x5 satuan, luas = 25) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas berisi 4 soal menentukan luas daerah segiempat: (1) Persegi panjang panjang 8 cm, lebar 5 cm (kunci: Luas = 8 x 5 = 40 cm²); (2) Persegi panjang panjang 12 cm, lebar 6 cm (kunci: Luas = 12 x 6 = 72 cm²); (3) Persegi sisi 7 cm (kunci: Luas = 7 x 7 = 49 cm²); (4) Persegi sisi 9 cm (kunci: Luas = 9 x 9 = 81 cm²) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar aktivitas untuk mencocokkan hasil perhitungan berdasarkan panduan kunci jawaban yang ditampilkan guru di papan tulis (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi langkah mana yang sudah mereka kuasai dengan baik dan bagian mana yang masih memerlukan ketelitian saat melakukan perkalian panjang dan lebar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menentukan luas persegi panjang (panjang x lebar) dan persegi (sisi x sisi) (5 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat kepada 2 orang murid perwakilan (soal: persegi panjang 5 cm x 3 cm; acuan: 15 cm²) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan alat bantu berupa kertas berpetak fisik bagi murid yang membutuhkan visualisasi konkret, serta gambar sketsa dengan label bilangan bagi murid yang sudah siap dengan representasi abstrak.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) bagi murid yang belum lancar perkalian dengan bantuan tabel perkalian dasar, sementara murid yang cepat diberikan tantangan menentukan luas segiempat dengan ukuran bilangan puluhan (misal persegi sisi 15 cm).
  • Produk: Hasil penyelesaian lembar aktivitas dinilai berdasarkan ketepatan rumus dan hasil perkalian luas persegi dan persegi panjang.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menghitung jumlah petak satuan pada persegi panjang ukuran 4 petak x 2 petak (acuan jawaban: 8 petak satuan, berasal dari 4 x 2 = 8).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan lembar aktivitas mandiri (4 butir soal: Soal 1 persegi panjang 8 cm x 5 cm = 40 cm²; Soal 2 persegi panjang 12 cm x 6 cm = 72 cm²; Soal 3 persegi 7 cm x 7 cm = 49 cm²; Soal 4 persegi 9 cm x 9 cm = 81 cm²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: menentukan luas persegi panjang berukuran panjang 5 cm dan lebar 3 cm (acuan jawaban: Luas = 5 cm x 3 cm = 15 cm²).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pada permainan tantangan berpasangan 'Tebak Cepat Petak Segiempat'
  • Penilaian lembar aktivitas mandiri penentuan luas persegi dan persegi panjang

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan luas persegi panjangBelum mampu menentukan luas persegi panjang dengan benar (0 dari 2 soal lembar aktivitas tepat).Menentukan luas persegi panjang dengan benar pada 1 dari 2 soal lembar aktivitas secara tepat.Menentukan luas persegi panjang dengan rumus dan hasil perhitungan yang tepat pada kedua soal lembar aktivitas (soal 1: 40 cm², soal 2: 72 cm²).Menentukan luas persegi panjang dengan tepat pada kedua soal lembar aktivitas secara mandiri dan mampu menyelesaikan soal pengayaan ukuran bilangan puluhan dengan benar.
Menentukan luas persegiBelum mampu menentukan luas persegi dengan benar (0 dari 2 soal lembar aktivitas tepat).Menentukan luas persegi dengan benar pada 1 dari 2 soal lembar aktivitas secara tepat.Menentukan luas persegi dengan rumus dan hasil perhitungan yang tepat pada kedua soal lembar aktivitas (soal 3: 49 cm², soal 4: 81 cm²).Menentukan luas persegi dengan tepat pada kedua soal lembar aktivitas secara mandiri dan mampu menyelesaikan soal pengayaan ukuran bilangan puluhan dengan benar.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kertas berpetak efektif membantu murid memahami konsep perkalian panjang dan lebar sebagai luas daerah?
  • Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif meningkatkan antusiasme murid dalam berlatih menghitung luas?

Murid:

  • Apakah kamu merasa mudah menghitung luas persegi dan persegi panjang menggunakan rumus perkalian?
  • Aktivitas apa yang paling menyenangkan bagimu saat belajar menentukan luas daerah hari ini?

Pertemuan 2 — Menentukan Luas Bangun Datar Segitiga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.2 Menentukan luas bangun datar segitiga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan cara dan menentukan luas daerah bangun datar segitiga (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menghitung luas persegi panjang berukuran panjang 6 cm dan lebar 4 cm pada secarik kertas kecil (acuan: Luas = 6 × 4 = 24 cm²) untuk mengecek penguasaan prasyarat perkalian dan luas persegi panjang (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru di papan tulis tentang model segitiga pada kertas berpetak dengan ukuran alas 4 satuan dan tinggi 4 satuan (5 menit).
  • Dalam kelompok berpasangan, murid menerima model peraga kertas berbentuk segitiga siku-siku (alas 4 satuan, tinggi 4 satuan) lalu memotongnya secara horizontal pada setengah tingginya (tinggi 2 satuan) dan memindahkan potongan tersebut ke sisi samping sehingga terbentuk persegi panjang berukuran panjang 4 satuan dan lebar 2 satuan (15 menit).
  • Murid berdiskusi mengidentifikasi bahwa luas segitiga tidak berubah saat diubah menjadi persegi panjang, di mana panjang persegi panjang sama dengan alas segitiga (4 satuan) dan lebar persegi panjang sama dengan setengah tinggi segitiga (1/2 × 4 = 2 satuan), sehingga disimpulkan rumus luas segitiga adalah 1/2 × alas × tinggi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Luas Segitiga': setiap pasangan menerima 2 kartu soal bergambar segitiga pada kertas berpetak: Kartu A (segitiga siku-siku: alas = 6 satuan, tinggi = 4 satuan; acuan luas: 1/2 × 6 × 4 = 12 satuan luas) dan Kartu B (segitiga lancip: alas = 8 satuan, tinggi = 5 satuan; acuan luas: 1/2 × 8 × 5 = 20 satuan luas), lalu berlomba menghitung luasnya secara cepat dan tepat (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi 3 butir soal menentukan luas daerah segitiga: Soal 1: Segitiga siku-siku dengan alas = 10 cm, tinggi = 6 cm (acuan: 1/2 × 10 × 6 = 30 cm²); Soal 2: Segitiga sama kaki dengan alas = 12 cm, tinggi = 8 cm (acuan: 1/2 × 12 × 8 = 48 cm²); Soal 3: Segitiga tumpul dengan alas = 7 cm, tinggi = 4 cm (acuan: 1/2 × 7 × 4 = 14 cm²) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menukar dan memeriksa lembar kerja berdasarkan pembahasan penyelesaian rumus 1/2 × alas × tinggi di papan tulis (10 menit).
  • Murid menyimpulkan proses berpikir yang dilakukan: bagaimana hubungan antara garis alas dan garis tinggi yang tegak lurus dalam menentukan luas bangun datar segitiga secara tepat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir singkat: satu soal lisan/papan tulis 'Sebuah segitiga memiliki alas 5 cm dan tinggi 6 cm, berapakah luasnya?' yang dijawab murid secara serempak/tertulis pada papan mini (acuan: 1/2 × 5 × 6 = 15 cm²) (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini, memberikan apresiasi atas kerja sama murid, menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari luas jajargenjang dan trapesium, lalu menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bangun segitiga dengan bantuan petak satuan visual lengkap; murid yang cepat diberikan gambar segitiga dengan ukuran bilangan yang lebih besar tanpa garis bantu petak.
  • Proses: Murid yang belum mahir didampingi guru memanipulasi potongan kertas segitiga langkah demi langkah; murid yang mahir langsung bekerja mandiri menyelesaikan tantangan.
  • Produk: Penyelesaian latihan dapat disajikan dalam bentuk pembilangan kotak satuan hasil manipulasi atau langsung perhitungan rumus 1/2 × a × t.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis singkat 1 butir soal prasyarat: 'Tentukan luas persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm!' (acuan kunci: Luas = 6 × 4 = 24 cm²)

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid memotong dan menyusun model segitiga menjadi persegi panjang sesuai konsep 1/2 alas × tinggi
  • Pemeriksaan ketepatan perhitungan pada 2 kartu soal tantangan berpasangan: Kartu A (alas 6, tinggi 4; acuan: 12 satuan luas) dan Kartu B (alas 8, tinggi 5; acuan: 20 satuan luas)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir 1 butir soal: 'Sebuah segitiga memiliki alas 5 cm dan tinggi 6 cm, tentukan luasnya!' (acuan kunci: Luas = 1/2 × 5 × 6 = 15 cm²)
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Siswa mandiri 3 butir soal: Soal 1 (alas 10 cm, tinggi 6 cm; acuan: 30 cm²), Soal 2 (alas 12 cm, tinggi 8 cm; acuan: 48 cm²), Soal 3 (alas 7 cm, tinggi 4 cm; acuan: 14 cm²)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja manipulasi segitiga menjadi persegi panjang pada kegiatan inti
  • Pemeriksaan hasil penyelesaian 3 butir soal menentukan luas segitiga pada lembar latihan mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan Luas Segitiga pada 3 Butir Soal LKS Mandiri (Acuan: Soal 1 = 30 cm², Soal 2 = 48 cm², Soal 3 = 14 cm²)Belum mampu menentukan luas segitiga dengan tepat pada ketiga butir soal (0 butir benar)Menentukan luas segitiga dengan tepat pada 1 dari 3 butir soal secara benar sesuai acuan kunciMenentukan luas segitiga dengan tepat pada 2 dari 3 butir soal secara benar sesuai acuan kunciMenentukan luas segitiga dengan tepat pada seluruh 3 butir soal secara benar sesuai acuan kunci secara mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alat peraga manipulasi kertas segitiga efektif membantu murid memahami asal-usul rumus luas segitiga?
  • Bagian mana dari langkah menentukan luas segitiga yang masih sering mengalami kesalahan hitung pada murid?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang cara mencari luas segitiga hari ini?
  • Bagaimana caramu menentukan sisi mana yang menjadi alas dan sisi mana yang menjadi tinggi pada bangun segitiga?

Pertemuan 3 — Menentukan Luas Bangun Datar Segiempat Berupa Jajargenjang dan Trapesium — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.3 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa jajargenjang dan trapesium

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat 2 soal di papan tulis: (1) Luas persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm (acuan: Luas = 6 x 4 = 24 cm²); (2) Identifikasi nama sisi sejajar pada gambar trapesium dengan sisi sejajar 5 cm dan 8 cm serta tinggi 4 cm (acuan: sisi sejajar adalah sisi 5 cm dan 8 cm) (7 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan luas bangun datar segiempat berupa jajargenjang dan trapesium melalui manipulasi bentuk dan perhitungan matematis (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar jajargenjang pada kertas berpetak (alas = 4 satuan, tinggi = 2 satuan), kemudian memotong segitiga pada salah satu sisi tegak dan menempelkannya ke sisi lain sehingga terbentuk persegi panjang berukuran 4 x 2 satuan (acuan: Luas jajargenjang = luas persegi panjang = alas x tinggi = 4 x 2 = 8 satuan luas) (12 menit).
  • Murid mengamati model trapesium pada kertas berpetak dengan sisi alas = 5 satuan, sisi atas = 2 satuan, dan tinggi = 2 satuan, lalu memanipulasinya menjadi jajargenjang dengan alas baru (alas + atas = 5 + 2 = 7 satuan) dan tinggi setengah dari tinggi awal (1/2 x 2 = 1 satuan) untuk membuktikan rumus Luas = 1/2 x (alas + atas) x tinggi = 1/2 x (5 + 2) x 2 = 7 satuan luas (13 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan 'Tantangan Kartu Bangun Datar' (permainan mencocokkan kartu hitung cepat bangun jajargenjang dan trapesium) yang berisi 4 kartu soal: Kartu 1: Jajargenjang alas 8 cm, tinggi 5 cm; Kartu 2: Jajargenjang alas 12 cm, tinggi 7 cm; Kartu 3: Trapesium sisi sejajar 6 cm dan 10 cm, tinggi 4 cm; Kartu 4: Trapesium sisi sejajar 4 cm dan 8 cm, tinggi 6 cm (acuan jawaban: Kartu 1 = 8 x 5 = 40 cm²; Kartu 2 = 12 x 7 = 84 cm²; Kartu 3 = 1/2 x (6 + 10) x 4 = 32 cm²; Kartu 4 = 1/2 x (4 + 8) x 6 = 36 cm²) (22 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Menentukan Luas Segiempat yang berisi 4 butir soal: (Soal 1) Jajargenjang alas 9 cm, tinggi 6 cm (acuan: Luas = 9 x 6 = 54 cm²); (Soal 2) Jajargenjang alas 14 cm, tinggi 8 cm (acuan: Luas = 14 x 8 = 112 cm²); (Soal 3) Trapesium dengan sisi sejajar 7 cm dan 11 cm, tinggi 6 cm (acuan: Luas = 1/2 x (7 + 11) x 6 = 54 cm²); (Soal 4) Trapesium dengan sisi sejajar 5 cm dan 9 cm, tinggi 8 cm (acuan: Luas = 1/2 x (5 + 9) x 8 = 56 cm²) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling menukar lembar latihan dan memeriksa hasil perhitungan menggunakan kunci jawaban yang dibahas guru di papan tulis (acuan: Soal 1 = 54 cm², Soal 2 = 112 cm², Soal 3 = 54 cm², Soal 4 = 56 cm²) (10 menit).
  • Murid mencatat bagian mana yang sudah dikuasai (apakah menentukan alas dan tinggi jajargenjang, atau menghitung jumlah sisi sejajar trapesium) serta mencatat langkah perbaikan bila terjadi kekeliruan perhitungan (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menentukan luas jajargenjang (L = alas x tinggi) dan luas trapesium (L = 1/2 x [jumlah sisi sejajar] x tinggi) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas hasil latihan dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar bangun berpetak satuan untuk membilang kotak secara langsung; murid yang mahir diberikan gambar bangun tanpa petak dengan ukuran bilangan dua angka.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam mengidentifikasi tinggi tegak lurus bangun; murid yang mandiri langsung menyelesaikan 4 butir soal mandiri.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar latihan menentukan luas jajargenjang dan trapesium sesuai tingkat kemandirian masing-masing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik tertulis singkat di awal pelajaran (2 butir): Butir 1: 'Hitunglah luas persegi panjang yang memiliki panjang 6 cm dan lebar 4 cm!' (acuan: Luas = 6 x 4 = 24 cm²); Butir 2: 'Perhatikan gambar trapesium dengan sisi sejajar mendatar 5 cm dan 8 cm serta sisi miring 5 cm dan tinggi 4 cm. Tuliskan ukuran kedua sisi yang saling sejajar!' (acuan: 5 cm dan 8 cm).

Proses:

  • Observasi penyelesaian 'Tantangan Kartu Bangun Datar' (4 kartu): Kartu 1 (jajargenjang a=8, t=5 -> acuan: 40 cm²), Kartu 2 (jajargenjang a=12, t=7 -> acuan: 84 cm²), Kartu 3 (trapesium a=6, b=10, t=4 -> acuan: 32 cm²), Kartu 4 (trapesium a=4, b=8, t=6 -> acuan: 36 cm²). Dinilai dari ketepatan menggunakan rumus dan hasil hitung.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri melalui Lembar Latihan Menentukan Luas Segiempat (4 butir soal): Soal 1 (jajargenjang a=9 cm, t=6 cm; acuan: 54 cm²), Soal 2 (jajargenjang a=14 cm, t=8 cm; acuan: 112 cm²), Soal 3 (trapesium a=7 cm, b=11 cm, t=6 cm; acuan: 54 cm²), Soal 4 (trapesium a=5 cm, b=9 cm, t=8 cm; acuan: 56 cm²).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal 2 butir soal pengukuran luas persegi panjang dan pengenalan sisi sejajar trapesium
  • Observasi unjuk kerja berpasangan pada 'Tantangan Kartu Bangun Datar' (4 kartu soal)
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri menentukan luas 2 jajargenjang dan 2 trapesium (4 butir soal)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan Luas JajargenjangBelum tepat menentukan luas jajargenjang pada kedua butir soal latihan (0 dari 2 soal benar; acuan Soal 1 = 54 cm², Soal 2 = 112 cm²).Tepat menentukan luas jajargenjang pada 1 dari 2 butir soal latihan dengan bantuan guru (acuan Soal 1 = 54 cm² atau Soal 2 = 112 cm²).Tepat menentukan luas jajargenjang pada kedua butir soal latihan secara mandiri (2 dari 2 soal benar; acuan Soal 1 = 54 cm², Soal 2 = 112 cm²).Tepat menentukan luas jajargenjang pada kedua butir soal latihan mandiri (Soal 1 = 54 cm², Soal 2 = 112 cm²) serta tepat menyelesaikan seluruh kartu jajargenjang pada aktivitas kelompok (Kartu 1 = 40 cm², Kartu 2 = 84 cm²).
Menentukan Luas TrapesiumBelum tepat menentukan luas trapesium pada kedua butir soal latihan (0 dari 2 soal benar; acuan Soal 3 = 54 cm², Soal 4 = 56 cm²).Tepat menentukan luas trapesium pada 1 dari 2 butir soal latihan dengan bantuan guru (acuan Soal 3 = 54 cm² atau Soal 4 = 56 cm²).Tepat menentukan luas trapesium pada kedua butir soal latihan secara mandiri (2 dari 2 soal benar; acuan Soal 3 = 54 cm², Soal 4 = 56 cm²).Tepat menentukan luas trapesium pada kedua butir soal latihan mandiri (Soal 3 = 54 cm², Soal 4 = 56 cm²) serta tepat menyelesaikan seluruh kartu trapesium pada aktivitas kelompok (Kartu 3 = 32 cm², Kartu 4 = 36 cm²).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas manipulasi kertas berpetak membantu murid memahami asal-usul rumus luas jajargenjang dan trapesium?
  • Bagian mana dari penentuan tinggi jajargenjang atau trapesium yang masih sering menimbulkan kekeliruan pada murid?

Murid:

  • Apakah kamu lebih mudah menghitung luas jajargenjang atau luas trapesium? Mengapa?
  • Langkah apa yang akan kamu lakukan jika menemukan soal trapesium dengan posisi bangun terbalik atau miring?

Pertemuan 4 — Menentukan Luas Bangun Datar Segiempat Berupa Belah Ketupat dan Layang-Layang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.4 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa belah ketupat dan layang-layang

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menentukan luas daerah belah ketupat dan layang-layang (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 soal hitung cepat luas persegi dan persegi panjang di papan tulis: Soal 1: Persegi dengan sisi 4 cm (acuan luas: 4 x 4 = 16 cm²); Soal 2: Persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 3 cm (acuan luas: 6 x 3 = 18 cm²). Murid menuliskan jawaban di papan mini/kertas (4 menit).
  • Guru mengaitkan konsep luas segiempat yang sudah dipelajari dengan bentuk belah ketupat dan layang-layang yang memiliki diagonal saling tegak lurus (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara berpasangan mengamati peraga kertas berpetak model belah ketupat (diagonal 1 = 4 satuan, diagonal 2 = 2 satuan) dan model layang-layang (diagonal 1 = 5 satuan, diagonal 2 = 4 satuan) (5 menit).
  • Murid melakukan manipulasi pemotongan kertas berpetak: memotong belah ketupat dan layang-layang mengikuti diagonal, lalu menyusun potongan menjadi persegi atau persegi panjang untuk membuktikan luas daerahnya tetap yaitu Luas = 1/2 x diagonal 1 x diagonal 2 (acuan belah ketupat: 1/2 x 4 x 2 = 4 satuan luas; acuan layang-layang: 1/2 x 5 x 4 = 10 satuan luas) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan tantangan berpasangan 'Tebak Luas Cepat' di mana tiap pasangan menghitung luas dari 2 kartu bangun datar berpetak: Kartu A (belah ketupat d1 = 6 cm, d2 = 8 cm; acuan luas = 1/2 x 6 x 8 = 24 cm²) dan Kartu B (layang-layang d1 = 10 cm, d2 = 6 cm; acuan luas = 1/2 x 10 x 6 = 30 cm²) dengan tepat dan saling mencocokkan hasil (12 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi 2 soal perhitungan: (1) Menentukan luas belah ketupat dengan diagonal 12 cm dan 16 cm (acuan penyelesaian: L = 1/2 x 12 x 16 = 96 cm²); (2) Menentukan luas layang-layang dengan diagonal 14 cm dan 20 cm (acuan penyelesaian: L = 1/2 x 14 x 20 = 140 cm²) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil perhitungan LKS dan menelaah langkah penentuan ukuran diagonal sebelum melakukan perkalian dan pembagian setengah (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan cara menentukan luas daerah belah ketupat dan layang-layang yaitu mengalikan kedua diagonalnya lalu membagi dua (1/2 x d1 x d2) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas latihan mandiri dan menutup pertemuan tanpa memberikan tugas rangkuman akhir bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar berpetak satuan untuk menghitung luas sebelum menerapkan rumus angka murni, sedangkan murid cepat diberikan ukuran bilangan desimal atau dua digit yang lebih menantang.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara langsung (scaffolding) dalam mengenali panjang diagonal 1 dan diagonal 2, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan tantangan secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan jawaban perhitungan luas daerah belah ketupat dan layang-layang yang tepat sesuai acuan rumus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik hitung cepat 2 soal luas segiempat dasar: (1) Persegi sisi 4 cm -> acuan: L = 4 x 4 = 16 cm²; (2) Persegi panjang panjang 6 cm lebar 3 cm -> acuan: L = 6 x 3 = 18 cm². Kriteria ketercapaian: murid mampu menjawab benar minimal 1 dari 2 soal untuk menunjukkan kesiapan operasi perkalian segiempat.

Proses:

  • Penilaian pengerjaan 2 soal tantangan berpasangan: Kartu A belah ketupat d1 = 6 cm, d2 = 8 cm (acuan: L = 1/2 x 6 x 8 = 24 cm²); Kartu B layang-layang d1 = 10 cm, d2 = 6 cm (acuan: L = 1/2 x 10 x 6 = 30 cm²).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 2 butir soal: Soal 1 luas belah ketupat d1 = 12 cm, d2 = 16 cm (acuan: 96 cm²); Soal 2 luas layang-layang d1 = 14 cm, d2 = 20 cm (acuan: 140 cm²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 1 butir soal lisan/tulis penutup: Menentukan luas belah ketupat jika diagonalnya masing-masing 8 cm dan 10 cm (acuan: L = 1/2 x 8 x 10 = 40 cm²).

Formatif:

  • Tes tertulis singkat diagnostik awal menentukan luas persegi dan persegi panjang
  • Observasi unjuk kerja manipulasi pembuktian rumus luas bangun belah ketupat dan layang-layang
  • Latihan mandiri perhitungan luas bangun belah ketupat dan layang-layang pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan luas daerah belah ketupatBelum mampu menentukan luas belah ketupat dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat meski telah dibimbingMampu menentukan luas belah ketupat dengan rumus 1/2 x d1 x d2 namun masih terdapat kekeliruan perhitungan aritmetika dan membutuhkan bimbinganMampu menentukan luas belah ketupat dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiriMampu menentukan luas belah ketupat dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat, konsisten, dan mampu menyelesaikan variasi ukuran angka yang lebih besar secara mandiri
Menentukan luas daerah layang-layangBelum mampu menentukan luas layang-layang dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat meski telah dibimbingMampu menentukan luas layang-layang dengan rumus 1/2 x d1 x d2 namun masih terdapat kekeliruan perhitungan aritmetika dan membutuhkan bimbinganMampu menentukan luas layang-layang dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat sesuai acuan kunci jawaban secara mandiriMampu menentukan luas layang-layang dengan rumus 1/2 x d1 x d2 secara tepat, konsisten, dan mampu menyelesaikan variasi ukuran angka yang lebih besar secara mandiri

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan alat peraga manipulasi kertas lipat/kertas berpetak mempermudah pemahaman murid mengenai asal-usul rumus 1/2 x d1 x d2?
  • Bagian mana dari penentuan diagonal belah ketupat atau layang-layang yang paling sering membuat murid keliru?

Murid:

  • Apa hal paling mudah dan paling sulit saat menghitung luas belah ketupat dan layang-layang hari ini?
  • Bagaimana caramu mengingat rumus luas belah ketupat dan layang-layang?

Pertemuan 5 — Menentukan Luas Gabungan Bangun Datar Segiempat dan Segitiga melalui Penguraian Gambar Berpetak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.5 Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran yaitu menentukan luas gabungan bangun datar segiempat dan segitiga pada kertas berpetak (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal dengan menampilkan 2 gambar berpetak tunggal di papan tulis: Gambar A (persegi panjang ukuran 4 petak x 3 petak) dan Gambar B (segitiga dengan alas 4 petak dan tinggi 3 petak), lalu meminta murid menuliskan luas masing-masing di papan tulis kecil/kertas (acuan jawaban: Luas A = 4 x 3 = 12 satuan luas; Luas B = 1/2 x 4 x 3 = 6 satuan luas) (5 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan materi hari ini: jika kedua bangun digabungkan, luas totalnya dapat diperoleh dengan menjumlahkan luas bagian-bagian penyusunnya (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar bangun gabungan pada kisi-kisi berpetak (Eksplorasi 5.3) yang diproyeksikan guru di papan tulis, yaitu sebuah bangun gabungan yang tersusun atas persegi panjang dan segitiga (4 menit).
  • Guru memodelkan cara mendekomposisi (memotong/mengurai) gambar berpetak tersebut dengan menarik garis batas putus-putus menjadi dua bangun: Bangun I (persegi panjang ukuran panjang 6 petak, lebar 4 petak) dan Bangun II (segitiga dengan alas 6 petak, tinggi 3 petak) (5 menit).
  • Murid menyimak dan menghitung bersama guru luas masing-masing bagian dan menjumlahkannya (acuan: Luas I = 6 x 4 = 24 satuan luas; Luas II = 1/2 x 6 x 3 = 9 satuan luas; Luas Gabungan = 24 + 9 = 33 satuan luas) (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Luas': setiap pasangan menerima Lembar Kerja berpetak yang memuat Soal 1 (gambar bangun gabungan trapesium siku-siku dan segitiga) dan Soal 2 (gambar bangun gabungan persegi dan segitiga) (4 menit).
  • Dalam 'Tantangan Detektif Luas', murid berpasangan secara aktif dan saling mencocokkan garis potong dekomposisi pada gambar berpetak: Soal 1 diurai menjadi persegi panjang 5x4 petak dan segitiga siku-siku alas 3 petak tinggi 4 petak; Soal 2 diurai menjadi persegi 4x4 petak dan segitiga alas 4 petak tinggi 2 petak (8 menit).
  • Setiap pasangan menghitung luas bagian dan luas gabungan kedua soal tersebut pada lembar kerja (acuan Soal 1: Luas I = 5 x 4 = 20 satuan luas, Luas II = 1/2 x 3 x 4 = 6 satuan luas, Luas Gabungan = 20 + 6 = 26 satuan luas; acuan Soal 2: Luas I = 4 x 4 = 16 satuan luas, Luas II = 1/2 x 4 x 2 = 4 satuan luas, Luas Gabungan = 16 + 4 = 20 satuan luas) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan pasangan membacakan garis dekomposisi dan hasil luas gabungan yang didapat, sementara pasangan lain mencocokkan hasil perhitungan mereka dengan acuan (6 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan langkah menentukan luas bangun gabungan berpetak: membuat garis pemisah bangun tunggal (segiempat dan segitiga), menghitung luas masing-masing bangun menggunakan petak satuan, lalu menjumlahkan seluruh luasnya (4 menit).

Penutup:

  • Murid mengerjakan asesmen akhir (cek pemahaman singkat 1 butir pada kertas berpetak): menghitung luas bangun gabungan persegi panjang 3x2 petak dan segitiga siku-siku alas 3 petak tinggi 4 petak (acuan: Luas I = 3 x 2 = 6 satuan luas; Luas II = 1/2 x 3 x 4 = 6 satuan luas; Luas total = 6 + 6 = 12 satuan luas) (8 menit).
  • Guru menyampaikan umpan balik hasil cek pemahaman, mengingatkan materi pertemuan berikutnya (menentukan luas gabungan berdasarkan ukuran panjang garis tanpa petak), dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas berpetak dengan garis dekomposisi putus-putus yang sudah tercetak samar untuk memandu penguraian; murid mahir diberikan gambar gabungan bangun berpetak tanpa garis bantu dengan 3 bangun penyusun (2 segitiga dan 1 persegi panjang).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dipandu guru langkah demi langkah menghitung banyak kotak alas dan tinggi; murid mahir bekerja mandiri menyelesaikan tantangan penguraian dengan 2 cara potong berbeda.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar kerja penyelesaian luas gabungan bangun datar berpetak sesuai tingkat kompleksitas gambar yang dikerjakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik pemahaman luas bangun tunggal berpetak: Murid diminta menentukan luas Gambar A (persegi panjang 4x3 petak) dan Gambar B (segitiga alas 4 petak, tinggi 3 petak) pada buku tulis (acuan: Luas A = 4 x 3 = 12 satuan luas; Luas B = 1/2 x 4 x 3 = 6 satuan luas).

Proses:

  • Formatif proses pengerjaan Lembar Kerja Tantangan Detektif Luas (2 butir): (1) Bangun gabungan 1 diurai menjadi persegi panjang 5x4 petak dan segitiga alas 3 tinggi 4 petak (acuan: luas = 20 + 6 = 26 satuan luas); (2) Bangun gabungan 2 diurai menjadi persegi 4x4 petak dan segitiga alas 4 tinggi 2 petak (acuan: luas = 16 + 4 = 20 satuan luas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (1 butir): Murid menghitung luas bangun gabungan pada kertas berpetak yang terdiri atas persegi panjang ukuran 3 petak x 2 petak dan segitiga dengan alas 3 petak dan tinggi 4 petak (acuan: Luas persegi panjang = 3 x 2 = 6 satuan luas; Luas segitiga = 1/2 x 3 x 4 = 6 satuan luas; Luas total gabungan = 6 + 6 = 12 satuan luas).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal: Menghitung luas persegi panjang dan luas segitiga berpetak tunggal.
  • Asesmen formatif proses: Pengamatan keterlibatan dan unjuk kerja pasangan pada Lembar Kerja 'Tantangan Detektif Luas' (menentukan dekomposisi dan luas gabungan bangun datar segiempat dan segitiga).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan Luas Gabungan Bangun Datar Segiempat dan Segitiga pada Kertas BerpetakBelum mampu menguraikan gambar berpetak menjadi segiempat dan segitiga serta perhitungan luas gabungan belum tepat (0 butir benar dari 2 butir LK).Mampu menguraikan gambar berpetak menjadi bangun penyusun, tetapi perhitungan luas salah satu bangun atau luas gabungan belum tepat (hanya 1 butir benar dari 2 butir LK sesuai acuan).Mampu menguraikan gambar berpetak menjadi segiempat dan segitiga serta menghitung luas gabungan kedua soal dengan tepat secara berpasangan (tepat menyelesaikan 2 butir LK sesuai acuan: Soal 1 = 26 satuan luas, Soal 2 = 20 satuan luas).Mampu menguraikan gambar berpetak menjadi segiempat dan segitiga, menghitung luas gabungan dengan tepat pada seluruh soal LK secara mandiri (tepat menyelesaikan Soal 1 = 26 satuan luas dan Soal 2 = 20 satuan luas), serta mampu menunjukkan cara dekomposisi alternatif.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat mengidentifikasi garis potong yang tepat saat mendekomposisi bangun datar gabungan pada kertas berpetak?
  • Bagian mana dari penentuan alas dan tinggi segitiga pada kisi berpetak yang paling sering membingungkan murid?

Murid:

  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah saat menghitung luas bangun gabungan berpetak: memotong bangunnya atau menghitung luas masing-masing bagian?
  • Apakah kamu dapat menemukan bentuk segiempat dan segitiga dari bangun gabungan yang diberikan?

Pertemuan 6 — Menentukan Luas Gabungan Berbagai Bentuk Bangun Datar Berdasarkan Ukuran Panjang Garis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.5 Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar di kelas (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan luas bangun datar gabungan yang ukurannya diketahui berdasarkan panjang garis atau sisi tanpa bantuan kertas berpetak (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 1 gambar gabungan bangun datar berbentuk huruf L di papan tulis dengan ukuran garis: panjang bawah 12 cm, tinggi kiri 10 cm, sisi atas 6 cm, sisi kanan 4 cm; murid diminta menghitung panjang dua sisi tegak/mendatar yang belum tertulis (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati pemodelan di papan tulis berupa bangun gabungan rumah sederhana yang terdiri atas trapesium dan persegi panjang: trapesium sisi sejajar atas 10 cm, sisi sejajar bawah 16 cm, tinggi 6 cm di atas persegi panjang berukuran panjang 16 cm dan lebar 8 cm (7 menit).
  • Murid bersama guru mencermati cara mengidentifikasi ukuran panjang garis yang bersesuaian, menghitung luas masing-masing bangun datar penyusun menggunakan rumus luas trapesium ((10 + 16) x 6 : 2 = 78 cm²) dan luas persegi panjang (16 x 8 = 128 cm²), lalu menjumlahkan keduanya (78 + 128 = 206 cm²) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan berpasangan 'Teka-Teki Denah Bangun' dengan lembar kerja berisi 2 soal bangun gabungan berukuran panjang garis: Soal 1 terdiri dari gabungan persegi panjang (panjang 14 cm, lebar 8 cm) dan segitiga siku-siku (alas 6 cm, tinggi 8 cm); Soal 2 terdiri dari gabungan jajargenjang (alas 12 cm, tinggi 7 cm) dan persegi (sisi 7 cm) (18 menit).
  • Setiap pasangan murid menghitung dan menentukan luas gabungan kedua bangun datar tersebut pada lembar kerja masing-masing (7 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencocokkan hasil perhitungan dengan kunci penyelesaian yang dipaparkan guru di depan kelas dan mendiskusikan langkah dekomposisi serta operasi hitung yang dilakukan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur menentukan luas gabungan bangun datar: menentukan batas penguraian, mencari ukuran garis yang belum diketahui, menghitung luas bangun penyusun, dan menjumlahkan seluruh luasnya (6 menit).
  • Murid menyimak umpan balik guru terhadap latihan hari ini dan guru menutup pembelajaran dengan salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan gambar bangun gabungan dengan garis putus-putus pemisah bangun penyusun yang sudah tercetak jelas; murid mahir diberikan gambar gabungan tanpa garis pemisah tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapat perancah (scaffolding) berupa panduan menentukan ukuran sisi yang belum diketahui secara bertahap; murid mahir mengerjakan secara mandiri bersama pasangannya.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penyelesaian lembar kerja perhitungan luas gabungan bangun datar berdasarkan ukuran garis yang diberikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik menentukan ukuran panjang garis yang belum diketahui pada bangun gabungan berbentuk L: alas 12 cm, tinggi kiri 10 cm, sisi mendatar atas 6 cm, tinggi sisi kanan 4 cm. (Acuan jawaban: panjang sisi mendatar tengah = 12 - 6 = 6 cm; tinggi sisi tegak tengah = 10 - 4 = 6 cm).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja tantangan berpasangan pada 2 soal: Soal 1 gabungan persegi panjang (14 cm x 8 cm) dan segitiga siku-siku (alas 6 cm, tinggi 8 cm); Soal 2 gabungan jajargenjang (alas 12 cm, tinggi 7 cm) dan persegi (sisi 7 cm). (Acuan jawaban: Soal 1 -> Luas persegi panjang = 14 x 8 = 112 cm², Luas segitiga = (6 x 8) : 2 = 24 cm², Luas total = 112 + 24 = 136 cm²; Soal 2 -> Luas jajargenjang = 12 x 7 = 84 cm², Luas persegi = 7 x 7 = 49 cm², Luas total = 84 + 49 = 133 cm²).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individual 1 butir di akhir sesi: Tentukan luas gabungan bangun datar yang terdiri dari trapesium (sisi sejajar 8 cm dan 12 cm, tinggi 5 cm) dan segitiga siku-siku di sampingnya (alas 6 cm, tinggi 5 cm). (Acuan jawaban: Luas trapesium = (8 + 12) x 5 : 2 = 50 cm²; Luas segitiga = (6 x 5) : 2 = 15 cm²; Luas gabungan total = 50 + 15 = 65 cm²).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja penyelesaian soal berpasangan pada lembar kerja luas gabungan bangun datar berdasarkan ukuran panjang garis

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datar berdasarkan ukuran panjang garisBelum mampu menguraikan bangun gabungan dan belum tepat menentukan luas bangun penyusun maupun luas gabungan (benar 0 dari 2 soal latihan).Mampu menguraikan bangun gabungan, tetapi masih melakukan kekeliruan perhitungan pada ukuran garis atau rumus sehingga hanya tepat menentukan luas gabungan pada 1 dari 2 soal latihan.Mampu menguraikan bangun gabungan, menentukan ukuran garis yang bersesuaian, dan tepat menentukan luas gabungan pada kedua soal latihan (benar 2 dari 2 soal latihan: Soal 1 = 136 cm² dan Soal 2 = 133 cm²).Mampu menguraikan bangun gabungan secara mandiri dan runtut, menentukan ukuran garis dengan tepat, serta menyelesaikan seluruh perhitungan luas gabungan (Soal 1 = 136 cm², Soal 2 = 133 cm², dan soal cek pemahaman = 65 cm²) secara tepat tanpa kekeliruan perhitungan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat menemukan ukuran panjang garis yang belum dicantumkan secara mandiri untuk menghitung luas bangun penyusunnya?
  • Bagian mana dari langkah dekomposisi bangun gabungan yang paling sering memerlukan bimbingan guru?

Murid:

  • Bagaimana caramu mengetahui ukuran panjang garis yang tidak langsung tertulis pada gambar bangun gabungan?
  • Langkah mana yang menurutmu paling menantang saat menghitung luas gabungan bangun datar hari ini?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.5.1 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa persegi dan persegi panjang
  • TP 5.5.2 Menentukan luas bangun datar segitiga
  • TP 5.5.3 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa jajargenjang dan trapesium
  • TP 5.5.4 Menentukan luas bangun datar segiempat berupa belah ketupat dan layang-layang
  • TP 5.5.5 Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datar

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, membimbing murid berdoa sesuai keyakinan, memeriksa kehadiran, serta memastikan kesiapan perlengkapan alat tulis penggaris dan pensil (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-7 yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab Luas Daerah Bangun Datar untuk mengukur pencapaian belajar secara mandiri, jujur, dan bertanggung jawab (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak pembagian lembar soal asesmen sumatif dan mencermati petunjuk pengerjaan dua bagian tes tertulis individual yang dibacakan guru secara berkesadaran (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan Tugas Bagian 1 (Tes Tertulis Mandiri Luas Bangun Datar Tunggal) secara mandiri selama 37 menit untuk menyelesaikan 7 butir soal: (1) Persegi sisi 8 cm, Luas = 8 x 8 = 64 cm²; (2) Persegi panjang ukuran 12 cm x 7 cm, Luas = 12 x 7 = 84 cm²; (3) Segitiga alas 10 cm dan tinggi tegak lurus 6 cm, Luas = 1/2 x 10 x 6 = 30 cm²; (4) Jajargenjang alas 14 cm dan tinggi tegak lurus 9 cm, Luas = 14 x 9 = 126 cm²; (5) Trapesium sisi sejajar 10 cm dan 16 cm serta tinggi 8 cm, Luas = 1/2 x (10 + 16) x 8 = 104 cm²; (6) Belah ketupat diagonal 12 cm dan 16 cm, Luas = 1/2 x 12 x 16 = 96 cm²; (7) Layang-layang diagonal 14 cm dan 20 cm, Luas = 1/2 x 14 x 20 = 140 cm² (37 menit).
  • Murid mengerjakan Tugas Bagian 2 (Tes Tertulis Pemecahan Masalah Luas Gabungan) secara mandiri selama 20 menit untuk menyelesaikan 2 soal pemecahan masalah: Soal A berupa figur gabungan persegi panjang (15 cm x 10 cm, luas = 150 cm²) dan segitiga sama kaki di atasnya (alas 15 cm, tinggi 8 cm, luas = 1/2 x 15 x 8 = 60 cm²), luas total = 150 + 60 = 210 cm²; Soal B berupa figur gabungan trapesium (sisi sejajar 12 cm dan 20 cm, tinggi 6 cm, luas = 1/2 x 32 x 6 = 96 cm²) dan persegi (sisi 8 cm, luas = 8 x 8 = 64 cm²), luas total = 96 + 64 = 160 cm² (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ulang secara mandiri kelengkapan penulisan satuan luas (cm²), ketepatan angka hitungan pada setiap nomor, lalu mengumpulkan lembar jawaban ke meja guru dengan tenang dan tertib (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengapresiasi integritas, kemandirian, dan ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif bab (1 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai proses pengerjaan soal dan menutup kegiatan pembelajaran bab dengan doa bersama (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid dengan hambatan visual/membaca diberikan lembar soal dengan ukuran font lebih besar atau pembacaan instruksi soal secara netral tanpa memberikan petunjuk jawaban hitungan.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis individual: lembar jawaban asesmen sumatif individual yang memuat langkah sistematis dekomposisi dan perhitungan luas bangun datar tunggal (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang) serta luas figur gabungan disertai satuan luas yang tepat
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis mandiri berisi identifikasi komponen ukuran (sisi, alas, tinggi tegak lurus, diagonal) dan langkah matematis penentuan luas daerah persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, serta layang-layang (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis dan kunci jawaban)
  • tes tertulis pemecahan masalah serentak: lembar dekomposisi dan penyelesaian hitung mandiri yang menyajikan penguraian figur gabungan menjadi bangun-bangun datar pembentuknya, penghitungan luas masing-masing bagian, dan penjumlahan total luas daerah (30 menit; individual; instrumen: rubrik analitis pemecahan masalah luas gabungan)

Sumatif:

  • tes tertulis individual: lembar jawaban asesmen sumatif individual yang memuat langkah sistematis dekomposisi dan perhitungan luas bangun datar tunggal (persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang) serta luas figur gabungan disertai satuan luas yang tepat
  • tes tertulis serentak: lembar jawaban tertulis mandiri berisi identifikasi komponen ukuran (sisi, alas, tinggi tegak lurus, diagonal) dan langkah matematis penentuan luas daerah persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, trapesium, belah ketupat, serta layang-layang (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis dan kunci jawaban)
  • tes tertulis pemecahan masalah serentak: lembar dekomposisi dan penyelesaian hitung mandiri yang menyajikan penguraian figur gabungan menjadi bangun-bangun datar pembentuknya, penghitungan luas masing-masing bagian, dan penjumlahan total luas daerah (30 menit; individual; instrumen: rubrik analitis pemecahan masalah luas gabungan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menentukan luas bangun datar segiempat (persegi dan persegi panjang)Belum mampu menentukan luas persegi maupun persegi panjang secara tepat (0 butir benar dari acuan: Persegi 8x8=64 cm²; Persegi Panjang 12x7=84 cm²).Mampu menentukan luas 1 dari 2 bentuk bangun datar segiempat secara tepat disertai satuan luas yang benar (acuan: Persegi 64 cm² ATAU Persegi Panjang 84 cm²).Mampu menentukan luas kedua bangun datar segiempat (persegi dan persegi panjang) secara tepat disertai satuan luas yang benar namun terdapat kesalahan kecil pada penulisan langkah rumus (acuan: Persegi 64 cm² DAN Persegi Panjang 84 cm²).Mampu menentukan luas kedua bangun datar segiempat (persegi dan persegi panjang) secara tepat, mandiri, dengan langkah perhitungan runtut dan satuan luas cm² yang tepat (acuan: Persegi 64 cm² DAN Persegi Panjang 84 cm²).
Menentukan luas bangun datar segitigaBelum mampu mengidentifikasi alas dan tinggi tegak lurus serta salah menghitung luas segitiga (acuan: Segitiga alas 10 cm, tinggi 6 cm, Luas = 1/2 x 10 x 6 = 30 cm²).Mampu mengidentifikasi alas dan tinggi tegak lurus namun lupa mengalikan dengan 1/2 sehingga hasil hitung belum tepat (hasil hitung 60 cm²).Mampu menentukan luas bangun datar segitiga secara tepat (30 cm²) namun belum menuliskan satuan luas cm² dengan tepat.Mampu menentukan luas bangun datar segitiga secara mandiri, tepat, runtut langkah perkaliannya, serta mencantumkan satuan cm² dengan tepat (acuan: 1/2 x 10 x 6 = 30 cm²).
Menentukan luas segiempat (jajargenjang dan trapesium)Belum mampu menentukan luas jajargenjang maupun trapesium (0 butir benar dari acuan: Jajargenjang 14x9=126 cm²; Trapesium 1/2x(10+16)x8=104 cm²).Mampu menentukan luas 1 dari 2 bangun datar secara tepat (acuan: Jajargenjang 126 cm² ATAU Trapesium 104 cm²).Mampu menentukan luas jajargenjang dan trapesium secara tepat (126 cm² dan 104 cm²) namun terdapat kekeliruan penulisan langkah penjumlahan sisi sejajar trapesium.Mampu menentukan luas jajargenjang dan trapesium secara tepat, mandiri, lengkap dengan langkah pengerjaan dan satuan cm² yang benar (acuan: 126 cm² dan 104 cm²).
Menentukan luas segiempat (belah ketupat dan layang-layang)Belum mampu menentukan luas belah ketupat maupun layang-layang (0 butir benar dari acuan: Belah Ketupat 1/2x12x16=96 cm²; Layang-layang 1/2x14x20=140 cm²).Mampu menentukan luas 1 dari 2 bangun datar secara tepat (acuan: Belah Ketupat 96 cm² ATAU Layang-layang 140 cm²).Mampu menentukan luas belah ketupat dan layang-layang secara tepat (96 cm² dan 140 cm²) tetapi tanpa menyertakan langkah pengalian setengah diagonal secara lengkap.Mampu menentukan luas belah ketupat dan layang-layang secara tepat, mandiri, runtut menggunakan rumus 1/2 x d1 x d2 dan satuan cm² yang tepat (acuan: 96 cm² dan 140 cm²).
Menentukan luas gabungan berbagai bentuk bangun datarBelum mampu mendekomposisi figur gabungan menjadi bangun-bangun tunggal pembentuknya dan luas total salah pada kedua soal (acuan: Soal A=210 cm²; Soal B=160 cm²).Mampu mendekomposisi figur gabungan dan menghitung benar luas salah satu bangun pembentuknya, tetapi luas total kedua soal belum tepat.Mampu mendekomposisi figur gabungan dan menghitung luas total dengan tepat pada 1 dari 2 soal pemecahan masalah (acuan: tepat pada Soal A [persegi panjang 150 cm² + segitiga 60 cm² = 210 cm²] ATAU Soal B [trapesium 96 cm² + persegi 64 cm² = 160 cm²]).Mampu mendekomposisi figur gabungan secara tepat, menghitung luas masing-masing bagian bangun, dan menjumlahkan total luas dengan tepat pada kedua soal secara mandiri (acuan: Soal A = 210 cm² dan Soal B = 160 cm²).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 40 menit untuk luas bangun tunggal dan 30 menit untuk luas gabungan mencukupi bagi seluruh murid dalam menyelesaikan tes sumatif secara optimal?
  • Konsep luas bangun datar mana yang paling banyak mengalami kesalahan hitung atau kekeliruan penggunaan rumus oleh murid?

Murid:

  • Bagian soal manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk diselesaikan hari ini?
  • Apakah saya sudah teliti memeriksa satuan luas dan perkalian angka sebelum mengumpulkan lembar jawaban?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Kertas berpetak satuan
  4. Kartu tantangan 'Tebak Cepat Petak Segiempat'
  5. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022, Bab 5)
  6. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022, Bab 5 Eksplorasi 5.2C)
  7. Kertas lipat/berpetak, gunting, penggaris, dan model peraga tangram segitiga
  8. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2022, Bab 5 Luas Daerah Bangun Datar)
  9. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek 2022, Bab 5 Luas Daerah Bangun Datar)
  10. Kertas berpetak, gunting, lem, dan kartu soal 'Tantangan Kartu Bangun Datar'
  11. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V
  12. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V
  13. Kertas berpetak, gunting, dan kartu soal bergambar bangun belah ketupat serta layang-layang
  14. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, 2022) Bab 5 Subbab C
  15. Lembar kerja kertas berpetak (kisi-kisi satuan luas)
  16. Penggaris dan spidol warna untuk membuat garis dekomposisi
  17. Lembar Kerja Tantangan Teka-Teki Denah Bangun
  18. Penggaris dan spidol papan tulis
  19. Lembar Soal Asesmen Sumatif Bab Luas Daerah Bangun Datar

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.