Modul AjarPertemuan 6Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama

Matematika - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengurangan Pecahan Berpenyebut Sama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengurangan Pecahan Berpenyebut Sama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui penemuan terbimbing menggunakan media gambar, murid dapat melakukan operasi pengurangan bilangan pecahan berpenyebut sama dengan benar.
  2. Melalui latihan soal berbasis masalah, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan pengurangan pecahan berpenyebut sama secara tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu memiliki 5/6 bagian kue lalu dimakan 2/6 bagian, berapa sisa kue yang kamu miliki?
  2. Mengapa pada pengurangan pecahan berpenyebut sama kita hanya mengurangi pembilangnya saja?
  3. Dapatkah kamu menemukan contoh pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan gambar pecahan 3/5 dan 1/5, lalu bertanya 'Berapa hasil 3/5 – 1/5?' untuk mengecek pemahaman prasyarat murid tentang konsep pecahan.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mampu melakukan pengurangan pecahan berpenyebut sama dan menyelesaikan masalah sehari-hari terkait.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika kamu punya 5/6 bagian kue lalu dimakan 2/6, berapa sisanya?' untuk memantik rasa ingin tahu.
  • Guru mengajak murid mengingat kembali materi penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai apersepsi.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar persegi panjang yang dibagi menjadi 8 bagian sama besar, dengan 7 bagian diarsir, lalu mencoret 3 bagian arsiran untuk menunjukkan 7/8 – 3/8 = 4/8.
  • Murid mengamati media gambar dan mencatat apa yang terjadi pada pembilang dan penyebut saat pengurangan dilakukan.
  • Guru membimbing murid menemukan pola: pada pengurangan pecahan berpenyebut sama, penyebut tetap dan pembilang dikurangkan.
  • Murid diminta menuliskan rumus umum: a/c – b/c = (a–b)/c.
  • Guru memberikan 2 contoh tambahan menggunakan gambar lingkaran yang dibagi sama besar untuk memperkuat pemahaman konseptual.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bekerja berpasangan menyelesaikan 4 soal pengurangan pecahan berpenyebut sama menggunakan media gambar (kertas karton yang dipotong).
  • Setiap pasangan menggambar representasi visual pecahan sebelum menghitung hasilnya.
  • Guru menyajikan 3 soal cerita kontekstual, misalnya: 'Rafi memiliki 7/10 liter air minum. Ia meminum 3/10 liter. Berapa sisa air Rafi?'
  • Murid menyelesaikan soal cerita secara individu dengan menuliskan kalimat matematika dan langkah penyelesaiannya.
  • Guru berkeliling melakukan asesmen proses: mengamati cara kerja murid dan memberikan umpan balik langsung bagi yang mengalami kesulitan.
  • Beberapa murid mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid menyimpulkan langkah-langkah pengurangan pecahan berpenyebut sama dengan kata-kata sendiri.
  • Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang masih membingungkan di selembar kertas kecil (exit ticket).
  • Guru membahas miskonsepsi umum: penyebut tidak ikut dikurangkan, hanya pembilang yang dikurangkan.
  • Murid mengerjakan 2 soal asesmen akhir secara mandiri untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum pembelajaran: pengurangan pecahan berpenyebut sama dilakukan dengan mengurangkan pembilang dan penyebut tetap.
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan motivasi kepada seluruh kelas.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya: pengurangan pecahan berpenyebut berbeda.
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid cepat diberikan soal pecahan campuran berpenyebut sama sebagai pengayaan. Murid lambat diberikan media gambar tambahan dan soal dengan bilangan lebih kecil (penyebut maksimal 6).
  • Proses: Murid cepat bekerja mandiri dan boleh mengeksplorasi soal tantangan. Murid lambat mendapat bimbingan langsung dari guru dengan langkah-langkah terstruktur dan manipulatif konkret.
  • Produk: Murid cepat menuliskan soal cerita buatan sendiri beserta penyelesaiannya. Murid lambat cukup menyelesaikan soal dengan bantuan gambar.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar pecahan 3/5 dan 1/5, lalu bertanya: 'Berapa hasil 3/5 – 1/5? Jelaskan caramu!' untuk mengecek pemahaman prasyarat tentang konsep pecahan dan pengurangan sederhana.
  • Guru bertanya secara lisan: 'Apa yang dimaksud dengan penyebut? Apa yang dimaksud dengan pembilang?' untuk memastikan murid memahami istilah dasar pecahan.

Proses:

  • Guru mengamati ketepatan murid dalam menggambar representasi visual pecahan saat bekerja berpasangan.
  • Guru mendengarkan penjelasan lisan murid saat mempresentasikan hasil kerja: apakah mereka menyebutkan bahwa penyebut tetap dan pembilang dikurangkan.
  • Guru memeriksa kalimat matematika yang ditulis murid pada soal cerita: apakah langkah penyelesaian runtut dan jawaban benar.

Akhir:

  • Soal 1: Hitunglah 9/12 – 5/12 =... (murid menuliskan langkah dan jawaban).
  • Soal 2: Ibu membeli 7/8 kg gula. Dipakai untuk membuat kue 3/8 kg. Berapa sisa gula Ibu? Tuliskan kalimat matematika dan jawabannya.
  • Soal 3: Sebuah tangki berisi 11/15 bagian air. Setelah digunakan, air tinggal 4/15 bagian. Berapa bagian air yang digunakan?

Formatif:

  • Observasi kerja berpasangan saat mengerjakan soal dengan media gambar.
  • Tanya jawab lisan selama penemuan terbimbing untuk mengecek pemahaman konsep.
  • Exit ticket: murid menuliskan satu hal yang dipahami dan satu pertanyaan.

Sumatif:

  • Tes tertulis individu berupa 2 soal pengurangan pecahan berpenyebut sama dan 1 soal cerita kontekstual di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Pengurangan Pecahan Berpenyebut SamaMurid belum dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut sama; ikut mengurangkan penyebut atau tidak memahami prosedur.Murid dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut sama dengan bantuan media gambar, namun masih sering salah hitung pada pembilang.Murid dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut sama dengan benar secara mandiri tanpa media gambar.Murid dapat melakukan pengurangan pecahan berpenyebut sama dengan benar, cepat, dan mampu menjelaskan alasan mengapa penyebut tetap.
Penyelesaian Masalah KontekstualMurid belum dapat mengidentifikasi operasi pengurangan dari soal cerita dan tidak mampu menuliskan kalimat matematika.Murid dapat mengidentifikasi operasi pengurangan dari soal cerita namun melakukan kesalahan dalam perhitungan atau penulisan kalimat matematika.Murid dapat menuliskan kalimat matematika dengan benar dan menyelesaikan soal cerita dengan tepat.Murid dapat menyelesaikan soal cerita dengan tepat, menuliskan langkah secara runtut, dan mampu membuat soal cerita sendiri terkait pengurangan pecahan berpenyebut sama.
Representasi Visual (Gambar Pecahan)Murid belum dapat menggambarkan pecahan dalam bentuk visual atau gambar yang dibuat tidak sesuai dengan nilai pecahan.Murid dapat menggambarkan pecahan secara visual namun pembagian bagian belum sama besar atau arsiran belum tepat.Murid dapat menggambarkan pecahan secara visual dengan pembagian sama besar dan arsiran tepat sesuai nilai pecahan.Murid dapat menggambarkan pecahan secara visual dengan tepat dan menggunakannya untuk menjelaskan proses pengurangan kepada teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami bahwa pada pengurangan pecahan berpenyebut sama, penyebut tetap dan hanya pembilang yang dikurangkan?
  • Apakah penggunaan media gambar efektif membantu murid memahami konsep?
  • Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah proporsional?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami tentang pengurangan pecahan berpenyebut sama?
  • Langkah mana yang masih membingungkan bagiku?
  • Bagaimana aku bisa menggunakan pengurangan pecahan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apakah aku sudah berani bertanya saat menemui kesulitan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3: Bilangan Pecahan (Subbab C: Pengurangan Bilangan Pecahan).
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, halaman 108.
  3. Media gambar pecahan (kertas karton yang dipotong menjadi bagian sama besar).
  4. Penggaris dan alat tulis.
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi soal pengurangan pecahan berpenyebut sama dan soal cerita kontekstual.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.