Modul AjarPertemuan 5Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 5 dengan topik "Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 5: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda

Matematika - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Penjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPenjumlahan Pecahan Berpenyebut Berbeda
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui eksplorasi dan diskusi kelompok, murid dapat melakukan operasi penjumlahan bilangan pecahan berpenyebut berbeda dengan menyamakan penyebut terlebih dahulu menggunakan KPK secara benar.
  2. Melalui problem based learning, murid dapat menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan tepat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membagi kue menjadi beberapa bagian yang tidak sama besar, lalu ingin menggabungkannya? Bagaimana caranya?
  2. Jika Andi makan 1/3 pizza dan Budi makan 1/4 pizza, berapa total pizza yang mereka makan? Bisakah langsung dijumlahkan?
  3. Mengapa kita tidak bisa langsung menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan berdoa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan soal 2/6 + 1/6 =... dan meminta murid menjawab di papan tulis untuk mengecek pemahaman penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar menjumlahkan pecahan yang penyebutnya berbeda.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Jika Andi makan 1/3 pizza dan Budi makan 1/4 pizza, bisakah langsung dijumlahkan? Mengapa?
  • Guru menjelaskan bahwa hari ini murid akan bekerja dalam kelompok untuk menemukan cara menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok (4-5 orang per kelompok).
  • Guru membagikan kertas karton yang sudah dibagi menjadi bagian-bagian pecahan (1/3 dan 1/6) sebagai alat peraga konkret.
  • Murid mengamati kertas karton: membandingkan ukuran 1/3 dan 2/6 untuk memahami konsep pecahan senilai.
  • Guru memandu diskusi: Bagaimana cara mengubah 1/3 agar penyebutnya sama dengan 4/6? Murid menemukan bahwa 1/3 = 2/6 melalui manipulasi kertas.
  • Guru menjelaskan langkah formal: mencari KPK dari kedua penyebut, mengubah masing-masing pecahan menjadi pecahan senilai berpenyebut KPK, lalu menjumlahkan pembilangnya.
  • Guru memberikan contoh: 1/3 + 4/6. KPK dari 3 dan 6 adalah 6. Maka 1/3 = 2/6. Sehingga 2/6 + 4/6 = 6/6 = 1.
  • Murid mencatat langkah-langkah prosedur penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda di buku catatan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Setiap kelompok menerima Lembar Kerja berisi 3 soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda bertingkat: (a) 1/2 + 1/3, (b) 2/5 + 1/4, (c) 3/4 + 2/3.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan soal dengan langkah: tentukan KPK penyebut, ubah pecahan, jumlahkan pembilang.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja kelompok, memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan.
  • Setelah selesai, guru menyajikan masalah kontekstual: Ibu membeli 1/4 kg gula dan 2/5 kg gula lagi. Berapa total gula yang dibeli Ibu?
  • Murid secara kelompok menyelesaikan masalah kontekstual tersebut dengan menuliskan model matematika dan langkah penyelesaian lengkap.
  • Perwakilan dua kelompok mempresentasikan hasil kerja di depan kelas, kelompok lain memberikan tanggapan.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid menyimpulkan langkah-langkah penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda secara bersama-sama.
  • Murid menuliskan di buku catatan: kapan kita perlu menyamakan penyebut dan mengapa KPK digunakan.
  • Guru memberikan 1 soal tantangan individu: 2/7 + 3/5 =... untuk mengecek pemahaman masing-masing murid.
  • Murid saling bertukar jawaban dengan teman sebangku dan memeriksa kebenaran jawaban bersama-sama.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: memberikan 2 soal evaluasi individu yang dikerjakan dalam 5 menit (1 soal prosedural, 1 soal cerita kontekstual).
  • Guru bersama murid merefleksi pembelajaran: Apa yang sudah dipahami? Apa yang masih sulit?
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja kelompok dan partisipasi murid.
  • Guru menyampaikan materi pertemuan berikutnya dan menutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah mahir diberikan soal pecahan campuran berpenyebut berbeda (misal 1 1/3 + 2 1/4). Murid yang belum lancar diberikan soal dengan penyebut yang salah satunya merupakan kelipatan yang lain (misal 1/2 + 1/4) agar lebih mudah menemukan KPK.
  • Proses: Murid cepat berperan sebagai tutor sebaya membantu teman satu kelompok. Murid yang membutuhkan bantuan mendapat bimbingan langsung dari guru dengan alat peraga kertas karton tambahan.
  • Produk: Murid cepat menuliskan penyelesaian dengan dua cara berbeda (cara KPK dan cara perkalian silang). Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyelesaikan dengan satu cara menggunakan langkah terbimbing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan soal penjumlahan pecahan berpenyebut sama (2/6 + 1/6) dan meminta murid menjawab secara lisan atau di papan tulis.
  • Guru bertanya: Apa yang harus dilakukan jika penyebutnya berbeda? untuk menggali pengetahuan awal murid.

Proses:

  • Guru mengamati partisipasi dan kontribusi tiap anggota dalam diskusi kelompok.
  • Guru memeriksa langkah kerja murid pada Lembar Kerja: apakah langkah mencari KPK benar, apakah pengubahan pecahan senilai tepat, dan apakah hasil penjumlahan akurat.
  • Guru memberikan pertanyaan probing kepada murid tertentu: Mengapa kamu memilih 12 sebagai penyebut? Bagaimana cara mengubah 1/3 menjadi pecahan senilai berpenyebut 12?

Akhir:

  • Soal 1 (prosedural): Hitunglah 3/5 + 1/4 menggunakan langkah menyamakan penyebut dengan KPK.
  • Soal 2 (kontekstual): Rina meminum 1/3 liter susu di pagi hari dan 1/4 liter susu di sore hari. Berapa liter susu yang diminum Rina seluruhnya? Tuliskan langkah penyelesaiannya.

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok menggunakan lembar pengamatan.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja kelompok selama kegiatan inti.
  • Tanya jawab lisan selama eksplorasi untuk mengecek pemahaman konsep KPK dan pecahan senilai.

Sumatif:

  • Tes tertulis individu di akhir pembelajaran: 2 soal (1 soal prosedural penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dan 1 soal cerita kontekstual).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyamakan penyebut menggunakan KPKTidak dapat menentukan KPK dari dua penyebut dan tidak dapat mengubah pecahan menjadi pecahan senilai.Dapat menentukan KPK tetapi melakukan kesalahan dalam mengubah pecahan menjadi pecahan senilai.Dapat menentukan KPK dan mengubah pecahan menjadi pecahan senilai dengan benar, namun sesekali masih memerlukan bantuan.Dapat menentukan KPK dan mengubah pecahan menjadi pecahan senilai dengan benar, cepat, dan mandiri.
Kemampuan menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbedaTidak dapat menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda meskipun dengan bimbingan.Dapat menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan bimbingan penuh dari guru.Dapat menyelesaikan penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda secara mandiri dengan hasil benar pada sebagian besar soal.Dapat menyelesaikan semua soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda dengan benar, lengkap langkahnya, dan dapat menjelaskan prosesnya.
Kemampuan menyelesaikan masalah kontekstualTidak dapat membuat model matematika dari soal cerita dan tidak dapat menyelesaikannya.Dapat membuat model matematika dari soal cerita tetapi salah dalam proses perhitungan.Dapat membuat model matematika dan menyelesaikan soal cerita dengan benar tetapi penulisan langkah belum lengkap.Dapat membuat model matematika, menyelesaikan soal cerita dengan benar, menuliskan langkah lengkap, dan memberikan kesimpulan jawaban.
Kolaborasi dalam diskusi kelompokTidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyelesaian tugas.Berpartisipasi minimal dalam diskusi kelompok, hanya mengikuti arahan teman tanpa memberikan ide.Berpartisipasi aktif dalam diskusi, memberikan ide, dan mendengarkan pendapat teman.Berpartisipasi sangat aktif, memberikan ide kreatif, membantu teman yang kesulitan, dan mampu menjelaskan hasil diskusi kepada kelompok lain.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami konsep menyamakan penyebut menggunakan KPK?
  • Apakah alat peraga kertas karton efektif membantu murid memvisualisasikan pecahan senilai?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah proporsional?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa langkah yang paling penting saat menjumlahkan pecahan berpenyebut berbeda?
  • Bagian mana yang menurutmu paling mudah dan paling sulit dalam pelajaran hari ini?
  • Apakah kamu sudah percaya diri mengerjakan soal penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda secara mandiri?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3: Bilangan Pecahan (halaman 85-89).
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas V, Bab 3: Bilangan Pecahan, Eksplorasi 3.2.
  3. Kertas karton yang dipotong menjadi representasi pecahan (1/2, 1/3, 1/4, 1/6).
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD) tentang penjumlahan pecahan berpenyebut berbeda.
  5. Alat tulis dan penggaris.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.