Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda

Matematika - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengurangan Pecahan Berpenyebut Berbeda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK secara benar.
  2. Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu mempunyai 3/4 bagian pizza, lalu adikmu memakan 1/3 bagian dari pizza itu, apakah kamu bisa langsung mengurangkannya? Mengapa?
  2. Kapan kita perlu menyamakan penyebut sebelum mengurangkan dua pecahan? Apa yang terjadi jika tidak disamakan?
  3. Bagaimana cara yang paling mudah untuk mencari penyebut yang sama dari dua pecahan yang berbeda penyebutnya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua soal cepat di papan tulis — (1) 5/8 – 2/8 =? dan (2) KPK dari 4 dan 6 =? — murid menjawab di buku masing-masing dalam 2 menit untuk mengetahui kesiapan prasyarat.
  • Guru melakukan apersepsi: mengingatkan murid tentang cara mengurangkan pecahan berpenyebut sama dan cara mencari KPK dari dua bilangan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: melakukan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut menggunakan KPK, dan menerapkannya dalam masalah sehari-hari.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan: eksplorasi bersama → diskusi kelompok → presentasi → latihan mandiri → refleksi.
  • Guru memotivasi murid dengan menyampaikan manfaat nyata: 'Kemampuan ini berguna saat kamu membagi bahan kue, mengukur kain, atau membagi waktu belajar dan bermain.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan masalah kontekstual: 'Yohana mempunyai 2/3 kertas gambar. Ia telah menggunakan 1/2 bagian untuk melukis. Berapa bagian kertas yang tersisa?' Murid diminta membayangkan situasi tersebut sebelum menghitung.
  • Guru bertanya kepada murid: 'Mengapa kita tidak bisa langsung mengurangkan 2/3 – 1/2 tanpa mengubah penyebutnya?' Murid menyampaikan pendapat secara lisan (think-pair-share singkat).
  • Guru menggunakan kertas karton bergaris yang dibagi menjadi kotak-kotak untuk memvisualisasikan 2/3 dan 1/2 secara konkret: mengarsir bagian 2/3, lalu mencoba 'mengambil' bagian 1/2 — menunjukkan bahwa ukuran kotak berbeda sehingga tidak bisa langsung dikurangi.
  • Guru menjelaskan langkah sistematis: (a) tentukan KPK dari kedua penyebut, (b) ubah masing-masing pecahan menjadi pecahan senilai berpenyebut KPK, (c) kurangkan pembilangnya, (d) sederhanakan hasil jika perlu. Langkah ini ditulis di papan tulis sebagai 'Langkah Ajaib 4 Langkah'.
  • Guru mendemonstrasikan contoh: 2/3 – 1/2 → KPK(3,2)=6 → 4/6 – 3/6 = 1/6, sambil kembali menunjukkan visualisasi kertas karton.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok mendapat Lembar Kerja berisi 3 bagian: (A) soal eksplorasi dengan model gambar, (B) soal hitungan prosedural, (C) soal masalah cerita kontekstual.
  • Bagian A — Eksplorasi visual: kelompok melengkapi gambar kotak yang sudah disediakan untuk menunjukkan 3/4 – 1/3 secara visual, lalu menuliskan langkah penghitungannya.
  • Bagian B — Prosedural: kelompok menyelesaikan tiga soal pengurangan pecahan berpenyebut berbeda (contoh: 5/6 – 1/4, 7/8 – 1/3, 2/5 – 1/6) dengan menuliskan langkah-langkah secara lengkap menggunakan 'Langkah Ajaib 4 Langkah'.
  • Bagian C — Masalah cerita: 'Ibu mempunyai 3/4 kg tepung. Ia menggunakan 1/3 kg untuk membuat kue. Berapa kg tepung yang tersisa?' Kelompok menuliskan kalimat matematika, menyelesaikan dengan langkah lengkap, dan menuliskan kalimat jawaban.
  • Guru berkeliling memantau diskusi, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang belum tepat: 'KPK dari penyebut ini berapa? Sudah benar mengubah pecahan senilainya?'
  • Setelah diskusi selesai, dua kelompok dipilih secara acak untuk mempresentasikan jawaban Bagian B dan Bagian C di depan kelas. Kelompok lain menanggapi atau bertanya.
  • Guru memberikan konfirmasi dan meluruskan kesalahan konsep yang muncul selama presentasi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengerjakan 2 soal latihan mandiri di buku tulis masing-masing (diferensiasi: soal berbeda tingkat kesulitan sesuai kemampuan) untuk mengecek pemahaman individu.
  • Guru meminta murid melihat kembali langkah-langkah yang telah mereka kerjakan dalam kelompok dan menandai: langkah mana yang sudah yakin benar, dan langkah mana yang masih ragu.
  • Murid diminta menjawab secara tertulis di buku: 'Tuliskan dengan kata-katamu sendiri: bagaimana cara mengurangkan dua pecahan yang penyebutnya berbeda?' untuk mengecek internalisasi konsep.
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan jawaban refleksi mereka, guru merespons dan menguatkan pemahaman yang tepat.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: 'Apa yang kita pelajari hari ini? Apa langkah utama dalam mengurangkan pecahan berpenyebut berbeda?'
  • Asesmen akhir (sumatif singkat): Guru memberikan 1 soal exit ticket — '3/5 – 1/4 =?' — murid mengerjakan di selembar kertas kecil dan mengumpulkan sebelum keluar kelas.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses belajar hari ini: hal-hal yang sudah bagus dan hal yang perlu dilatih lebih lanjut.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum tuntas akan mendapat bimbingan khusus; murid yang sudah paham dapat mencoba soal pengayaan di buku siswa.
  • Guru menutup kelas dengan salam dan motivasi singkat.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum siap mendapat soal dengan penyebut yang KPK-nya mudah ditemukan (misal: 1/2 – 1/4, penyebut 2 dan 4). Murid yang sudah mahir mendapat soal dengan pecahan campuran atau tiga pecahan sekaligus.
  • Proses: Murid yang kesulitan dapat menggunakan alat bantu kertas karton bergaris atau tabel KPK yang disediakan guru. Murid yang cepat selesai berperan sebagai 'tutor sebaya' bagi teman sekelompok yang masih kesulitan.
  • Produk: Sebagian besar murid menuliskan langkah penyelesaian secara prosedural. Murid dengan kemampuan lebih tinggi diminta juga membuat soal cerita sendiri dan menukar dengan teman untuk diselesaikan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua soal diagnostik di papan tulis sebelum kegiatan inti: (1) 5/8 – 2/8 = ? untuk mengecek kemampuan pengurangan pecahan berpenyebut sama, dan (2) KPK dari 4 dan 6 = ? untuk mengecek prasyarat konsep KPK.
  • Guru meninjau jawaban secara cepat (angkat tangan/tunjuk papan) untuk mengidentifikasi murid yang belum menguasai prasyarat dan perlu pendampingan lebih selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi guru saat kelompok mengerjakan Lembar Kerja: guru mencatat murid yang keliru menentukan KPK atau keliru mengubah pecahan senilai.
  • Tanya jawab selama eksplorasi: guru mengajukan pertanyaan pancingan kepada kelompok untuk menggali pemahaman proses, bukan sekadar jawaban akhir.
  • Cek bersama jawaban presentasi kelompok: guru dan murid lain memberikan umpan balik langsung terhadap langkah-langkah yang dipresentasikan.

Akhir:

  • Exit ticket: murid mengerjakan soal '3/5 – 1/4 =?' secara mandiri di kertas kecil dan mengumpulkan. Guru menggunakan hasil ini untuk menentukan ketuntasan dan tindak lanjut.
  • Penilaian Lembar Kerja kelompok menggunakan rubrik yang mencakup ketepatan prosedur (menyamakan penyebut dengan KPK) dan ketepatan penyelesaian masalah cerita.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keterlibatan, ketepatan langkah, dan kemampuan komunikasi matematis saat kelompok mengerjakan LK.
  • Presentasi kelompok: guru menilai ketepatan jawaban dan kemampuan murid menjelaskan proses penyelesaian kepada teman.
  • Refleksi tertulis: murid menuliskan ulang langkah-langkah dengan kata-kata sendiri sebagai bukti internalisasi konsep.

Sumatif:

  • Exit ticket akhir pembelajaran: satu soal pengurangan pecahan berpenyebut berbeda yang dikerjakan secara mandiri dan dikumpulkan.
  • Lembar Kerja kelompok Bagian C (masalah cerita): dinilai berdasarkan ketepatan kalimat matematika, proses, dan jawaban akhir.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menentukan KPK dan Menyamakan PenyebutMurid tidak dapat menentukan KPK dari dua penyebut yang berbeda dan tidak mampu mengubah pecahan menjadi pecahan senilai.Murid dapat menentukan KPK dengan bantuan tabel atau scaffolding guru, namun masih keliru dalam mengubah pecahan menjadi pecahan senilai.Murid dapat menentukan KPK dan mengubah pecahan menjadi pecahan senilai dengan benar, meski sesekali masih perlu diingatkan langkahnya.Murid dapat secara mandiri dan konsisten menentukan KPK serta mengubah kedua pecahan menjadi pecahan senilai berpenyebut sama dengan tepat dan efisien.
Ketepatan Melakukan Operasi Pengurangan Pecahan Berpenyebut BerbedaMurid tidak dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda, atau melakukan pengurangan langsung tanpa menyamakan penyebut.Murid dapat melakukan pengurangan setelah penyebut disamakan, namun hasil akhir masih sering keliru atau belum disederhanakan.Murid dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda secara benar dan menuliskan langkah-langkah dengan runtut.Murid dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut berbeda secara benar, runtut, dan menyederhanakan hasil jika memungkinkan tanpa perlu diminta.
Penyelesaian Masalah Kontekstual (Soal Cerita)Murid tidak dapat mengidentifikasi operasi yang diperlukan dari masalah cerita dan tidak menuliskan kalimat matematika.Murid dapat menuliskan kalimat matematika dari masalah cerita, namun proses penyelesaian dan jawaban akhir masih keliru.Murid dapat menuliskan kalimat matematika, menyelesaikan dengan langkah yang tepat, dan menuliskan kalimat jawaban yang sesuai konteks.Murid dapat menyelesaikan masalah cerita secara lengkap dan benar, menuliskan kalimat jawaban yang komunikatif, serta mampu menjelaskan proses penyelesaiannya kepada teman.
Kolaborasi dan Komunikasi dalam Diskusi KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan ide atau pendapat.Murid sesekali menyampaikan pendapat dalam kelompok, namun lebih banyak pasif atau bergantung pada anggota lain.Murid aktif berdiskusi, menyampaikan ide, dan merespons pendapat teman dengan santun dalam sebagian besar waktu diskusi.Murid secara konsisten aktif berkontribusi dalam diskusi, mampu menjelaskan pendapatnya dengan jelas, mendengarkan teman, dan membantu teman yang kesulitan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mencapai tujuan pembelajaran 5.3.7.1 dan 5.3.7.2 hari ini? Bagaimana buktinya dari hasil exit ticket?
  • Apakah visualisasi dengan kertas karton dan 'Langkah Ajaib 4 Langkah' efektif membantu murid memahami konsep menyamakan penyebut?
  • Murid mana yang masih memerlukan tindak lanjut atau bimbingan tambahan setelah pertemuan ini?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk semua tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Langkah mana dari 'Langkah Ajaib 4 Langkah' yang paling mudah dan paling sulit bagimu? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa mengurangkan dua pecahan yang penyebutnya berbeda secara mandiri? Berikan contoh yang bisa kamu kerjakan.
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini yang menurutmu berguna dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas V SD/MI (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas V SD/MI (Kemendikbudristek)
  3. Kertas karton bergaris untuk visualisasi pecahan (dibuat atau disiapkan guru)
  4. Lembar Kerja Kelompok (LK) yang disiapkan guru berisi 3 bagian: eksplorasi visual, soal prosedural, dan masalah cerita
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk demonstrasi langkah-langkah
  6. Alat tulis (pensil, penggaris, penghapus) untuk masing-masing murid
  7. Kertas kecil untuk exit ticket

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.