Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Keliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Keliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Keliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan

Matematika - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Keliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKeliling Segi Banyak Beraturan dan Bangun Datar Gabungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menemukan cara menghitung keliling segi lima beraturan, segi enam beraturan, dan segi delapan beraturan dengan memanfaatkan pola perkalian jumlah sisi dengan panjang satu sisi.
  2. Murid dapat mendekomposisi bangun datar gabungan menjadi beberapa bangun datar penyusunnya, lalu menentukan keliling sisi-sisi terluarnya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kita sudah tahu keliling persegi dihitung dengan 4 × sisi, bagaimana cara menghitung keliling bangun yang memiliki 5, 6, atau 8 sisi sama panjang?
  2. Pernahkah kalian melihat bentuk bangunan atau benda yang terdiri dari gabungan beberapa bangun datar? Bagaimana cara mengukur keliling keseluruhannya?
  3. Apakah semua sisi pada bangun gabungan dihitung saat mencari keliling? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar persegi dan bertanya 'Bagaimana cara menghitung keliling persegi?' serta meminta murid menuliskan rumusnya di papan tulis mini masing-masing.
  • Guru mengecek pemahaman prasyarat: murid diminta menyebutkan rumus keliling persegi (4 × sisi) dan menjelaskan mengapa bisa dikalikan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menampilkan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu.
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar segi lima beraturan dengan panjang sisi 3 cm. Murid diminta mengamati dan menghitung jumlah sisinya.
  • Guru bertanya: 'Apakah sisi-sisinya sama panjang? Bangun apakah itu?' Murid menjawab secara lisan.
  • Murid menghitung keliling segi lima beraturan dengan menjumlahkan semua sisi: 3+3+3+3+3, lalu mengubahnya menjadi bentuk perkalian 5×3 = 15 cm.
  • Guru menampilkan gambar segi enam beraturan (sisi 3 cm). Murid mengulangi proses yang sama: menghitung jumlah sisi, menjumlahkan, lalu mengubah ke perkalian 6×3 = 18 cm.
  • Guru menampilkan segi delapan beraturan (sisi 4 cm). Murid menemukan polanya sendiri: 8×4 = 32 cm.
  • Murid bersama guru menyimpulkan pola umum: Keliling segi banyak beraturan = jumlah sisi × panjang satu sisi. Murid melengkapi tabel rangkuman (bangun, banyak sisi, rumus keliling).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menampilkan gambar bangun datar gabungan (misalnya gabungan persegi dan segitiga). Guru bertanya: 'Bangun datar apa saja yang menyusun bangun ini?'
  • Murid secara berkelompok mendekomposisi bangun gabungan menjadi bangun-bangun penyusunnya dengan menandai garis batas antar bangun menggunakan pensil warna.
  • Guru menjelaskan bahwa keliling bangun gabungan adalah jumlah panjang sisi-sisi terluar saja, bukan semua sisi tiap bangun penyusun.
  • Setiap kelompok mengerjakan 2 soal bangun gabungan berbeda: (1) gabungan dua persegi panjang, (2) gabungan persegi dan segitiga sama sisi. Murid mengidentifikasi sisi terluar, mengukur/membaca panjangnya, lalu menjumlahkan untuk menemukan keliling.
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas dan menjelaskan langkah dekomposisi serta perhitungan kelilingnya.
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menjawab pertanyaan refleksi: 'Apa pola yang kamu temukan saat menghitung keliling segi banyak beraturan?' dan 'Apa langkah pertama yang harus dilakukan saat menghadapi bangun gabungan?'
  • Murid menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari hari ini dan satu hal yang masih membingungkan di sticky note.
  • Guru membahas beberapa sticky note secara klasikal untuk mengklarifikasi miskonsepsi yang muncul.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi: rumus keliling segi banyak beraturan dan langkah menghitung keliling bangun gabungan.
  • Murid mengerjakan asesmen akhir secara individu (2 soal: 1 soal keliling segi banyak beraturan, 1 soal keliling bangun gabungan).
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid dan menyampaikan topik pertemuan selanjutnya.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat gambar bangun dengan jumlah sisi dan panjang sisi sudah dilabeli; murid cepat mendapat soal dengan segi banyak beraturan yang sisinya lebih banyak (segi sepuluh) atau bangun gabungan tiga komponen.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan bimbingan langsung guru dalam kelompok kecil; murid cepat bekerja mandiri dan berperan sebagai tutor sebaya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih cukup menghitung keliling dengan bantuan tabel langkah; murid cepat diminta membuat soal bangun gabungan sendiri beserta penyelesaiannya untuk ditukarkan dengan teman.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar persegi dengan sisi 5 cm dan meminta murid menuliskan cara menghitung kelilingnya di papan tulis mini.
  • Guru bertanya secara lisan: 'Mengapa keliling persegi bisa dihitung dengan cara 4 × sisi? Apa hubungan angka 4 dengan bangun persegi?'
  • Guru mengamati jawaban murid untuk mengidentifikasi siapa yang sudah memahami konsep perkalian berulang sebagai prasyarat.

Proses:

  • Guru memeriksa tabel rangkuman yang dilengkapi murid (banyak sisi dan rumus keliling untuk segi lima, segi enam, segi delapan) untuk memastikan pola ditemukan dengan benar.
  • Guru mengobservasi proses dekomposisi bangun gabungan: apakah murid mampu mengidentifikasi bangun penyusun dan menandai sisi terluar dengan tepat.
  • Guru mendengarkan penjelasan perwakilan kelompok saat presentasi untuk mengecek pemahaman konseptual, bukan sekadar jawaban numerik.
  • Guru membaca sticky note refleksi murid untuk mendeteksi miskonsepsi yang perlu ditindaklanjuti.

Akhir:

  • Soal 1: Sebuah segi delapan beraturan memiliki panjang sisi 6 cm. Tentukan kelilingnya dan jelaskan rumus yang kamu gunakan.
  • Soal 2: Sebuah bangun gabungan terdiri dari persegi panjang (panjang 10 cm, lebar 5 cm) yang di atasnya ditempel segitiga sama kaki (sisi miring 4 cm). Gambar bangun tersebut, tandai sisi-sisi terluar, lalu hitung kelilingnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok dan presentasi.
  • Pemeriksaan tabel rangkuman keliling segi banyak beraturan yang dilengkapi murid.
  • Tanya jawab lisan saat proses penemuan pola.
  • Pemeriksaan hasil kerja kelompok pada soal bangun gabungan.

Sumatif:

  • Lembar kerja individu berisi 2 soal akhir (1 soal keliling segi banyak beraturan dan 1 soal keliling bangun gabungan) yang dikerjakan secara mandiri di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menemukan pola keliling segi banyak beraturan (TP 5.4.5.1)Murid belum dapat menghitung keliling segi banyak beraturan; masih menjumlahkan sisi satu per satu tanpa menemukan pola perkalian.Murid dapat menghitung keliling dengan penjumlahan berulang tetapi belum konsisten menggunakan rumus perkalian (jumlah sisi × panjang sisi).Murid dapat menggunakan rumus keliling = jumlah sisi × panjang sisi untuk segi lima, segi enam, dan segi delapan beraturan dengan benar.Murid dapat menggeneralisasi pola ke segi banyak beraturan lainnya (misalnya segi sepuluh) dan menjelaskan alasan rumus tersebut berlaku.
Mendekomposisi dan menghitung keliling bangun gabungan (TP 5.4.5.2)Murid belum dapat mengidentifikasi bangun-bangun penyusun dan belum memahami konsep sisi terluar.Murid dapat mengidentifikasi bangun penyusun tetapi masih menghitung semua sisi termasuk sisi dalam (bukan terluar saja).Murid dapat mendekomposisi bangun gabungan, mengidentifikasi sisi terluar dengan tepat, dan menghitung kelilingnya dengan benar.Murid dapat mendekomposisi bangun gabungan kompleks (lebih dari 2 komponen), menjelaskan mengapa sisi dalam tidak dihitung, dan menyusun soal serupa secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menemukan pola keliling segi banyak beraturan melalui kegiatan penemuan terbimbing?
  • Apakah murid memahami konsep 'sisi terluar' pada bangun gabungan, atau masih ada miskonsepsi yang perlu ditangani di pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif untuk mengakomodasi murid dengan kecepatan belajar berbeda?
  • Bagaimana kualitas diskusi dan presentasi kelompok? Apakah semua anggota berkontribusi?

Refleksi Murid:

  • Pola apa yang kamu temukan saat menghitung keliling segi banyak beraturan? Bagaimana pola itu membantumu?
  • Apa langkah pertama yang harus kamu lakukan saat menemui bangun gabungan yang belum pernah dilihat sebelumnya?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling mudah dan paling sulit? Apa yang akan kamu lakukan untuk memahami bagian yang sulit?
  • Bagaimana kerja kelompokmu hari ini? Apa yang bisa diperbaiki?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 4: Keliling Bangun Datar (halaman 122-130), Kemdikbudristek.
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Subbab D: Keliling Segi Banyak (halaman 154-158), Kemdikbudristek.
  3. Papan tulis mini (whiteboard kecil) untuk asesmen awal.
  4. Gambar/slide PowerPoint berisi segi lima, segi enam, segi delapan beraturan, dan bangun gabungan.
  5. Penggaris, pensil warna, dan sticky note.
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel rangkuman dan soal bangun gabungan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.